Rabu, 27 Desember 2017

Fisiologi Jantung Bag 5 (Aspek Anatomi Jantung)

(

Ketika katup semilunaris terdomng untuk menutup, tepi-tepi daun katup akan menyatu membentuk suatu kelim antibocor yang mencegah katup berbalik arah ke atas ke lubang masuk arteri-arteri besar yang keluar dari pangkal ventrikel.
Tiap-tiap sel otot jantung saling bekerjasama untuk membentuk serat yang bercabang-cabang, dengan sel-sel yang berdekatan dihubungkan ujung-ke-ujung pada struktur kbusus yang dikenal sebagai diskus inter­ kalatus (intercalated disc). Di dalam sebuah diskus inter­kalatus, terdapat dua jenis pertautan membran: desmosom dan gap junction (Gbr. 9-8). Desmosom, sejenis taut lekat yang secara mekanis menyatukan sel-sel, banyak dijumpai di jaringan, contohnya jantung, yang sering menerima tekanan mekanis (lihat h. 54). Pada interval-interval
tertentu di sepanjang diskus interkalatus, kedua membran yang berhadapan saling mendekat untuk membentuk gap, junction, yaitu tlaerah-daerah dengan resistensi listrik yang rendah dan memungkinkan potensial agresi menyebar dari satu sel jantung ke sel di dekatnya (lihat h. 55). Otot jantung bisa menghasilkan potensial agresi tanpa rangsangan saraf apapun. Apabila salah satu sel jantung secara impulsif mengalami potensial aksi, impuls listrik menyebar ke semua sel lain yang dihubungkan oleh gap junction di massa otot di sekitarnya, sehingga sel-sel tersebut tereksitasi dan berkontraksi sebagai sebuah sinsitium fungsional (lihat h. 249). Atrium dan ventrikel masing-masing membentuk suatu sinsitium fungsional dan berkontraksi sebagai unit yang terpisah. Kontraksi sinkron sel-sel otot yang membentuk dinding kedua bilik tersebut menghasilkan gaya yang diharapkan untuk mendorong darah.
Tidak terdapat gap junction di antara sel-sel kontraktil atrium dan ventrikel dan, selain itu, kedua massa otot itu dipisahkan oleh rangka fibrosa yang mengelilingi katup­katup dan tidak sanggup menghantarkan listrik. Namun, terdapat suatu sistem penghantar khusus untuk mem­permudah dan mengkoordinasikan transmisi eksitasi listrik dari atrium ke ventrikel semoga pemompaan atrium dan ventrikel berjalan sinkron.

Karena sifat sinsitium otot jantung dan adanya sistem hantaran antara atrium dan ventrikel, sebuah impuls yang secara impulsif timbul di salah satu pecahan jantung akan menyebar ke seluruh jantung. Dengan demikian, tidak menyerupai otot rangka yang .dapat menghasilkan gradasi kontraktil dengan mengubah-ubah jumlah sel otot yang berkontraksi dalam sebuah otot (rekrutmen unit motorik), serat-serat otot jantung akan selunihnya berkontraksi atau tidak sama sekali. Kontraksi "separuh jantung" tidak akan terjadi. Gradasi kontraktil jantung terjadi dengan mengubah-ubah kekuatan kontraksi semua sel otot jantung.
Sel-sel otot jantung mempunyai banyak mitokondria, organel energi yang dependen O2. Pada kenyataannya, hingga 40% volume sel otot jantung ditempati oleh mitokondria, yang mengatakan betapa besarnya jantung bergantung pada metabolisme aerobik untuk meng­hasillcan energi yang diharapkan untuk kontraksi. Otot jantung juga mempunyai banyak mioglobin, yang me­nyimpan 02 dalam jumlah terbatas di dalam jantung untuk sanggup segera dipakai dan juga mempermudah transportasi 02 yang datang di sel ke mitokondria untuk diolah secara cepat.
Setelah lahir tidak ada sel otot jantung gres yang dibuat. Setiap pembesaran jantung yang terjadi disebab­kan oleh hipertrofi jantung, yaitu peningkatan ukuran serat otot jantung. Hipertrofi jantung terjadi sebagai respons terhadap peningkatan kerja yang dibebankan pada jantung, contohnya dikala jantung harus memompa darah melawan peningkatan resistensi (sebagai contoh, melewati katup jantung yang menyempit akhir penyakit atau ke dalam pembuluh darah yang kaku akhir "pengerasan arteri"), atau dikala jantung hams memompa lebih banyak darah (misalnya sebagai respons terhadap olahraga yang teratur).
Jantung terbungkus oleh kantung perikardium. Jantung terbungkus di dalam kantung perikardium membranosa berdinding ganda (Gbr. 9-9). Lapisan luar kantung yaitu membran fibrosa yang berpengaruh yang menempel ke partisi jaringan ikat yang memisahkan paru. Perlekatan ini menambatkan jantung, sehingga jantung tetap pada posisinya di dalam dada. Kantung pecahan dalam dilapisi oleh suatu membran yang mengelua: kan cairan peri­kardium encer, yang menghasilkan pelumasan untuk mencegah tabrakan antara lapisan-lapisan perikardium dikala jantung berdenyut. Kadang-kadang terjadi peri­karditis, peradangan kantung perikardium yang menye­babkan rasa nyeri akhir gesekan, biasanya disebabkan oleh bisul basil atau virus.
Apabila darah lantaran perdarahan masuk ke kantung perikardium akhir luka yang menembus jantung atau robeknya dinding jantung, kantung, lantaran membran luarnya yang kuat, tidak sanggup mengembang untuk beradaptasi terhadap pelengkap volume cairan. Malahan kantung membesar ke dalam, menekan jantung dan membatasi pengisian jantung. Efek ini serupa dengan memeras sebuah bola karet dengan tangan Anda. Jantung kekurangan ruang untuk mengembang, sehingga jumlah darah yang sanggup masuk melalui vena terbatas. Karena darah yang kembali ke jantung untuk dipompa ke luar ke jaringan berkurang, timbul gagal jantung. Distensi kantung perikardium yang mengganggu peng­isian jantung menyerupai itu dikenal sebagai tamponade jantung.
Bersambung insyaALlah ... 


)
Sumber http://datafilecom.blogspot.com


EmoticonEmoticon