Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2018

Contoh Makalah Lengkap - Ilmu Ekonomi Dan Permasalahanya

Ilmu Ekonomi dan Permasalahanya
Contoh Makalah Lengkap

BAB I 
PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan bahwa ilmu ekonomi sangat berkhasiat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Demikian ilmu pengatahuan menempatkan kedudukannya sejajar dengan ilmu lain. Peranan pemerintah dalam perekonomian negara di bagi menjadi 2, yaitu jangka panjang dan jangka pendek. Dimana pada jangka panjang pemerintah harus menghantarkan masyarakat kepada kemakmuran, kesejahteraan lahir dan batin, serta harus menghadapi duduk kasus jangka panjang ibarat duduk kasus pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dalam jangka pendek pemerintah di tuntut untuk selalu sanggup membantu membuat iklim perjuangan yang aman mendukung semua pihak. Sedangkan dipihak lain masih harus menghadapi masalah-masalah ekonomi jangka pendek yang populer dengan istilah "tiga penyakit pokok ekonomi. Dan sesungguhnya keberhasilan pemerintah dalam jangka panjang tidak terlepas dari kemampuan menangani masalah-masalah ekonomi jangka pendek ini. Sistem Ekonomi sangat kuat besar pada keberhasilan pemerintah dalam mencapai misi memakmurkan dan mensejahterakan perekonomian masyarakatnya.Bahkan tidak hanya pemerintah, pihak swasta pun memakai sistem ekonomi demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan baik untuk diri sendiri ataupun pihak-pihak lainnya. Dengan adanya keterkaitan ini maka duduk kasus ekonomi dan sistem ekonomi sanggup mempengaruhi kegiatan ekonomi. 

RUMUSAN MASALAH 
  1. Apa yang di maksud dengan ilmu ekonomi dan sebutkan macam-macam system ekonomi? 
  2. Apa saja masalah-masalah yang timbul dalam sistem ekonomi ? 
  3. Apa yang di maksud dengan barang dan jasa? 
  4. Apa sajakah jenis barang ekonomi? 
  5. Apa arti barang akhir,barang modal dan barang antara
BAB II 
PEMBAHASAN 

Pengertian Ilmu Ekonomi dan Permasalahannya
1. Pengertian Ilmu Ekonomi

Kata "Ekonomi" berasal dari bahasa yunani oikos artinya keluarga, rumah tangga dan nomos yang artinya peraturan, hukum dan hokum. Secara garis besar di artikan sebagai hukum rumah tangga atau administrasi rumah tangga.

Ilmu ekonomi berdasarkan para hebat : 

1. Prof.Paul Anthony Samuelson
Ilmu ekonomi ialah studi wacana insan dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari untuk mendapat dan menikmati kehidupan. 

2. Suherman Rosydi 
Ilmu ekonomi ialah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berdaya upaya untuk memperlihatkan pengetahuan dan pengertian wacana gejala-gejala masyarakat yang timbul lantaran perbuatan insan dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai kemakmuran. 

3. Ensiklopedia Indonesia 
Ilmu ekonomi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha-usaha insan untuk mencapai kemakmuran serta gejala-gejala dan kekerabatan yang timbul dari perjuangan tersebut. 

Arti ilmu ekonomi secara menyeluruh ialah ilmu yang mempelajari bagaimana orang dan masyarakat menentukan pilihan mengenai penggunaan sumberdaya yang langka dan mempunyai kemungkinan penggunaan alternative untuk menghasilkan banyak sekali barang dan jasa serta mendistribusikannya hanya untuk komsumsi banyak sekali orang dan kelompok yang terdapat dalam masyarakat, baik sekarang maupun masa akan dating dengan memakai uang ataupun tidak. Inti duduk kasus ekonomi ialah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan insan yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahmya terbatas.Permasalahan itu kemudian mengakibatkan timbulnya kelangkaan. Semetara yang di maksud dengan hebat ekonomi ialah orang yang memakai konsep ekomi. 

Masalah ekonomi merupakan duduk kasus mendasar yang terjadi disemua negara. Oleh lantaran itu, dalam menyikapi permasalahan ekonomi tiap negara, masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang sesuai dengan kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Sistem berdasarkan Chester A. Bernard, ialah suatu kesatuan yang terpadu, yang di dalamnya terdiri atas bagian-bagian dan masing-masing belahan mempunyai ciri dan batas tersendiri. Suatu sistem intinya ialah "organisasi besar" yang menjalin banyak sekali subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem sanggup berupa orang-orang atau masyarakat, untuk suatu sistem sosial atau sistem kemasyarakatan sanggup berupa makhluk-makhluk hidup dan benda alam, untuk suatu sistem kehidupan atau kumpulan fakta, dan untuk sistem gosip atau bahkan kombinasi dari subjek-subjek tersebut. 

Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi forum atau wadah kawasan subjek (objek) itu berhubungan, cara kerja dan prosedur yang menjalin kekerabatan subjek (objek) tadi, serta kaidah atau norma yang mengatur kekerabatan subjek (objek) tersebut semoga serasi. Kaidah atau norma yang dimaksud bisa berupa hukum atau peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk suatu sistem yang menjalin kekerabatan antar manusia. Secara toritis, pengertian sistem ekonomi sanggup dikatakan sebagai perpaduan dari aturan–aturan atau cara-cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Sedangkan berdasarkan Gilarso (1992:486) sistem ekonomi ialah keseluruhan cara untuk mengordinasikan sikap masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagaiannya) dalam menjaankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan sanggup dihindari. Lalu berdasarkan McEachren, sistem ekonomi sanggup diartikan sebagai seperangkat prosedur dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi. 

MACAM-MACAM SISTEM EKONOMI 

Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang yang sesuai dengan situasi kondisi serta ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut ialah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat atau komando, sistem ekonomi pasar dan sitem ekonomi campuran. 

1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat kuat kuat. Dalam bidang produksi, biasanya mereka hanya memproduksi untuk diri sendiri saja. Oleh lantaran itu, sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional, sebagai berikut: 
  1. Aturan yang digunakan ialah hukum tradisi, akhlak istiadat, dan kebiasaan 
  2. Kehidupan masyarakatnya sangat sederhana 
  3. Kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan 
  4. Teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana 
  5. Modal yang digunakan sedikit 
  6. Transaksi jual beli dilakukan dengan cara barter 
  7. Kegiatan produksi sepenuhnya bergantung pada alam dan tenaga kerja
  8. Hasil produksi terbatas hanya untuk keluarga atau kelompoknya saja. 
2. Sistem Ekonomi Terpusat atau Komando Sistem ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh lantaran itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam banyak sekali kegiatan ekonomi sangat dominan. Tokoh yang memopulerkan sistem ekonomi komando ialah Karl Marx. Ia ialah spesialis filsafat berkebangsaan Jerman. Bukunya yang populer berjudul Das Capital. Dalam sistem ekonomi komando, semua kegiatan ekonomi diatur dan direncanakan oleh pemerintah. Pihak swasta tidak mempunyai kewenangan dalam kegiatan perekonomian. Semua permasalahan perekonomian yang meliputi what, how, dan for whom semuanya dipecahkan melalui perencanaan pemerintah sentra sehingga semua alat produksi dikuasai oleh pemerintah. Sistem ekonomi komando banyak dianut oleh negara-negara di Eropa Timur dan Cina. Berdasarkan uraian di atas, sanggup disimpulkan ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat ialah sebagai berikut: 
  1. Semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat; 
  2. Kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh Negara 
  3. Semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui. Sistem ekonomi sosialis mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi ini, diantaranya :Tingkat inflasi dan pengangguran sanggup ditangani dengan baik , alasannya ialah perekonomian di kendalikan oleh pemerintah pusat,Kegiatan produksi dan distribusi sanggup dilaksanakan dengan mudah, alasannya ialah pemerintah mempunyai seluruh sumber daya dan faktor-faktor produksi, Jarang terjadi krisis ekonomi lantaran kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
  4. Kelemahan Sistem Ekonomi Terpusat, diantaranya sebagai berikut ,menghambat kreativitas masyarakat dalam melaksanakan kegiatan perekonomian alasannya ialah kegiatan perekonomian telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat,terjadinya monopoli yang merugikan masyarakat,terjadinya ketidaksesuaian barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, yang disebabkan oleh sulitnya pemerintah daam menghitung semua kebutuhan masyarakat. Contoh negara yang sanggup dikatakan mendekati sistem ekonomi komando ialah Kuba, Rusia, Korea Utara, dan RRC, walaupun RRC dikala ini mulai meninggalkan sistem ekonomi komando dalam perekonomiannya. 
3. Sistem Ekonomi Pasar Dalam beberapa buku sumber, istilah sistem ekonomi pasar disebut juga sebagai laissez-faire. Kata laissez-faire berasal dari bahasa Perancis yang artinya "biarlah mereka melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan mereka". Selain di istilahkan laissez-faire, Sistem ekonomi pasar disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis. Istilah ini muncul dikarenakan dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku "Free Fight Liberalisme" (sistem persaingan bebas), artinya siapa yang mempunyai dan bisa memakai kekuatan modal secara efektif dan efisien akan sanggup memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat dalam memenangkan pertarungan ekonomi disebut Kapitalisme. Tokoh yang memopulerkan sistem ekonomi pasar ialah Adam Smith. Bukunya yang populer berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation. Adam Smith menyatakan bahwa "perekonomian akan berjalan dengan baik apabila pengaturannya diserahkan kepada prosedur pasar atau prosedur harga". Teori ini kemudian dikenal dengan sebutan The Invisible Hands. Sistem ekonomi pasar merupakan suatu tata cara pengaturan kehidupan pereekonomian yang didasarkan kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi antara usul dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, di antaranya sebagai berikut: 
  1. Setiap individu mempunyai kebebasan untuk mempunyai faktor-faktor produksi 
  2. Perekonomian diatur oleh prosedur pasar 
  3. Peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga sanggup membuat efisiensi 
  4. Peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil 
  5. Hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh Negara 
  6. Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan 
  7. Kegiatan perekonomian selalu berdasarkan keadaan pasar. 
Sistem ekonomi pasar mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki oleh sistem ekonomi ini, diantaranya :Menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian, alasannya ialah masyarakat diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian,Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, alasannya ialah terjadinya persaingan yang ketat, Efisiensi dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi sanggup tercapau dengan baik, alasannya ialah tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif pencrian keuntungan yang sebesar-besarnya. Kelemahan sistem ekonomi pasar, diantaranya sebagai berikut: Sulitnya melaksanakan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku ialah free fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan ialah modal, Tidak tertutup kemungkinan munculnya monopoli yang merugikan masyarakat, Terapat kesenjangan yang besar antara pemilik modal dan golongan pekerja sehingga yang kaya lebih kaya dan yang miskin bertambah miskin. 

4. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi adonan merupakan suatu tata cara kehidupan perekonomian yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan kegiatan-kegiana ekonomi yang ingin mereka jalankan. Sistem ekonomi adonan sering kali disebut sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando, maksudnya pemeintah dan masyarakat atau pihak swasta bekerja sama dalam memecahkan duduk kasus ekonomi sehingga perekonomian tidak lepas kendali. Kegiatan perekonomian pada sistem ini diserahkan kepada kekuatan pasar. Sistem ekonomi adonan terlahir sebagai konsekuensi logis atas upaya untuk menghapus kekurangan-kekurangan pada 

sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Pemikiran selanjutnya mengenai sistem ekonomi adonan didasarkan pada fakta di lapangan yaitu tidak ada satu negara yang menerapkan sistem ekonomi pasar atau sistem ekonomi komando secara murni. Atau sebaiknya, di suatu negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pemerintah masih turut mengendaikan beberapa sektor yang di anggap menguasai hajat hidup orang banyak. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran, di antaranya sebagai berikut: 
  1. Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari pemerintah 
  2. Kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu mempunyai hak untuk membuatkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya 
  3. Kepentingan umum lebih diutamakan 
  4. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak 
  5. Pelaku ekonomi terdiri atas individu, pemerintah dan swasta. 
2.MASALAH-MASALAH EKONOMI 

Berdasakan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka insan harus menentukan barang-barang yang mana yang perlu di hasilkan semoga mendapat hasil kepuasan yang maksimum karenanya timbullah masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini : 

1. Masalah Ekonomi Klasik 

Teori ini menyatakan bahwa sesuai dengan fatwa Adam Smith, David Ricardo, dan Jhon. Stuart Mill ialah Teori Ekonomi klasik sanggup memperlihatkan dan melihat betapa pentingnya duduk kasus ekonomi yang berperan sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi dan komnsumsi demi kemakmurn masyarakat. 

Masalah Ekonomi klasik merupakan Masalah Ekonomi yang sanggup di gambarkan dari pandangan yang sedeharna. Pada hakikatnya bahwa fatwa ini berkhasiat pada satu hal yaitu yang berkaitan mewujudkan kemakmuran (kesejahteraan), dengan menuntaskan duduk kasus ini merupakan cara untuk melaksanakan yang di anggap sangat perlu dalam mencapai kesejahteraan. Yang di katakan kesejahteraan atau kemakmuran disini adallah situasi dan keadaan dimana semua barang dan jasa yang di perlukan oleh insan telah ada disiapkan. 

Aspek-aspek pada duduk kasus ekonomi klasik : 

a. Produksi 
Pada permasalahan ini merupakan permasalahan yang dianggap sebagai cara untuk memproduksi barang dan jasa yang akan di butuhkan oleh masyarakat. 

b. Distribusi
Masalah distribusi ini mempunyai posisi dengan bagaimana benda-benda pemuas kebutuhan itu sanggup hingga dengan pihak konsumen yang membutuhkan. Dengan demikian telah di ketahui bahwa kalau barang dan jasa yang tak sanggup hingga di pihak konsumen secara sempurna maka nilai gunanya itu tidak ada dan juga pemuas kebutuhan pun tidak sanggup diperoleh. 

c. Konsumsi 
Masalah konsumsi ini mengandung masalah-masalah yang membahas wacana apa yang menjadi alat pemuas kebutuhan masyarakat itu produksi sebagai alat yang memang sanggup digunakan oleh ihak konsumen.Dengan demikian barang atau jasaa yang diproduksi oleh masyarakat pun haryys merupakan barang dan jasa yang tepat, maksudnya disini ialah barang dan jasa yang memang sebetulnya di butuhkan dan bisa di beli oleh konsumen. 

2. Masalah Ekonomi Modren 

Masalah modren ini meliputi pada pilihan dan kelangkaan.Yang di maksud dengan kelangkaan merupakan penyebab yang di lakukan oleh suatu pihak ataupun sebaliknya sehingga hadir empa pertanyaan yang mendasar yaitu mengenai What,How,Who,dan For whom . Meskipun setiap masyarakat mengalami dan menghadapi sebuah pertanyaan yang sama,tetapi cara mengatasinya berbeda. Perbedaan inilah yang menghadirkan beberapa system ekonomi. Empat maslag mendasar dalam perekonomian yang tekagg dialami oleh setia masyarakat : 

a. What (Apa) 
Barang dan jasa yang akan diproduksi itu harus ditentukan dalam jumlah berapa.Dengan demikian dari sekian banyak barang dan jasa harus ada pilihannya bahwa manakah yang harus dipilih untuk produksi. Dengan munculnya sebuah keputusan produksi maka tidak ada lagi hany berperan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tetapi juga sebagai penghasil keuntungan maksimum atau keuntungan yang mencapai titik keoptimalan. 

b. How (Bagaimana)
Bagaimana cara yang akan di lakukan untuk proses produksi? Apakah ini memunculkan keuntungan yang begitu besar? Atau Apakah kalau terdapat barang modal yang berupa bangunan akan dijadikan sebagai kantor ataupun gudang/pabrik ?. Pertanyaan-pertanyaan ini senantiasa harus dituntaskan dan di jelaskan dengan bijak. Bahwa ketika melaksanakan kesalahan dalam produksi maka akan berdampak pada kerugian,tak ketinggalan juga mengenai kelebihan ataupun kekurangan produksi pun sanggup menjadikan kerugian. Hal inilah yang disebabkan lantaran aktivitas-aktivitas produksi membutuhkan biaya/anggaran. 

c. Who (Siapa) 
Siapa ini ialah pelaku produksi,maka ketika itu ada banyak pihak yang sanggup melaksanakan produksi contohnya saja pemerintah,swasta (pengusaha), atau koperasi. Inilah merupakan salah saru bentuk modrenisasi,yaitu spesialisasi. Spesialisi berarti setiap kemampuan pihak mempunyai suatu kemampuan dan keahlian ataupun keterampilan yang khsusus. 

d. For whom (untuk siapa) 
yang di maksud dengan untuk siapa bahwa yang berkenaan pada baranf yang diproduksi itu apakah untuk segmen pasar ataukah untuk pihak masyarakat umum. 

3.BARANG DAN JASA 
A. Barang
Barang merupakan hasil atau keluaran (output) berwujud fisik (tangible) dari proses transformasi sumberdaya,sehingga bisa dilihat,diraba,disentuh,dirasa,dipegang,disimpan, dipindahkan dan mendapat perlakuan fisik yang lainnya. 

Ditinjau dari aspek daya tahannya terdapat dua macam barang yaitu : 

a. Barang tidak tahan usang (nondurable goods) 

Barang yang berwujud yang biasanya habis di konsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaiannya.Contoh : sabun,minuman , masakan ringan,kapur tulis,gula dan garam. 

b. Barang tahan usang (durable goods) 

Barang yang berwujud yang biasanya bisa bertahan usang dengan banyak pemakaiannya (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal ialah satu tahun atau lebih). Contoh: tv, lemari, kulkas, mobil, computer, dan lain-lain. 

B. Jasa (service) 

Jasa merupakan acara ,manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk di jual.contoh:bengkel ,reparasi,kursus,lembaga pendidikan. 

Jasa mempunyai empat karakteristik utama yang membeddakan dari barang yaitu: 

1. Intangibility 
Maksudnya tidak sanggup dilihat,diirasa,dicium,didengar atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi.Jasa berbeda dengan barang , bila barang sanggup dimiliki maka jasa hanya bisa dikonsumsi tetapi tidak dimiliki.Misalnya telepon dalam jasa telekomunikasi , pesawat dalam jasa angkutan udara ,makanan dalam jasa restoran. 

2. Inseparavility
Barang biasanya diproduksi,kemudian dijual,lalu dikonsumsi.sedangkan jasa di lain pihak,umumnya dijual terlebih dahulu,baru kemudian diproduksi dan di konsumsi secara bersamaan.interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khusus dalam pemasaran jasa.ada dua tipe operasi jasa yaitu produktion-centered service operations dan customer-centered service operations. 

