Lensa yaitu peralatan sangat penting dalam kehidupan manusia. Mikroskop memakai susunan lensa untuk melihat jasad-jasad renik yang tak terlihat oleh mata telanjang. Kamera memakai susunan lensa biar sanggup merekam obyek dalam film. Teleskop juga memanfaatkan lensa untuk melihat bintang-bintang yang jaraknya jutaan tahun cahaya dari bumi.

Kamera yaitu salah peralatan optik yang memakai lensa

Teleskop juga memakai lensa untuk dipakai melihat benda-benda langit
Sumber http://fisika-indonesia.blogspot.comKamera yaitu salah peralatan optik yang memakai lensa
Teleskop juga memakai lensa untuk dipakai melihat benda-benda langit
Defenisi Lensa
Lensa adalah material transparan (umumnya terbuat dari beling atau plastik) yang mempunyai dua permukaan ( salah satu atau keduanya mempunyai permukaan melengkung) sehingga sanggup membelokkan sinar yang melewatinya.

Umumnya lengkung permukaan lensa mengikuti persamaan lingkaran sehingga letak titik fokus sanggup ditentukan dengan mudah. Bayangan yang tajam dapat diperoleh dengan gampang dengan lensa semacam ini. Lengkung permukaan yang tidak mengikuti persamaan bulat tentu saja tetap sanggup membelokkan sinar; hanya saja letak titik fokusnya tidak menentu dan akibatnya bayangan yang terbentuk tidak tajam.
Berikut ini yaitu contoh-contoh lensa cembung :
Perhatikan bab tengah lensa lebih tebal daripada bab tepinya !
Lensa (1) disebut lensa cembung-cembung(bi-convex), lensa (2) disebut lensa cembung-datar(convex-plano), lensa (3) disebut lensa datar-cembung(plano-convex), dan lensa (4) disebut lensa cembung-cekung(convex-concave).
Contoh-contoh lensa cekung :
Perhatikan bab tengah lensa lebih tipis daripada bab tepinya !
Lensa (4) disebut lensa cekung-cekung(bi-concave), lensa (2) disebut lensa cekung-datar(concave-plano), lensa (3) disebut lensa datar-cekung(plano-concave), dan lensa (4) disebut lensa cekung-cembung(concave-convex).
Lensa adalah material transparan (umumnya terbuat dari beling atau plastik) yang mempunyai dua permukaan ( salah satu atau keduanya mempunyai permukaan melengkung) sehingga sanggup membelokkan sinar yang melewatinya.
Ada 2 jenis lensa yakni : lensa cembung dan lensa cekung. Ciri-ciri suatu lensa cembung :
- bagian tengah lensa lebih tebal dibandingkan bab tepinya.
- bersifat mengumpulkan sinar.
- titik fokusnya bernilai positif.
Sementara ciri-ciri lensa cekung :
- bagian tengah lensa lebih tipis dibandingkan bab tepinya.
- bersifat membuatkan sinar.
Berikut ini yaitu contoh-contoh lensa cembung :
| | | | |
| (1) | (2) | (3) | (4) |
Perhatikan bab tengah lensa lebih tebal daripada bab tepinya !
Lensa (1) disebut lensa cembung-cembung(bi-convex), lensa (2) disebut lensa cembung-datar(convex-plano), lensa (3) disebut lensa datar-cembung(plano-convex), dan lensa (4) disebut lensa cembung-cekung(convex-concave).
Contoh-contoh lensa cekung :
| | | | |
| (5) | (6) | (7) | (8) |
Perhatikan bab tengah lensa lebih tipis daripada bab tepinya !
Lensa (4) disebut lensa cekung-cekung(bi-concave), lensa (2) disebut lensa cekung-datar(concave-plano), lensa (3) disebut lensa datar-cekung(plano-concave), dan lensa (4) disebut lensa cekung-cembung(concave-convex).
Bagian-bagian Lensa
Lensa selalu memiliki 2 permukaan. Permukaan lensa sanggup berupa suatu busur lingkaranatau suatu bidang datar. Permukaan lensa yang berupa suatu busur bulat tentu saja mengikuti persamaan lingkaran dan memiliki radius kelengkungan (R).
Gambar di bawah ini yaitu gambar suatu lensa cembung-cembung dengan bagian-bagiannya.
Bagian-bagian dari suatu lensa cembung-cembung
Bagian-bagian suatu lensa :
- V : pusat lensa (vertex).
- R1 : radius kelengkungan permukaan 1.
- R2 : radius kelengkungan permukaan 2.
- C1 : sentra kelengkungan permukaan 1.
- C2 : sentra kelengkungan permukaan 2.
- F1 : titik fokus 1.
- F2 : titik fokus 2.
Lensa yang mempunyai permukaan datar dianggap mempunyai radius kelengkungan yang besarnya tak terhingga. Titik sentra permukaan tersebut berada di titik tak berhingga. Lensa cembung-datar menyerupai pola di bawah ini mempunyai R2 yang besarnya tak berhingga.
Lensa cembung-datar mempunyai R2 yang tak berhingga
Aturan dalam memilih besarnya radius kelengkungan
Nilai radius kelengkungan suatu lensa sanggup bernilai positif, negatif, atau tak berhingga. Berikut ini hukum untuk memilih nilai radius kelengkungan (diasumsikan bahwa sinar tiba dari arah kiri):
- Permukaan yang titik pusatnya ada di sebelah kanan vertex memiliki R positif.
- Permukaan yang titik pusatnya ada di sebelah kiri vertex memiliki R negatif.
- Permukaan datar memiliki R tak berhingga.
Dengan hukum ini maka lensa cembung-cembung mempunyai R1 positif dan R2 negatif; lensa cembung-datar mempunyai R1 positif dan R2 tak berhingga. Lensa cekung-cekung di bawah ini mempunyai R1 negatif dan R2 positif.
Lensa cembung-datar mempunyai R1 negatif dan R2 positif
Bagaimana jikalau arah sinar diasumsikan dari arah kanan ?
EmoticonEmoticon