Senin, 27 Februari 2017

Pupuk Organik Cair

Pupuk Cair Organik ialah zat penyubur tumbuhan yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair.


Pupuk cair merupakan salah satu jenis proses fermentasi. Secara garis besar prduk fermentasi dibedakan atas produk pangan, kesehatan, energi dan lingkungan. Contoh produk masakan ialah keju, tape, kecap, tempe, oncom dan sebagainya. Produk kesehatan yang paling mayoritas ialah produksi antibiotika, vitamin dan alkohol. Dalam bidang energi contohnya produksi bioetanol, metanol, metana dan sebagainya. Dalam bidang lingkungan contohnya kompos, biopestisida, dan sebagainya.


Manfaat Pupuk organik cair:
  • Untuk menyuburkan tanaman
  • Untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah
  • Untuk mengurangi dampak sampah organik di lingkungan sekitar
  • Untuk membantu revitalisasi produktivitas tanah
  • Untuk meningkatkan kualitas produk.



Keunggulan:
  • Mudah untuk membuatnya
  • Murah harganya
  • Tidak ada imbas samping bagi lingkungan maupun tanaman
  • Bisa juga dimanfaatkan untuk mengendalikan hama pada daun (bio-control), menyerupai ulat pada tumbuhan sayuran.
  • Aman alasannya tidak meninggalkan residu, pestisida organik juga tidak mencemari lingkungan.



Kekurangan:
  • Perlu ketekunan dan kesabaran yang tinggi dalam membuatnya.
  • Hasilnya tidak sanggup diproduksi secara masal.



Bahan baku pupuk cair yang sangat anggun yaitu materi organic berair atau materi organic yang memiliki kandungan air tinggi menyerupai sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi,selada, kulit jeruk, pisang, durian, kol). Semakin besar kandungan selulosa dari materi organic (C/N ratio) maka proses penguraian oleh basil akan semakin lama. Selain gampang terdekomposisi, materi ini kaya nutrisi yang diperlukan tanaman

Sebelum menciptakan pupul cair EM organic yang berbahan baku sampah organic, perlu dibentuk molase dan pembiakan basil EM.

- PEMBUATAN MOLASE

Molase, yaitu: sari tetes tebu (biang gula). Atau pembuatan Molase sanggup juga dengan melarutkan gula merah/putih ke dalam air higienis (tanpa kaporit) dengan perbandingan 1:1

- PEMBIAKAN BAKTERI EM-4


Cara pembuatan:
  • Panaskan 5 lt air air hingga mendidih
  • Masukkan bekatul, molase dan terasi, aduk hingga rata
  • Dinginkan campuran tsb hingga suhu kamar
  • Setelah hirau taacuh masukkan cairan EM, aduk hingga rata.
  • Tutup rapat selama 2 hari, jangan dibuka-buka.
  • Pada hari ke-3 dan selanjutnya, epilog jangan terlalu rapat,
  • Aduk-aduk setia harinya selama ± 10 menit
  • Setelah 1 minggu, basil sudah sanggup diambil dan disaring, masukkan ke dalam botol
  • Simpan botol di ruang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cairan EM siap dipakai untuk menciptakan pupuk organic
  • Agar basil menerima kebutuhan oksigen, tutup botol jangan terlalu rapat atau biarkan terbuka.



Kompos cair sanggup diberikan kepada tumbuhan maupun media tanam (tanah). Akan tetapi akan lebih efektif jikalau disemprotkan pribadi ke daun, terutama permukaan bawahnya. Cara ini lebih efektif alasannya potongan permukaan bawah daun sanggup menyerap nutrisi dengan cepat dan efektif. Karenanya, aplikasi pribadi ke daun akan menawarkan imbas kesuburan lebih cepat terlihat dibanding disemprotkan ke potongan lain dari tanaman. Tidak hanya itu, pertolongan kompos cair sebagai pupuk pada tanaman, juga lebih efisien. Sebab jumlah (volume) yang diberikan cukup kecil.

Cara menciptakan pupuk cair pada umumnya

Tahap penyediaan bahan
  • Bahan yang harus disediakan ialah sampah organik berair hijauan, menyerupai buah-buahan yang sudah busuk, daun kering maupun bahan-bahan organik lainnya yang sudah membusuk.
  • Cairan molase atau gula putih disiapkan atau sanggup juga menggunakan gula merah jikalau gula putih tidak tersedia, sebanyak ½ kilogram.
  • Tahap ketiga, memanfaatkan air cucian beras tajin yang sering di buang sebanyak 1 liter. Diusahakan dari cucian pertama.
  • Selanjutnya menyediakan materi hasil pemanfaatan dari buah kelapa yng sudah benar-benar renta kemudian diambil airnya sebanyak 1 liter.
  • Tahap penyedian materi terakhir ialah kita sediakan air higienis sebanyak 7 liter. Diusahakan tidak menggunakan air Pam yang mengandung kaporit.



Tahap pembuatan
  • Bahan sampah hijauan atau buah buahan yang tadi kita persiapkan kita masukan kedalam karung dan tekan hingga padat kemudian diikat. Diusahakan benar-benar hingga padat.
  • Tahap selanjutnya yaitu dibentuk larutan media dengan mencampurkan materi yang tadi sudah dipersiapkan kemudian dimasukkan kedalam bejana besar atau materi lainnya yang berukuran sekitar 20 liter. Bila cairan molase menggunakan gula merah, maka harus dicairkan terlebih dahulu.



- Setelah semuanya siap kemudian dimasukkan hijauan/sampah tadi yang sudah dikemas dalam karung ke dalam bejana tersebut, sanggup diberi pemberat biar tidak mengambang. Diusahakan tutup wadah tadi benar-benar rapat supaya udara tidak masuk serta penyimpanan wadah tersebut harus ditempat teduh yang tidak tersinari oleh matahari.

Waktu pembuatan

Waktu yang diperlukan untuk tahap permentasi ini yaitu sekitar 7-10 hari hingga terlihat ada bercak putih pada permukaan air. Kemudian pupuk tersebut diangkat. Sampah yang didalam karung sanggup dipakai sebagai kompos dan airnya ialah sebagai pupuk organik cair.

Cara penggunaan

Untuk cara penggunaan pupuk cair organik tersebut sanggup disiramkan pribadi ke media tanam atau menjadi pupuk semprot untuk daun tanaman. Penyiraman pada media tanam atau akar sanggup menggunakan takaran 500: 1 (500 liter air : 1 liter pupuk cair) dan untuk disemprotkan ke daun ialah sekitar 100:1. Adapun penggunaan bila pada animo kemarau sanggup menggunakan 1 ahad 1 kali penyemprotan atau penyiraman, dan untuk animo penghujan sanggup dilakukan 3 kali dalam seminggu.


Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com


EmoticonEmoticon