Minggu, 29 Juli 2018

Membaca Cepat Dan Pengukuran Kecepatan Membaca

Hakikat Kecepatan Membaca
Kegiatan membaca mempunyai banyak sekali tujuan. Bila tujuan yang hendak dicapai ialah dengan cepat dan sempurna serta sanggup menanggapi dan memahami sesuatu   yang dituliskan secara efesien, maka faktor kecepatan membaca memegang  peranan yang sangat penting. Hal itu disebabkan membaca secara lambat akan memboroskan waktu dan mengakibatkan wacana yang gampang akan terasa sukar. Lain lagi, dengan orang yang sanggup membaca cepat akan sanggup menghemat waktu dan informasi yang diperoleh akan lebih banyak.




Untuk membantu biar para siswa menjadi pembaca yang baik dari lebih efesien, sanggup dilakukan dengan menunjukkan pengajaran serta praktek mengenai kelenturan atau fleksibilitas dalam kecepatan membaca dikaitkan tujuan yang hendak dicapai. Selain itu, perlu diperhatikan jenjang pendidikan siswa yang akan diberikan pengajaran membaca cepat tersebut.

Nurhadi (1989:29) mengklasifikasikan kecepatan membaca pada jenjang:
SD/SLTP     : 200 kata/menit
SLTA           : 250 kata/menit
Mahasiswa  : 325 kata/menit
Pasca sarjana       : 400 kata/menit
Orang dewasa       : 200 kata/menit

Dengan demikian, kecepatan membaca tiap jenjang pendidikan berbeda-beda. Namun, ketentuan tersebut sanggup saja berubah sesuai dengan situasi tertentu misalnya, dalam keadaan terdesak seseorang harus melipatgandakan kecepatan membaca dari biasanya.

Membaca dengan kecepatan tertentu bukan berarti akan berkurang atau tanpa pemahaman akan wacana. Akan tetapi, dengan membaca cepat akan menghasilkan pemahaman dan prestasi berguru lebih baik. Seperti dikatakan dalam psikologi umum: ingatan, bahwa: “hasil berguru yang baik itu diperoleh dalam membaca yang tercepat” ( Verbeek S.J.,1985:22). Pernyataan Verbeek pun diperkuat oleh Baradja (1976: 2-3):

Membaca cepat tidak hanya memperbaiki prestasi waktu, tetapi menambah banyaknya informasi yang sanggup diserap oleh pembaca. Ini dimungkinkan lantaran pembaca tidak lagi mempunyai kebiasaan membaca kata demi kata, tetapi  ia sanggup menggerakkan matanya dengan pola-pola tertentu, sehingga satuan-satuan pengertian sanggup ditangkapnya dengan efesien.

Dengan demikian, perlu adanya adaptasi membaca cepat pada siswa-siswa sekolah menengah sebagai modal bagi mereka dalam menangkap informasi-informasi yang semakin pesat dikala ini.

Pengukuran Kecepatan Membaca
Kecepatan membaca dan pemahaman saling bekerjasama erat. Kecepatan membaca merupakan kecepatan pemahaman akhirnya membaca cepat tanpa memahami isi bacaan tidak sanggup dikatakan membaca (Soedarso, 1994:14). Kecepatan membaca mempengaruhi pemahaman membaca. Sebagai  implikasinya ialah kecepatan membaca harus diubahsuaikan dengan tujuan dan jenis bacaannya.

Untuk mengetahui kecepatan membaca seseorang sanggup dipakai rumus berikut ini:
Jumlah kata yang dibaca / Jumlah detik untuk membaca x 60= jumlah kata per menit (kpm) (Soedarso, 1994:14)
Misalkan kecepatan membaca seseorang ialah 800 kata dalam 3 menit dan 20 detik atau total 200 detik, maka kecepatan mebaca orang tersebut adalah:   800/200 x 60 = 240 kpm

Hakikat Skimming ‘Membaca Sekilas/Selintas’
Seseorag yang akan   membaca dengan tujuan untuk mendapat  citra umum perihal wacana akan membaca wacana secara menyeluruh tanpa terlalu memperhatikan secara rinci kata-kata sulit dan informasi yang mendetil. Kegiatan ini merupakan slah satu cara yang sanggup dilakukan ketika siswa membaca wacana. Cara ini dikenal dengan sebutan skimming. Dalam bahasa Indonesia skimming banyak diterjemahkan sebagai ‘membaca sekilas’atau ‘membaca selintas’.

