Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

Teknik-Teknik Menggambar

Terdapat beberapa teknik tertentu yang sanggup anda gunakan untuk menghasilkan suatu gambar. Teknik-teknik tersebut yakni teknik arsir, teknik dusel, teknik pointlis, teknik akuarel, dan teknik plakat. Berikut ini yakni klarifikasi mengenai teknik-teknik tersebut.

Teknik-Teknik Menggambar

1.Teknik Arsir


Teknik arsir yakni teknik menggambar dengan memakai unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan untuk membentuk objek gambar. Ketika memakai pensil gambar, mata pensil harus runcing dan dipakai dalam posisi tegak.

2.Teknik Dusel
Teknik dusel merupakan teknik yang memakai tabrakan pensil gambar dalam posisi miring atau rebah untuk membentuk objek gambar. Perbedaan antara arsir dengan dusel yakni pada dusel unsur garis tidak terlihat jelas.

3.Teknik Pointilis
Teknik pointilis merupakan teknik yang memakai titik untuk membentuk objek gambar. Alat yang cocok untuk melaksanakan teknik ini yakni pena gambar. Teknik ini memakan waktu usang dan kesabaran yang tinggi, namun dengan hasil yang memuaskan.

4.Teknik Akuarel


Teknik akuarel merupakan teknik dengan materi cat air atau tinta gambar. Teknik ini dibagi menjadi 2, yaitu kering dan basah. Pada teknik kering, kertas gambar yang akan diwarnai dalam keadaan kering lalu diberi cat air memakai kuas secara tipis. Sedangkan pada teknik basah, kertas terlebih dahulu dibasahi, gres diberi cat air memakai kuas. 

5.Teknik Plakat
Teknik plakat merupakan teknik yang memakai cat air, cat akrilik, atau cat minyak. Pengunaan cat pada teknik ini cukup kental sehingga bersifat menutup.

Itu tadi klarifikasi mengenai teknik-teknik menggambar. Semoga dengan adanya artikel ini sanggup memperkaya pengetahuan pembaca.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang bermanfaat dan menarik selanjutnya.

Referensi :
Setianingsih, Dyah Purwani, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMP/Mts Kelas VII Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Kamis, 05 Oktober 2017

Tanda Dinamik Dan Tempo Lagu

Arti dari dinamik yaitu keras lemahnya atau berpengaruh lembutnya nada dinyanyikan. Sedangkan yang dimaksud dengan tempo yaitu cepat lambatnya lagu dinyanyikan. Untuk mempermudah penyanyi dalam mengetahui seberapa keras lemahnya atau seberapa cepat lambatnya lagu dinyanyikan, maka diciptakanlah gejala khusus yang kita kenal dengan tanda dinamik, ataupun tanda tempo. Berikut ini yaitu tanda dinamik dan tanda tempo beserta penjelasannya.

A.Tanda Dinamik
Tanda dinamik dipakai supaya kita mengetahui seberapa keras lemahnya nada dinyanyikan. Berikut ini yaitu gejala dinamik beserta dengan artinya :

Tanda
Dibaca
Arti
f
Forte
Kuat
ff
Fortissimo
Lebih berpengaruh daripada f
fff
Forte fortissimo
Lebih berpengaruh daripada ff
mf
Mezzo forte
Agak berpengaruh atau kurang berpengaruh daripada f
p
Piano
Lembut
pp
Pianissimo
Lebih lembut daripada p
ppp
Piano pianissimo
Lebih lembut daripada pp
mp
Mezzo piano
Agak lembut
Crescendo
Makin usang makin kuat
Decrescendo
Makin usang makin lembut



B.Tanda Tempo
Tanda tempo yaitu tanda yang dipakai supaya kita mengetahui seberapa cepat atau lambatnya sebuah lagu harus dinyanyikan. Berikut ini yaitu tanda tempo beserta dengan artinya :

Tanda
Arti
Largo
40-60 ketuk/menit
Lento
60-66 ketuk/menit
Adagio
66-76 ketuk/menit
Andante
76-108 ketuk/menit
Moderato
108-120 ketuk/menit
Allegro
120-160 ketuk/menit
Vivace
160-184 ketuk/menit
Presto
184-208 ketuk/menit


Itu tadi klarifikasi mengenai tanda dinamik dan tanda tempo lagu. Semoga dengan adanya artikel ini sanggup memperkaya ilmu yang dimiliki oleh pembaca.

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi :
Setianingsih, Dyah Purwani, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMP/Mts Kelas VII Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Sumber http://thekingslau.blogspot.com