Jumat, 13 April 2018

Kewirausahaan



TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA PUTRA UM


MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Dasar-Dasar Sosiologi
Yang dibina oleh Bapak Dr. Abdul Latief Bustami, M.Si



Oleh
Bimo Seno
120732436492




TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA KEWIRAUSAHAAN



UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN SEJARAH
PRODI ILMU SEJARAH
Mei 2012



KATA PENGANTAR

            Syukur yang tak terhingga kami panjatkan kehadirat Allah  Rabbul ‘Alamin yang tiada henti-hentinya mengalirkan segala kearifan dalam setiap kalbu hambanya yang haus dan cinta akan ilmu yang dengannya tiada akan pernah kering samudera pikir dan terbukalah setiap mata hati. Begitu pula dengan segala rahmat dan hidayah-Nya-lah sehingga makalah yang berjudul  Tumbuhnya Minat Kewirausahaan Kepada Mahasiswa di Asrama Putra UM” sanggup terselesaikan.
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini ialah untuk memenuhi kiprah matakuliah Dasar-Dasar Sosiologi. Selain itu juga, ucapan terima kasih terbesar dipersembahkan pada seorang yang telah memberi arah dan penuntun dalam gelap dan buntu tatapan mata kami dalam mengetuk tiap-tiap pintu khazanah budaya, diantaranya :
  1. Abdul Latief Bustami sebagai pembina matakuliah Dasar-Dasar Sosiologi
  2. Orangtua dirumah yang tak pernah hentinya memperlihatkan pinjaman materil dan doa serta segala bentuk dukungannya.
Demikianlah makalah ini dibentuk dan tidak menutup kemungkinan dalam penyusunannya terdapat kekurangan dan kesalahan didalamnya. Oleh alasannya itu, kami mengharapkan saran dan komentarnya yang sanggup dijadikan masukan dalam penyusunan laporan kiprah selanjutnya.



                                                                                    Malang, 6 Mei 2013


                                                                                                Penyusun




DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar                                                                                               i
Daftar Isi                                                                                                         ii

BAB I PENDAHULUAN
            1.1 Latar Belakang                                                                              1
            1.2 Rumusan Masalah                                                                         3
            1.3 Tujuan                                                                                           3
            1.4 Manfaat                                                                                         3
BAB II KAJIAN PUSTAKA
            2.1 Pengertian Kewirausahaan                                                            4
2.2 Menumbuhkan Minat Kewirahausahaan Pada Mahasiswa di Asrama Putra                                                                                     9
BAB III METODE PENELITIAN
            3.1 Jenis Penelitian                                                                              11
            3.2 POPULASI DAN SUBYEK PENELITIAN                              11
            3.3 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN                                               12
            3.4 PROSEDUR PENELITIAN                                                        12
            3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN        13
            3.6 TEKNIK ANALISI DATA                                                         14
BAB IV PEMBAHASAN
            4.1 Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam Berwirausaha              16
            4.2 Menumbuhkan Rasa dan Minat Berwirausaha dari Asrama Putra 17

BAB V PENUTUP
            5.1 Kesimpulan                                                                                   19
            5.2 Saran                                                                                             19
DAFTAR RUJUKAN                                                                                                20
LAMPIRAN                                                                                                   21
DAFTAR GAMBAR                                                                                     37





BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
        kewirausahaan berasal dari kata dasar wirausaha dan wirausaha terdiri dari 2 kata yaitu, wira yang berarti kesatria, pahlawan, p0juang, unggul, gagah berani, sedangkan satu lagi ialah kata perjuangan yang berarti bekerja, melaksanakan sesuatu. Dengan demikian pengertian dari wirausaha ditinjau dari segi arti kata ialah orang tangguh yang melaksanakan sesuatu.
        Kewirausahaan ialah semangat, sikap, sikap dan kemampuan seseorang dalam menangani perjuangan atau acara yang mengarah pada upaya mencari, membuat serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk gres dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memperlihatkan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh laba yang lebih besar.
        Menurut Sandiaga S.Uno jikalau esok niscaya akan lebih baik dari hari ini. Setiap kali ada masalah, niscaya ada solusi. Setiap ada keinginan, niscaya ada jalannya. .Karena itu, Sandi melihat semua duduk kasus menurut hari per hari. Menggelinding begitu saja. Dia hanya berprinsip tetap bisa survive. Kalau sudah melihat jauh ke depan, tapi tak bisa fleksibel, jadinya juga susah. Sebab, dunia usaha itu sangat dinamis, tiap detik berubah. Tak cukup hingga di situ, untuk kehidup
        Tumbuhnya minat berwirausaha yang terdapat jiwa-jiwa muda mahasiswa yang ada di asrama, kini semakin besar, mahasiswa kini makin kreatif, inovtif, dan sangat bersungguh-sungguh untuk berwirausaha, apapun resiko yang akan diterima, itulah beban yang akan ditanggung oleh wirausaha, dan kegagalan mimpi paling terburuk yang selalu membayangi para wirausahawan.
        Wirausahawan kini tidak pernah takut dengan terbatasnya akses, perlengkapan, dan lahan. Bahkan, wirausahawan kini yang terdapat di asrama, tidak pernah takut lagi akan susah memperoleh tempat atau lahan untuk menyimpan barang-barang atau peralatan untuk perjuangan yang akan dijalankannnya.


Bahkan, dapur kini bisa diguanakan untuk bersama, disini sangat membantu mahasiswa yang berwirausaha yang harus memakai peralatan dapur yang bisa dipakai oleh semua warga asrama.
        Wirausahawan yang terdapat dalam arsama mahasiswa benar-benar tumbuh, mereka tidak hanya membuat atau membuat produk baru, ada beberapa jiwa-jiwa wirausaha yang terdapat di asrama. Tetapi, mereka mencari peluang yang terdapat di asrama, dengan menjual produk-produk hasil kawasan masing-masing yang tidak terdapat dalam asrama.
        Komitmen ialah Suatu perjanjian atau kesepakatan untuk melaksanakan sesuatu. Wirausaha yang mempunyai komitmen tinggi, mentaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan perjuangan bisnisnya hingga berhasil. Dalam berwirausaha benar-benar sangat yang dibutuhkan yang namanya konsisten, alasannya konsisten inilah yang menentukan keberhasilan. Dalam dunia bisnis atau wirausaha konsisten itu juga kuat kepada konsumen yang sangat menentukan keberhasilan yang akan kita peroleh nantinya.
        Menurut mas agus (ketum) wirausaha ialah bisa membuka perjuangan sendiri dan mandiri, yang niscaya tidak merugikan orang lain dan bisa membuat lapangan pekerjaan buat teman-teman dan yang niscaya bisa menerima penghasilan sendiri tanpa meminta kepada orang renta lagi.
        Bagaimana menjaga komitmen kita menjadi wirausaha ialah jangan pernah puas dengan apa yang telah kita dapatkan, dan terus kembangkan ide-ide kreatif supaya kita tidak bosan dan bisa terus tekun dalam menjalani usaha. Dan segala pandangan gres yang didapatkan, jangan hanya menjadi planning (planning) saja, kalau hanya pandangan gres tanpa direalisasikan, itu hanya akan menjadi angan-angan saja. Mas agus juga berkata, segala sesuatu yang diinginkan itu butuh proses, dan proses itulah yang membuat kita sukses.
        Menurut mas nuril wirausaha ialah orang yang bisa memanfaatkan peluang yang ada dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada unutk mempergunakan sebaik-baiknya. Sama menyerupai penenyataan mas agus, jangan pernah puas dengan apa telah didapat. tetapi, teruslah berkembang dan berimanjinasi untuk mengembankan wirausahanya.
        Beberapa pengertian perihal wirausaha yang membuat saya tertarik untuk mengambil judul TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA PUTRA”. Ini membuat tertarik untuk mengambil judul tersebut, selain faktor minat kewirausahaan juga ada faktor lain untuk mengambil judul ini yaitu, di tempat yang terbatas ini mereka bisa membuat perjuangan walau belum begitu sempurna, dan mereka juga bisa membagi pekerjaannya dengan kegiatan-kegiatan asrama dan membagi waktu organisasi kampus yang kini dijabatinnya.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana mengatasi rasa takut kegagalan dalam berwirausaha?
1.2.2 Mengapa dilingkungan asrama tumbuh jiwa-jiwa wirausaha?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk Mengetahui Cara Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam Berwirausaha.
1.3.2 Untuk Mengetahui Tumbuhnya Jiwa-Jiwa Wirausaha di Asrama.

