Tampilkan postingan dengan label Peta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peta. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2018

Pengertian, Jenis, Dan Fungsi Peta

1. Pengertian Peta

Kata peta niscaya sudah sangat familiar di pendengaran kita. Anda niscaya sering melihat atau bahkan pernah memakai peta, tetapi mungkin Anda masih kesulitan untuk mendeskripsikan pengertian dari peta. Sebenarnya Anda tidak perlu menghafal definisi dari peta, cukup dengan melihat peta seharusnya Anda sudah sanggup mendefinisikan peta.

Pengertian peta secara umum yaitu citra dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar, yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas. Sudahkah Anda memahami pengertian dari peta tersebut? Praktis bukan? Beberapa andal mendefinisikan peta dengan banyak sekali pengertian, namun pada hakikatnya semua memiliki inti dan maksud yang sama. Berikut beberapa pengertian peta dari para ahli.

a. Menurut ICA (International Cartographic Association)
Peta yaitu citra atau representasi unsur-unsur ketampakan ajaib yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

b. Menurut Aryono Prihandito (1988)
Peta merupakan citra permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

c. Menurut Erwin Raisz (1948)
Peta yaitu citra konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil menyerupai ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibentuk pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

d. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber warta bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Dengan memakai peta, kita sanggup mengetahui segala hal yang berada di permukaan bumi, menyerupai letak suatu wilayah, jarak antarkota, lokasi pegunungan, sungai, danau, lahan persawahan, jalan raya, bandara, dan sebagainya. Ketampakan yang digambar pada peta sanggup dibagi menjadi dua, yaitu ketampakan alami dan ketampakan buatan insan (budaya). Dapatkah Anda menyebutkan unsur alami dan unsur budaya yang tergambar di peta?

Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (digital map), yaitu peta yang berupa citra permukaan bumi yang diolah dengan pertolongan media komputer. Data yang diperoleh berupa data digital dan hasil dari citra tersebut sanggup disimpan dalam suatu media menyerupai kartu memory, CD, maupun media penyimpanan lainnya, serta sanggup ditampilkan kembali pada layar monitor komputer. Biasanya peta digital ini dibentuk dengan memakai software GIS (Geography Information system). Ilmu yang mempelajari perihal peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang andal dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf.

2. Jenis-Jenis Peta

Peta sanggup diklasifikasikan menjadi beberapa bab berdasarkan karak- teristiknya, antara lain sebagai berikut.
a. Berdasarkan Sumber Datanya
Berdasarkan sumber datanya, peta dikelompokkan menjadi dua, yaitu peta induk dan peta turunan.
1) Peta Induk (Basic Map)
Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei pribadi di lapangan. Peta induk ini sanggup dipakai sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga sanggup dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai pola dalam pembuatan peta-peta lainnya.

2) Peta Turunan (Derived Map)
Peta turunan yaitu peta yang dibentuk berdasarkan pada pola peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei pribadi ke lapangan. Peta turunan ini tidak sanggup dipakai sebagai peta dasar.

b. Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
Berdasarkan isi data yang disajikan, peta dibagi menjadi peta umum dan peta tematik.
1) Peta Umum
Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.
Peta umum dibagi menjadi 3, sebagai berikut.
  1. Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama.
  2. Peta chorografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi yaitu atlas.
  3. Peta dunia, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

2) Peta Tematik
Peta tematik yaitu peta yang menggam-barkan warta dengan tema tertentu/ khusus. Misal peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh peta tematik yaitu peta penggunaan lahan. Peta penggunaan lahan merupakan peta yang khusus menawarkan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang dipetakan. Perhatikan contoh peta penggunaan lahan berikut.

 Kata peta niscaya sudah sangat familiar di pendengaran kita Pengertian, Jenis, dan Fungsi Peta
Salah satu contoh peta tematik yaitu peta penggunaan lahan.

c. Berdasarkan Skalanya
Berdasarkan pada skalanya peta dibagi sebagai berikut.
1) Peta Kadaster/Peta Teknik
Peta ini memiliki skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak dipakai untuk keperluan teknis, contohnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagainya.

