Minggu, 22 Juli 2018

Pengertian Kreativitas, Proses Dan Ciri-Ciri Kreativitas

A. Pengertian Kreativitas
Pengertian kreativitas ialah kemampuan individu untuk mempergunakan imaginasi dan banyak sekali kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan inspirasi atau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang gres serta bermakna.

Menurut Lumsdaine (1995: 14) pengertian kreativitas menurut adalah mempergunakan imaginasi dan banyak sekali kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan inspirasi atau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang gres serta bermakna. Artinya menyebarkan pemikiran alternatif atau kemungkinan dengan banyak sekali cara sehingga bisa melihat sesuatu dari banyak sekali sudut pandang dalam interaksi individu dengan lingkungan  sehingga diperoleh cara-cara gres untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna.




Pernahkah anda merasa pemikiran kosong atau merasa tidak berdaya alasannya tidak sanggup berbuat apa-apa?. Kreativitas merupakan kegiatan dinamis  dalam diri kita yang melibatkan proses mental pada alam sadar maupun di bawah sadar. Pada ketika kita menyampaikan dalam alam bawah sadar tidak bisa melaksanakan maka secara sadar kita menjadi tidak bisa melakukan. Sebaliknya pada ketika kita memperlihatkan kemampuan kita melaksanakan sesuatu secar sadar maka akan tumbuh keberhargaan diri pada alam bawah sadar dan tertampilkan kembali dalam sikap percaya diri. 

Kreativitas melibatkan keseluruhan otak. Seseorang akan bertindak kreatif manakala mempergunakan potensi otak dengan optimal. Mempergunakan kedua serpihan otak, otak kiri dan otak kanan.  Otak kiri yang mengatur kemampuan kebijaksanaan dan otak kanan yang mengatur humanistis. Implikasinya setiap kasus yang tiba dilihat tidak hanya dari kacamata kebijaksanaan tetapi banyak sekali dimensi yang menyertainya. Contoh sederhana, kalau ditanyakan pada Bapak ibu apa guna pensil?. Jawaban secara kebijaksanaan ialah alat untuk menulis atau menggambar sesuai dengan fungsi utama. Mari kita memakai otak kanan, dengan bentuk dan kondisinya pensil sanggup dipergunakan untuk mengganjal jendela, konde rambut ataupun membolongi kertas.

Kreativitas mengekspresikan  kualitas solusi penyelesaian masalah. Kunci kreativitas ialah kemampuan menilai permasalahan dari banyak sekali sudut pandang sehingga menjadi solusi yang lebih baik.

Menurut Mamat Supriatna (2006), kreativitas ialah kemampuan cipta, karsa dan karya seseorang untuk sanggup membuat sesuatu yang baru. Sesuatu yang gres itu sanggup ditemukan dengan menghubungkan atau menggabungkan sesuatu yang sudah ada. Kreativitas ialah talenta yang dimiliki oleh setiap orang yang sanggup dikembangkan dengan training dan aplikasi yang tepat. Banyak studi telah dilakukan ihwal sikap kreatif dari para musisi, ilmuwan besar, arsitek, pujangga, dan pelukis. Hasilnya ialah bahwa proses kreativitasnya sama, baik kreativitas itu terpusat pada pemecahan kasus sehari‑hari, atau inovasi ilmiah tingkat tinggi.

Menurut Need Herrmann intinya kalau kita melibatkan secara penuh pikiran yang dimiliki sehingga membangkitkan  inspirasi dan kenyataan ihwal sesuatu yang diinginkan atau ingin dicapai kita memfasiliasi berkembangnya kreativitas. Kekuatan pikiran membayangkan banyak sekali kemungkinan dalam mencapai apa yang diinginkan dalam koridor norma-norma yang sanggup ditoleransi. Artinya orang kreatif tahu apa yang diinginkan dan sanggup menetapkan tujuan berperilaku.


B. Mengapa Perlu Mengembangkan Kreativitas
Manusia ialah makhluk yang diberi kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan banyak sekali situasi dan tantangan kehidupan. Perubahan yang terus menerus secara global menuntut insan menyesuaikan diri dengan cepat  terhadap banyak sekali situasi dan kondisi yang seringkali tidak sanggup diprediksi. Tingkat keragaman dan kedalam permasalahan sangat tinggi alasannya berada dalam koridor konteks yang kompleks. Manusia dituntut memikirkan dan bertindak dengan banyak sekali cara untuk sanggup menguraikan kompleksitas tantangan dan memikirkan banyak sekali alternatif tndakan yang sanggup dilakukan untuk menghadapi tantatangan, utuk itulah insan membutuhkan kretaivitas.

