Kamis, 18 Mei 2017

Biologi Sd 1







RESUME KONSEP DASAR BIOLOGI SD 1
Tentang
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA




Oleh Kelompok 2:
1.      ANDINI MUSTIKA SARI (1200555)
2.      EZY ZURRIYATI (1200651)
3.      LUSIANA SAUDELLA (1200643)
4.      VIVI DESWITA (1200633)
5.      RAHMA WITA (1200678)

                                                            SEKSI: R.13

Dosen Pembimbing: Dra. Zuryanty


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UPP IV BUKITTINGGI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2013


PEMBELAJARAN TENTANG PERKEMBANGBIAKAN HEWAN
DAN PROSES REPRODUKSI MANUSIA

A.      Pada kurikulum KTSP (2006) materi Reproduksi Hewan dan Manusia di pelajari di:
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan

1. Memahami hubungan antara ciri-ciri makhluk hidup dengan lingkungan tempat hidupnya
1.1  Mendeskripsikan hubungan  antara ciri-ciri khusus yang dimiliki hewan (kelelawar, cicak, bebek)  dan lingkungan hidupnya.
1.2  Mendeskripsikan  hubungan  antara ciri-ciri khusus yang dimiliki tumbuhan  (kaktus, tumbuhan pemakan serangga) dengan lingkungan hidupnya.
2. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup
2.1 Mendeskripsikan  perkembangan dan pertumbuhan manusia dari bayi sampai lanjut usia.
2.2 Mendeskripsikan  ciri-ciri  perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan.
2.3 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.
2.4 Mengidentifikasi cara perkembangbiakan manusia.

B.       Pada Kurikulum 2013 , Materi Reproduksi Hewan Dan Manusia Di Pelajari Di:
Kelas VI
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
3.6.Mendeskrisikan perkembangbiakan mahluk hidup.

SISTEM REPRODUKSI PADA HEWAN DAN MANUSIA
I.                   REPRODUKSI HEWAN
Reproduksi merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup. Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi atau proses perkembangbiakan. Pada hewan proses reproduksi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu hewan tingkat rendah (Invertebrata) dan hewan tingkat tinggi (Vertebrata).
A.    Perkembangbiakan Pada Hewan Tingkat Rendah Rendah
            Hewan tingkat rendah dapat melakukan perkembangbiakan secara vegetative dan generative
1.      Perkembangbiakan Vegetatif (Asecual) pada Hewan Tingkat Rendah
            Perkembangbiakan asecual pada hewan umumnya terjadi pada hewan tingkat rendah/Avertebrata. Reproduksi asecual artinya reproduksi yang terjadi tanpa didahului dengan peleburan dua sel kelamin yang berbeda jenisnya.
Reproduksi asecual pada hewan ada lima jenis, yaitu:
a.       Pembelahan biner
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1      Terjadi pada makhluk hidup uniseluler, yaitu dari golongan Monera dan Protista. Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak. Pembelahan biner terdiri dari lima jenis, yaitu pembelahan ortodoks, melintang, membujur, miring, dan strobilasi.                                                                                           makeyousmarter.blogspot.com      
      Pembelahan biner secara ortodoks/umum terjadi pada Amoeba dan mikroorganisme lain dari golongan Rhizopoda. Pembelahan biner secara melintang terjadi pada Paramecium. Pembelahan dengan tipe membujur contohnya pada Euglena. Tipe pembelahan miring terjadi pada Dinoflagellata. Sedangkan pembelahan biner tipe strobilasi menghasilkan individu baru dari bagian tubuh induk yang lepas, contohnya pada cacing pita (Taenia sp).
b.      Pembelahan ganda
Pembelahan ganda yaitu pembelahan berulang, sehingga dalam sekali pembelahan dari satu individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu. Contoh hewan yang dapat melakukan pembelahan ganda adalah Plasmodium.
c.       PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Fragmentasi, individu baru terbentuk dari bagian tubuh induk yang terbagi-bagi/terputus baik sengaja atau tidak. Setiap bagian tumbuh dan berkembang membentuk bagian yang belum ada sehingga menjadi  individu baru yang utuh.                                                                                                                                                                        biologiklaten.wordpress.com
      Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara fragmentasi adalah cacing tanah, bintang laut, dan Planaria. Fragmentasi bukan merupakan cara reproduksi yang utama, karena dalam kondisi normal Planaria bereproduksi secara secual.
d.      Partenogenesis, individu baru terbentuk dari telur yang tidak dibuahi. Hewan yang mengalami partenogenesis adalah serangga, misalnya lebah madu.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1
                                                        PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1      Hewan tingkat rendah lain misalnya cacing dan bekicot bersifat hermaprodit. Hermaprodit yaitu satu individu menghasilkan sel sperma dan ovum. Meskipun hermaprodit, cacing dan bekicot tetap memerlukan hewan lain untuk melakukan perkawinan.                                                                                                                                      sarwoedi.wordpress.com 