1.4 Manfaat
1.4.1 Memberikan Wawasan Untuk Mengatasi Rasa Takut Akan Kegagalan dalam Berwirausaha
1.4.2 Memberikan Pengetahuan Tumbuhnya Jiwa-Jiwa Wirausaha di Asrama.






BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian kewirausahaan
Wirausaha atau kita sebut pengusaha ialah seorang pencetus bisnis gres atau seorang manajer yang mencoba untuk memperbaiki suatu unit organisasi dengan memprakarsai perubahan bentuk. Menurut Longenecker (2001) wirausaha (entrepreneur)adalah seorang yang memulai dan atau mengoperasikan bisnis.
Wirausaha merupakan seorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya sistem ekonomi perusahaan yang bebas. Pada banyak sekali industri, wirausaha membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan dan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen di dalam negeri maupun luar negeri.
Sedangkan acara kewirausahaan merupakan cara atau proses terciptanya organisasi baru. Seorang usahawan mempunyai kemampuan untuk memberdayakan faktor-faktor produksi menyerupai alam, modal, tenaga kerja, skill atau keahlian dan menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Mereka mempunyai kepekaan untuk menyadari peluang yang tidak dilihat atau belum diperhatikan oleh orang lain.
Beriwirausaha bukan hanya membuat sesuatu yang beda dan membuat lapangan perjuangan sendiri, tetapi, beberapa hal yang diperhatikandalam berwirausaha :
a. Menpunyai Niat dan Kemampuan
Memulai perjuangan itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya dibutuhkan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan kita dalam berwirausaha. Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan banyaknya para pengusaha sukses yang dengan ikhlas membagikan kiat-kiat suksesnya untuk kita.


