Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Mei 2017

✔ Cara-Cara Menghadapi Peristiwa Gunung Meletus

Berikut beberapa cara menghadapi peristiwa Gunung Berapi :


1. Cari tahu apakah Anda tinggal di kawasan gunung berapi aktif yang dapat mengakibatkan bahaya bagi Anda atau keluarga Anda.

2. Hapalkan dan ketahui rute penyelamatan untuk kawasan Anda.
Dalam keadaan stres orang dapat saja lupa akan rute ini, akan lebih bijaksana jikalau dapat menyimpan salinan peta atau menciptakan rute penyelamatan yang ditandai jelas.

3. Segera lakukan penyelamatan jikalau sudah diminta untuk meninggalkan lokasi.
Gunung berapi akan menawarkan peringatan-peringatan awal sebelum letusan terjadi. Peringatan-peringatan menyerupai gempa kecil, batuk-batuk jangan diabaikan.

4. Dalam kondisi darurat siapkan selalu air minum, makanan, baju ganti dan peralatan untuk pertolongan pertama.

5. Jangan kembali memasuki zona penyelamatan hingga pihak otoritas menyatakan kawasan tersebut aman.
Meskipun letusan gunung berapi telah berhenti memuntahkan bubuk dan lava tapi kemungkinan masih banyak risiko menyerupai udara dan air yang mengandung belerang.

6. Lebih baik tinggal di tempat pinjaman dan jangan meninggalkan lokasi penampungan hingga dinyatakan aman.

7. Jika memungkinkan pelajari wacana pemikiran lava, lahar, banjir, gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang dapat untuk mengetahui posisi lebih kondusif untuk berlindung.

8. Pastikan untuk menggunakan masker atau kacamata jikalau pergi ke luar bangunan sebab pengaruh yang paling utama dari bubuk vulkanik yang dirasakan insan yaitu problem pernapasan, menyerupai iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, sesak napas (emfisema) hingga bahkan mengakibatkan ajal sebab kanal napas menyempit.

9. Jika tidak ditemukan masker, warga dapat menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari bubuk atau gas.

10. Bagi keluarga yang mempunyai belum dewasa sebaiknya sediakan masker khusus untuk anak-anak, serta tidak membiarkan anak bermain di luar untuk meminimalkan paparan.

Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

✔ Menjelang Lengsernya Soeharto

Detik-detik lengsernya presiden Soeharto
Mei 1998 merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia. Sajarah mencatat, kekuatan rakyat bisa menumbangkan penguasanya yang telah bercokol selama 32 tahun.
Kala itu, Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya mencekam. Demonstrasi menentang Seoharto berlangsung dimana-mana dan terus-menerus.
Kala situasi dalam negeri memanas, Soeharto malah meninggalkan negerinya. Pada 12 Mei 1998 ia terbang ke Mesir untuk menghadiri KTT G-15. Laporan situasi dalam negeri yang tak menentu rupanya juga hingga ke indera pendengaran Sang Jenderal Besar.
Di Kairo ia memberi sinyal. Ia bilang akan meninggalkan tampuk jikalau memang rakyat tidak lagi memberi kepercayaan kepadanya. Jika rakyat memang menghendaki ia mundur, katanya, ia siap mundur dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata.
Selesai mengikuti KTT G-15, pada 15 Mei 1998, ia tiba di tanah air. Siang harinya, ia mendapatkan Wakil Presiden BJ Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada 17 Mei 1998. Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Ini insiden langka selama Soeharto berkuasa. Pengunduran Latief ini kemudian diikuti beberapa menteri lainnya.
Sementara, di luar, demonstrasi menuntut Soeharto mundur terus digalakkan. Bahkan demonstrasi ini harus menelan nyawa.
Inilah kronologi lengsernya Soeharto pada Mei 1998.
5 Maret 1998
20 mahasiswa UI mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
11 Maret 1998
Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden
14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet gres yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes.
18 April 1998
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan obrolan dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta. Namun sejumlah mahasiswa menolak obrolan tersebut.
1 Mei 1998
Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan menyampaikan bahwa reformasi gres bisa di mulai tahun 2003.
2 Mei 1998
Menteri Penerangan Alwi Dachlan meralat pernyataannya. Ia menyatakan Soeharto mau melaksanakan reformasi bisa dilakukan semenjak sekarang.
4 Mei 1998
Mahasiswa Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga materi bakar minyak (2 Mei 1998) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu bermetamorfosis kerusuhan ketika para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan.
5 Mei 1998
Demonstrasi mahasiswa besar-besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.
9 Mei 1998
Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998
Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai. Keempat mahasiswa tersebut ditembak ketika berada di halaman kampus.
13 Mei 1998
Mahasiswa dari banyak sekali sekolah tinggi tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi tiba ke Kampus Trisakti untuk menyatakan sedih cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.
14 Mei 1998
Soeharto menyerupai dikutip koran, menyampaikan bersedia mengundurkan diri jikalau rakyat menginginkan. Ia menyampaikan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa sentra perbelanjaan di Jabotabek menyerupai Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bagunan sentra perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggaldunia akhir kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998
Soeharto tiba di Indonesia sesudah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah menyampaikan bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko-toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.
16 Mei 1998
Warga gila berbondong-bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih mencekam.
19 Mei 1998
Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam menyerupai Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid, Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.
Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia kemudian mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada ketika itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak bisa meredam agresi massa, mahasiswa yang tiba ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998
Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak tiba ke Lapangan Monumen Nasional sebab ia khawatir acara itu akan menelan korban jiwa. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak biar Soeharto mundur.
21 Mei 1998
Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari dingklik Presiden dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.

