Tampilkan postingan dengan label aritmatika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aritmatika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Soal Pilihan Ganda Aritmatika Sosial Beserta Jawaban

1. Aisa membeli 12 baju dengan harga Rp.336.000,00. Bila Balqis akan membeli 18 baju yang sama dengan baju yang dibeli Aisa, maka Balqis harus membayar sebesar...
a. Rp. 486.000,00 c. Rp. 504.000,00
b. Rp. 492.000,00 d. Rp. 528.000,00
ANS: C

2. Seorang penjual telur memperoleh untung Rp.5.500,00. Jika laba itu 10% dari harga pembelian, maka harga  penjualan adalah...
a. Rp. 40.500,00 c. Rp. 55.000,00
b. Rp. 50.000,00 d. Rp. 60.500,00
ANS: D

3. Seorang pembuat makanan ringan bagus memperoleh pesanan sebanyak 500 makanan ringan bagus untuk pesta. Biaya pembuat makanan ringan bagus rata-rata Rp.350,00 per buah. Sebanyak 400 makanan ringan bagus dijual dengan harga Rp.450,00 perbuah dan sisanya dijual dengan harga Rp. 42.500,00.
Keuntungan dari penjualan makanan ringan bagus tersebut adalah...
a. 17,24% c. 27,14%
b. 20,16% d. 32,42%
ANS: C

4. Pak Amir membeli sebuah televisi 21 inchi dengan harga Rp.1.500.000,00. Karena Pak Amir membutuhkan uang untuk biaya pengobatan anaknya, maka Pak Amir menjual kembali televisi tersebut dengan harga Rp. 1.200.000,00. Persentase rugi yang dialami Pak Amir adalah...
a. 10% c. 20%
b. 30% d. 40%
ANS: C

5. Harga sepasang sepatu Rp.60.000,00. Jika harga tersebut turun 2,5%, maka harganya menjadi...
a. Rp.1.500,00 c. Rp.58.250,00
b. Rp.45.000,00 d. Rp. 58.500,00
ANS: D

6. Maia membeli baju dengan menerima diskon 15% sehingga hanya membayar Rp.170.000,00. Harga baju sebelum diskon adalah...
a. Rp.200.000,00 c. Rp.195.500,00
b. Rp.185.000,00 d. Rp.144.500,00
ANS: A

7. Sebuah toko membeli 200 karung beras, yang masing-masing pada karungnya tertera tulisan: Bruto 114 kg, tara 2 kg. Neto beras yang dibeli pemilik toko adalah...
a. 200 kuintal c. 114 kuintal
b. 116 kuintal d. 224 kuintal
ANS: D

8. Seorang pedagang membeli 2 karung beras masing-masing beratnya 1 kuintal dengan tara 2 %. Harga pembelian setiap karung beras Rp.200.000,00. Jika beras itu dijual dengan harga Rp.2.400,00 per kg, maka besar laba adalah...
a. Rp.34.000,00 c. Rp.68.000,00
b. Rp.56.000,00 d. Rp.80.000,00
ANS: C

9. Ali menabung disuatu Bank sebesar Rp.200.000,00 dengan bunga 15% setahun. Besar tabungan sehabis 8 bulan adalah...
a. Rp.210.000,00 c. Rp.230.000,00
b. Rp.220.000,00 d. Rp.240.000,00
ANS: B

10. Budi meminjam uang di Bank sebesar Rp.5.100.000,00 untuk pembelian sepeda motor. Angsuran tiap bulan yang harus dibayarkan Rp.165.000,00 dalam jangka waktu 4 tahun. Besar persentase bunga dari uang pemberian adalah...
a. 50,3% c. 55,3%
b. 50,9% d. 55,9%
ANS: C
Sumber http://www.marthamatika.com/

Rabu, 30 Januari 2019

Soal Dan Pembahasan Bunga Bank Dan Pajak

 Selanjutnya kita akan lihat perihal Perhitungan Pajak dan bunga bank Sederhana Soal dan Pembahasan Bunga Bank dan Pajak
Selanjutnya kita akan lihat perihal Perhitungan Pajak dan bunga bank Sederhana. Ini termasuk pada bahan aritmatika sosial.

