Senin, 10 Desember 2018

Ekonomi Skala Umkm & Koperasi - Keberadaan Koperasi Dan Taktik Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna





Keberadaan Koperasi Dan Strategi Koperasi Dalam Pasar Persaingan Sempurna

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan aktivitas menurut prinsip gerakan ekonomi rakyat yang menurut asas kekeluargaan. Dalam peranan atau kinerjanya, terdapat empat jenis keadaan persaingan dalam koperasi yaitu Di Pasar Persaingan Sempurna , Persaingan Monopolistik, Persaingan Monopsoni, dan Persaingan Oligopoli. Untuk lebih memahaminya, eksklusif saja kita masuk dalam pembahasan ini.


A.    Sasaran Koperasi

Suatu pasar disebut bersaing tepat kalau terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga tidak ada satu pun dari mereka sanggup mempengaruhi harga yang berlaku; barang dan jasa yang dijual di pasar yaitu homogen; terdapat mobilitas sumber daya yang sempurna; setiap produsen maupun konsumen mempunyai kebebasan untuk keluar-masuk pasar; setiap produsen maupun konsumen mempunyai isu yang tepat wacana keadaan pasar mencakup perubahan harga, kuantitas dan kualitas barang dan isu lainnya; tidak ada biaya atau manfaat eksternal bekerjasama dengan barang dan jasa yang dijual di pasar. 

Perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan tepat bersifat “penerima harga” (price taker). Kurva undangan yang dihadapi sebuah perusahaan dalam pasar persaingan tepat merupakan sebuah garis horizontal pada tingkat harga yang berlaku di pasar. Kuantitas output ditentukan menurut harga pasar dan tujuan memaksimumkan laba, yaitu pada dikala MR = MC. 

Dalam jangka waktu yang sangat pendek, kurva penawaran pasar berbentuk garis vertikal sehingga harga ditentukan oleh undangan pasar. Dalam jangka panjang, harga sanggup naik, tetap atau turun tergantung pada perubahan undangan komoditi yang bersangkutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis pasar persaingan tepat terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan menyerupai dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya yaitu menyerupai beras, gandum, batubara, kentang, dan minyak goreng.

B.     Koperasi dalam Pasar Persaingan Sempurna

Peran Koperasi Terhadap Pasar Persaingan Sempurna, Pasar Monopolistik, dan Pasar Oligopoli.

Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 wacana Perkoperasian disebutkan bahwa, “Koperasi yaitu tubuh perjuangan yang beranggotakan orang-seorang atau tubuh aturan koperasi dengan melandaskan kegiatannya menurut prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.”

Pada dasarnya pengertian koperasi yaitu :
1)      Koperasi yaitu tubuh usaha, artinya forum yang mengelola usaha.    Misalnya, perjuangan pertokoan, produksi barang, jasa simpan pinjam dan perjuangan perkreditan.
2)      Koperasi ada yang beranggotakan orang, ada pula yang beranggotakan tubuh aturan koperasi. Maksudnya koperasi ada yang beranggotakan orang-orang ada pula yang beranggotakan beberapa koperasi yang telah berbadan hukum. Badan aturan koperasi artinya koperasi yang telah diakui oleh pemerintah sebagai  forum hukum.
 Tujuan pembentukan koperasi di Indonesia :
1)      Memajukan kesejahteraan anggota
2)      Memajukan kesejahteraan masyarakat
3)      Membangun tatanan ekonomi nasional.

Kegiatan perjuangan koperasi, merupakan penjabaran dari Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 ayat (1),  koperasi berkedudukan sebagai sokoguru perekonomian nasional, sebagai cuilan yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. koperasi merupakan forum dimana orang-orang yang mempunyai kepentingan relatif homogen berhimpun untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Fungsi dan Peran Koperasi adalah untuk membangun dan menyebarkan potensi kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

Dari pengertian diatas maka sanggup diklasifikasikan menjadi 2 macam :
1)      Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2)      Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market), yaitu Monopoli, Persaingan Monopolistik (monopolistik competition), dan Oligopoli. 

