Tampilkan postingan dengan label Berita Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Edukasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2019

Matematika Alternatif Semakin Diminati

ursus matematika yang menyampaikan banyak sekali metode alternatif diminati masyarakat Matematika Alternatif Semakin DiminatiKursus matematika yang menyampaikan banyak sekali metode alternatif diminati masyarakat. Berbagai waralaba kursus matematika dari luar negeri, menyerupai Kumon atau Sakamoto, serta dari dalam negeri, menyerupai Jarimatika, menjamur. Peserta kursus juga bertambah.

Team Leader Vision Communication Team PT Kumon Institute of Education Indonesia, Agus Sih Haryanto mengungkapkan, penerima Kumon di Indonesia sampai Juni 2008 mencapai 65.000 siswa. Biaya kursus per anak Rp 320.000 per bulan.

Kumon melatih anak mengerjakan soal matematika dengan susunan meningkat sedikit demi sedikit dan sistematis. Anak sanggup mulai kursus semenjak prasekolah sampai SMA, bahkan perguruan tinggi tinggi di level lanjutan.

”Anak berguru berdikari dan disiplin mengerjakan lembar kerja. Meskipun hanya di bawah 30 menit sehari, tetapi rutin. Kursus sendiri hanya dua kali seminggu,” ujar Agus.

Kursus metode Sakamoto juga digemari. Herjaya JJ, pemilik Sakamoto di Kemitraan Sangaji, Menteng, Tomang, dan Kelapa Gading, mengungkapkan, metode itu masuk ke Indonesia sekitar enam tahun lalu. Sakamoto membangun logika dan penyelesaian duduk kasus melalui soal dongeng dengan tiga langkah, yakni pertama, memahami soal dengan menyusun data dan mencari korelasi antardata. Kedua, menciptakan diagram guna memperjelas inti masalah. Ketiga, menulis persamaan dari diagram dalam bentuk angka-angka untuk memperoleh tanggapan soal.

Herjaya mengatakan, per tahun penerima bertambah sekitar 20 persen dan penerima di kursus miliknya sekitar 1.000 anak sekarang. Metode Sakamoto tersedia bagi anak sekolah dasar. Biaya kursus Rp 350.000 per bulan- Rp 375.000 per bulan.

Salah satu metode hasil pengembangan anak bangsa Indonesia ialah metode Jarimatika yang dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani. Metode ini memakai jari tangan guna memudahkan anak dalam penghitungan dasar penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian dengan prinsip berguru menyenangkan.

Septi mengatakan, Selasa [21/10], terdapat 7.550 penerima kursus di 90 outlet waralaba Jarimatika. ”Peserta kursus naik sekitar 30 persen awal tahun ini. Sasaran kami ialah para ibu. Setelah ibu sukses mendidik anaknya, gres membuka oulet untuk anak lain,” ujarnya.

Antusias
”Kebanyakan orangtua mengkursuskan anaknya untuk melengkapi pembelajaran di sekolah,” ujar Agus mengenai peminat Kumon. Hal senada diungkapkan Herjaya mengenai kursus Sakamoto.

Psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia, Lucia RM Royanto, berpendapat, kehadiran kursus mengisi tugas orangtua. Kemampuan dasar aritmatika menyerupai penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian bersama-sama sanggup dibimbing orangtua. Sepanjang rajin berlatih dan menyiapkan waktu.

Hal yang perlu diperhatikan ialah pemilihan kursus harus diadaptasi dengan kesulitan berguru dan minat anak, serta fokus atau pengutamaan materi kursus.

Di sisi lain, untuk anak yang mengalami gangguan konsentrasi belajar, kursus boleh jadi tidak memecahkan duduk kasus dan jawabannya. Sebaiknya, dilihat dulu kebutuhan anak untuk menentukan kursus yang tepat. [kompas.com]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;
ursus matematika yang menyampaikan banyak sekali metode alternatif diminati masyarakat Matematika Alternatif Semakin Diminati


Sumber http://www.defantri.com

Kamis, 03 Januari 2019

Matematika Di Sekolah Terbatas

 Pembelajaran Matematika di sekolah sangat terbatas sehingga kebutuhan anak terhadap Matem Matematika di Sekolah Terbatas
Keberadaan Kursus Sangat Membantu Siswa. Pembelajaran Matematika di sekolah sangat terbatas sehingga kebutuhan anak terhadap Matematika belum seluruhnya terpenuhi. Keberadaan kursus-kursus Matematika ibarat Kumon, Sakamoto, Jarimatika, dan yang lainnya menjadi sarana yang membantu anak belajar.