3. Variability
Jasa bersifat sanget variabel lantaran merupakan non-standardized output, artinya banyak variasi bentuk,kualitas dan jenis, tergantung pada siapa,kapan,dan di mana jasa tersebut di hasilkan. Tiga tahap dalam pengendalian
  • Melakukan investasi dalam seleksi dan training personil yang baik 
  • Melakukan standardisasi proses pelaksanaan jasa 
  • Memantau kepuasan pelanggan melalui sistem saran dan keluhan 
4.perishability
Jasa merupakan komoditas tidak tahan usang dan tidak sanggup di simpan.hal ini tidak jadi duduk kasus bila usul tetap lantaran gampang untuk menyiapkan pelayan untuk usul tersebut sebelumnya. 

Proses Jasa 

Proses didefinisikan sebagai serangkaian acara yang di lakukan secara berulang-ulang dan barsamaan untuk mentransformasikan input yang disediakan pemasok menjadi output yang diterima oleh pelanggan. 

Faktornya meliputi: 
  1. Sumberdaya insan (manpower) 
  2. Mesin (machine) 
  3. Bahan baku (material) 
  4. Metode (method) 
  5. Ukuran (measurement) 
  6. Lingkungan (environment) 
Variasi Jasa 
Diartikan sebagai perbedaan antara tindakan atau acara tertentu dengan hasil yang di targetkan.ada dua tipe variasi yaitu:common cause dan special cause.variasi ini diakibatkan oleh interaksi banyak sekali aspek proses yang mempengaruhi setiap bencana dan/ atau aspek-aspek yang di kendalikan administrasi dan merupakan belahan dari sistem 

Biaya kualitas jasa

Biaya kualitas merupakan biaya yang terjadi atau mungkin akan terjadi atau mungkin akan terjadi lantaran kualitas yang buruk.Biaya kualitas sanggup dikelompokkan menjadi: 

a. The price of conformance (voluntari cost) 
  • Biaya pencegahaan 
  • Biaya deteksi/penilaian 
b. The price of nonconformance 
  • Biaya kegagalan internal 
  • Biaya kegagalan eksternal 
Contoh item-item biaya kualitas jasa/layanan yang bersifat departmental basis: 
  • Akutansi 
  • Administratif 
  • Klerikal 
  • Pemrosesan data 
  • Finansial/keuangan 
  • Pemasaran 
  • Personalia 
  • Anajemen proyek 
  • Jaminan kualitas 
  • Keamanan 
4. BARANG EKONOMI DAN BARANG BEBAS 

A. Barang Ekonomi 
Barang ekonomi ialah barang berkhasiat yang jumlah permintaannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang tersedia. Contoh sederhananya ialah beras, semua orang Indonesia rata-rata mengkonsumsi beras, akan tetapi pasokannya tidak selalu lancar, sehingga ketika terjadi kelangkaan niscaya serta merta akan terjadi kenaikan harga untuk menyesuaikan dengan usul yang ada. 

Jenis-jenis barang ekonomi : 

Berdasarkan segi kepemilikan: 
  • Barang privat, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki seseorang. 
  • Barang publik, yaitu barang yang kepemilikannya dimiliki publik, contohnya jalan dan jembatan umum. 
Berdasarkan segi pemakaian: 
  • Barang konsumsi, yaitu barang yang bisa pribadi memenuhi kebutuhan, contohnya makanan. 
  • Barang produksi, yaitu barang yang digunakan sebagai alat untuk memproduksi barang lain, contohnya mesin. 
Berdasarkan segi sifat pemakaian: 
  • Barang substitusi, yaitu barang yang bisa saling menggantikan pemakaiannya, contohnya beras dengan sagu atau jagung. 
  • Barang komplementer, yaitu barang yang pemakaiannya harus secara bersama-sama, contohnya kendaraan beroda empat dengan bensin. 
Berdasarkan segi sifat barang: 
  • Barang konkret, yaitu barang yang fisiknya sanggup dilihat, contohnya komputer. 
  • Barang abstrak, yaitu barang yang secara fisik tidak sanggup dilihat contohnya lagu. 
B. Barang Bebas 

Barang bebas ialah barang berkhasiat yang jumlah persediaannya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah permintaannya. Contohnya udara, air sungai, pasir di sungai. Berbeda halnya kalau yang dijadikan teladan ialah air PDAM, air ini ialah barang ekonomi, lantaran persediaan terbatas, tapi usul jauh lebih banyak. 

5.PENGERTIAN BARANG AKHIR ,BARANG MODAL DAN BARANG ANTARA 

A. Barang Akhir
barang final (final good) ialah barang yang di hasilkan oleh banyak sekali kegiatan ekonomi dan sanggup digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, barang final sanggup dibedakan ke dalam dua golongan yaitu:
  • Barang tahan usang (durable good), contohnya mobil, tv, lemari es, perabot rumah tangga dll.
  • Barang tidak tahan usang (non-durable good), contohnya masakan segar, buah-buahan, sayur-sayuran. 
B. Barang Modal 

barang modal (capital good), sebagian barang dihasilkan bukan untuk memenuhi pribadi kebutuhan konsumen, melainkan digunakan untuk menghasilkan barang-barang lain. Contohnya mesin-mesin traktor, bangunan pabrik.

C. Barang Antara 

barang antara (intermediate good), barang-barang yang belum menjadi barang final dan masih akan diproses lagi sebelum sanggup digunakan oleh konsumen dinamakan barang antara. Contohnya ialah besi baja, tekstil. 

BAB III 
PENUTUP 
KESIMPULAN 

Dalam kehidupan ekonomi sehari-hari, terdapat beberapa permasalahan yang mendasar dan harus dicarikan jalan keluarnya atau solusinya. Solusi yang ada untuk mengatasi hal ini, kita membutuhkan sistem ekonomi yang sempurna dan sesuai dengan kondisi permasalahan ekonomi yang ada.Masalah ekonomi yang ditemui akan selalu berbeda dan berkembang di tiap waktu nya.Oleh alasannya ialah itulah diharapkan pengembangan dalam hal ilmu ekonomi, semoga duduk kasus ekonomi yang ada senantiasa diimbangi oleh pemecahannya yang berupa sistem ekonomi. Keterkaitan erat antara duduk kasus ekonomi dan sistem ekonomi inilah sehingga kegiatan ekonomi sanggup benar-benar berjalan.Karena keduanya ini mempunyai peranan yang sangat besar dan penting dalam ruang lingkup ekonomi.Jika saja tidak seimbang, maka dikhawatirkan akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan ibarat contohnya krisis atau kemiskinan dalam masyarakat.

Sumber http://pendidikansrg.blogspot.com

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa-senyawa organik dari jasad mikroorganisme jutaan tahun yang kemudian di dasar bahari atau di darat. Sisa-sisa tumbuhan dan binatang tersebut tertimbun oleh endapan pasir, lumpur, dan zat-zat lain selama jutaan tahun dan mendapat tekanan serta geothermal secara alami. Bersamaan dengan proses tersebut, kuman pengurai merombak senyawa-senyawa kompleks dalam jasad organik menjadi senyawa-senyawa hidrokarbon. Proses penguraian ini berlangsung sangat lamban sehingga untuk membentuk minyak bumi diharapkan waktu yang sangat lama. Itulah sebabnya minyak bumi termasuk sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui, sehingga diharapkan kebijaksanaan dalam eksplorasi dan pemakaiannya.

Hasil peruraian yang berbentuk cair akan menjadi minyak bumi dan yang berwujud gas menjadi gas alam. Untuk mendapat minyak bumi ini sanggup dilakukan dengan pengeboran. Beberapa cuilan jasad renik mengandung minyak dan lilin. Minyak dan lilin ini sanggup bertahan usang di dalam perut bumi. Bagian-bagian tersebut akan membentuk bintik-bintik, warnanya pun berkembang menjadi cokelat tua. Bintink-bintik itu akan tersimpan di dalam lumpur dan mengeras lantaran terkena tekanan bumi. Lumpur tersebut berkembang menjadi batuan dan terkubur semakin dalam di dalam perut bumi. Tekanan dan geothermal secara alami akan mengenai batuan lumpur sehingga mengakibatkan batuan lumpur menjadi panas dan bintin-bintik di dalam batuan mulai mengeluarkan minyak kental yang pekat. Semakin dalam batuan terkabur di perut bumi, minyak yang dihasilkan akan semakin banyak. Pada ketika batuan lumpur mendidih, minyak yang dikeluarkan berupa minyak cair yang bersifat encer, dan ketika suhunya sangat tinggi akan dihasilkan gas alam. Gas alam ini sebagian besar berupa metana.
Baca Juga : Makalah Minyak Bumi dan Teori Proses Pembentukan Minyak Bumi
Sementara itu, ketika lempeng kulit bumi bergerak, minyak yang terbentuk di banyak sekali tempat akan bergerak. Minyak bumi yang terbentuk akan terkumpul dalam pori-pori kerikil pasir atau kerikil kapur. Oleh lantaran adanya gaya kapiler dan tekanan di perut bumi lebih besar dibandingkan dengan tekanan di permukaan bumi, minyak bumi akan bergerak ke atas. Apabila gerak ke atas minyak bumi ini terhalang oleh batuan yang kedap cairan atau batuan tidak berpori, minyak akan terperangkap dalam batuan tersebut. Oleh lantaran itu, minyak bumi juga disebut petroleum. Petroleum berasal dari bahasa Latin, petrus artinya kerikil dan oleum yang artinya minyak.

