Hai sobat Fisika, pada postingan sebelumnya aku telah menawarkan koleksi makalah sewaktu aku kuliah kali ini aku juga akan memberika salah satu koleksi makalah sewaktu aku kuliah dulu, judul makalah ini ialah " dispersi", silahkan teman-teman simak makalah tersebut berikut ini:
BAB I
PENDAHULUAN
Interferensi ialah penggabungan secara superposisi dua gelombang atau lebih yang bertemu pada satu titik di ruang. Hasil interferensi yang berupa pola-pola frinji sanggup dipakai untuk memilih beberapa besaran fisis yang berkaitan dengan interferensi, contohnya panjang gelombang suatu sumber cahaya, indeks bias dan ketebalan bahan. Untuk memahami fenomena interferensi harus berdasar pada prinsip optika fisis, yaitu cahaya dipandang sebagai perambatan gelombang yang datang pada suatu titik yang
bergantung pada fase dan amplitude gelombang tersebut. Untuk memperoleh polapola.Polapola interferensi cahaya haruslah bersifat koheren, yaitu gelombang-gelombang harusberasal dari satu sumber cahaya yang sama. Koherensi dalam optika sering dicapai dengan membagi cahaya dari sumber tunggal menjadi dua berkas atau lebih, yang kemudian sanggup digabungkan untuk menghasilkan pola interferensi
Panjang koherensi sanggup dipakai untuk mengukur tingkat kemonokromatisan suatu sumber cahaya. Beberapa aplikasi membutuhkan sumber cahaya yang mempunyai koherensi waktu dan koherensi ruang contohnya untuk holografi.
BAB II
PEMBAHASAN
- Pengertian Koherensi
Koherensi ialah salah satu sifat gelombang yang sanggup memperlihatkan interferensi, yaitu gelombang tersebut selalu sama baik fase maupun arah penjalarannya. Koherensi juga merupakan parameter yang sanggup mengukur kualitas suatu interferensi (derajat koherensi). Untuk menghasilkan frinji-frinji interferensi, sangat dibutuhkan syarat-syarat semoga gelombang-gelombang yang berinterferensi tersebut tetap koheren selama periode waktu tertentu. Jika salah satu gelombang berubah fasenya, frinji akan berubah berdasarkan waktu (Laud, 1988). Laser merupakan teladan sumber tunggal dari radiasi tampak yang koheren. Pada panjang gelombang yang lebih panjang gampang untuk menghasilkan gelombang koheren. Cahaya keluaran laser mempunyai koherensi terhadap waktu dan ruang sangat besar dibandingkan dengan sumber-sumber cahaya pada umumnya.
- Sifat KoherensiAda dua konsep koherensi yang tidak bergantung satu sama lain :
- Koherensi ruang (spatial coherence)
Koherensi ruang ialah sifat yang dimiliki dua gelombang yang berasal dari sumber yang sama, sesudah menempuh lintasan yang berbeda akan datang di dua titik yang sama jauhnya dari sumber dengan fase dan frekuensi yang sama. Hal ini mungkin terjadi kalau dua berkas tersebut secara sendiri-sendiri tidak koheren waktu (menurut waktu), alasannya ialah setiap perubahan fase dari salah satu berkas diikuti oleh perubahan fase yang sama oleh berkas lain. Dengan sumber cahaya biasa, hal ini hanya mungkin kalau dua berkas dihasilkan oleh satu sumber.
- koherensi waktu (temporal coherence)
Koherensi waktu (temporal coherence) ialah sifat yang dimiliki dua gelombang yang berasal dari sumber yang sama, yang sesudah menempuh lintasan yang berbeda datang di titik yang sama dengan beda fase yang tetap. Jika beda fase berubah beberapa kali dan secara tidak teratur selama periode pengamatan yang singkat, maka gelombang dikatakan tidak koheren. Koherensi waktu dari sebuah gelombang menyatakan kesempitan spectrum frekuensinya dan tingkat keteraturan dari barisan gelombang. Cahaya koheren tepat ekivalen dengan sebuah barisan gelombang satu frekuensi dengan spektrum frekuensinya sanggup dinyatakan hanya dengan satu garis, sehingga koherensi waktu sanggup memperlihatkan seberapa monokromatis suatu sumber cahaya. Dengan kata lain koherensi waktu mengkarakterisasi seberapa baik suatu gelombang sanggup berinterferensi pada waktu yang berbeda
-
- Panjang Koherensi
Barisan gelombang yang spektrumnya hampir terdiri dari satu frekuensi tapi lebarnya berhingga atau dengan sedikit fluktuasi amplitudo dan fase biasanya disebut quasi koheren. Panjang koherensi merupakan jarak sejauh mana gelombang sanggup berinterferensi. Panjang koherensi suatu gelombang tertentu, ibarat laser atau sumber lain sanggup dijelaskan dari persamaan berikut:
dengan c L adalah panjang koherensi, c ??koherensi waktu, c adalah cepat rambat?cahaya, dan ?v adalah lebar spectrum Pada interferometer Michelson, panjang koherensi sama dengan dua kali panjang lintasan optis antara dua lengan pada interferometer Michelson, diukur pada ketika penampakan frinji sama dengan nol. Ketika movable mirror digerakkan, maka kedua berkas laser yang melewati 1 L dan 2 L mempunyai jarak lintasan yang berbeda (lihat skema pada gambar 2.1). Sehingga beda optic masing-masing berkas ialah 1 2L dan 2 2L . Makara beda lintasan optisnya adalah
Beberapa aplikasi membutuhkan sumber?cahaya yang mempunyai koherensi waktu dan?koherensi ruang yang sangat tinggi. Aplikasiini banyak dipakai untuk interferometri holografi, dan beberapa tipe sensor optik. Untuk aplikasi lain dengan tingkat koherensi yang lebih kecil, contohnya koherensi waktu yang rendah (tetapi dikombinasikan dengan koherensi ruang yang tinggi) dibutuhkan untuk tomografi (optical coherence tomography), dimana tampilannya dihasilkan oleh interferometri dan resolusi tinggi yang memerlukan koherensi waktu rendah. Derajat koherensi juga sesuai untuk tampilan laser proyeksi, aplikasi gambar dan pointer (Paschotta, 2006).