Seperti diwartakan sebelumnya, semakin banyak berdiri forum kursus yang sebagian merupakan waralaba dari negara lain. Lembaga kursus tersebut memperlihatkan banyak sekali metode pembelajaran Matematika alternatif, ibarat Sakamoto, Kumon, Jarimatika, dan lain-lain.

Ketua Asosiasi Guru Matematika Indonesia, Firman, mengatakan, referensi pembelajaran Matematika di sekolah diakui masih kurang menyenangkan bagi anak. Hal itu dikarenakan pembelajaran Matematika di sekolah seolah- olah direduksi hanya kasus hitung-menghitung.

”Banyak anak yang mengartikan berguru Matematika itu menghafal rumus dan menghitungnya, kemudian selesai. Aktivitas yang bersifat mekanistik tersebut membosankan anak. Padahal, berguru Matematika ialah bagaimana anak dengan informasi yang ia bangkit bisa menuntaskan permasalahan,” ujarnya.

Prinsipnya yaitu pembangunan referensi pikir anak dalam memecahkan masalah.

Hanya saja, dengan adanya sistem penilaian yang dibangun pemerintah sekarang, mulai dari ulangan umun, ujian nasional [UN], dan seleksi masuk akademi tinggi negeri semuanya kemudian mengarah ke referensi mekanistis. Guru juga sibuk mempersiapkan murid semoga siap menghadapi banyak sekali ujian tersebut dengan drilling berlatih menjawab soal dengan benar dan cepat.

Abdul Hakim Gani, guru Matematika SMAN 17 Jakarta dan pengajar di sejumlah sekolah swasta, menyampaikan hal senada.

Belajar Kreatif

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan [KTSP] sebenarnya menyampaikan kesempatan kepada pembelajaran kreatif. ”Kesulitannya ialah adanya tuntutan banyak sekali ujian, sehingga larinya malah ke arah keterampilan. Tuntutan kurikulum malah sulit dipenuhi,” ujarnya.

KTSP yang disusun oleh guru sendiri sebenarnya memperlihatkan konsep semoga anak berkembang berdasarkan tingkat kemampuannya sendiri sehingga dimungkinkan percepatan atau remedial. Terutama remedial yang sangat penting dalam pembelajaran Matematika.

Dia berpendapat, jikalau anak berguru pada level pengetahuannya, anak tidak akan terlalu takut terhadap Matematika. ”Kalau anak berguru tidak sesuai dengan levelnya, anak ketakutan dan terjadi penumpukan materi yang tidak dikuasai,” katanya.

Sumarsono, guru SMPN 89 Jakarta Barat, berpendapat, berguru Matematika seharusnya diawali dengan proteksi motivasi. Guru, terutama, harus sanggup menggambarkan kepada anak didiknya manfaat berguru Matematika dalam kehidupan.

”Saya selalu menekankan kepada para murid, sadar atau tidak, mereka membutuhkan pelajaran tersebut,” ujarnya. Belajar Matematika juga dimulai dengan hal yang gampang dan beranjak ke materi lebih sulit.

Keberadaan kursus

Firman berpendapat, masih perlu diteliti lagi apakah keikutsertaan anak di forum kursus yang menyajikan metode Matematika alternatif tersebut besar lengan berkuasa kepada prestasi di bidang Matematika.

”Tetapi, berdasarkan pengalaman saya mengajar selama ini di sekolah menengah atas, biasanya anak yang kursus memiliki keterampilan berhitung sangat baik. Mereka lebih gampang melihat pola-pola dalam berguru Matematika,” ujarnya.

Kelebihan lain dari kemampuan menghitung cepat itu yaitu anak cenderung bermotivasi dan bersemangat berguru Matematika. ”Itu alasannya yaitu mereka bisa menuntaskan soal sulit dalam waktu cepat sehingga muncul rasa percaya diri,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Abdul Gani. ”Biasanya, terlihat perbedaan pada kemampuan awalnya atau entry behavior. Anak yang kursus Matematika sangat menguasai materi aritmatika,” ujar Abdul Gani.

