Tampilkan postingan dengan label gempa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gempa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2018

Pengertian Gempa Bumi Dan Klarifikasi Lengkapnya

Gempa bumi yaitu getaran/guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akhir tumbukan antar lempeng, patahan/sesar aktif, acara gunungapi, dan runtuhan batuan. Ilmu yang mempelajari wacana gempa bumi ialah SEISMOLOGI, alat yang dipakai untuk mendeteksi getaran gempa disebut SEISMOGRAF, dan hasil catatan gempa dinamakan SEISMOGRAM.


1. Jenis Gempa Bumi
Gempa bumi sanggup dibagi menurut penyebabnya :
  • Gempa bumi Vulkanik, bersumber dalam badan gunungapi aktif, pada umumnya berkekuatan kecil (maksimal 2 SR).
  • Gempa bumi Runtuhan, diakibatkan oleh runtuhan batuan di tempat kapur alasannya yaitu adanya stalaktit yang jatuh dalam gua kapur. Runtuhan di tempat tambang (runtuhnya terowongan tambang). Kekuatan gempa berkisar antara 2 - 3 SR.
  • Gempa bumi Tektonik, terjadi akhir acara tektonik di zona batas antar lempeng dan patahanyang menagkibatkan sebaran getaran ke segala arah. Kekuatan gempa sanggup mencapai skala besar sampai 9 SR (gempa di Aceh, 20 Desember 2004).

2. Sebaran Gempa Bumi
Gempa bumi sanggup terjadi dimana saja, tapi hampir 80 % tempat di bumi ini yang sering terkena gempa ialah di tempat DAERAH CIRCUM-PACIFIC (circum-pacific belt). Daerah ini mencakup Cili (sepanjang batas sebelah barat Amerika Utara dan Selatan), ke arah utara di Aleutians, Alaska, Jepang, Pilipina, Indonesia, New Zealand, dan beberapa pulau tertentu di Kepulauan Pasifik. Daerah lain yang juga kerap mengalami gempa bumi (sekitar 15 % bumi ini) ialah MEDITERANIAN & TRANSASIATIC, mencakup tempat Karibia, Himalaya, Alpen, Spanyol, Itali, Yunani, dan India utara. Sisa yang 5 % tersebar di seluruh belahan bumi ini.

Daerah yang paling sering mengalami gempa ialah tempat Pantai Pasifik (Amerika Serikat), terutama di Kalifornia, dimana di tempat tersebut terdapat sebuah sesar aktif yang sangat populer ialah Sesar San Andreas, membentang sepanjang ratusan km melewati tempat Kalifornia, Montana, Utah, dan Nevada.

3. Jenis Gelombang Gempa Bumi
Para jago seismologi membedakan jenis gelombang gempa bumi menurut kecepatan rambatan dan arah getaran :
  • Gelombang P (Pressure wave), disebut juga gelombang tekanan, dapat, merambat di media padat dan cair, rambatan gelombangnya paling cepat.
  • Gelombang S (Shear wave), gelombang geser, merambat dengan cara menembus batuan.

4. Sumber/Pusat Gempa Bumi
Sumber gempa bumi sanggup dijumpai di darat dan di bawah dasar laut.
  • Hiposenter, tempat trerjadinya gempa bumi yang berada di bawah permukaan bumi.
  • Episenter, yaitu proyeksi hiposenter di permukaan bumi dinyatakan dalam koordinat geografis, biasanya ada keterangan jarak dan arah.
  • Kedalaman gempa bumi yaitu jarak tegak lurus episenter ke sumber gempa bumi. Gempa dangkal (kedalaman < 33 km), gempa menengah (33-90 km), gempa dalam (> 90 km).

guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akhir tumbukan antar lempeng Pengertian Gempa Bumi dan Penjelasan Lengkapnya

Pusat Gempa Bumi

5. Intensitas dan Kekuatan Gempa Bumi
Tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadi gempa bumi disebut INTENSITAS GEMPABUMI. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkan, dampak pada benda, bangunan, tanah, dan akhir pada manusia.

Ukuran/parameter yang dipakai untuk mengetahui tingkat kerusakan ialah MMI (Modified Mercalli Intensity), diperkenalkan pada th. 1902 oleh Giuseppe Mercalli, atau WOOD-NEUMANN SCALE (digunakan di Amerika Serikat). Kisaran angka yang dipakai mulai dari I—XII, angka I berarti ringan, sanggup dideteksi oleh alat, XII menunjukkan kerusakan sangat parah.

MAGNITUDA yaitu parameter gempa yang diukur menurut yang terjadi di tempat tertentu akhir goncangan pada sumbernya. Satuan yang dipakai ialah SKALA RICHTER (SR), diperkenalkan oleh Charles F. Richter pada th. 1934. Gempa bumi dengan kekuatan 8 skala richter setara dengan kekuatan materi peledak TNT seberat 1 gigaton (1 milyar ton).

