Minggu, 03 September 2017

Malaikat Yang Tiba Sebelum Munkar-Nakir

Assalamu'alaikum sobat blogger yang dirahmati Allah SWT, dipostingan kali ini saya akan membahas tentang  Malaikat Yang Datang Sebelum Munkar-Nakir.  Artikel ini mudah-mudahan sanggup menambah wawasan kita terhadap ilmu agama dan juga supaya kita selalu berbuat baik selama kita hidup didunia. Oke eksklusif saja:

alaikum sobat blogger yang dirahmati Allah SWT  Malaikat Yang Datang Sebelum Munkar-Nakir

Malaikat yang tiba sebelum Munkar-Nakir, tampaknya selama ini kita hanya mengenal malaikat yang menanyai di kubur hanya Munkar-Nakir. Tapi sebetulnya ada malaikat lain yang mengunjungi kita waktu di alam kubur sebelum Munkar-Nakir.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Sallam, "Akan tiba kepada mayit, sebelum Munkar-Nakir tiba, malaikat yang wajahnya bersinar menyerupai matahari. Ia berjulukan Ruman "Tulislah segala perbuatanmu selama di dunia, "Mana pensilnya?". "Gunakan darahmu sebagai tinta dan tanganmu sebagai pensil". "Dimana saya menulis, sedang saya tidak memiliki buku", tanya mayit. Kemudian malaikat merobek kain kafannya untuk menulis. "Ini yaitu bukumu, tulislah segala amal kebaikan dan keburukanmu". Si mayat kemudian menulis semua amal kebaikannya. Giliran amal keburukan, beliau aib untuk menulisnya. "Wahai pedosa, kenapa engkau tidak aib kepada Penciptamu dikala melaksanakan kemaksiatan di duina, tapi kini aib kepadaku". Sambil berbicara malaikat mengambil palu dan memukuli badan mayit. Lalu sang mayat berkata, "Baik-baik, angkat palumu, saya akan menulisnya". Setelah selesai malaikat menyuruh untuk melipat dan memberi tanda. "Dengan apa akku memberi tanda, disini saya tidak membawa apa-apa" tanya si mayit. "Pakailah kukumu untuk stempel". Setelah distempel dan dilipat malaikat mengalungkan catatanya di leher si mayit.

"Dan tiap-tiap insan itu telah kami menetapkan amal perbuatannya (Sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kau keluarkan bagunya pada hari simpulan zaman sebuah kitab yang dijumpainya terbuka." (QS. al-Isra' 13).

Nanti di hari kiamat, Allah menyuruhnya untuk membaca seluruh amal perbuatannya. Ketika hingga pada amal kejelekannya, ia berhenti dan tidak mau melanjutkan. Allah kemudian bertanya, "Mengapa tidak kau teruskan membacanya?". "Aku aib kepadaMu", jawabnya. "Kenapa harus malu, di dunia engkau melakukannya juga tidak malu, kini engkau aib kepadaKu" tanya Allah. Dia menyesal atas segala kemaksiata yang telah dilakukan di dunia. Dan penyesalannya tidak akan sanggup memberi manfaat dan pertolongan.

Allah berfirman, "Peganlah beliau kemudian belenggulah tangannya ke leher. Kemudian masukkanlah beliau ke dalam api neraka yang menyala-nyala Kemudian belitlah beliau dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta".

Sungguh kita tidak sanggup membayangkan bagaimana nanti di alam kubur. Makanya waktu yang ada di dunia ini mari kita gunakan untuk melaksanakan kebaikan, supaya menerima ampunan dari Allah SWT. Wassalamualaikum.....


Sumber http://nandarious.blogspot.com


EmoticonEmoticon