Sumarsono berpendapat, metode berguru Matematika berbeda di sekolah pada umumnya dan di kawasan kursus. Di kawasan kursus, rasio tutor dan penerima lebih sedikit.

”Relasi serta komunikasi antara tutor dan penerima kursus lebih informal. Lingkungan dan metode berguru juga lebih bervariasi,” ujarnya.

Ini mungkin jadi materi pertimbangan kepada semua yang berurusan dengan matematika, baik itu guru, kepala sekolah, orang tua, kurikulum dan yang lainnya. [kompas.com]

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;
 Pembelajaran Matematika di sekolah sangat terbatas sehingga kebutuhan anak terhadap Matem Matematika di Sekolah Terbatas


Sumber http://www.defantri.com

Matematika Alternatif Dapat Diadopsi

 Pembelajaran Matematika di sekolah memungkinkan untuk digabung dengan metode pembelajaran Matematika Alternatif Bisa DiadopsiPenerapan Tergantung Sekolah. Pembelajaran Matematika di sekolah memungkinkan untuk digabung dengan metode pembelajaran alternatif yang banyak ditawarkan oleh banyak sekali forum kursus. Sekolah yang mengadopsi sistem itu tidak salah, bahkan dapat dikatakan baik kalau sesuai dengan kebutuhan anak didik.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Agung Purwadi, Kamis (23/10).

Seperti diwartakan sebelumnya, banyak sekali kursus Matematika, menyerupai Kumon, Sakamoto, dan Jarimatika, menjamur dan banyak peminatnya. Lembaga-lembaga kursus tersebut menyampaikan banyak sekali model pembelajaran alternatif Matematika.

”Metode yang diajarkan oleh kursus-kursus tersebut tidak bertentangan dan boleh saja model yang baik diadopsi oleh sekolah untuk melengkapi proses pembelajaran mereka,” ujar Agung.

Terlebih lagi, pemerintah telah mendesentralisasikan pembelajaran ke satuan pendidikan atau sekolah dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Depdiknas hanya mengatur kompetensi standar.

”Bagaimana menyampaikan ”isi” semoga murid mengerti itu, sepenuhnya diserahkan kepada guru dan sekolah,” katanya.

Tidak terbiasa

Hanya saja, permasalahannya, guru belum terbiasa dan terlatih merancang silabus pembelajarannya sendiri. Termasuk mengombinasikannya dengan model-model pembelajaran kreatif lainnya.

Kendala lainnya, terkadang model pembelajaran kreatif saat diterapkan dan dimassalkan di sekolah malah sulit berjalan. Hal itu sebab tidak adanya sumbangan dan apresiasi dari lingkungan kerja guru.

Dia mencontohkan, konsep Cara Belajar Siswa Aktif atau CBSA yang diperkenalkan sekitar tahun 1980-an. Setelah simpulan training dan proyeknya, model tersebut sulit berjalan karena kurangnya apresiasi dari sekolah dan pemerintah daerah. Ada pula beberapa proyek pembelajaran Matematika yang menyenangkan telah dilaksanakan dan bernasib serupa. ”Imbalan yang diterima para guru sesudah proyek tidak sama lagi. Itu tidak selalu berarti imbalan uang,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah ulet menggerakkan Kelompok Kerja Guru di jenjang SD serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas guna menjalankan fungsi ”pelatihan sebaya”.

Ketua Asosiasi Guru Matematika Indonesia, Firman Syah Noor, sebelumnya menyampaikan melihat ada beberapa sistem manis yang dikembangkan oleh forum kursus karena mengarah ke pembentukan logika dan berpikir tingkat tinggi, menyerupai analisis dan sintesa. Soal penerapannya di sekolah formal tergantung kepada kebutuhan sekolah dan murid.

