Jenis Elastisitas Penawaran (Elasticity of Supply) Dalam analisis ekonomi, secara teori maupun dalam praktek sehari-hari, ialah sangat mempunyai kegunaan untuk mengetahui hingga sejauh mana responsifnya seruan terhadap perubahanharga. Oleh lantaran itu perlu dikembangkan satu pengukuran kuantitatif yang memperlihatkan hingga di mana besarnya dampak perubahan harga terhadap perubahan permintaan.
Ukuran ini dinamakan elastisitas permintaan. Perubahan harga juga menimbulkan akhir yang berbedaterhadap jumlah penawaran sejumlah barang. Ukuran kuantitatif sebagai akhir perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan dinamakan elastisitas penawaran.
![]() |
Jenis Elastisitas Penawaran (Elasticity of Supply) |
Jenis Elastisitas Penawaran (Elasticity of Supply)
Dalam aktivitas ekonomi sebagai makhluk ekonomi yang bersifat sosial lantaran masih membutuhkan makhluk atau orang lain dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, dimasyarakat kita sering mendengar aneka macam istilah ekonomi. Sebagai pola dampak antara penawaran barang atau jasa dan harga, mungkin kita sering mendengar adanya istilah penawaran dan permintaan. Istilah penawaran dan seruan biasanya sering kita temui dalam aktivitas ekonomi yang bersifat jual beli atau perdagangan. Dalam perdagangan, kita juga mengenal yang namanya harga. Harga dalam aktivitas ekonomi jual beli atau perdagangan mempunyai dampak yang cukup besar terhadap perubahan seruan dan penawaran. Pengaruh perubahan harga terhadap seruan dan penawaran dalam aktivitas ekonomi jual beli atau perdagangan inilah yang dikenal dengan elastisitas. Jadi, konsep ekonomi elastisitas ialah konsep dimana dampak perubahan harga cukup memperlihatkan dampak yang signifikan terhadap perubahan jumlah atau kuantitas dari seruan dan penawaran suatu produk atau barang-barang.
Konsep elastisitas merupakan konsep yang mempunyai kegunaan untuk mengetahui sejauh mana sifat responsif seruan terhadap perubahan harga. Jika dalam elastisitas seruan yang diukur ialah ukuran berapa besar dari kuantitas atau jumlah seruan akhir dampak perubahan harga maka dalam elastisitas penawaran yang diukur ialah dampak perubahan harga terhadap kuantitas atau jumlah dari penawaran suatu produk. Ada aneka macam faktor sebetulnya yang mempengaruhi kuantitas atau jumlah dari seruan dan penawaran, namun harga juga merupakan faktor terpenting yang memilih jumlah atau kuantitas seruan dan penawaran tersebut. Oleh lantaran adanya perubahan tersebut, maka disebutlah istilah lentur sebagai pengganti istilah perubahan tersebut.
Disini, yang akan dibahas secara lebih rinci yaitu perihal elastisitas dari penawaran. Namun, sebelum kepada jenis-jenis elastisitas penawaran akan lebih baik jikalau terlebih dahulu kita mengetahui pengertian dari elastisitas penawaran. Ada aneka macam macam pengertian elastisitas penawaran berdasarkan para jago tetapi secara umum pengertian elastisitas penawaran ialah tingkat atau derajat kepekaan atau elastisitas penawaran dalam menghadapi perubahan harga. Dalam ilmu ekonomi, definisi elastisitas penawaran ialah ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Dengan kata lain, elastisitas penawaran ialah citra dampak dari harga suatu barang terhadap jumlah produk atau barang-barang yang akan dijual atau ditawarkan.
Jika kenaikan harga barang dibarengi dengan peningkatan barang yang ditawarkan maka hal semacam penawaran ini disebut dengan elastis. Sebaliknya, jikalau peningkatan harga tidak diikuti dengan adanya peningkatan barang yang ditawarkan maka bencana penawarannya disebut dengan inelastis.
