Kamis, 19 Januari 2017

✔ Chasis Sepeda Motor


Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor, pada artikel kali ini sebagai kelanjutannya saya akan membahas wacana bagian-bagian yang termasuk pada chasis sepeda motor.

Chasis atau rangka ialah salah satu serpihan yang penting sekali pada kendaraan , sebab rangka menyerupai tulang punggung bagi kendaraan baik kendaraan beroda empat maupun sepeda motor. Hampir seluruh bagian-bagian penting dipasang pada rangka. Rangka harus dibentuk dari materi yang cukup berpengaruh untuk menahan atau memikul beban kendaraan. Konstruksinya diadaptasi untuk kebutuhan-kebutuhan dalam kegunaanya. Rangka pada setiap kendaraan umumnya mempunyai bentuk yang hampir sama, sebab adanya persyaratan tertentu yang harus dipenuhi.

A. Rangka sepeda motor

Rangka pada sepeda motor berfungsi sebagai wadah penempatan engine, sistem kelistrikan dan kelengkapan-kelengkapan lainnya serta sekaligus sebagai penyangga penumpang. Bagian rangka juga meliputi komponen komponen lain yang bekerjasama dengan fungsi keindahan dan kenyamanan berkendara. Rancangan pembuatan sebuah rangka ditentukan oleh beberapa kepentingan yaitu diadaptasi dengan besar kapasitas mesin (cc) yang dipasangnya, akomodasi penggunaan dari sepeda motor tersebut, dan irit dalam perawatan.

Nama bagian-bagian Rangka

 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 1. Rangka sepeda motor
Keterangan gambar :
1. Sumbu kemudi
2. Pipa rangka alas
3. Rangka pipa punggung
4. DuduKan peredam getaran
5. Pipa rangka tengah
6. Dudukan lengan ayun
7. Pipa rangka bawah

Pada umumnya sebagian besar jenis rangka memakai materi dari besi dan aluminium. Aluminium akan menghasilkan bobot yang lebih ringan dari pada besi dalam bentuk yang sama. Untuk sepeda motor produksi yang kini hampir sebagian besar memakai jenis rangka dari materi pipa lingkaran dari aneka macam jenis ukuran dan ketebalan. Ada juga beberapa yang memakai jenis rangka dari materi pipa segi empat dan empat persegi panjang. Rangka dituntut kuat, ringan, indah, dan gampang dalam perawatan.

Macam-macam rangka

a) Pressed steel
Rangka ini terbentuk dari pelat baja yang seluruhnya dipres (lempengan). Umumnya pada jenis ini mempunyai teladan back bone (bentuk tulang punggung).
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 2. Rangka jenis pressed steel

b) Back bone
Jenis rangka ini dibentuk dari adonan antara pipa dan press steel. Rancangan dasar jenjs rangka ini diutamakan untuk penggunaan pada jenis sepeda motor angsa dan scooter.

 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 3. Rangka jenis pressed steel

c) Tubular teladan single cradle
Jenis rangka single cradle mempunyai satu buah pipa di bawah (down tube) dan satu buah pipa utama (main pipe) pada serpihan depan mesin. Secara struktur bagian-bagian dari rangka ini mengusung posisi dudukan mesin. Penggunaan yang utama jenis rangka ini ialah jenis sepeda motor offroad, jenis on-road, dan tipe sport dengan cc sedang, Disamping mempunyai kekuatan prima, jenis rangka ini juga gampang dalam perawatan.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 4. Rangka jenis pressed steel

d) Tubular teladan double cradle
Jenis rangka double cradle hampir sama dengan jenis single cradle. Hanya pada jenis ini mempunyai dua buah pipa bawah (down tube). Hal ini akan manghasilkan kekuatan sistem rangka. Jenis rangka ini digunakan pada sepeda motor jenis on-road dengan cc besar. Pada tipe tertentu serpihan dari down tube sanggup dilepas pada dikala pemasangan dan melepas mesin.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar :.5. Rangka jenis pressed steel

e) Rangka jenis aluminium
Rangka jenis aluminium mempunyai bobot yang ringan dibandingkan dengan rangka dari besi. Penggunaan pipa segi empat dan empat persegi panjang. Pada jenis ini akan menjadikan rangka semakin berpengaruh dan tahan terhadap tekanan. Bagian-bagian rangka (sub-frame) sanggup dilepaskan untuk tujuan memudahkan dalam perawatan. Jenis rangka ini digunakan pada sepeda motor tipe sport.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 6. Rangka jenis pressed steel