2) Peta Skala Besar
Peta ini memiliki skala antara 1 : 5.000 hingga 1 : 250.000. Biasanya peta ini dipakai untuk perencanaan wilayah.

3) Peta Skala Sedang
Peta ini memiliki skala antara 1 : 250.000 hingga 1 : 500.000.

4) Peta Skala Kecil
Peta ini memiliki skala antara 1 : 500.000 hingga 1 : 1.000.000.

5) Peta Geografi/Peta Dunia
Peta ini memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

3. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta

1) Fungsi Pembuatan Peta
Peta memiliki beberapa fungsi di banyak sekali bidang, antara lain untuk:
  1. menawarkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi,
  2. menunjukkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, atau gunung) sehingga dimensi sanggup terlihat dalam peta,
  3. menyajikan data perihal potensi suatu daerah, dan
  4. menunjukkan ukuran, alasannya melalui peta sanggup diukur luas tempat dan jarak-jarak di atas permukaan bumi.

2) Tujuan Pembuatan Peta
Tujuan pembuatan peta antara lain sebagai berikut:
  1. membantu suatu pekerjaan, contohnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,
  2. analisis data spasial, contohnya perhitungan volume,
  3. menyimpan informasi,
  4. membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan
  5. komunikasi warta ruang.
Demikianlah bahan perihal Peta ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Pengertian Dan Jenis-Jenis Proyeksi Peta

Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan (distorsi), maka peta harus digambar dalam bentuk bola yang disebut dengan globe. Peta yang digambar pada bidang datar tidak sanggup secara akurat menggambarkan seluruh permukaan bumi, kecuali hanya untuk menggambarkan tempat dalam areal yang lebih sempit. Oleh balasannya untuk menggambar sebagian besar permukaan bumi tanpa penyimpangan, maka dilakukan acara proyeksi. Apa itu proyeksi? Bacalah uraian singkat di bawah ini.

1. Pengertian proyeksi peta

Proyeksi yakni cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan memakai proyeksi yakni menyerupai pada waktu kita mengelupas buah jeruk, kemudian kulit jeruk tersebut kita lembarkan. Perhatikan gambar di bawah ini!

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi


Di dalam melaksanakan acara proyeksi peta, ada beberapa hal yang dihentikan terabaikan, yaitu:
  1. peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas bahwasanya di permukaan bumi sesudah dikalikan dengan skala.
  2. peta harus equidistan, yaitu peta harus memiliki jarak-jarak yang sama dengan jarak bahwasanya di permukaan bumi sesudah dikalikan dengan skala.
  3. peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk bahwasanya di permukaan bumi.

2. Jenis-Jenis Proyeksi Peta

Terdapat beberapa jenis proyeksi yang dipakai untuk menggambar peta, yaitu proyeksi azimutal, kerucut, dan silinder.

a) Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar. Proyeksi zenital ini sesuai dipakai untuk memetakan tempat kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jikalau dipakai untuk menggambarkan tempat yang berada di sekitar khatulistiwa.

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal.

b) Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi menyerupai ini sesuai dipakai untuk menggambarkan tempat yang berada pada lintang tengah menyerupai pada negara-negara di Eropa.

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut.


c) Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi menyerupai ini sangat baik untuk memetakan tempat yang berada di tempat khatulistiwa, dan tidak sesuai dipakai untuk memetakan tempat yang berada di sekitar kutub.
 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder.



Demikianlah bahan tentang Jenis-jenis proyeksi peta ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Minggu, 15 April 2018

Penjelasan Mengenai Tahapan Atau Proses Pembuatan Peta

Dalam Pembuatan suatu peta, khususnya peta tematik diharapkan beberapa tahapan atau proses, yang dimulai dari persiapan (pengumpulan data), pengolahan data, hingga pencetakan dalam wujud peta tematik. Proses pembuatan peta mencakup secara sederhana sanggup dilakukan dengan 3 tahapan, sebagai berikut.