B.     Perkembangbiakan Pada Hewan Tingkat Tinggi
            Perkembangbiakan secara secual pada hewan melibatkan alat reproduksi, sel kelamin/gamet jantan dan gamet betina, serta proses pembuahan atau fertilisasi. Alat reproduksi menghasilkan sel kelamin. Sel kelamin jantan/sperma dihasilkan oleh t3st1s, sedangkan sel kelamin betina (ovum/sel telur) dihasilkan oleh ovarium (indung telur). Proses pembentukan sel kelamin jantan dan betina disebut gametogenesis. Proses pembentukan sel kelamin jantan disebut spermatogenesis, sedangkan proses pembentukan sel kelamin betina disebut oogenesis.
            Setelah terjadi pembuahan atau fertilisasi, akan terbentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio. Perkembangan dan kelahiran embrio dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
a.        PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Vivipar (hewan beranak), yaitu Hewan yang digolongkan sebagai hewan Vivivar adalah hewan yang berkembangbiak dengan cara beranak atau melahirkan. Embrio yang telah terbentuk akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim induk betina sampai siap untuk dilahirkan. Hewan vivivar adalah hewan yang masuk dalam golongan Mamalia atau hewan menyusui misalnya lumba-lumba, harimau, kucing, kambing, ikan paus, tikus dan lain sebagainya.                          PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1www.ocimblog.com 
b.      Ovipar (hewan bertelur),
            Perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum (telur). Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan. Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1pembuahan di luar tubuh (eksternal). Pada Ovipar hewan yang embrionya berkembang di dalam telur. Telur hewan ini dikeluarkan dari dalam tubuh dan dilindungi oleh cangkang. Embrio memperoleh makanan dari cadangan makanan yang terdapat di dalam telur. Beberapa hewan ovipar mengerami telurnya hingga menetas, misalnya ayam dan merpati.                                        PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1deebacalah.blogspot.com
Namun banyak pula induk yang menimbun telur dengan pasir atau bahkan membiarkan begitu saja.
            Berbicara mengenai pembuahan pada hewan Ovivar, pembuahan dibagi dalam 2 kategori yaitu Pembuahan Internal dan Pembuahan Eksternal. Pembuahan Internal adalah proses pembuahan Ovum oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh induk betina contohnya Ayam (unggas, termasuk burung) dan penyu (reptilia). Sedangkan Pembuahan Eksternal adalah proses pembuahan yang terjadi di luar tubuh induk betina contohnya Ikan dan katak.
Contoh hewan Ovipar
1)      Unggas (bangsa burung)
2)      Ayam, bebek, dan merpati termasuk unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur. Hewan-hewan tersebut mengerami telurnya hingga menetas. Ayam dan burung mengerami telurnya sekitar 21 hari. Perkembangbiakan ini terjadi karena pembuahan di dalam tubuh.
3)      Ikan dan Amfibi. Tidak seperti unggas, kelompok ikan dan amfibi tidak mengerami telurnya hingga menetas. Telur-telur tersebut akan menetas sendiri. Pembuahan pada ikan dan amfibi terjadi di luar tubuh. Saat bertelur, ikan betina akan mencari perhatian ikan jantan. Selanjutnya, akan mengikuti gerakannya. Setelah ikan betina bertelur, ikan jantan akan mengeluarkan sperma. Selanjutnya, pembuahan terjadi di air. Ada juga beberapa jenis ikan dan amfibi yang memelihara telurnya. Telur kodok betina dikeluarkan dari bagian bawah tubuhnya. Sementara punggungnya dipegangi oleh kaki belakangPERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1, kodok jantan. Ikan mujair memelihara telur-telurnya di dalam mulut. Penyu juga berkembang biak dengan cara bertelur. Akan tetapi, penyu tidak mengerami telurnya. Akan tetapi, ditimbun di tempat tertentu hingga telur menetas.
c.       Ovovivipar (hewan betelur dan beranak),
            Ovovivivar yaitu hewan yang embrionya berkembang di dalam telur, tetapi telur tetap berada di dalam tubuh induk betina. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induk dan anaknya keluar. Contohnya adalah kadal dan ikan hiu. Anak itik menetas dari telur, itik termasuk hewan ovipar.                                                                                                     
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1                                                                                                        PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1jidan-edan.blogspot.com
            Pembuahan pada hewan tingkat tinggi ada dua jenis, yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh induk betina dan pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Pembuahan di dalam tubuh induk betina disebut fertilisasi internal. Sedangkan pembuahan di luar tubuh induk betina disebut fertilisasi eksternal. Hewan yang melakukan pembuahan di luar, antara lain ikan dan amfibi. Sedangkan reptile, burung dan mamalia pembuahannya di dalam.
1.      Pembuahan di Luar (Fertilisasi Eksternal)
            Pembuahan diluar terjadi karena pertemuan antara sperma dengan sel telur terjadi di luar tubuh induk betinanya. Pembuahan eksternal biasanya terjadi pada hewan yang hidup di dalam air, misalnya katak dan ikan. Jumlah sel telur dan sperma yang dihasilkan sangat banyak, sehingga dapat memperbesar peluang terjadinya pembuahan.
            Pembuahan eksternal dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu
a.       Tipe Acak. Pada tipe ini, proses pelepasan sel telur dan sperma di lakukan di sembarang tempat.
b.      Tipe Sarang, pada tipe ini ada tempat tertentu untuk melepaskan sperma dan sel telur, sehingga peluang terjadinya pembuahan lebih besar.
            Berikut ini beberapa contoh pembuahan di luar (fertilisasi eksternal)
a.       PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Pembuahan pada Ikan
            Pada umumnya ikan bertelur (ovipar) dan pembuahannya terjadi di luar tubuh induk betinanya. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang t3st1s berwarna putih. Sperma dialirkan melalui saluran vas deferens yang bermuara di lubang urogenital. Lubang urogenital merupakan lubang yang dipakai untuk keluarnya urin dan sperma.

