Minggu, 24 Desember 2017

Peta Panorama

Tujuan dari pembuatan peta panorama ini yaitu untuk menggambarkan keadaan  suatu tempat dengan range atau sudut pandang tertentu. 


Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini yaitu : 
  1. Teknik 2B 
  2. Penggaris panjang 
  3. Kertas buffalo 
  4. Kompas bidik pembuatan peta panorama ini yaitu : 

Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam menciptakan peta panorama yaitu :

1. Arah Pandang atau Sudut Pandang 

Batas sudut pandang dalam pembuatan peta panorama sanggup berupa satu sudut atau dua sudut  sebagai arah untuk penggambaran panorama atau pemandangannya. 

Untuk dua sudut pandang tidak akan menjadi duduk masalah yang berarti alasannya kita tinggal membidik  sudut yang telah ditetapkan tersebut untuk batas penggambaran panorama. 

Untuk satu sudut pandang maka untuk memilih batas sudut pandang yang akan kita gunakan untuk menggambar panorama kita harus menambahkan sudut tersebut dengan 30 untuk tempat kanan dan mengurangi sudut tersebut dengan 30 untuk daerah  kiri. Kemudian gres menggambar peta panoramanya. 

2. Penggambaran Batas Daerah 

Setelah diketahui batas tempat digambar, maka langkah selanjutnya yaitu menciptakan sket batas tempat satu dengan tempat lainnya, antara satu perbukitan dengan perbukitan  atau  perumahan dan  lain sebagainya.  Untuk penggambaran sket ini  dibentuk setipis mungkin alasannya hanya untuk pembatas dalam pembatas dalam penafsiran nanti. 

3. Pembuatan Arsiran 

Pembuatan arsiran ini merupakan tahapan penting dalam menciptakan peta panorama. 

Yang perlu diperhatikan yaitu untuk tempat yang bersahabat dengan pandangan kita maka arsirannya  dibuat  berdekatan sekali, demikian seterusnya  hingga pada tempat terjauh atau lapis paling atas  dibuat  renggang. Arsiran horisontal dipergunakan untuk tempat lautan, arsiran tegak atau vertikal  unt uk  gunung, sedangkan untuk tempat yang landai (seperti  perumahan, pepohonan) maka  arsirannya  dibuat  agak  miring  (mendekati horisontal), untuk  tempat yang agak  curam (seperti  perbukitan  atau   jurang  terjal) maka arsiran dibentuk miring mendekati tegak. 

4. Pembuatan Arah Utara 

Arah utara ini mengetahui posisi menggambar kita dan juga sekaligus sebagai koreksi apakah arah  yang digambar itu sudah benar. Biasanya arah utara dibentuk pada posisi pojok kiri atas dengan gambar anak panah dan arahnya diadaptasi dengan arah kompas

5. Penulisan Sudut Batas dan Keterangan Batas 

Untuk sudut pandang sebelah kiri dan hendaknya dicantumkan sekaligus dengan keterangan  gambar  yang sesuai dengan keadaan lalu jangan lupa  untuk memberikan  penomeran  pada  masing-masing tempat sehingga mempermudah untuk santunan keterangan nantinya.

Untuk lebih jelasnya kita lihat pola berikut ini :


Sumber http://hasdukmerahputih.blogspot.com


EmoticonEmoticon