Bagaimana sanggup kamu mendengung-dengungkan kesedihamu alasannya yaitu cinta terhadap lawan jenis, menghabiskan waktumu dengan derai air mata tercampakkan dan tak bernilai, ketika aneka macam insan yang masih mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di luar sana, menangis ketika haus merajai tubuhnya, merintih ketika lapar menawan badan kurusnya.
Bagaimana sanggup kamu menangis soal cinta yang tak terbalaskan, ketika di serpihan bumi lain terdapat aneka macam anak kecil yang ditinggal mati orang tuanya, ditembaki tentara yahudi, hilang sudah cinta sejati mereka di dunia ini, hilang sudah kasih sayang yang seharusnya mereka rasakan semenjak dini.
Bagaimana sanggup kamu memikirkan nasib cintamu kedepannya, ketika banyak insan di luar sana bahkan masih resah memikirkan kejelasan nasibnya beberapa jam kedepan, atau mungkin beberapa menit ke depan.
Lalu, bagaimana sanggup kamu besar kepala menyebut kata cinta, mengawinkannya dengan sosok lawan jenis idamanmu, ketika kata cinta itu belum kamu kawinkan pada orangtuamu, bahkan belum kamu patri betul untuk Tuhanmu?
Cinta terlalu berharga untuk kamu sandingkan dengan sosok insan lawan jenis idamanmu. Cinta, sejatinya kamu letakkan, kamu berikan, dan kamu miliki hanya untuk Allah dan rasul-Nya. Tak ada yang lain dan tak boleh kamu lupa. Patri betul itu dalam ingatanmu, buang jauh-jauh cinta fana. Cinta yang sejati tidak dikelubungi nafsu, tapi berada pada posisi yang berharga, tidak dengan gampang kamu berikan dan kamu obral begitu saja.

EmoticonEmoticon