Selasa, 14 Februari 2017

Kromatografi Kolom Dan Kromatografi Lapis Tipis


Kromatografi Kolom dan Kromatografi Lapis Tipis - Kromatografi ialah suatu metode untuk memisahkan senyawa organik dan anorganik sehingga senyawa tersebut sanggup dianalisis dan dipelajari. Kromatografi ialah suatu metode fisik yang baik sekali untuk mengamati dan menilik suatu adonan dan pelarutnya. Prinsip dan teknik dasar lebih detail sanggup dipelajari pada pecahan Prinsip dan Teknik Pemisahan dan Pemurnian, sub pecahan Kromatografi Kolom dan Kromatografi latis Tipis (KLT).

Kunyit merupakan salah satu tumbuhan yang sudah sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Rimpang (Rhizoma) dari tumbuhan ini biasa dipakai sebagai materi warna kuning dalam industri tekstil tradisional serta dipakai sebagai bumbu masakan, di samping kegunaannya dalam obat tradisional. Nama latin dari kunyit ialah Curcuma longa yang termasuk dalam famili Zingeberaceae (temu‐temuan). 

Komponen aktif dari rimpang kunyit ialah kurkumin (E,E)‐1,7‐bis(4‐hidroksi‐3‐metoksifenil)‐1,6‐heptadien‐3,5‐on) yang biasanya terdapat 1,5‐2% dari berat rimpang kunyit kering. Struktur senyawa ini ditentukan tahun 1910 oleh V. Lampe dan merupakan diarilheptanoid yang pertama ditemukan. Kurkumin juga sanggup disintesis di laboratorium. Kurkumin dilaporkan mempunyai sifat antikanker dan antitumor. Analog kurkumin telah dilaporkan pula bisa menghambat enzim HIV‐1 integrase.

Pada percobaan kali ini kita memakai reagen Diklorometana. Diklorometana berfungsi untuk melarutkan Kurkumin. Cucumin bersifat nonpolar, sedangkan diklorometana pun bersifat nonpolar dan organik. Silika gel pada kolom kromatografi berfungsi sebagai fasa membisu dan sebagai absorben. Silika gel ini bersifat polar, sehingga senyawa yang bersifat nonpolar sanggup dengan gampang terpisah dan lewat dalam fasa membisu yang polar ini. 

Diklorometana : MeOH = 99: 1 berfungsi sebagai eluen dari fasa bergeraknya, yaitu Kurkumin beserta senyawa di dalamnya. Diklorometana : MeOH = 99 : 1 bersifat nonpolar sehingga senyawa-senyawa dalam Kurkumin yang bersifat nonpolar sanggup turun dengan cepat, tentunya dengan melewati silika gel terlebih dahulu sebagai fasa diam. Dengan ini senyawa-senyawa yang bersifat nonpolar sanggup lebih dahulu terpisah, sedangkan senyawa yang bersifat lebih polar lebih usang terpisahnya, akan tetapi sanggup tetap turun sebab diklorometana : MeOH = 99 : 1 lebih bersifat nonpolar, sehingga sanggup mendesak senyawa yang lebih polar pada silika gel turun. 

Pada kromatografi lapis tipis, dipakai dua macam eluen, yaitu diklorometana : MeOH = 97 : 3 dan 99 : 1. Dua macam eluen ini berbeda sifat kepolarannya. Pada eluen 97:3, eluen lebih bersifat polar dibandingkan 99:1, sebab MeOH ialah pelarut polar yang mempunyai gugus –OH dengan pasangan elektron bebas.

Komponen yang terdapat di dalam Kurkumin yang dianalisa dari hasil kromatografi ialah Kurkumin, demetoksi Kurkumin, dan bisdemetoksi kurkumin. Dinamakan demetoksi Kurkumin sebab hilangnya satu gugus metoksi pada struktur Kurkumin, sedangkan dinamakan bisdemetoksi Kurkumin sebab hilangnya dua gugus metoksi pada Kurkumin. Tingkat kepolaran antara Kurkumin, demetoksi Kurkumin, dan bisdemetoksi Kurkumin diakibatkan hilangnya gugus metoksi pada struktur Kurkumin.