1. Tahap Pengumpulan Data

Data-data geografis yang dipakai sebagai sumber dari pembuatan peta ada dua macam yaitu sumber primer dan sumber sekunder.
  1. Sumber data primer ialah sumber data yang diperoleh dengan cara observasi secara eksklusif di lapangan dengan cara pengukuran, pengamatan, pembuatan sketsa, dan wawancara terhadap penduduk setempat.
  2. Sumber data sekunder ialah sumber data yang diperoleh dengan cara observasi secara tidak langsung, artinya data diperoleh dari foto, peta, dan dokumentasi yang sudah ada pada suatu instansi terkait. Misalnya data sekunder dari dokumentasi milik Direktorat Topografi (Dittop) TNI-AD, Pusat Survei Pemetaan (Pussurta), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pertanahan Negara (BPN), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Dinas Pertanian, Dinas Pertambangan, dan lembaga-lembaga lain atau forum pemerintah setempat.

2. Tahap Pemetaan atau Penyajian Data

Data yang telah terkumpul sanggup dianalisis dengan komputer dan akibatnya disimpan, selanjutnya hasil analisis data tersebut dicocokkan kembali dengan keadaan di lapangan. Tahap ini diawali dengan menyiapkan peta dasar untuk digandakan menjadi peta gres yang akan dipakai untuk peta tematik. Proses menggambar peta dasar menjadi peta yang gres sanggup dilakukan dengan cara memfotokopi atau disalin/digambar pada kertas yang lain dengan memakai pantograph, atau dengan garis-garis koordinat (kotak-kotak). Setelah peta dasar simpulan dibuat, langkah berikutnya ialah penyajian data dengan cara menggambarkan simbol-simbol yang sesuai antara objek geografis di lapangan dengan objek di peta. Misalnya simbol arsir bertingkat, simbol lingkaran, simbol batang, atau simbol gambar. Simbol peta tematik hendaknya dirancang dengan baik, benar, dan sesuai, biar tujuan pemetaan sanggup tercapai, menarik, bersih, dan gampang dibaca.

3. Penyajian Kembali dalam Bentuk Grafis

Pada tahap ini dilakukan pemasukan atau input data yang telah diperoleh dari lapangan, sehingga sanggup diinformasikan kepada pembaca peta dalam bentuk grafis. Misal peta persebaran jumlah penduduk kecamatan X tahun 2006 diperoleh data jumlah penduduk sebagai berikut.

 khususnya peta tematik diharapkan beberapa tahapan atau proses Penjelasan mengenai Tahapan atau Proses Pembuatan Peta
Ditentukan 1 dot = 100 orang

Perhatikan gambar di bawah ini!
 khususnya peta tematik diharapkan beberapa tahapan atau proses Penjelasan mengenai Tahapan atau Proses Pembuatan Peta
Ket : 1 dot = 100 orang



Pembuatan suatu peta harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain sebagai berikut.
  1. Peta harus conform, artinya bentuk-bentuk daerah, pulau, dan benua yang digambar pada peta harus sama menyerupai bentuk aslinya di permukaan bumi.
  2. Peta harus ekuivalen, artinya tempat yang digambar harus sama luasnya kalau dikalikan dengan skala peta.
  3. Peta harus ekuidistan, artinya jarak yang digambar di peta harus sempurna perbandingannya dengan jarak bekerjsama di permukaan bumi sehabis dikalikan dengan skala.
  4. Data yang disajikan harus lengkap dan teliti.
  5. Peta yang tersaji tidak membingungkan dan gampang dimengerti maksudnya.
  6. Peta harus rapi, indah, dan menarik.
Demikianlah bahan tentang Tahapan atau Proses Pembuatan Peta ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Penjelasan Perihal Unsur-Unsur Peta

Peta yang baik ialah peta yang menggambarkan semua ketampakan yang ada dan gampang diinterpretasi oleh penggunanya, suatu peta dikatakan lengkap dan baik bila memenuhi unsur unsur sebagai berikut.