6. Mekanisme Terjadinya Gempa Bumi
Teori yang sanggup menjelaskan wacana energi elastik yang sanggup diterima yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan lentur (elastic rebound theory) dari H.F Rheid (1906). Teori ini menjelaskan jikalau permukaan bidang sesar saling bergesekan batuan akan mengalami deformasi (perubahan wujud) jikalau perubahan tersebut melampaui batas elastisitas/regangannya. maka batuan akan patah (rupture) dan akan kembali ke bentuk asalnya (reboud).

7. Dampak Gempa bumi
Kerusakan akhir adanya gempa bumi :
  • Tembok bangunan retak, bahkan runtuh
  • Bergesernya jalan raya, jalan kereta api
  • Runtuhnya jembatan
  • Retakan yang besar di tanah/daratan
  • Pergerakan/perubahan muka air bahari

Pada th. 1556 terjadi gempa bumi yang sangat hebat di Cina yang menelan korban jiwa sekitar 830.000 orang. Gempa bumi selain menelan korban jiwa, bangunan, jalan raya, juga mengakibatkan dampak pada tatanan geologi menyerupai longsor, gerakan tanah, pedoman lumpur, gangguan/kekacauan pada sirkulasi airtanah, amblasan dan pecahnya daratan. Gempa bumi yang sumbernya di bahari sering mengakibatkan terjadinya TSUNAMI (gelombang (gempa) laut, seismic sea waves).

9. Skala Intensitas Modified Mercalli
  • Skala I : Tidak sanggup dirasakan orang, kecuali dalam keadaan luar biasa.
  • Skala II : Terasa oleh orang yang sedang beristirahat atau yang berada di lantai atas gedung bertingkat.
  • Skala III : Terasa di dalam gedung. Alat-alat gantung bergoyang. Getaran tanah menyerupai imbas truk kecil lewat. Lama getarannya sanggup ditaksir. Tidak disadari bahwa itu yaitu gempa.
  • Skala IV : Alat gantung bergoyang. Getaran menyerupai imbas truk besar lewat, atau menyerupai dinding tiba-tiba ditabrak sebuah massa besar. Mobil-mobil bergoyang. Jendela, piring, pintu geme-rincing.
  • Skala V : Terasa di luar bangunan. Arah goncangan sanggup ditaksir. Orang tidur terbangun. Alat-alat kecil yang labil berpindah tempat atau roboh. Pintu bergoyang, gantungan potret dan jendela yang tertutup gemerincing. Bandul jam berhenti dan berjalan lagi dengan berubah kecepatannya.
  • Skala VI : Terasa oleh semua orang. Banyak yang takut dan mencari jalan ke luar. Orang tidak sanggup berjalan denga tetap. Jen-dela, piring, barang dari beling pecah. Perkakas berpindah tempat atau jatuh. Alat-alat dan buku terlempar dari raknya, potret terlepas dari gantungannya. Plester bermutu rendah dan tembok retak. Lonceng gereja berbunyi. Terlihat goncangan pohon dan dedaunan.
  • Skala VII : Orang sulit berdiri, goncangan terasa oleh supir mobil. Per-kakas rumah tangga rusak. tembok rusak, cerobong asap mutu rendah pecah pada pecahan atasnya, plester berjatuhan, genting dan hiasan arsitek lepas. Tembok sedikit retak, air bak menjadi keruh, tanah longsor kecil, pasir dan kerikil runtuh pada pecahan tepi. Bel besar berbunyi, parit dan irigasi rusak.
  • Skala VIII : Sulit mengemudikan mobil. Tembok rusak dan sebagian runtuh. Sedikit kerusakan terhadap tembok, sedangkan tidak rusak. Cerobong, monumen dan menara terpuntir atau jatuh. Fondasi bermutu buruk terpisah. Cabang sobek dari pohonnya, bila tidak ada relasi rumah bergeser dari fon-dasinya.
  • Skala IX : Kegugupan umum. tembok hancur, tembok rusak berat dan sering runtuh sama sekali, tembok rusak cukup berat. Umumnya fondasi bangunan rusak. rangka struktur bangunan terpuntir. Permukaan tanah retak cukup besar. Bangunan rangka terpisah dari fondasinya bila tidak mempunyai hubungan. di bersahabat sungai terjadi letusan pasir dan lumpur.
  • Skala X : Bangunan tembok dan rangka hancur beserta fondasinya. Beberapa bangunan kayu dan jembatan bermutu baik runtuh. Tanggul besar dan dam rusak berat. Tanah longsor besar, pada tempat yang rata pasir dan lumpur bergeser. Rel kereta api sedikit membengkok.
  • Skala XI : Rel kereta api bengkok, pipa susukan rusak berat tidak sanggup digunakan.
  • Skala XII : Kerusakan hampir menyeluruh. Batu besar bergeser, penglihatan kabur.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Daftar 21 Gempa Bumi Yang Paling Populer Di Dunia

Beberapa data yang tercatat perihal daerah-daerah yang mengalami gempa bumi ahli ialah :

1. Lisbon, Portugal (1755)
Terjadi pada Tgl. 1 November 1755, menghancurkan hampir 1/2 dari kota Lisbon, luas area yang terkena dampak 2.000.000 km2. Biaya kerusakan yang ditimbulkan sekitar $ 100.000.000, korban jiwa meninggal 70.000. 