Kemampuan menyesuaikan diri dipengaruhi oleh bagaimana insan memandang suatu permasalahan. Apakah permasalahan dianggap sesuatu yang menyulitkan, merugikan dan mengancam diri atau permasalahan dipandang sebagai tantangan yang membuat diri menjadi lebih tahu, terampil atau bisa bertindak lebih baik. Orientasi memandang suatu kasus merupakan kunci awal seseorang mempunyai kreativitas. Pandangan positif memfasilitasi berkembangnya imajinasi ihwal kondisi yang harus dihadapi sehingga kasus sanggup dilihat secara komprehensif. Imajinasi banyak sekali pengalaman sendiri dan atau orang lain yang dimaknai sebagai  proses mencar ilmu memberi peluang pada inidividu melihat banyak sekali kemungkinan  atau alternatif tindakan yang sanggup dilakukan.

Pola asuh orang renta maupun pendidikan di sekolah membuat banyak orang di Indonesia tidak sanggup memperlihatkan kreativitas. Orang renta bertindak atas dasar aturan-aturan baku yang tidak memfasilitasi adanya celah untuk berubah. Dengan banyak sekali alasan dari mulai tabu, pamali, kata orang tua, hingga  menjadi kode yang berharga mati. Sebuah pelanggaran yang dilakukan anak pada aturan tersebut membuat anak dicap bandel oleh orang tua. Contoh anak usia taman kanak-kanak berada pada masa bahagia mencoret-coret apapun menjadi gambar yang belum jelas. Orang renta menganggap bandel alasannya mengotori tembok atau meja. Padahal kalau orang renta memfasiliasi ruangan dengan melekat kertas roti setinggi tubuh anak di tembok yang diganti setiap waktu sehabis penuh  coretan yang dibentuk anak pada kertas tersebut membuat keterampilan motorik halus tangan dan jari mencapai kematangan. Hal penting lain  yang diperoleh anak dari kegiatan tersebut ialah berkebanggannya mencoretkan apapun sesuai bentuk yang ada pada anggannya.

Pengalaman mencar ilmu yang diperoleh di sekolah tidak jauh berbeda, kurukulum dan proses pembelajaran menuntut anak bertindak sama atas stimulasi yang diberikan. Dari semenjak taman kanak-kanak anak dipaksa untuk menggabar daun berwarna hijau padahal ada daun berwarna kuning,  ada daun berwarna merah, atau  malah putih dalam kehidupan nyata keseharian. Jika imajinasi ihwal daun berkembang ada banyak sekali kemungkinan warna sebagai gradasi dari hijau, kuning dan merah. Secara teoritik aturan mendel menjustifikasi kemungkinan tersebut.

Variasi dan keragaman harus dipandang sebagai potensi yang membuat kehidupan menjadi menarik dan berwarna. Hal yang tidak menyenangkan kalau semua orang berpikir dan bertindak seragam. Kehidupan menjadi mati alasannya orang akan bergerak dan beryindak dalam rutinitas yang sistematik terkontrol. Manusia menjadi tidak berbeda dengan robot.

Bersikap kreatif membawa dampak positif pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pada diri sendiri mendorong aktulisasi potensi yang dimiliki. Bagi orang lain menawarkan kepuasaan alasannya tindakan yang dilakukan dalam waktu yang lebih cepat, memberi hasil yang lebih tepat, hasil yang lebih banyak, dan merupakan hasil karya yang orisinal dan unik.

Meningkatkan Potensi dan Ketahanan Mental
Setiap insan dianugrahi potensi yang dibawa semenjak lahir dan akan bermetamorfosis prestasi diri manakala insan berinteraksi dengan lingkungan. Pendidikan dalam hal ini sekolah harus menjadi lingkungan perkembangan yang aman untuk berkembang dan teraktualisasikannya potensi yang dimiliki. Mengetahui dan memahami potensi diri merupakan modal dasar untuk menyebarkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk menjalani kehidupan yang lebih efektif, adaptif dan produktif. Implikasinya kreativitas ialah menyebarkan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara kompleks untuk menuntaskan banyak sekali permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta mempunyai kepekaan terhadap peluang dan memanfaatkannya untuk kebermaknaan kehidupan secara optimal.

Seseorang yang secara kreatif menyebarkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki mempunyai ketahanan mental yang lebih kuat, alasannya bisa melihat kasus secara lebih jernih dengan mempertimbangkan banyak sekali sudut pandang, mengakibatkan kasus sebagai tantangan untuk mencapai kesuksesan, serta bisa memikirkan dan menentukan solusi  yang paling mungkin dilakukan secara tepat.

