Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi

Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi Analisis berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia ialah penyelidikan terhadap suatu kejadian (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang bergotong-royong (sebab-musabab, duduk perkaranya, dan sebagainya).

Analisis  berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia ialah penyelidikan terhadap suatu  peristi Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi
Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi
Dalam linguistik, analisis atau analysis (analisa) ialah studi ihwal bahasa untuk menyidik secara mendalam struktur bahasa. Sedangkan aktivitas laboratorium, kata analisa atau analisis sanggup juga berarti aktivitas yang dilakukan di laboratorium untuk menyidik zat dalam sampel.

Namun, dalam perkembangannya, penggunaan analisis kata atau analisis akademisis sorotan, terutama di kalangan jago bahasa. Penggunaan yang harus analisis. Hal ini lantaran analisis kata ialah kata santunan dari bahasa abnormal (Inggris) ialah analisis.

Alat Analisis Dalam Ilmu Ekonomi

Grafik dan kurva ialah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam (advanced), matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Di samping itu statistik ialah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.

Kurva (Grafik) sering juga disebut sebagai diagram, bagan, mauoun chart. Pada dasarnya grafik berfungsi menunjukkan klarifikasi kepada para pembaca grafik atau orang yang membutuhkan data. Grafik itu sendiri sanggup memudahkan pembaca untuk mengetahui dan membaca data tanpa memakai kata - kata yang bertele-tele lantaran grafik menyajikan data dam bentuk angka dalam sebuah lembar kerja dalam bentuk visualisasi grafik.

Jenis-Jenis Analisis Ekonomi

1. Ekonomi Deskriptif

Ilmu ini merupakan suatu analisis ekonomi menggambarkan keadaan yang bergotong-royong wujud dalam perekonomian (seperti keadaan petani di Jawa Tengah ialah tergolong sebagai ilmu ekonomi deskriptif.

2. Teori Ekonomi

Suatu pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat korelasi yang wujud dalam aktivitas ekonomi dan ramalan ihwal kejadian yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.

3. Ekonomi Terapan

Bidang ini disebut juga sebagai teori kebijakan ekonomi yaitu cabang ilmu ekonomi yang menelaah ihwal kebijakan ynga perlu dilaksanakan untuk mengatasi masalah-masalahekonomi.salah satu peranan teori ekonomi ialah berfungsi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi.

Tujuan-tujuan yang dicapai yaitu :
  1. Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat;
  2. Menciptakan kestabilan harga-harga; dan
  3. Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.

Referensi :

  1. Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi, Edisi Ketiga, Raja grafindo Persada,
  2. Hardwick, Philip, Khan, Bahadur, and Langmead, Jhon. 1999. An Introduction to Modern Economics. Prentice Hall.
  3. Imam Asngari, 2004. Pengantar Ekonomi Makro, Forum Heds-FE Unsri, Inderalaya.
  4. giletules.blogspot.com/search?q=pengertian-ekonomi
  5. giletules.blogspot.com/search?q=pengertian-ekonomi

Sumber http://artonang.blogspot.com

Corak Analisis Ilmu Ekonomi (Analysis Of Economics)

Corak Analisis Ilmu Ekonomi Secara umum, sanggup dibilang bahwa ekonomi yaitu sebuah bidang kajian perihal pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu perihal sikap dan tindakan insan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan acara produksi, konsumsi dan atau distribusi.

 yaitu sebuah bidang kajian perihal pengurusan sumber daya material  individu Corak Analisis Ilmu Ekonomi (Analysis of Economics)
Corak Analisis Ilmu Ekonomi
Teori Ekonomi (economics theory) menawarkan pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat kekerabatan yang wujud dalam acara ekonomi, dan ramalan perihal insiden yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan.

Tugas teori ekonomi yaitu menawarkan abstraksi dari kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. ekonomi bersifat kompleks, untuk itu perlu penyederhanaan dan abstrasksi yang dituangkan dalam teori.

Tujuan – tujuan kebijakan ekonomi antara lain;
  1. Mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat,
  2. Menciptakan kestabilan harga,
  3. Mengatasi dilema pengangguran, dan
  4. Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.

Metode ilmu ekonomi

Metode Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya insan untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan yang berupa barang dan jasa yang bersifat langka dan terbatas serta mempunyai kegunaan yang alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode – metode dalam ilmu ekonomi tersebut.

Adapun metode yang dipakai dalam ilmu ekonomi berdasarkan chaurmain dan prihatin (1994:14-16) meliputi sebagai berikut :

1. Metode induktif

Metode induktif yaitu Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data isu yang ada dalam realitas kehidupan. Realita tersebut meliputi setiap unsur kehidupan yang dialami kehidupan, keluarga, masyarakat likal, dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut sanggup dikaji secermat mungkin.

Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa hingga diperoleh barang dan jasa yang sanggup tersedia pada jumlah, harga dan waktu yang sempurna bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diharapkan perencanaan yang ada dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhdap sejumlah barang dan jasa yang diharapkan masyarakat.

2. Metode deduktif

Metode deduktif yaitu Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah di uji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan dilema sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi.

Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat aturan yang mengemukakan bahwa jikalau persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik harganya. Bertolak dari aturan ekonomi tersebut, para mahir ekonomi secara deduktif sudah sudah sanggup memilih bahwa harus dijaga semoga persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu sanggup mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Buliding (1955:12) menyebutnya sebagai metode eksperimen intelektual (the method of intellectual experiment)

3. Metode Matematika

Metode matematika yaitu Metode yang dipakai untuk memecahkan dilema – dilema ekonomi dengan cara pemecahan soal – soal secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil – dalil. Melalui pembahasan dalil – dalil tersebut sanggup dipastikan bahwa kajiannya sanggup diterima secara umum.

4. Metode statistika

Metode statistika yaitu Suatu metode pemecahan dilema ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan penyajian data dalam bentuk angka – angka secara statistik. Dari angka – angka yang disajikan kemudian sanggup diketahui permasalahan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai pengangguran.

Dalam hal ini, sanggup terlebih dahulu diidentifikasi unsur – unsur yang berkaitan dengan pengangguran, mislanya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, daerah perusahaan beroprasi, rata – rata daerah tinggal para calon pekerja. dari data yang terkumpul tersebut spesialis ekonomi sanggup menyusun analisis dan penafsiran data secara statistik yang bekerjasama dengan pemecahan dilema pengangguran tersebut. Selanjutnya, dari angka tersebut sanggup ditentukan cara yang sempurna untuk membantu mengatasi dilema pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka – angka yang disajikan statistik.