2. New Madrid, Missouri (1811-1812)
Guncangan pertama terasa pada Tgl, 16 Desember 1811, jam 2 pagi, beberapa hari kemudian terjadi beberapa gempa susulan. Di final Januari 1812 terjadi kembali gempa, dan gempa ke tiga terjadi awal Februari 1812. Selama 3 bulan itu telah terjadi 1874 guncangan/gempa, terekam di Louisville, Kentucky (320 km jaraknya dari New Madrid), kekuatan gempa antara 8,4-8,8. Gempa ini menimbulkan terjadinya gerakan tanah/longsor, perubahan topografi, beberapa tempat mengalami pengangkatan, beberapa tempat karam membentuk rawa dan danau baru, dan alur S. 

Mississipi berubah. Danau Reelfoot yang terletak di baratlaut Tennesse merupakan danau yang terbentuk sebagai akhir gempa tersebut. Danau ini memiliki panjang 28 km dan lebar beberapa km. 

3. Charleston, Carolina Selatan (1886)
Terjadi pada Tgl. 31 Agustus, kerusakan yang dialami sebagai akhir gempabumi ini tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di New Madrid, korban jiwa meninggal 60 orang. Kekuatan gempa 7,3 SR. 

4. San Francisco, California (1906)
Merupakan gempabumi paling terkenal, terjadi pagi-pagi sekali pada Tgl. 18 April 1906, gempa hanya berlangsung 67 detik, tapi telah menimbulkan terbelahnya, bergesernya bumi/daratan sepanjang sesar San Andreas. Dalam waktu yang singkat itu 700 orang meninggal, bangunan hancur, kebakaran, longsor di pegunungan, jalan kereta api bergeser sampai 7 m. Sebagian besar kota San Francisco hancur, kerugian mencapai jutaan dolar. 

 Beberapa data yang tercatat perihal tempat Daftar 21 Gempa Bumi yang Paling Terkenal di Dunia

Sesar San Andreas California.

5. Teluk Sagami, Jepang (1923)
Merupakan salah satu gempa terhebat di zaman modern ini, lebih dari 140.000 jiwa meninggal, kerugian mencapai milyaran dolar. Walau gempa berasal dari Teluk Sagami (112 km dari Tokyo, 80 km dari Yokohama), tapi kedua kota besar ini mengalami kerusakan yang parah. Gempa ini juga menimbulkan tsunami yang besar, dan kerusakan akhir kebakaran yang timbul menghabiskan hampir 70 % kota Tokyo, sedangkan kota Yokohama (hampir) total musnah. Kekuatan gempa 7,9 SR. 

6. Danau Hebgen, Montana (1959)
Pada Tgl. 17 Agustus 1959, serangkaian gempa menghantam Danau Hebgen di Montana-Wyoming, berbatasan dengan Yellowstone National Park. Kerusakan yang terjadi berupa longsoran yang mengubur 28 perkemahan di ngarai Sungai Madison. Longsoran batuan yang diperkirakan mencapai 50 juta kubik membentuk dam dan membuat sebuah danau gres kira-kira 11 km dibawah Danau Hebgen. 

7. Chili (1960)
Pada Tgl. 22 Mei 1960 serangkaian gempa terjadi di sepanjang pantai Chili, merupakan gempa yang banyak menimbulkan kerusakan yang pernah tercatat di kala ini, kekuatan gempa 9,5 SR. Kerusakan dialami oleh bangunan di sekitar tempat tersebut, pohon dan tiang telepon patah dengan mengeluarkan suara berderak-derak, rekahan besar muncul di permukaan bumi. Kerusakan selanjutnya terjadi sebagai akhir munculnya tsunami yang menghancurkan perkampungan dan membinasakan ratusan orang di perkampungan itu. Kerugian akhir gempa secara keseluruhan mencapai miliaran dolar, lebih dari 5000 orang meninggal. 

8. Alaska (1964)
Terjadi Tgl. 28 Maret 1964, merupakan gempa terhebat (9,2 SR) di Amerika Utara yaitu di sekitar Anchorage, Alaska, terjadi pada jum’at sore hari, 27 Maret 1964. Akibat gempa yang terjadi, permukaan tanah naik sekitar 10 m, menimbulkan tsunami yang menyapu bangunan di sepanjang garis pantai di tempat tersebut, jutaan dolar diderita sebagai kerugian akhir gempa tersebut. 

Gempa bumi yang terjadi pada hari jum’at itu dinamakan ‘Gempa Jum’at yang baik’ (Good Friday earthquake), alasannya yaitu dibandingkan dengan magnituda dan energi gempa yang dikeluarkan hanya menjadikan 115 orang yang hilang (mati ?). Emmh .. keterlaluan juga ya masa 115 orang hilang disebut HANYA ... komentar kita ...? 

9. Yunnan, Cina
Terjadi pada tanggal 5 Jan, 1970, kekuatan gempa 7,5 SR, korban jiwa lebih dari 10.000 orang. 

10. Peru,
Terjadi pada Tgl. 31 Mei 1970, kekuatan gempa 7,9 SR, korban meninggal sebanyak 66.000 orang. 

11. Mexico City
Terjadi pada Tgl. 19-20 Sept. 1985, gempa dengan kekuatan 8,0 SR menghancurkan sebagina kota Mexico City dan 3 pantai, 25.000 orang meninggal, 15.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat tinggal. 

