Selasa, 21 Februari 2017

Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Lubang Resapan Biopori atau biasa disebut “lubang biopori” merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, seorang peneliti seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Lubang Resapan Biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibentuk secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah.
Biopori sendiri yaitu istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akhir banyak sekali aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah menyerupai oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi daerah berlalunya air di dalam tanah.
Prinsip kerja lubang penyerapan biopori sangat sederhana. Lubang yang kita buat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah menyerupai cacing dan semut dan akar flora untuk menciptakan rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori. Rongga-rongga (biopori) ini menjadi akses bagi air untuk meresap kedalam tanah.  merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke  dalam tanah Cara Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Manfaat Lubang Biopori

Lubang resapan biopori yaitu teknologi sederhana yang sempurna guna dan ramah lingkungan. Lubang biopori ini bisa meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga bisa mengurasi resiko banjir akhir meluapnya air hujan. Selain itu, teknologi ini juga bisa meningkatkan jumlah cadangan air higienis di dalam tanah.
  • Meningkatkan daya resapan air
Lubang resapan biopori bisa meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Hal ini akan bermanfaat untuk: Mencegah genangan air yang mengakibatkan banjir, peningkatan cadangan air higienis di dalam tanah, dan mencegah abrasi dan longsor
Dengan adanya lubang biopori akan mencegah terjadinya  genangan air yang secara tidak lansung sanggup meminimalisir banyak sekali problem yang diakibatkannya menyerupai mewabahnya penyakit malaria, demam berdarah dan kaki gajah.
  • Mengubah sampah organik menjadi kompos
Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan dirubah menjadi kompos oleh satwa tanah menyerupai cacing dan rayap. Kompos atau humus ini sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Selain itu sampah organik yang diserap oleh biota tanah tidak cepat diemisikan ke atmosfir sehingga mengurangi emisi gas rumah beling (CO2 dan metan) yang mengakibatkan pemanasan global dan menjaga biodiversitas dalam tanah.
  • Memanfaatkan fauna tanah dan akar tanaman
Lubang biopori memicu biota tanah dan akan flora untuk menciptakan rongga-rongga di dalam tanah yang menjadi akses air untuk meresap ke dalam tanah. Dengan adanya aktifitas ini menjadikan kemampuan lubang penyerapan biopori senantiasa terjaga dan terpelihara.

Cara Pembuatan Lubang Biopori

  1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalamannya sekitar 100 cm atau hingga melampaui muka air tanah jikalau dibentuk tanah yang memiliki permukaan air dangkal. Jarak antar lobang antara 50-100 cm.
  2. Mulut lubang sanggup diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm setebal 2 cm.
  3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, atau dedaunan.
  4. Sampah organik perlu ditambahkan jikalau isi lubang sudah berkurang atau menyusut akhir proses pelapukan.
  5. Kompos yang terbentuk dalam lubang sanggup diambil pada setiap selesai demam isu kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.
Nah, pertanyaannya cuma satu. Sudahkan kita memiliki lubang penyerapan biopori di sekitar rumah kita?.
Referensi dan gambar:
  • id.wikipedia.org/wiki/Biopori;
  • biopori.com; organisasi.org.
  • ampl.or.id (gambar);
  • garishijau.itrademarket.com;
SUMBER : http://alamendah.wordpress.com/2009/10/14/lubang-resapan-biopori-sederhana-tepat-guna/
Sumber http://pustakauntuksemua.blogspot.com


EmoticonEmoticon