Setelah mengetahui perihal pengertian elastisitas penawaran kini saatnya kita mengetahui jenis-jenis elastisitas penawaran. Sama halnya ibarat elastisitas permintaan, jenis – jenis elastisitas penawaran sanggup dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:
1. Penawaran Elastis
Penawaran lentur ialah penawaran yang terjadi apabila persentase perubahan harga lebih kecil dari persentase perubahan penawaran. Contoh untuk barang – barang yang biasanya mengalami penawaran lentur ialah barang – barang produksi pabrik atau barang-barang industri yang tidak tergantung pada masa panen dan ekspresi dominan serta sanggup dengan gampang ditambah atau dikurangi jumlah produksinya.
2. Penawaran Inelastis
Penawaran inelastis terjadi jikalau persentase perubahan penawaran lebih kecil dari persentase perubahan harga atau perubahan harga tidak begitu besar lengan berkuasa terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Contoh barang – barang yang mengalami penawaran inelastis ialah barang – barang pertanian yang dibatasi oleh masa panen dan ekspresi dominan atau barang-barang yang tidak gampang untuk ditambah atau dikurangi jumlah produksinya dalam jangka pendek.
3. Penawaran Inutary
Penawaran Inutary terjadi jikalau persentase perubahan penawaran sama dengan persentase perubahan harga. Untuk pola barang yang mengalami ini tidak ada yang spesifik lantaran perubahan penawaran terjadi pada ketika tertentu saja, sebagai pola perubahan penawaran barang pertanian ibarat jagung yang akan meningkat pada ketika tahun gres atau secara kebetulan. Penawaran inutary jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari lantaran penawaran jenis ini biasanya terjadi hanya secara kebetulan atau bersifat momentum.
4. Penawaran Inelastis Sempurna
Penawaran inelastis sempurana atau penawaran tidak lentur tepat ini terjadi jikalau perubahan harga tidak mempengaruhi perubahan penawaran. Dalam kehidupan sehari-hari, penawaran inelastis tepat ini agak sulit ditemui lantaran biasanya terjadi pada produk/barang-barang yang sudah mustahil atau sulir ditambah jumlah atau kuantitas produksinya meskipun harga terus-menerus naik. Contoh barang yang mengalami penawaran inelastis tepat ialah tanah dan bensin serta barang – barang yang kapasitas produksinya sudah optimum atau barang – barang yang jumlah ketersediaannya tidak bisa ditambah walaupun mengalami kenaikan harga.
5. Penawaran Elastis Sempurna
Penawaran lentur tepat terjadi apabila perubahan penawaran terus terjadi meskipun tidak ada perubahan harga atau harga produk tetap. Contoh barang yang mengalami atau bersifat lentur tepat ialah barang – barang yang jumlah produksi terus bertambah lantaran penggunaan mesin – mesin modern, sebagai pola VCD dan buku gambar masuk dalam kategori ini.
Dari jenis-jenis elastisitas penawaran diatas maka sanggup disimpulkan beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran selain faktor kuantitas penawaran dan perubahan harga yaitu:
- Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi. Hal ini dipengarui oleh dua faktor yaitu biaya produksi dan kapasitas atau jumlah produksi.
- Stok persediaan. Semakin banyak stok atau persediaan yang dimiliki oleh produsen maka semakin segera terpenuhi kebutuhan apabila seruan semakin banyak.
- Kemudahan substitusi produksi/input barang atau jasa. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi ibarat tenaga kerja dan mesin. Semakin tinggi mobilitas mesin dan tenaga kerja maka semakin gampang produsen memenuhi kebutuhan konsumen bahkan pada ketika terjadinya perubahan permintaan.
Referensi :
- Wie Thee Kian. 1981. Pemerataan Kemiskinan Ketimpangan. Jakarta: Sinar Harapan,
- Putong.Iskandar, Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro: Ghalia Indonesia, 2003,
- giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
- giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
- giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
- giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
- Rahardja,Prathama, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Universitas Indonesia, 1999.
- Salvatore,Dominic, Teori Mikro Ekonomi, Erlangga, 1992,
- Sicat,Gerardo P., Economics.Manila:National Book Store,1983,
- Sukirno, Sadono, Pengantar Teori Ekonomi, Rajawali Pers, 2002,
- Sukirno, Sadono, Makro Ekonomi Teori Pengantar, Rajawali Pers, 1994
Sumber http://artonang.blogspot.com
EmoticonEmoticon