Ciri-ciri dari pasar persaingan tepat :

1)      Perusahaan yaitu pengambil harga
Artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak sanggup menentukan atau mengubah harga pasar lantaran harga sudah ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
2)      Produk yang dihasilkan sejenis (homogen)
Artinya tidak perbedaan antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya, balasannya maka tidak ada gunanya kalau produsen melaksanakan persaingan dalam bentuk bukan harga lantaran konsumen mengetahui bahwa barang yang dihaslkan oleh produsen tidak ada bedanya.
3)      Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
Artinya kalau perusahaan mengalami kerugian dan ingin keluar dari pasar sanggup dengan gampang dilakukan, sebaliknya kalau ada produsen yang ingin melaksanakan aktivitas di pasar ini ia pun sanggup dengan gampang memasuki pasar ini.
4)      Pembeli mempunyai pengetahuan yang tepat mengenai pasar
Artinya pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan atas harga, hal ini sanggup berakibat pada produsen yang tidak sanggup menjual barangnya dengan harga lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
5)      Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat ini mempunyai 2 aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan yaitu relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar.akibatnya produksi perusahaan sangat sedikit kalau dibandingkan dengan produksi dalam industri. Sifat ini menimbulkan apapun yang dilakukan perusahaan, menyerupai menaikan harga atau menurunkan harga produksi tidak akan mempengaruhi harga yang berlaku di pasar.

Dari kondisi di atas, sanggup diamati keseimbangan / ekuilibrium suatu tubuh perjuangan koperasi untuk jangka waktu pendek, menengah, dan jangka panjang. Dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan(demand) dengan penawaran (supply). Oleh lantaran itu, perusahaan yang bersaing dalam pasar persaingan tepat disebut akseptor harga(price taker), apabila koperasi masuk dan menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing tepat maka koperasi hanya sanggup mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya. Koperasi tidak akan sanggup mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi.

Oleh lantaran itu, persaingan “harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar bersaing sempurna. Untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, maka koperasi harus bisa bersaing dalam hal “biaya”.

Menurut konsepsi koperasi, biaya produksi akan sanggup diminimumkan berdasakan skala ekonomi, baik sebagai koperasi produsen maupun konsumen.

Pasar monopolistik intinya yaitu pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem (pasar persaingan tepat dan monopoli), oleh lantaran itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat monopoli dan persaingan sempurna. Pasar monopolistik sanggup didefinisikan sebagai pasar yang terdapat banyak produsen untuk menghasilkan barang yang berbeda.

Ciri-cirinya Monopolistik :
1)      Adanya penjual yang banyak
Artinya jumlah tidak sebanyak pasar persaingan sempurna, jadi apabila sudah ada beberapa perusahaan maka pasar monopolistik sudah sanggup terwujud. Yang terpenting tidak ada satu pun perusahaan yang ukurannya tidak lebih besar dari perusahaan lain, keadaan ini menimbulkan produksi perusahaan relatif kecil dibandingkan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.
2)      Produk yang dihasilkan beragam(heterogen)
Artinya produk yang dihasilkan berbeda secara fisik, pengemasan, perbedaan dalam bentuk “jasa perusahaan sehabis penjualan”, dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli.
3)      Persaingan promosi penjualan sangat aktif
Artinya harga bukan penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar monopolistik. Untuk menarik pelanggan maka perusahaan perlu melaksanakan perbaikan mutu dan desain barang, melaksanakan aktivitas iklan yang terus-menerus, mengatakan syarat penjualan yang menarik, dan sebagainya.
4)      Keluar masuk industri relative mudah
Artinya ada beberapa faktor yang membedakan, yaitu modal yang diharapkan relatif besar, perusahaan harus menghasilkan barang yang berbeda dengan yang sudah tersedia di pasar, dan perusahaan harus mempromosikan barang tersebut semoga memperoleh pelanggan. Jika ada perusahaan gres yang ingin memasuki pasar ini maka harus menghasilkan produk yang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar.
5)      Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi harga
Artinya kekuasaan mempengaruhi harga, ini diakibatkan dari sifat barang yang dihasilkan yaitu bersifat berbeda. Perbedaan ini menciptakan pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai barang dari suatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang dari perusahaan lainnya. Apabila perusahaan menaikan harga, maka ia tetap sanggup menarik pembeli  dan kalau menurunkan harga tidak gampang untuk menjual semua produk yang dihasilkan. Banyak konsumen masih membeli barang yang dihasilkan perusahaan walaupun harganya relatif mahal.