Sejumlah mahasiswa ITB berunjuk rasa pada 30 April 1998, dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Reformasi Sekarang Juga.’ Reformasi, berdasarkan mereka, sama dengan mengganti presiden (Seoharto).
Sekitar seribu demonstran yang turun jalan kala itu bentrok dengan pegawanegeri keamanan. Akibatnya sejumlah demonstran mengalami luka di kepala.

Demontrasi itu kemudian meluas hingga ke sejumlah kawasan selama beberapa hari. Tuntutan mereka sama: adanya reformasi ekonomi-politik dan pengunduran diri Presiden Soeharto.
Protes anti Soeharto oleh mahasiswa di sekitar jembatan Semanggi, Jakarta, Mei 1998.
Mahasiswa menuntut Soeharto mundur di Gedung MPR/DPR, Mei 1998.
Massa merusak kendaraan beroda empat ketika kerusuhan 14 Mei 1998 di Jl. Hasyim Ashari Jakarta.
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 dengan latar belakang Citraland Mall, Grogol, Jakarta.
Kerusuhan 13-14 Mei 1998 di Jakarta.
Saat kerusuhan di Jakarta 13-14 Mei 1998, sejumlah orang menjarah barang-barang di toko-toko.
Panser PHH ABRI pada kerusuhan Jakarta 14 Mei 1998
 Polisi pada kerusuhan Jakarta, 14 Mei 1998.
Akibat demonstrasi besar-besaran yang digelar di Jakarta dan pelbagai daerah, kesannya Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Presiden Jakarta 21 Mei 1998. Sebagai gantinya, BJ. Habibie yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden, menggantikan Soeharto.

Usai mengumumkan pengunduran diri, Soeharto menyaksikan pengambilan sumpah BJ. Habibie sebagai Presiden RI.
Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

✔ Peradaban Lembah Sungai Kuning (Cina Kuno)