Corak Analisis Ilmu Ekonomi

Dalam corak analisis ilmu ekonomi sanggup berupa, yaitu :
  1. Ekonomi Deskriptif (descriptive economics) yang menggambarkan keadaan yang sebetulnya wujud dalam perekonomian. Tugas utamanya mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan dengan dilema ekonomi. Diskripsi dilema ekonomi menjadi rumit, berkaitan dengan fakta bahwa aspek insan dipengaruhi oleh banyak faktor dalam prilakunya. Hal ini terjadi oleh alasannya dalam masyarakat, perubahan-perubahan yang terjadi bersifat kompleks, dan tentunya tidak hanya dipengaurhi oleh variabel-variabel ekonomi saja.
  2. Ekonomi Terapan (applied economics) disebut juga ekonomi kebijakan, dengan mengambil konsep dalam teori ekonomi dicoba untuk menerapkannya dalam kebijakan ekonomi dengan tetap memperhatikan pada data dan fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptive.

Referensi :

  1. Sadono Sukirno, 2004. Makroekonomi: Teori Pengantar, Edisi Ketiga, RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  2. Imam Asngari, 2004. Pengantar Ekonomi Makro, Forum Heds-FE Unsri, Inderalaya. 
  3. giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
  4. F.A. Hayek, 1948. Individualism and Economic Order. Scroll down to chapter-preview links.
  5. George J. Stigler and Paul A. Samuelson, 1963. "A Dialogue on the Proper Economic Role of the State." Selected Papers, No. 7. University of Chicago Graduate School of Business.
  6. giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi

Sumber http://artonang.blogspot.com

Sabtu, 10 Maret 2018

Masalah Pokok Ekonomi (Basic Economic Problems)

Masalah Pokok Ekonomi Ilmu ekonomi yaitu ilmu yang mempelajari sikap insan dalam menentukan dan membuat kemakmuran. Inti kasus ekonomi yaitu adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan insan yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menjadikan timbulnya kelangkaan.

  yaitu ilmu yang mempelajari sikap insan dalam menentukan dan  membuat kemakmuran Masalah Pokok Ekonomi (Basic Economic Problems)
Masalah Pokok Ekonomi
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga”.

Sementara yang dimaksud dengan hebat ekonomi atau ekonom yaitu orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.


Berdasarkan pada keterbatasan pada sumber daya yang ada maka insan harus menentukan barang-barang mana yang perlu dihasilkan supaya mendapat hasil kepuasan yang maksimum.

Karenanya, timbullah tiga masalah-masalah pokok ekonomi berikut ini :
  1. Produksi, menyangkut kasus perjuangan atau acara mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
  2. Konsumsi, menyangkut acara menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
  3. Distribusi, menyangkut acara menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
Pokok kasus ini selanjutnya diperluas oleh pedoman ekonomi modern, yaitu : 
  1. Barang jasa apa dan berapa yang akan dihasilkan (what),
  2. Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan (how),
  3. Untuk siapa barang diproduksi dan jasa itu dihasilkan (for whom).

1. What

Masalah ini menyangkut duduk kasus jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi supaya sesuai kebutuhan masyarakat: apakah materi makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?

What menurut dengan kebutuhan apa yang paling mendesak bagi masyarakat. Jika masyarakat menginginkan suatu barang tertentu, maka diproduksilah barang tersebut, sehingga hasil produksi sanggup terserap oleh masyarakat. Misalnya: pada awal perkembangan laptop kecil (palm top), masyarakat kurang antusias terhadap produk tersebut, sehingga produk tersebut tidak terserap secara baik di masyarakat. Akan tetapi akhir-akhir ini kembali lagi muncul laptop kecil (dengan nama gres netbook), masyarakat sangat antusias dengan produk usang yang muncul kembali ini. Kemunculannya sangat sempurna dengan harapan masyarakat kini yang menginginkan gadget yang serba portable, ringan, nyaman, kaya fitur, jalan masuk internet dan tentu saja dengan harga yang jauh lebih murah.

2.How

Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, duduk kasus yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?

How berkaitan dengan teknik bagaimana menghemat sumber daya untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Misalnya dengan menggantikan produksi manual dengan produksi secara mesin. Cara ini sanggup mempercepat produksi, menghemat materi mentah dan sebagainya, sehingga sanggup menghemat biaya produksi dan sanggup memenuhi kebutuhan lebih banyak.

3. For whom

Setelah pemecahan duduk kasus bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati?

For whom menyangkut siapa yang akan menggunakan barang hasil produksi, contohnya ada barang yang khusus untuk anak-anak, remaja, orang dewasa, kemudian barang khusus untuk kalangan menengah ke atas atau menengah ke bawah dan seterusnya.

Untuk memecahkan kasus tersebut, masyarakat melaksanakan beberapa hal berikut :
  1. Tradisi dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat primitif.
  2. Insting yang biasa dilakukan oleh binatang.
  3. Perintah yang dilakukan di dalam masyarakat yang mana diktator berkuasa.
  4. Mekanisme harga yaitu suatu prores yang terjadi di masyarakat dimana terjadi gaya tarik menarik antara produsen dan konsumen di pasar input maupun output.
Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.

Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa kiprah pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?

Dalam sistem ekonomi tradisional, kiprah pemerintah hanya terbatas menunjukkan sumbangan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain acara ekonomi yaitu kasus apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.

2. Sistem Ekonomi Terpusat

Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat. Dengan demikian, kasus apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melaksanakan acara ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak sanggup berkembang. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun sebab kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.

3. Sistem Ekonomi Pasar

Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan sanggup berjalan bebas sesuai dengan prosedur pasar.

Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih ulet dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa sanggup dipasarkan, pada kesannya produsen akan menyesuaikan dengan harapan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar yaitu berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang berpengaruh bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi gabungan pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula tubuh perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi. Sistem ekonomi gabungan ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.