12. Iran
Terjadi pada Tgl. 21 Juni 1990, gempa dengan kekuatan 7,7 menghancurkan kota dan perkampungan di sekitar Laut Caspia, 50.000 orang meningal, lebih dari 60.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat tinggal. 

13. Filipina Utara,
Terjadi pada Tgl. 16 Juli 1990, kekuatan gempa 7,7, hampir 2000 orang meninggal. 

14. Jepang
Terjadi pada Tgl. 17 Januari 1995, di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Gempa berkekuatan 6,9 SR, menimbulkan 5.500 orang meninggal, 36.800 terluka.

15. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 24 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam, kekuatan gempa 9,0 SR, merupakan gempa terparah di Indonesia, menimbulkan tsunami, menghancurkan sebagian besar tempat Aceh, dan menimbulkan lebih dari 250.000 orang meninggal. Gempa ini juga menghantam 12 negara Asia lainnya (Singapura, Malaysia, Thailand). 

17. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 28 Maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,7 menghantam pantai barat Sumatera (Nias dan sekitarnya), menghancurkan 1313 bangunan. Pusat gempa berasal dari sumber yang sama ibarat yang terjadi di Aceh (24 Des 2004). 

18. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 27 Mei 2006, di Jawa Tengah, kekuatan gempa 6,3 SR, menghancurkan 127.000 rumah dan bangunan di Yogyakarta dan sekitarnya, lebih dari 5000 orang meninggal. Gempa ini bekerjasama dengan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah. Pada Tgl. 17 Juli kembali terjadi gempa yang menimbulkan tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, korban meninggal sebanyak 262 orang.

19. Haiti
Gempa Bumi Haiti 2010 terjadi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan sentra gempa 16 km dari Port-au-Prince pada pukul 4:53:09 waktu lokal (21:53:09 UTC) tanggal 12 Januari 2010. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 km. United States Geological Survey menyatakan terjadi gempa-gempa susulan dengan kekuatan 5 Skala Richter.

Sebagian besar dari kota Port-au-Prince mengalami kerusakan termasuk Istana Presiden Haiti, Gedung Parlemen Haiti, Katedral Port-au-Prince, dan sebuah rumah sakit. Persatuan Bangsa Bangsa melaporkan kantor sentra Misi Stabilisasi Persatuan Bangsa Bangsa untuk Haiti juga mengalami kerusakan.

20. Jepang
Gempa Bumi dan tsunami Sendai 2011 (東北地方太平洋沖地震 Tōhoku Chihō Taiheiyō-oki Jishin, secara harfiah "Gempa Bumi lepas pantai Samudra Pasifik wilayah Tōhoku") yaitu sebuah gempa Bumi dorongan besar lengan berkuasa berkekuatan 9,0 yang menjadikan gelombang tsunami setinggi 10 metres (33 ft).Gempa ini berkekuatan 7 menurut skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang. Laporan awal menyatakan kekuatan sebesar 7,9, sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4, dan risikonya 9,0. Fokus gempa Bumi dilaporkan berada di lepas pantai Semenanjung Oshika, pantai timur Tōhoku pada 11 Maret 2011, pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 24.4 kilometres (15.2 mils). Laporan Japanese National Police Agency (JNPA) menyatakan bahwa 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur, meski dikhawatirkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.

Kekuatan 9,0 menjadikan gempa ini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Jepang sepanjang sejarah dan satu dari empat gempa terbesar di dunia semenjak pencatatan gempa modern dimulai. Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar yang mengguncang Jepang dalam 1.200 tahun terakhir.

21. Nepal/Pakistan
Gempa bumi Nepal 2015 (juga disebut Gempa bumi Himalaya) yaitu sebuah gempa bumi berkekuatan  7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi pada pukul 11:56 NST (6:11:26 UTC) pada Sabtu 25 April 2015, dengan episenter sekitar 29 km (18 mil) dari timur-tenggara Lamjung, Nepal, dan sentra gempa di kedalaman sekitar 15 km (9.3 mil). Peristiwa tersebut merupakan gempa bumi paling besar lengan berkuasa yang mengguncang Nepal semenjak gempa bumi Nepal–Bihar 1934. Setidaknya 8,947 orang diketahui tewas akhir dari gempa bumi tersebut yang dikabarkan mengguncang Nepal dan beberapa wilayah India Utara, Tiongkok, dan Bangladesh. Bangunan-bangunan yang berusia berabad-abad hancur di Situs Warisan Dunia UNESCO di Lembah Kathmandu, termasuk beberapa bangunan di Alun-Alun Kathmandu Durbar dan menara Dharahara di Kathmandu .

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Sabtu, 24 Februari 2018

Pengertian Gempa Bumi Dan Klarifikasi Lengkapnya

Gempa bumi yaitu getaran/guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akhir tumbukan antar lempeng, patahan/sesar aktif, acara gunungapi, dan runtuhan batuan. Ilmu yang mempelajari wacana gempa bumi ialah SEISMOLOGI, alat yang dipakai untuk mendeteksi getaran gempa disebut SEISMOGRAF, dan hasil catatan gempa dinamakan SEISMOGRAM.