  1. Sistem Pemerintahan
Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa pada zaman Cina Kuno, antara lain, sebagai berikut.
  1. Dinasti Shang (1300-1027 SM)
Menurut penelitian sejarah Dinasti Shang merupakan dinasti yang kali pertama memerintah Cina. Dinasti Shang beribu kota di Yin Chu (An-Yang). Kaisar Shang memerintah sebagai raja imam (Priest King) dengan membagl-bagi kekuasaannya dalam 30 wilayah yang diperintah oleh raja-raja bawahan.
  1. Dinasti Chou (1027-221 SM)
Pemerintahan Dinasti Chou bersifat feodalisme. Pemerintahan pribadi berada di bawah kekuasaan kaisar, pemerintah tempat dipegang oleh para pembanh^J kaisar yang menguasai daerah-daerah atas nama kaisar yang disebut raja vazal. Pada zaman Dinasti Chou muncul tokoh-tokoh filsatat ternama Cina menyerupai Lao Tse, Kung Fu Tse, dan Meng Tse.
  1. Dinasti Chin (221-206 SM)
Pemerintahan Dinasti Chin berbentuk kesatuan, dengan raja pertama berjulukan Chin Shih Huang Ti. Pada masa pemerintahannya terjadi banyak sekali pembaruan, di antaranya pembatalan aturan-aturan feodalisme, pembatalan sistem raja vazal, pembentukan provinsi, dan pengangkatan gubernurnya. Untuk membendung serangan bangsa luar dari utara (bangsa Shiung Nu), Dinasti Chin membangun "Tembok Besar”Cina.
  1. Dinasti Han (206 SM-220 M)
Dinasti Han didirikan oleh Liu-Pang dan mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Kaisar Han Wu Ti. Kerajaan Cina mencakup Asia Tengah, Korea, Manchuria Selatan, Anam, Sinkiang. Pada masa ini dibangun jalan sutra yaitu jalan yang menghubungkan Cina dengan Asia Tengah, Kashmir, bahkan hingga ke Asia Barat bertemu dengan jalur Romawi.
  1. Zaman Enam Dinasti (220-589 M)
Pada zaman ini agama Buddha berkembang di Cina. Banyak pandeta atau biksu Cina yang pergi berguru ke India, di antaranya Fa-Hien. Fa-Hien menuliskan dongeng perjalanannya dalam buku yang berjudul Fu Kuo Chi. Muncul pula seni bangunan untuk pagoda dan kuil Buddha yang bergaya Cina.
  1. Dinasti T'ang (627-907 M)
Dinasti T'ang merupakan salah satu dinasti terpenting di negeri Cina. Dinasti T'ang didirikan oleh Li Shih Minh, kemudian populer dengan Kaisar T'ang Tai Tsung. Ibu kota Dinasti T'ang ditetapkan Sian Fu. Dari ibu kotanya tersebut kaisar menjalankan pemerintahan yang dibantu oleh pegawai-pegawai istana yang diangkatnya.
Pada zaman Dinasti T'ang, seni sastra berkembang. Penyair Cina yang populer pada zaman ini ialah Li Tai Po dan Tu Fu.
Pada zaman Dinasti T'ang, agama Katolik dan Islam mulai masuk ke Cina melalui Asia Tengah. Kedua agama itu masuk ke Cina melalui relasi perdagangan. Hal itu terjadi mengingat jauh sebelum Dinasti T'ang, negeri Cina telah menjalin relasi perdagangan dengan bangsa-bangsa di Asia Barat.
  1. Dinasti Sung (960-1279 M)
Pada era ke-10 M, Dinasti T'ang runtuh dan negeri Cina kembali mengalami kekacauan dan silih berganti raja-raja memerintah. Baru pada tahun 960 M kekacauan ini berhasil diatasi dan seianjutnya berdiri Dinasti Sung.
Pada zaman Dinasti Sung, filsafat, sastra, dan seni maju dengan pesat. Filsafat Neo Konfusianisme lahir pada zaman ini. Filsafat ini merupakan pedoman Kung Tse yang telah mendapatkan imbas Taoisrne dan Buddhisme.
  1. Pertanian dan Perdagangan
Lembah Sungai Kuning merupakan tempat yang sangat subur dan sanggup dikatakan sebagai urat nadi kehidupan bangsa Cina. Pada tempat yang subur itu masyarakat Cina hidup bercocok tanam, menyerupai menanam gandum, padi, teh, jagung, dan kedelai.
Bangsa Cina Kuno telah mengenal sistem pertanian semenjak zaman Neolithikum yakni sekitar tahun 5000 SM. Tanaman pangan utama yang diusahakan ialah padi, buah-buahan, kacangkacangan, sayur-mayur, dan lain-lain. Pada zaman perunggu tumbuhan pertanian yang diprioritaskan, antara lain, padi, teh, kacang, kedelai, rami, dan lain-lain. Kemudian pada masa pemerintahan Dinasti Chin (221-206 SM) terjadi kemajuan yang sangat pesat dalam sistem pertanian. Pada masa ini pertanian sudah diusahakan secara intensif. Pada masa itu telah dikenal pupuk untuk menyuburkan tanah.
  1. Aksara