Rangka dan kestabilan
Kondisi rangka memilih kestabilan kendaraan. Jika kondisi rangka tidak sesuai dengan standar ukuran yang sebenarnya, maka akan menimbulkan timbulnya kerusakan, misalnya: bengkok, patah/retak pada serpihan sambungan rangka. Kerusakan sambungan rangka sanggup terjadi sebab akhir benturan keras (kecelakaan) atau bermuatan yang melampaui batas kemampuan.

B. Sistem kemudi sepeda motor

Sistem kemudi berfungsi untuk membelokkan roda depan ke kiri dan ke kanan dengan cara mempergunakan tenaga tangan melalui batang kemudi (stang) yang diterusakan ke garpu depan (front fork). Kelengkapan kemudi berfungsi sebagai pengarah jalannya kendaraan. Selain penampilan, panjang pendeknya stang kemudi merupakan unsur yang harus diperhitungkan, sebab batang kemudi yang panjang akan ringan untuk digerakkan, namun kendaraan menjadi kurang lincah. Sebaliknya batang kemudi yang pendek menciptakan gerakan kendaraan menjadi lincah, namun berat untuk dikendalikan. Sistem kemudi dan kelengkapannya sanggup dilihat pada gambar di bawah ini.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
(A) (B) (C)

Gambar :7. Kemudi dan kelengkapannya113311

Keterangan gambar:
1. Batang kemudi
2. Penghubung garpu serpihan atas
3. Pengikat stang
4. Poros kemudi
5. Kones serpihan atas
6. Peluru baja
7. Karet penahan kotoran
8. Kones serpihan bawah

a. Caster dan Trail

1) Caster
Adalah sudut kemiringan dari poros kemudi dalam satuan derajat. Dengan menarik garis sejajar poros kemudi, maka akan didapat suatu sudut yang dihitung dan garis yang mendatar (horizontal).
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar :8. Caster

Dengan sudut caster yang kecil berarti memperpanjang jarak trail. Dalam hal ini pengendalian sepeda motor terasa baik untuk jalan yang lurus dengan kecepatan tinggi. Tetapi pada kecepatan rendah, pengendalian terasa berat dan kurang lezat untuk menikung.

2) Trail
Trail ialah jarak antara titik potong dari garis melalui poros kemudi dengan jalan mendatar (horizontal), ke titik tumpu ban depan diatas jalan.
Gambar : 9. Trail

Dari penjalasan kedua ukuran tersebut sanggup disimpulkan bahwa lebih besar sudut casternya, maka lebih kecil jarak trailnya. Caster dan trail harus diperhitungkan secara tepat, sebab bekerjasama bersahabat sekali terhadap dampak kestabilan sistem kemudi dari sepeda motor.

C. sistem suspensi sepeda motor
Suspensi merupakan serpihan kendaraan yang menghubungkan roda terhadap rangka. Konstruksinya dibentuk sedemikian rupa sehingga kendaraan sanggup berjalan dengan nyaman dan aman, untuk itu maka suspensi sepeda motor harus sanggup :
1. Menyerap bantingan dan goncangan akhir kondisi jalan.
2. Meneruskan gaya pengereman dan pengemudian.
3. Mengantar gerakan roda.
4. Memungkinkan roda tetap menapak pada jalan.
Gambar :10. Prinsip kerja suspensi

