Kamis, 05 April 2018

Makalah Kewirausahaan Lengkap

                           MAKALAH   KEWIRAUSAHAAN



   KATA PENGANTAR 

Kita dan setiap orang masing-masing niscaya ingin mendapat pekerjaan yang layak, namun tidak sanggup dipungkiri bahwa kesempatan kerja ketika ini sangat terbatas dan tidak berbanding lurus dengan lulusan forum pendidikan baik dasar. Oleh alasannya yaitu itu semua pihak harus terus berpikir dan mewujudkan karya kasatmata dalam mengatasi kesenjangan antara lapangan kerja dengan lulusan institusi pendidikan.Di masa global kini ini keadaan ekonomi di Indonesia memang sangat memprihatinkan, namun kita dilarang mengalah pada keadaan kini ini yang serba sulit kita harus berusaha,kreatif,inovatif dan berani mengambil suatu keputusan serta resiko untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri.kita tidak harus bergantung pada orang lain.Untuk mendapat suatu pekerjaan kita harus berusaha semaksimal mungkin. Dengan kita berwira perjuangan kita bisa mencar ilmu berdikari dan bisa memaknai arti penting kehidupan secara tidak eksklusif kita sudah membantu banyak orang. Bisnis yaitu sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam wacana prospek dan kelayakan dalam perjuangan itu. Oleh lantaran itu, bisnis itu harus dimulai semenjak dini sehingga kita mempunyai banyak waktu untuk sanggup berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan perjuangan tersebut.





masing niscaya ingin mendapat pekerjaan yang layak Makalah Kewirausahaan Lengkap



   DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar
    Daftar Isi 
2. BAB I. PENDAHULUAN
    a. Latar Belakang Masalah
    b. Tujuan
3. BAB II . ISI
    a. Sejarah Singkat 
    b. Landasan Teori 
    c. Analisis 9 aspek 
    s. Analisis keberhasilan
4. BAB III. PENUTUP
    a. Kesimpulan 
    b. Saran 
    c. Kutipan

BAB I


PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melaksanakan suatu perjuangan yang bertujuan untuk mendapat hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Dalam menjalankan suatu perjuangan (wirausaha) seorang pelaku perjuangan harus mempunyai :
1. Skill (kemampuan)
Seorang pelaku perjuangan harus mempunyai skill (kemampuan) untuk berwirausaha lantaran tanpa skill (kemampuan) seorang pelaku perjuangan tidak akan mungkin bisa berwirausaha dan skill (kemampuan) ini yaitu modal utama yang harus dimiliki dalam berwirausaha.
2. Tekad (kemauan)
Apabila seorang pelaku perjuangan telah mempunyai skill (kemampuan) tapi tanpa ada tekad (kemauan yang kuat) untuk berwirausaha maka skill (kemampuan) berwirausaha itu akan sia-sia lantaran tidak sanggup tersalurkan.
3. Modal
Modal merupakan aspek yang sangat menunjang dalam hal memulai dan menjalankan suatu perjuangan disamping mempunyai skill dan tekad.
4. Target dan Tujuan
Seorang pelaku perjuangan apabila ingin menjalankan suatu perjuangan maka harus bisa menentukan sasaran dan tujuan pemasarannya. Karena apabila sasaran dan tujuan tidak direncanakan maka perjuangan yang dijalankan mustahil sanggup bertahan lama.
5. Tempat
Tempat berwirausaha merupakan aspek yang harus dimiliki lantaran sangat menunjang dalam hal wirausaha dan bisa menimbulkan suatu materi pertimbangan oleh konsumen mengenai wirausaha yang sedang dijalankan.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut :
a. Sebagai pola ilham dalam memulai suatu perjuangan baru
b. Sebagai tolak ukur bila mau memulai berwirausaha
c. Menjadi citra dalam berwirausaha bagi pemula wirausaha
d. Mengembangkan jiwa berwirausaha bagi mahasiswa
e. Untuk memenuhi kiprah mata kuliah Kewirausahaan