Cina sudah mengenal karakter semenjak Dinasti Shang. Aksara Cina yang berbentuk pictograph ini termasuk jenis karakter ideograph (aksara iambang benda). Aksara Cina ditulis di atas kulit penyu dan tulang. Aksara gambar benda (ideograph) ini semula ditulis dan digambar untuk kepentingan ramal-meramal, alasannya ialah bangsa Cina semenjak zaman dahulu suka dengan ramalan.
Pada zaman Dinasti Chou, karakter Cina ditulis pada cuilan bambu. Cara menuliskannya ialah dari atas ke bawah. Sekitar tahun 105 M, pada masa Dinasti Han ditemukan teknik pembuatan kertas yang dibentuk dari adonan bubur kayu dan lem. Sehingga karakter Cina kemudian ditulis di atas kertas. Penemu tersebut berjulukan Tsai Lun. Adapun pada zaman Dinasti T'ang ditemukan teknik cetak (untuk mencetak buku dan kalender).
  1. Kepercayaan
Bangsa Cina percaya pada banyak dewa. Mereka memuja dan menganggap dewa-dewa mempunyai kekuatan alam. Dunia digambarkan sebagai bidang segiempat dan di atasnya tertutup oleh langit yang terdiri dari sembilan lapisan. Di tengah-tengah dunia yang berbentuk segiempat terletakT'ienhsia, yaitu suatu tempat yang didiami oleh bangsa Cina. Daerah T'ienhsia merupakan tempat yang didiami oleh bangsa Barbar. Di luar tempat bangsa-bangsa Barbar terdapat tempat kosong dan menjadi tempat tinggal para hantu dan Dewi Pa, yang menguasai trend kemarau. Di sebelah timur dan selatan negara Cina ada empat lautan besar yang disebut Su-hai. Dewadewa yang dipuja bangsa Cina pada ketika itu di antaranya Feng Pa (Dewa angin), Lei-Shih (Dewa Angin Topan), Tai-Shan (dewa yang menguasai bukit suci), dan lain sebagainya.
  1. Teknologi
Keramik merupakan ciri khas dari hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan benda-benda dari keramik itu mengandung jiwa seni, alasannya ialah pada benda-benda keramik terdapat banyak sekali macam bentuk hiasan, menyerupai guci keramik yang dihias dengan seekor ular naga atau dihias dengan gambar-gambar binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Sejak zaman dahulu bangsa Cina sangat hebat menciptakan keramik (gerabah), porselen, kain sutra, kertas dari kayu, benda-benda dari perunggu dan mesiu. Bangunan-bangunan istana, rumah, dan tembok kota dibentuk dari kerikil bata.
  1. Kalender
Sejak Dinasti Shang, di Cina sudah dikenal sistem kalender. Kalender Cina membagi 1 tahun menjadi 12 bulan. Satu bulan terdiri atas 29/30 hari. Perhitungannya mengikuti peredaran bulan. Berkaitan dengan kaiender, dikenal pula astronomi (ilmu perbintangan), astrologi (ramalan perbintangan), serta shio, keberuntungan, dan feng-shui.
  1. Filsafat
Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat di Cina mengalami perkem angan. Pada masa itu lahir tiga hebat filsafat Cina, antara lain, sebagai berikut :
  1. Lao Tse
Ajaran Lao Tse tercantum dalam bukunya "Tao Te Ching". Lao Tse percaya bahwa ada semangat keadilan dan kesejahteraan yang kekal dan abadi, yaitu berjulukan Tao. Ajaran - Lao Tse disebut dengan Taoisme. Taoisme mengajarkan orang supaya mendapatkan nasib. Menurut pedoman ini, suka dan sedih ialah sama saja. Oleh alasannya ialah itu, seorang penganut Taoisme sanggup memikul suatu penderitaan dengan hati yang tidak terguncang.
  1. Kung Fu Tse
Menurut pedoman Kung Fu Tse, Tao ialah sesuatu kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta ini sehingga tercapai keselarasan. Manusia merupakan bab dari masyarakat yang bab dari alam semesta, maka tata cara hidup insan diatur oleh Tao. Oleh alasannya ialah itu, setiap orang harus mengikuti keadaan dengan Tao, biar dalam kehidupan masyarakat terdapat keselarasan dan keseimbangan. Penganut aliran ini percaya bahwa segala peristiwa yang terjadi di muka bumi ini alasannya ialah insan menyalahi hukum Tao. Ajaran Kung Fu Tse mencakup bidang pemerintahan dan keluarga.
  1. Meng Tse
Ajaran Meng Tse merupakan kelanjutan dari pedoman Kung Fu Tse. Meskipun demikian pedoman Meng Tse bertentangan dengan Kung Fu Tse. Meng Tse tidak menunjukkan pelajaran kepada kaum bangsawan, tetapi menunjukkan pengetahuan kepada rakyat jelata. Menurutnya rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara. Apabila raja bertindak diktatorial terhadap rakyat, maka kiprah para menteri untuk memperingatkannya. Apabila raja mengabaikannya peringatan-peringatan itu para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.



