Rabu, 15 Februari 2017

Peran Organisasi Bagi Mahasiswa



Organisasi Bagi Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah bila kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memperlihatkan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk memperlihatkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa memperlihatkan bahwa kita bisa memperlihatkan dampak yang baik di lingkungan kampus. Kita harusnya bisa menjadi rujukan bagi rekan-rekan kita yang lain maupun anabawang yang akan bergabung nantinya.

Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa, namun kesadaran berorganisasi itu sangat minim remaja ini. Sudah semakin berkurang sepertinya mahasiswa yang berminat untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang ada di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita bisa menemukan jati diri kita sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, tetapi kita juga bisa mencicipi kepuasan menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi.

Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya, kita ialah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita bisa untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.

Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan gampang bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan training dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak bisa kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, sesudah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi mencicipi gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.

Penulis sendiri dahulunya tidak mempunyai skill untuk berbicara sedikitpun. Namun, sesudah mencicipi hidup berorganisasi, maka terasa sangat membantu disaat perkuliahan. Biasanya penulis hanya duduk-duduk dan mengobrol di belakang, namun sesudah berorganisasi penulis lebih tertarik untuk duduk di potongan depan dan bertanya jawab dengan dosen bersama teman-teman lainnya. Itulah kira-kira citra yang mungkin bisa memotivasi mahasiswa di lingkungan kita ini memanfaatkan organisasi biar bisa menemukan jati dirinya sebagai mahasiswa.

Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan panjang untuk meraih mimpinya sebagai seorang sarjana, kemudian mendapat pekerjaan yang layak tentunya. Begitulah kira-kira harapan semua mahasiswa yang berjuang keras melewati perjalanan panjangnya selama duduk di dingklik perguruan tinggi. Perjalanan panjang itu dihentikan disia-siakan, lantaran kita harus bisa memanfaatkan segala hal yang baik untuk memberi hasil positif bagi diri kita sendiri. Akan lebih baik bila kita juga bisa memperlihatkan dampak positif bagi orang lain.

Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan mempunyai kegunaan untuk kelangsungan perkuliahan dan bisa menjalin persahabatan antara sesame mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi mahasiswa menyerupai watu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu kawasan berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di dingklik kuliah tanpa memperlihatkan umpan balik dalam perkuliahan.

Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya tiba untuk perkuliahan semata. Sementara untuk isu lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan bila tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan bisa memperlihatkan dampak positif bagi kehidupan kita dengan berorganisasi di kampus.


MENAKAR PENTINGNYA ORGANISASI MAHASISWA

Organisasi intinya dipakai sebagai kawasan atau wadah dimana orang-orang berkumpul, berafiliasi secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang dipakai secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi Sedangkan organisasi mahasiswa yaitu organisasi yang berisikan mahasiswa1. Kemudian organisasi mahasiswa dibedakan menjadi 2 yaitu internal dan eksternal kampus. 

Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi ialah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah ekspansi wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan akseptor didik menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan akademik dan/atau profesional yang sanggup menerapkan, membuatkan dan/atau membuat ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, membuatkan dan menyebarluaskan ilmu pengetatman, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Artinya dengan definisi tersebut kita memahami betapa besarnya tanggung jawab dari organisasi mahasiswa yang secara perlahan harus kita penuhi sebagai beban moral dalam memperjuangan apa yang digariskan para pendahulu republik Indonesia. Menjawab pertanyaan seberapa penting organisasi mahasiswa terdapat banyak sekali metode. Dalam kesempatan ini penulis mencoba memakai 3 pisau analisa singkat, yang pertama secara yuridis, filosofis, dan terakhir sosiologis.

Secara yuridis ( peraturan Perundang-undangan ) organisasi mahasiswa telah mempunyai payung aturan yang menjamin keberadannya yaitu PP NO. 60 tahun 1999 tt Perguruan Tinggi yang kemudian secara teknis dilindungi Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia NOMOR 155 /U/1998. Banyak hal yang dijelaskan dalam peraturan tersebut baik kedudukun, fungsi, tanggung jawab, hingga mengenai persoalaan pendanaan yang sanggup berasal dari kampus atau sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan Perundang-undangan. Hal ini berakibat bahwa secara konstitusional organisasi mahasiswa di akui dan mempunyai hak-hak serta kewajiban yang menempel sesuai peraturan tersebut.