 BAB II


ISI

A. Sejarah Singkat
Achmad Zulfikar yaitu putra dari Bapak Suherman dan Ibu Juati. Anak ketiga dari empat bersaudara ini berusia 27 tahun mempunyai seorang istri yang berjulukan Putri Karina dan seorang putra berjulukan Achmad Nawawi Faturahman. Panggilan akrabnya yaitu Aa Fikar. Dahulu ia tinggal bersama orangtuanya di kawasan Tamanasari Jl. Mangga Besar IV K Jakarta Barat. Setelah menikah ia tinggal bersama istri dan anaknya di kawasan krukut Jl. Thalib 3 Dalam No.4a Rt.004/Rw.05 Tamansari Jakarta Barat.
Aa Fikar ini dulunya pernah bekerja di sebuah restaurant, namun lantaran banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi untuk keluarganya, honor yang ia dapatkan tidak bisa memenuhi kebutuhannya. Untuk itulah ia memulai berwirausaha kecil-kecilan dirumahnya dengan menjual sosis bakar,ice bubble dan makanan lainnya. Usaha ia sempat berhenti lantaran ia ingin lebih fokus mengurusi istrinya yang sedang hamil.
Setelah kelahiran putra pertamanya, ia berhenti menjadi karyawan di restaurant tempat ia bekerja, kini ia memulai membuka perjuangan barunya yaitu “ANAWFATH CAFE” . Nama tersebut diambil dari nama putra pertamanya, perjuangan ini masih dibilang gres dan kecil-kecilan,dengan tekad dan kesungguhan ia memulai usahanya, diharapkan perjuangan ini semkin berkembang dan lebih maju lagi.

Landasan Trori

1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan (Suryana: 2003) yaitu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan yaitu kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres dan berbeda (create new and different) melalui berfikir kreatif dan inovatif. Suryana (2003) menyampaikan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam membuat nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara gres dan berbeda melalui :
1. Pengembangan teknologi baru
2. Penemuan pengetahuan ilmiah baru
3. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
4. Penemuan cara-cara gres untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya lebih efisien Kreativitas yaitu kemampuan untuk mengembangkan ide-ide gres dan cara-cara gres dalam pemecahan kasus dan menemukan peluang. Sedangkan penemuan yaitu kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan kasus dan menemukan peluang. Makara kreativitas yaitu kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang gres dan berbeda, sedangkan penemuan merupakan kemampuan untuk melaksanakan sesuatu yang gres dan berbeda.

2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan
Meredith et al.. (2002), mengemukakan nilai hakiki penting dari wirausaha
adalah:

1. Percaya diri (self confidence)
Merupakan paduan perilaku dan keyakinan seseorang dalam menghadapi kiprah atau pekerjaan, yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis dan banyak ditentukan oleh kemampuannya untuk memulai, melaksanakan dan menuntaskan suatu pekerjaan. Kepercayaan diri akan menghipnotis gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya. Kunci keberhasilan dalam bisnis adaalh untuk memahami diri sendiri. Oleh lantaran itu wirausaha yang sukses adalahwirausaha yang berdikari dan percaya diri.

2. Berorientasi kiprah dan hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan kiprah dan hasil, yaitu orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan kerja keras. Dalam kewirausahaan peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif. Perilaku inisiatif biasanya diperoleh melalui training dan pengalaman bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, agresif dan semangat berprestasi.
3. Keberanian mengambil risiko
Wirausaha yaitu orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada perjuangan yang kurang menantang. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah lantaran tidak ada tantangan dan menjauhi situasi risiko yang tinggi lantaran ingin berhasil. Pada situasi ini ada dua alternatif yang harus dipilih yaitu alternatif yang mengangung risiko dan alternatif yang konservatif . Pilihan terhadap risiko tergantung pada :
a.       Daya tarik setiap alternatif
b.      Kesediaan untuk rugi
c.       Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal
Selanjutnya kemampuan untuk mengambil risiko tergantung dari :
a.       Keyakinan pada diri sendiri
b.      Kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan
c.       Kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realitis
4. Kempemimpinan
Seorang wirausaha harus mempunyai sifat kepemimpinan, kepeloporan, keteladanan. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa gres dan berbeda sehingga ia menjadi penggerak baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Dan selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai.
5.      Berorientasi ke masa depan
Wirausaha harus mempunyai perspektif dan pandangan ke masa depan, kuncinya  dengan kemampuan untuk membuat sesuatu yang gres dan berbeda dari yang ada sekarang.

2. Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi
Wirausaha yang inovatif yaitu orang yang mempunyai ciri-ciri :
a.       Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan ketika ini, meskipun cara tersebut cukup baik
b.      Selalu menuangkan imajinasi dalaam pekerjaannya
c.       Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan Kewirausahaan yaitu berfikir dan bertindak sesuatu yang gres atau berpikir sesuatu yang usang dengan cara-cara baru.
Menurut Everett E. Hagen ciri-ciri innovational personality sebagai berikut :
a.       terbuka terhadap pengalaman
b.      memiliki kemampuan untuk bekerja dengan penuh imajinasi
c.       mempunyai keyakinan atas evaluasi dirinya dan teguh pendirian
d.      selalu mempunyai kepuasan dalam menghadapi dan memecahkan persoalan
e.       Has a duty or responsibility to achieve, mempunyai kiprah dan rasa tanggung jawab untuk berprestasi
f.       mempunyai kecerdasan dan energik
Sedangkan berdasarkan Alma (2003), jalan menuju wirausaha sukses yaitu :
·         mau kerja keras
·         bekerjasama
·         penampilan yang baik
·         yakin
·         berilmu membuat keputusan
·         mau menambah ilmu pengetahuan
·         ambisi untuk maju
·         berilmu berkomunikasi
Proses kreatif dan inovatif (Suryana: 2003) hanya dilakukan oleh orangorang yang mempunyai jiwa dan perilaku kewirausahaan yaitu :
a.       Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
b.      Berinisiatif (energik dan percaya diri)
c.       Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
d.      Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil resiko dengan penuh perhitungan) dan Suka tantangan.
Faktor pribadi yang menghipnotis kewirausahaan : motif berprestasi, komitmen, nilai-nilai pribadi, pendidikan dan pengalaman. Sedangkan dari faktor lingkungan yaitu peluang, model kiprah dan aktivitas.
3. Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha yang sukses pada umumnya yaitu mereka yang mempunyai kompetensi yaitu : seseorang yang mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang mencakup sikap, motivasi, nilai serta tingkah laris yang diharapkan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan yang harus dimiliki Suryana (2003) :
a.       Managerial skill
b.      Conceptual skill
c.       Human skill (keterampilan memahami, mengerti, berkomunikasi dan berelasi)
d.      Decision making skill (keterampilan merumuskan kasus dan mengambil keputusan)
e.       Time managerial skill ( keterampilan mengatur dan menggunakan waktu) Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan individu yang eksklusif besar lengan berkuasa pada kinerja, Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang ingin dicapai.

C. Analisis Keberhasilan

disimpulkan sebagai berikut :

1. Kebutuhan Pokok
a. Sandang
Kebutuhan sandang / pakaian ia dan keluarganya terbilang memadai.
b. Pangan
Untuk kebutuhan pangan, keluarga ini mempunyai cara tersendiri untuk memenuhinya dengan membuat makanan dirumah/ tidak beli diwarung nasi atau tempat makan, untuk menghemat waktu dan mengembangkan kemampuan memasaknya.
c. Papan
Saat ini ia masih tinggal dirumah ibu mertuanya, dulu ia sempat mengontrak rumah namun lantaran jarak yang terlalu jauh mereka kembali kerumah yang kini dibuatnya perjuangan Anawfath Café.
d. Kesehatan
Untuk kesehatan ia dan keluarganya tidak menggunakan jasa asuransi apapun.
e. Pendidikan
Pendidikan terakhir pemilik Anawfath Café ini yaitu Sekolah Menengan Atas ,tetapi ia mempunyai cukup pengalaman bekerja diberbagai tempat dan aneka macam bidang pekerjaan.

2. Hutang Vs Kartu Kredit
Untuk memulai usahanya ini pemilik memperoleh modal dari hasil kerja kerasnya selama ia bekerja dan ditambah dengan santunan dari pihak lain .

3.      Manfaat untuk orang lain
Usaha ini terperinci memperlihatkan manfaat untuk orang lain , salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan gres untuk orang-orang yang butuh pekerjaan dan mengembangkan kemampuan wirausahanya.

4. Gaya Hidup
Gaya hidup ia bisa dibilang sangat sederhana, ramah, gampang bergaul dan mau menyebarkan dengan siapapun yang kesulitan.






BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dimana ada kemauan, usaha, kerja keras dan berfikir maju maka segala kesulitan akan menjadi kemudahan. Terbukti dengan cerita dari Bang Djaja yang dulunya susah payah membuka usaha, hingga meminjam uang untuk modal usahanya, kini ia bisa menandakan ia bisa menjadi wirausaha yang sukses.
Hidup sulit dan sangat sederhana tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha, hingga ia menjadi suksespun ia tetap menjadi Bang Djaja yang ramah dan bersahaja. Dari gerobak kecil hingga menjadi warung yang cukup besar ia rai dengan kerja keras. Berusaha memuaskan konsumennya dan tak henti pula ia berkreasi untuk mengembangkan usahanya.