Ada baiknya itu guru-guru diberi kepelatihan wacana matematika alternatif, sama halnya dengan dokter-dokter berguru wacana pengobatan alternatif. (kompas.com)

Video pilihan khusus untuk Anda 😊 Masih menganggap matematika hanya hitung-hitungan semata, mari kita lihat kreativitas siswa ini;
 Pembelajaran Matematika di sekolah memungkinkan untuk digabung dengan metode pembelajaran Matematika Alternatif Bisa Diadopsi


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 18 Desember 2018

Catatan Najwa Perihal Keinginan Dan Pekerjaan

nilah zaman dimana saya tidak mendidik anak Catatan Najwa Tentang Cita-cita dan PekerjaanInilah zaman dimana saya tidak mendidik belum dewasa saya untuk menjadi ibarat iktikad orang renta dulu.

Adik-adik arif balig cukup akal sekalian, jikalau kalian masih bercita-cita jadi PNS, semoga besok-besok hidup terjamin hingga tua, maka itu harapan generasi usang sekali, orang renta kita dulu, Sekolah Menengan Atas angkatan 70-80 mungkin masih begitu.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, semoga honor bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, Sekolah Menengan Atas angkatan 90-an, itu cita-citanya.

Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, semoga dapat kiprah di luar negeri, derma dollar, itu juga harapan kakak-kakak kita dulu, yang Sekolah Menengan Atas angkatan 2000-an.

Kalian yaitu generasi berbeda. Kalian yaitu yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita ibarat itu lagi. Kalian yaitu warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia.

Apa harapan kalian?

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan-pekerjaan yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film ibarat Iron Man, Avengers, Minion, maka besok-besok giliran film kalian yang ditonton orang.

Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian menggunakan baju, pakaian buatan orang lain, besok-besok giliran orang lain yg pakai baju kalian.

Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok-besok giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.

Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan animo yg kita buat. Maka bila ketika itu tiba, kita dapat benar-benar bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda.

Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh-sungguh, tahan banting, kita dapat menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jikalau masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian.

Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian dapat lebih berwarna. Kalian dapat jadi apa saja.

Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel memilih jam kerja sendiri.

Yakinlah, besok lusa, karya kalian akan menaklukkan kota-kota jauh, bahkan negara-negara jauh. Besok lusa, profesi kalian akan mempunyai reputasi hingga pulau-pulau seberang, benua-benua luar.

Kalian bukan lagi generasi yang bahkan naik pesawat saja mahal dan susah. Atau mau berkirim kabar harus menggunakan telegram dan pager. Sambutlah masa depan kalian yang gemilang.

Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi-profesi penuh passion dan suka-cita. Itulah panggilan generasi kalian. Dan ketika kalian dapat menggapainya, kalian dapat berteriak sekencang mungkin: Merdeka! Karena hidup kalian sungguh sudah merdeka.

Mulailah dari sekarang, remaja. Cari hobi dan kegiatan bermanfaat. Tekuni. Besok-besok kalian menjadi master di bidang tersebut.

Maka kita tidak lagi bicara perihal besok pagi-pagi berangkat kerja, sore-sore pulang nanti macet, aduh, besok sudah Senin lagi, melainkan bicara: besok saya akan menginspirasi siapa, nanti sore saya akan mengubah apa, dan besok Senin saya akan meluncurkan karya apa lagi. [Najwa Shihab]

Video pilihan khusus untuk Anda 😏 Apa yang kita lakukan hari ini yaitu Membangun Masa Depan;
nilah zaman dimana saya tidak mendidik anak Catatan Najwa Tentang Cita-cita dan Pekerjaan


Sumber http://www.defantri.com

Rabu, 12 Desember 2018

Sma Kebijaksanaan Murni 1 Medan


SMA Budi Murni 1 Medan. Perkembangan zaman sangat cepat bahkan terkadang diluar asumsi kita, apabila hal ini tidak diikuti oleh sekolah yang ada sekarang😔, mungkin sekolah nanti akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Masyarakat akan lebih menentukan Home Schooling meskipun akan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Tetapi demi masa depan belum dewasa biasanya orang renta rela mengeluarkan biaya tinggi, (*katanya demi masa depan anak-anak).

Tetapi masyarakat meninggalkan sekolah formal bukanlah sesuatu yang kita harapkan😢, tentunya kita mengharapkan sekolah sanggup mengerti kebutuhan belum dewasa dimasa yang akan datang. Salah satu sekolah yang mengerti akan kebutuhan belum dewasa zaman now dan termasuk sekolah favorit di kota Medan apalagi di Provinsi Sumatera Utara, SMA BUDI MURNI 1 MEDAN, yang beralamat di JL. Timor N.34 MEDAN, Telp. 061-4535689 sanggup menjadi pilihan untuk menjadi sekolah melanjutkan Sekolah Menengan Atas di Kota Medan.

