Jumat, 16 Maret 2018

Pengertian Dan Klarifikasi Hidrosfer

Hidrosfer merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. Hidrosfer mencakup samudra, laut, sungai, danau, air tanah, mata air, hujan, dan air yang berada di atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air di bumi bersirkulasi dalam bundar hidrologi, di mana air jatuh sebagai hujan dan mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer.
Air di alam terbagi menjadi tiga, sebagai berikut.
  1. Air di permukaan bumi, mencakup laut, sungai, danau, rawa, salju, es, dan gletser.
  2. Air di udara, mencakup uap air, kabut, dan aneka macam macam awan.
  3. Air di dalam tanah, mencakup air tanah, air kapiler, geiser, dan artois.

Ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari perihal air yaitu:
  1. Oceanografi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari perihal air bahari atau bahari secara umum.
  2. Glasiologi, yaitu ilmu yang mempelajari perihal es, gletser dan hal-hal lain yang berkaitan dengan es.
  3. Hidrologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari perihal air di permukaan bumi maupun di bawah tanah.
  4. Limnologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari perihal danau.
  5. Potamologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari perihal air yang mengalir di permukaan, baik yang melalui terusan ataupun tidak.
  6. Geohidrologi, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari keberadaan, persebaran, dan gerakan air di bawah tanah.
  7. Hidrometeorologi, yaitu ilmu yang mempelajari perihal korelasi unsur- unsur meteorologi dan siklus hidrologi.

Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi.

Siklus hidrologi yaitu proses perputaran air, dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami perubahan bentuk. Berbagai perubahan bentuk air dalam siklus hidrologi diuraikan sebagai berikut.
  1. Proses penguapan air permukaan, menyerupai air laut, sungai, danau, sawah, dan air yang terkandung dalam tumbuhan menguap sebab terkena sinar matahari. Proses penguapan tersebut disebut dengan evaporasi, di mana dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi uap air atau awan.
  2. Uap air dari hasil penguapan pada ketinggian tertentu bermetamorfosis awan dan ada yang terbawa angin naik ke pegunungan, sebab efek udara cuek air bermetamorfosis awan. Dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi gas (uap) dan berubah lagi menjadi embun bahkan menjadi kristal-kristal es (benda padat).
  3. Awan hingga pada suhu dan ketinggian tertentu akibatnya jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Dalam proses ini air yang berbentuk padat (kristal es) jatuh ke permukaan bumi menjadi air. Air hujan yang jatuh di permukaan bumi ada yang mengalir di permukaan tanah (mengalir ke sungai, danau, dan laut) dan ada pula yang meresap ke dalam tanah. Air yang berada di permukaan tanah akan menguap lagi menjadi uap air dan awan, kemudian turun menjadi hujan, begitu seterusnya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar siklus hidrologi berikut ini.


merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi Pengertian dan Penjelasan Hidrosfer
Siklus Hidrologi


Demikianlah materi tentang  Hidrosfer ini aku sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com


EmoticonEmoticon