Referensi :

  1. Soediyono R., Pengantar Ekonomi Mikro; Perilaku Harga dan Konsumen, seri diktat kuliah, Penerbit Gunadarma, 1993
  2. Sadono sukirno, Pengantar teori ekonomi makro, Edisi ke 3, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002
  3. giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi
  4. giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi

Sumber http://artonang.blogspot.com

Selasa, 06 Maret 2018

Pengertian Ilmu, Metode Dan Aturan Ekonomi

Pengertian Ilmu, Metode dan Hukum Ekonomi Ilmu Ekonomi ialah ilmu yang mempelajari sikap individu dan masyarakat menciptakan pilihan (dengan atau tanpa uang) memakai sumber-sumber yang terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan insan yang (relatif) tidak terbatas.

Barang dan jasa yang dihasilkan kemudian didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi kini dan di masa yang akan tiba kepada aneka macam individu dan kelompok masyarakat. 

 ialah ilmu yang mempelajari sikap individu dan masyarakat menciptakan pilihan  Pengertian Ilmu, Metode dan Hukum Ekonomi

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi mempunyai ruang lingkup mikro dan makro sehingga gampang untuk dipelajari. Keduanya mengatakan batasan dan perkiraan yang jelas.

Ekomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan acara perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain mencakup sikap pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan sikap konsumen tercermin dalam memakai pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan sikap produsen tercermin dalam mengatakan barangnya. Kaprikornus inti dalam ekonomi mikro ialah persoalan penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory). Tujuan dan target analisis ekonomi mikro lebih dititik beratkan kepada bagaimana menciptakan pilihan untuk;
  1. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaansumber-sumber,
  2. Mencapai kepuasan yangmaksimum.inti pembahasan ekonomi mikro ialah masalahpenentuan harga, sehingga ekonomi mikro seringdinamakan dengan teori harga (price theory).
Tujuan dan target analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana menciptakan pilihan untuk;
  1. Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber, dan
  2. Mencapai kepuasan yangmaksimum.
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus mempelajari prosedur bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara efisien supaya kemakmuran masyarakat sanggup dimaksimumkan.

Apabila yang dibicarakan persoalan produsen, maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan, demikian halnya jikalau konsumen maka yang diananlisis ialah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga dan sebaginya.

Intinya ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat acara ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory).

Tujuan dan target analisis ekonomi makro antara lain membahas masalah:
  1. Sisipermintaan agregate dalam menentukantingkat acara ekonomi, dan
  2. Pentingnyakebijakan dan campur tangan pemerintah.


Metode Ekonomi

Dalam pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa ilmu ekonomi mempelajari upaya insan untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Cara pemenuhan kebutuhan insan berkaitan dengan metode-metode pengambilan keputusan dalam ilmu ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal dua metode yang mempunyai kegunaan untuk mengambil keputusan, yaitu metode deduktif dan induktif.

a. Metode Deduktif
Metode deduktif bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang telah diuji kebenarannya. Metode deduktif ialah metode pengambilan keputusan untuk hal-hal yang khusus menurut kesimpulan yang bersifat umum. Ilmu ekonomi melalui metode ini mencoba tetapkan cara pemecahan persoalan sesuai acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Penggunaan metode deduktif dalam menganalisis persoalan ekonomi sanggup dicontohkan dikala kenaikan harga suatu barang menjadikan penawaran barang tersebut meningkat. Sebaliknya, kenaikan harga barang akan menjadikan turunnya undangan terhadap barang tersebut. Dalam hal ini berlaku aturan ceteris paribus (faktor yang lain dianggap tetap).

b. Metode Induktif
Metode induksi ialah metode pengambilan keputusan untuk hal-hal umum menurut insiden yang terjadi atau menurut kesimpulan yang bersifat khusus. Keputusan yang diambil menurut metode ini dilakukan dengan mengumpulkan semua data info yang ada dalam realitas kehidupan. Penggunaan metode ini sanggup dicontohkan dikala sebuah produsen telepon genggam mengatakan promo diskon 50 % untuk seluruh produknya. Pemberian diskon ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Pada kenyataannya, produk mereka mengalami peningkatan penjualan. Berdasarkan uraian tersebut sanggup disimpulkan bahwa turunnya harga akan menjadikan undangan naik.


Hukum Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan salah satu cabang ilmu sosial yang menyelediki peristiwa-peristiwa. Peristiwa-peristiwa tersebut sanggup diterangkan pola hubungannya melalui aturan ekonomi. Hukum ekonomi ialah hubungan antara peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ekonomi. Hukum ekonomi tidak berlaku mutlak, tetapi berlaku dengan syarat bahwa hal-hal lain yang menjadi faktor pendukung dalam kondisi tetap (ceteris peribus). Dalam aturan ekonomi terdapat hubungan yang terjadi di atara tiap insiden ekonomi. Hubungan tersebut ialah hubungan kausal dan fungsional.

a. Hubungan kausal
Hubungan kausal (hubungan alasannya ialah akibat) ialah suatu insiden yang muncul dan menjadikan terjadinya insiden yang lain. Namun, insiden ini tidak sanggup berlaku sebaliknya. Hubungan kausal sanggup dicontohkan antara hubungan peredaran uang dengan tingkat harga. Ketika jumlah uang yang beredar bertambah maka tingkat harga akan naik. Namun, kenaikan harga barang-barang tidak akan menjadikan bertambahnya jumlah uang yang beredar di masyarakat.

b. Hubungan fungsional
Hubungan fungsional ialah hubungan saling memengaruhi di antara satu variabel dengan variabel lain serta sanggup berlaku sebaliknya dalam insiden ekonomi. Hubungan ini sanggup dicontohkan dikala undangan terhadap suatu barang naik sementara penawaran terhadap barang tersebut sedikit maka harga akan naik. Sebaliknya, apabila jumlah penawaran banyak sedang undangan sedikit maka harga akan turun.

Referensi :
  • Djohanputro,Bramantyo, Prinsip-prinsip Ekonomi makro, PPM, 2005
  • Ferguson,C.E. and J.P Gould, Microeconomic Theory, 4Yh ed.Kuala Lumpur:Irwin,1975
  • Putong.Iskandar, Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro:Ghalia Indonesia, 2003
  • Rahardja,Prathama, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Universitas Indonesia, 1999
  • giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi

Sumber http://artonang.blogspot.com

4 Metode Ilmu Ekonomi: Induktif, Deduktif, Matematika Dan Statistik

4 Metode Ilmu Ekonomi: Induktif, Deduktif, Matematika dan Statistik Ilmu Ekonomi yakni ilmu yang mempelajari sikap individu dan masyarakat menciptakan pilihan (dengan atau tanpa uang) memakai sumber-sumber yang terbatas, dengan cara atau alternatif terbaik untuk menghasilkan barang dan jasa sebagai pemuas kebutuhan insan yang (relatif) tidak terbatas.