Dari ketiga komponen diatas, yakni Kurkumin, demetoksi Kurkumin, dan bisdemetoksi Kurkumin, yang bersifat paling polar ialah bisdemetoksi Kurkumin. Hal ini dikarenakan dari ketiganya, molekul bisdemetoksi kurkumin berukuran paling kecil sehingga menambah kepolaran senyawanya. 

Dari percobaan Kromatografi Lapis Tipis sebelum di kromatografi kolom, Kurkumin berada pada posisi paling atas pada pelat kromatografi lapis tipis, dibawahnya ada demetoksi kurkumin, dan yang paling bawah ialah bisdemetoksi kurkumin. Hal itu mengatakan bahwa kurkumin ialah senyawa yang lebih non polar dibanding 2 senyawa lainnya, sedangkan bisdemetoksi kurkumin merupakan senyawa yang lebih polar daripada 2 senyawa lain.

Setelah dilakukan kromatografi kolom, jumlah senyawa yang tersisa pada pelat kromatografi lapis tipis hanya 2. Hal ini dikarenakan senyawa bisdemetoksi kurkumin tertahan ketika dilakukan kromatografi kolom. Bisdemetoksi kurkumin tertahan oleh silika ketika kromatografi kolom dilakukan, sehingga senyawa yang diuji kromatografi lapis tipis hanya tinggal 2 senyawa saja.

Manfaat refluks yaitu memisahkan zat-zat pengotor yang masih bercampur dengan zat-zat yang akan diuji dengan kromatografi. Sehingga pemisahan zat lebih gampang dan diperoleh hasil yang lebih banyak daripada tanpa merefluks. Prinsip utama dari refluks ialah memurnikan zat dengan cara penguapan secara kondensasi.

Biosintesis kurkumin mempunyai dua buah mekanisme. Mekanisme pertama yaitu keterlibatan sebuah reaksi penggabungan ikatan oleh asam sinamat dan molekul 5 malonyl-CoA yang hasilnya membentuk sebuah kurkuminoid. Mekanisme kedua yaitu keterlibatan dua unit sinamat yang berpasangan bersama dengan malonyl-CoA.kedua prosedur memakai asam sinamat sebagai titik awal yang diturunkan dari asam amino phenylalanine. 

Lampiran

1. Kurkumin
  • Bentuk fisik dan tampilan : Padat
  • Massa molekul : 368,39 g/mol
  • Warna : Jingga. Jingga-kekuningan.
  • Kelarutan : Sangat sedikit terlarut dalam aseton. Tidak larut dalam air hirau taacuh dan dietil eter.

2. Dikloro metana

a.  General

Synonyms: HCC 30, methane dichloride, methylene chloride, methylene dichloride, aerothene MM, DCM, narkotil, solaesthin, solmethine, NCI-C50102, R 30, methylene bichloride, Freon 30 

Molecular formula: CH2Cl2 

b. Physical data

Appearance: colourless liquid 
  • Melting point: -97 C 
  • Boiling point: 40 C 
  • Vapour density: 2.9 
  • Vapour pressure: 6.8 psi at 20 C 
  • Specific gravity: 1.32 
  • Flash point: none 
  • Explosion limits: 14 % - 22% 
  • Autoignition temperature: 661 C 
  • Water solubility: slight

c. Stability

Stable. Incompatible with alkali metals, aluminium, strong oxidizing agents, strong caustics, some forms of plastic, titanium. A small amount of added amylene (1-pentene) may be present to enhance stability.

3. N-heksana
  • MSDS Name: Hexane 
  • MSDS Preparation Date: 06/19/2009 
  • Synonyms or Generic ID: n-Hexane, Hexyl-hydride, Dipropyl, normal-Hexane, Hex.
  • State: Liquid Appearance: colorless 
  • Odor: Gasoline Like 
  • Boiling Point (C): 62-69°C ,760mm HG 
  • pH: not available 
  • Specific Gravity: 0.678
  • Vapor Pressure (mm Hg): 151mm Hg @ 25°C Vapor Density (AIR=1): 2.97 
  • Solubility in Water: insoluble


Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com


EmoticonEmoticon