Saya tidak dapat menyalahi fitrah, alasannya ia turun pribadi dari tangan Yang Maha Kuasa. Tapi, saya sadar ketika saya sudah mengenyampingkan rasa suka ini menjadi fitnah, maka hancurlah saya.
Fitrah dan fitnah tidak akan pernah berteman baik alasannya keduanya yakni sesuatu yang bertolak belakang.
Rasa suka itu fitrah. Namun, bagaimana ia tetap fitrah yakni tanggung jawab kita pada diri sendiri dan amanah dari Allah untuk tetap kita pertahankan secara fitrahnya, sesuai dengan yang Allah suka.
Rasa suka itu fitrah. Namun, bagaimana ia tetap fitrah yakni tanggung jawab kita pada diri sendiri dan amanah dari Allah untuk tetap kita pertahankan secara fitrahnya, sesuai dengan yang Allah suka.
Mungkin kita akan membisu ketika rasa suka itu menjalari perasaan. Bukankah itu yang seharusnya kita lakukan? Tidak mengumbarnya, atau malah menginginkan beliau menyukai kita juga. Bukankah itu hampir menjurus ke fitnah?
Fitrah yang melenceng kepada fitnah, bentuknya juga dapat berupa, 'setiap dikala kalian panjatkan doa untuknya. Kau berkata bahwa kamu menyerahkan perasaan ini sepenuhnya kepada Allah, namun kenyataannya, kamu mengkhianati kata-kata itu dengan kamu mengingatnya sepanjang hari. Hingga kamu lupa kepada Allah.'
Seharusnya, jikalau benar kamu anggap perasaanmu sebagai fitrah, maka hentikan tindakan terbelakang yang semakin membuatmu jauh dari Allah. Yang membuatmu berangan-angan, padahal 99,99% kemungkinan lain akan terjadi.
Seharusnya, jikalau benar kamu anggap perasaanmu sebagai fitrah, maka hentikan tindakan terbelakang yang semakin membuatmu jauh dari Allah. Yang membuatmu berangan-angan, padahal 99,99% kemungkinan lain akan terjadi.
Sebutlah beliau sesekali dalam doamu, jikalau memang alasannya Allah. Sebutlah, sebutlah saja terus. Hingga tak ada lagi ruang untuk kamu sebut namanya di luar doamu. Hingga tak ada lagi ruang untuk kamu memunculkan wajahnya dalam benakmu. Karena telah habis, kamu tumpah ruahkan nama dan bayangannya dalam doamu. Sungguh, lebih baik kamu sebut dan hadirkan beliau dalam doa daripada beliau mengontrol setiap hati, gerak-gerik serta pikiranmu.
Semoga kita semakin mengerti, apa itu fitrah dan apa itu fitnah.
Wallahu a'lam.

EmoticonEmoticon