Minggu, 22 Januari 2017

Sejarah Alam Semesta

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh: Arif Alfatah As Srageny

Kala itu belum ada ruang dan waktu, sekitar 13,7 milyar tahun yang lampau alam semesta kita masih berupa “titik“ (atom primeval) tak berdimensi.  “Titik” itu kemudian meledak dahsyat pada detik ke nol (t = 0, awal mula dimensi waktu hadir), populer dengan insiden  *Dentuman Besar(Big Bang)*.

Sampai detik ke  _10 pangkat negatif 35_ sesudah Dentuman Besar, alam semesta mengalami pengembangan secara cepat (fase inflasi). Alam semesta mengembang hingga  _10 pangkat 100_ hingga  _10 pangkat 1000 _ kali lebih besar daripada sebelumnya. Sampai detik tersebut, alam semesta dimasukkan dalam *era kemanunggalan agung (GUT era)*.

Setelah fase inflasi selesai, alam semesta mulai mengalami ‘pendinginan‘. Pada awal pendinginan, alam semesta hanya berisi ‘bubur‘ yang tersusun dari quark-quark, gluon-gluon, partikel perantara interaksi listrik-lemah dan partikel-partikel eksotik serta antipartikel untuk masing-masing partikel itu. Fase ini disebut  *era quark*.

Pada detik ke  _10 pangkat negatif 6_ sesudah Dentuman Besar terbentuklah proton dan neutron. Inilah  *era hadron*. Tetapi era ini sangat singkat. Pasangan baryon-antibaryon segera mengalami anihilasi sehingga muncul foton yang kini kita tangkap sebagai radiasi latar gelombang mikrokosmik (CMB). Pada ketika inilah dimensi di atas 4 mulai terbentuk di alam semesta berlanjut ke dimensi-dimensi di atasnya hingga dimensi N. Baryon-baryon yang tak berpasangan dengan anti materinya tetap bertahan.

Sekitar  _10 pangkat negatif 4_ detik sesudah dentuman besar muncullah elektron-elektron, muon-muon dan neutrino-neutrino. Tetapi lepton-lepton berat ibarat muon terus mengalami anihilasi sementara produksinya terus menurun. Maka elektron menjadi dominan. Alam semesta waktu itu berupa 'bubur' yang terbuat dari elektron-elektron, positron-positron, neutrino-neutrino dan proton serta neutron. Era ini disebut  *era lepton*.

1 detik sesudah dentuman besar, temperatur telah hingga pada  _10 pangkat 10_ K dan rapat massa alam semesta cukup rendah untuk terjadinya interaksi antara neutrino dengan partikel-partikel lain. Hal ini mengakibatkan neutrino-neutrino bebas berkeliaran dan membentuk radiasi latar sebagaimana foton.

Pada ketika 180 detik sesudah dentuman besar,  *era pembentukan inti-inti atom (nucleosynthesis)* dimulai.  Setelah itu  *era radiasi* dan dilanjutkan *era materi*. 1 juta tahun sesudah dentuman besar terbentuklah galaksi-galaksi dan quarsar-quarsar, yaitu  *era galaksi*. Mulailah, terbentuklah planet-planet dan Bumi hingga usia semesta hingga kini mencapai sekitar 13,7 milyar tahun. Itulah sekelumit rentetan klarifikasi sisi lain ihwal Teori Big Bang (Dentuman Besar).

*Teori Big Bang, inovasi gres atau kabar sangat lama...?*

Secara teoritis, teori Big Bang dicetuskan pertama kali oleh matematikawan Rusia Aleksander Friedmann dan Astronom Belgia George Lemaitre tahun 1920-an. Edwin Hubble menguatkan teori tersebut pada tahun 1929 ketika mendapati fakta bahwa ternyata galaksi tampak saling menjauh, dengan kata lain semesta mengembang. Akan tetapi kala itu teori Big Bang belum begitu berkembang, hingga pada 1940-an Fisikawan Amerika George Gamov dan rekan-rekannya bisa menjelaskan lebih lanjut dan berbagi teori tersebut semakin tampil meyakinkan.

NASA yang dimotori George Smoot dan timnya berhasil untuk ke sekian kali menguatkan teori Big Bang secara ekskperimen, astronom memakai instrumen sensitif _COBE (Cosmic Background Emission Eksplorer)_  mendapatkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta. Berdasarkan semakin banyaknya fakta-fakta ilmiah yang didapatkan, teori Big Bang semakin disetujui dunia ilmiah.

Oktober 2014, Scientific American menulis bahwa teori Big Bang ialah satu-satunya teori yang sanggup menjelaskan asal mula alam semesta. Bahkan pakar Astrofisika era ini, Stephen Hawking dalam bukunya _A Brief History of Time_ menyebut inovasi fakta-fakta ilmiah semesta yang selalu mengembang ialah revolusi intelektual era 20. Itulah teori Big Bang yang berdasarkan kalangan ilmuwan sebagai salah satu inovasi paling berharga era modern ini.

Tetapi, cobalah simak sejenak kabar 14 era yang lampau di bawah ini, kemudian renungkan dan simpulkan sendiri...

“Dan langit itu Kami berdiri dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (ke segala penjuru)”(QS. Adz Dzariyat; 47)

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bekerjsama langit dan bumi itu keduanya dahulu ialah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(QS. Al Anbiya; 30)

**************************************************

Tepian Lembah Ngosit Barat Laut Jogja

Sabtu Pahing

29 Shafar 1439 H – 18 Nopember2017 M
Sumber http://fisikane.blogspot.com


EmoticonEmoticon