Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juni 2018

Kimia Dan Kerumitannya…

Kimia. Mungkin kata ini terdengar “horor” bagi anak sekolahan terutama siswa Sekolah Menengan Atas jurusan IPA. Apa yang dipelajari dari kimia, seakan yakni hal yang “eksak tapi abstrak”. Muncul banyak pertanyaan yang jawabannya benar-benar sulit untuk ditemukan, ketika orang lain menanyai saya pun terkadang saya resah menjelaskannya.
 
“Buat apa berguru kimia? Gak penting amat buat masa depan”
“Apa enaknya / menariknya berguru Kimia?”
“Kenapa harus berguru Kimia? Kenapa Kimia jadi salah satu mata pelajaran SMA?”
 
Hingga…
 
“Kimia itu makanan apa sih?”
Yang terakhir itu bercanda. Garing? So pasti.
 
Nah, lantas bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas?
Intinya yakni semua kembali ke langsung masing-masing, alasannya yakni tidak semua orang menyukai satu hal yang sama. Bila anda menyukai pelajaran selain kimia dan saya mempertanyakan menyerupai pertanyaan-pertanyaan di atas, belum tentu jawabannya baik dan benar (dengan catatan: baik dan benar untuk saya).
 
Mungkin salah satu pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya sedikit terang adalah:
“Mengapa pelajaran kimia di sekolah terasa begitu sulit?”
 
Jawabannya yaitu: Metode yang dipakai dalam mengajar dan apa yang dipelajari terlalu kaku sehingga menciptakan siswa jenuh. Pengajar terlalu memperhatikan kurikulum dan mengejarnya, menanamkan rumus-rumus, dan tidak menanamkan konsep kepada siswanya.
 
Penulis blog ini sadar betul bahwa menanamkan rumus-rumus dan mengejar kurikulum tidak efektif dan tidak ada artinya bagi perkembangan akademik siswa. Penulis merasa sangat beruntung, dalam belajarnya dibimbing oleh guru yang berkompeten, yang menanamkan konsep, dan memberi pendidikan siswa tidak hanya secara akademis tetapi juga secara psikis, sehingga penulis sendiri jadi menyukai kimia dan bahkan sering mengikuti olimpiade kimia.
 

Blog yang saya buat ini, saya tujukan semoga semua orang yang membaca isi / konten dari blog ini memahami bahwa sesungguhnya kimia yang sebetulnya itu menyenangkan, tidak penuh rumus-rumus yang harus dihafal, dan tidak kaku (seperti yang biasanya diajarkan di sekolah). Bab-bab yang dipelajari di blog ini mengkombinasikan materi-materi Kimia umum dengan materi-materi Kimia khusus (seperti organik, dsb) dan Olimpiade Kimia (OSN dan IChO), dari banyak sekali tumpuan berikut:

  • Kimia Dasar (Petrucci, Raymond Chang, James E. Brady),
  • Kimia Organik (Fessenden & Fessenden, Clayden),
  • Biokimia (Albert L. Lehninger),
  • Kimia Fisika (Atkins),
  • Kimia Anorganik (Catherine E. Housecroft),
  • Kimia Analitik (David Harvey, Vogel), dan untuk menghargai guru Kimia saya,
  • Seribu Pena Kimia (Dra. Priscilla Retnowati).

Blog ini juga memakai bahasa yang serius tapi santai (serius tapi kadang kala terlalu santai), sehingga pembaca tidak jenuh, alasannya yakni berguru disaat merasa jenuh itu tidaklah efektif. Semoga isi / konten dari blog saya bermanfaat dan memberi kita semua “Pencerahan”, terimakasih.

 

Semarang, 30 Oktober 2016
 
 
 

Penulis

note:
1. Jika ingin kenal lebih dalam dengan penulis, silahkan lihat potongan profil.

Sumber https://olimpiadekimia.com

Minggu, 17 Juni 2018

Ilmu Kimia Dan Cabang Ilmunya

Tak kenal maka tak sayang. Begitu pula, untuk berguru menyukai ilmu Kimia, ada baiknya kita “mengenal” cabang-cabang ilmunya dan pengertiannya. Cukup penting bagi kita mengetahui Ilmu Kimia itu dibagi menjadi menyerupai apa dan “menggolong-golongkannya” supaya kita sanggup memahami Kimia lebih mudah.