Contoh Cara Perhitungan Bunga Bank

Sebenarnya perhitungan bunga dilakukan dengan 2 cara yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Tetapi, untuk pembahasan kali ini kita akan lihat perhitungan untuk bunga tunggal saja.

Perhitungan bunga tunggal (sederhana) pada soal aritmatika sosial sanggup dilakukandengan rumus:
Bunga= Mula x Waktu x Persen Bunga
Biasa disingkat rumus BMW-Penyok.
Mula ialah uang mula-mula yang disetorkan pada bank. Sementara waktu adala lamanya orang tersebut menabung dan persen bunga. Perlu diperhatikan harus teliti untuk persen bunga, apakah persen bunga tersebut dalam 1 bulan atau 1 tahun.

Agar mudah, coba perhatikan teladan soal dan pembahasan di bawah ini.
#Soal 1
Marsha menabung di bank BDI sejumlah Rp 2.000.000. Sementara, Martha menabung di bank BKA sejumlah Rp 2.500.000. Bila bank BDI menunjukkan bunga 12%.pa(pertahun) dan bnk BKA menunjukkan bunga 10% per-tahun. Selisih uang Marsha dan Martha sesudah 9 bulan adalah...

Hitung masing masing bunga uang mereka:
Marsha (BDI)
M = 2.000.000 ; W = 9/12 (karena waktu bunga pertahun =12bulan); P= 12%
B =M.W.P = 2.000.000 x$ \frac {9}{12}$ x12% =180.000
Uang Marsha jadinya = 2.000.000+180.000 = 2.180.000

Martha (BKA)
M = 2.500.000 ; W = 9/12 (karena waktu bunga pertahun =12bulan); P= 10%
B =M.W.P = 2.500.000 x$ \frac {9}{12}$ x10% =187.500
Uang Martha jadinya = 2.500.000+187.500 = 2.687.500.
Jadi selisih uang Martha dan Marsha =2.687.500-2.180.000=Rp 507.500

#Soal 2
Setelah menabung di Bank Makdiri selama satu tahun uang Upi menjadi Rp 548.000. Bila mula mula Upi menabung Rp 500.000, Berapakah bunga tabungan di Bank Makdiri tersebut?

Bunga yang didapatkan Upi Rp548.000-Rp 500.000=48.000
B=MWP
48.000 = 500.000x1xP
P = $\frac {48}{500} = \frac {9,6}{100}$
P= 9,6%
Jadi bunga bank Makdiri tersebut 9,6% / tahun.

Contoh Cara Menghitung Pajak

Pada perhitungan pajak tidaklah terlalu susah. Rumus yang dipakai dalam perhitungan pajak ini,
Pajak = Beban Awal x Persen Pajak
Beban Akhir = Beban Awal+Pajak.
Contoh Soal Perhitungan Pajak,
Sesuai dengan peraturan pemerintah, setiap makan di Restoran akan dikenakan pajak 10%. Bila keluarga pak Sarapudin memesan makanan seharga Rp 400.000. Maka total yang harus dibayar pak Sarapudin adalah...

Jawab:
Beban Awal =Rp 400.000 ; Pajak 10%.
Pajak = 400.000x10% = 40.000
Beban Akhir = 400.000+40.000 = 440.000
Jadi pak Sarapudin harus membayar Rp 440.000.

Selanjutnya kita akan bahas mengenai Perhitungan Laba dan Rugi.
Sumber http://www.marthamatika.com/

Cara Menghitung Ragam Dan Simpangan Baku Data Kelompok

Ragam dan Simpangan Baku yakni bab dari statistik penyebaran data. Untuk kali ini kita akan lihat bagaimana cara menghitung varian dan standar deviasi dari data kelompok ini. Harus diketahui bekerjsama varian atau variansi yakni nama lain dari ragam. Sementara Simpangan Baku yakni nama lain dari standar deviasi.

