Tampilkan postingan dengan label FISIKA TOKOH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FISIKA TOKOH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

Wilhelm Conrad Röntgen - Fisikawan Penemu Sinar X

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


Biografi Wilhelm Conrad Röntgen - Wilhelm Conrad Röntgen lahir pada tanggal 27 Maret 1845 dan meninggal pada 10 Februari 1923 ialah fisikawan Jerman yang merupakan peserta pertama Penghargaan Nobel dalam Fisika, pada tahun 1901, untuk penemuannya pada sinar-X, yang menandai dimulainya zaman fisika modern dan merevolusi kedokteran diagnostik. Dia peroleh gelar doktor tahun 1869 dari Universitas Zurich. Selama sembilan belas tahun sehabis itu, Rontgen bekerja di pelbagai Universitas, dan lambat laun peroleh reputasi seorang ilmuwan yang jempol. Tahun 1888 ia diangkat jadi mahaguru bidang fisika dan Direktur Lembaga Fisika Universitas Wurburg. Di situlah, tahun 1895, Rontgen menciptakan inovasi yang menciptakan namanya kesohor. 

Rontgen mencar ilmu di ETH Zurich dan kemudian guru besar fisika di Universitas Strasbourg (1876-79), Giessen (1879-88), Wurzburg (1888-1900), dan Munich (1900-20). Penelitiannya juga termasuk karya pada elastisitas, gerak pipa rambut pada fluida, panas gas tertentu, konduksi panas pada kristal, perembesan panas oleh gas, dan piezoelektrisitas. 

Tanggal 8 Nopember 1895 Rontgen menciptakan percobaan dengan "sinar cathode." Sinar cathode terdiri dari arus electron. Arus diprodusir dengan memakai voltase tinggi antara elektrode yang ditempatkan pada masing-masing ujung tabung gelas yang udaranya hampir dikosongkan seluruhnya. Sinar cathode sendiri tidak khusus merembes dan sudah distop oleh beberapa sentimeter udara. Pada insiden ini Rontgen sudah sepenuhnya menutup ia punya tabung sinar cathode dengan kertas hitam tebal, sehingga biarpun sinar listrik dinyalakan, tak ada cahaya yang sanggup terlihat dari tabung. Tetapi, tatkala Rontgen menyalakan arus listrik di dalam tabung sinar cathode, ia terperanjat melihat bahwa cahaya mulai memijar pada layar yang terletak bersahabat dingklik menyerupai distimulir oleh sinar lampu. Dia padamkan tabung dan layar (yang terbungkus oleh barium platino cyanide) cahaya berhenti memijar. 

Karena tabung sinar cathode sepenuhnya tertutup, Rontgen segera sadar bahwa sesuatu bentuk radiasi yang tak kelihatan mesti tiba dari tabung ketika cahaya listrik dinyalakan. Karena ini merupakan hal yang misterius, ia sebut radiasi yang tampak itu "sinar X." Adapun "X" merupakan lambang matematik biasa untuk sesuatu yang tidak diketahui. 

Tergiur oleh penemuannya yang kebetulan itu, Rontgen menyisihkan penyelidikan-penyelidikan lain dan pusatkan perhatian terhadap penelaahan hal-ihwal yang terkandung dalam "sinar X." Sesudah beberapa ahad kerja keras, ia menemukan bukti-bukti lain menyerupai ini: (1) sinar X sanggup membikin sinar pelbagai benda kimia selain "barium platinocyanide." (2) sinar X sanggup menerobos melalui pelbagai benda yang tak tembus oleh cahaya biasa. Khusus Rontgen menemukan bahwa sinar X sanggup menembus pribadi dagingnya tetapi berhenti pada tulangnya. Dengan jalan meletakkan tangannya antara tabung sinar cathode dan layar yang bersinar, Rontgen sanggup melihat di layar bayangan dari tulang tangannya. (3) sinar X berjalan berdasarkan garis lurus, tidak menyerupai partikel bermuatan listrik, sinar X tidak terbelokkan oleh bidang magnit. 