Ilmu Kimia didefinisikan sebagai:

“Ilmu yang mempelajari bagaimana benda atau materi di alam semesta sanggup diubah dari bentuk yang ada dengan sifat tertentu menjadi bentuk lain dengan sifat yang berbeda.”

Secara umum, Kimia dibagi menjadi 5 cabang utama yang pembahasannya paling luas:

  • Kimia Analitik
  • Kimia Organik
  • Kimia Anorganik
  • Kimia Fisik
  • Biokimia

Sebenarnya banyak sekali cabang ilmu kimia, tetapi para ilmuwan hanya memasukkan lima cabang itu sebagai cabang utama. Contoh cabang lainnya ialah Kimia Pangan, Kimia Lingkungan, Kimia Kedokteran, Metalurgi, Kimia Nuklir, Kimia Makromolekular, dan sebagainya.

Kimia Analitik dibagi menjadi 2 cabang lagi, ialah Kimia Analitik Kualitatif dan Kimia Analitik Kuantitatif. Pengertian Kimia Analitik yaitu:

“Cabang ilmu Kimia yang mengkaji wacana analisis suatu senyawa, sanggup dengan cara kualitatif (pengamatan umum terhadap sistem) atau dengan cara kuantitatif (memperoleh angka-angka dari pengukuran terhadap sistem).”

Pendefinisian Kimia Organik cukup sulit. Kimia organik sering dijuluki “Kimia Karbon” alasannya semua reagen / materi kimia yang sifatnya organik mengandung atom karbon, meskipun tidak semua reagen yang mengandung karbon selalu bersifat organik (contohnya, Na2CO3, CO2, dan CO tidak dikatakan Organik). Jadi, Definisi Kimia Organik yaitu:

Cabang Ilmu Kimia yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa-senyawa rantai-karbon (senyawa organik).
“Cabang ilmu Kimia yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan prosedur dari reaksi senyawa-senyawa organik.”

Bila kita mengerti definisi dan ruang lingkup Kimia Organik, tentu gampang mendefinisikan Kimia Anorganik, ialah semua yang diluar kata “Organik”. Makara definisi Kimia Anorganik yaitu:

“Cabang ilmu Kimia yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan prosedur dari reaksi senyawa-senyawa anorganik.”

Lalu bagaimana dengan Kimia Fisik?
Kimia Fisik banyak mempelajari hal-hal yang akrab dengan ilmu fisika dan banyak memakai konsep-konsep fisika, ialah banyak mempelajari sifat-sifat fisik suatu sistem. Beberapa pecahan yang tercakup dalam Kimia Fisik antara lain Kinetika Reaksi, Termodinamika Kimia, Spektroskopi, Mekanika Kuantum, dan beberapa pecahan lainnya. Makara pengertian Kimia Fisik yaitu:

“Cabang ilmu Kimia yang mempelajari fenomena-fenomena fisika dalam sistem, proses, atau reaksi Kimia, baik secara makroskopis, mikroskopis, bahkan tingkat atom, subatom dan partikel.”

Bagaimana dengan Biokimia?
Biokimia bekerjsama tidak terlalu jauh dari Kimia Organik, tetapi lebih spesifik dan jauh lebih akrab dengan ilmu biologi. Dalam pembahasan dari buku Dasar-dasar Biokimia (Albert L. Lehninger) pun, dalam mempelajari Biokimia terlebih dahulu kita mempelajari ilmu-ilmu biologi makhluk hidup dasar dan Kimia Organik tingkat dasar. Dapat dikatakan, berguru Biokimia akan lebih sulit kalau kita tidak mempelajari prinsip-prinsip Biologi dan Kimia Organik terlebih dahulu. Pengertian Biokimia yaitu:

“Cabang ilmu Kimia yang mempelajari peranan banyak sekali senyawa-senyawa Kimia, terutama senyawa organik, dalam kehidupan suatu organisme”

Kita sudah membahas beberapa cabang Ilmu Kimia. Untuk kedepannya, blog ini akan membahas aneka materi Kimia dan dibagi berdasarkan kategori-kategori tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan akan membahas beberapa cabang lainnya.

Selamat belajar, semoga sukses, dan jangan lupa berdoa supaya Tuhan memberi kita pencerahan dalam mempelajari Ilmu Kimia.

Referensi: Kimia Dasar (Petrucci), Kimia Dasar (Raymond Chang), Kimia Organik (Fessenden), Biokimia (Lehninger)


Sumber https://olimpiadekimia.com