                                                                                                                                                                                                         fembrisma.wordpress.com
Gambar a. alat kelamin jantan pada ikan, b. alat kelamin betina pada ikan.
            Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium. Ovarium menghasilkan sel telur. Sel telur dikeluarkan melewati oviduk dan kemudian dialirkan ke lubang urogenital. Setelah ikan betina mengeluarkan sel telur di sembarang tempat atau di tempat tertentu,  maka akan diikuti oleh ikan jantan dengan mengeluarkan sperma.
b.      Pembuahan pada Katak
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1            Katak termasuk hewan amfibi yang hidup di darat dan air. Pembuahan katak terjadi secara eksternal yang dilakukan di air. Katak bersifat ovipar atau bertelur. Alat kelamin jantan terdiri dari sepasang t3st1s yang berwarna putih kekuningan.



                                fembrisma.wordpress.com
            Gambar a. alat kelamin jantan katak, b. alat kelamin betina katak
                        Testis menghasilkan sperma. Sperma melewati vas efferentia dan menuju kloaka. Kloaka merupakan tempat keluarnya sperma, saluran urin, dan sisa pembuangan makanan. Alat kelamin betina terdiri dari sepasang ovarium yang menghasilkan sel telur. Telur melewati oviduk dan menuju kloaka.
                        Pada saat kawin (kopulasi), katak jantan akan naik ke punggung katak betina. Dengan jarinya, katak jantan menekan katak betina sehingga katak betina mengeluarkan sel telur ke dalam air. Saat keluarnya telur, katak jantan akan mengeluarkan spermanya. Terjadilah pembuahan sel telur di dalam air dan akan berkembang menjadi zigot.
2.      Pembuahan di Dalam (Fertilisasi Internal)
            Pembuahan di dalam adalah proses pertemuan antara sperma dengan sel telur yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hampir semua hewan yang hidup di darat melakukan pembuahan di dalam.
Berikut ini beberapa contoh pembuahan Dalam (Fertilisasi Internal)
a.       Pembuahan pada Burung
Burung berkembangbiak dengan cara bertelur (ovipar). Umumnya telur akan dierami hingga menetas. Embrio di dalam telur memerlukan suhu tertentu untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Alat kelamin burung jantan terdiri dari sepasang t3st1s. Sperma yang dihasilkan t3st1s akan menuju vas deferens dan kloaka. Sedangkan alat kelamin betina pada burung terdiri dari ovarium kiri dan oviduk.
Gambar a. alat kelamin jantan pada burung, b. alat kelamin betina pada burung
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1      Saat kawin, kloaka jantan dan betina saling mendekat sehingga ketika sperma keluar dari kloaka jantan akan langsung masuk ke kloaka betina sehingga sel telur dapat dibuahi. Telur burung mempunyai struktur sebagai berikut.
1)        Cangkang telur, terbuat dari zat kapur yang berpori untuk keluar masuknya udara. Di sebelah dalam cangkang terdapat dua buah membran yang pada salah satu ujungnya tidak saling melekat, sehingga terbentuk rongga udara.                                                                   fembrisma.wordpress.com
2)        Albumen (putih telur), berupa cairan kental berwarna putih bening yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan melindungi embrio dari guncangan.