- Aplikasi sifat Koherensi
Laser merupakan kependekan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation, yang artinya penguatan cahaya dengan rangsangan pancaran radiasi. Sifat yang terjadi akhir kesamaan frekuensi ialah monokromatis dan sifat yang terjadi akhir kesamaan fase ialah koherensi. Jadi, syarat terbentuknya laser ialah sumber cahaya yang monokromatis dan koheren. Laser mempunyai sifat-sifat yang tidak dimiliki oleh sumber cahaya lain. Sifat-sifat khas laser antara lain kesearahan, intensitas, monokromatis, dan koherensi.
Sebuah alat yang dirancang untuk menghasilkan interferensi dan pola-polanya yang dihasilkan dari perbedaan panjang lintasan disebut interferometer optik. Interferometer dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu interferometer pembagi muka gelombang dan interferometer pembagi amplitudo. Pada pembagi muka gelombang, muka gelombang pada berkas cahaya pertama di bagi menjadi dua, sehingga menghasilkan dua buah berkas sinar gres yang koheren, dan ketika jatuh di layar akan membentuk pola interferensi yang berwujud frinji gelap terang berselang-seling. Pola terang terjadi apabila gelombanggelombang dari kedua berkas sinar sefase sewaktu datang di layar. Sebaliknya pola gelap terjadi apabila gelombang-gelombang dari kedua berkas sinar berlawanan fase sewaktu datang di layar. Agar pola interferensi nyata, daerah garis-garis gelap terang itu harus tetap sepanjang waktu yang berarti beda fase antara gelombang-gelombang dari kedua celah harus tidak berubah-ubah dan hal ini hanya mungkin apabila kedua gelombang tersebut koheren, yaitu identik bentuknya
Untuk pembagi amplitudo, diumpamakan sebuah gelombang cahaya jatuh pada suatu lempeng beling yang tipis. Sebagian dari gelombang akan diteruskan dan sebagian lainnya akan dipantulkan. Kedua gelombang tersebut tentu saja mempunyai amplitudo yang lebih kecil dari gelombang sebelumnya. Ini sanggup dikatakan bahwa amplitudo telah terbagi. Jika dua gelombang tersebut sanggup disatukan kembali pada sebuah layar maka akan dihasilkan pola interferensi
Diagram alat Interferometer Michelson yang dipakai dalam percobaan ditunjukkan pada gambar di bawah ini:
Gambar 1. Diagram alat percobaan
Interferometer Michelson untuk menentukan panjang koherensi laser BAB III
PENUTUP
- KesimpulanKesimpulan dari penulisan makalah ini ialah sebagai berikut :
- Koherensi ialah salah satu sifat gelombang yang sanggup memperlihatkan interferensi, yaitu gelombang tersebut selalu sama baik fase maupun arah penjalarannya
- Ada dua konsep koherensi yaitu :
- Koherensi ruang (spatial coherence)
- koherensi waktu (temporal coherence)
- Koherensi ruang (spatial coherence)
- aplikasi sifat koherensi terjadi pada laser
-
- SaranSaran dari penulsan makalah ini ialah sebagi berikut :
- Pembahasan dalam penulisan ini harus lebih dipahami
- Dibutuhkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini
DAFTAR PUSTAKA
-
Ducharme, S., 2006, Physics of Laser and Modern Optics, Nebraska, University of
Nebraska.
Falah, M., 2008, Analisis Pola Interferensi pada Interferometer Michelson untuk Menentukan Panjang Gelombang Sumber Cahaya, Semarang, Skripsi S-1 FMIPA UNDIP
Halliday, D., dan Resnick, R., 1993, Fisika Jilid 2, Jakarta, Erlangga. Halliday, D., dan Resnick, R., 1999, Physics (terjemahan Pantur Silaban dan Erwin
Sucipto), Jilid 2, Edisi 3, Jakarta,
Erlangga. Hecht, E., 1992, Optics, 2nd edition, Addison Wesley.Sucipto), Jilid 2, Edisi 3, Jakarta,
Laud, B.B., 1988, Laser Dan Optik
Silahkan teman-teman mengunjungi link ini untuk makalah lainnya, Sekian semoga bermanfaat!
EmoticonEmoticon