1. Jenis Gempa Bumi
Gempa bumi sanggup dibagi menurut penyebabnya :
  • Gempa bumi Vulkanik, bersumber dalam badan gunungapi aktif, pada umumnya berkekuatan kecil (maksimal 2 SR).
  • Gempa bumi Runtuhan, diakibatkan oleh runtuhan batuan di tempat kapur alasannya yaitu adanya stalaktit yang jatuh dalam gua kapur. Runtuhan di tempat tambang (runtuhnya terowongan tambang). Kekuatan gempa berkisar antara 2 - 3 SR.
  • Gempa bumi Tektonik, terjadi akhir acara tektonik di zona batas antar lempeng dan patahanyang menagkibatkan sebaran getaran ke segala arah. Kekuatan gempa sanggup mencapai skala besar sampai 9 SR (gempa di Aceh, 20 Desember 2004).

2. Sebaran Gempa Bumi
Gempa bumi sanggup terjadi dimana saja, tapi hampir 80 % tempat di bumi ini yang sering terkena gempa ialah di tempat DAERAH CIRCUM-PACIFIC (circum-pacific belt). Daerah ini mencakup Cili (sepanjang batas sebelah barat Amerika Utara dan Selatan), ke arah utara di Aleutians, Alaska, Jepang, Pilipina, Indonesia, New Zealand, dan beberapa pulau tertentu di Kepulauan Pasifik. Daerah lain yang juga kerap mengalami gempa bumi (sekitar 15 % bumi ini) ialah MEDITERANIAN & TRANSASIATIC, mencakup tempat Karibia, Himalaya, Alpen, Spanyol, Itali, Yunani, dan India utara. Sisa yang 5 % tersebar di seluruh belahan bumi ini.

Daerah yang paling sering mengalami gempa ialah tempat Pantai Pasifik (Amerika Serikat), terutama di Kalifornia, dimana di tempat tersebut terdapat sebuah sesar aktif yang sangat populer ialah Sesar San Andreas, membentang sepanjang ratusan km melewati tempat Kalifornia, Montana, Utah, dan Nevada.

3. Jenis Gelombang Gempa Bumi
Para jago seismologi membedakan jenis gelombang gempa bumi menurut kecepatan rambatan dan arah getaran :
  • Gelombang P (Pressure wave), disebut juga gelombang tekanan, dapat, merambat di media padat dan cair, rambatan gelombangnya paling cepat.
  • Gelombang S (Shear wave), gelombang geser, merambat dengan cara menembus batuan.

4. Sumber/Pusat Gempa Bumi
Sumber gempa bumi sanggup dijumpai di darat dan di bawah dasar laut.
  • Hiposenter, tempat trerjadinya gempa bumi yang berada di bawah permukaan bumi.
  • Episenter, yaitu proyeksi hiposenter di permukaan bumi dinyatakan dalam koordinat geografis, biasanya ada keterangan jarak dan arah.
  • Kedalaman gempa bumi yaitu jarak tegak lurus episenter ke sumber gempa bumi. Gempa dangkal (kedalaman < 33 km), gempa menengah (33-90 km), gempa dalam (> 90 km).

guncangan yang terjadi pada bumi sebagai akhir tumbukan antar lempeng Pengertian Gempa Bumi dan Penjelasan Lengkapnya

Pusat Gempa Bumi

5. Intensitas dan Kekuatan Gempa Bumi
Tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadi gempa bumi disebut INTENSITAS GEMPABUMI. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkan, dampak pada benda, bangunan, tanah, dan akhir pada manusia.

Ukuran/parameter yang dipakai untuk mengetahui tingkat kerusakan ialah MMI (Modified Mercalli Intensity), diperkenalkan pada th. 1902 oleh Giuseppe Mercalli, atau WOOD-NEUMANN SCALE (digunakan di Amerika Serikat). Kisaran angka yang dipakai mulai dari I—XII, angka I berarti ringan, sanggup dideteksi oleh alat, XII menunjukkan kerusakan sangat parah.

MAGNITUDA yaitu parameter gempa yang diukur menurut yang terjadi di tempat tertentu akhir goncangan pada sumbernya. Satuan yang dipakai ialah SKALA RICHTER (SR), diperkenalkan oleh Charles F. Richter pada th. 1934. Gempa bumi dengan kekuatan 8 skala richter setara dengan kekuatan materi peledak TNT seberat 1 gigaton (1 milyar ton).

6. Mekanisme Terjadinya Gempa Bumi
Teori yang sanggup menjelaskan wacana energi elastik yang sanggup diterima yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan lentur (elastic rebound theory) dari H.F Rheid (1906). Teori ini menjelaskan jikalau permukaan bidang sesar saling bergesekan batuan akan mengalami deformasi (perubahan wujud) jikalau perubahan tersebut melampaui batas elastisitas/regangannya. maka batuan akan patah (rupture) dan akan kembali ke bentuk asalnya (reboud).