3)        Kuning telur, terdapat di bagian tengah albumen. Pada kuning telur ini terdapat calon embrio. Agar kuning telur tetap pada posisinya, maka terdapat kalaza yang berfungsi menjaga posisi kuning telur. Pada saat telur dierami, embrio mulai tumbuh. Kuning telur dan putih telur diserap melalui pembuluh darah yang terbentuk mengelilingi kuning telur. Bagian-bagian yang berperan dalam mendukung pertumbuhan embrio adalah sebagai berikut.
a)            Amnion, merupakan cairan ketuban yang terdapat pada suatu kantung tempat tumbuhnya embrio.
b)            Alantois, merupakan tempat penyimpanan hasil ekskresi, mengangkut O2 ke dalam embrio dan CO2 keluar dari embrio.
c)             Tali pusat, yaitu bagian yang menghubungkan kuning telur dengan alantois.

b.      Pembuahan pada Mamalia
      Mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anak (vivipar). Proses pembuhannya berlangsung di dalam tubuh induk betina (fertilisasi internal). Setelah dilahirkan, anak hewan mamalia menyusu kepada induknya. Meskipun demikian, ada beberapa jenis mamalia yang tidak melahirkan anaknya, tetapi bertelur. Contohnya adalah platipus (Ornithorynchus anatinus).
      Semua hewan Mamalia memiliki alat reproduksi yang hampir serupa. Untuk mempelajarinya, amatilah alat reproduksi tikus berikut ini.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1      Tikus jantan mempunyai sepasang t3st1s yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Sperma dikeluarkan melalui saluran sperma yang disebut vas deferens. Untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh hewan betina, digunakan p3enis.                  biologiklaten.wordpress.com
      Tikus betina mempunyai sepasang ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur atau ovum. Sel telur yang telah dilepaskan dari ovarium (ovulasi) keluar melalui saluran telur dan akhirnya sampai di uterus. Jika sel telur ini dibuahi oleh sperma, akan terbentuk zigot yang akan tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Tikus mampu mengandung lebih dari satu embrio. Namun tidak semua Mamalia memiliki kemampuan seperti ini. Setiap embrio memperoleh nutrisi dan oksigen dari plasenta yang dihubungkan melalui tali pusat. Jika sudah tiba masa lahirnya, embrio lepas dari uterus dan dikeluarkan melalui v@gin@.
a.         Pembuahan pada Reptilia
        Umumnya reptilia bersifat ovipar, walaupun ada sebagian yang ovovivipar. Pada reptilia jantan, alat kelaminnya terdiri dari sepasang t3st1s, epididimis dan vas deferens. Memiliki alat kelamin khusus yang disebut hemip3enis dan dikeluarkan melalui kloaka saat kawin. Sedangkan reptilia betina memiliki alat kelamin terdiri dari sepasang ovarium dan oviduk. Telur bermuara di oviduk. Pada reptil ovovivipar telur akan menetas dalam oviduk.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1        Gambar a. alat kelamin jantan reptil, b. alat kelamin betina reptile


                                                                                                                                                                                  asriesaputra.blogspot.com
II.                REPRODUKSI MANUSIA
Reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali dan produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi disini yang dimaksud dengan reproduksi adalah suatu proses kehidupan dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang dimaksud dengan sitem reproduksi adalah sekelompok organ atau alat-alat tubuh yang berperanan dalam proses menghasilkan keturunan.