Metode kedua yaitu pembedahan secara filosofis, dilema fakta sejarah bahwa mahasiswa melalui organisasinya telah berkontribusi dalam pengawalan proses perubahan bangsa rasanya tak perlu banyak kita bahas. Penulis justru ingin mengemukakan apa yang dicetuskan oleh Paulo Freire (1921-1997) salah seorang tokoh pendidikan asal Amerika Latin. Paulo freire dalam konsepnya berusaha merubah sistem pendidikan gaya Bank yang banyak diterapkan di banyak negara maju (lebih lanjut silakan cari tt Pailo Freire) menuju sistem pembelajaran pemecahan masalah. Bahwa sistem pendidikan dimana pengajar lebih tau, pembelajaran hanya proses transfer ilmu dan pembelajaran teks book sangatlah tidak cocok dengan Negara-negara berkembang. 

Hal ini dikarenakan metode tersebut cenderung membuat pola pikir yang mekanis dan memposisikan diri menjadi tenaga kerja siap pakai. Seharusnya sistem pendidikan yang dibangun juga melibatkan akseptor didik sebagai potongan pokok ( subjek pembelajaran ) yang mempunyai kiprah yang sama dalam ruang pendidikan. Dan hal yang dibicarakan dalam kelas haruslah mengenai dilema terdekat dari akseptor didik. Dengan melihat hal tersebut jelaslah ormawa merupakan lingkungan yang sesuai berdasarkan konsep poulo freire dimana kita mencar ilmu eksklusif mengenau tata kelola administrasi, manajemen organisasi, manajemen konflik, yang kemudian membuat mental dan jiwa organisasi yang kuat.


Pisau analisa terakhir yaitu pembedahan secara sosiologis atau kemanfatan untuk masyarakat banyak. Menilik kembali pada landasan operasional Organisasi mahasiswa yaitu Tri Dharma perguruan tinggi dalam poin tiga kita temukan “pengabdian masyarakat”, kemudian hal inilah yang menjadi ruh dalam proses penyusunan program-program kerja organisasi. Maka banyak kita temukan di banyak sekali organisasi yang memasukan jadwal dedikasi masyarakat bahkan membentuk divisi khusus di dalamnya. Mungkin persoalannya kemudian menyerupai apa bentuk dedikasi tersebut apakah telah mencapai tahapan pemberdayaan berkelanjutan atau masih bersifat sporadik “datang –tinggal - kembali tahun depan”.


Terlepas dari argumen apapun yang kita bangkit mengenai pentingnya organisasi mahasiswa, rasanya kritik otokritik tetap perlu dilakukan guna mengukur tahapan kerja-kerja organisasi yang telah kita lakukan, seberapa besar manfaat yang telah kita lakukan bagi mahasiswa, kampus, bahkan Bangsa dan Negara. Seberapa sering kita turun dalam dilema realitas kehidupan di sekitar kita, anak putus sekolah, penggusuran, teknologi pertanian, kurang gizi dan banyak sekali dilema erat lainnya. Atau mungkin kita masih masih berkutat pada konflik-konflik internal yang melelahkan belum juga melaksanakan komunikasi, kordinasi, bahkan konsolidasi.

Manfaat Berorganisasi Bagi Mahasiswa

Beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:
  • Memperluas pergaulan
  • Meningkatkan wawasan/pengetahuan
  • Membentuk pola pikir yang lebih baik
  • Menjadi berpengaruh dalam menghadapi tekanan
  • Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
  • Melatih leadership (kepemimpinan)
  • Belajar mengatur waktu
  • Memperluas jaringan (networking)
  • Mengasah kemampuan social
  • Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

Tips biar organisasi bermanfaat

Beberapa tips bisa Anda jadikan pegangan dalam menentukan organisasi, biar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi Anda, antara lain:
  • Lihat visi dan misi organisasi itu
  • Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai dengan minat, kemampuan dan waktu luang Anda?
  • Posisi apa saja yang ada dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang Anda inginkan. Pelajari kemungkinan Anda menduduki posisi itu.
  • Setelah bergabung tunaikan hak dan kewajiban Anda dengan bersemangat. Coba paling tidak 3 bulan
  • Jika selama 3 bulan Anda mencicipi keuntungannya maka teruskan, dan bila tidak bermanfaat segeralah mundur dan cari organisasi lain yang lebih sesuai.


Manfaat Ikut Organisasi Mahasiswa di Kampus

Dengan mengikuti organisasi mahasiswa, keuntungannya banyak sekali untuk masa depan kamu. Dengan catatan, kau berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan. Kalau hanya namanya yang terdaftar, kau akan melewatkan kesempatan-kesempatan untuk mempelajari soft skills yang nantinya mempunyai kegunaan di dunia kerja. Lalu kalau ikut, laba apa yang kau peroleh? Soft skills menyerupai apa yang sanggup kau pelajari? Apa keuntungannya di dunia kerja nanti? Nah di bawah ini dijelaskan beberapa diantaranya:

1. Melatih Leadership 

Ketika ikut organisasi, pastinya akan ada banyak hal yang harus kau urus menyerupai acara-acara organisasi, yang tentunya melibatkan banyak orang, baik itu sesama mahasiswa anggota organisasi ataupun orang-orang di luar organisasi. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya mempunyai perilaku dan huruf yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. 