Barang dan jasa yang dihasilkan kemudian didistribusikan untuk kebutuhan konsumsi kini dan di masa yang akan tiba kepada banyak sekali individu dan kelompok masyarakat.

 yakni ilmu yang mempelajari sikap individu dan masyarakat menciptakan pilihan  4 Metode Ilmu Ekonomi: Induktif, Deduktif, Matematika dan Statistik


4 Metode Ilmu Ekonomi (Induktif, Deduktif, Matematika dan Statistik) | Sebelum membahas mengenai metode ilmu ekonomi, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa itu metode ilmu ekonomi.

Metode ilmu ekonomi ialah ilmu yang membahas dan mempelajari sebuah metode, umumnya metode ilmiah yang bekerjasama dengan ekonomi, termasuk perihal prinsip pertimbangan dalam ekonomi. Metode ilmu ekonomi juga diartikan sebagai cara untuk mendapat kebijakan ekonomi.

Dalam membahas atau memecahkan suatu permasalahan ekonomi, biasanya didasarkan atas suatu teori yang memungkinkan suatu hubungan sanggup dijelaskan dengan benar sehingga sanggup dianalisis untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi.

Metode-Metode dalam Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan perjuangan insan untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan berupa barang ataupun jasa yang bersifat langka serta berguna alternatif. Maka dari itu, cara pemenuhan kebutuhan tersebut berkaitan dengan metode-metode dalam ilmu ekonomi.

Dalam ilmu ekonomi ada beberapa macam metode yang sanggup dipakai untuk melaksanakan analisa ekonomi, yaitu sebagai berikut :

1. Metode Induktif

Metode Induktif yakni suatu metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data isu yang ada didalam realita kehidupan manusia. Realita tersebut terjadi dalam setiap unsur kehidupan yang dialami oleh keluarga, individu, masyarakat lokal, dan sebagainya. Sehingga dilakukanlah suatu metode untuk mencari solusinya sehingga upaya pemenuhan kebutuhannya tersebut sanggup dikaji secermat mungkin. 

Contoh metode induktif

Contohnya yakni dalam upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi, upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga diperolehlah barang dan jasa yang sanggup tersedia pada harga, jumlah, dan waktu yang sempurna bagi pemenuhan kebutuhan tersebut.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka diharapkan perencanaan yang dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai metode ataupun cara untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diharapkan masyarakat.

2. Metode Deduktif

Metode Deduktif ialah suatu metode dalam ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar ketentuan, aturan atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dalam metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan duduk kasus sesuai dengan dasar, prinsip, aturan dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. 

Contoh metode deduktif

Contohnya yakni dalam ilmu ekonomi terdapat aturan yang mengemukakan bahwa “jika persediaan barang-barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap, maka barang dan jasa tersebut akan naik harganya”.

Bertolak dari aturan ekonomi tersebut, para andal ekonomi secara deduktif sudah sanggup menyimpulkan bahwa harus adanya motif berjaga-jaga supaya persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu sanggup mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya.

3. Metode Matematika

Metode Matematika yakni suatu metode dalam ilmu ekonomi yang dipakai untuk memecahkan masalah-masalah perekonomian dengan cara pemecahan soal-soal secara matematis.

Dalam hal ini maksudnya yakni bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan-kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil. Melalui pembahasan dalil-dalil tersebut sanggup dipastikan bahwa kajian tersebut sanggup diterima secara umum.

4. Metode Statistika

Metode Statistika ialah suatu metode dalam ilmu ekonomi yang dipakai dalam pemecahan duduk kasus ekonomi dengan cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, penafsiran data, serta penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang yang disajikan, kemudian sanggup diketahui permasalahan yang sebenarnya untuk kemudian mencari cara pemecahannya.

Contoh metode statistika

Contohnya yakni pembahasan mengenai duduk kasus pengangguran. Dalam hal ini sanggup terlebih dahulu diidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan pengangguran. Dari data yang tekumpul tersebut, spesialis ekonomi akan sanggup menyusun pengolahan/analisis serta penafsiran data secara statistik yang bekerjasama dengan pemecahan duduk kasus pengangguran tersebut misalnya:
  • Data-data perusahaan.
  • Data-data tenaga kerja yang terdidik ataupun kurang terdidik.
  • Jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia.
  • Jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan.
  • Tempat perusahaan beroperasi.
  • Rata-rata daerah tinggal para calon pekerja.

Kemudian ia sanggup memilih cara-cara yang sempurna untuk membantu mengatasi masalah-masalah pengangguran secara akurat menurut tafsiran peneliti terhadap angka-angka yang disajikan secara statistik tersebut.


Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan Metode Ekonomi

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan metode ekonomi yakni sebagai berikut :
  • Melakukan Tahapan Metode Ilmiah
  • Mengidentifikasi permasalahan dalam bentuk pertanyaan dan menetapkan variabel yang relevan.
  • Memunculkan perkiraan yang mendasari munculnya ilmu ekonomi yang dikenal dengan perkiraan ”Ceteris Paribus”.
  • Menentukan hipotesis, yaitu balasan sementara atas permasalahan (pertanyaan).
  • Melakukan uji hipotesis dengan memfokuskan setiap variabel yang diteliti dan pada ketika yang sama memperhatikan faktor lain yang diasumsikan.

Membentuk Model Ekonomi

Teori ekonomi yang telah tersusun menjadi dasar pembentukan model ekonomi. Model ekonomi itu sanggup berupa diagram maupun matematis.Contohnya : Diagram Siklus Ekonomi.