Jika koperasi ingin memaksimumkan manfaatnya dalam struktur pasar monopolistik, maka secara teoritis koperasi harus bisa menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan oleh pengusaha lain. Tentu taktik dan taktik bisnis dalam promosi, setidaknya sangat menentukan perbedaan tersebut.

Ciri-ciri pasar Oligopoli :
1)      Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda
Artinya industri dalam pasar oligopoli sering dijumpai pada industri yang menghasilkan materi mentah menyerupai bensin, industri baja dan alumunium, dan industri materi baku menyerupai semen dan materi bangunan. Disamping itu pasar oligopoli juga menghasilkan barang yang berbeda, umumnya barang selesai menyerupai industri kendaraan beroda empat dan truk, industry rokok, industry sabun basuh dan sabun mandi.
2)      Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan ada kalanya kuat
Artinya kedua hal ini akan terwujud kalau tergantung pada kerjasama antar perusahaan dalam pasar oligopoli. Tanpa kerjasama maka kekuasaan untuk menentukan harga akan terbatas. Apabila perusahaan menurunkan harga dalam waktu singkat ia akan menarik banyak pembeli, perusahaan yang kehilangan pembeli akan melaksanakan tindakan jawaban dengan mengurangi harga yang lebih besar lagi sehingga perusahaan yang mula-mula menurunkan harga kehilangan pelanggan, tapi kalau ada kerjasama maka harga sanggup distabilkan pada tingkat yang dikehendaki.
3)      Pada umumnya perusahaan oligopoly perlu melaksanakan promosi secara iklan
Artinya aktivitas promosi untuk pasar oligopoli yang menghasilkan barang
berbeda memiliki 2 tujuan, yaitu menarik pembeli gres dan mempertahankan pembeli lama. Pasar oligopoli yang menghasilkan barang standar melaksanakan aktivitas promosi untuk memelihara kekerabatan baik dengan masyarakat.

Jadi, kiprah koperasi di didalam pasar oligopoli yaitu sebagai retailer(pengecer), karenakan untuk terjun ke dalam pasar oligopoli ini perlu adanya capital intensif(modal yang tinggi). Koperasi sanggup berperan sebagai pengecer produk aneka macam jenis dari beberapa produsen, keuntungan diperoleh dari keuntungan penjualan.


C.    Analisis Jangka Pendek

Analisis jangka pendek (short run).yaitu dengan perkiraan setiap produsen tidak bisa menambah kapasitas produknya dan tidak ada produsen gres atau keluar masuk ke dalam pasar.

Dalam jangka pendek perusahaan hanya mempunyai satu atau lebih faktor tetap,dan satu satunya cara untuk mengubah outputnya yaitu dnegan memakai lebih banyak atau sedkit faktor yang sanggup diubahnya . jadi ,kurva biaya perusahaan dalam janka pendek adalah  relevan dengan keputusan output yang diambilnya.

Hendar dan Kusnadi (2005) jangka pendek yaitu jangka waktu yang sedemikian pendeknya sehingga produsen tidak sanggup mengubah input tetapnya. Dalam jangka pendek, ada input tetap dan input variabel. Sehingga biaya yang diperhitungkan dalam analisis keuntungan perusahaan, juga terdiri atas biaya tetap dan  biaya variabel. Biaya tetap yaitu biaya yang dalam kapasitas tertentu tidak mengalami perubahan, sedangkan biaya variabel yaitu biaya yang berubah-ubah sesuai dengan volume produksi.