Visi Sekolah

Pembentukan (Formating/Building) Manusia Cerdas, Dewasa dan Berkarakter.

Misi Sekolah

  • Melanjutkan pendidikan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah
  • Membantu akseptor didik untuk mempunyai kecerdasan intelektual sehingga mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagi perilaku ilmiah dan mempunyai keterampilan dasar untuk hidup.
  • Menanamkan nilai-nilai dasar kemanusian ibarat Cinta Kasih, Persaudaraan, Pengorbanan, Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
  • Memberikan kemampuan dan keterampilan untuk sanggup memasuki perguruan tinggi.

Sekolah Menengan Atas Budi Murni 1 Medan ini disebut siswa-siswanya dengan julukan "SMA BOEMSA". Kenapa SMA BOEMSA ini termasuk sekolah favorit yang ada di Sumatera Utara? ada beberapa alasan kenapa sekolah ini saya katakan sekolah favorit.

SMA BOEMSA mempunyai lokasi yang sangat strategis, terletak di sentra kota (dekat Hotel Grand Angkasa dan Unversitas HKBP Nommensen). Meskipun terletak di sentra kota, tetapi tidak terdengar kebisingan mobil-mobil di lingkungan sekolah.
 Perkembangan zaman sangat cepat bahkan terkadang diluar asumsi kita Sekolah Menengan Atas Budi Murni 1 Medan
Selain lokasi yang sangat strategis sekolah ini mempunyai akomodasi yang lengkap untuk berbagi kemampuan atau talenta belum dewasa akseptor didik. Fasilitas yang mendukung proses pembelajaran berlangsung dengan baik sangat banyak, mulai dari ruang kelas Full AC yang dilengkapi dengan projektor.

Fasilitas yang mendukung dalam berbagi kemampuan anak didik dalam bidang pengetahuan antara lain;
  • CCTV dan Wifi
  • Laboratorium FIsika
  • Laboratorium Kimia
  • Laboratorium Biologi
  • Laboratorium Komputer
  • Perpustakaan Ruang Baca
  • Ujian Sistem Komputerisasi
Selain fasilitas-fasilitas diatas, SMA BOEMSA ini juga mempunyai akomodasi untuk mendukung perkembangan talenta atau kemampuan anak diluar kemampuan akademik, diantaranya:
 Perkembangan zaman sangat cepat bahkan terkadang diluar asumsi kita Sekolah Menengan Atas Budi Murni 1 Medan
  • Aula [Gedung Serba Guna]
  • Studyo Musik [Tradisional dan Band]
  • Panggung Kreasi/ Gazebo
  • Lapangan Sepakbola
  • Lapangan Futsal
  • Lapangan Bola voli
  • Lapangan Badminton
  • Lapangan Lompat jauh
  • Tenis Meja
  • Kantin Sekolah
  • Unit Kesehatan Sekolah

Untuk pemanfaatan akomodasi yang ada di sekolah tentunya sekolah mendukung siswa dengan aneka macam kegiatan ekstra kurikuler alasannya ialah percuma saja akomodasi yang ada jikalau tidak didukung oleh program-program kegiatan yang beragam, diantaranya;
  • Paduan Suara
  • Basket
  • Bola Voli
  • Sepak Bola
  • Futsal
  • Modern Dance
  • Traditional Dance
  • Ketrampilan
  • Marching Band
  • Msik/Band
  • Teater
  • Paskibra
  • English Club
  • Economic Club
  • Sains Club [Praktikum]
  • Mathematic Club
  • Wall Magazine
 Perkembangan zaman sangat cepat bahkan terkadang diluar asumsi kita Sekolah Menengan Atas Budi Murni 1 Medan
Kegiatan Ekstra Kurikuler juga didukung oleh aktivitas kegiatan sekolah yang sudah dilakukan setiap tahunnya, seperti;
  • Konser Paduan Suara
  • Go Green
  • Farewell Party
  • Psikotes Penjurusan
  • Drama Competition
  • Makrab
  • Study Tour
  • Prom Night
  • Seminar
  • Retreat, LeaderShip, dan Outbond
Untuk prestasi siswa tidak usah diragukan lagi, saya tidak bisa menuliskannya satu persatu disini. Silahkan cek eksklusif ke lokasi untuk gosip lebih lengkap [JL. Timor No.34 MEDAN, Telp. 061-4535689] atau bisa Contact person: 0813 6146 4197 - 0813 7046 6922.

