(Kode INFORMAT-0030) : Skripsi Implementasi Graph Coloring Dalam Pemetaan Daerah Kabupaten X
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teori graph merupakan topik yang banyak menerima perhatian dikala ini, alasannya ialah modelmodel yang ada pada teori graph mempunyai kegunaan untuk aplikasi yang luas. Walaupun teori graph berasal dari bidang ilmu Matematika, namun pada penerapannya, teori graph sanggup dihubungkan dengan aneka macam bidang ilmu dan juga kehidupan sehari-hari. Sedemikian banyaknya pengaplikasian graph dalam dunia ini, bila perlu dikatakan tidak ada habis-habisnya kalau dibahas setiap aplikasi graph, alasannya ialah setiap bidang ilmu sanggup dikaitkan dengan graph menyerupai problem dalam jaringan komunikasi, transportasi, ilmu komputer, riset operasi, ilmu kimia, Sosiologi, Kartografi dan lain sebagainya. Teori-teori mengenai graph ini telah banyak dikembangkan dengan aneka macam algoritma yang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing dalam menyelesaikannya.
Graph ialah himpunan pasangan tak berurut antara vertex (titik atau node) dan edge (garis atau arcs). Begitu banyak struktur yang sanggup direpresentasikan dengan graph, dan banyak problem yang sanggup diselesaikan dengan sumbangan graph. Jaringan persahabatan pada situs pertemanan online atau facebook sanggup direpresentasikan dengan graph, vertex-nya ialah para pemakai facebook dan ada edge antara A dan B kalau dan hanya kalau A berteman dengan B. Perkembangan algoritma untuk menangani graph akan berdampak besar bagi ilmu komputer.
Teori pewarnaan graph merupakan salah satu objek yang menarik dan populer dalam bidang teori graph. Pewarnaan graph dibagi dalam 3 bagian, yaitu pewarnaan vertex, pewarnaan edge, dan pewarnaan region. Suatu pewarnaan region dari sebuah graph sanggup dilakukan (seperti pemberian warna pada wilayah-wilayah di peta) dengan cara menciptakan dual dari peta tersebut.
Salah satu aplikasi dalam teori pewarnaan graph ialah memilih warna-warna yang sesuai pada sebuah peta. Teori pewarnaan wilayah (region coloring) ini diaplikasikan pada peta Kabupaten X. Algoritma yang dipakai dalam memilih warna pada peta Kabupaten X ini, yaitu algoritma Seguential Coloring meskipun algoritma ini masih bergantung pada urutan penomoran dari vertex pada graph, namun laba dari algoritma Sequential Coloring ialah efiensinya.
Algoritma Sequential Coloring ialah sebuah algoritma untuk mewarnai sebuah graph dengan k-warna, k ialah bilangan integer positif. Metoda yang dipakai algoritma ini ialah dengan pewarnaan eksklusif pada sebuah graph dengan warna yang sesedikit mungkin. Namun Algoritma Sequential Coloring ini masih bergantung pada urutan penomoran dari vertex-vertex pada graph.
1.2 Rumusan masalah
Apabila pemetaan Kabupaten X sanggup dilakukan maka potensi masingmasing kecamatan dan kelurahan di Kabupaten X sanggup diketahui dengan cepat. Permasalahannya ialah bagaimana cara mengimplementasikan graph coloring dalam memetakan Kabupaten X biar dengan melihat peta sanggup dengan gampang mengetahui potensi kawasan X.
1.3 Batasan Masalah
Batasan problem yang menjadi pola dalam pengerjaan skripsi ini ialah :
1. Graph Coloring yang akan diimplementasikan yaitu hanya pada pecahan region coloring saja.
2. Data yang diinformasikan ialah data yang sanggup diperoleh dari kantor Bupati Kabupaten X hingga pada tanggal penelitian X.
3. Perancangan sistem yang dilakukan tidak hingga kepada perancangan sistem online.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ialah :
1. Mengimplementasikan graph coloring dalam pemetaan kawasan Kabupaten X.
2. Merancang sistem info potensi kawasan Kabupaten X.
1.5 Manfaat Penelitian
Apabila penelitian ini berhasil, maka diperlukan Bupati Kabupaten X sanggup mengetahui peta potensi kawasan dengan cepat dan sanggup mengakses info potensi kawasan masing-masing dari sistem yang telah disediakan. Kemudian langkah selanjutnya yaitu sanggup dilakukan perencanaan kegiatan sistem online di daerah-daerah kecamatan Kabupaten X.
1.6 Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu :
1. Studi literatur perihal graph coloring.
2. Merepresentasikan batas wilayah kecamatan sebagai edge dan perpotongan antara batas wilayah sebagai vertex.
3. Merepresentasikan wilayah Kabupaten X sebagai suatu graph.
4. Mengimplementasikan coloring graph dalam pewarnaan masing-masing kawasan kecamatan pada Kabupaten X.
5. Pengumpulan data potensi kawasan masing-masing kecamatan Kabupaten X.
6. Perancangan sistem info potensi masing-masing kecamatan pada Kabupaten X.
7. Pengujian.
1.7 Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang pemilihan judul, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini akan membahas teori-teori yang berkaitan dengan graph, graph coloring dan region coloring. Pada pecahan teori graph dibahas mengenai definisi graph, sejarah teori graph, jenis-jenis pewarnaan graph termasuk pewarnaan wilayah.
BAB 3 PEMBAHASAN
Bab ini akan membahas pecahan yang berkaitan dengan region coloring yang pembahasannya dilakukan dengan memakai algoritma dan flowchart.
BAB 4 IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan langkah-langkah bagaimana mengimplementasikan region coloring dalam sebuah kegiatan komputer dan dilanjutkan dengan pengujian kegiatan tersebut
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab terakhir akan memuat kesimpulan isi dari keseluruhan uraian bab-bab sebelumnya dan saran-saran dari hasil yang diperoleh yang diperlukan sanggup bermanfaat dalam pengembangan selanjutnya. Sumber http://gudangmakalah.blogspot.com
Minggu, 29 Juli 2018
Skripsi Implementasi Graph Coloring Dalam Pemetaan Tempat Kabupaten X
Diterbitkan Juli 29, 2018
Artikel Terkait
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
EmoticonEmoticon