1. Judul Peta

Judul peta harus menggambarkan isi dan karakteristik peta yang digambar. Pemberian judul peta tidak harus berada di atas, penempatannya sanggup di mana saja selama tidak mengganggu makna dari peta, dan masih berada pada garis tepi peta. Dengan adanya judul, maka pembaca akan mengetahui isi peta tersebut. Misal, peta iklim, peta curah hujan, peta persebaran objek wisata, dan sebagainya.

2. Garis Tepi (Border)

Garis tepi atau border ialah garis yang terletak di bab tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibentuk rangkap dua dan tebal.

3. Orientasi

Orientasi merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara. Penempatan mata angin ini boleh di sembarang tempat, asal masih berada dalam garis tepi dan tidak mengganggu pembacaan peta.

 Peta yang baik ialah peta yang menggambarkan semua ketampakan yang ada dan gampang diinter Penjelasan ihwal Unsur-unsur Peta
Petunjuk arah mata angin.



4. Skala Peta

Skala peta menunjukkan perbandingan jarak, antara jarak di peta dengan jarak sebetulnya di lapangan. Misalnya, peta berskala 1 : 100.000 artinya tiap jarak 1 cm di peta sama dengan jarak 100.000 cm di lapangan. Rumus untuk menghitung skala peta ialah sebagai berikut.


5. Legenda

Legenda ialah keterangan mengenai simbol-simbol yang terdapat di dalam peta. Legenda biasanya terletak di sebelah kiri, kanan ataupun bawah dari peta yang digambar.

6. Garis Bujur dan Garis Lintang

Garis bujur dan garis lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis bujur biasanya ditunjukkan dengan satuan derajat.
 Peta yang baik ialah peta yang menggambarkan semua ketampakan yang ada dan gampang diinter Penjelasan ihwal Unsur-unsur Peta
Contoh garis lintang dan garis bujur.

7. Simbol Peta

Simbol merupakan tanda konvensional yang terdapat di dalam peta untuk mewakili keadaan sebetulnya yang ada di lapangan. Syarat-syarat simbol yang baik adalah:
  1. kecil, semoga tidak terlalu banyak memerlukan ruang pada peta,
  2. sederhana, supaya gampang dan cepat digambar, dan
  3. jelas, semoga tidak menjadikan salah tafsir bagi pembaca peta.

Berikut ini ialah pola simbol yang umum digunakan dalam peta.

 Peta yang baik ialah peta yang menggambarkan semua ketampakan yang ada dan gampang diinter Penjelasan ihwal Unsur-unsur Peta
Simbol-simbol pada peta topografi

Secara garis besar, simbol-simbol yang digunakan pada peta tematik hanya memiliki ketentuan-ketentuan berdasarkan temanya saja. Umumnya tema tersebut memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif. Menurut artinya, simbol dibagi menjadi dua, yaitu simbol kualitatif dan kuantitatif.
  1. Simbol Kualitatif
    Simbol kualitatif menyatakan identitas atau melukiskan keadaan orisinil unsur- unsur yang diwakilinya. Simbol ini memiliki laba yaitu, gampang untuk dikenali, sedangkan kekurangannya ialah simbol tersebut sulit untuk digambar. Simbol ini tidak menyajikan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya.
  2. Simbol Kuantitatif
    Simbol ini melukiskan keadaan aslinya dan menunjukkan besar atau banyaknya unsur yang diwakilinya. Umumnya pemetaan simbol kuantitatif memakai data-data statistik, sehingga sering disebut pemetaan statistik.

Berdasarkan bentuknya, simbol dibagi menjadi 3 sebagai berikut.
  1. Simbol titik/dot, digunakan untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tempat. Simbol yang digunakan sanggup berupa simbol pictorial (gambar) maupun huruf.
  2. Simbol garis, digunakan untuk menggambarkan batas-batas administrasi, jalan, maupun sungai.
  3. Simbol luas, digunakan untuk menunjukkan suatu tempat tertentu, menyerupai hutan atau rawa.