Mirah’s (2010) dalam jangka waktu yang sangat pendek, kurva penawaran pasar berbentuk garis vertikal sehingga harga ditentukan oleh undangan pasar. Dalam jangka panjang, harga sanggup naik, tetap atau turun tergantung pada perubahan undangan komoditi yang bersangkutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis pasar persaingan tepat terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan menyerupai dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya yaitu menyerupai beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain.

Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka sanggup disimpulkan bahwa dalam jangka pendek koperasi hanya bisa mempertahankan output yang ada dengan cara memperhitungkan biaya-biaya yang dipakai dalam proses produksi. Selain itu, koperasi juga harus bisa mengatakan pelayanan terbaik kepada konsumen, lantaran dalam pasar persaingan tepat konsumen dengan bebas menentukan produsen yang mereka sukai.

Suatu koperasi yang menjual produk kepada anggotanya dalam struktur pasar yang bersaing secara sempurna, kalau ingin berhasil ia harus menyediakan paling sedikit keunggulan yang sama kepada para anggotanya dibanding pelayanan yang diberikan oleh para pesaingnya.

Untuk mengatakan pemahaman yang lebih baik dalam analisis komparatifkoperasi, perlu adanya pemanis dua (2) perkiraan sebagai berikut :
1)      Anggota-anggota potensial suatu koperasi punya kanal ke pasar, berintegrasi dengan pasar tersebut dan berada dalam kandungan aneka macam rantai tata niaga.
2)      Sistem pasar kompetitif bekerja tanpa problem kegagalan pasar. Berapapun produk yang dijual akan laris pada tingkat harga pasar yang berlaku. Sistem pasar bekerja dengan biaya sama dengan nol.

Anoraga dan Widiyanti (1992) menurut pemanis perkiraan tersebut akan dianalisis 3 kasus jangka pendek dalam hal hubungannya dengan kemampuan manajerial dalam mengelola koperasi dibanding dengan para pesaingnya. Karena harga suatu koperasi dalam pasar persaingan tepat ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar, maka persaingan antar perusahaan (termasuk koperasi) terutama pada problem biaya (ditunjukkan pada kurva biaya).

1.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan yang Sama
Dalam kompetisi sempurna,suatu koperasi tidak mempunyai dampak dalam mengendalikan harga. Kurva undangan yang dihadapi koperasi akan bersifat “elastis sempurna” (horizontal), artinya koperasi sanggup menjual produknya berapapun tanpa mempengaruhi harga jual. Dengan mengikuti peraturan penetapan harga AC=MR=P=D, maka perbedaan satu-satunya antara koperasi dengan perusahaan (penjual) nonkoperasi yaitu bahwa koperasi sanggup tetapkan jumlah yang lebih banyak pada tingkat harga yang sama. Karena itu dalam jangka pendek,tidak akan terdapat keunggulan bagi anggota dibanding dengan membeli di pasar bebas.

2.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan Lebih Rendah
Pada pasar persaingan sempurna, koperasi dengan kemampuan yang lebih rendah berarti :
a.       Kurva biaya rata-ratanya berada di atas harga jual, atau
b.      Biaya yang dikeluarkan koperasi lebih tinggi daripada biaya pasarnya.

Dalam kondisi menyerupai ini tidak akan bisa untuk bersaing kendatipun koperasi sanggup beroperasi dengan menderita kerugian. Sepanjang koperasi masih bisa menutup biaya variabel, koperasi masih sanggup melaksanakan kegiatannya, dengan keinginan dalam waktu panjang koperasi sanggup menghapus kerugian tersebut. Tetapi, kondisi ini akan menyulitkan koperasi lantaran koperasi harus bersaing dengan perusahaan nonkoperasi yang telah bekerja secara efisien. 