Sinar X memberi pinjaman besar dan kemajuan dunia kedokteran
Bulan Desember 1895 Rontgen menulis kertas kerja pertamanya mengenai sinar X. Laporannya dalam waktu singkat menggugah perhatian dan kegemparan. Dalam tempo beberapa bulan, beratus ilmuwan melaksanakan penyelidikan sinar X, dan dalam tempo setahun sekitar 1000 kertas kerja diterbitkan perihal dilema itu! Salah seorang ilmuwan yang penyelidikannya pribadi bersandar dari hasil inovasi Rontgen ialah Antoine Henri Becquerel. Orang ini, meskipun maksud utamanya menilik sinar X, justru menemukan fenomena penting perihal radioaktivitas. 

Secara umum, sinar X bekerja bilamana enerji tinggi elektron mengenai sasaran. Sinar X itu sendiri tidak mengandung elektron, tetapi gelombang elektron magnetik. Oleh alasannya ialah itu intinya ia serupa dengan radiasi yang sanggup terlihat mata (yaitu gelombang cahaya), kecuali panjang gelombang sinar X jauh lebih pendek.
Penggunaan sinar X yang paling dikenal --tentu saja-- di bidang pengobatan dan diagnosa gigi. Penggunaan lain ialah di bidang radioterapi, di mana sinar X dipakai untuk menghancurkan tumor ganas atau mencegah pertumbuhannya. 

Sinar X juga banyak dipakai di banyak sekali keperluan industri. Misalnya, sanggup dipakai buat ukur tebal sesuatu benda atau mencari kerusakan yang tersembunyi. Sinar X juga berfaedah di banyak bidang penyelidikan ilmiah, mulai dari biologi sampai astronomi. Khususnya, sinar X menyuguhkan para ilmuwan sejumlah besar gosip yang berkaitan dengan atom dan struktur molekul. 

Kendati begitu, orang janganlah berlebih-lebihan menilai arti penting Rontgen. Memang benar, penggunaan sinar X membawa banyak manfaat, tetapi orang tidak sanggup berkata ia telah merombak keseluruhan teknologi kita, menyerupai halnya inovasi Faraday atas pembuktian elektronik magnetik. Begitu pula orang tidak sanggup bilang inovasi sinar X benar-benar merupakan arti penting yang fundamental dalam teori ilmu pengetahuan. Sinar ultraviolet (yang panjang gelombangnya lebih pendek ketimbang cahaya yang tampak oleh mata) telah diketahui orang hampir seabad sebelumnya. Adanya sinar X --yang punya persamaan dengan gelombang ultraviolet, kecuali panjang gelombangnya masih lebih pendek-- masih berada dalam kerangka fisika klasik. Di atas segala-galanya, aku pikir layak menempatkan arti penting Rontgen di bawah Becquerel yang penemuannya lebih punya makna penting yang mendasar. 

Pada 1895, ketika mengadakan percobaan dengan ajaran arus listrik dan tabung gelas yang dikosongkan sebagian (tabung sinar katode), Rontgen mengamati bahwa potongan barium platinosianida yang berdekatan melepaskan sinar ketika tabung itu dioperasikan. Ia merumuskan teori bahwa ketika sinar katode (elektron) menembus dinding gelas tabung, beberapa radiasi yang tak diketahui terbentuk yang melintasi ruangan, menembus materi kimia, dan menyebabkan fluoresensi. Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kertas, kayu, dan aluminum, di antara materi lain, transparan pada bentuk gres radiasi ini. Ia menemukan bahwa itu memengaruhi plat fotografi, dan semenjak tidak secara positif menawarkan beberapa sifat cahaya, menyerupai refleksi atau refraksi, secara salah ia berpikir bahwa sinar itu tak berafiliasi pada cahaya. Dalam pandangan pada sifat tak niscaya itu, ia menyebut fenomena radiasi X, walau juga dikenal sebagai radiasi Rontgen. Ia mengambil fotografi sinar-X pertama, dari bab dalam obyek logam dan tulang tangan istrinya. 