Bewirausah bukan pekerjaan yang main-main, kita harus bisa menentukan planning dan tujuan kita untuk beberapa waktu kedepannya. Karena planning (planning) yang menentukan beberapa kedepannya mau berbuat apa, dan mau melaksanakan apa untuk perjuangan yang lagi dikembangkan. Tujuan kita harus mempunyai tujuan yang kuat dan pasti, alasannya tujuan sanggup membantu kita melawan kebosanan,
b. Ketekunan
Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan menyampaikan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha ialah “ketekunan.” Dia juga memperlihatkan pola banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.
c. Berani Mengambil Resiko
Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan manfaatnya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.
d. Terampil & Tidak Putus Asa
Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi alasannya mereka tidak mengenal frustasi dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.
e. Berdoa
Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja alasannya selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi acara berwirausahanya.Seseorang konsultan perjuangan pernah memperlihatkan ilustrasi perihal pentingnya doa bagi pengusaha.
"Kalau saya memulai perjuangan sendiri, sudah niscaya saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon supaya perjuangan saya berhasil. Tetapi jikalau saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka."
(file:///C:/Users/Acer/Desktop/SOSIOLOGI/rujukan/gagal%20sekali%20untuk%20sukses%20seribukali%20%20hal-hal%20yang%20harus%20diperhatikan%20dalam%20berwirausa.htm)
f. Berani Berubah 
Seorang yang memulai perjuangan sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus mempunyai tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.
Seseorang konsultan memperlihatkan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin supaya usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan ketika konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.
Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melaksanakan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memperlihatkan test.
Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak besar hati dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan anggun bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.
Sang konsultan memperlihatkan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan jadinya sang konsultan menolak menanganinya dan menyampaikan bahwa ia tidak berani mendapatkan dan menghadapi perubahan yang sebetulnya sangat penting dalam dunia usaha.
g. Pandai Mengelola
TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA KEWIRAUSAHAAN 
Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu ialah pengusaha yang bisa mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus bisa menentukan dan mempekerjakan orang-orang menyerupai ini.
Selain sanggup mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, contohnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang jadinya menjadi karyawan dari si pengusaha.
h. Seger & Pinter
Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:
“Kalau tubuh Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau tubuh Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”
Jadi ia menekankan pentingnya kesejukan tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jikalau kita bisa mempunyai keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.
i. Kemauan Terus Belajar
TUMBUHNYA MINAT KEWIRAUSAHAAN KEPADA MAHASISWA DI ASRAMA KEWIRAUSAHAANSeorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu ialah tempat belajarnya. Dan ia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah ia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, ia juga melaksanakan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya.
Menurut mas agus beriwirausaha memang sangat dibutuhkan terus berguru alasannya setiap individu atau konsumen mempunyai pendapat yang berbeda. Tentu, dalam berusaha tidak ada wirausaha yang usahanya semulus jalan tol, terkadang pastinya menemukan beberapa kali kerikil atau guncangan yang bisa mengancam para wirausaha. Jadi, setiapa wirausaha itu, niscaya pernah mengalami guncanganyang yang sangat dahsyat yang bisa menjatuhkan para wirausaha baik dari internal, maupun yang eksternal.
Masalah internal yang dialami pengusaha ialah, duduk kasus dana, peralatan dan tempat, itu semua bukan alasan sebagai wirausaha yang suskses, itu semua hanya sebuah kerikil kecil yang bisa kita lewati. Masalah eksternal ialah duduk kasus yang wirausaha sering terima dari pelanggan yaitu, kritik, setiap kritik yang diterima yang didapat itu harus benar dimasukan dalam penilaian kerja, alasannya kritik itu ialah sebuah masukan yang harus diterima oleh wirausaha. Jadi, disinilah wirausaha harus menerap harus tetep semangat untuk terus belajar, alasannya dari pengalam yang membuat wirausaha semakin handal dan terampil dalam mengatasi duduk kasus apapun dan dari manapun yang datang


2.2 Menumbuhkan Minat Kewirahausahaan Pada Mahasiswa di Asrama Putra
        Menumbuhkan minat kewirausahaan pada mahasiswa di asrama putra bukanlah suatu hal yang mudah, alasannya dalam meyakinkan para mahasiswa itu harus dibutuhkan bukti yang nyata. Jadi, untuk mahasiswa yang ingin menjadi wirausaha yang sukses, ngga bisa harus menunggu dan membisu dalam berwirausaha harus dibutuhkan dari dalam diri sendiri dan juga dampak pengalaman dari luar. Bukan berarti asrama membisu saja tidak mau berbuat apa-apa untuk menumbuhkan wirausaha pada mahasiswa di Asrama Putra, pada tahun yang kemudian asrama pernah mengadakan Traning Kewirausahaa (TKW), itu salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa dan minat untuk berwirausaha.
        Pada tahun yang lalu, asrama pernah mengadakan Tranning Kewirausahaan yang salah satu niatnya untuk menumbuhkan minat mahasiswa untuk berwirausaha. Belum cukup hingga disitu, mengingat wirausaha dibutuhkan keterampilan dan kemampuan yang lebih sebagai modal utama dalam berwirausaha. Seperti yang diupayakan oleh asrama untuk menumbuhkan minat dan rasa wirausaha itu tumbuh, pada tahun ini asrama mengadakan Pekan Kreatifitas Asrama (PKA). Didalam PKA tersebut mengadakan sebuah lomba, yaitu lomba masak yang diberikan materi dasar umbi-umbi (kentang) dan diberi waktu dalam lomba masak tersebut.
        Dalam lomba masak tersebut benar-benar membauat mahasiswa harus lebih berfikir kreatif. Dengan materi yang terbatas, tempat yang terbatas, dan perlengkapan yang terbatas. Mereka harus membuat makanan dalam kondisi yang sangat terbatas, tetapi, mereka semua bisa menuntaskan semua dengan tepat waktu dan karya yang luar biasa. Dan yang kita tau, wirausaha bukan makanan saja, banyak bagi orang yang peka dengan keadaan sekitar semua bisa dijadikan usaha, walau hanya dari barang bekas.
        Menurut mas agus, wirausaha itu orang yang bisa menfaatkan yang ada dan bisa sesuatu apapun dan dalam kondisi apapun sekalipun dalam keadaan terpepet.





BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS PENELITIAN
Penelitian mengenai Tumbuhnya Minat Kewirausahaan Pada Mahasiswa di Asrama Putra. Maka dari itu dibutuhkan rancangan penelitian yang sistematis. Rancangan intinya merancangkan suatu acara sebelum dilaksanakan. Kegiatan merencanakan itu meliputi komponen-komponen penelitian yang diperlukan. Dalam banyak hal pada penelitian kualitatif komponen-komponen yang akan dipersiapkan itu masih bersifat sebagai kemungkinan (Moleong,2002:236).
Dalam penelitian ini, peneliti melaksanakan tahap perencanaan dengan menyusun pedoman wawancara dan lembar observasi, menyiapkan kamera (HP), catatan lapangan. Ketika memasuki lapangan peneliti berusaha untuk mencari data dengan mengobservasi dan mewawancarai terhadap subyek yang telah ditentukan. Kehadiran peneliti di lapangan dengan melaksanakan observasi di mulai semenjak bulan 20 Maret 2013 hingga 20 April 2013, Setelah memperoleh data dari hasil observasi dan wawancara, peneliti mengolah data tersebut kemudian melaksanakan pelaporan penelitian.

3.2 POPULASI DAN SUBYEK PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Asrama Putra Universitas Negeri Malang di Kota Malang. Alasan pemilihan lokasi ini secara umum didasarkan pada suatu kenyataan bahwa di tengah perkembangan jaman yang semakin modern di Kota Malang tepatnya di Universitas Negeri Malang masih ada warga asrama yang berani untuk berwirausaha di tempat yang terbatas, perlengkapan yang terbatas, dan berani membagi waktu perjuangan dengan organisasi yang kampus yang sangat menyita waktu ditam lagi dengan acara asrama yang tidak menentu jadwalnya. Dengan adanya pembatasan lokasi penelitian ini diharapkan bisa untuk membatasi ruang lingkup penelitian ini supaya tidak meluas ruang lingkupnya.


Dalam penelitian ini populasi dan subjek penelitian merupakan sumber data yang sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat.
Dalam penelitian ini yang dipakai ialah populasi dan subjek penelitian.
1.    Populasi
Populasi ialah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto dalam Imron, 2005:40) sedangkan Zainal Arifin menyebutkan bahwa populasi ialah kumpulan dari sumber data yang akan diteliti (2003:54).Sesuai dengan judul ini, maka populasi yang dipakai dalam penelitian ini ialah mahasiswa Psrama Putra Universtas Negeri Malang.
2.    Subjek
Subjek penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah diambil dari beberapa mahasiswa Asrama Putra Universitas Negeri malang yang berwirausaha.

3.3 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2013 hingga 20 April 2013. Penelitian ini bertempat Asrama Putra Univeristas Negeri Malang.
3.4 PROSEDUR PENELITIAN
Dalam melaksanakan penelitian, peneliti melaksanakan langkah-langkah secara sistematis untuk memecahkan suatu masalah. Secara garis besar, langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini sanggup dikelompokkan dalam tiga tahap penelitian, yaitu sebagai berikut:
1.    Tahap Pra-Lapangan
a.    Penyusunan perijinan
            Dalam suatu penelitian, perijinan sangatlah penting artinya yaitu supaya peneliti mendapatkan izin dalam melaksanakan penelitian. Dalam pengajuan rancangan penelitian dan perijinan, syarat yang harus dipenuhi dalam penelitian ialah ketersediaan narasumber untuk diwawancarai.