7. Dampak Gempa bumi
Kerusakan akhir adanya gempa bumi :
  • Tembok bangunan retak, bahkan runtuh
  • Bergesernya jalan raya, jalan kereta api
  • Runtuhnya jembatan
  • Retakan yang besar di tanah/daratan
  • Pergerakan/perubahan muka air bahari

Pada th. 1556 terjadi gempa bumi yang sangat hebat di Cina yang menelan korban jiwa sekitar 830.000 orang. Gempa bumi selain menelan korban jiwa, bangunan, jalan raya, juga mengakibatkan dampak pada tatanan geologi menyerupai longsor, gerakan tanah, pedoman lumpur, gangguan/kekacauan pada sirkulasi airtanah, amblasan dan pecahnya daratan. Gempa bumi yang sumbernya di bahari sering mengakibatkan terjadinya TSUNAMI (gelombang (gempa) laut, seismic sea waves).

9. Skala Intensitas Modified Mercalli
  • Skala I : Tidak sanggup dirasakan orang, kecuali dalam keadaan luar biasa.
  • Skala II : Terasa oleh orang yang sedang beristirahat atau yang berada di lantai atas gedung bertingkat.
  • Skala III : Terasa di dalam gedung. Alat-alat gantung bergoyang. Getaran tanah menyerupai imbas truk kecil lewat. Lama getarannya sanggup ditaksir. Tidak disadari bahwa itu yaitu gempa.
  • Skala IV : Alat gantung bergoyang. Getaran menyerupai imbas truk besar lewat, atau menyerupai dinding tiba-tiba ditabrak sebuah massa besar. Mobil-mobil bergoyang. Jendela, piring, pintu geme-rincing.
  • Skala V : Terasa di luar bangunan. Arah goncangan sanggup ditaksir. Orang tidur terbangun. Alat-alat kecil yang labil berpindah tempat atau roboh. Pintu bergoyang, gantungan potret dan jendela yang tertutup gemerincing. Bandul jam berhenti dan berjalan lagi dengan berubah kecepatannya.
  • Skala VI : Terasa oleh semua orang. Banyak yang takut dan mencari jalan ke luar. Orang tidak sanggup berjalan denga tetap. Jen-dela, piring, barang dari beling pecah. Perkakas berpindah tempat atau jatuh. Alat-alat dan buku terlempar dari raknya, potret terlepas dari gantungannya. Plester bermutu rendah dan tembok retak. Lonceng gereja berbunyi. Terlihat goncangan pohon dan dedaunan.
  • Skala VII : Orang sulit berdiri, goncangan terasa oleh supir mobil. Per-kakas rumah tangga rusak. tembok rusak, cerobong asap mutu rendah pecah pada pecahan atasnya, plester berjatuhan, genting dan hiasan arsitek lepas. Tembok sedikit retak, air bak menjadi keruh, tanah longsor kecil, pasir dan kerikil runtuh pada pecahan tepi. Bel besar berbunyi, parit dan irigasi rusak.
  • Skala VIII : Sulit mengemudikan mobil. Tembok rusak dan sebagian runtuh. Sedikit kerusakan terhadap tembok, sedangkan tidak rusak. Cerobong, monumen dan menara terpuntir atau jatuh. Fondasi bermutu buruk terpisah. Cabang sobek dari pohonnya, bila tidak ada relasi rumah bergeser dari fon-dasinya.
  • Skala IX : Kegugupan umum. tembok hancur, tembok rusak berat dan sering runtuh sama sekali, tembok rusak cukup berat. Umumnya fondasi bangunan rusak. rangka struktur bangunan terpuntir. Permukaan tanah retak cukup besar. Bangunan rangka terpisah dari fondasinya bila tidak mempunyai hubungan. di bersahabat sungai terjadi letusan pasir dan lumpur.
  • Skala X : Bangunan tembok dan rangka hancur beserta fondasinya. Beberapa bangunan kayu dan jembatan bermutu baik runtuh. Tanggul besar dan dam rusak berat. Tanah longsor besar, pada tempat yang rata pasir dan lumpur bergeser. Rel kereta api sedikit membengkok.
  • Skala XI : Rel kereta api bengkok, pipa susukan rusak berat tidak sanggup digunakan.
  • Skala XII : Kerusakan hampir menyeluruh. Batu besar bergeser, penglihatan kabur.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Jumat, 23 Februari 2018

Daftar 21 Gempa Bumi Yang Paling Populer Di Dunia

Beberapa data yang tercatat perihal daerah-daerah yang mengalami gempa bumi ahli ialah :

1. Lisbon, Portugal (1755)
Terjadi pada Tgl. 1 November 1755, menghancurkan hampir 1/2 dari kota Lisbon, luas area yang terkena dampak 2.000.000 km2. Biaya kerusakan yang ditimbulkan sekitar $ 100.000.000, korban jiwa meninggal 70.000. 