Rumus yang dipakai untuk menghitung ragam dan simpangan baku ini adalah
Rumus Menghitung Varian atau Ragam


Rumus Menghitung Simpangan Baku atau Standar Deviasi

Rumus di atas terlihat susah, tapi tak perlu dihafallkan. Lebih mudahnya kita akan lihat pola soal dan pembahasan ihwal cara menghitung ragam dan simpangan baku tersebut dan pahami langkah penyelesaiannya. Misalnya diberikan data tinggi tubuh sebuah kelompok menyerupai di bawah ini,
Tinggi Badan
Frekuensi
151 - 155
3
156 - 160
4
161 - 165
4
166 - 170
5
171 - 175
3
176 - 180
2


Untuk menghitung varian dan Standar deviasi dari data di atas, maka kita akan tambahkan table tersebut sehingga terbentuk,
$x_i$
$f_i$
$f_ix_i$
$f_ix^2_i$
153
3
459
70277
158
4
632
99856
163
4
652
106276
168
5
840
141120
173
3
519
89787
178
2
356
63368

$\sum f_i$ = 21
$\sum f_ix_i$=3458
$\sum f_ix^2_i$=570634
Keterangan:
$x_i$= Nilai tengah kelas,
$f_i$= frekuensi


Sumber http://www.marthamatika.com/

Sabtu, 26 Januari 2019

Contoh Soal Dan Pembahasan Perihal Bruto, Netto Dan Tara

Melanjutkan pembahasan wacana Diskon dan Rabat, bab Artimatika Sosial lainnya ialah wacana Bruto, Tara dan Netto.
Tak ada hubunagnnya dengan Despacito ya
Arti dari Bruto, Tara dan Netto adalah:
Defenisi Bruto ialah Berat kotor atau berat secara keseluruhan. Misalkan membeli 1 sak semen, maka semuanya terhitung dengan berat kertas pembungkus serta kotoran lain yang menempel.

Pengertian Netto ialah berat higienis dari produk atau suatu jenis barang. Berat tersebut murni.

Sementara itu arti dari Tara ialah penyusutan atau selisih antara Bruto dan Netto. Sehingga secara matematis, sanggup dituliskan Rumus Bruto, Netto dan Tara ini sebagai berikut:
Tara = Brutto-Netto
#Soal 1
Agar pemahaman kau lebih mantab, sanggup dong melengkapi tabel di bawah ini:
No
Bruto (kg)
Tara (kg)
Netto (kg)
1
50

48
2

1
19
3
60
3

4
45

43
5

2
30
6
18
0,5


Kita bahas soal nomor 1, 2 dan 3.
#1  Bruto=50, Netto=48, Tara =?
Tara = Bruto-Netto = 50-48 =2

#2 Bruto = ? Tara = 1 , Netto = 19
Tara = Bruto – Netto
1=Bruto – 19
Bruto =19+1 =20

#3 Bruto=60 , Tara = 3, Netto =?
Tara = Brutto – Netto
3 = 60-Netto
Netto = 60-3 = 57

Untuk soal 4,5,6 kau harus sanggup mengerjakannya sendiri ya.


#Soal 2
Pak Ujang membeli 40 karung wortel yang belum dicuci dengan berat 2440 kg. Bila sesudah dicuci, wortel tersebut berkurang beratnya 1 kg untuk tiap karung. Kemudian, wortel tersebut dijual lagi dengan harga Rp 2000/ kg. Berapa uang diterima pak Ujang?

Jawab:
Diketahui Bruto 2440 kg
@karung tara = 1 kg. Total tara 40 kg (karena punya 40 karung).
Tara = Bruto – Netto
40 = 2440 – Netto
Netto =2440-40 =2400 kg.

Harga jual 1 karung Rp 20.000, jadi total uang yang didapat 2400x2000 = Rp 4.800.000.
 Selanjutnya kita akan bahas : Menghitung Pajak dan Bunga Bank.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Jumat, 25 Januari 2019

Contoh Soal Dan Pembahasan Diskon Atau Rabat

Salah satu bahan matematika yang bersama-sama gampang tetapi terasa susah yaitu mengenai Diskon atau Rabat,Netto, Tara. Sejenis dengan bahan ini juga terdapat bunga dan perhitungan pajak.

Untuk memudahkan pemahaman kamu, berikut akan dipaparkan pembelajaran ihwal Diskon, Rabat, Netto,Tara dan Bruto dengan memperlihatkan pola soal dan pembahasan.

Diskon atau Rabat yaitu pecahan harga yang diberikan dikala membeli suatu barang. Potongan ini biasanya diberikan dalam bentuk persen. Nah, bagi yang hobi shopping niscaya sudah lancar banget ihwal hal ini.