Rontgen tak punya anak, alasannya ialah itu ia dan istrinya mengangkat anak seorang gadis. Tahun 1901 Rontgen mendapatkan Hadiah Nobel untuk bidang fisika, yang untuk pertama kalinya diberikan untuk bidang itu. Dia tutup usia di Munich, Jerman tahun 1923.

Sumber http://fisika-indonesia.blogspot.com

Werner Heisenberg - Hebat Teori Sub Atom Jerman

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


Kutipan populer dari tokoh yang satu ini ialah "Ilmu alam tidak dengan gampang menggambarkan dan menjelaskan alam, itu merupakan penggalan yang saling memengaruhi antara alam dan diri kita, menggambarkan alam sebagaimana yang ditunjukkan pada metode pertanyaan kita." Langsung saja berikut sekilas mengenai biografi Werner Heisenberg. 

Nama lengkapnya Werner Karl Heisenberg lahir di Würzburg, Jerman, 5 Desember 1901 dan meninggal di München, Jerman, 1 Februari 1976 pada usia 74 tahun ialah spesialis teori sub-atom dari Jerman, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932. Tahun-tahun sekolah lanjutan Werner Heisenberg terputus oleh Perang Dunia I, ketika ia terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu memungut hasil panen di negeri Bayern. Kembali ke München setelah perang, ia bersukarela menjadi pembawa pesan untuk angkatan sosialis demokrat yang bertempur dan mengusir pemerintahan komunis yang telah mengambil kontrol Bayern. Ia terlibat dalam kelompok perjaka yang mencoba membangun kembali masyarakat Jerman dari bubuk Perang Dunia I, termasuk "Pramuka Baru" yang mengharapkan kehidupan Jerman melalui pengalaman eksklusif kepada alam, puisi romantik, musik, dan pemikiran. 

Heisenberg merupakan salah satu penyumbang besar ilmu fisika pada kurun ke-20. Pada tahun 1920 ia memasuki Universitas München untuk berguru matematika. Namun guru besar matematika tak mengizinkannya pada seminar lanjutan, maka ia berhenti. Ia kemudian pindah ke fisika. Segera ia mengambil perhatian dalam fisika teoretis, dan segera bertemu banyak ilmuwan yang karyanya akan mendominasi dasawarsa-dasawarsa berikutnya, termasuk Niels Henrik David Bohr, Wolfgang Ernst Pauli, Max Born, dan Enrico Fermi. Satu dari perhatian utamanya ialah menyusun dilema dalam model atom Bohr-Rutherford. Ia gres saja mendapatkan Ph.D.-nya pada tahun 1923 — hampir gagal lantaran ia melalaikan karya laboratoriumnya. Penasihatnya berdebat atas namanya dan ia diberi gelar. Ia menjadi profesor di Universitas Gottingen pada usia 22. 

Karena menderita beberapa alergi musiman, ia meninggalkan Bayern ke pulau Heligoland. Di sana ia mempunyai waktu berpikir dan memecahkan dilema model atom. Ia merealisasikan pembatasan model visual dan mengusulkan bekerja keras dengan data eksperimental dan hasil matematika. Untuk melakukannya ia menerapkan sistem matematika pada fisika atom, disebut mekanika matriks. Inilah titik balik fisika. Banyak orang di bidang ini tak suka lantaran tak menyediakan model fisika untuk menghubungkannya. Erwin Schrodinger muncul dengan mekanika gelombang sekitar setahun kemudian. Ketidaknyamanan dengan sistem Heisenberg naik pada sisi mekanika gelombang. Pertentangan antarteori terpecahkan kembali ketika Schrödinger membuktikan bahwa semuanya identik. 