SARAN
Menumbuhkan Jiwa dan Kompetisi Kewirausahaan
1. Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Mungkin kita pernah mendengar bahwa keluarga yang kaya akan memunculkan bawah umur yang kaya lantaran mereka terbiasa kaya. Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha lantaran memang bapakibunya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adlah keturunan pengusaha. Anggapan menyerupai ini berdasarkan hemat penulis merupakan pemikiran yang keliru. Tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Mungkin hal ini terjadi lantaran aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat menghipnotis jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha. Menjadi wirausaha (entrepreneur) tentu saja merupakan hak azasi semua kita. Jangan lantaran mentang-mentang kita tidak punya turunan pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha. Langkah awal yang kita lakukan apabila berminat terjun ke dunia wirausaha yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di diri kita. Banyak cara yang sanggup dilakukan misalnya:

1.      Melalui pendidikan formal. Kini aneka macam forum pendidikan baik menengah maupun tinggi menyajikan aneka macam jadwal atau paling tidak mata kuliah kewirausahaan
2.      Melalui seminar-seminar kewirausahaan. Berbagai seminar kewirausahaan seringkali diselenggarakan dengan mengundang pakar dan praktisi kewirausahaan sehingga melalui media ini kita akan membangun jiwa kewirausahaan di diri kita
3.      Melalui pelatihan. Berbagai simulasi perjuangan biasanya diberikan melalui training baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan outdoor). Melalui training ini, keberanian dan ketanggapan kita terhadap dinamika perubahan linghkungan akan diuji dan selalu diperbaiki dan dikembabngkan
4.      Otodidak. Melalui aneka macam media kita bisa menumbuhkan semangat berwirausaha. Misalnya melalui biografi pengusaha sukses (sucess story), media televisi, radio majalah koran dan aneka macam media yang sanggup kita susukan untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita. Melalui aneka macam media tersebut ternyata setiap orang sanggup mempelajari dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Pertanyaannya, aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa seseorang dikatakan memilki jiwa wirausaha ? Untuk membahas lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut, penulis akan mencoba membahas pendapat Suryana (2003) bahwa orang-orang yang mempunyai jiwa dan perilaku kewirausahaan yaitu :

a. Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
Percaya diri dalam menentukan sesuatu, percaya diri dalam menjalankan sesuatu, percaya diri bahwa kita sanggup mengatasi aneka macam resiko yang dihadapi merupakan faktor yang fundamental yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang mempunyai jiwa wirausaha merasa yakin bahwa apa-apa yang diperbuatnya akan berhasil walaupun akan menghadapi aneka macam rintangan. Tidak selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.

b. Berinisiatif (energik dan percaya diri)
Menunggu akan sesuatu yang tidak niscaya merupakan sesuatu yang paling dibenci oleh seseorang yang mempunyai jiwa wirausaha. Dalam menghadapi dinamisnya kehidupan yang penuh dengan perubahan dan problem yang dihadapi, seorang wirausaha akan selalu berusaha mencari jalan keluar. Mereka tidak ingin hidupnya digantungkan pada lingkungan, sehingga akan terus berupaya mencari jalan keluarnya.

c. Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
Berbagai sasaran demi mencapai sukses dalam kehidupan biasanya selalu dirancang oleh seorang wirausaha. Satu demi satu targetnya terus mereka raih. Bila dihadapkan pada kondisi gagal, mereka akan terus berupaya kembali memperbaiki kegagalan yang dialaminya. Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang berjiwa entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses dalam hidupnya. Bagi mereka masa depan yaitu kesuksesan yaitu keindahan yang harus dicapai dalam hidupnya.

d. Memiliki jiwa kepemimpinan (berani tampil berbeda dan berani mengambil
resiko dengan penuh perhitungan) Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci menjadi wirausahawan sukses. Berani tampil ke depan menghadapi sesuatu yang gres walaupun penuh resiko. Keberanian ini tentunya dilandasi perhitungan yang rasional. Seorang yang takut untuk tampil memimpin dan selalu melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha. Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, aib yang berlebihan, takut salah dan merasa rendah diri yaitu sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.

e. Suka tantangan
Kita mungkin sering membaca atau menyaksikan beberapa kasus mundurnya seorang manajer atau direktur dari suatu perusahaan. apa yang menimbulkan mereka hengkang dari perusahaannya dan meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer? Sebagian dari mereka ternyata merasa jenuh terus menerus mengemban kiprah rutin yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis yang selama ini belim mereka dapatkan di perusahaan tempat mereka bekerja. Akhirnya mereka menelusuri kegiatan menyerupai apakah yang sanggup memuaskan kebutuhan mereka akan tantangan ? “Berwirausaha” ternyata menjadi pilihan sebagian besar manajer yang sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan. Mengapa “wirausah ?” Ternyata begitu banyak variasi pekerjaan dan perubahan yang sangat menantang dalam dunia wirausaha.