2. New Madrid, Missouri (1811-1812)
Guncangan pertama terasa pada Tgl, 16 Desember 1811, jam 2 pagi, beberapa hari kemudian terjadi beberapa gempa susulan. Di final Januari 1812 terjadi kembali gempa, dan gempa ke tiga terjadi awal Februari 1812. Selama 3 bulan itu telah terjadi 1874 guncangan/gempa, terekam di Louisville, Kentucky (320 km jaraknya dari New Madrid), kekuatan gempa antara 8,4-8,8. Gempa ini menimbulkan terjadinya gerakan tanah/longsor, perubahan topografi, beberapa tempat mengalami pengangkatan, beberapa tempat karam membentuk rawa dan danau baru, dan alur S. 

Mississipi berubah. Danau Reelfoot yang terletak di baratlaut Tennesse merupakan danau yang terbentuk sebagai akhir gempa tersebut. Danau ini memiliki panjang 28 km dan lebar beberapa km. 

3. Charleston, Carolina Selatan (1886)
Terjadi pada Tgl. 31 Agustus, kerusakan yang dialami sebagai akhir gempabumi ini tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di New Madrid, korban jiwa meninggal 60 orang. Kekuatan gempa 7,3 SR. 

4. San Francisco, California (1906)
Merupakan gempabumi paling terkenal, terjadi pagi-pagi sekali pada Tgl. 18 April 1906, gempa hanya berlangsung 67 detik, tapi telah menimbulkan terbelahnya, bergesernya bumi/daratan sepanjang sesar San Andreas. Dalam waktu yang singkat itu 700 orang meninggal, bangunan hancur, kebakaran, longsor di pegunungan, jalan kereta api bergeser sampai 7 m. Sebagian besar kota San Francisco hancur, kerugian mencapai jutaan dolar. 

 Beberapa data yang tercatat perihal tempat Daftar 21 Gempa Bumi yang Paling Terkenal di Dunia

Sesar San Andreas California.

5. Teluk Sagami, Jepang (1923)
Merupakan salah satu gempa terhebat di zaman modern ini, lebih dari 140.000 jiwa meninggal, kerugian mencapai milyaran dolar. Walau gempa berasal dari Teluk Sagami (112 km dari Tokyo, 80 km dari Yokohama), tapi kedua kota besar ini mengalami kerusakan yang parah. Gempa ini juga menimbulkan tsunami yang besar, dan kerusakan akhir kebakaran yang timbul menghabiskan hampir 70 % kota Tokyo, sedangkan kota Yokohama (hampir) total musnah. Kekuatan gempa 7,9 SR. 

6. Danau Hebgen, Montana (1959)
Pada Tgl. 17 Agustus 1959, serangkaian gempa menghantam Danau Hebgen di Montana-Wyoming, berbatasan dengan Yellowstone National Park. Kerusakan yang terjadi berupa longsoran yang mengubur 28 perkemahan di ngarai Sungai Madison. Longsoran batuan yang diperkirakan mencapai 50 juta kubik membentuk dam dan membuat sebuah danau gres kira-kira 11 km dibawah Danau Hebgen. 

7. Chili (1960)
Pada Tgl. 22 Mei 1960 serangkaian gempa terjadi di sepanjang pantai Chili, merupakan gempa yang banyak menimbulkan kerusakan yang pernah tercatat di kala ini, kekuatan gempa 9,5 SR. Kerusakan dialami oleh bangunan di sekitar tempat tersebut, pohon dan tiang telepon patah dengan mengeluarkan suara berderak-derak, rekahan besar muncul di permukaan bumi. Kerusakan selanjutnya terjadi sebagai akhir munculnya tsunami yang menghancurkan perkampungan dan membinasakan ratusan orang di perkampungan itu. Kerugian akhir gempa secara keseluruhan mencapai miliaran dolar, lebih dari 5000 orang meninggal. 

8. Alaska (1964)
Terjadi Tgl. 28 Maret 1964, merupakan gempa terhebat (9,2 SR) di Amerika Utara yaitu di sekitar Anchorage, Alaska, terjadi pada jum’at sore hari, 27 Maret 1964. Akibat gempa yang terjadi, permukaan tanah naik sekitar 10 m, menimbulkan tsunami yang menyapu bangunan di sepanjang garis pantai di tempat tersebut, jutaan dolar diderita sebagai kerugian akhir gempa tersebut. 

Gempa bumi yang terjadi pada hari jum’at itu dinamakan ‘Gempa Jum’at yang baik’ (Good Friday earthquake), alasannya yaitu dibandingkan dengan magnituda dan energi gempa yang dikeluarkan hanya menjadikan 115 orang yang hilang (mati ?). Emmh .. keterlaluan juga ya masa 115 orang hilang disebut HANYA ... komentar kita ...? 

9. Yunnan, Cina
Terjadi pada tanggal 5 Jan, 1970, kekuatan gempa 7,5 SR, korban jiwa lebih dari 10.000 orang. 

10. Peru,
Terjadi pada Tgl. 31 Mei 1970, kekuatan gempa 7,9 SR, korban meninggal sebanyak 66.000 orang. 

11. Mexico City
Terjadi pada Tgl. 19-20 Sept. 1985, gempa dengan kekuatan 8,0 SR menghancurkan sebagina kota Mexico City dan 3 pantai, 25.000 orang meninggal, 15.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat tinggal. 