Di tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus gres di bidang fisika, suatu rumus yang teramat sangat radikal, jauh berbeda dalam pokok konsep dengan rumus klasik Newton. Teori rumus gres ini --sesudah mengalami beberapa perbaikan oleh orang-orang setelah Heisenberg-- sungguh-sungguh berhasil dan cemerlang. Rumus itu hingga kini bukan cuma diterima melainkan digunakan terhadap semua sistem fisika, tak peduli yang macam apa dan dari yang ukuran bagaimanapun. 

Dapat dibuktikan secara matematik, sepanjang pengamatan hanya dengan memakai sistem makroskopik melulu, asumsi kuantum mekanika berbeda dengan mekanika klasik dalam jumlah yang terlampau kecil untuk diukur. (Atas dasar alasan ini, mekanika klasik --yang secara matematik lebih sederhana daripada kuanturn mekanika-- masih sanggup digunakan untuk kebanyakan perhitungan ilmiah). Tetapi, bilamana berurusan dengan sistem dimensi atom, asumsi wacana kuantum mekanika berbeda besar dengan mekanika klasik. Percobaan-percobaan membuktikan bahwa asumsi mengenai kuantum mekanika ialah benar. 

Pada tahun 1926 Heisenberg mengikuti Bohr ke Institut Fisika Teori di Kopenhagen. Ini menjadi satu dari masa paling produktif dalam kehidupan Heisenberg. Pada tahun 1927 ia memikirkan sifat kuantum dasar pada elektron. Ia mewujudkan bahwa tindakan pengukuran sifat elektron dengan menembakkannya dengan sinar gamma akan mengubah sikap elektron. Ia menghubungkannya dalam persamaan memakai tetapan Planck. 

Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg ialah apa yang populer --dengan rumus "prinsip ketidakpastian" yang dirumuskannya sendiri di tahun itu. Prinsip itu umumnya dianggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa yang diterapkan lewat penggunaan "prinsip ketidakpastian" ini ialah mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah. Akibat serta efek dari sistem ini sangat dahsyat. Apabila aturan dasar fisika menghambat seorang ilmuwan --bahkan dalam keadaan yang ideal sekalipun-- mendapatkan pengetahuan yang cermat dari suatu penyelidikan, ini disebabkan lantaran sifat-sifat masa depan dari sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan. Menurut "prinsip ketidakpastian," tak akan ada perbaikan pada peralatan ukur kita yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan, ini. Saat banyak orang mempertahankan gagasan ini, hasilnya diterima sebagai aturan dasar alam. Albert Einstein sendiri menyanggahnya dengan menyampaikan bahwa "Tuhan membuat alam ini tidak sedang bermain dadu". 

"Prinsip ketidakpastian" ini menjamin bahwa fisika, dalam keadaannya yang lumrah, tak sanggup membikin lebih dari sekedar dugaan-dugaan statistik. Seorang ilmuwan yang menilik radioaktivitas, misalnya, mungkin bisa menerka bahwa satu dari setriliun atom radium, dua juta akan mengeluarkan sinar gamma dalam waktu sehari sesudahnya. 

Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa menaksir apakah ada atom radium yang khusus yang akan berbuat begitu. Dalam banyak hal yang praktis, ini bukannya satu pembatasan yang ketat. Bilamana menyangkut jumlah besar, metoda statistik sering bisa menyuguhkan basis pijakan yang sanggup dipercaya untuk sesuatu langkah.
Tetapi, kalau menyangkut jumlah dari ukuran kecil, soalnya jadi lain. Di sini "prinsip ketidakpastian" memaksa kita menghindar dari gagasan sebab-akibat fisika yang ketat. Ini mengedepankan suatu perubahan yang amat fundamental dalam pokok filosofi ilmiah. Begitu mendasarnya sampai-sampai ilmuwan besar Einstein tak pernah mau terima prinsip ini. "Saya tidak percaya," suatu waktu Einstein berkata, "bahwa Tuhan main-main dengan kehancuran alam semesta." 

Tetapi, ini pada hakekatnya sebuah membuktikan bahwa ahli-ahli fisika yang paling modern merasa perlu menerimanya. Jelaslah sudah, dari sudut teori kuantum, dan pada tingkat lebih lanjut bahkan lebih besar dari "teori relativitas," telah merombak konsep dasar kita wacana dunia fisik. Tetapi, konsekuensi teori ini tidaklah semata bersifat filosofis. 