Secara tidak disadari, bergotong-royong orang sering melaksanakan skimming ketika membaca gosip atau artikel tertentu. Hal itu dilakukan lantaran orang tersebut tidak mempunyai waktu yang cukup banyak untuk berlama-lama membaca sehingga orang tersebut cenderung membaca artikel atau informasi yang paling khusus dari wacana yang dibacanya.

Tentang skimming atau membaca selintas, Widyamartaya (1992:44) menjelaskan bahwa: “membaca selintas dipakai dengan tujuan melaksanakan tinjauan sepintas kemudian terhadap suatu bacaan  untuk memperoleh suatu keterangan khusus yang diperlukan”. Keterangan khusus yang dimaksudkan sanggup saja berupa angka-angka, fakta-fakta tertentu, data statistik, atau informasi khusus yang berkenaan dengan isi bacaan.

Dalam bukunya, Tarigan (1985:32) mengemukakan tujuan membaca skimming, yaitu:
  • untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, goresan pena singkat;
  • untuk menemukan hal-hal tertentu dari suatu materi bacaan;
  • untuk menemukan atau menempatkan materi yang diharapkan dalam perpustakaan.


Untuk itu, aktivitas membaca yang aktif lantaran melibatkan gerakan mata, aktivitas otak, dan penerapan teknik membaca yang baik ini perlu dilatihkan secara intensif.

Selain Tarigan, Soedarso (1994:88-89) pun mengemukakan tujuan membaca secara skimming. Tujuan skimming ialah sebagai berikut:
  • untuk mengenali topik bacaan;
  • untuk mengetahui pendapat orang lain (opini);
  • untuk mendapat cuilan penting yang kita perlukan tanpa membaca seluruhnya;
  • untuk mengetahui organisasi penulisan, urutan inspirasi pokok dan cara semua itu disusun dalam kesatuan pikiran dan mencari relasi antara cuilan bacaan;
  • untuk penyegaran apa yang pernah dibaca contohnya dalam mempersiapkan ujian atau sebelum memberikan ceramah.
  •  

Dengan demikian, skimming dapat dipakai oleh banyak sekali kalangan dalam situasi dan tujuan tertentu.

Keuntungan melaksanakan skimming ialah pembaca sanggup menemukan inti dari suatu wacana dengan cepat. Dengan melaksanakan aktivitas skimming, pembaca bermaksud mencari inti dari suatu wacana dengan cepat. Dengan melaksanakan aktivitas skimming, pembaca bermaksud mencari inti wacana dengan memanfaatkan segala akomodasi yang ada alam wacana tersebut, ibarat grafik, kata-kata dicetak miring, atau digarisbawahi dan sebagainya. Perlunya siswa dilatih teknik skimming dalam pembelajaran membaca ialah untuk mempermudah siswa menemukan suatu citra umum dan memahami wacana dengan cepat.

Tarigan (1985:31) menguraikan cara  menyajikan atau memperaktekkan skimming kepada para siswa, antara lain:
  • Bacalah sekilas kutipan ini untuk melihat apakah balasan atas pertanyaanmu itu ada atau tidak di dalamnya.
  • Bacalah sekilas dongeng ini, kemudian ceritakan kepada saya isinya. Kemudian bacalah itu secara biasa apakah kau memperoleh informasi lain?
  • Bacalah sekilas makalah ini, dan ceritakanlah pada teman-temanmu urutan peristiwa-peristiwanya.



= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com


EmoticonEmoticon