Rabu, 24 Mei 2017

Jenis / Macam-Macam Dan Fungsi Pernafasan

Secara lebih rinci bagian-bagian kanal pernafasan dan fungsinya ialah sebagai berikut:

Hidung

Lubang hidung merupakan tempat pertama yang dilalui udara pernafasan pada ketika memasuki tubuh kita. Pada lubang hidung sebelah luar terdapat rambut yang berfungsi untuk menyaring dan mencegah masuknya benda-benda yang berukuran besar ke dalam kanal pernafasan yang lebih dalam.

Rongga hidung mempunyai permukaan dalam yang diselaputi oleh selaput lendir sehingga permukaannya selalu basah. Sel-sel penyusun lapisan selaput lendir mempunyai rambut getar (silia) yang berfungsi untuk mengeluarkan benda-benda yang berukuran kecil (partikel kotoran) yang masuk bersama udara pernafasan.

Dengan demikian, rongga hidung dan selaput lendir berperan untuk menyaring udara pernafasan, dan mengatur udara pernafasan semoga suhu dan kelembabannya sesuai dengan tubuh manusia.

Coba perhatikan, adakah kumpulan kotoran yang terdapat pada rongga hidungmu yang warnanya agak gelap dan agak kering (bahasa jawa=upil).

Jika partikel kotoran hingga masuk ke tenggorokan, maka akan dikeluarkan dalam bentuk dahak dan biasanya keluar pada pagi hari sehabis berdiri tidur. Hidung merupakan tempat pertama yang dilalui udara dari luar.

Didalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir yang berkhasiat untuk menyaring udara, dan mengatur kelembaban udara. Rongga hidung berfungsi untuk menyesuaikan udara atmosfir semoga temperatur dan kelembabannya sesuai bagi tubuh hewan, juga untuk menjaga kebersihan dan kelancaran udara yang masuk.

Lapisan mukosa kanal respirasi mempunyai epithelium yang spesifik lantaran selalu lembap dan bersilia yang berkhasiat untuk menangkap (menjerat) dan mengeluarkan partikel kotoran yang masuk bersama udara pernafasan.

Laring

Faring (pangkal tenggorok) merupakan persimpangan antara kanal kuliner dan udara pernafasan. Faring mempunyai lubang yang disebut glotis dan mempunyai epilog yang disebut epiglotis.

Epiglotis berfungsi sebagai katup yang akan menutup faring manakala sedang menelan kuliner sehingga kuliner dari rongga lisan masuk ke kerongkongan. Sebaliknya, epiglotis akan selalu terbuka jikalau sedang tidak menelan sehingga udara pernafasan sanggup eksklusif melewati faring menuju ke tenggorokan.

Pada faring terdapat selaput bunyi yang akan bergetar bila ada udara yang melaluinya, contohnya pada waktu kita bicara. Setelah masuk hidung, udara masuk ke faring. Faring ialah hulu kerongkongan.

Faring merupakan persimpangan antara rongga lisan ke kerongkongan dengan rongga hidung yang disebut anak tekak, yang menutup apabila sedang menelan makanan. Pangkal tenggorokan disebut laring. Pada pangkal tenggorokan terdapat selaput bunyi yang akan bergetar bila ada udara yang melaluinya, contohnya pada waktu kita bicara.

Faring mempunyai lubang yang disebut glotis sedangkan penutupnya disebut epiglotis, tulang rawan (cartilago) terdapat pada faring. Pada laring terdapat pita suara, berlanjut ke trakhea.

Trakhea

Trakhea (batang tenggorok) merupakan kanal menyerupai pipa yang tersusun atas tulang rawan yang berbentuk menyerupai abjad C.

Seperti halnya pada rongga hidung, lapisan paling dalam trakea diselaputi oleh selaput lendir dan sel-sel yang mempunyai rambut getar.

Trakhea terletak di kawasan leher, menghubungkan faring dengan paru-paru. Sebelum masuk ke paru-paru, trakhea bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus kiri dan kanan.

Selanjutnya, setiap bronkus menuju ke paru-paru dan di dalam paru-paru keduanya membentuk cabang-cabang lebih kecil lagi yang disebut bronkeolus.

Akhirnya, bronkeolus bercabang-cabang lagi menjadi cabang lebih kecil dan halus yang ujung-ujungnya membentuk suatu kantung yang disebut alveolus.

Paru-paru

Paru-paru, terletak di dalam rongga dada sempurna di atas diafragma. Diafragma ialah sekat berotot yang membatasi rongga dada dan rongga perut.

Paru-paru terdiri dari 2 bagian, kiri dan kanan, yang terletak di rongga dada. Sedangkan jantung terletak hampir di tengah rongga dada, di antara kedua paru-paru, dengan posisi yang lebih ke kiri sedikit. 

Paru-paru kanan tersusun atas 3 gelambir, sedangkan paru-paru kiri 2 gelambir.

Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru yang disebut pleura. Di depannya terdapat batang tenggorok dan kanal pernafasan (bronchi).

Oleh lantaran jantung agak mengambil tempat ke kiri, cuilan paru-paru sebelah kiri lebih kecil sedikit dari paru-paru kanan. Dengan demikian sanggup dimengerti paru-paru kiri hanya terdiri dari 2 cuilan (lobus), sedangkan paru-paru kanan 3 bagian.

Paru-paru tersusun atas berjuta-juta alveolus yang mempunyai fungsi penting dalam pertukaran gas pernafasan. Alveolus dikelilingi oleh banyak pembuluh darah kecil yang disebut pembuluh kapiler alveoli.

Nah, pada alveolus inilah oksigen yang terdapat dalam udara pernafasan berpindah dari kantung alveoli ke pedoman darah dan selanjutnya berikatan dengan hemoglobin yang terdapat pada sel darah merah. Sebaliknya, karbondioskida yang terdapat dalam darah akan berpindah ke alveolus.

Pada cuilan tengah dada, batang tenggorokan menyediakan tiga kanal pernafasan untuk paru-paru kanan (satu kanal pernafasan untuk setiap bagian) dan dua untuk paru-paru kiri.

Ketiga kanal pernafasan ini segera terbagi atas kanal yang lebih kecil, kanal yang kecil tersebut terbagi lagi dalam kanal yang lebih kecil dan seterusnya, hingga hingga kanal yang terkecil dari “pohon kanal pernafasan” (bronchial tree), yang jumlahnya, sekitar 1 miliar unit. 

Ujung percabangan pernafasan ini disebut “kantung udara” di mana terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida.

Paru-paru mempunyai dua sumber darah yaitu arteri paru-paru yang membawa darah dari sebelah kanan jantung, dan arteri kanal pernafasan yang menemani kanal pernafasan dalam menyebarkan cabang kanal pernafasan.

Mengapa perlu dua sumber penyalur darah? Ternyata arteri paru-paru yang tiba dari sebelah kanan jantung membawa darah dengan oksigen yang telah dipindahkan dari jaringan yang telah dilaluinya.

Darah ini tidak akan sanggup menyegarkan jaringan paru-paru. Sebab itu kanal pernafasan dan paru-paru harus mempunyai penyaluran darah segarnya sendiri melalui jalan aorta.

Seperti semua arteri yang lain, arteri yang membawa darah dari sebelah kanan jantung ke paru-paru bercabang hingga menjadi pembuluh darah kapiler. Di dalam paru-paru, kantong oksigen dan pembuluh darah kapiler ini terletak berdampingan sedemikian rupa hingga hanya satu lapis dari sel yang tipis yang memisahkan udara dari darah.

Lapisan sel ini demikian tipis sehingga oksigen sanggup melewatinya dengan bebas dari udara ke darah, dan karbondioksida dari darah ke udara.

Paru-paru, teretak di rongga dada sempurna diatas diafragma. Diafragma ialah sekat rongga tubuh yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru kanan mempuyai 3 gelambir, sedangkan kiri mempunyai 2 gelambir. Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru disebut pleura.

Dibagian dalam paruparu terdapat gelembung halus yang merupakan ekspansi permukaan paru-paru disebut alveolus. Paru-paru pada binatang vertebrata umumnya dan Mammalia khususnya terdiri atas 2 cuilan yaitu paru-paru kanan dan kiri.

Sel-sel alveolus secara struktural merupakan penyusun paru-paru yang mempunyai tugas penting dalam pertukaran udara atmosfer ke kapiler alveolus. Pengamatan struktur anatomi makroskopis paru-paru Mammalia (kambing) merupakan dasar untuk memahami fungsi fisiologis paru-paru.

Secara struktural paru-paru tersusun atas sel-sel alveolus yang berperan penting untuk pertukaran udara dari atmosfer ke kapiler alveoli dan sel parenkim.

Sel alveolus paru-paru sangat tipis dengan ketebalan ± 0,2 - 0,5 µm dan tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk kantung-kantung alveolus. Seluruh sel alveoli paru-paru jikalau direntang lebarnya mencapai 180 m2.

Pertukaran gas dari kantung alveoli ke dalam kapiler darah melalui membran respirasi yang tersusun atas:

1. Dinding alveolus,
2. Membrana basalis, dan
3. Endothel kapiler alveolus.

Di dalam alveoli terdapat cairan yang disebut surfaktan. Surfaktan mengandung dipalmitoil lecithin (phospolipoprotein) yang dihasilkan oleh sel alveoler dan berfungsi untuk menjaga tegangan permukaan alveoli dan mempertipis membran respirasi sehingga difusi gas menjadi lebih efisien.


Sumber http://palingberkesan.blogspot.com


EmoticonEmoticon