8. Lettering

Lettering ialah semua goresan pena yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk karakter mencakup karakter kapital, karakter kecil, kombinasi karakter kapital-kecil, tegak (Roman), dan miring (Italic). Beberapa pola cara penulisan pada peta ialah sebagai berikut.
  1. Judul peta ditulis dengan karakter kapital dan tegak.
  2. Hal-hal yang berkaitan dengan air ditulis dengan karakter miring. Tulisan untuk sungai sejajar dengan arah sungai dan sanggup terletak di atas atau di bawahnya.
  3. Besar kecilnya karakter diadaptasi dengan kebutuhan, yaitu memerhatikan unsur keindahan dan seni peta.
  4. Tulisan nama ibu kota lebih besar daripada goresan pena nama kota-kota lain.

9. Sumber Data dan Tahun Pembuatan

Sumber data dan tahun pembuatan perlu dimasukkan dalam peta semoga sanggup diketahui dari mana asal datanya dan tahun pembuatannya.

10. Warna Peta

Warna memiliki peranan yang sangat penting dalam membedakan banyak sekali unsur yang terdapat dalam peta. Warna-warna tersebut antara lain:
  1. hitam, warna ini digunakan untuk menunjukkan batas administrasi, lettering, maupun detail penghunian,
  2. biru, warna ini digunakan untuk menunjukkan badan air, menyerupai sungai, danau, serta laut. Degradasi warna biru muda hingga biru bau tanah mununjukkan tingkat kedalaman dari badan air. Semakin bau tanah warna birunya, maka semakin dalam badan air tersebut,
  3. hijau, warna ini digunakan untuk menunjukkan dataran rendah, vegetasi atau tumbuhan, serta hutan,
  4. coklat, warna ini menunjukkan tempat yang memiliki kemiringan lereng yang amat besar, contohnya dataran tinggi atau tempat pegunungan, dan
  5. merah, warna ini digunakan untuk menunjukkan jalan raya atau untuk menunjukkan letak kota atau ibu kota.


Demikianlah bahan tentang Unsur-unsur Peta ini aku sampaikan, semoga bermanfaat ..

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Selasa, 03 April 2018

Pengertian Peta, Unsur-Unsur, Persyaratan Dan Jenis-Jenisnya

A. Pengertian Peta

Peta yaitu citra konvensinal permukaan bumi yang dilihat dari atas, diperkecil dengan skala serta dilengkapi dengan symbol dan warna. Konvensional disini diartikan sebagai suatu janji bersama.


B. Unsur-unsur Peta

1. Judul
Judul peta merupakan hal yang memuat isi dan tipe dari peta yang bersangkutan.

2. Skala
Skala yaitu perbandingan jarak di peta dengan jarak bekerjsama di lapangan. skala peta dibagi menjadi 3 macam, yatu:
a. Skala numeric (angka), yaitu skala yang dinyatakan dengan angka. Contoh: skala 1:250.000 (= berarti 1 centimeter di peta mewakili 250.000 centimeter di lapangan; berarti 1 centi meter di peta mewakili 2,5 km di lapangan
1: 250.000 = 1 cm : 250.000 cm
1 cm = 250.000 cm
1cm =2,5 km

b. Skala Grafik (garis), yaitu skala yang dinyatakan dengan garis.
Contoh:

 Peta yaitu citra konvensinal permukaan bumi yang dilihat dari atas Pengertian Peta, Unsur-unsur, Persyaratan dan Jenis-jenisnya

3. Inzet Peta
Yaitu peta yang menjelaskan atau pertanda lokasi serta kedudukan yang lebih luas dari peta induk.

4. Simbol
Yaitu gejala konvensional yang dipakai untuk mewakili keadaan yang sebenarnya.

5. Warna peta
Warna peta mencirikan suatu keadaan yang sebenarnya, misalnya: bahari berwarna biru, hutan berwarna hiajau, dan sebagainya) .

6. Garis astronomis
Garis astronomis yaitu garis semu bumi, dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Garis Lintang, yaitu garis semu bumi yang arahnya mendatar atau horizontal. Garis lintang bumi yang nilainya yaitu 0o disebut dengan garis khatulistiwa atau equator.
b. Garis bujur, yaitu garis semu bumi yang arahnya tegak lurus dengan garis lintang dan menghubungkan antara kutub utara dan selatan bumi. Garis bujur bernilai 0o terletak pada Kota Grenwich (Inggris) yang merupakan patokan dari
pembagian waktu bumi (GMT).

