Schiffman dan Kanuk (2007) menyatakan bahwa intensi ialah hal yang berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk melaksanakan suatu tindakan atau berperilaku tertentu. Chaplin (1999) menyatakan bahwa intensi merupakan suatu perjuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Intensi berdasarkan Corsini (2002) adalah
keputusan bertindak dengan cara tertentu, atau dorongan untuk melaksanakan suatu tindakan, baik itu secara sadar atau tidak sadar. Menurut Sudarsono (1993) menyatakan intensi ialah niat, tujuan, impian untuk melaksanakan sesuatu, mempunyai tujuan.
Horton (1984) menyampaikan bahwa intensi terkait dalam 2 hal yang saling berafiliasi yaitu, kecenderungan untuk membeli dan rencana dari keputusan membeli. Makara intensi berafiliasi dengan perilaku. Individu melaksanakan sikap tersebut, apabila ia benar-benar ingin melakukannya untuk membentuk intensi.
Ajzen (2005), menyatakan bahwa intensi ialah indikasi seberapa berpengaruh keyakinan seseorang akan mencoba suatu perilaku, dan seberapa besar perjuangan yang akan dipakai untuk melaksanakan perilaku. Menurut Theory of Planned Behavioral, intensi untuk melaksanakan suatu sikap merupakan prediktor paling berpengaruh bagi munculnya sikap tersebut. Menurut Ajzen (1991) yang menjadi faktor utama dalam theory of planned behavior ini ialah intensi seseorang untuk memunculkan suatu perilaku. Berdasarkan theory of planned behavior, intensi ialah fungsi dari tiga penentu utama, pertama ialah faktor personal dari individu tersebut, kedua bagaimana efek sosial, dan ketiga berkaitan dengan kontrol yang dimiliki individu (Ajzen, 2005).
Berdasarkan uraian diatas, maka intensi ialah suatu keputusan atau impian seseorang untuk melaksanakan suatu sikap tertentu baik secara sadar atau tidak.
Aspek-aspek Intensi
Menurut Fishbein dan Ajzen (1975) intensi mempunyai empat aspek, yaitu:
1. Sasaran (Target): yaitu target yang ingin dicapai jikalau menampilkan suatu perilaku.
2. Action: merupakan suatu tindakan yang mengiringi munculnya perilaku.
3. Context: mengacu pada situasi yang akan memunculkan perilaku.
4. Time (waktu): yaitu waktu terjadinya sikap yang mencakup waktu tertentu, dalam satu periode atau jangka waktu yang tidak terbatas.
Faktor- faktor Intensi
Ajzen (2005) mengemukakan intensi merupakan fungsi dari tiga faktor,
yaitu:
1. Faktor Personal merupakan sikap individu terhadap sikap berupa penilaian positif atau negatif terhadap sikap yang akan ditampilkan.
2. Faktor sosial diistilahkan dengan kata norma subjektif yang mencakup persepsi individu terhadap tekanan sosial untuk menampilkan atau tidak menampilkan perilaku.
3. Faktor kendali yang disebut perceived behavioral control yang merupakan perasaan individu akan gampang atau sulitnya menampilkan sikap tertentu.
Menurut Ajzen (2005) ketiga faktor yaitu sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control sanggup memprediksi intensi individu dalam melaksanakan sikap tertentu. Hubungan antara intensi dan ketiga faktor yang mempengaruhinya sanggup dilihat dalam gambar 1.
Gambar 1. Teori Planned Behavior
Umumnya seseorang menunjukkan intensi terhadap suatu sikap jikalau mereka telah mengevaluasinya secara positif, mengalami tekanan sosial untuk melakukannya, dan dikala mereka percaya bahwa mereka mempunyai kesempatan dan bisa untuk melakukannya. Sehingga dengan menguatnya intensi seseorang terhadap sikap tersebut, maka kemungkinan individu untuk menampilkan sikap juga semakin besar (Ajzen, 2005). Apabila dikala control diri mereka lebih besar dalam mempunyai kesempatan dan bisa untuk melakukannya akan eksklusif menghipnotis ke sikap mereka.
Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com
EmoticonEmoticon