Sistem suspensi merupakan adonan atau perpaduan antara pegas dan peredam kejut (unit shock absorber ).
Gambar : 11. Komponen suspensi sepeda motor


a. Suspensi Depan
Suspensi depan sepeda motor sanggup dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

1) Jenis Telescopic
Sistem suspensi depan jenis telescopic paling banyak digunakan pada sepeda motor baik jenis sport, bebek, dan scooter. Suspensi jenis ini bekerja menurut pergerakan turun naik pipa garpu yang menerima proteksi tekanan pegas dan sebagai fungsi damping (peredam) dari system suspensi.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR

2) Jenis bottom link

- Leading link
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar :13. Suspensi jenis leading link

Jenis suspensi depan yang dirancang mempunyai pivot link (lengan ayun) menghadap ke arah depan dan shock absorber ditahan oleh leading edge pada garpu. Suspensi ini banyak digunakan pada sepeda motor jenis bebek.

- Trealing link
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar :14. Suspensi jenis trealing link

Jenis suspensi depan yang dirancang mempunyai posisi poros (axle) yang didukung oleh Jinks dan shock absorber. Leading link mempunyai lengan ayun yang menghadap ke arah belakang. Suspensi ini banyak digunakan pada sepeda motor jenis scooter / vespa.

b. Suspensi Belakang
Suspensi belakang jenis swing arm memperlihatkan kenyamanan dalam pengendaraan serta mambantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakan roda yang baik. Pada umumnya semua sepeda motor memakai system kerja dasar suspensi belakang mirip ini. Suspensi belakang dengan system dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, tergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain dari swing armnya.

1) Suspensi Double Shock
Jenis ini mempunyai dua peredam kejut yang mendukung serpihan belakang frame body dan swing arm. Suspensi ini umum digunakan, sebab sangat sederhana proses pemasangannya, jumlah komponen yang lebih sedikit, serta mempunyai sistem dasar yang ekonomis.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar :15. Suspensi belakang model double shock

2) Suspensi Single Shock
belakang frame body dan serpihan swing arm. Suspensi ini mempunyai konstruksi yang rumit. tetapi lebih stabil dibanding jenis double suspensi. Banyak digunakan pada sepeda motor modern dan untuk keperluan sport. Jenis suspensi ini mempunyai satu peredam kejut yang mendukung bagian
Gambar : 16. Suspensi belakang model single shock

c. Shock Absorber
Shock absorber atau peredam kejut ialah komponen dari suspensi untuk meredam getaran bodi sepeda motor, sehingga jalannya sepeda motor sanggup rnemberikan kenyamanan pada pengendara. Energi gerak dari serpihan yang bergetar dirubah melalui gerakan menjadi panas. Fungsi dari peredam kejut pada suspensi ialah mengontrol gerakan balik dari pegas suspensi. Sehingga sanggup memelihara kenyamanan pada pengendaraan.

1) Prinsip peredam kejut

a) Tanpa peredam kejut
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 17. Prinsip suspensi tanpa peredam kejut
Garis diagram pada gambar diatas menjelaskan bahwa hanya dengan pegas saja tidak sanggup unluk menyerap goncangan akhir kondisi jalanan. Karena goncangan yang diterima pegas akan dikembaiikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun, Dalam hal ini pengendara sepeda motor merasa tidak nyaman dan berbahaya.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 18. Prinsip suspensi dengan peredam kejut
b) Dengan peredam kejut
Apabila mempergunakan peredam kejut mirip gambar diatas, maka goncangan / bantingan yang diterima sebagian besar diserap oleh peredam kejut sehingga pengendalian lebih stabil dan nyaman.

D. Sistem rem sepeda motor

a. Fungsi
Sistem rem pada sepeda motor berfungsi untuk mengurangi kecepatan laju sepeda motor dan menghentikannya. Prinsip sistem pengereman ialah merubah energi kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan.