A.    ALAT REPRODUKSI MANUSIA
1.      LAKI-LAKI
a)      Alat kelamin dalam
Organ reproduksi dalam pria terdiri atas t3st1s, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris.
1)      Testis
Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia. Testis berjumlah sepasang (testes=jamak). Testis dibungkus oleh skrotum, kantong kulit di bawah perut. Pada manusia, t3st1s terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses spermatogenesis pada mamalia akan lebih efisien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< 37°C).
Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan mengangkat t3st1s mendekat ke tubuh. Bila suhu t3st1s akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan t3st1s akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster.
Selama masa pubertas, t3st1s berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran t3st1s bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel Sertoli.
Pada umumnya, kedua t3st1s tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada t3st1s kiri dan kanan.
Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin. Fungsi t3st1s:
·         memproduksi sperma (spermatozoa)
·         memproduksi hormon sec pria seperti testosteron.
Kerja t3st1s di bawah pengawasan hormon gonadotropik dari kelenjar pituitari bagian anterior:
·         luteinizing hormone (LH)
·         follicle-stimulating hormone (FSH)
Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam t3st1s terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.
Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk di3j4kulasikan), akan bergerak dari tubulus menuju rete t3st1s, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan secual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, p3enis. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron. Pengangkatan t3st1s disebut orchidektomi atau kastrasi.
2)      Saluran reproduksi
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran 3j4kulasi dan uretra.
3)      Epididimis (tempat pematangan sperma)
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari t3st1s. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens
4)      Vas deferens (saluran sperma dari t3st1s ke kantong sperma)
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada t3st1s dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
5)      Saluran 3j4kulasi
Saluran 3j4kulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
6)      Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam p3enis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
7)      Kelenjar kelamin
Kumpulan kelenjar aksesoris terdiri dari vesikula seminalis, prostate, dan kelenjar bulbouretralis. Sebelum 3j4kulasi, kelenjar tersebut mensekresikan mucus bening yang menetralkan setiap urine asam yang masih tersisa dalam uretra.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Sel-sel sperma dapat bergerak dan mungkin aktif mengadakan metabolisme setelah mengadakan kontak dengan plasma semen. Plasma semen mempunyai dua fungsi utama yaitu: berfungsi sebagai media pelarut dan sebagai pengaktif bagi sperma yang mula-mula tidak dapat bergerak serta melengkapi sel-sel dengan substrat yang kaya akan elektrolit (natrium dan kalium klorida), nitrogen, asam sitrat, fruktosa, asam askorbat, inositol, fosfatase sera ergonin, dan sedikit vitamin-vitamin serta enzim-enzim. Kelenjar aksesoris terdiri dari:
8)      Vesikula seminalis (tempat penampungan sperma)
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.                             http://id.wikipedia.org/wiki/Vesikula_seminalis
Vesikula seminalis menyumbangkan sekitar 60 % total volume semen. Cairan tersebut mengandung mukus, gula fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi yang digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin.
9)      Kelenjar prostat (penghasil cairan basa untuk melindungi sperma)
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), sedikit asam, kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
10)  Kelenjar bulbouretra/cowper (penghasil lendir untuk melumasi saluran sperma).
Kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang uretra, dibawah prostat. Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