Daerah di dalam lapisan tanah yang kedap air tempat terkumpulnya minyak bumi disebut cekungan atau antiklinal. Lapisan paling bawah dari cekungan ini berupa air tawar atau air asin, sedangkan lapisan di atasnya berupa minyak bumi bercampur gas alam. Gas alam berada di lapisan atas minyak bumi lantaran massa jenisnya lebih ringan daripada massa jenis minyak bumi. Apabila akumulasi minyak bumi di suatu cekungan cukup banyak dan secara komersial menguntungkan, minyak bumi tersebut diambil dengan cara pengeboran. Minyak bumi diambil dari sumur minyak yang ada di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi-lokasi sumur-sumur minyak diperoleh sesudah melalui proses studi geologi analisis sedimen abjad dan struktur sumber.
Baca Juga : Sejarah Lairnya Hukum di Indonesia
Berikut yakni langkah-langkah proses pembentukan minyak bumi beserta gamar ilustrasi:

1. Ganggang hidup di danau tawar (juga di laut). Mengumpulkan energi dari matahari dengan fotosintesis.
2. Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan terendapkan di dasar cekungan sedimen dan membentuk batuan induk (source rock). Batuan induk yakni batuan yang mengandung karbon (High Total Organic Carbon). Batuan ini sanggup batuan hasil pengendapan di danau, di delta, maupun di dasar laut. Proses pembentukan karbon dari ganggang menjadi batuan induk ini sangat spesifik. Itulah sebabnya tidak semua cekungan sedimen akan mengandung minyak atau gas bumi. Jika karbon ini teroksidasi maka akan terurai dan bahkan menjadi rantai karbon yang mustahil dimasak.


3. Batuan induk akan terkubur di bawah batuan-batuan lainnya yang berlangsung selama jutaan tahun. Proses pengendapan ini berlangsung terus menerus. Salah satu batuan yang menimbun batuan induk yakni batuan reservoir atau batuan sarang. Batuan sarang yakni kerikil pasir, kerikil gamping, atau batuan vulkanik yang tertimbun dan terdapat ruang berpori-pori di dalamnya. Jika tempat ini terus karam dan terus ditumpuki oleh batuan-batuan lain di atasnya, maka batuan yang mengandung karbon ini akan terpanaskan. Semakin kedalam atau masuk amblas ke bumi, maka suhunya akan bertambah. Minyak terbentuk pada suhu antara 50 hingga 180 derajat Celsius. Tetapi puncak atau kematangan terbagus akan tercapai jikalau suhunya mencapat 100 derajat Celsius. Ketika suhu terus bertambah lantaran cekungan itu semakin turun dalam yang juga diikuti penambahan batuan penimbun, maka suhu tinggi ini akan memasak karbon yang ada menjadi gas.
Baca Juga : Konsep Ilmu Ekonomi dan Permasalahannya
4. Karbon terkena panas dan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan oleh batuan induk yang telah matang ini berupa minyak mentah. Walaupun berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah berbeda dengan air. Salah satunya yang terpenting yakni berat jenis dan kekentalan. Kekentalan minyak bumi mentah lebih tinggi dari air, namun berat jenis minyak bumi mentah lebih kecil dari air. Minyak bumi yang mempunyai berat jenis lebih rendah dari air cenderung akan pergi ke atas. Ketika minyak tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang ibarat mangkok terbalik, maka minyak ini akan tertangkap dan siap ditambang.


ARTIKEL LAINNYA :

Sumber http://pendidikansrg.blogspot.com

Sabtu, 12 Mei 2018

Analisis Pengembangan Sistem Gosip Manufaktur Untuk Industri Batik

Sistem Informasi Manufaktur 'Analisis Pengembangan Sistem Informasi Manufaktur Untuk Industri Batik di Kota Solo.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Menurut UU No. 3 tahun 2014 perihal Perindustrian. Pengertian Industri adalah seluruh bentuk dari acara ekonomi yang mengolah materi baku dana atau memanfaatkan sumber daya industri, sehingga sanggup menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi, termasuk juga jasa industri.

Dilihat dari besar kecilnya modal, industri dibagi menjadi Industri Padat Modal dan Industri Padat Karya. Industri Padat Modal ialah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk acara operasional maupun pembangunannya. Sedangkan Industri Padat Karya ialah industri yang lebih dititikberatkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya, dengan kata lain industri padat karya lebih berfokus pada absorpsi sejumlah besar tenaga kerja. 

Pada makalah ini pembahasan akan lebih dikhususkan pada Industri Padat Karya yaitu industri pembuatan batik di Kota Solo, Jawa Tengah. Industri Padat Karya mempunyai kelebihan yaitu absorpsi tenaga kerja yang tinggi sehingga dalam pengembangannya sanggup mengurangi jumlah pengangguran secara signifikan. Namun disamping itu, jenis industri ini juga mempunyai beberapa kekurangan ibarat kurangnya tenaga kerja yang sudah terlatih sehingga seringkali hasil dari kerajinan tidak memenuhi standar kelayakan dan banyak produk yang reject. Banyaknya tenaga kerja tanpa penjadwalan kerja yang baik, sanggup menciptakan produktifitas tidak maksimal ibarat contohnya keterlambatan penyelesaian sasaran produksi, atau banyaknya tenaga kerja yang idle alasannya pemasok terlambat memasok materi baku. Kekurangan lain adalah, banyaknya tenaga kerja yang diserap menimbulkan biaya honor yang cukup tinggi, sehingga untuk menekan biaya tersebut maka upah tenaga kerja ditekan menjadi lebih rendah.

Sistem Informasi Manufaktur ialah sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem isu fungsional lainnya dan mempunyai tujuan membantu perusahaan untuk memecahkan problem yang berafiliasi dengan manufaktur produk perusahaan.

Sistem Informasi Manufaktur mempunyai manfaat sebagai berikut:
  1. Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan sempurna waktu alasannya sistem isu manufaktur memakai komputer sebagai alat prosesnya.
  2. Perusahaan lebih cepat memperoleh isu yang akurat dan terpercaya.
  3. Arsip lebih cepat terstruktur alasannya memakai sistem database.
  4. Sistem isu menufaktur yang berupa fisik robotic, hasil produksi semakin cepat, sempurna dan berkurangnya jumlah sisa materi yang tidak terpakai.
Industri Padat Karya pada pembuatan Batik di Kota Solo, Jawa Tengah dengan absorpsi tenaga kerjanya yang besar belum dibarengi dengan kualitas dan produktifitas yang maksimal alasannya belum adanya standarisasi keterampilan pekerja, penjadwalan kerja, dan penjadwalan pasokan materi baku. Hal ini mengakibatkan perusahaan kesulitan dalam memantau persediaan materi baku yang dibutuhkan untuk melaksanakan acara produksi, acara produksi yang dilakukan belum bersiklus dengan baik serta perusahaan kesulitan dalam menciptakan laporan produksi serta laporan persediaan materi baku secara cepat dan akurat.

Terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh Industri Padat Karya khususnya pembuatan Batik di Kota Solo Jawa Tengah, penerapan model Sistem Informasi Manufaktur diperlukan sanggup membantu peningkatan kinerja pekerja pembuat batik, meningkatkan kualitas dan produktifitas industri, meningkatkan ketepatan pasokan materi baku, dan meminimalisir biaya bagi perusahaan.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang problem di atas, maka rumusan problem pada makalah ini ialah :
  1. Bagaimana implementasi Sistem Informasi Manajemen yang sanggup diterapkan pada Industri Padat Karya khususnya pembuatan Batik di Kota Solo?
  2. Bagaimana penilaian implementasi Sistem Informasi Manajemen yang sanggup diterapkan pada Industri Padat Karya khususnya pembuatan Batik di Kota Solo kaitannya dengan model Sistem Informasi Manajemen oleh McLeod Jr., Raymond dan George Schell?
BAB II
LANDASAN TEORI

Sistem Informasi manufaktur terdiri dari Subsistem Input, Database, dan Subsistem Output. Model Sistem Informasi SDM yang diperkenalkan McLeod & Schell pada tahun 2001 ialah ibarat pada sketsa berikut:


1. Subsistem Input Sistem Informasi Manufaktur
Subsistem Input terdiri dari 3 potongan yaitu:

1.  Sistem Informasi Akuntansi
Adalah sistem isu yang mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur, dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok.
Data yang dimasukkan oleh pegawai potongan produksi ke dalam terminal, kemudian dibaca dan ditransmisikan ke komputer sentra untuk memperbarui database, sehingga database sanggup mencerminkan status terbaru dari sistem fisik.

Melalui job reporting (laporan pekerjaan) dan attendance reporting (laporan kehadiran), data dari setiap aktifitas produksi yang penting dikumpulkan. Data ini mempunyai kegunaan bagi administrasi untuk memonitor aktifitas produksi.

2. Subsistem Engineering Industri

Fungsi subsistem ini ialah analisis untuk memutuskan standar produksi, dengan mempelajari proses produksi untuk memilih berapa lama dikerjakannya suatu produksi. Standar tersebut disimpan dalam database untuk kemudian dibandingkan dengan kinerja tolong-menolong dari Sistem Informasi Akuntansi, dan perbedaan yang ada akan dilaporkan ke manajemen.