7. Petunjuk atau Orientasi arah
Arah mata angin sangat berkhasiat dalam memahami peta, menyerupai membedakan arah utara, selatan, timur dan barat. Arah utara peta (0o) ditunjukkan pada bab atas peta.

 Peta yaitu citra konvensinal permukaan bumi yang dilihat dari atas Pengertian Peta, Unsur-unsur, Persyaratan dan Jenis-jenisnya

8. Legenda
Legenda yaitu keterangan dari symbol-simbol semoga gampang dibaca. Di dalam legenda terdapat arti dari symbol maupun warna yang dipakai dalam peta tersebut.

9. Sumber Peta
Pembuat Peta dan Tahun Pembuatan, Sumber peta dicantumkan semoga pembaca peta tahu darimana peta tersebut diperoleh ataupun pembuatnya, dan juga kapan peta itu diterbitkan.

C. Persyaratan Peta

Peta yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut ini, yaitu:
1. Conform, yaitu peta yang digambar harus sesuai dengan bentuk orisinil dan kenampakan yang ada di lapangan.
2. Equivalent, yaitu bidang yang digambar dipeta harus sesuai luasnya dengan apa yang ada di lapangan.
3. Equidistant, yaitu jarak garis yang ada di peta harus sesuai dengan jarak bekerjsama di lapangan.

D. Jenis-jenis Peta

1. Berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi:
a. Peta Kadaster, yaitu peta dengan skala 1: 100 s/d 1: 5.000
b. Peta skala besar, yaitu peta dengan skala 1: 5.000 s/d 1: 250.000
c. Peta skala sedang, yaitu peta dengan skala 1: 250.000 s/d 1: 500.000
d. Peta skala kecil, yaitu peta dengan skala 1: 500.000 s/d 1: 1.000.000
e. Peta geografis, yaitu peta dengan skala lebih besar dari 1: 1.000.000

2. Berdasarkan data yang ditonjolkannya, peta dibagi menjadi:
a. Peta Umum yaitu peta yang menggambarkan segala sesuatu secara umum.
  • Peta Topografi yaitu peta yang menggambarkan relief/ bentuk permukaan bumi serta kenampakannya (baik alam maupun buatan) juga dengan garis kontur. Garis kontur yaitu garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama.
  • Peta Chorografi, yaitu peta umum yang berskala sedang hingga kecil, contohnya: peta kecamatan, kabupaten.
  • Peta dunia, yaitu peta umum yang menggambarkan kenampakan dunia. Peta ini memakai skala 1: 1.000.000 ke atas.

b. Peta Khusus/ tematik yaitu peta yang menggambarkan sesuatu secara khusus, seperti: Peta penggunaan lahan, Peta iklim, Peta kepadatan penduduk dan sebagainya.

3. Berdasarkan Obyeknya, peta dibagi menjadi:
a. Peta dinamik, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek secara labil, contohnya: peta perkembangan pemukiman, peta transmigrasi.

b. Peta stationer, yaitu peta yang menggambarkan keadaan obyek yang relatif tetap, contohnya peta geologi, peta wilayah.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Selasa, 06 Maret 2018

Pengertian, Jenis, Dan Fungsi Peta

1. Pengertian Peta

Kata peta niscaya sudah sangat familiar di pendengaran kita. Anda niscaya sering melihat atau bahkan pernah memakai peta, tetapi mungkin Anda masih kesulitan untuk mendeskripsikan pengertian dari peta. Sebenarnya Anda tidak perlu menghafal definisi dari peta, cukup dengan melihat peta seharusnya Anda sudah sanggup mendefinisikan peta.