Mempertimbangkan Hukum Ekonomi

Hukum Ekonomi yakni hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi. Hubungan ekonomi tersebut sanggup dibedakan menjadi 2, yaitu:
  • Hubungan alasannya yakni akhir merupakan suatu hubungan dimana suatu insiden menyebabkan terjadinya insiden lainnya, namun insiden ini tidak sanggup berlaku sebaliknya. Contohnya : ketika harga BBM naik maka akan menyebabkan harga-harga lainnya pun naik.
  • Hubungan fungsional merupakan suatu hubungan yang saling berpengaruh. Contohnya : aturan seruan dan aturan penawaran.


Referensi :
  • Djohanputro,Bramantyo, Prinsip-prinsip Ekonomi makro, PPM, 2005
  • Ferguson,C.E. and J.P Gould, Microeconomic Theory, 4Yh ed.Kuala Lumpur:Irwin,1975
  • Putong.Iskandar, Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro:Ghalia Indonesia, 2003
  • Rahardja,Prathama, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Universitas Indonesia, 1999
  • giletules.blogspot.com/search?q=ilmu-ekonomi

Sumber http://artonang.blogspot.com

Senin, 05 Maret 2018

Pengertian, Fungsi Dan Jenis Sistem Ekonomi

Pengertian, Fungsi dan Jenis Sistem Ekonomi Sistem perekonomian yakni sistem yang dipakai oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan fundamental antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya yakni bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh mempunyai semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

 Sistem perekonomian yakni sistem yang dipakai oleh suatu negara untuk mengalokasikan s Pengertian, Fungsi dan Jenis Sistem Ekonomi
Pengertian, Fungsi dan Jenis Sistem Ekonomi
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga sanggup dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian bersiklus (planned economies) menunjukkan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Secara sederhana sistem ekonomi yakni kemampuan atau cara negara dalam mengatur dan menjalankan aktivitas perekonomiannya.

Sistem ini dipakai oleh masyarakat untuk mengatasi permasalahan ekonomi. Sistem ekonomi dibentuk dengan tujuan membentuk aktivitas ekonomi masyarakat yang saling toleransi, tertib dan tidak saling merugikan satu sama lain.
  • Setiap negara mempunyai tujuan yang sama dalam membangun sistem ekonomi. Berikut yakni tujuan negara menerapkan sistem ekonomi, yaitu :
  • Meningkatkan kemakmakmuran dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
  • Meratakan distribusi pendapatan di banyak sekali golongan.
  • Meningkatkan pertumbuhan dan kestabilitas ekonomi.
  • Memperluas lapangan pekerjaan sehingga sanggup mengurangi pengangguran.
  • Menentukan jenis, jumlah, dan cara atau teknik menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat.
  • Mengalokasikan Produk Nasional Bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat, menggantikan stok modal, dan investasi.
  • Mendistribusikan Pendapatan Nasional (PN) diantara anggota masyarakat sebagai upah atau gaji, laba perusahaan, bunga, dan sewa.
  • Memelihara dan meningkatkan hubungan kolaborasi ekonomi dengan luar negeri.

Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Para Ahli

Berikut ini yakni beberapa jago yang mengemukakan pengertian sistem ekonomi, yaitu :

Chester A Bemand mengemukakan bahwa sistem ekonomi merupakan suatu kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian dan masing-masing bab itu mempunyai ciri dan batas tersendiri.

Dumairy (1966) beropini bahwa pengertian sistem ekonomi yakni sistem yang mengatur dan hubungan ekonomi antara insan dan pembentukan kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, maka dikatakan juga bahwa sistem ekonomi tidak harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan mereka, contoh dan filsafat hidup di mana beliau beristirahat.

Gilarso (1992 : 486). Pengertian sistem ekonomi berdasarkan Gilarso yakni cara untuk mengkoordinasikan sikap keseluruhan masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagaiannya) dalam aktivitas menjaankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagaiannya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis , dan kekacauan sanggup dihindari.

Gregory Grossman dan M. Manu. Pengertian sistem ekonomi berdasarkan Gregory Grossman dan M. Manu yakni sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berafiliasi dan berinteraksi melainkan juga hingga tingkat tertentu yang saling menopang dan mempengaruhi.

Mc. Eachren. Sistem ekonomi sanggup diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan.

M. Hatta, Menurutnya, sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus berdasarkan atas asas kekeluargaan.

L.James Havery, beropini bahwa sistem ekonomi ialah mekanisme logis serta rasional untuk sanggup merancang suatu rangkaian komponen yang saling berafiliasi satu dengan yang lainnya , dengan maksud untuk berkhasiat sebagai suatu kesatuan dalam perjuangan mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.


Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi mempunyai fungsi berikut ini:
  • Sebagai penyedia dorongan guna berproduksi.
  • Mengoordinasi aktivitas individu dalam suatu perekonomian.
  • Pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat semoga bisa terealisasi menyerupai yang telah diharapkan.
  • Menciptakan mekanisme tertentu semoga distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

Perekonomian Terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud aliran Karl Marx, komunisme yakni sistem yang mengharuskan pemerintah mempunyai dan memakai seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus menunjukkan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya memakai sistem ekonomi ini hingga simpulan era ke-20. Namun ketika ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang memakai sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Sistem Ekonomi Tradisional

Pada kehidupan masyarakat tradisional berkembang suatu sistem ekonomi tradisional. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bergantung pada sumber daya alam. masyarakat juga memproduksi barang pemenuh kebutuhan yang di produksi hanya untuk kebutuhan tiap-tiap rumah tangga. dengan demikian rumah tangga sanggup bertindak sebagai konsumen, produsen, dan keduanya.

Perekonomian Pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk membuat sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Perekonomian Pasar Campuran

Perekonomian pasar adonan atau mixed market economies yakni gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara menyerupai Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi aktivitas ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melaksanakan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Berikut yakni jenis-jenis sistem ekonomi yang berlaku diberbagai negara :

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional yakni sistem ekonomi yang terdapat dalam kehidupan masyarakat tradisional. Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dilakukan secara sederhana dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja. Masyaraat yang menganut sistem ekonomi tradisional bergantung pada sumber daya alam.

Sistem ini secara sedikit demi sedikit sudah mulai ditinggalkan. Akan tetapi, dibeberapa kawasan terpencil atau pedalaman sistem ini masih berlaku. Misalnya, pasar tukar barang Wulandoni dan Labala yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional yakni :

  • Menggunakan sistem tukar barang dalam pemenuhan kebutuhan.
  • Proses produksi dan distribusi terbentuk alasannya yakni kebiasaan (tradisi) masyarakat.
  • Belum ada pembagian kerja dalam masyarakat.
  • Produksi dilakukan dengan cara sederhana dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
  • Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan dan gotong royong.
  • Masyarakat sangat bergantung pad alam sebagai sumber kehidupan.
Selain itu, terdapat kelebihan dan kelemahan dalam sistem ekonomi.