3. Subsistem Intelijen Manufaktur

Subsistem Intelijen Manufaktur menyangkut isu personel dan isu pemasok.

a) Informasi personel

Informasi mengenai pekerja bisa didapatkan dengan cara sebagai berikut:
  • Sistem formal, dimulai dengan isu mengenai kebutuhan personel kepada Divisi Sumber Daya Manusia, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengumpulan isu oleh Divisi SDM tersebut sebelum menghubungi para pelamar. Ketika terjadi rekrutmen terhadap pelamar, maka isu personel dimasukkan ke database Human Resource Information System (HRIS) dan juga file penggajian.
  • Sistem informal, arus isu sebagian besar didapat dari sistem informal, ibarat kontak harian pegawai dengan supervisornya, komunikasi antara pejabat serikat buruh, administrasi tingkat atas, mereka bekerja sama untuk memecahkan problem terkait ketenagakerjaan.
b)  Informasi Pemasok

Pemasok yang sudah dipilih dengan proses screening, kemudian data pemasok terseut disimpan dalam database. Database tersebut juga bisa menunjukkan citra kinerja pemasok, analisis organisasi pemasok, kinerja material yang diperoleh dari pemasok dari proses awal sampai simpulan produksi.
 
2. Database Sistem Informasi Manufaktur
Input dari database ini berasal dari subsistem input yang sudah dijelaskan di atas. Dalam database, sebagian dipakai terkait dengan fungsi produksi, sedangkan sebagian lainnya dipakai bersama-sama dengan area fungsional lainnya.

3. Subsistem Output Sistem Informasi Manufaktur

1. Subsistem Produksi

Program dalam subsistem ini berfungsi untuk menciptakan jadwal produksi, dengan mengambil data berupa standar produksi yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Subsistem Input Engineering Industri dan Sistem Informasi Akuntansi. Selain jadwal produksi, subsistem ini juga sanggup menampilkan status suatu pekerjaan/ produksi.

2. Subsistem Persediaan

Subsistem ini bertanggung jawab terhadap persediaan materi baku dan barang dalam proses. Dengan administrasi persediaan dan software yang sempurna maka Subsistem Persediaan bisa untuk mendukung efisiensi biaya terkait persediaan.
Manajemen persediaan sangat penting alasannya berkaitan dengan investasi yang besar. Biaya yang terkait dalam persediaan ialah Biaya Pemeliharaan atau biaya penyimpanan dan Biaya Pembelian.

3. Subsistem Kualitas

Adalah semua hal yang mempunyai kekerabatan dengan kualitas, ibarat waktu, biaya, performa kerja, dan juga dalam pemilihan pemasok.

Subsistem kualitas mempunyai penekatan khusus dalam peningkatan kualita produksi dengan memakai Total Quality Management (TQM). Konsep dasar TQM adalah:
  • Kualitas ditetapkan oleh para konsumen
  • Kualitas merupakan pencapaian oleh manajemen
  • Tanggung jawab terhadap Kualitas dipikul oleh seluruh anggota perusahaan.
4.      Subsistem Biaya

Subsistem ini mempunyai software yang berfungsi untuk menyiapkan laporan yang diproduksi secara rutin maupun khusus.

Subsistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi, juga unsur pengendalian biaya melalui standar kerja dan rincian acara proses produksi yang akurat.

BAB III
PEMBAHASAN

A. IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM PERUSAHAAN
Sistem isu yang dipakai memakai metodologi waterfall yang terdiri dari tahap analisis permasalahan, Design dengan memakai Data Flow Diagram (DFD) untuk perancangan model fungsional dan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menggambarkan model datanya, Coding dengan memakai bahasa pemrograman Borland Delphi dan database MySql, Testing yang dilakukan dengan metode Black Box dan Maintenance yang merupakan tahap simpulan dari metodologi waterfall.

Sistem isu ini sanggup dipakai untuk menangani pendataan pegawai, pemesanan produk dari customer, transaksi penjualan produk, transaksi pembelian materi baku dan part ke supplier dan mencatat keluar masuknya barang di gudang.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan oleh Pratama Wicaksana Budiarta dan Nur Iriawan (2011), dan Muhammad Iqbal Hadi (2011), maka diperoleh kesimpulan bahwa secara fungsional semua proses pada sistem isu ini sanggup berfungsi dengan baik, menunjukkan output yang sesuai dengan input tertentu yang diberikan. Sedangkan menurut hasil kuisioner terhadap pegawai dan customer sanggup disimpulkan bahwa sistem isu ini memudahkan pegawai dalam menangani pendataan serta customer menilai pelayanannya lebih meningkat

1. Entity Relationship Diagram (ERD)
2) Tabel Relasi
3) Konteks Diagram

1) Sumber Daya Perangkat
a) Perangkat Keras

Perangkat keras yang mendukung aplikasi ini ialah suatu unit komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :
  • Komputer Server
  1. Processor    : Intel Pentium 4 Processor 2 GHz
  2. Memory      : 512 MB
  3. Hardisk       : 2 GB (minimum space)
  4. Monitor
  5. Keyboard
  6. Mouse
  7. Switch
  8. NIC (Network Interface Card) / LAN Card on Board
  9. Kabel UTP (Unshield Twist Pair) dan Konektor RJ 45
  10. Printer
  • Komputer Client
  1. Processor    : Intel Pentium 3 Processor 1,2 GHz
  2. Memory      : 128 MB
  3. Hardisk       : 1 GB (minimum space)
  4. Monitor
  5. Keyboard
  6. Mouse
  7. NIC (Network Interface Card) / LAN Card on Board
  8. Kabel UTP (Unshield Twist Pair) dan Konektor RJ 45
b)      Perangkat Lunak
Spesifikasi Sistem Operasi dan perangkat lunak yang mendukung ialah sebagai berikut :
  • Server
Operating System       : Linux Centos 5 releases, Windows SP2
Web server                  : Apache-2.2
PHP Component-5.1.6
MySql 5.0
  • Client/User
Operating System        : Windows, Linux, MAS OS dan Linux dan lainnya.
Browser                       : IE 7, Mozilla 3.0 dan sejenisnya
Flashplayer 10 atau yang terbaru
  • Network
Arsitektur Jaringan      : Client Server
Jenis Jaringan             : Local Area Network
Bandwitch Internet      : 1 Mbps


A. EVALUASI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM PERUSAHAAN

Berdasarakan Model Sistem Informasi Manufaktur yang  dikembangkan oleh McLeod Jr., Raymond dan George Schell, penerapan Sistem Informasi Manufaktur di Industri Padat Karya pada pembuatan Batik di Kota Solo sebagaimana dijelaskan di atas terdiri dari subsistem input dan subsistem output yang dihubungkan dengan database.

a). Subsistem Input

1 Sistem isu akuntansi
Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok.
Pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini, pegawai produksi memasukan data ke dalam terminal dengan memakai kombinasi media yang sanggup dibaca mesin dan keyboard. Media berbentuk dokumen dengan kafetaria code yang sanggup dibaca secara optik atau dengan tanda pensil yang sanggup dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis‐garis catatan yang sanggup dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer sentra untuk memperbarui database.

2 Subsistem engineering industri
Subsistem Engineering Industri pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini terdiri dari proyek‐proyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang memutuskan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi.

3 Subsistem intelijen manufaktur
Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini ialah :
  • Informasi pekerja, administrasi manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka maupun borongan.
  • Sistem formal, administrasi manufaktur memulai arus isu pekerja dengan menyiapkan undangan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya insan dan data dari banyak sekali elemen lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
  • Sistem informal, arus isu antar pekerja dan administrasi manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer mereka.

2. Database
Dalam database pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini, sebagian dipakai terkait dengan fungsi produksi, sedangkan sebagian lainnya dipakai bersama-sama dengan area fungsional lainnya.

3.  Subsistem Output
a)  Sub sistem produksi

Pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini, sub sistem produksi dipakai untuk segala hal yang bersangkutan dengan proses yang terjadi di setiap divisi kerja ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari satu langkah ke langkah berikutnya.

b)  Sub sistem persediaan

Pada perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini, subsistem persediaan menunjukkan jumlah stok, biaya holding, safety stock , dan lain-lain menurut hasil pengolahan data dari input. Subsistem persediaan biasanya mempunyai proses pembelian (purchasing) dan penyimpanan (inventory). Dan fungsi dari sub sistem persediaan ialah mengukur volume aktifitas produksi dikala persediaan diubah dari materi mentah menjadi materi jadi.

c)  Sub sistem kualitas

Pada  perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini, sub sistem kualitas dipakai untuk segala hal yang berafiliasi dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Sub sistem kualitas juga dipakai untuk  mengukur kualitas material dikala material diubah. Banyak hal lain yang bukan unsur mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas ibarat proses (Process Control), Perawatan (Maintenance), dan Spesifikasi (Specification) baik produk jadi maupun material. Sub sistem kualitas mempunyai pendekatan khusus untuk meningkatkan kualitas produksinya dengan memakai total quality management (TQM) yaitu administrasi keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi semua pelanggan.

d) Sub sistem biaya

Tujuan perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini ialah mencapai laba dari hasil penjualan produknya. Oleh alasannya itu, sebuah sistem isu tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya pada  perusahaan pembuatan batik di Kota Solo ini  berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama proses produksi terjadi. Unsur-unsur pengendalian biaya ada dua yaitu standar kerja yang baik dan sistem untuk melaporkan rincian acara dikala terjadinya proses produksi yang akurat. Sub sistem biaya dibagi menjadi dua yaitu:

•   Biaya Pemeliharaan
Biaya pemeliharaan atau biaya penyimpanan biasanya dinyatakan sebagai presentase biaya tahunan dari barang. Dan biaya tersebut meliputi faktor-faktor ibarat kerusakan, pencurian, keusangan, pajak dan asuransi.