Saran, kritik atau masukan yang sifatnya membangun terkait SMA Budi Murni 1 Medan sangat diharapkan😊CMIIW

Jangan Lupa Untuk Berbagi 🙏Share is Caring 👀 dan JADIKAN HARI INI LUAR BIASA! - WITH GOD ALL THINGS ARE POSSIBLE😊

Apa yang kita lakukan hari ini ialah Membangun Masa Depan;
 Perkembangan zaman sangat cepat bahkan terkadang diluar asumsi kita Sekolah Menengan Atas Budi Murni 1 Medan


Sumber http://www.defantri.com

Selasa, 04 Desember 2018

Sma Negeri 2 Lintongnihuta

 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 LintongnihutaSaat ini, Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan, sebab semenjak awal planning didirikannya sekolah ini yaitu sekolah yang diproyeksikan menjadi Sekolah Menengan Atas Unggulan di lingkungan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Untuk mendukung planning pemerintah kawasan menyebabkan SMAN 2 Lintongnihuta menjadi Sekolah Menengan Atas Unggulan di lingkungan pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan menyebabkan sekolah ini menjadi sekolah yang mempunyai nilai lebih dari sekolah-sekolah yang sudah ada di lingkungan kabupaten Humbang Hasundutaan maka langkah-langkah awal yang dilakukan pemerintah kawasan Kabupaten Humbang Hasundutan adalah:
  • Pemerintah Pusat melalui Pemda Kabupaten Humbang Hasundutan mendukung penuh berdirinya sekolah ini, dan diproyeksikan menjadi Sekolah Menengan Atas Unggulan.
  • Siswa-siswi diseleksi melalui beberapa tahapan seleksi oleh pihak yang berkompeten dibidangnya yaitu Universitas Negeri Medan (UNIMED)
  • Guru-guru yang akan mengajar juga melalui tahapan seleksi yaitu akademik, psikologi dan mikro teaching. Para guru juga diseleksi oleh pihak yang berkompeten dibidangnya yaitu dari Univeristas Negeri Medan (UNIMED)
  • Konsep sekolah yang diterapkan yaitu Boarding School. Peserta didik diberikan akomodasi asrama dan semua siswa SMAN 2 Lintongnihuta tinggal di asrama sekolah. Konsep ini digunakan semoga acara siswa setiap harinya sanggup terkoordinir dengan baik mulai dari berdiri pagi hingga tidur malam.
Dengan melihat langkah-langkah awal Pemda Kabupaten Humbang Hasundutan diatas melalui Bapak Bupati Drs. Maddin Sihombing, M.Si dan Ibu Anny Rosma Napitupulu, BA beserta jajarannya apa yang direncanakan yaitu SMAN 2 Lintongnihuta sekolah yang diproyeksikan menjadi sekolah unggulan sanggup tercapai.

Beberapa acara siswa yang sanggup didokumentasikan;

Siswa sedang Olahraga Pagi
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Siswa sedang makan pagi
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Siswa berangkat sekolah bersama
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Proses berguru di kelas
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Pengembangan Diri
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Belajar Malam
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta

Pengukuhan Siswa SMAN 2 Lintongnihuta Angkatan I

Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada sekolah ini juga eksklusif disampaikan oleh Bapak Gubernur H. Gatot Pujo Nugroho, A.Md., S.T., M.Si pada program legalisasi Angkatan I siswa-siswi Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta.
Acara legalisasi dilaksanakan:
Hari/ tanggal: Senin, tanggal 19 Nopember 2012
Tempat: Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Waktu: Pukul 09.00 - selesai
Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Humbang Hasundutan beserta rombongan
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Bapak Gubernur memberikan bahwa siswa-siswi SMAN 2 Lintongnihuta besok harus berani berkata: "Inilah saya sebab prestasiku" dan pada hingga pada waktunya pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menagih apa yang sudah diberikan pemerintah kepada siswa SMAN 2 Lintongnihuta melalui prestasi dan karya yang sudah tercipta .
Siswa SMAN 2 Lintongnihuta Angkatan I
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta
Pada program legalisasi angkatan I, juga dihadiri eksklusif oleh Bapak Bupati Drs. Maddin Sihombing, M.Si dan Ibu Anny Rosma Napitupulu, BA beserta jajarannya. Pesan bapak bupati "Belajar keras, Bekerja keras dan Berdoa terus". Bapak Bupati berharap siswa-siswi menerapkan motto Humbang Hasundutan tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Siswa SMAN 2 Lintongnihuta Angkatan I
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta

TERIMA KASIH hanyalah sebuah kata yang sanggup dikala ini disampaikan kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, terkhusus kepada Pemda Kabupaten Humbang Hasundutan. Semoga harapan-harapan yang disampaikan terhadap SMA Negeri 2 Lintongnihuta sanggup tercapai.

Bravo Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta

Video pilihan khusus untuk Anda 💗 Mari kita dengar belum dewasa SMAN 2 Lintongnihuta berkreasi lewat suara-suara keren mereka;
 Lintongnihuta ini menjadi sentra perhatian masyarakat Humbang Hasundutan Sekolah Menengan Atas Negeri 2 Lintongnihuta


Sumber http://www.defantri.com

Jika Para Guru Tetap Mengeluhkan Honor Yang Diberikan Dari Pemerintah

Jika Para Guru Tetap Mengeluhkan Gaji yang Diberikan dari Pemerintah Jika Para Guru Tetap Mengeluhkan Gaji yang Diberikan dari PemerintahJudul orisinil dari tulusan ini yaitu "Basuki Marah Ketika Berkunjung ke Sekolah MH Thamrin" yang aku baca di facebook.com/korankita.

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Sekolah MH Thamrin di Jalan Bambu Apus I, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu [14/11/2012].

Dalam kesempatan itu, Basuki dengan nada tinggi menginginkan anak kurang bisa dan mempunyai kecerdasan, harus mendapat pendidikan berkualitas. "Sekolah ini kan unggulan. Katanya masih melaksanakan pungutan, padahal seharusnya enggak boleh. Intinya, aku juga enggak suka. Saya ancam Saudara, aku [Wagub DKI] yang atur," tegas Ahok di ruang meeting Sekolah Unggulan MH Thamrin, Jalan Bambu Wulung, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Basuki yang didampingi Kepala Dinas DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto dan wakilnya, Agus Suradika mengatakan, siswa tidak bisa namun mempunyai kecerdasan tinggi, sanggup masuk ke sekolah unggulan tersebut.

Sekitar 40 guru dan Kepala SD dan SMAN Unggulan MH Thamrin pun terdiam, ketika Basuki sedang berbicara dengan nada keras dan tegas. Dalam sidak ini, murid-murid tetap mencar ilmu ibarat biasa.

Basuki juga menuturkan, jikalau para guru tetap mengeluhkan honor yang diberikan dari pemerintah, maka ia harus mengundurkan diri dari sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah.

"Saya sudah tegas, kalau guru-guru di DKI merasa hebat, kerja di swasta saja. Banyak guru-guru di sekitar DKI mau masuk ke DKI," ucapnya [tribunnews/14/11/12]

Saya sengaja memposting ini alasannya yaitu aku sangat suka perkataan Wakil Gubernur DKI untuk para PNS
Jika para guru tetap mengeluhkan honor yang diberikan dari pemerintah, maka ia harus mengundurkan diri dari sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah.
dan
"kalau guru-guru di DKI merasa hebat, kerja di swasta saja."

Kata-kata Wakil Gubernur DKI itu bukan hanya untuk PNS di DKI saja, tetapi bagi kita semua PNS dan terkhusus yang bekerja sebagai seorang guru. Mari berusaha bekerja dengan optimal dan menyayangi pekerjaan kita.

I Love My Job

Pesan Bapak Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sangat menginspirasi untuk para guru;
Jika Para Guru Tetap Mengeluhkan Gaji yang Diberikan dari Pemerintah Jika Para Guru Tetap Mengeluhkan Gaji yang Diberikan dari Pemerintah


Sumber http://www.defantri.com