Rumus dasar untuk menghitung Diskon atau Rabat ini adalah,
Diskon = Harga Awal x % Diskon
Harga Akhir = Harga Awal-Diskon
Berikut pola Soal dan Pembahasan ihwal diskon ini,

Bertepatan dengan tangga hari Ulang Tahun Toko Baju ‘ALICE’, pemilik toko memperlihatkan diskon pada setiap pembelian barang –
Baju brand X dengan harga Rp 120.000 diberikan diskon 15%, Baju brand Y dengan harga Rp 160.000 diberikan diskon 10% dan Baju brand Z dengan harga Rp 240.000 diberikan diskon 10%.
Jika Bu Ayu, membeli 2 baju X, 1 Baju Y dan 1 Baju Z. Berapa uang yang harus dibayarkan oleh Bu Ayu?
Pertama kita akan hitung diskon masing masing jenis baju terlebih dahulu.
-Baju X @Rp 120.000 alasannya yaitu membeli 2 maka Bu Ayu harus bayar Rp 240.000. Namun sanggup diskon,
Diskon = 240.000x15%= 36.000
Harga Akhir = 240.000 -36.000= Rp 204.000

-Baju Y harga Rp 160.000. Dengan Diskon 10%.
Diskon:Rp 160.000 x 10% = 16.000
Harga Akhir = 160.000 – 16.000= 144.000

-Baju Z, harga Rp 240.000 dan diskon10%.
Diskon = Rp 240.000x10% = 24.000
Harga Akhir = Rp 240.000 – 24.000= 216.000.

Total yang harus dibayar bu Ayu = Rp 204.000+Rp 144.000+Rp 216.000= Rp 564.000.

#Soal dan Tips Belanja 
Di Ramayana lagi ada diskon besar-besaran. Sebuah baju dengan label harga Rp 100.000. Kemudian terdapat Tulisan diskon 50% (+20%). Berapa harga baju tersebut harus dibayar pembeli.

Dalam hal ibarat ini kita TIDAK BOLEH MENAMBAHKAN DISKON menjadi 70%. Karena arti dari Diskon 50%+20% tersebut adalah, pertama barang diberikan diskon 50% dari harga AWAL. Berikutnya diberikan diskon lagi 20% dari harga sehabis diskon 50%.

Penyelesaiannya:
Diskon = 100.000 x50% = 50.000
Harga Akhir I = 100.000-50.000 = 50.000
Diskon 2 = 50.000x 20% = 10.000
Harga final II = 50.000-10.000=Rp 40.000
Itu balasan yang benar. 
SALAH JIKA MENGHITUNG:
Diskon = Rp 100.000 x (50+20)% = Rp 100.000x70% = 70.000
Harga Akhir 100.000-70.000=30.000.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Rabu, 29 Agustus 2018

Contoh Soal Dan Pembahasan Perbandingan Senilai

Perbandingan atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah comparison  adalah Melihat kekerabatan sebuah nilai dengan nilai yang lain. Antara ke dua nilai tersebut (nilai yang dilihat dan nilai acuan) ada suatu faktor konstanta tertentu. Jika dianggap faktor konstanta tersebut yaitu k, maka k tersebut di sanggup dari : k = nilai dilihat / nilai acuan.

Lalu bagaimana dengan perbandingan senilai? Perbandingan senilai adalah perbandingan dimana terdapat 2 pasang elemen yang di lihat.  Misalkan x1,x2, y1,y2 dalam hal ini kita akan memandang x sebagai sebuah faktor konstanta dan akan dicari nilai salah satu y kalau diketahui sebuah y yang lainnya. Uraian ini akan cukup membingungkan kalau ditulis dalam bahasa Indonesia, akan lebih gampang dipahami kalau ditulis dalam bahasa matematika, berikut kalau ditulis dalam bahasa matematika :
Dari perumusan di atas akan didapat sebenarnya x dan y merupakan perbandingan yang senilai. Maksudnya, jika x diperbesar nilainya maka y juga akan ikut besar nilainya. Untuk mempermudah pemahaman, berikut soal dan langkah menuntaskan sebuah duduk kasus perbandingan.