Pengertian peta secara umum yaitu citra dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar, yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas. Sudahkah Anda memahami pengertian dari peta tersebut? Praktis bukan? Beberapa andal mendefinisikan peta dengan banyak sekali pengertian, namun pada hakikatnya semua memiliki inti dan maksud yang sama. Berikut beberapa pengertian peta dari para ahli.

a. Menurut ICA (International Cartographic Association)
Peta yaitu citra atau representasi unsur-unsur ketampakan ajaib yang dipilih dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa, yang pada umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil/diskalakan.

b. Menurut Aryono Prihandito (1988)
Peta merupakan citra permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu.

c. Menurut Erwin Raisz (1948)
Peta yaitu citra konvensional dari ketampakan muka bumi yang diperkecil menyerupai ketampakannya kalau dilihat vertikal dari atas, dibentuk pada bidang datar dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelas.

d. Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal 2005)
Peta merupakan wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan sumber warta bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

Dengan memakai peta, kita sanggup mengetahui segala hal yang berada di permukaan bumi, menyerupai letak suatu wilayah, jarak antarkota, lokasi pegunungan, sungai, danau, lahan persawahan, jalan raya, bandara, dan sebagainya. Ketampakan yang digambar pada peta sanggup dibagi menjadi dua, yaitu ketampakan alami dan ketampakan buatan insan (budaya). Dapatkah Anda menyebutkan unsur alami dan unsur budaya yang tergambar di peta?

Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (digital map), yaitu peta yang berupa citra permukaan bumi yang diolah dengan pertolongan media komputer. Data yang diperoleh berupa data digital dan hasil dari citra tersebut sanggup disimpan dalam suatu media menyerupai kartu memory, CD, maupun media penyimpanan lainnya, serta sanggup ditampilkan kembali pada layar monitor komputer. Biasanya peta digital ini dibentuk dengan memakai software GIS (Geography Information system). Ilmu yang mempelajari perihal peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang andal dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf.

2. Jenis-Jenis Peta

Peta sanggup diklasifikasikan menjadi beberapa bab berdasarkan karak- teristiknya, antara lain sebagai berikut.
a. Berdasarkan Sumber Datanya
Berdasarkan sumber datanya, peta dikelompokkan menjadi dua, yaitu peta induk dan peta turunan.
1) Peta Induk (Basic Map)
Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei pribadi di lapangan. Peta induk ini sanggup dipakai sebagai dasar untuk pembuatan peta topografi, sehingga sanggup dikatakan pula sebagai peta dasar (basic map). Peta dasar inilah yang dijadikan sebagai pola dalam pembuatan peta-peta lainnya.

2) Peta Turunan (Derived Map)
Peta turunan yaitu peta yang dibentuk berdasarkan pada pola peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei pribadi ke lapangan. Peta turunan ini tidak sanggup dipakai sebagai peta dasar.

b. Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
Berdasarkan isi data yang disajikan, peta dibagi menjadi peta umum dan peta tematik.
1) Peta Umum
Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan.
Peta umum dibagi menjadi 3, sebagai berikut.
  1. Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur yaitu garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama.
  2. Peta chorografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta chorografi yaitu atlas.
  3. Peta dunia, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

2) Peta Tematik
Peta tematik yaitu peta yang menggam-barkan warta dengan tema tertentu/ khusus. Misal peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh peta tematik yaitu peta penggunaan lahan. Peta penggunaan lahan merupakan peta yang khusus menawarkan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang dipetakan. Perhatikan contoh peta penggunaan lahan berikut.

 Kata peta niscaya sudah sangat familiar di pendengaran kita Pengertian, Jenis, dan Fungsi Peta
Salah satu contoh peta tematik yaitu peta penggunaan lahan.

c. Berdasarkan Skalanya
Berdasarkan pada skalanya peta dibagi sebagai berikut.
1) Peta Kadaster/Peta Teknik
Peta ini memiliki skala sangat besar antara 1 : 100 – 1 : 5000 Peta kadaster ini sangat rinci sehingga banyak dipakai untuk keperluan teknis, contohnya untuk perencanaan jaringan jalan, jaringan air, dan sebagainya.