12. Iran
Terjadi pada Tgl. 21 Juni 1990, gempa dengan kekuatan 7,7 menghancurkan kota dan perkampungan di sekitar Laut Caspia, 50.000 orang meningal, lebih dari 60.000 terluka, dan 400.000 orang kehilangan tempat tinggal. 

13. Filipina Utara,
Terjadi pada Tgl. 16 Juli 1990, kekuatan gempa 7,7, hampir 2000 orang meninggal. 

14. Jepang
Terjadi pada Tgl. 17 Januari 1995, di Osaka, Kyoto, dan Kobe. Gempa berkekuatan 6,9 SR, menimbulkan 5.500 orang meninggal, 36.800 terluka.

15. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 24 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam, kekuatan gempa 9,0 SR, merupakan gempa terparah di Indonesia, menimbulkan tsunami, menghancurkan sebagian besar tempat Aceh, dan menimbulkan lebih dari 250.000 orang meninggal. Gempa ini juga menghantam 12 negara Asia lainnya (Singapura, Malaysia, Thailand). 

17. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 28 Maret 2005, gempa dengan kekuatan 8,7 menghantam pantai barat Sumatera (Nias dan sekitarnya), menghancurkan 1313 bangunan. Pusat gempa berasal dari sumber yang sama ibarat yang terjadi di Aceh (24 Des 2004). 

18. Indonesia
Terjadi pada Tgl. 27 Mei 2006, di Jawa Tengah, kekuatan gempa 6,3 SR, menghancurkan 127.000 rumah dan bangunan di Yogyakarta dan sekitarnya, lebih dari 5000 orang meninggal. Gempa ini bekerjasama dengan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah. Pada Tgl. 17 Juli kembali terjadi gempa yang menimbulkan tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, korban meninggal sebanyak 262 orang.

19. Haiti
Gempa Bumi Haiti 2010 terjadi dengan kekuatan 7 Skala Richter dengan sentra gempa 16 km dari Port-au-Prince pada pukul 4:53:09 waktu lokal (21:53:09 UTC) tanggal 12 Januari 2010. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 km. United States Geological Survey menyatakan terjadi gempa-gempa susulan dengan kekuatan 5 Skala Richter.

Sebagian besar dari kota Port-au-Prince mengalami kerusakan termasuk Istana Presiden Haiti, Gedung Parlemen Haiti, Katedral Port-au-Prince, dan sebuah rumah sakit. Persatuan Bangsa Bangsa melaporkan kantor sentra Misi Stabilisasi Persatuan Bangsa Bangsa untuk Haiti juga mengalami kerusakan.

20. Jepang
Gempa Bumi dan tsunami Sendai 2011 (東北地方太平洋沖地震 Tōhoku Chihō Taiheiyō-oki Jishin, secara harfiah "Gempa Bumi lepas pantai Samudra Pasifik wilayah Tōhoku") yaitu sebuah gempa Bumi dorongan besar lengan berkuasa berkekuatan 9,0 yang menjadikan gelombang tsunami setinggi 10 metres (33 ft).Gempa ini berkekuatan 7 menurut skala intensitas seismik Badan Meteorologi Jepang di utara Prefektur Miyagi, Jepang. Laporan awal menyatakan kekuatan sebesar 7,9, sementara peringatan tsunami JMA menyebutkan 8,4, dan risikonya 9,0. Fokus gempa Bumi dilaporkan berada di lepas pantai Semenanjung Oshika, pantai timur Tōhoku pada 11 Maret 2011, pukul 05:46 UTC (14:46 waktu setempat) pada kedalaman 24.4 kilometres (15.2 mils). Laporan Japanese National Police Agency (JNPA) menyatakan bahwa 15.269 tewas dan 8.526 lainnya hilang di enam prefektur, meski dikhawatirkan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.

Kekuatan 9,0 menjadikan gempa ini sebagai gempa terbesar yang mengguncang Jepang sepanjang sejarah dan satu dari empat gempa terbesar di dunia semenjak pencatatan gempa modern dimulai. Gempa ini dianggap sebagai yang terbesar yang mengguncang Jepang dalam 1.200 tahun terakhir.

21. Nepal/Pakistan
Gempa bumi Nepal 2015 (juga disebut Gempa bumi Himalaya) yaitu sebuah gempa bumi berkekuatan  7,9 Skala Richter (SR) yang terjadi pada pukul 11:56 NST (6:11:26 UTC) pada Sabtu 25 April 2015, dengan episenter sekitar 29 km (18 mil) dari timur-tenggara Lamjung, Nepal, dan sentra gempa di kedalaman sekitar 15 km (9.3 mil). Peristiwa tersebut merupakan gempa bumi paling besar lengan berkuasa yang mengguncang Nepal semenjak gempa bumi Nepal–Bihar 1934. Setidaknya 8,947 orang diketahui tewas akhir dari gempa bumi tersebut yang dikabarkan mengguncang Nepal dan beberapa wilayah India Utara, Tiongkok, dan Bangladesh. Bangunan-bangunan yang berusia berabad-abad hancur di Situs Warisan Dunia UNESCO di Lembah Kathmandu, termasuk beberapa bangunan di Alun-Alun Kathmandu Durbar dan menara Dharahara di Kathmandu .

Sumber http://sainsmini.blogspot.com