Mengingat koperasi tidak sanggup menaikkan harga di atas harga pasar (P1),koperasi itu menghadapi kerugian yang harus diatasi oleh para anggota atau oleh pertolongan dari luar. Kebanyakan koperasi yang mengalami nasib menyerupai itu yaitu koperasi yang berada pada fase permulaan, dalam hal ini boleh jadi administrasi belum berpengalaman atau administrasi yang baik sulit untuk ditarik.

Dalam jangka pendek koperasi berkemampuan rendah sanggup hidup terus selama menghindari memproduksi dengan menderita kerugian. Koperasi akan bisa menjual produk yang homogen pada harga pasar (P1) sebagaimana perusahaan nonkoperasi menjualnya. Penjualan hanya sanggup dilakukan hingga dengan ouput Q1, lebih dari itu koperasi akan menderita kerugian.

3.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan yang Lebih Tinggi
Suatu koperasi dengan tingkat kompetitif yang lebih tinggi sanggup memproduksi output dengan biaya yang lebih rendah daripada pesaingnya. Bila koperasi tetapkan harga sesuai dengan prinsip maksimasi profit, keuntungan yang sanggup diraih oleh koperasi akan lebih besar dibanding dengan perusahaan pesaingnya lantaran ia sanggup menjual lebih banyak pada tingkat harga yang sama dengan harga pesaingnya. Tetapi menyerupai yang dijelaskan sebelumnya situasi menyerupai ini sulit untuk distabilkan dan keunggulan koperasi akan dierosi oleh waktu. Koperasi akan memproduksi semakin banyak untuk memenuhi undangan anggota, bila tingkat produksi telah dicapai,maka koperasi tidak sanggup mengatakan kepada para anggotanya suatu keunggulan dari pesaingnya.

Dari ketiga kasus di atas, sanggup disimpulkan bahwa pada pasar persaingan tepat dalam jangka waktu yang pendek koperasi tidak akan mempunyai keunggulan komparatif dalam penentuan harga jual dan hanya mungkin mempunyai keunggulan dalam mengatakan manfaat tidak eksklusif (SHU) kepada anggotanya, walaupun manfaat itu diterima dalam jangka waktu yang sangat pendek (sebelum titik break event jangka pendek tercapai).


D.    Analisis Jangka Panjang

Analisis jangka panjang (long run) . yaitu dengan perkiraan dimungkinkan adanya ekspansi kapasitas produksi.sehingga janka waktu yang dimaksud disini bukanlah prespektif lamanya waktu yang digunakan.melainkan yang menjadi perbedaan apakah faktor produksi yang dipakai itu konstant atau berubah.

Dalam jangka panjang kondisi yang sanggup dicapai perusahaan yaitu kondisi keuntungan normal (break event point).sebab bila terjadi keuntungan supernormal,maka hal ini akan menimbulkan perusahaan akan masuk, sehingga keuntungan ynag di peroleh semakin usang semakin menurun,kondisi yang asama akan terjadi pada saaat kerugian,dimana kerugian semkain usang semakin menurun inilah yang menimbulkan dalam jangka panjang hanya keuntungan normal saja yang diperoleh perusahaan .

Hendar dan Kusnadi (2005:138-141) dalam ekonomi mikro, jangka panjang diartikan sebagai jangka waktu yang cukup panjang, sehingga perusahaan (termasuk koperasi) sanggup mengubah input tetapnya. Jadi, dalam jangka panjang semua input yaitu variabel. Dalam menganalisis penampilan komparatif koperasi pada pasar persaingan tepat dalam jangka panjang, akan dibedakan lagi kasus-kasus kemampuan koperasi yang sama, lebih rendah atau lebih tinggi daripada pesaingnya.

1.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan yang Sama.
Dalam jangka panjang keseimbangan suatu perusahaan dicapai pada dikala LRAC=MC=P=AR. Jadi, di pasar persaingan sempurna, kondisi “equilibrium”jangka panjang dicapai pada dikala kondisi ini berlaku pula pada koperasi yang mempunyai kemampuan sama dengan pesaingnya.