•   Biaya Pembelian
Adalah yang meliputi biaya-biaya yang terjadi dikala material dipesan, waktu pembelian, biaya telp, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian dan sebagainya.

BAB IV
KESIMPULAN

Berdasarkan uraian di atas, maka sanggup diambil kesimpulan terhadap Sistem Informasi Manufaktur di Industri Padat Karya pada pembuatan Batik di Kota Solo ialah sebagai berikut:
  1. Sistem Informasi Manufaktur bertujuan menghasilkan isu manufaktur yang mempunyai kegunaan bagi perusahaan. Kegiatan manufaktur mendukung proses bisnis sebuah perusahaan. Kegiatan ini perlu diperhatikan untuk kelangsungan perusahaan. Oleh alasannya itu, janji perusahaan untuk menjalankan sistem isu manufaktur haruslah sangat tinggi semoga proses yang terjadi di lantai produksi menjadi menguntungkan bagi perusahaan.
  2. Sistem Informasi Manufaktur ialah solusi sempurna bagi perusahaan yang memikirkan prospeknya dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan sistem isu manufaktur lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input materi mentah sampai output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.
  3. Sistem Informasi Manufaktur ini sanggup membantu pegawai dalam menangani pendataan pesanan produk, pendataan materi baku, pendataan part, pendataan produk, pendataan transaksi, serta pendataan produk di gudang.
  4. Sistem Informasi Manufaktur ini membantu dalam meningkatkan pelayanan pesanan kepada customer.
  5. Sistem Informasi Manufaktur ini sanggup menyajikan isu sesuai kebutuhan alasannya di bangkit dengan database yang sudah terstruktur.  
DAFTAR PUSTAKA

Daniel SE.Ak, Dr Debby Ratna, Supratiwi MBA.Ak, Wiwik. (2005). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Universitas Terbuka
Rosidah, Aminatul & Amelia, Meli, 2014, Makalah Sistem Informasi Manufaktur, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer, Bogor
Suroso, Ragil Agus. 2010. Sistem Informasi Manufaktur di PT. Tepat Industry. Universitas Komputer Indonesia: Bandung.
Budiarta, Pratama Wicaksana dan Nur Iriawan. 2011. Kostumisasi Rancangan Sistem Informasi Manufaktur Pada Implementasi Powermax (Studi Kasus PT. Alstom Power Energy System Indonesia). Institut Teknologi Sepuluh Nopember: Surabaya.
Hadi, Muhammad Iqbal. 2011. Pengembangan Sistem Informasi Manufaktur Celana Jeans pada CV. Anugrah. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: Jakarta.

Sumber http://pendidikansrg.blogspot.com

Jumat, 11 Mei 2018

Strategi Pemasaran Dalam Bisnis | Administrasi Pemasaran

Strategi Pemasaran dalam Persaingan Bisnis
A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan mustahil sanggup mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh lantaran itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi.
 
Tidak sanggup dipungkiri lagi bahwa promosi ialah salah satu faktor yang diharapkan bagi keberhasilan dan seni administrasi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada dikala ini ketika kurun informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.
 
Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk sanggup diperoJeh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi mempunyai kegunaan untuk:
  1. Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.
  2. Memberitahukan kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara penggunaanya.
  3. Memperkenalkan barang atau jasa baru
Oleh kesudahannya ialah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan seni administrasi yang sempurna biar sanggup memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan. Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh kegiatan promosi yang dijalankun perusahaan.
 
Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia perjuangan bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap dikala dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh lantaran itu seni administrasi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu seni administrasi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian seni administrasi pemasaran harus sanggup mengatakan citra yang terperinci dan terarah wacana apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.
 
Melihat pentingnya seni administrasi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
 
B. LUAS DAN TUJUAN PENULISAN
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis berusaha untuk memudahkan pembahasan biar lebih terarah, maka penulis membatasi kepada problem pemasaran, dalam hal ini hanya problem seni administrasi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk maupun jasa dalam suatu perusahaan. Adapun tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui dengan lebih niscaya seni administrasi pemasaran yang paling sesuai dengan keadaan perusahaan untuk sanggup tumbuh dan berkembang dalam persaingan.

C. SISTEMATIKA PEMBAHSAN

Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis membahas dalam lima bab, yaitu:
Bab satu, berisi pendahuluan yang yang membicarakan alasan pemilihan judul, luas dan tujuan penulisan serta sistematika pembahasan.

Bab dua, memuat wacana aspek penting dalam pemasaran, yaitu menjelaskan wacana planning seni administrasi pemasaran, pasar sasaran, dan bauran pemasaran.

Bab tiga, memuat wacana faktor-faktor yang mensugesti seni administrasi pemasaran. Dalam hal ini akan dibahas wacana planning seni administrasi perusahaan dan faktor-faktor yang mensugesti seni administrasi pemasaran perusahaan.

Bab empat, pada penggalan ini akan dibahas mengenai seni administrasi untuk setiap posisi bisnis, menyerupai Market leader, Market challanger, Market follower, atau Market Nicher.

Bab lima, pada penggalan terakhir ini, penulis mencoba untuk membuat kesimpulan final atas apa yang telah diuraikan dan mengatakan saran-saran yang mungkin sanggup dipertimbangkan dalam penentuan seni administrasi pemasaran.

BAB III
ASPEK PENTING DALAM PEMASARAN
A. PENGERTlAN PEMASARAN

Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran ialah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan.

American Marketing Association 1960, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemsaran ialah pelaksanaan dunia perjuangan yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh citra yang terperinci dan lengkap wacana pemasaran.

Sedangkan definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan membuat dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

B. PASAR SASARAN
Selama ini terlihat tanda-tanda semakin banyak perusahaan menentukan pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenakan mereka menyadari bahwa intinya mereka tidak sanggup melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya. Kaprikornus arti dari pasar sasaran adalah: Sebuah pasar terdiri dari pelanggan potensial dengan kebutuhan alau keinginan tertentu yang mungkin maupun bisa untuk ambil penggalan dalam jual beli, guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut.

Karena konsumen yang terlalu heterogen itulah maka perusahaan perlu mengkelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, kemudian menentukan dan memutuskan segmen pasar tertentu sebagai sasaran. Dengan adanya hal ini, maka perusahaan terbantu untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik, dengan demikian perusahaan sanggup mengembangkan produk yang tepat, sanggup menentuan susukan distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien serta bisa menyesuaikan harga bagi barang atau jasa yang ditawarkan bagi setiap sasaran pasar.

Pasar sasaran (Target Market) adalah: Sekelompok konsumen atau pelanggan yang secara khusus menjadi sasaran perjuangan pemasaran bagi sebuah perusahaan.

Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Segmentasi Pasar
  2. Penetapan Pasar Sasaran
  3. Penempatan Produk
TABEL I
Langkah langkah Segmentasi Pasar, Penetapan Pasar Sasaran,
Penempatan Pasar 
 
1. Segmentasi Pasar
 
Segmentasi Pasar ialah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya ialah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar ialah suatu seni administrasi yang didasarkan pada falsafah administrasi pemasaran yang orientasinya ialah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran sanggup dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan sanggup digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka mengatakan kepuasan bagi konsumen.

Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar biar proses segmentasi pasar sanggup dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:
  1. Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut sanggup diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.
  2. Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut sanggup dicapai sehingga sanggup dilayani secara efektif.
  3. Cukup luas (Substantial), sehingga sanggup menguntungkan bila dilayani.
  4.  Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua kegiatan yang telah disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu sanggup efektif.
Kebijakan segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan ktiteria tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:
  • Segmentasi atas dasar Geografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis menyerupai negara, propinsi, kabupaten. kota, desa, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaan akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.
  • Segmentasi atas dasar Demografis, Segmentasi pasar ini sanggup dilakukan dengan cara memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel demografis, menyerupai umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
  • Segmentasi atas dasar psychografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, banyak sekali ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.
2. Penetapan Pasar Sasaran (Target market) 
 
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta menentukan satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama ialah menghitung dan menilai porensi profit dari banyak sekali segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul wacana teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam menentukan pasar sasaran, sehingga pemasar sanggup menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan sanggup mengikuti salah satu diantara lima seni administrasi peliputan pasar, yaiitu:
  1. Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan sanggup memusatkan kegiatannya dalam satu penggalan daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melaksanakan pilihan ini.
  2. Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.
  3. Spesialisasi pasar, contohnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.
  4. Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam banyak sekali kegiatan perjuangan yang tidak ada kekerabatan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan perjuangan itu mengandung peluang yang menarik.
  5. Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.
3. Penempatan produk (Product Positioning)
 
Penempatan produk meliputi kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan memutuskan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran biar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu seni administrasi penempatan produk. Saat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sebetulnya penting disini ialah persepsi atau jawaban konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar. 

