Hallo.. sahabat teman, kali ini saya akan bercerita wacana pengalaman saya menderita penyakit vistula ani.
Penyakit ini muncul dikala saya sma kelas 2, dan saya masih ingat kejadiannya pada waktu seminggu sebelum berangkat PKL ke pulau bali. Pada awalnya muncul benjolan di bersahabat lisan anus potongan kiri.
Saya kira ituitu UD (dalam bahasa jawa) / JERAWAT(dalam bahasa indonesia) tetapi lebih besar , dan terdapat mata inti di tengah-tengah UDHUN tersebut menyerupai puting yang berada di tengah - tengah payudara dan diameternya kecil sekali.
Kemudian benjolan tersebut pun pecah selang 2 hari sesudah saya berada di bali, itu terjadi dikala saya buang air besar.
saya merakan ada yang kelur dari benjolan tersebut, terasa gatal dan lengket berupa cairan bening dengan setitik kecil darah.
Tidak begitu saya hiraukanpada awalnya, saya anggap menyerupai dikala jerawat biasa dikala pecah.
Petaka muncul dikala sekitar 4-5 bulankemudian seiring berjalannya waktu. Benjolan tersebut muncul kembali menghantui.
Yang pada awalnya muncul sekitar 4 bulan sekali, seiring berjalannya waktu berubah drastis menadi 3 bulan sekali, 2 bulan sekali, sebulan sekali , seminggu sekali saking parahnya hingga sehari sekali.
Benjolan tersebut mengeluarkan cairan ialah berupa lendir dan bercampur darah yang baunya sangat busuk, untuk buang air besar saja terasa sakit sekali dan panas bersahabat anus.
Alhasil sebab terpaksa dan ketakutan, saya memberanikan diri untuk berobat ke rumah sakit.
Selang beberapa ahad mondar mandir ke rumah sakit, dokter memberitahukan untuk segera melaksanakan operasi.
Selang beberapa ahad mondar mandir ke rumah sakit, dokter memberitahukan untuk segera melaksanakan operasi.
Dokter berkata “ ini harus segera di oprasi, jika tidak sanggup jadi kanker / penyakit lainya di karenakan infeksi” sambil menandakan gambar di bawah ini :
Seketika itu jantung saya berhenti sejenak. Membayangkan seumur hidup saya belum pernah operasi, entah bagaimana rasanya.
Tubuh saya menjadi lemas dikala hingga datang dirumah dan memberitahukan wacana hal tersebut kepada orang bau tanah saya.Alhasil selang beberapa hari saya memberanikan diri untuk melaksanakan operasi, berkat proteksi dari orang sekitar.
Dan hari itu pun datang (operasi), di dalam ruang operasi ada sekitar 5 orang yang menangani saya. Terjadi sedikit kesalahan pada waktu itu.
Yang harus nya di bius sekali, malah di suntik 2 kali di potongan punggung. Tujuannya untuk membius setengah badan,sakit....... sekali di potongan tulang punggung sesudah di bius, tubuh terasa kesemutan dari potongan perut hingga ujung kaki.
Kemudian ter dengar bunyi alat – alat operasi menyerupai Gunting, Sumpit, Pisau, Jarum Jahit dll. Satu jam pun berlalu kemudian dokter berkata “SELESAI” dan saya pun lega, betul – betul tidak terasa sakit bahkan saya tidak mencicipi apa – apa.
Seminggu kemudian luka hasil operasi tersebut mulai menutup secara perlahan. Dan saya dinyatakan sembuh total.
Dari kejadian tersebut menawarkan pelajaran bahwa “Sehat Itu Mahal Harganya” dalam tanda kutip. Dan saran saya bagi anda pengidap Fistula Ani... jangan khawatir, jangan panik dan tetap tenang.
Kalau anda mau sembuh segeralah operasi biar sembuh lebih dini, dan semoga kisah saya tadi menawarkan keberanian dan pembelajaran untuk anda semua.
Kalau anda mau sembuh segeralah operasi biar sembuh lebih dini, dan semoga kisah saya tadi menawarkan keberanian dan pembelajaran untuk anda semua.
Sehat selalu untuk anda semua....

EmoticonEmoticon