2. Menumbuhkan Kompetensi Kewirausahaan
Wirausaha yang sukses pada umumnya yaitu mereka yang mempunyai kompetensi yaitu : seseorang yang mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang mencakup sikap, motivasi, nilai serta tingkah laris yang diharapkan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan.
Keterampilan yang harus dimiliki :

a. Managerial skill
Managerial skill atau keterampilan manajerial merupakan bekal yang harus dimiliki wirausaha. Seorang wirausahawan harus bisa menjalankan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan biar perjuangan yang dijalankannya sanggup mencapai tujuan yang diinginkan. Kemampuan menganalisis dan mengembangkan pasar, kemampuan mengelola sumber daya manusia, material, uang, kemudahan dan seluruh sumber daya perusahaan merupakan syarat mutlak untuk menjadi wirausaha sukses. Secara garis besar ada dua cara untuk menumbuhkan kemampuan manajerial, yaitu melalui jalur formal dan informal. Jalur formal contohnya melalui jenjang forum pendidikan sekolah menengah kejuruan bisnis dan manajemen atau melalui pendidikan tinggi contohnya departemen manajemen niaga atau departemen manajemen yang tersebar aneka macam perguruan tinggi tinggi baik negeri maupun swasta. Jalur informal, contohnya melalui seminar, training dan otodidak
serta melalui pengalaman.


b. Kemampuan untuk merumuskan tujuan
 Kebijakan dan taktik perjuangan merupakan landasan utama menuju wirausaha sukses. Tidak gampang memang mendapat kemampuan ini. Kita harus akstra keras mencar ilmu dari aneka macam sumber dan terus mencar ilmu dari pengalaman sendiri dan pengalaman orang lain dalam berwirausaha.

c. keterampilan memahami
Mengerti, berkomunikasi dan berelasi Supel, gampang bergaul, simpati dan tenggang rasa kepada orang lain yaitu modal keterampilan yang sangat mendukung kita menuju keberhasilan usaha. Dengan keterampilan menyerupai ini, kita akan mempunyai banyak peluang dalam merintis dan mengembangkan usaha. Upaya yang sanggup dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini contohnya denganmelatih diri diberbagai organisasi, bergabung dengan klub-klub hobi dan melatih kepribadian kita biar bertingkah laris mentenangkan bagi orang lain

d. keterampilan merumuskan kasus dan mengambil keputusan
Sebagai seorang wirausaha, kita seringkali dihadapkan pada kondisi ketidakpastian. Berbagai permasalahan biasanya bermunculan pada situasi menyerupai ini. Wirausaha dituntut untuk bisa menganalisis situasi dan merumuskan aneka macam kasus untuk dicarikan aneka macam alternatif pemecahannya. Tidak gampang memang menentukan alternatif terbaik dari aneka macam alternatif yang ada. Agar tidak salah menentukan alternatif, sebelum mengambil keputusan, wirausaha harus bisa mengelola info sebagai materi dasar pengambilan keputusan.
Keterampilan memutuskan sanggup kita pelajari dan kita berdiri melalui aneka macam cara. Selain pendiudikan formal, pendidikan informal melalui pelatihan, simulasi dan menyebarkan pengalaman sanggup kita peroleh.


e. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu
Para pakar psikologi menyampaikan bahwa salah satu penyebab atau sumber stress yaitu ketidakmampuan seseorang dalam mengatur waktu dan pekerjaan. Ketidakmampuan mengelola waktu membuat pekerjaan menjadi menumpuk atau tak kunjung selesai sehingga membuat jiwanya resah dan tidak tenang. Seorang wirausaha harus terus mencar ilmu mengelola waktu. Keterampilan mengelola waktu sanggup memperlancar pelaksanaan pekerjaan dan rencana-rencana yang telah digariskan.

KUTIPAN

 Memang kegagalan merupakan cambuk untuk sebuah kesuksesan tapi dibalik kegagalan itu niscaya ada hikmahnya. Ada pepetah bilang “masih banyak jalan menuju roma” kita memang harus selalu optimis dengan semuanya. Dalam segala hal yang kita lakukan niscaya ada ujian, cobaan dan tantangannya. Secara tidak disadari itu merupakan musuh yang tidak kita ketahu darimana datangnya, arahnya dan tujuanya tapi itu semua memang harus kita hadapi. Bila kita bisa menghadapinya maka tunggulah kesuksesan telah menunggu. Tapi kita juga jangan lupa berdoa lantaran dalam suatu hadis dikatakan “kejarlah akhiratmu maka dunia akan mengejarmu”jadi dalam melaksanakan perjuangan apapun harus diimbangi dengan keimanan.


baca juga arikel tentang Sejarah Menara Effiel :)




Sumber http://catatanmakalah.blogspot.com


EmoticonEmoticon