Diantara penggunaan praktisnya, sanggup dilihat pada peralatan modern menyerupai mikroskop elektron, laser dan transistor. Teori kuantum juga secara luas digunakan dalam bidang fisika nuklir dan tenaga atom. Ini membentuk dasar pengetahuan kita wacana bidang spectroscopy (alat memprodusir dan meneliti spektra cahaya), dan ini digunakan secara luas di sektor astronomi dan kimia. Dan juga dimanfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam dilema yang topiknya beraneka ragam menyerupai kualitas khusus cairan belium, dasar susunan intern binatang-binatang, daya penambahan kekuatan magnit, dan radio aktivitas. 

Meski bermasalah dengan pemerintahan Nazi, Heisenberg diperbolehkan menetap di Jerman bahkan loyal kepada Nazi. Setelah fisi Nuklir ditemukan di Jerman pada tahun 1939, Heisenberg masuk dalam jadwal tenaga nuklir dibawah pimpinan Profesor Walther Bothe. Program ini membuatkan satu dari senjata nuklir Jerman. Tugas Heisenberg ialah membuat reaksi fisi yang bertahan dan membuat reaktor pembiakan plutonium di Hechingen. Di lain kawasan Profesor Kurt Diebner dan Dr Paul Harteck, sejawatnya memimpin proyek bom atom tandingan. Mengerjakan pengayaan uranium dan bom atom berbasis uranium. 

Di sinilah kontroversial muncul. Heinsenberg dianggap salah menghitung massa kritikal uranium yang diperlukan sebuah bom atom. Kesalahan inilah yang dituding sebagai biang kegagalan proyek bom atom Jerman. Konon, ketika Heisenberg mendengar kabar pengeboman Hiroshima, ia menganggap hal itu sebagai strategi propaganda Sekutu saja. Sementara di Jepang, Akio Morata, pendiri Sony juga pernah memperhitungkan bom atom ini ketika bertugas di penelitian pengembangan persenjataan Angkatan Laut Jepang (Kaigun), Morita sendiri menyampaikan bahwa Jepang perlu 20 tahun untuk membuatnya. 

Heisenberg sendiri pernah membicarakan jadwal pembuatan bom atom dengan Niels Bohr. Namun pembicaraan mereka tidak pernah tuntas lantaran Bohr keburu lari ke Amerika Serikat setelah lolos dari tahanan polisi Jerman. Tanpa basa-basi, Amerika Serikat merekrutnya dalam Proyek Manhattan. Disini kemudian muncul spekulasi lainn yang menyampaikan bahwa Heisenberg sebetulnya tahu banyak wacana semua teori atom namun ia sengaja memperlambat dan menggagalkan proyek nuklir Jerman atas alasan moral. Diam-diam, menteri persenjataan Albert Speer sendiri mendukung langkahnya ini, yang kemudian berbuah friksi di badan Nazi. 

Di final perang, Heisenberg ditangkap Sekutu dan ditahan di Inggris selama 6 bulan. Ia dibebaskan dan kembali ke Jerman ketika ia mendirikan kembali Institut Kaiser Wilhelm untuk Fisika, namun menamainya kembali Institut Max Planck, untuk menghormati mitra dan koleganya. Heisenberg memberi kuliah di banyak sekali negara pasca Perang Dunia II termasuk di Inggris, Amerika Serikat dan Skotlandia, sebelum hasilnya pindah ke München untuk bekerja di Institut Max Planck untuk Fisika. Pada tahun 1955-1956 Heisenberg memberi kuliah Gifford di St. Andrews University dan menulis buku Physik und Philosophie

Pada tahun 1957, Heisenberg bersama Otto Hahn, Max Laue, Carl Friedrich von Weizsacker dan Max Born merumuskan dan menandatangani protes melawan pengerahan senjata nuklir oleh Angkatan Bersenjata Jerman dan di seluruh dunia. Rumusan ini dikenal sebagai Gottingen Declaration of the German Nuclear Physicist.
Ia memegang banyak kedudukan administratif di Jerman Barat dan mewakili negaranya pada pertempuran internasional. Ia beristirahat pada tahun 1970, dan meninggal pada tahun 1976 meninggalkan istri yang masih berusia 39 dan 7 anak. 