Langkah Menyelesaikan Soal Perbandingan Senilai

Sebelum menuntaskan sebuah soal, maka sebaiknya dipahami terlebih dahulu langkah langkah berikut. Ini akan mempermudah dan mempercepat proses penyelesaian soal.
  1. Identifikasi apa yang akan diperbandingkan
  2. Tetapkan kondisi, kondisi I dan kondisi 2
  3. Lakukan perhitungan dengan memakai rumus di atas.
Setelah mengetahui langkah di atas. Mari kita lihat sebuah contoh soal dan pembahasan ihwal perbandingan senilai ini.

Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Senilai

Soal : Harga setengah lusin buku tulis yaitu Rp 12.000,00. Berapakah harga 8 buah buku tulis?
Pembahasan : Dari soal di atas sanggup dilihat ada dua hal yang akan dibandingkan yaitu buku tulis dan harga buku tulis. Agar mempermudah perhatikan tabel di bawah ini. 

Jumlah Buku (x)
Harga Buku (y)
I
½ lusin = 6 buah (x1)
12.000 (y1)
II
8 buah (x2)
Berapa? (y2)
Setelah menciptakan tabel di atas, artinya kita telah menuntaskan 2 langkah. Lanjutkan ke langkah ke-tiga dimana akan dihitung memakai rumus :
Perbandingan atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah  Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Senilai
Setelah di sanggup ibarat di atas, lakukan perkalian silang. 
6 x y2   = 8 x 12.000  (* 6 dan 12.000 sama sama dibagi 6)
y2  = 8 x 2.000
y2 = 16.000
Kaprikornus sanggup diketahui harga untuk 8 buku yaitu Rp 16.000,00.
Tips : Untuk mempermudah perhitungan Bisa dicoba memakai kalkulator kami di : Kalkulator untuk Menghitung Perbandingan.
Bagaimana? Cukup memudahkan bukan dengan memakai pemberian tabel identifikasi di atas. Sekarang untuk latihan sendiri sanggup dicoba soal berikut : Harga dari 12 meter kain yaitu Rp 72.000,00. Berapakah harga 10 meter kain? Coba dihitung sendiri dengan langkah di atas. Jika benar maka akan diperoleh balasan Rp 60.000,-.  Jangan lupa juga lihat jenis perbandingan lain yaitu Perbandingan Berbalik Nilai. Bisa dibaca di artikel terkait : Perbandingan Berbalik Nilai.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Selasa, 28 Agustus 2018

Contoh Soal Dan Pembahasan Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan / comparison  adalah Melihat relasi antara beberapa nilai. Antara nilai tersebut ada nilai yang dilihat dan ada nilai yang menjadi teladan sehingga di sanggup sebuah konstanta perbandingan. Jika dimisalkan konstanta tersebut ialah k, maka k tersebut di peroleh dari : k = nilai dilihat / nilai acuan.

Lalu bagaimana dengan perbandingan berbalik nilai? Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dimana terdapat 2 pasang elemen yang di lihat.  Misalkan x1,x2, y1,y2 dalam hal ini kita akan memandang perbandungan x sebagai  konstanta dan akan dicari nilai salah satu y bila diketahui sebuah y yang lainnya. Uraian ini akan menciptakan bingung, sederhananya sanggup ditulis :
adalah Melihat relasi antara beberapa nilai Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Berbalik Nilai
Perumusan di atas akan diartikan sebetulnya x dan y merupakan perbandingan yang berbalik nilai Maksudnya, jika x diperbesar nilainya maka y juga akan menjadi kecil. Untuk mempermudah pemahaman, berikut soal dan langkah menuntaskan sebuah dilema perbandingan.


Langkah Menyelesaikan Soal Perbandingan Berbalik Senilai

Sebelum menuntaskan sebuah soal, alangkah baiknya kita memutuskan langkah langkah sistematis untuk menuntaskan soal tersebut. Langkah penyelesaian soal perbandingan berbalik nilai ini ialah :
  1. Tentukan apa yang akan dibandingkan dan misalkan dengan x dan y
  2. Identifikasi kondisi tersebut menjadi kondisi I dan kondisi II
  3. Lakukan perhitungan dengan memakai rumus perbandingan terbalik di atas.
Setelah membaca langkah di atas, kini kita aplikasi kan pada soal. Berikut dengan pembahasannya.