2) Peta Skala Besar
Peta ini memiliki skala antara 1 : 5.000 hingga 1 : 250.000. Biasanya peta ini dipakai untuk perencanaan wilayah.

3) Peta Skala Sedang
Peta ini memiliki skala antara 1 : 250.000 hingga 1 : 500.000.

4) Peta Skala Kecil
Peta ini memiliki skala antara 1 : 500.000 hingga 1 : 1.000.000.

5) Peta Geografi/Peta Dunia
Peta ini memiliki skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

3. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta

1) Fungsi Pembuatan Peta
Peta memiliki beberapa fungsi di banyak sekali bidang, antara lain untuk:
  1. menawarkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain) di permukaan bumi,
  2. menunjukkan atau menggambarkan bentuk-bentuk permukaan bumi (misalnya bentuk benua, atau gunung) sehingga dimensi sanggup terlihat dalam peta,
  3. menyajikan data perihal potensi suatu daerah, dan
  4. menunjukkan ukuran, alasannya melalui peta sanggup diukur luas tempat dan jarak-jarak di atas permukaan bumi.

2) Tujuan Pembuatan Peta
Tujuan pembuatan peta antara lain sebagai berikut:
  1. membantu suatu pekerjaan, contohnya untuk konstruksi jalan, navigasi, atau perencanaan,
  2. analisis data spasial, contohnya perhitungan volume,
  3. menyimpan informasi,
  4. membantu dalam pembuatan suatu desain, misal desain jalan, dan
  5. komunikasi warta ruang.
Demikianlah bahan perihal Peta ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Pengertian Dan Jenis-Jenis Proyeksi Peta

Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan (distorsi), maka peta harus digambar dalam bentuk bola yang disebut dengan globe. Peta yang digambar pada bidang datar tidak sanggup secara akurat menggambarkan seluruh permukaan bumi, kecuali hanya untuk menggambarkan tempat dalam areal yang lebih sempit. Oleh balasannya untuk menggambar sebagian besar permukaan bumi tanpa penyimpangan, maka dilakukan acara proyeksi. Apa itu proyeksi? Bacalah uraian singkat di bawah ini.

1. Pengertian proyeksi peta

Proyeksi yakni cara penggambaran garis-garis meridian dan paralel dari globe ke dalam bidang datar. Contoh sederhana pembuatan peta dengan memakai proyeksi yakni menyerupai pada waktu kita mengelupas buah jeruk, kemudian kulit jeruk tersebut kita lembarkan. Perhatikan gambar di bawah ini!

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi


Di dalam melaksanakan acara proyeksi peta, ada beberapa hal yang dihentikan terabaikan, yaitu:
  1. peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas bahwasanya di permukaan bumi sesudah dikalikan dengan skala.
  2. peta harus equidistan, yaitu peta harus memiliki jarak-jarak yang sama dengan jarak bahwasanya di permukaan bumi sesudah dikalikan dengan skala.
  3. peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk bahwasanya di permukaan bumi.

2. Jenis-Jenis Proyeksi Peta

Terdapat beberapa jenis proyeksi yang dipakai untuk menggambar peta, yaitu proyeksi azimutal, kerucut, dan silinder.

a) Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar. Proyeksi zenital ini sesuai dipakai untuk memetakan tempat kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jikalau dipakai untuk menggambarkan tempat yang berada di sekitar khatulistiwa.

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi azimutal.

b) Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Proyeksi menyerupai ini sesuai dipakai untuk menggambarkan tempat yang berada pada lintang tengah menyerupai pada negara-negara di Eropa.

 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi kerucut.


c) Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Proyeksi menyerupai ini sangat baik untuk memetakan tempat yang berada di tempat khatulistiwa, dan tidak sesuai dipakai untuk memetakan tempat yang berada di sekitar kutub.
 Untuk menggambarkan seluruh ketampakan permukaan bumi tanpa penyimpangan  Pengertian dan Jenis-jenis proyeksi peta
Penggambaran peta melalui proyeksi silinder.



Demikianlah bahan tentang Jenis-jenis proyeksi peta ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com