Berikut yakni kelebihan dari sistem ekonomi yakni :

  • Tidak terdapat persaingan perjuangan alasannya yakni seluruh aktivitas dilakukan berdasarkan kebiasaan.
  • Membentuk kehidupan masyarakat yang menjunjung kebersamaan.
  • Kegiatan ekonomi dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan primer rumah tangga.
  • Keadaan perekonomian lebih stabil.

Kelemahan dari sistem ekonomi radisional adalah, sebagai berikut.

  • Masyarakat sulit berkembang alasannya yakni menggangga tabu setia perubahan yang terjadi.
  • Kegiatan ekonomi tidak bertujuan mencari keuntungan, tetapi hanya untuk memenuhi kebutuha sendiri.
  • Kegiatan ekonomi yang dilakukan masih sederhana sehingga alokasi sumberdaya menjadi tidak efisien.
2. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal bebas/kapitalistik juga disebut dengan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi liberal masyarakat lebih bebas mengatur dan memilih aktivitas ekonomi sesuai dengan kemampuan.

Dalam sistem ini kiprah pemerintah dala setiap aktivitas ekonomi hampir tidak ada. Contoh negara yang menerapkan sistem ini yakni Amerika Serikat, Swedia, Belanda dan Prancis. Berikut ini yakni ciri-ciri sistem ekonomi liberal, diantaranya :

  • Sumber-sumber produksi bisa dimiliki oleh individu atau masyarakat.
  • Masyarakat terdiri dari 2 golongan, yaitu pemiliki modal atau kapitais dan pekerja.
  • Pemilik modal berhak mempunyai sumer-sumber produksi.
  • Peran pemerintah dalam aktivitas eknomi sangat kecil.
  • Kegiatan perekonomian mempertimbangkan keadaan pasar.
  • Terjadi persaingan yang ketat guna memperoleh laba sebesar-besarnya.
Berikut ini merupakan kelebihan dari sistem ekonomi liberal, yaitu :

  • Menumbuhkan kreasi dan inisiatif masyarakat dalam melakuka aktivitas ekonomi.
  • Kegiatan produksi mempunyai efektifitas dan esensiensi tinggi alasannya yakni berorientasi ada keuntungan.
  • Barang yang dihasilkan bermutu tinggi sehingga daya saingnya lebih tinggi.
  • Setiap individu bebas mempunyai sumber daya produksi.
Kelemahan dari sistem ekonomi liberal yakni sebagai berikut.

  • Adanya persaingan bebas yang tidak sehat.
  • Terjadi monopoli sumber-sumber produksi oleh pemilik modal.
  • Perekonomian cenderung tidak stabil.
  • Sulitnya mewujudkan ppemerataan distribusi pendapatan.
  • Masyarakat pemilik modal besar akan menguasai perekonomian dan masyarakat yang tidak mempunyai modal sebagai pekerja atau buruh.
3. Sistem Ekonomi Terpusat (Komando)

Sistem ekonomi terpusat atau komando yakni sistem perekonomian yang menginginkan kemakmuran masyarakat secara merata sehingga tidak terjadi penindasan ekonomi.Sistem ekonomi terpusat disebut sebagai terpusat alasannya yakni terdapat kiprah pemerintahan yang sangat dominan. Pemerintah menguasai, mengatur, dan mengendalikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Tindakan pemerintah tersebut dilakukan guna membuat keadilan dalam distribusi pendapatan. Pemerintah mempunyai kiprah penting dalam pengamilan keutusan, sedangkan masyarakat hanya melaksanakan kiprah tersebut. Contoh negara yang menganut sistem ekonomi liberal yakni Rusia, Tiongkok, Korea Utara dan Kuba.

Ciri-Ciri sistem ekonomi terpusat yakni :

  • Alat dan produksi dikuasai oleh negara.
  • Seluruh kebijakan dalam pemerintahan diatur oleh pemerintah.
  • Jenis ekerjaan dan pembagian kerja diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
  • Tidak ada kebebasan individu untuk berkreasi dan berinisiatif dalam bidang ekonomi.
  • Hak milik individu atau perorangan tidak diakui.
Berikut ini merupakan kelebihan dari sistem ekonomi terpusat, yaitu :

  • Tanggung jawab dibebankan kepada pemerintah secara utuh.
  • Pemerintah dengan gampang sanggup mengendalikan keadaan perekonomian.
  • Pemerintah sanggup ikut campur dalam pembentukan harga pasar.
  • Pemerintah distribusi pendapatan gampang dilakukan.
  • Keadaan perekonomian relatif stabil sehingga jarang terjadi krisis.
Kelemahan dari sistem ekonomi terpusat yaitu :

  • Mematikan daya kreasi dan inisiatif individu.
  • Terdapat monopoli pemerintah yang merugikan masyarakat.
  • Kebebasan masyarakat untuk memenuhi sumber daya produksi dibatasi.
4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi adonan yakni adonan dari sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi liberal. Sumber daya dialokasikan oleh swasta dan pemerintah. Ada sinergi antara pemerintah dan swasta dalam memecahkan persoalan ekonomi suatu negara.

Pemerintah bereran dalam pengawasan dan pengendalian aktivitas perekonomian. Swasta diberi kebebasan memilih aktivitas perekonomian yang ingin dilakukan. Sistem ekonomi adonan diterapkan oleh negara-negara didunia.

Ciri-ciri dari sistem ekonomi adonan yakni :

  • Peran pemerintah dan individu (swasta) terjadi secara seimbang.
  • Modal dan sumber daya yang penting bagi masyarakat dikuasai oleh pemerintah.
  • Pemerintah berperan membuat peraturan, kebijakan, dan mengawasi aktivitas swasta.
  • Persaingan sanggup dilakukan selama tidak merugikan orang lain.
Berikut ini merupakan kelebihan sistem ekonomi campuran, yaitu :

  • Keadaan perekonomian relatif stabil.
  • Pemerataan distribusi pendapatan gampang dilakukan.
  • Meminimalkan aktivitas monopoli oleh pihak swasta.
  • Sektor-sektor strategis dikuasai oleh pemerintah.
  • Pemerintah fokus menyebarkan perjuangan mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kelemahan dari sistem ekonomi adonan yakni :

  • Adanya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang sangat beragam.
  • Timbul korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) alasannya yakni kurang pengawasan dari pemerintah.
  • Campur tangan pemerintah yang terlalu berpengaruh memungkinkan berkembangnya sistem ekonomi terpusat atau komando.