 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
Gambar : 19. Prinsip pengereman
b. Macam-macam rem

1) Rem tromol
Gambar : 20. Rem tromol

Nama komponen rem tromol
1. Tromol
2. Kampas Rem
3. Bubungan Rem
4. Sepatu Rem
5. Pegas Pengembali
6. Anchor-Pin
2) Rem cakram

2) Rem cakram
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR

Nama komponen rem cakram
1. Kaliper
2. Pegas Penahan
3. Cakram (Piringan)
4. Balok rem (Pad)
5. Sil karet
6. Piston
7. Baut nipel

Rem cakram dilengkapi dengan kaliper yang berfungsi sebagai dudukan/tempat piston dan pad rem. Kaliper pada rem cakram ada dua jenis yaitu, kaliper tetap (gambar 22 A) dan kaliper luncur (gambar 22 B).
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
(A) (B)

Gambar : 22. Kaliper

c. Sistem pelopor rem
Sistem pelopor rem berfungsi untuk mengendalikan pengereman, melalui prosedur tuas atau handle pengereman. Sistem pelopor rem pada sepeda motor dilakukan oleh tangan atau kaki pengendara. Sistem pelopor rem terdiri dari dua macam, yaitu sistem mekanis dan sistem hidrolis. Sistem mekanis memakai kabel baja yang dihubungkan dari handle rem tangan ke bubungan rem di dalam tromol rem atau ke tuas rem cakram apabila memakai rem cakram. Cara kerja system pengereman mekanis pada rem tromol sanggup dilihat pada gambar di bawah ini.
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
(A) (B)

Gambar : 23. Cara kerja rem tromol
Apabila handle rem ditarik, maka kabel rem akan menarik tuas pada bubungan rem, sehingga bubungan rem akan bergerak berputar menekan sisi ujung kedua kanvas rem. Pada dikala sisi ujung kanvas rem tertekan bubungan rem, maka kanvas rem akan menggesek tromol rem, hasilnya putaran tromol akan dihambar oleh tabrakan kanvas rem. Pada sistem rem hirolis, pengereman terjadi apabila handle rem ditarik, maka piston rem pada handle rem akan menekan minyak rem dan tekanan minyak rem diteruskan ke silinder roda yang terdapat pada kaliper. Pada dikala minyak rem menekan piston pada silinder rem, maka piston akan mendorong pad (kanvas rem) untuk menjepit cakram, sehingga terjadi pengereman akhir putaran cakram (piringan) tertahan oleh tabrakan pad. Cara kerja rem cakram sanggup dilihat pada gambar di bawah ini.

 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
 Pada artikel yang terdahulu saya telah bahas wacana mesin sepeda motor ✔ CHASIS SEPEDA MOTOR
(A) (B) (C)

Gambar : 24. Cara kerja rem cakram
5.Melakukan perawatan sistem rem dan kemudi

a. Keausan Kampas Rem

1) Drum brake/rem tromol.
Jika tanda panah pada brake panel telah menerangkan pada tanda "D" pada dikala rem bekerja. Bukalah brake panel dari roda, dan periksalah kampas rem dari keausan. (lihat gambar disamping).

Periksa juga dari terjadinya keausan pada brake drum (tromol) setiap kali membuka bake panel dari roda. Jika tromol memperlihatkan gejala retak atau terjadi karat yang parah, tidak perlu dibersihkan dengan kain lap atau amplas, pastikan untuk menggantikannya dengan yang baru.

2) Disk brake / rem cakram.
Gantilah kampas rem, apabila tanda batas keausaan sudah mencapai garisnya. Tanda batas keausan sanggup terlihat secara terperinci yang terletak pada serpihan ujung dan kampas rem, biasanya berupa garis berwarna merah. (lihat gambar disamping).
(A) (B)

Gambar 24
Pemeriksaan adanya udara pada Sistem Rem hidrolik. Pada rem hydrolik apabila handle rem ditekan dan terasa tanpa adanya tekanan balik, ini berarti terdapat udara didalam sistem hidrolik. keluarkan segera udara tersebut melalui jalan masuk buangan udara yang higienis dibawah caliper.

b. Penyetelan Jarak main Bebas (Free Play).
Pada sistim rem mekanis, penyetelan jarak main handle rem tangan maupun pedal rem kaki sanggup dilakukan sbb :

1) Rem Tangan
Penyetelan utama dilakukan pada brake panel dengan cara melonggarkan lock nut dan memutar adjuster sesuai jarak main handle rem. Penyetelan berikutnya, ialah pada stang stir, dengan cara yang sama. Jarak Main Bebas : 10 20 mm.