b.    Persiapan pengumpulan data
            Di dalam langkah ini terlebih dahulu dilakukan persiapan penelitian yang meliputi penyusunan pedoman observasi dan rancangan wawancara yang akan dilaksanakan di lapangan berkaitan dengan data yang dibutuhkan dan dokumentasi. Hal ini merupakan instrumen atau kelengkapan penelitian.
2.    Tahap Pelaksanaan
a.    Pengumpulan data
Setelah dipersiapkan rancangan observasi dan wawancara, kemudian dilakukan pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dibatasi, yaitu sepanjang berkaitan dengan fokus penelitian (Moleong, 2002).
b.    Analisis Data
Tahap analisis data dilakukan semenjak pengumpulan data hingga dengan berakhirnya penelitian di lapangan. Maka dalam menganalisis data dipakai analisis interaktif dengan diawali pengumpulan data, kritik data (pemilihan untuk memperoleh data valid dan menggugurkan data yang tidak valid), interpretasi data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
3.    Tahap Pelaporan
Dalam tahap ini, data yang diperoleh dan dianalisis selanjutnya diinterpretasikan, dijelaskan dan disimpulkan. Pada jadinya hasil interpretasi dan penyimpulan tersebut ditulis dalam bentuk laporan penelitian, yang dalam hal ini berbentuk skripsi dengan judul “Tumbuhnya minat kewirausahaan Pada Mahasiswa di Asrama Putra Universitas Negeri Malang”. Teknik penulisan dilakukan dengan berpedoman pada buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang.

3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMEN
Dalam penelitian ini dipakai beberapa teknik pengumpulan data. Pengumpulan data tersebut ialah sebagai berikut:
1.    Observasi
Peneliti memakai teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, yaitu suatu teknik pengamatan pribadi dilapangan untuk mendapatkan data yang berupa aktifitas para mahasiswa yang berwirausaha di asrama putra UM. Peneliti memakai observasi parsipatoris yaitu peneliti ikut secara pribadi mengamati objek yang diteliti. Observasi atau pengamatan ialah acara keseharian insan dengan memakai pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya selain pancaindra lainnya menyerupai telinga, penciuman, mulut, dan kulit.(Bungin,2007:151)
Observasi dilakukan pada bulan Maret 2012 hingga April 2012. Peneliti mengamati acara para mahasiswa yang berwirausaha di asrama putra UM.

2.    Wawancara
Proses pengumpulan data pada penelitian ini memakai metode wawancara. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini ialah wawancara informal.  Dimana anatara peneliti dan narasumber berdialog dalam keadaan santai dan ikut berperan serta dalam perjuangan yang dijalankannya. hal itu dilakukan supaya mendapatkan data yang maksimal. Peneliti juga memakai teknik

3.    Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan semua kumpulan data tertulis maupun bergambar yang sanggup dipakai untuk mendukung penelitian. Dokumentasi dilakukan sebagai penguatan dalam laporan penelitian.

3.6 TEKNIK ANALISI DATA
Dari data-data yang diperoleh perihal penganut mahasiswa yang berirausaha, Tumbuhnya minat wirausah pada mahasiswa dan resposn masyarakat dari angket akan dianalisis dengan memakai teknik analisis deskriptif, yaitu suatu teknik merangkum, meringkas dan menggambarkan segi-segi yang sangat penting dari data sehingga data tersebut sanggup memperlihatkan informasi(Imron, 2005: 30). Pendiskripsian tersebut bisa dalam bentuk tabel, gambar, maupun nilai numerik.
Beberapa cara dengan penyajian data dengan teknik deskriptif ialah tabel frekuensi, histogram, diagam titik, diagram batang dan diagram batang. Penyajian data yang dipakai dalam penenlitian inia dalah tabel frekuensi. Dimana dari tabel tersebut akan diketahui jumlah prosentasenya.