Referensi :

Sumber http://artonang.blogspot.com

Teori Undangan (Theory Of Demand)

Teori Permintaan - Permintaan yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh konsumen, pada aneka macam tingkat harga, dan pada waktu tertentu.

Pada setiap acara transaksi dalam perekonomian pastinya akan terdapat dua aspek yang saling berhubungan, yaitu undangan (Demand) dan penawaran (Supply). Harga barang dan kuantitas barang atau jasa yang saling menghipnotis . Permintaan dan penawaran akan saling bertemu dan akan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang).

Permintaan  yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh  konsumen Teori Permintaan (Theory of Demand)
Teori Permintaan (Theory of Demand)

A. Pengertian Permintaan

Menurut Gilarso (2007), dalam ilmu ekonomi istilah undangan (demand) mempunyai arti tertentu, yaitu selalu menunjuk pada suatu korelasi tertentu antara jumlah suatu barang yang akan dibeli orang dan harga barang tersebut. Permintaan yakni jumlah dari suatu barang yang mau dan bisa dibeli pada aneka macam kemungkinan harga, selama jangka waktu tertentu, dengan anggapan hal-hal lain tetap sama (=ceteris paribus).

Permintaan yakni sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan harapan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan undangan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.

Permintaan yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh konsumen, pada aneka macam tingkat harga.

B. Jenis-jenis Permintaan

1. Berdasarkan daya beli
  • Permintaan efektif, yaitu undangan terhadap barang atau jasa yang disertai daya beli dan melaksanakan transaksi.
  • Permintaan potensial, yaitu undangan terhadap barang atua jasa yang disertai daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum dilakukan transaksi).
  • Permintaan absolute, yaitu undangan terhadap barang/jasa yang tidak disertai daya beli.
2. Berdasarkan jumlah yang melaksanakan permintaan
  • Permintaan individu yakni undangan seseorang terhadap barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Permintaan kelompok yakni undangan dari sekelompok orang atau masyarakat pada ketika yang bersamaan (penjumlahan undangan individu).
Permintaan  yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh  konsumen Teori Permintaan (Theory of Demand)
Teori Permintaan

C. Hukum Permintaan

Hukum undangan yakni aturan yang menjelaskan ihwal adanya korelasi yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian aturan undangan berbunyi:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Pada aturan undangan berlaku perkiraan ceteris paribus. Artinya aturan undangan tersebut berlaku jikalau keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Hukum Permintaan pada hakikatnya merupakan hipotesis yang menyatakan bahwa : 
“ Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana korelasi berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik, maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan meningkat”.

Hukum undangan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas (jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berafiliasi negative dengan harga barang. Hukum yang berlaku dalam ilmu ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.

D. Fungsi Permintaan

Menurut Virgantari (2011), secara umum, fungsi undangan menyatakan korelasi jumlah yang diminta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada kawasan dan waktu tertentu. Fungsi undangan sanggup diturunkan melalui dua cara, yang pertama yakni memaksimumkan kepuasan dengan hambatan jumlah anggaran dan harga barang. Fungsi undangan yang diturunkan dari prinsip ini disebut dengan fungsi undangan Marshallian. Fungsi ini pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Inggris Alfred Marshal pada tahun 1980 dan menganggap bahwa pendapatan konsumen konstan. Fungsi undangan lain sanggup diturunkan dengan menerapkan teori dualitas, yaitu meminimumkan biaya dan memaksimumkan output pada tingkat pengeluaran tetap.

Permintaan yang dinyatakan dalam korelasi matematis dengan faktor-faktor yang memengaruhinya disebut fungsi permintaan. Fungsi undangan menghubungkan antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas. Persamaan fungsi undangan sanggup disusun sebagai berikut.

Dx = f (Px, Py, Y, T, N) dimana :

Dx = undangan akan barang x
Px = harga barang x
Py = harga barang y
Y = pendapatan per kapita
T = selera
N = jumlah penduduk

Dx yakni variabel tidak bebas, lantaran besarnya nilai ditentukan oleh variabel lain. Px, Py, Y, T dan N yakni variabel bebas lantaran besar nilainya tidak tergantung besarnya variabel lain. Tanda positif dan negatif menunjukkan imbas masing-masing variabel bebas terhadap undangan akan barang. Hukum undangan pada hakikatnya menyatakan bahwa makin rendah harga suatu barang, makin banyak undangan atas barang tersebut; sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang semakin sedikit undangan atas barang tersebut (Firdaus, 2008).

E. Faktor yang Memperngaruhi Permintaan (Demand)

Menurut Danniel (2004), undangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang antara lain yakni harga barang yang bersangkutan, harga barang substitusi atau komplemennya, selera, jumlah penduduk, dan tingkat pendapatan.

Hal-hal yang menghipnotis tingkat undangan (Demand) individu terhadap barang danj asa antara lain sebagai berikut :

1. Harga barang itu sendiri

Hubungan harga dengan undangan yakni korelasi yang negatif. Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Artinya bila yang satu naik maka yang lainnya akan turun dan begitu juga sebaliknya jikalau harga turun maka jumlah undangan barang akan meningkat.. Semua ini berlaku dengan catatan faktor lain yang menghipnotis jumlah undangan dianggap tetap.

2. Harga barang lain atau substitusi (pengganti)

Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jikalau harga barang substitusi naik maka orang akan tetap memakai barang yang semula.

Terjadinya perubahan harga pada suatu barang akan kuat pada undangan barang lain. Harga barang lain sanggup mencakup harga barang substitusi, komplemen, dan independen. Salah satu referensi barang substitusi, bila harga kopi naik, biasanya undangan teh akan naik. Barang komplementer contohnya roti dengan keju. Apabila keduanya digunakan secara bersamaan sehingga dengan demikian bila salah satu dari harga barang tersebut naik, pada ummumnya akan menghipnotis banyaknya konsumsi barang komplemennya. Barang independen yakni barang yang tidak dipengaruhi oleh harga barang yang lain.