b)     Alat kelamin luar
1)        Penis
Penis (dari bahasa Latin yang artinya “ekor”, akar katanya sama dengan phallus, yang berarti sama) adalah alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal, karena berada di luar ruang tubuh. Pada manusia, p3enis terdiri atas tiga bangunan silinder berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Ujung p3enis disebut dengan glan p3enis.
Uretra pada p3enis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga p3enis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Fungsi p3enis secara biologi adalah sebagai alat pembuangan sisa metabolisme berwujud cairan (urinasi) dan sebagai alat bantu reproduksi. Penis sejati dimiliki oleh mamalia. Reptilia tidak memiliki p3enis sejati karena hanya berupa tonjolan kecil serta tidak tampak dari luar, sehingga disebut sebagai hemip3enis (setengah p3enis).                                                          giletules.blogspot.com/search?q=fertilisasi.png">PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1 2)      Skrotum
Skrotum adalah kantung (terdiri dari kulit dan otot) yang membungkus t3st1s atau buah z4ka4r. Skrotum terletak di antara p3enis dan anus serta di depan perineum. Pada wanita, bagian ini serupa dengan labia mayora. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Pada skrotum manusia dan beberapa mamalia bisa terdapat rambut pubis. Rambut pubis mulai tumbuh sejak masa pubertas.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan kepada t3st1s suatu lingkungan yang memiliki suhu 1-8oC lebih dingin dibandingkan temperature rongga tubuh.
hhttp://zainalmutakin7.blogspot.com
Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya pengaturan oleh sistem otot rangkap yang menarik t3st1s mendekati dinding tubuh untuk memanasi t3st1s atau membiarkan t3st1s menjauhi dinding tubuh agar lebih dingin.
Pada manusia, suhu t3st1s sekitar 34°C. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengeratkan atau melonggarkan skrotum, sehingga t3st1s dapat bergerak mendekat atau menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin dan bergerak menjauh pada suhu panas.
c)      Hormon Pada Pria
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.
1)        Testoteron. Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
2)        LH (Luteinizing Hormone). LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron.
3)        FSH (Follicle Stimulating Hormone). FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.
4)        Estrogen. Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.
d)     Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme t3st1s. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1

2.      PEREMPUAN
a)      Alat kelamin dalam
Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:
1)      Ovarium
Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin betina pada hewan dan manusia. Pada makhluk vertebrata termasuk manusia, mempunyai dua buah ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon.
Di dalam setiap ovarium terjadi perkembangan sel telur (oogenesis). Di dalam proses ini sel telur akan disertai dengan suatu kelompok sel yang disebut sel folikel. Pada manusia, perkembangan oogenesis dari oogonium menjadi oosit terjadi pada embrio dalam kandungan dan oosit tidak akan berkembang menjadi ovum sampai dimulainya masa pubertas. Pada masa pubertas, ovum yang sudah matang akan dilepaskan dari sel folikel dan dikeluarkan dari ovarium. Proses pelepasan dari ovarium disebut ovulasi. Sel ovum siap untuk dibuahi oleh sel spermatozoa dari pria, yang apabila berhasil bergabung akan membentuk zigot.
Ovarium berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-ciri sec sekunder. Estrogen dan progesteron berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu juga berperan dalam memberikan sinyal kepada kelenjar hipotalamus dan pituitari dalam mengatur sikuls menstruasi.
Setelah sel telur diovulasikan, maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak pelan menuju rahim. Jika dibuahi oleh sperma (di tuba fallopi), sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi sebuah proses kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi di tuba fallopi, maka dapat terjadi PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Vagina menghasilkan berbagai macam sekresi seperti keringat, sebum, dan sekresi dari kelenjar Bartholin dan Skene pada vulva, cairan endometrial, dan oviductal (yang berubah sesuai dengan siklus haid), cervical mucus, sel exfoliated. Sekresi pada dinding v@gin@ itu dapat meningkatkan gairah secual.
Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat. pH v@gin@ normal yaitu 3-3,5.              http://intanriani.wordpress.com/alat-reproduksi-

PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1










b)     Alat kelamin luar
Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari organisme penyebab infeksi. Saluran kelamin wanita memiliki lubang yang berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme penyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. Mikroorganisme ini biasanya ditularkan melalui hubungan secual.
1)        Vulva
Vulva dibatasi oleh labium mayor. Vulva sama dengan skrotum pada pria.
2)        Labium
Labium yaitu bibir yang membatasi vulva, terdapat sepasang bibir besar di sebelah luar (labium mayor) dan sepasang bibir kecil di sebelah dalam (labium minor). Labium mayor terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak). Setelah puber, labium mayor akan ditumbuhi rambut. Labium minor terletak tepat di sebelah dalam dari labium mayor dan mengelilingi lubang v@gin@ dan uretra.
3)        Klitoris
Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yang merupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan p3enis pada pria). Klitoris dibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depan pada ujung p3enis pria). Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalami ereksi. Labium mayor kiri dan kanan bertemu di bagian belakang membentuk perineum, yang merupakan suatu jaringan fibromuskuler diantara v@gin@ dan anus.
Kulit yang membungkus perineum dan labium mayor sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya, yaitu tebal dan kering dan bisa membentuk sisik. Sedangkan selaput pada labium minor dan v@gin@ merupakan selaput lendir, lapisan dalamnya memiliki struktur yang sama dengan kulit, tetapi permukaannya tetap lembab karena adanya cairan yang berasal dari pembuluh darah pada lapisan yang lebih dalam. Karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora dan v@gin@ tampak berwarna pink.
4)        Lubang v@gin@
Lubang pada v@gin@ disebut introitus dan daerah berbentuk separuh bulan di belakang introitus disebut forset. Jika ada rangsangan, dari saluran kecil di samping introitus akan keluar cairan (lendir) yang dihasilkan oleh kelenjar bartolin. Uretra terletak di depan v@gin@ dan merupakan lubang tempat keluarnya air kemih dari kandung kemih.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Lubang v@gin@ dikeliling oleh himen (selaput dara). Kekuatan himen pada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubungan secual, himen bisa robek atau bisa juga tidak.
                                                                       http://andikapriastana.blogspot.com/2011/12
5)        Kelenjar payudara
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Kelenjar ini terletak diantara iga ke-2 sampai dengan iga ke-6. Kelenjar ini terdiri atas 15-20 lobus yang dipisah-pisahkan oleh jaringan lemak. Setiap lobus dibagi lagi oleh jaringan ikat menjadi lobulus-lobulus. Pada setiap lobulus terdapat kumpulan kelenjar-kelenjar keringat yang disebut alveoli. Saluran-saluran kelenjar payudara pada satu lobus berkumpul menjadi duktus mamilaris. Dekat puting susu saluran ini melebar menjadi ampulla yang berfungsi sebagai tempat penampungan air susu.
Kulit sekitar puting susu berwarna kehitaman dan kasar disebut areola. Hitamnya areola karena adanya pigmen melanin dan kasarnya karena terdapat muara-muara kelenjar keringat.
Fungsi utama dari payudara adalah memproduksi dan mengeluarkan air susu ibu dari mamae.                                                                                                            http://www.tanyadok.com/kesehatan/payudara-anda-tak-sama-besar

Kedua proses diatas disebut laktasi. Sekresi air susu ibu oleh alveoli dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang berasal dari adenohipofisis.


B.     PROSES REPRODUKSI
Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi di tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang bertujuan untuk membentuk sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis. Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis.
Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang t3st1s (lobulus t3st1s). Satu t3st1s umumnya mengandung sekitar 250 lobulus t3st1s. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium=tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
Pada tubulus seminiferus terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium, sel Sertoli, dan sel Leydig. Sel Sertoli berfungsi memberi makan spermatozoa sedangkan sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus berfungsi menghasilkan testosteron.
Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis yaitu:
1.      LH (Luteinizing Hormone) merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.
2.      FSH (Folicle Stimulating Hormone) merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari.

Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu:
a.       Spermatocytogenesis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer. Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
Spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogonia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder.
b.      Tahapan Meiois
Spermatosit primer menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I menghasilkan spermatosit sekunder yang n kromosom (haploid). Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis II membentuk empat buah spermatid yang haploid juga.
Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah, tapi masih berhubungan lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). Dibandingkan dengan spermatosit I, spermatosit II memiliki inti yang gelap.
c.         Tahapan Spermiogenesis
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa (sperma) masak. Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.                                                 http://www.tutorvista.com/content/biology/
Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi, sel Sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberiumpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH. Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu 3j4kulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 – 400 juta sel spermatozoa.
Sperma diproduksi di t3st1s, organ reproduksi pria. Pria mulai memproduksi sperma saat pubertas (kurang lebih usia 15 tahun), dan sebagian besar pria mempunyai sperma dewasa sampai usia tua. Sperma diproduksi sebanyak 300 juta per hari, dan mampu bertahan hidup selama 48 jam setelah ditempatkan di dalam v@gin@ sang wanita. Rata-rata volume air mani untuk setiap 3j4kulasi adalah 2.5 sampai 6 ml, dan rata-rata jumlah sperma yang di3j4kulasikan adalah 40-100 juta per ml.
Spermatozoa masak terdiri dari:
  1. Kepala (caput), terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma, mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.
  2. Leher (cervix), menghubungkan kepala dengan badan.
  3. Badan (corpus), banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.
  4. Ekor (cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas deferen dan ductus ejakulotoris.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1




                                                giletules.blogspot.com/search?q=fertilisasi.png">PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1


C.    PENYAKIT
1.      Gangguan Pada Sistem Reproduksi Pria
a.      Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi t3st1s yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
b.      Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua t3st1s untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
c.       Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada p3enis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
d.      Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia c0l1 maupun bukan bakteri.
e.       Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. c0l1 dan Chlamydia.
f.       Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada t3st1s yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
g.      Anorkidisme
Anorkidisme adalah penyakit dimana t3st1s hanya bejumlah satu atau tidak ada sama sekali.
h.      Hyperthropic prostat
Hyperthropic prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui.

PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1










          giletules.blogspot.com/search?q=fertilisasi.png">PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Kanker t3st1s adalah pertumbuhan sel-sel ganas di dalam t3st1s (buah z4ka4r), yang bisa menyebabkan t3st1s membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung z4ka4r).
l.        Impotensi
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi p3enis pada pada hubungan kelamin yang normal.
m.    Infertilitas (kemandulan)
Yaitu ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh:
·         Gangguan spermatogenesis, misalnya karena t3st1s terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan hormon.
·         Tersumbatnya saluran sperma.
·         Jumlah sperma yang disalurkan terlalu sedikit.
2.      Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
a.        Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan secual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut: Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH.                                                              http://intanriani.wordpress.com/siklus-menstruasi-pada-wanita/
Pada saat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis.
Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel de Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.
Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH, akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.
Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1)        FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH.
2)        PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH.
3)        PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan prolaktin
                                                                                                                                    http://fitriroyan.blogspot.com/2012_10_01_archive.html
Masa subur adalah masa dimana akan terjadi kehamilan pada saat fertilisasi. Pada masa itulah, sel telur yang dihasilkan berada dalam keadaan siap untuk dibuahi.
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1

Pada Ti
                                                                                                https://www.google.com/search?q=gambar+masa+subur
Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:
1)        Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah.
2)        Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi).
3)        Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim).
PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1












                                                                                http://intanriani.wordpress.com/siklus-menstruasi-pada-wanita/
b.      Kanker v@gin@
Kanker v@gin@ tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
c.       Kanker serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas v@gin@ dan kelenjar limfe panggul.
d.      Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan v@gin@ abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
e.       Kanker rahim
Kanker rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.
f.       Kanker payudara
Yaitu tumor yang bersifat ganas. PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1giletules.blogspot.com/search?q=fertilisasi.png">PERKEMBANGBIAKAN HEWAN DAN REPRODUKSI MANUSIA BIOLOGI SD 1
o.      Infertilitas (kemandulan)
Pada wanita infertilitas disebabkan oleh:
·         Kerusakan pada ovarium karena infeksi, racun, atau sinar radio aktif sehingga pembentukan ovum terganggu.
·         Penyumbatan pada tuba fallopi.
·         Gangguan sistemik, misalnya gangguan hormon, diabetes mellitus, dsb
p.      Sexually Transmitted Disease
Selain kelainan-kelainan di atas, ada juga beberapa penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin (Sexually Transmitted Disease), yaitu:
q.      Syphilis
Syphilis ialah penyakit menular yang disebabkan oleh suatu bakteri berbentuk spiral yaitu Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan secual atau badaniah yang intim (misalnya ciuman), melalui transfusi darah, serta melalui plasenta dari ibu ke bayinya.
r.       Gonorrhoea
Gonorrhoea ialah suatu penyakit akut yang menyerang selaput lendir dari uretra, serviks, rectum, kadang-kadang mata. Penyakit ini disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.


s.       Herpes Simplex Genitalis
Merupakan gangguan pada bagian luar kelamin berupa gelembung-gelembung berisi cairan. Gelembung air diakibatkan karena infeksi virus Herpes (HSV2). Gejalanya dapat berupa demam dan menimbulkan sensasi perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai bagian dalam organ intim wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal di area pinggang. Pengobatan penyakit ini dengan obat antivirus. Pencegahannya dilakukan dengan menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu lembap dan tetap bersih.
DAFTAR PUSTAKA
Sumardi, Yosaphat, dkk. 2009. Konsep Dasar IPA SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Widodo, Eko, dkk . 2006. Alamku Sains 6 untuk Sekolah Dasar Kelas 6. Jakarta:   Bumi Aksara




Sumber http://ezyzurriyati.blogspot.com


EmoticonEmoticon