Soal dan Pembahasan Perbandingan Terbalik

Jika sebuah kendaraan beroda empat sanggup dipakai menempuh kota Padang dan Bukittinggi ,dengan kecepatan 40 km/jam dengan waktu 2 jam. Jika kendaraan beroda empat itu dipacu dengan kecepatan 60 km/jam, berapa waktu yang diperlukan?

Pembahasan : Dari soal di atas, kita sanggup memilih yang akan dibandingkan ialah kecepatan dan waktu Kenapa disebut kecepatan dan waktu disebut perbandingan terbalik / berbanding terbalik? Logika saja, Jika kecepatan semakin besar (mobil makin cepat) maka waktu yang dibutuhkan semakin sedikit (kecil) dan sebaliknya. Ini sesuai dengan kriteria perbandingan terbalik . "jika x diperbesar nilainya maka y juga akan menjadi kecil "  Ok kini telah diketahui yang akan dibandingkan kecepatan (x) dan waktu (y). Agar memudahkan sanggup dipakai tabel berikut:

Kecepatan (x)
waktu (y)
I
40 km/jam (x1)
2 jam (y1)
II
60 km/jam (x2)
Berapa? (y2)
Telah dilakukan langkah pertama dan kedua. Sekarang lanjutkan dengan langkah ke-tiga, kita akan hitung memakai rumus :
adalah Melihat relasi antara beberapa nilai Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Berbalik Nilai
Dengan perkalian silang, sanggup diselesaikan menjadi:
40 x 2 = 60 x Y(*40 dan 60 sama sama dibagi 20)
2x2 = 3 x Y2
4/3 = Y2
Makara dari Padang ke Bukittingi, kalau ditempuh dengan kecepatan 60 km/jam sanggup ditempuh dalam wakt 4/3 jam.

Sebagai latihan, sanggup diselesaikan soal berikut : 
Suatu proyek sanggup dikerjakan oleh 21 orang pekerja dalam waktu 14 hari. Jika jumlah pekerja berkurang 6 orang, berapa waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pekerjaan itu? (Kunci Jawaban : 15 hari).
Tips : Untuk mempermudah perhitungan Bisa dicoba memakai kalkulator kami di : Kalkulator untuk Menghitung Perbandingan.
Itulah soal dan  pembahasan wacana perbandingan terbalik (berbalik nilai). Jenis perbandingan yang lain ialah perbandingan senilai. Lebih lengkap sanggup dibaca di : Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Senilai.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Minggu, 26 Agustus 2018

Kalkulator Untuk Menghitung Perbandingan

Berikut ini satu lagi kalkulator yang dapat dipakai untuk menuntaskan soal wacana perbandingan. Sebelumnya harus dipahami dulu sebenarnya perbandingan ada dua jenis. Agar nanti tidak keliru dalam penggunaan kalkulator ini.

Macam Macam Perbandingan dalam Matematika

Perbandingan Senilai : Yaitu perbandingan dimana hubungan kedua nilai berlaku " jika nilai pertama diperbesar maka nilai yang kedua juga akan besar dan sebaliknya" Contohnya,  Perbandingan jumlah bensin  dengan jarak yang ditempuh motor. Semakin banyak bensin (besar) maka akan semakin jauh (besar) jarak yang ditempuh. Lebih lengkap dapat dibaca pada artikel terkait : Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Senilai.

Perbandingan terbalik / berbalik nilai : Yaitu perbandingan dimanan hubungan kedua nilai berlaku terbalik. " jikalau nilai pertama diperbesar maka nilai kedua akan menjadi kecil dan sebaliknya". Contoh, jumlah ayam dengan jumlah hari dikala beternak ayam. Apabila ayam semakin banyak (besar)  maka usang waktu habis masakan akan semakin kecil. Lebih lengkap dapat dibaca pada artikel terkait : Contoh Soal dan Pembahasan Perbandingan Berbalik Nilai.

Kalkulator untuk Menghitung Perbandingan

Untuk memakai kalkulator ini, Pilihlah terlebih dahulu jenis perbandingan apa soalnya. Kemudian silahkan masukkan nilai yang diketahui sesuai kondisi dan apa yang dibandingkan. Dan lanjutkan dengan menentukan hitung. Sekali lagi Jangan Lupa Memilih Jenis Perbandingan!!!