3. Harga barang komplementer (pelengkap)

Barang pelengkap juga sanggup memengaruhi undangan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.

4. Jumlah Pendapatan

Semakin banyaknya jumlah penduduk makin besar pula barang yang dikonsumsi dan makin naik permintaan. Penambahan jumlah penduduk mengartikan adanya perubahan struktur umur. Dengan demikian, bertambahnya jumlah penduduk yakni tidak proporsional dengan pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi.

Perubahan tingkat pendapatan akan menghipnotis banyaknya barang yang dikonsumsi. Secara teoretis, peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi. Bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi tidak hanya bertambah kuantitasnya, tetapi kualitasnya juga meningkat.

Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut memilih besarnya undangan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka undangan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jikalau pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil dagang ahad pertama Rp200.000,00 hanya sanggup untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang ahad kedua Rp400.000,00, Ibu Tia sanggup membeli kopi sebanyak 40 kg.

5. Selera konsumen

Selera merupakan variabel yang menghipnotis besar kecilnya permintaan. Selera dan pilihan konsumen terhadap suatu barang bukan saja dipengaruhi oleh struktur umum konsumen, tetapi juga lantaran faktor budpekerti dan kebiasaan setempat, tingkat pendidikan, atau lainnya.

Selera konsumen terhadap barang dan jasa sanggup memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka undangan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, kini ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi akomodasi musik dan game, lantaran selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka undangan akan hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.

6. Intensitas kebutuhan konsumen

Intensitas kebutuhan konsumen kuat terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan mengakibatkan undangan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jikalau kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka undangan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, contohnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan sampai Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.

7. Perkiraan harga pada masa depan

Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli lantaran ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga materi bakar minyak menjadikan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapat bensin atau solar yang lebih banyak.

8. Jumlah penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

Semakin banyaknya jumlah penduduk makin besar pula barang yang dikonsumsi dan makin naik permintaan. Penambahan jumlah penduduk mengartikan adanya perubahan struktur umur. Dengan demikian, bertambahnya jumlah penduduk yakni tidak proporsional dengan pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi.

F. Kurva Permintaan

Kurva undangan merupakan grafik yang menggambarkan korelasi antara harga dengan jumlah komoditas yang ingin dan sanggup dibeli konsumen. Kurva ini digunakan untuk memperkirakan sikap dalam pasar kompetitif dan seringkali digabung dengan kurva penawaran untuk memperkirakan titik ekuilibrium (saat jumlah penawaran dan undangan sama).

Menurut Haryati (2007), kurva undangan yakni kurva yang menghubungkan antara harga barang (ceteris paribus) dengan jumlah barang yang diminta. Kurva undangan menggambarkan tingkat maksimum pembelian pada harga tertentu, ceteri paribus (keadaan lain tetap sama). Kurva undangan menggambarkan harga maksimum yang konsumen bersedia bayarkan untuk barang majemuk jumlahnya per unit waktu. Konsumen tidak besedia membayar pada harga yang lebih tinggu untuk sejumlah tertentu, tetapi pada jumlah yang sama konsumen bersedia membayar dengan harga yang lebih rendah. Konsep ini disebut dengan kesediaan maksimum konsumen mau bayar atau willingness to pay.

Harga (Pq)

Permintaan  yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh  konsumen Teori Permintaan (Theory of Demand)

Kenaikan harga produk (ceteris paribus) akan mengakibatkan penurunan jumlah barang yang diminta yang berarti terjadi perpindahan di sepanjang kurva permintaan. Perubahan variabel non harga akan mengakibatkan pergeseran kurva permintaan, atau mengakibatkan perubahan jumlah barang yang diminta pada tingkat harga tertentu. Faktor-faktor yang mengakibatkan pergeseran undangan diantaranya yakni perubahan pendapatan, selera, harga barang lain dan jumlah populasi.

G. Pergeseran Kurva Permintaan

Perubahan harga barang lain kuat pada pergeseran kurva permintaan. Kenaikan harga barang substitusi (yang bersifat saling menggantikan) menggeser kurva undangan komoditi ke kanan, lebih banyak yang dibeli pada setiap tingkat harga. Kenaikan harga barang komplementernya (komoditi yang digunakan secara bersama-sama) akan menggeser kurva undangan ke kiri. Pertumbuhan jumlah populasi atau penduduk membuat undangan baru. Penduduk yang bertambah ini harus mempunyai daya beli sebelum undangan berubah. Peningkatan orang berusia kerja, tentunya akan membuat pendapatan baru. Jika ini terjadi, permintaak untuk semua komoditi yang dibeli oleh penghasil pendapatan gres akan meningkat. Kenaikan jumlah penduduk akan menggeser kurva undangan untuk komoditi ke arah kanan, yang menunjukkan bahwa akan lebih banyak komoditi yang dibeli pada setiap tingkat harga.

Permintaan  yakni jumlah barang atau jasa yang ingin dan bisa dibeli oleh  konsumen Teori Permintaan (Theory of Demand)


Pergeseran kurva undangan disebabkan oleh aneka macam faktor selain harga produk tersebut. Dengan demikian sanggup disimpulkan bahwa adanya perubahan pendapatan sanggup mengubah jumlah undangan akan barang serta sanggup menggeser kurva permintaan.

Referensi :

  1. Sadono sukirno, Pengantar teori ekonomi makro, Edisi ke 3, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002
  2. giletules.blogspot.com/search?q=pengertian-ilmu-ekonomi
  3. Danniel, Moehar. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.
  4. Gilarso, T. 2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Kanisius.
  5. Farid Wijaya, Pengantar ekonomi makro, BPFE. UGM, Yogyakarta 2000 
  6. Hariyati, Yuli. 2007. Ekonomi Mikro. Jember: CSS.
  7. Virgantari, dkk. 2011. Analisis Permintaan Ikan di Indonesia: Pendekatan Model Quadratic Almost Ideal Demand System (QUAIDS). Jurnal Sosek KP. Vol. 6(2): 191 – 203.

Sumber http://artonang.blogspot.com