BAB IV
PEMBAHASAN

4.1  Mengatasi Rasa Takut Kegagalan Dalam Berwirausaha
        Mengatasi rasa takut kegagalan dalam berwirausaha ialah bukan hal yang mudah, setiap wirausaha ketika akan memulai untuk berwirausaha niscaya akan menjumpai dan menumui rasa takut gagal. Rasa takut gagal yang menjumpai diawal berwirausaha belumlah semua itu niscaya terjadi, jadi kita tidak perlu memikirkan apa itu rasa takut gagal, tapi yang harus dipikirkan bagaimana kita menjalankan perjuangan kita dengan sebaik mungkin supaya kita bisa terhindar dari kegagalan dalam berwirausaha.
        Rasa takut yang kita hadapi dalam memulai berwirausaha itu memang harus benar-benar dihadapi dalam memulai usaha. Rasa takut dalam memulai berwirausaha salah satu penghambat yang kuat dalam berwirausaha, alasannya rasa takut yang dihadapi diawal berwirausaha, jikalau tidak bisa benar-benar mengatasinya itu akan menunda untuk memulai perjuangan yang sudah direncanakan.
        Seperti kata mas agus, berwirausaha itu niscaya akan menemui rasa takut gagal pada awal memulai berwirausaha, maka dari itu dalam memulai berwirausaha sangat dibutuhkan berani mendapatkan resiko, apapun yang hasil yang didapatkan nanti, itu yang harus diterima dalam berwirausaha dan jadikanlah motivasi untuk terus maju dalam berwirausaha.
        Rasa takut gagal bukanlah hal yang menjadi penghambat atau penghalang dalam memulai berwirausa atau berbisnis. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, ada lima cara untuk mengatasi rasa takut dalam memulai bisinis.

1.  tentukan jenis perjuangan apa yang akan Anda geluti. Di sini, Anda tidak perlu ikut-ikutan teman. Memang sih, hal ini membutuhkan waktu. Jika di benak Anda kini muncul banyak sekali harapan untuk membuka beraneka ragam usaha, maka buatlah skala prioritas.


2. pelajari orang-orang yang sukses di bidang tersebut. Anda bisa mempelajarinya via gosip di internet, buku-buku maupun orang-orang yang telah Anda kenal. Pelajari bagaimana mereka merangkak, gigih, dan berjuang untuk melewati berbagaikesulitan.
3. lakukan dari hal yang paling sederhana. Misalnya, Anda bisa memulainya dari verbal ke mulut, membuat website gratis, dan sebagainya. Hindari memakai modal besar di awal alasannya resikonya terlalu besar. Apalagi Anda sebagai seorang pemula.
4. bergaullah dengan orang-orang yang positif. Bacalah hal-hal yang positif. Jika Anda bertemu dengan orang yang gagal di dunia usaha, tanyalah bagaimana ia bisa gagal. Karena di sini Anda bisa memetik pelajarannya. Jika orang lain gagal melakukannya tidak berarti Anda juga gagal, bukan? Yang penting ialah ketekunan, kegigihan, tanggung-jawab, dan kejujuran.
5. Gabunglah dengan organisasi yang mempunyai atau mempunyai acara yang anda butuhkan, misalnya, organisasi kewirausahaan. Dari sini, Anda bisa melihat kembali diri Anda yang sebenarnya, baik semangat Anda, kelebihan Anda dan kekurangan Anda. Dari sinilah Anda akan membangun pondasi yang lebih kuat.
4.2. Menumbuhkan Rasa dan Minat Berwirausaha dari Asrama Putra
                 Pada setiap tahunnya mehasiswa yang berada di asrama putra memang dilatih untuk berwirausaha dengan Tranning Kewirausahaan (TKW) dan acara Pekan Kreatif Asrama (PKA) yang membuat mahasiswa bisa mengeluarkan ide-ide kreatifnya untuk berwirausaha. Semua itu untuk menumbuhkan rasa minat mahasiswa untuk berwirausaha. Dan semua itu dilakukan untuk semua mahasiswa punya kemampuan dan keterampilan, selain mengaji dan ibadah yang diajarkan dalam asrama putra, tetapi kami juga dilatih dengan berwirausaha dengan baik dan benar, dan bertujuan untuk membuat lulusan asrama mempunya keterampilan yang handal, bukan hanya dibidang mengaji dan beridah saja.
                 Didalam asrama sendiri juga mempunyai banyak acara yang banyak menyita waktu para mahasiswa, disini juga melatih mahasiswa yang untuk bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, alasannya harus membagi waktu dengan acara asrama dengan kewirausahaan dan ditambah organisasi yang ada di kampus. Makara secara tidak pribadi acara asrama yang banyak menyita waktu untuk para mahasiswa itu benar-benar mengajarkan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang handal dan terampil.
                 Semua itu benar mahasiswa asrama benar-benar membuat mahasiswa di asrama berani untuk membuka wirausaha tanpa menghiraukan resiko yang didapatkannya. Sehingga kini banyak mahasiswa yang berani membuka perjuangan yang sederhana, walaupun tidak semua yang usahanya membuat sendiri, tapi ada yang mengambil atau dititipkan (reseller), mereka melihat peluang yang dengan berdagang atau berjualan yang belum ada disekitar atau wilayah yang ada disekitar mereka berjualan.
                 Mengatasi perlengkapan yang terbatas di asrama, itu bukanlah alasan untuk mahasiswa yang mau atau akan membuka usaha. Kalau duduk kasus perlengkapan aja tidak bisa mengatasinya, bagamana bisa memanfaatkan peluang yang ada. Apapun halangan, hambata, dan rintangan itu semua harus dihadapi. Karena sebagai wirausaha semua itupun akan dihadapi dalam berwirausaha, dan semua wirausahawan niscaya akan menjumpai duduk kasus tersebut, jadi itu bukan sebagai seorang wirausaha untuk membatalkan perjuangan yang akan dijalani.