C. BAURAN PEMASARAN
Salah satu unsur dalam seni administrasi pemasaran terpadu ialah Bauran Pemasaran, yang merupakan seni administrasi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana sanggup dikendalikan oleh perusahaan untuk mensugesti jawaban konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar mempunyai kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi sanggup mengkoordinasikan banyak sekali variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan kegiatan pemasaran secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum ialah sebagai berikut: marketing mix ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p's ialah sebagai berikut:
  1. Strategi Produk
  2. Strategi Harga
  3. Strategi Penyaluran/Distribusi
  4. Strategi Promosi
Marketing mix yang dijalankan harus diadaptasi dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang sanggup dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi sanggup dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:

1. Produk (Jasa)

Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting. alasannya ialah dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi "kebutuhan dan keinginan" dari konsumen. namun keputusan itu tidak berdiri alasannya ialah produk/jasa sangat erat hubungannya dengan sasaran market yang dipilih. Sedangkan sifat dari produk/jasa tersebut ialah sebagai berikut:
  1. Tidak berwujud - Jasa mempunyai sifat tidak berwujud, lantaran tidak bisa dilihat, dirasa, diraba, didengar atau dicium, sebelum ada transaksi pembelian.
  2. Tidak sanggup dipisahkan - Suatu produk jasa tidak sanggup dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang atau benda. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel tidak akan bisa terlepas dari bangunan hotel tersebut.
  3. Berubah-ubah - Bidang jasa sebetulnya sangat gampang berubah-ubah, alasannya ialah jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan disajikan dan dimana disajikan. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel berbintang satu akan berbeda dengan jasa yang diberiakan oleh hotel berbintan tiga. 
  4. Daya tahan - Jasa tidak sanggup disimpan. Seorang pelanggan yang telah memesan sebuah kamar hotel akan dikenakan biaya sewa, walaupun pelanggan tersebut tidak menempati karnar yang ia sewa.
2. Harga ( Price)
 
Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan guna kesinambungan produksi. Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan keuntungan atau keuntungan yang diharapkan. Oleh lantaran itu, penetuan harga produk dari suatu perusahaan merupakan problem yang cukup penting, lantaran sanggup mensugesti hidup matinya serta keuntungan dari perusahaan.

Kebijaksanaan harga erat kaitannya dengan keputusan wacana jasa yang dipasarkan. Hal ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu produk atau jasa. Dalam penetapan harga, biasanya didasarkan pada suatu kombinasi barang/jasa ditambah dengan beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan. Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan mengambil keputusan apakah ia membeli barang tersebut atau tidak. Juga konsumen memutuskan berapa jumlah barang/jasa yang harus dibeli berdasarkan harga tersebut. Tentunya keputusan dari konsumen ini tidak hanya berdasarkan pada harga semata, tetapi banyak juga faktor lain yang menjadi pertimbangan, misalilya kualitas dari barang atau jasa, kepercayaan terhadap perusahaan dan sebagainya.

Hendaknya setiap perusahaan sanggup memutuskan harga yang peling tepat, dalam arti yang sanggup mengatakan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka pendek maupun unluk jangka panjang.

3. Saluran Distribusi (Place)

Setelah perusahaan berhasil membuat barang atau jasa yang dibutuhkan dan memutuskan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif sampai tiba pada tempat yang tepat, dengan impian produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.

Yang dilarang diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa ialah menentukan susukan distribusi (Channel Of Distribution). Masalah pemilihan susukan distribusi ialah problem yang kuat bagi marketing, lantaran kesalahan dalam menentukan sanggup menghambat bahkan memacetkan perjuangan penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.

Distributor-distributor atau penyalur ini bekerja aktif untuk mengusahakan
perpindahan bukan hanya secara fisik tapi dalam arti biar jasa-jasa tersebut sanggup diterima oleh konsumen. Dalam menentukan susukan distribusi ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:
  • Sifat pasar dan lokasi pembeli
  • Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara
  • Pengendalian persediaan, yaitu memutuskan tingkat persediaan yang ekonomis.
  • Jaringan pengangkutan.
Saluran distribusi jasa biasanya menggunakan biro travel untuk menyalurkan jasanya kepada konsumen. Kaprikornus salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kebijaksanaan susukan distribusi itu sendiri dengan memperhitungkan adanya perubahan pada masyarakat serta referensi distribusi perlu mengikuti dinamika para konsumen tadi.

4. Promosi (Promotion)
 
Aspek ini bekerjasama dengan banyak sekali perjuangan untuk mengatakan informasi pada pasar wacana produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara berbagi informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity)
  1. Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mensugesti konsumennya. Periklanan ini sanggup dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.
  2. Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk melaksanakan kontak eksklusif dengan calon konsumennya. Dengan kontak eksklusif ini diharapkan akan terjadi kekerabatan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.
  3. Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen akan gampang untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
  4. Publsitas (Pubilicity): Meripakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk dampak secara tidak eksklusif kepada konsumen, biar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melaksanakan publisitas perusahaan tidak melaksanakan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang bisa membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai perjuangan untuk "mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan".
Dalam hal ini yang harus diperhatikan ialah tercapainya keseimbangan yang efektif, dengan mengkombinasikan komponen-komponen tersebut kedalam suatu seni administrasi promosi yang terpadu untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan para pembuat keputusan pembelian.

BAB III
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
STRATEGI PEMASARAN
A. RENCANA STRATEGI PERUSAHAAN

Satu diantara banyak sekali tujuan perusahaan ialah untuk memperoleh keuntungan yang optimal dari kegiatannya sehari-hari, khususnya kegiatan pemasaran. Untuk menjalankan kegiatan pemasaran tersebut dengan baik, dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan, perusahaan harus menerapkan suatu seni administrasi yang sempurna sesuai dengan lingkungan pemasaran perusahaannya.

Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi administrasi pemasaran perusahaan yang mensugesti kemampuan rnanajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.

Keberhasilan seni administrasi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan tergantung pada analisa dan pengamatan yang cermat oleh perusahaan terhadap faktor-faktor yang sanggup mensugesti seni administrasi pemasaran perusahaan.

Strategi pemasaran ialah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran perusahaan terdiri dari pengambilan keputusan wacana biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dalam kondisi persaingan.

Strategi pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin dalam planning seni administrasi pemasaran perusahaan (Corporate Marketing Plan) yang disusun. Rencana seni administrasi pemasaran perusahaan ialah suatu planning pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan banyak sekali seni administrasi dan kegiatan pokok dibidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka panjang dimasa depan.
Ciri penting planning strategis pemasaran perusahaan ini ialah sebagai berikut:
  • Titik-tolak penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan
  • Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh
  • Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mensugesti perkembangan perusahaan
  • Jadual waktu/timing yang ditentukan ialah yang sesuai dan mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan
  • Penyusunan planning dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN
Adapun faktor-faktor yang sanggup mensugesti seni administrasi pemasaran pada suatu perusahaan ialah :

1. Lingkungan mikro perusahaan.
 
Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang eksklusif berkaitan dengan perusahaan yang mensugesti kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:

a. Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh penggalan administrasi pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan planning pemasarannya, menyerupai administrasi puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya insan yang dimiliki perusahaan, lantaran manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.

b. Pemasok (Supplier)

Para pemasok ialah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, materi bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok sanggup memberi dampak yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber materi mentah, pemogokan tenaga kerja, dan banyak sekali kcjadian lainnya yang bekerjasama dengan pemasok sanggup mengganggu seni administrasi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.

c. Para Perantara Pemasaran

Para mediator pemasaran ialah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para mediator pemasaran ini meliputi :
  1. Perantara, ialah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu biro mediator menyerupai agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak mempunyai barang atau jasa itu sendiri.
  2. Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan menyerupai ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.
  3. Para Agen Jasa Pemasaran, menyerupai perusahaan atau forum penelitian pemasaran, biro periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
  4. Perantara Keuangan, menyerupai bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
d. Para Pelanggan

Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.
 
e. Para Pesaing

Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan seni administrasi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
 
f. Masyarakat Umum

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka mendapatkan atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, lantaran kegiatan perusahaan niscaya mensugesti minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum sanggup memperlancar atau sebaliknya sanggup sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.

2. Lingkungan Makro
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mensugesti semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:
 
a. Lingkungan Demografis/Kependudukan

Lingkungan demografis/kependudukan memperlihatkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, menyerupai distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas sanggup mensugesti seni administrasi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya lantaran publiklah yang membentuk suatu pasar

b. Lingkungan Ekonomi.

Lingkungan ekonomi memperlihatkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada referensi belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

c. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik memperlihatkan kelangkaan materi mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam

d. Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan penggalan kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.

e. Lingkungan sosial/budaya

Lingkungan ini memperlihatkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai hukum kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan kekerabatan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.
 