Mereka lebih banyak terlatih dalam mengutarakan pendapat di hadapan orang lain ataupun menggerakkan dan mengarahkan teman-teman sesama anggota ketika organisasi sedang mengadakan suatu acara. Jika ketika ini belum terbayang menyerupai apa rasanya mengarahkan teman-teman sendiri, bila nanti sudah berpartisipasi dalam organisasi, sadar atau tidak sadar, kau akan terperangah bahwa sesungguhnya kau bisa melakukannya. 

Di dunia kerja, keterampilan leadership ini niscaya bermanfaat sekali. Seringkali di lowongan-lowongan kerja memasukkan leadership sebagai salah satu kriteria untuk calon karyawan barunya, meskipun untuk posisi level staf yang sebetulnya tidak mempunyai bawahan. Kamu yang mengikuti organisasi mahasiswa dipandang lebih mempunyai inisiatif serta sanggup memotivasi dan mengarahkan diri sendiri dan rekan dalam bekerja. Atasan juga lebih bahagia lantaran tidak harus mengarahkan kau terus menerus. 

2. Belajar Mengatur Waktu

Dengan ikut organisasi, memang waktu yang biasa kau gunakan untuk mencar ilmu dan mengerjakan kiprah akan berkurang. Sementara itu, kuantitas kiprah kuliah tetap sama saja antara kau yang ikut organisasi dan teman-teman lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya sanggup berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai, manajemen waktu yang baik mutlak harus kau lakukan. Mungkin pada awalnya, kau akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi, lama-lama kau akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini sanggup terus terbawa sepanjang sisa hidup kamu. Setelah bekerja di kantor nanti, kau akan lebih terlatih dalam mengelola tugas-tugas yang jumlahnya tidak sedikit dan tetapkan prioritas kiprah mana yang harus lebih dulu dikerjakan. 

3. Memperluas Jaringan atau Networking

Di dalam organisasi akan banyak orang gres yang kau kenal. Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, orang lain atau praktisi di bidang organisasi atau jurusan yang kau pilih, dan sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan, lantaran merupakan aspek yang penting, terutama bagi fresh graduate dan mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dari mereka, kau akan sanggup memperoleh isu mengenai lowongan pekerjaan. Entah itu dari kantor kawasan mereka bekerja atau dari isu yang mereka miliki. Dan berdasarkan kebiasaan di banyak sekali perusahaan, rekomendasi kandidat dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan tersebut biasanya prosesnya bisa lebih cepat, lantaran mereka telah mempunyai citra dari karyawan dalam tersebut mengenai kau sebagai calon karyawan baru. 

4. Mengasah Kemampuan Sosial

Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, kau juga akan terlatih berinteraksi dengan banyak sekali macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman satu jurusan, tapi juga dengan teman-teman dari jadwal studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kau akan banyak sekali karakteristik orang. Sesuai pengetahuan umum, insan ialah individu unik. Semakin luas pergaulan kamu, maka pemahaman kau akan insan sanggup semakin kaya. Saat bekerja nanti, keterampilan ini akan sangat membantu. Kamu akan lebih berpengalaman berinteraksi dengan banyak sekali huruf rekan kerja, sehingga nantinya akan memudahkan kinerjanya kamu. 

5. Problem Solving dan Manajemen Konflik

Banyak berinteraksi dengan orang dengan banyak sekali karakteristiknya, merupakan hal yang lumrah bila satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Demikian juga di dunia kerja, di mana deadline yang mendesak, rekan kerja yang kurang kooperatif atau sukanya menjatuhkan rekan kerja di depan atasan, dan lainnya yang rentan menjadikan konflik. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kau tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk menuntaskan masalah biar tidak hingga menurunkan perfoma kerja. 

Berdasarkan uraian di atas, sanggup disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang simulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan lantaran dingklik sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skills menyerupai ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual di pasaran sebetulnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips mudah mengenai soft skills ini. 

Namun bila tidak dipraktekkan ke dalam bentuk perbuatan positif atau benar-benar melakukannya, ya sama saja nihil. Karena berkaitan dengan soft skills ini, ada perbedaan fundamental antara tahu teori dan bisa mempraktekkannya ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kantor. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seringkali mempunyai riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. 

Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan beropini bahwa calon pegawai yang mempunyai pengalaman organisasi lebih terlatih jiwa kepemimpinannya, mempunyai manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang lebih luas, keterampilan interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan lebih terlatih menuntaskan konflik bila dibanding mereka yang tidak mempunyai pengalaman organisasi.



Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com


EmoticonEmoticon