Pada bulan Februari 2002, dongeng wacana dirinya kembali mencuat setelah seseorang menemukan surat dari Niels Bohr yang tak terkirim. Surat inilah yang menjadi landasan jurnalis Robert Junk dalam tulisannya Brighter than a Thousand Suns untuk menggambarkan Heisenberg sebagai pahlawan. Ia dianggap sebagai jagoan dikarenakan telah berusaha menyesatkan proyek Jerman sendirian, atas alasan moral. 

Dari sudut arti penting kuantum mekanika, para pembaca mungkin heran apa lantaran Heisenberg tidak ditempatkan lebih tinggi dari nomornya sekarang. Tetapi perlu diingat, Heisenberg bukanlah satu-satunya ilmuwan penting yang berafiliasi dengan pengembangan kuantum mekanika. Sumbangan pikiran penting telah diberikan oleh beberapa pendahulu yang tenar menyerupai Max Planck, Albert Einstein, Niels Bohr, dan ilmuwan Perancis Louis Broglie. Sebaris suplemen masih bisa ditulis di sini menyerupai ilmuwan Austria Erwin Schrodinger, andal Inggris P.A.M. Dirac. Semua mereka ini turut memberi proteksi yang amat membantu bagi teori kuantum pada tahun-tahun tak usang setelah Heisenberg menerbitkan kertas kerjanya yang bermakna besar laksana sperma buat kesuburan ilmu pengetahuan. Namun begitu, saya pikir Heisenberg-lah tokoh yang paling utama dalam pengembangan mekanika kuantum ini dan atas dasar itulah beliau layak diberi kawasan urutan tinggi dalam buku ini. 

Sumber: fisik@net


Sumber http://fisika-indonesia.blogspot.com

Jumat, 10 Februari 2017

Niels Bohr Sang Ilmuwan Fisika

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


Niels Henrik David Bohr (1885-1962). Anak pertama pasangan Christian Bohr dan Ellen ini lahir pada tanggal 7 oktober 1885 di Kopenhagen. Niels dan Herald, adiknya dibesarkan di lingkungan yang menciptakan mereka bermetamorfosis jenius. Ayahnya, professor dalam bidang fisiologi dan ibunya yang berasal dari keluarga berpendidikan, sangat membantu Niels dalam membangkitkan minatnya dalam bidang fisika. Seiring dengan perjalanan waktu, abang beradik ini dikenal sebagai ilmuwan, Niels sebagai fisikawan dan adiknya matematikawan.
Ahli fisika berkebangsaan Denmark dan peraih Nobel Fisika ini mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Gammelhom pada tahun 1903. Pada tahun 1909 ia menerima gelar Master Fisika dan pada tahun 1911 ia meraih gelar doktor di Universitas Kopenhagen, kawasan ia menimba ilmu. Dosen yang membimbingnya di Universitas ini yakni Professor Christiansen, fisikawan ternama. 

Perjalanan karir Bohr dimulai dari almamaternya, ia menjadi dosen Fisika (1913-1914). Kemudian, tahun 1914 - 1916, ia mengajar di Universitas Victoria, di Manchester, dan pada tahun 1916 ia menerima gelar Professor Fisika Teoritis dari universitas ini. Pada tahun 1920 hingga final hayatnya, tahun 1962, ia menjadi Kepala Institut Fisika, yang gres saja dibuat oleh universitas untuknya. Di sini ia membuatkan teori kuantum mengikuti aturan klasik dan membuatkan fisika teoritis. Pada tahun 1939, Bohr menghadiri eksperimen reaksi fisi ilmuan Jerman Otto Hahn dan Fritz Strassmann. Bohr dipilih sebagai fisikawan pada konferensi saintis di Amerika Serikat untuk eksperimen tersebut. Ia mendemonstrasikan unsur Uranium-235 sebagai isotop yang mengalami reaksi fisi nuklir. 