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
                 Untuk para mahasiswa yang ingin berwirausaha rasa takut gagal bukan sebuah alasan untuk menunda atau membatalkan perjuangan yang akan dijalankan. Tapi, cobalah berpikir optimis, alasannya itu akan menambah semangat, dan akan menghilangkan rasa takut gagal. Kegagalan itu akan terjadi kalau kita tidak tekun dan terampil dalam mejalani perjuangan tersebut.
                 Rasa dan minat untuk berwirausaha haarus diawali dari diri sendiri yang dibantu oleh kegiatan-kegiatan yang masih behubungan dengan usaha. Rasa dan minat perjuangan juga bisa timbul alasannya faktor ekonomi keluarga atau dengan berteman dengan seorang wirausahawan.
5.2 Saran
                 Rasa gagal dalam berwirausaha niscaya kita pernah alami, tapi kegagalan bukanlah penghalan atau penghambat dalam berwirausaha, kegagalan bisa terjadi apabila kita tidak mejalani suatu perjuangan tidak dengan serius dan tidak tekun dalam berwirausa. Coba buang rasa takut gagal dalam berwirausaha, kalau kita selalu terbayang-bayang kegagalan yang ada kita takut dalam berwirausaha.
                 Minat tumbuhnya wirausah dalam diri kita itu bukan alasannya orang lain atau alasannya acara yang kita jalani. Tetapi harapan dalam diri dan niat dari diri sendiri yang membuat dirinya menjadi wirausahawan.
DAFTAR RUJUKAN
Alma, Buchari. 2010. Pengantar Bisnis. Bandung: ALFABETA
Arifin, Zainal, E. 2003. Dasar-dasar penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta:
       Grasindo
Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik,
Moleong, L. J. 2002.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rosidi, Imron.2005. Ayo Senang Menulis Karya Tulis Ilmah. Jakarta: PT Elex
       Media Komputindo
Susilowarno, Remigius Gunawan. 2003. Kelompok Ilmiah Remaja Petunjuk

hal-hal yang harus diperhatikan dalam berwirausa, (online),    (file:///C:/Users/Acer/Desktop/SOSIOLOGI/rujukan/gagal%20sekali%20untuk%20sukses%20seribukali%20%20hal-hal%20yang%20harus%20diperhatikan%20dalam%20berwirausa.htm) di akses 23 April 2013


Sumber http://makalahtugasmu.blogspot.com


EmoticonEmoticon