2.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan Lebih Rendah
Dalam hal koperasi mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam jangka pendek dengan biaya rata-rata yang lebih besar daripada biaya rata-rata pesaing,maka koperasi dalam jangka panjang yang mempunyai biaya rata-rata lebih besar daripada biaya rata-rata pesaing tidak akan berhasil hidup terus. Harga pasar akan tetap menyinggung kurva biaya rata-rata jangka panjang di titik minimum. Karena koperasi hanya pemain kecil dalam pasar, maka dalam jangka panjang pun ia tidak akan bisa mempengaruhi harga. Koperasi tidak sanggup meminta anggotanya suatu harga yang lebih tinggi daripada saingannya. Dengan biaya (cost) yang lebih tinggi, koperasi akan menderita kerugian.

3.      Kasus Koperasi Dengan Kemampuan Tinggi
Suatu koperasi dengan kemampuan manajerial lebih tinggi sanggup menyingkirkan sainganya dalam pengertian ganda :
a.       Dapat menyediakan barang dengan harga lebih rendah, dan
b.      Dapat mengatakan keuntungan kepada para anggotanya bila koperasi menjual dengan harga pasar.


E.     Kesimpulan
Suatu koperasi yang mempunyai kemampuan manajerial yang sama dengan para pesaingnya, ia tetap tidak akan bisa memperlihatkan pelayanan kepada anggotanya dengan lebih baik daripada pesaingnya. Kemampuan itu mungkin ada, tetapi hanya dalam jangka waktu yang sangat pendek dan hal ini tidak ada artinya kalau koperasi mengharapkan eksis dalam jangka panjang. Oleh lantaran itu, kalau koperasi ingin mengatakan keunggulan pelayanan kepada anggotanya, maka dalam persaingan tepat koperasi harus mempunyai kemampuan mengadakan penemuan yang lebih tinggi tidak hanya dalam jangka pendek tetapi juga dalam jangka panjang. Ini yaitu kiprah yang sangat berat bagi koperasi dan kebanyakan koperasi tidak akan sanggup memenuhinya.

Dalam jangka panjang, dapat diharapkan (dengan perkiraan bebas masuk dan keluar dari pasar) keunggulan kompetitif sanggup tercapai dengan introduksi penemuan baru. Tetapi perusahaan perseorangan dan perusahaan-perusahaan lain yang nonkoperasi akan melaksanakan hal yang sama, sehingga koperasi tidak mempunyai keunggulan khusus.


REFERENSI :
1.    Ropke, J. 2000. Ekonomi Koperasi, Teori dan Manajemen. Diterjemahkan oleh Hj. Sri Djatnika S. Arifin. SE. M.Si. Penerbit Salemba Empat
2.    Hendar dan Kusnadi. 1999. Ekonomi Koperasi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
3.    Baswir, R. 2000. Koperasi Indonesia BPFE Yogyakarta.
4.    UU Nomor 17 tahun 2012 terntang Perkoperasian
5.    UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah
6.    Peraturan Pemerintah RI No 44 tahun 1997 wacana Kemitraan
Kantor Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2005), Pengembangan Usaha Skala Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi. Jakarta.
7.    Firmansyah, 2001. Dinamika Usaha Kecil dan Menengah. LIPI. Jakarta.
8.    Hendar, kusnadi 2005 Ekonomi Koperasi. Jakarta: Fakultas Ekonomi


SUMBER LAIN :
giletules.blogspot.com/search?q=11/peran-koperasi-terhadap-pasar-persaingan-sempurna-pasar-monopolistik-dan-pasar-oligopoli/
http://ichakurniawati.blogspot.co.id/2013/01/koperasi-dalam-pasar-persaingan-sempurna




Sumber http://kamarulintangsakti.blogspot.com


EmoticonEmoticon