Selama pendudukan Nazi di Jerman dalam Perang Dunia II, untuk menyelamatkan hidupnya dan keluarganya, Bohr melarikan diri ke Swedia. Kemudian ia hijrah ke Inggris dan Amerika Serikat, kawasan ia terlibat dalam pengembangan proyek energi atom. Ia lalu bekerja Laboratorium Sains di Los Alamos, New meksiko hingga bom atom pertama diledakkan tahun 1945. Sebenarnya ia tidak menyukai proyek raksasa pengeboman ini. Ia berharap dunia Internasional sanggup mengendalikannya. Pada tahun-tahun selanjutnya, ia mencurahkan pemikirannya dalam penerapan tenang fisika atom dan untuk masalah-masalah politik yang timbul dari perkembangan senjata atom. 

Teori Bohr perihal struktur atom telah mengantarkannya memperoleh Nobel bidang fisika pada tahun 1922, dan tulisannya pernah diterbitkan pada tahun 1913 dan 1915. Teori Bohr dilandasi teori Ernest Rutherford dan Max Planck. Bohr mengemukakan bahwa atom terlihat menyerupai inti yang dikelilingi oleh banyak elektron. Ia juga menjelaskan bahwa atom memancarkan radiasi elektromagnetik dikala elektron melompat dari satu lintasan kuantum ke lintasan lainnya. Model atom Bohr dipakai dalam teori kuantum dan tetapan konstanta Planck. Model ini menunjukkan bantuan yang besar dalam perkembangan teori fisika atom selanjutnya. 

Professor Bohr meninggal di Kopenhagen, Denmark pada tanggal 18 November 1962. Dari perkawinan Bohr dengan margrethe Norlund pada tahun 1912, mereka dikaruniai enam orang anak laki-laki, dua diantaranya meninggal. Keempat anaknya yang masih hidup yakni Hans Henrik (dokter), erik (insinyur kimia), Aage (doktor fisika teoritis dan juga Direktur Institut Fisika Teoritis mengikuti jejak ayahnya), dan Ernest (ahli hukum). Memang benar, buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. 

Untuk mengenang jasa-jasa Bohr, pada tahun 1996, Perserikatan Internasional Kimia Murni dan Terapan mengabadikan nama Bohr untuk unsur kimia bohrium (Bh) dengan nomor atom 107. 

Sumber: fisik@net

Sumber http://fisika-indonesia.blogspot.com

Jumat, 03 Februari 2017

Galileo Galilei

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

الحمد لله رب العالمين, وصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


Galileo Galilei dilahirkan di Pisa, Toscana pada tanggal 15 Februari 1564 sebagai anak pria pertama dari Vincenzo Galilei seorang metematikawan dan kritikus musisi populer asal Florence dan Giulia Ammannati. Sebagai seorang matematikawan, ayahnya berharap Galileo menjadi seorang dokter honor dokter sangat besar dibandingkan dengan matematikawan. Ia dididik semenjak massa kecil oleh kedua orang tuanya. Dia mendapatkan pendidikan pertamanya di sebuah biara di bersahabat Florence, dan di tahun 1581, beliau masuk University of Pisa untuk berguru kedokteran sesuai dengan impian ayahnya. Saat di University of Pisa, Galileo mengikuti pelajaran geometri dan setelah itu meninggalkan kuliah kedokterannya tetapi alasannya ialah bosan dengan ilmu kedokteran ia mempelajari matematika pada seorang guru di istana Tuscana, yakni Ostillo Ricci. Namun, pada umur 21 tahun beliau tidak sanggup menuntaskan kuliahnya alasannya ialah kekurangan biaya. Dia kembali ke Florence pada tahun 1585 untuk mempelajari karya Euclid dan Archimedes. Tetapi untungnya ketika ia keluar dari perkuliahannya ia ditawari sebagai pengajar di sana dan pada tahun 1589 ia mengajar matematika. Setelah itu pindah ke Universitas Padua untuk mengajar geometri, mekanika, dan astronomi hingga tahun 1610. Pada massa itu ia telah mendalami sains dan menciptakan banyak sekali penemuan.