2) Rem Belakang
Lakukan penyetelon pada brake panel belakang dengan cara memular adjuster nutsesuai free play dari pedal rem. Jarak Main Bebas:20 30 mm. Pastikan posisi adjuster nut berada pada pin sesuai dudukannya, sehabis free play pada brake pedal sudah didapatkan. Setelah simpulan penyetelan, jangan lupa periksa juga:
1. Kencangkan adjuster lock nut pada rem depan maupun belakang.
2. Kekencangan Brake Rod pin.
3. Kekencangan mur Broke arm,
4. Kekencangan baut-baut pengikat capiler pada rem disk.

Periksa fungsi pengereman pada dikala kendaraan dikendalikan.

c. Minyak Rem
Periksalah kondisi permukaan minyak rem dan endapan kebacoran yang terjadi pada sistim rem hidrolik. Jika terjadi kebocoran pada bagian-bagian dari sistim rem ini, lakukanlah perbaikan dan ganti parts bilamana perlu. Periksalah juga bagian-bagain pipa rem, sambungan pipa rem dari kerusakan, atau kekendoran pengikatan dan pastikan bahwa pipa rem hidrolik bersentuhan dengan benda-benda yang bergerak pada dikala suspensi depan bekerja, atau terdengar suara-suara yang tidak masuk akal dikala kendaraan berjalan. Sebelum membuka tutup wadah minyak rem, letakan/putar stang stir pada posisi permukaaan minyak rem mendatar dan rata. Sebelum memperbaiki sistim ini, hamparkan koain lap pada benda-benda yang gampang rusak apabila terkena minyak rem. Gunakan minyak rem yang sejenis untuk, menambah atai mengganti minyak rem.

Apabila minyak rem di dalam wadah berkurang, tambahkan dengan cara membuka tutup dan diafragma pada wadah, kemudian isi hingga mencapai batas UPPER LEVEL. Periksa juga kampas rem dari keausan. Apabila kampas rem aus ketinggian minyak rem akan turun, ini dikarenakan minyak rem menekan piston caliper yang maju menekan kampas rem. Jika kampas rem tidak terjadi keausan, akan tetapi ketinggian minyak rem turun, periksalah dari terjadinya kebocoran.

d. Stang Kemudi
Letakan posisi sepeda motor padakeadaan roda depan terlelak pada lantai, kemudian putar slang kernudi dengan gerakan yang agak lambat dan pastikan bahwa gerakan tersebut lancer tanpa hambatan. Apabila gerakan1terasa tidak lancar dan agak berat,
lakukan investigasi pada :
1. Kabel atau wireless dari adanyaa gangguan terhadap pergerakan stang kemudi.
2. Kerusakan atau keausan bering stang kemudi.Keseimbangan pada roda depan yang mempengaruhi stang kemudi
3. Kebengkokan terhadap bagian-bagian suspensi depan dan rangka serpihan depan.

Jika stang kemudi menerangkan goncangan yang berpengaruh pada pengendaraan dengan kondisi normal. Periksa serpihan - serpihan sbb:
1. Roda depan dari kelancaran putaran.
2 2. Ssistem dari terjadinya kelonggaran,
3. Steer ing mounting dari terjadinya kelonggaran. Atau pemeriksa dan stel steering head bearing dengan memutar steering bearing adjuster nut

Demikian klarifikasi singkat wacana chasis sepeda motor, supaya sanggup bermanfaat bagi para pembaca.
Sumber http://viarohidinthea.blogspot.com


EmoticonEmoticon