Senin, 06 Maret 2017

Rekayasa Material



Rekayasa Material

Ilmu materi merupakan ilmu yang sangat luas. Hampir semua yang pernah kita temui bekerjasama pribadi dengan yang namanya bahan/material. Oleh lantaran itu semenjak rekayasa terhadap material yang ada di bumi ditemukan, semenjak itu pula ilmu ini berkembang pesat. Banyak referensi dikala ini yang memakai aplikasi dari teknologi materi yang telah berkembang dikala ini. Seperti contohnya superkonduktor, ditemukan pada tahun 1911 oleh fisikawan Belanda yang berjulukan Heike Kamerlingh Onnes. 

Dengan ditemukannya superkonduktor menciptakan pekerjaan menjadi lebih gampang khususnya perihal distribusi energi listrik dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Namun masih terdapat problem pada dikala itu yaitu membutuhkan keadaan suhu yang sangat masbodoh untuk mendapat suatu material bersifat superkonduktif. Seiring dengan berjalannya waktu mulai ditemukan materi lain yang bersifat superkonduktor dengan suhu yang lebih tinggi lagi daripada sebelumnya. Dengan demikian membuka peluang untuk komersialisasi superkonduktor lantaran kondisi yang mulai memungkinkan.

Kutipan yang berdasarkan saya menarik dari salah satu situs di internet:

lah satu penelitian Ferry Iskandar yakni membuatkan rekayasa material dengan bentuk nanopori memakai metode aerosol spray. Metode pembuatan material berpori nano ini mempunyai banyak aplikasi baik di bidang material elektronik, katalis bahkan obat-obatan.

"Contoh aplikasinya yaitu material katalis pada sel materi bakar," kata laki-laki bergelar doktor engineering ini di Perpustakaan Habibie Ainun, Jl Taman Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2014).

Penelitian Ferry juga dikembangkan pada rekayasa material fosfor, nanofiber, lapisan tipis dan nanopartikel. Aplikasi dalam penelitian ini dipakai dalam aneka macam bidang menyerupai lampu penerangan, memori divais, sel surya, filter udara dan sebagainya.

Penelitian dosen Fakultas MIPA ITB ini kemudian dilanjutkan dengan tema untuk memecahkan problem bangsa menyerupai pengembangan material katalis semoga mengefisiensikan produksi minyak mentah. Pria lulusan Universitas Kanazawa, Jepang ini juga meneliti material litium baterai untuk proyek kendaraan beroda empat listrik nasional.

Hingga dikala ini dirinya masih fokus dalam pengembangan teknologi material yang menjadi pondasi pengembangan teknologi lainnya. Ferry telah mempatenkan 15 penelitiannya berskala nasional dan internasional. Tulisannya juga telah dipublikasikan pada lebih dari 120 makalah di jurnal internasional.

"Kami masih terus berupaya untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi material demi menyongsong masa depan Indonesia yang maju dan sejahtera," tutupnya.

Sebelumnya Habibie Center pernah memperlihatkan award kepada 47 orang yang dinilai memperlihatkan donasi aktif dalam aneka macam bidang di Indonesia. Yayasan besutan BJ Habibie ini juga telah memperlihatkan beasiswa S3 untuk 87 orang yang terpilih melalui aneka macam seleksi.

Demikian artikel saya kali, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.


Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com


EmoticonEmoticon