BAB IV
STARATEGI BERSAING
A. STRATEGI UNTUK SETIAP POSISI BISNIS
 
Pada dikala kini ini maupun dikala kedepan, seni administrasi pemasaran yang diterapkan oleh suatu perusahaan harus diadaptasi tidak hanya pada sasaran konsumen semata, tetapi juga pada para pesaing yang mengincar pasar sasaran konsumen yang sama. Perusahaan sebelum memutuskan dan menjalankan strateginya hendaklah terlebih dahulu malakukan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treath) yaitu melihat dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan bahaya yang dimilikinya sendiri dan juga yang dimiliki oleh para pesaingnya.
TABEL II
Strategi untuk Setiap Posisi Bisnis
 
Strategi bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar bisa menerapkan seni administrasi tertentu, yang terperinci tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Tetapi hanya dengan sekala besar saja tidaklah cukup, lantaran ada beberapa seni administrasi bagi perusahaan besar yang bisa menjamin keberhasilannya, akan tatapi ada juga seni administrasi yang sanggup merugikan dirinya sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri bisa rnenghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan besar.
Sehubungan dengan besarnya usaha, maka sanggup dibedakan menjadi empat kelompok usaha, yaitu:
  1. Market Leader menguasai 40% pasar
  2. Market Challanger menguasai 30% pasar
  3. Market Follower menguasai 20% pasar
  4. Market Nicher menguasai 10% pasar
1. Market Leader

Perusahaan menyerupai ini rnemegang penggalan terbesar dalam pasar, biasanya perusahaan-perusahaan lain mengikuti tindakan-tindakan perusahaan dalam hal perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan susukan distribusi, dan intensitas promosi. Perusahaan ini menjadi titik pusat orientasi para pesaing. Ia merupakan perusahaan yang ditantang, ditiru, atau dijauhi. Kehidupan pemimpin pasar sungguh tidaklah mudah, terkecuali bila perusahaan itu memang mempunyai promosi resmi. Perusahaan tersebut senantiasa mempertinggi kewaspadaannya alasannya ialah para pesaingnya selalu mencari dan mencoba memanfaatkan kelemahannya, meski sekecil apapun. Perusahaan yang mayoritas selalu ingin tetap menjadi nomor satu, oleh alasannya ialah itu, perusahaan-perusahaan menyerupai ini bjasanya mengembangkan strategi:

a. Mengembangkan pasar keseluruhan, hal ini sanggup dilakukan dengan cara:
  • Mencari konsumen gres dengan cara seni administrasi penerobosan pasar, seni administrasi pasar baru, dan seni administrasi ekspansi geografis
  • Mencari dan mengenalkan kegunaan gres suatu produk
  • Meyakinkan masyarakal konsumen biar menggunakan produk lebih banyak pada setiap kesempatan.
b. Melindungi bagian-bagian pasar yang telah dikuasai. Sementara mencoba memperkuat pasar. Perusahaan yang mayoritas tetap harus melindungi usahanya secara terus menerus dari serangan saingan-saingannya. Untuk itu yang harus dikerjakan oleh perusahaan pemimpin dalam mempertahankan kawasan kekuasaannya ialah penemuan (Pembaharuan ) yang terus menerus.

c. Meningkatkan penggalan pasar. Selain mencari konsumen gres pada pasar yang baru, perusahaan juga sanggup meningkatkan jumlah konsumen pada penggalan pasar yang sudah dikuasai.

2. Market Challanger

Perusahaan yang mempunyai urutan kedua atau lebih rendah lagi didalam pasar bisa disebut "runner up" atau "Penyusul". Mereka sanggup menyerang Market leader dan pesaing-pesaing lainnya dalam suatu perjuangan yang gencar merebut penggalan pasar, perusahaan inilah yang disebut Market Challanger. Dan mereka yang bersikap asal rnenerima tidak menggoncangkan pasar, disebut juga Market Follower.

Beberapa seni administrasi penyerangan yang bisa digunakan oleh market challanger :

a. Menetapkan sasaran straregi lawan.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh penantang pasar ialah memutuskan sasaran strategis dan menentukan lawan yang dihadapi, untuk itu perusahaan harus melaksanakan analisis persaingan yang sistematis. Sasaran 

strategis dari kebanyakan penantang pasar adalah: peningkatan penggalan pasar dengan impian akan menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Pada dasarnya, market challanger sanggup menentukan salah satu dari tiga jenis perusahaan yang sanggup diserang yaitu: pimpinan pasar, perusahaan-perusahaan yang sama besarnya tetapi kurang berhasil serta kekurangan dana, dan perusahaan regional yang lebih kecil.
b. Memilih seni administrasi penyerangan.
Secara umum ada lima strateg penyerangan yang sanggup dipilih dan dilakukan market challanger :
  1. Serangan Frontal. Serangan ini dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki sempurna berhadapan dengan lawan. Serangan ini lebih bersifat menyerang kekuatan lawan ketimbang titik lemahnya. Dalam serangan frontal ini, penyerang menandingi produk, iklan, barga, dari lawannya, sehingga apabila lawan tidak kuat maka akan kalah. Biasanya yang menggunakan seni administrasi ini ialah market challanger yang kuat.
  2. Serangan melambung. Prinsip pokok dart serangan modern ialah Konsentrasi kekuatan untuk menyerang kelemahan .Market challanger berpura-pura akan menyerang penggalan yang kuat sehingga lawan mengerahkan seluruh kekuatan ke penggalan tersebut, tetapi serangan yang sebetulnya akan diarahkan kebagian kelemahannya. Ada dua seni administrasi yang sanggup dilakukan oleh market challanger yaitu serangan geografis, yaitu serangan-serangan yang ditujukan pada daerah-daerah pemasaran dimana pesaing tidak menanganinya dengan baik. Dan kedua ialah serangan dengan menutup segmen pasar yang selama ini belum dipenuhi oleh market leader.
  3. Serangan mengepung. Serangan ini merupakan perjuangan menembus kawasan pemasaran lawan, yaitu dengan mengadakan penyerangan secara besar-besaran terhadap seluruh pasar lawan dan pada dikala bersamaan perusahaan penantang memasarkan segala apa saja yang dipasarkan oleh pesaing, dan melebihi apa yang dimiliki oleh pesaing, sehingga anjuran perusahaan ini mustahil ditolak oleh konsumen.
  4. Serangan lintas. Strategi ini ialah seni administrasi yang paling tidak langsung, serta menjauhkan diri dari gerakan yang mengarah kepemasaran pesaing. Ada tiga pendekatan, yaitu: diversifikasi ke produk-produk yang tidak berkaitan, diversifikasi kepasar geografis yang gres dan membuat produk yang lebih baik.
  5. Serangan gerilya. Serangan ini dilakukan perusahaan-perusahaan yang kekurangan modal dengan menyerang pada banyak sekali wilayah lawan dengan serangan kecil yang tiba-tiba dan terputus-putus. Tujuannya ialah untuk mengganggu konsentrasi lawan. Serangan sanggup dilakukan dengan tindakan memotong harga secara selektif, mengganggu persediaan, membajak eksekutif, kegiatan promosi intensif dan banyak sekali tindakan ilegal lainnya.
Selain ke lima seni administrasi penyerangan secara umum tersebut, terdapat seni administrasi yang lebih spesitik lagi bagi market challanger yaitu:
  1. Strategi pemotongan harga
  2. Strategi produk yang lebih murah
  3. Strategi produk prestise
  4. Strategi pengembang biakan produk
  5. Strategi penemuan produk
  6. Strategi penyempurnaan jasa pelayanan
  7. Strategi penemuan distribusi
  8. Strategi pementingan biaya
  9. Strategi promosi yang intensif
3. Market Follower
 
Perusahaan menyerupai ini lebih suka mengatakan hal-hal yang serupa, biasanya dengan menjiplak produk perusahaan yang memimpin. Setiap market follower selalu menonjolkan sifat khasnya kepada sasaran pasar, contohnya lokasi, jasa pelayanan, atau keuangannya. Strategi umum yang biasa dilakukan oleh maeket follower yaitu:
  1. Mengikuti dari dekat. Market follower berusaha menyamai perusahaan pemimpin pasar pada sebanyak mungkin segmen pasar dan wilayah bauran pemasaran.
  2. Mengikuti dari jauh. Dalam seni administrasi ini market follower membuat beberapa differensiasi, namun tetap mengikuti market leader dalam hal pembauran pasar.
  3. Mengikuti secara selektif. Market follower mengikuti dengan bersahabat beberapa hal yang dilakukan market leader, namum pada hal-hal yang lain perusahaan berjalan dengan sendiri.
4. Market Nicher

Perusahaan menyerupai ini, menyandang banyak sekali nama seperti; penggarap relung pasar, spesialisasi pasar, perusahaan ambang pintu, atau perusahaan tumpuan. Market nicher menempati sebagian kecil dari seluruh pasar yang ada. Perusahaan jenis ini mencoba masuk kesatu atau lebih celah-celah pasar yang kondusif dan menguntungkan yang dilupakan atau terlewatkan oleh perusahaan besar. Umumnya market micher ialah perusahaan yang mempunyai spesialisasi tertentu dan keahlian yang khas didalam pasar, konsumen, produk atau lini-lini dalam bauran pemasaran.

BAB V
PENUTUP

Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyalah perusahaan mempunyai Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.

Strategi pemasaran yang dibentuk hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.

Perusahaan yang berjaya dan bisa mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya ialah perusahaan yang telah berhasil memutuskan seni administrasi pemasarannya serta seni administrasi bersaingnya dengan tepat.

Adapun penentuan seni administrasi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin sanggup menerapkan stretegi tertentu yang terperinci tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri bisa menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.

Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, maka sanggup dipastikan perusahaan akan sanggup menentukan dengan baik seni administrasi pemasarannya serta seni administrasi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya. 

DAFTAR PUSTAKA
Basu Swastha D.H. MBA, Manajemen pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta, 1990
Gitosudanno, Indriyo, Manajemen Pemasaran, BPFE Yogyakarta, 1994
Jauch, lawrence R, Manajemen Strategis Dan Kebijakan Perusahaan, Erlangga, Jakarta, 1993
Mc. Donald, Malcom H.B. Rencana Pemasaran, Arcan, Jakarta, 1995
Phillip Kotler, Marketing Management, Prentice Hall, New Jersey, 2000
Naisbitt, John, ,Global Paradox Avon Books, New York, 1995
Stanton, William, J, Prinsip Pemasaran, Erlangga, 1986
Sutojo Siswanto, Kerangka Dasar Manajemen Pemasaran, LPPM, 1981
Sofjian, Assauri, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi Rajawali, Jakarta,1992
O. Winardi, Manajemen Pemasaran, Sinar Baru, Bandung, 1981

Sumber http://pendidikansrg.blogspot.com