 (x)
 (y)
I
 (x1) =
 (y1) =
II
 (x2) =
 (y2) = ?

Hasilnya
Copyright : marthayunandaTM


Demikianlah Kalkulator yang dapat mempermudah dalam menghitung perbandingan. Semoga Membantu, untuk kalkulator lainnya dapat dilihat didaftar isi blog ini.
Sumber http://www.marthamatika.com/

Senin, 02 Juli 2018

Matematika Keuangan Ihwal Obligasi

Salah satu pola aplikasi dari anuitas dalam matematika keuangan ialah Obligasi. Secara umum, pengertian obligasi ialah surat berharga yang diterbitkan pemerintah ataupun swasta dan mempunyai tingkat suku bunga tertentu. Bentuk obligasi ini menyerupai lembaran dengan nilai tertentu. Contoh obligasi menyerupai ORI (Obligasi Ritel Indonesia), Surat Utang Negara. Lebih lengkap wacana obligasi ini sanggup anda baca pada: Pengertian apa itu Obligasi.
 Salah satu pola aplikasi dari anuitas dalam matematika keuangan ialah Obligasi Matematika Keuangan wacana Obligasi
Yang akan aku berikan pada halaman ini ialah bagaimana cara menghitung obligasi dengan anuitas. Sebelumnya pastikan anda sudah paham dengan beberapa istilah berikut,
  1. Suku Bunga: Persentase laba relatif terhadap bunga yang dibayarkan dalam periode tertentu. Misalnya dalam 3 bulan, 6 bulan dan setahun
  2. Nilai Nominal (Face Value/FV) yaitu nilai sebuah lembaran obligasi yang ditawarkan penertbit obligasi itu. Sederhananya sanggup dibilang sebagai harga awal.
  3. Nilai Kupon (C): Besarnya bunga yang didapatkan dalam satuan mata uang. Rumus Nilai Kupon= Nilai Nominal x Suku Bunga. 
  4. Tarif Kupon (YTM) persentase tarif yang ditetapkan penerbit obligasi
Sekarang untuk lebih terperinci berikut pola soal dan pembahasan mengenai penerapan anuitas dalam obligasi.

Contoh Soal 1:
Selembar obligasi mempunyai nilai Rp 100.000.000 dengan bunga 6%/tahun. Periode pembayaran setiap 4 bulan. Tentukan besar bunga yang diterima pembeli obligasi tersebut sesuai yang tertera pada kupon.

Pembahasan:
Dari kasus di atas, diketahui:
Nilai Nominal/ FV= 100.000.000
Karena pembayaran bunga setiap 4 bulan artinya dalam setahun akan dibayarkan bunga 3 kali.
Setiap pembayaran suku bunga tersebut adalah:
$b = \frac{6\%}{3} = 2\%  $.
Makara besar bunga pada nilai kupon (C) adalah,
 C = b x FV =2% x 100.000.000 = 2.000.000 .


Contoh Soal 2:
Lembaran obligasi sebesar Rp 10.000.000 mempunyai suku bunga 6% / tahun dan dibayarkan tiap awal bulan Januari, Mei, September dan tanggal pelunasannya ialah tanggal 1 September dengan kesanggupan membayar kembali nilai emisi 105. Berapa besar uang yang dibayarkan?

Pembahasan:
Berdasarkan info di atas, diketahui nilai nominal (FV) = 10.000.000. Nilai Emisi 105, artinya nilai emisi tersebut 105% dari nilai nominal atau sanggup ditulis 105%x FV.
Sementara itu dengan bunga 6%/tahun, bunga yang harus dibayarkan adalah,
6% x 10.000.000 = Rp 600.000,-.

Karena ada nilai emisi, sederhananya nilai emisi ini ialah menyerupai modal atau nilai simpulan sebuah obligasi. Dapat dihitung:
105%x10.000.000=10.500.00,-
Artinya total yang harus dibayarkan diakhir adalah:
Bunga+Nilai emisi
600.000+10.500.000= 11.100.000.

Sumber http://www.marthamatika.com/