C. Proses Kreatif / Kreativitas
Proses kreatif sanggup digambarkan dalam empat tingkatan, yaitu :
1) Tingkat persiapan, perjuangan dibentuk untuk memahami dan mengerti ihwal kebutuhan personal. Individu menawarkan perhatian secara mendetail terhadap objek sehingga dipahami secara utuh dalam banyak sekali dimensi sudut pandang. Sudut pandang paling tidak mencakup kondisi fisik objek, kegunaan atau manfaat, serta suasana atau situasi yang terbentuk alasannya keberadaan objek. Kebutuhan individu akan terkait dengan ketiga sudut pandang secara parsial, kombinasi maupun sebagai keutuhan. Contoh pada ketika melihat bangku siswa, individu akan menawarkan perhatian dari sisi fisik apakah bentuknya cukup mewakili sebuah bangku atau kawasan untuk duduk dan apakah tidak ada bab yang membahayakan. Dari sudut pandang kegunaan atau manfaat apakah bangku cukup berpengaruh untuk diduduki atau menahan berat tubuh siswa. Dari sudut pandang suasana atau situasi yang tercipta apakah posisi bangku tidak menghalangi siswa atau guru berjalan, mendukung suanasana kelas yang menyamankan dan apakah cukup pantas untuk menempati bab dari ruangan.

2) Tingkat inkubasi (pengeraman), yaitu upaya untuk menyebarkan inspirasi dari perhatian yang diberikan untuk menjawab kasus yang dihadapi individu. Contoh : pada ketika sekolah mempunyai ruangan  dengan ukuran tertentu yang harus menampung sejumlah siswa untuk duduk dan menulis, maka bentuk dan ukuran bangku ibarat apa yang harus dibentuk atau dibeli sehingga memenuhi tujuan yang diharapkan.

3) Tingkat wawasan, yang membawa individu pada pengertian baru. Artinya terbuka kemungkinan terjadi perubahan bentuk, ukuran dan fungsi dari suatu objek untuk memenuhi beberapa tujuan yang diharapkan. Contoh : ruangan yang ada tidak memungkinkan diisi dengan meja dan bangku alasannya akan membuat siswa tidak leluasa bergerak. Yang dibutuhkan ialah bangku yang juga berfungsi sebagai meja dan kawasan menyimpan barang/ tas, cukup ringan untuk dipindahkan dan dirapihkan dengan cara melipat kursi, bisa menahan beban sebarat 30 – 50 kg dan tinggi 120 – 160 cm, serta cukup memberi ruangan untuk bergerak keluar dan duduk.

4) Tingkat pengesahan/penemuan, yang menyadarkan individu ihwal inspirasi kreatif akreditasi atau tingkat implementasi. Upaya mewujudkan inspirasi dalam bentuk nyata. Contoh : untuk memperoleh bangku sesuai kebutuhan pada tingkat wawasan awalnya perlu dibuatkan gambar, mempertimbangkan bahan, mengerjakan, menata dalam ruangan dan memanfaatkan benda baru.

D. Ciri-ciri Orang Kreatif (Kreatifivitas)
Seseorang yang kreatif / kreativitas mempunyai karakteristik sebagai berikut :
  • Cenderung melihat suatu kasus sebagai tantangan untuk memperlihatkan kemampuan diri.
  • Cenderung memikirkan alternatif solusi/tindakan yang tidak dilakukan oleh orang-orang pada umumnya atau bukan sesuatu yang sudah biasa dilakukan.
  • Tidak takut untuk mencoba hal-hal baru.
  • Mau mencar ilmu mempergunakan cara, teknik dan peralatan baru.
  • Tidak takut dicemoohkan oleh orang lain alasannya berbeda dari kebiasaan
  • Tidak aib bertanya banyak sekali informasi ihwal sesuatu hal yang dianggap menarik.
  • Tidak cepat puas terhadap hasil yang diperoleh.
  • Toleran terhadap kegagalan dan frustasi.
  • Memikirkan apa yang mungkin sanggup dilakukan atau dikerjakan dari suatu kondisi, keadaan atau benda.
  • Melakukan banyak sekali cara yang mungkin dilakukan dengan tetap berdasar pada integritas,  kejujuran, menjujung sistem nilai,  dan bertujuan positif.
  • Tindakan yang dilakukan efektif, efisien, dan produktif.




= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com


EmoticonEmoticon