QF = candysweet-aina.blogspot.com/search?q=sistem-pemerintahan-pertanian-dan

Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

Selasa, 23 Mei 2017

✔ Prinsip Dasar Berorganisasi

Mendirikan sebuah organisasi / perusahaan bukan kasus yang bisa simpulan dalam sekali menjetikkan jari. Untuk memastikan organisasi / perusahaan anda berjalan dengan keselarasan yang baik, efektif, efisien serta sesuai dengan kebutuhan, anda perlu menanamkan dasar yang berpengaruh dalam pendirian organisasi / perusahaan anda. Seperti apa? Kali ini aku akan menjelaskan azas teoretis yang telah dianut oleh kelembagaan besar di dunia. Saya harap penjelesan sederhana ini bisa membuka insight anda wacana prinsip pendirian organisasi / perusahaan anda. Kita mulai dari nomor satu.
1. Visi (Principle of Organizational Objective)
Apa tujuan pendirian organisasi / perusahaan anda? Apakah sasaran anda yakni mendapat laba, atau menyediakan layanan? Anda harus mendefinisikan dulu tujuan anda. Tujuan di sini harus terperinci dan rasional.
2. Kesatuan Visi (Priciple of Unity of Objective)
Tanpa adanya kesatuan tujuan antar individu, maka tujuan organisasi / perusahaan tidak akan tercapai. Setiap individu dalam organisasi / perusahaan akan berlomba-lomba untuk mencapai tujuan mereka sendiri-sendiri dan mengabaikan tujuan yang lebih besar, yaitu tujuan organisasi / perusahaan. Maka dari itu, anda perlu menanamkan janji untuk menyatukan visi setiap stakeholder dalam organisasi / perusahaan anda.
3. Kesatuan Perintah (Principle of Unity of Command)
Di organisasi / perusahaan manapun, pada upaya pencapaian tujuan harus ada SATU komando untuk memerintah bawahan. Agar sebuah perintah sanggup dipertanggungjawabkan oleh satu orang / satu komando saja. Dengan demikian, bawahan bisa secara maksimal dalam satu komando yang bertanggungjawab.
4. Rentang Kendali (Principle of The Span of Management)
Anda harus tahu berapa rentang jumlah bawahan yang sanggup dipimpin oleh seorang manajer secara efektif. 3, 4, 9 orang? Dengan mengetahui kecakapan manajer, penunjukan personel dan pendelegasian kiprah bisa jadi lebih mudah.
5. Pendelegasian Wewenang (Principle of Delegation of Authority)
Yaitu bagaimana seorang pimpinan sanggup membagi kiprah pada individu di divisinya dengan jelas. Manajer sebagai pemimpin juga harus bisa mengetahui apa saja kiprah dan perintah yang telah didelegasikan pada bawahannya untuk menjalankan fungsi kontrol dengan baik.
6. Keseimbangan Wewenang & Tanggungjawab (Principle of Parity of Authority)
Tanggungjawab yang didelegasikan oleh pimpinan pada bawahan harus seimbang dengan wewenangnya. Salah satunya dilarang lebih besar / lebih kecil semoga bawahan bisa melaksanakan tanggungjawab yang didelegasikan tanpa hambatan.
7. Tanggung Jawab (Principle of Responsibility)
Seorang bawahan hanya mempertanggungjawabkan tugasnya kepada pemberi wewenang. Sehingga pertanggungjawaban bisa sesuai dengan garis wewenang (line of authority). Maka seorang manajer perlu memperlihatkan sebuah deadline.
8. Pembagian Kerja (Principle of Departementation)
Pembagian kiprah dalam satu unit kerja harus mempunyai relasi pekerjaan yang saling terkait. Sangatlah penting semoga divisi-divisi dalam organisasi / perusahaan anda untuk mempunyai jobdesc yang lebih terstruktur.
9. Penempatan Personalia (Principle of Personnel Placement)
Penempatan karyawan harus didasarkan pada keahlian, kecapakan dan keterampilannya. Atau The Right Man On The Right Place. Makanya anda harus melaksanakan seleksi yang obyektif dan berpedoman pada job specification untuk menciptakan sebuah organisasi / perusahaan berjalan dengan optimal.
10. Jenjang Berangkai (Principle of Scalar Chain)
Perintah yang diberikan kepada bawahan harus merupakan perintah yang sifatnya vertikal dan tidak terputus-putus. Maksudnya yakni perintah yang eksklusif dan terperinci dari atasan kepada bawahan yang kedudukannya sempurna di bawah garis kuasanya, tanpa melompati satu/lebih jenjang kedudukan.
11. Efisiensi (Principle of Efficiency)
Sebuah organisasi / perusahaan harus bisa menempatkan di mana kiprah yang harus dikerjakan terlebih dahulu untuk mendapat hasil yang maksimal. Artinya, apabila sebuah kiprah bisa dikerjakan dengan waktu singkat, tidak ada salahnya dikerjakan tanpa adanya penundaan. Waktu anda bisa jadi lebih efisien untuk melaksanakan kiprah selanjutnya.
12. Kesinambungan (Principle of Continuity)
Organisasi / perusahaan harus mengusahakan cara-cara yang bisa menjaga kelangsungan hidupnya dan anggota di dalamnya. Di mana di sini anda perlu menanamkan faham betapa pentingnya melaksanakan sebuah pekerjaan secara kesinambungan / kontinuitas, yang kalau ditinggalkan sanggup menciptakan organisasi / perusahaan anda kolaps sewaktu-waktu.
13. Koordinasi (Principle of Coordination)
Asas koordinasi yakni rangkaian dari asas-asas lainnya. Fungsinya untuk mengintegrasikan setiap tindakan supaya lebih terarah dan tertuju dengan benar pada tujuan awal organisasi / perusahaan tersebut.
Tanpa adanya penerapan prinsip-prinsip diatas, pasti sulit bagi organisasi / perusahaan untuk mencapai tujuannya didirikan. Karena suatu dikala pasti muncul konflik yang bisa menghambat tujuan organisasi / perusahaan anda secara signifikan.

Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

Senin, 22 Mei 2017

✔ Yin Dan Yang

Dalam filosofi Cina, konsep Yin-Yang biasanya di kawasan barat disebut Yin dan Yang. Biasanya dipakai untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Konsep tersebut didasarkan pada asal muasal dari banyaknya cabang ilmu pengetahuan klasik dah filosofi Cina serta sanggup dipakai sebagai fatwa pengobatan Cina dan menjadi prinsip dari seni bela diri yang ada di Cina, sebagai contoh BaguazhangTaijiquan (Tai Chi), dan qigong

(Chi Kung)dan eamalan Ching.
Yin dan Yang saling berlawanan dalam interaksi dengan dunia yang lebih luas dan sebagai bab dari sistem yang dinamis. Semua hal mempunyai kedua aspek tersebut yakni Yin danYang, tapi tidak setiap aspek tersebut mempunyai perwujudan yang terang pada objek dan mungkin pasang surut atau mengalir dari waktu ke waktu. Konsep Yin dan Yang sering dilambangkan dengan banyak sekali bentuk yang bervariasi dari simbol Taijitu, yang mana lebih umum dikenal pada kebudayaan barat.
Ada beberapa persepsi (terutama di barat) yang menyampaikan bahwa Yin dan Yang selalu dihubungkan dengan sesuatu yang baik dan jahat. Namun, filsafat Taoist biasanya tidak memperhitungkan sesuatu yang baik atau jahat dan penilaian moral, dalam kaitannya dengan konsep keseimbangan. Konfusianisme (Filosofi dari Dong Zhongshu, c. Abad 2SM) tidak melampirkan dimensi akhlak dari Yin dan Yang. Tapi dalam istilah modern, istilah inisebagian besar telah teradaptasi oleh filosofi Budha Taoist.

Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

Jumat, 12 Mei 2017

✔ Cara-Cara Menghadapi Peristiwa Gunung Meletus

Berikut beberapa cara menghadapi peristiwa Gunung Berapi :


1. Cari tahu apakah Anda tinggal di kawasan gunung berapi aktif yang dapat mengakibatkan bahaya bagi Anda atau keluarga Anda.

2. Hapalkan dan ketahui rute penyelamatan untuk kawasan Anda.
Dalam keadaan stres orang dapat saja lupa akan rute ini, akan lebih bijaksana jikalau dapat menyimpan salinan peta atau menciptakan rute penyelamatan yang ditandai jelas.

3. Segera lakukan penyelamatan jikalau sudah diminta untuk meninggalkan lokasi.
Gunung berapi akan menawarkan peringatan-peringatan awal sebelum letusan terjadi. Peringatan-peringatan menyerupai gempa kecil, batuk-batuk jangan diabaikan.

4. Dalam kondisi darurat siapkan selalu air minum, makanan, baju ganti dan peralatan untuk pertolongan pertama.

5. Jangan kembali memasuki zona penyelamatan hingga pihak otoritas menyatakan kawasan tersebut aman.
Meskipun letusan gunung berapi telah berhenti memuntahkan bubuk dan lava tapi kemungkinan masih banyak risiko menyerupai udara dan air yang mengandung belerang.

6. Lebih baik tinggal di tempat pinjaman dan jangan meninggalkan lokasi penampungan hingga dinyatakan aman.

7. Jika memungkinkan pelajari wacana pemikiran lava, lahar, banjir, gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung berapi yang dapat untuk mengetahui posisi lebih kondusif untuk berlindung.

8. Pastikan untuk menggunakan masker atau kacamata jikalau pergi ke luar bangunan sebab pengaruh yang paling utama dari bubuk vulkanik yang dirasakan insan yaitu problem pernapasan, menyerupai iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, sesak napas (emfisema) hingga bahkan mengakibatkan ajal sebab kanal napas menyempit.

9. Jika tidak ditemukan masker, warga dapat menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari bubuk atau gas.

10. Bagi keluarga yang mempunyai belum dewasa sebaiknya sediakan masker khusus untuk anak-anak, serta tidak membiarkan anak bermain di luar untuk meminimalkan paparan.

Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com

✔ Menjelang Lengsernya Soeharto

Detik-detik lengsernya presiden Soeharto
Mei 1998 merupakan momen penting dalam sejarah Indonesia. Sajarah mencatat, kekuatan rakyat bisa menumbangkan penguasanya yang telah bercokol selama 32 tahun.
Kala itu, Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya mencekam. Demonstrasi menentang Seoharto berlangsung dimana-mana dan terus-menerus.
Kala situasi dalam negeri memanas, Soeharto malah meninggalkan negerinya. Pada 12 Mei 1998 ia terbang ke Mesir untuk menghadiri KTT G-15. Laporan situasi dalam negeri yang tak menentu rupanya juga hingga ke indera pendengaran Sang Jenderal Besar.
Di Kairo ia memberi sinyal. Ia bilang akan meninggalkan tampuk jikalau memang rakyat tidak lagi memberi kepercayaan kepadanya. Jika rakyat memang menghendaki ia mundur, katanya, ia siap mundur dan tidak akan mempertahankan kedudukannya dengan kekuatan senjata.
Selesai mengikuti KTT G-15, pada 15 Mei 1998, ia tiba di tanah air. Siang harinya, ia mendapatkan Wakil Presiden BJ Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada 17 Mei 1998. Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief mengajukan surat pengunduran diri sebagai menteri. Ini insiden langka selama Soeharto berkuasa. Pengunduran Latief ini kemudian diikuti beberapa menteri lainnya.
Sementara, di luar, demonstrasi menuntut Soeharto mundur terus digalakkan. Bahkan demonstrasi ini harus menelan nyawa.
Inilah kronologi lengsernya Soeharto pada Mei 1998.
5 Maret 1998
20 mahasiswa UI mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
11 Maret 1998
Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden
14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet gres yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes.
18 April 1998
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan obrolan dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta. Namun sejumlah mahasiswa menolak obrolan tersebut.
1 Mei 1998
Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan menyampaikan bahwa reformasi gres bisa di mulai tahun 2003.
2 Mei 1998
Menteri Penerangan Alwi Dachlan meralat pernyataannya. Ia menyatakan Soeharto mau melaksanakan reformasi bisa dilakukan semenjak sekarang.
4 Mei 1998
Mahasiswa Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga materi bakar minyak (2 Mei 1998) dengan demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu bermetamorfosis kerusuhan ketika para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan.
5 Mei 1998
Demonstrasi mahasiswa besar-besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.
9 Mei 1998
Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998
Aparat keamanan menembak empat mahasiswa Trisakti yang berdemonstrasi secara damai. Keempat mahasiswa tersebut ditembak ketika berada di halaman kampus.
13 Mei 1998
Mahasiswa dari banyak sekali sekolah tinggi tinggi di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi tiba ke Kampus Trisakti untuk menyatakan sedih cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.
14 Mei 1998
Soeharto menyerupai dikutip koran, menyampaikan bersedia mengundurkan diri jikalau rakyat menginginkan. Ia menyampaikan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu kerusuhan dan penjarahan terjadi di beberapa sentra perbelanjaan di Jabotabek menyerupai Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur. Beberapa dari bagunan sentra perbelanjaan itu dirusak dan dibakar. Sekitar 500 orang meninggaldunia akhir kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998
Soeharto tiba di Indonesia sesudah memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah menyampaikan bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko-toko banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.
16 Mei 1998
Warga gila berbondong-bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih mencekam.
19 Mei 1998
Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam menyerupai Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid, Malik Fajar, dan KH Ali Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur.
Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia kemudian mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada ketika itu Soeharto menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu tidak bisa meredam agresi massa, mahasiswa yang tiba ke Gedung MPR untuk berunjukrasa semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998
Jalur jalan menuju Lapangan Monumen Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak tiba ke Lapangan Monumen Nasional sebab ia khawatir acara itu akan menelan korban jiwa. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak biar Soeharto mundur.
21 Mei 1998
Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05 Soeharto mengumumkan mundur dari dingklik Presiden dan BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden RI ketiga.

Sejumlah mahasiswa ITB berunjuk rasa pada 30 April 1998, dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Reformasi Sekarang Juga.’ Reformasi, berdasarkan mereka, sama dengan mengganti presiden (Seoharto).
Sekitar seribu demonstran yang turun jalan kala itu bentrok dengan pegawanegeri keamanan. Akibatnya sejumlah demonstran mengalami luka di kepala.

Demontrasi itu kemudian meluas hingga ke sejumlah kawasan selama beberapa hari. Tuntutan mereka sama: adanya reformasi ekonomi-politik dan pengunduran diri Presiden Soeharto.
Protes anti Soeharto oleh mahasiswa di sekitar jembatan Semanggi, Jakarta, Mei 1998.
Mahasiswa menuntut Soeharto mundur di Gedung MPR/DPR, Mei 1998.
Massa merusak kendaraan beroda empat ketika kerusuhan 14 Mei 1998 di Jl. Hasyim Ashari Jakarta.
Mobil yang dibakar pada kerusuhan Mei 1998 dengan latar belakang Citraland Mall, Grogol, Jakarta.
Kerusuhan 13-14 Mei 1998 di Jakarta.
Saat kerusuhan di Jakarta 13-14 Mei 1998, sejumlah orang menjarah barang-barang di toko-toko.
Panser PHH ABRI pada kerusuhan Jakarta 14 Mei 1998
 Polisi pada kerusuhan Jakarta, 14 Mei 1998.
Akibat demonstrasi besar-besaran yang digelar di Jakarta dan pelbagai daerah, kesannya Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Presiden Jakarta 21 Mei 1998. Sebagai gantinya, BJ. Habibie yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden, menggantikan Soeharto.

Usai mengumumkan pengunduran diri, Soeharto menyaksikan pengambilan sumpah BJ. Habibie sebagai Presiden RI.
Sumber http://akhwat1cinta.blogspot.com