Pada tahun 1612, Galileo pergi ke Roma dan bergabung dengan Accademia dei Lincei untuk mengamati bintik matahari. Di tahun 1612 juga, muncul penolakan terhadap teori Nicolaus Copernicus oleh para ilmuan tetapi teori ini didukung oleh Galileo. Sekitar tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak yang benar, tetapi waktu itu beliau tidak tahu cara membuktikannya. Pada tahun 1614, dari Santa Maria Novella, Tommaso Caccini mengecam pendapat Galileo wacana pergerakan bumi,  anggapan bahwa teori ini sesat dan berbahaya. Galileo pergi ke Roma untuk mempertahankan dirinya. Pada tahun 1616, Kardinal Roberto Bellarmino menyerahkan pemberitahuan yang melarangnya mendukung maupun mengajarkan teori Copernicus. Baru sehabis Paus meninggal tahun 1623, beliau digantikan oleh orang yang mengagumi Galileo. Tahun berikutnya, Paus gres ini –Urban VIII– memberi mengambarkan walau kurang jelas bahwa larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan.
                                          
Galileo menulis Saggiatore di tahun 1622, yang lalu diterbitkan pada tahun 1623. Pada tahun 1624, ia membuatkan salah satu mikrosop awal. Pada tahun 1630, ia kembali ke Roma untuk menciptakan izin mencetak buku Dialogo Sopra i due massimi sistemi del mondo (Dialog wacana Dua Sistem Penting Dunia) buku ini merupakan peragaan jago hal-hal yang menyangkut proteksi terhadap teori Copernicus dan buku ini diterbitkan tahun 1632 di Flourence dengan ijin sensor khusus dari gereja. Meskipun begitu, penguasa-penguasa gereja menanggapi dengan perilaku berang tatkala buku terbit dan Galileo eksklusif diseret ke muka Pengadilan Agama di Roma dengan tuduhan melanggar larangan tahun 1616. Dia dituduh telah melecehkan agama, dan dinyatakan bersalah serta diminta untuk mengakui kesalahannya. Pada masa-masa sulit itu, Galileo diduga menciptakan pernyataannya yang terkenal: "Dan masih terus berputar", yang merujuk pada iman Copernican wacana rotasi bumi pada porosnya.  Akhirnyadia dijatuhkan vonis bahwa Galileo harus ditahan di Sienna.

Galileo, sanggup dianggap orang yang taat beragama. Lepas dari eksekusi yang dijatuhkan terhadap dirinya dan pengakuannya, beliau tidak menolak baik agama maupun gereja. Yang ditolaknya hanyalah percobaan pembesar-pembesar gereja untuk menekan perjuangan penyelidikan ilmu pengetahuannya. Generasi berikutnya amat beralasan mengagumi Galileo sebagai lambang pemberontak terhadap iman dan terhadap kekuasaan adikara yang mencoba membelenggu kemerdekaan berfikir. Arti pentingnya yang lebih menonjol lagi ialah peranan yang dimainkannya dalam hal meletakkan dasar-dasar metode ilmu pengetahuan modern

Banyak pembesar-pembesar gereja tidak bahagia dengan keputusan menghukum seorang sarjana kenamaan. Bahkan dibawah aturan gereja ketika itu, kasus Galileo dipertanyakan dan beliau cuma dijatuhi eksekusi yang lebih ringan. Meskipun eksekusi atas Galileo ialah eksekusi penjara, Paus mengumumkan perintah untuk memperlihatkan Galileo eksekusi penjara rumah di rumahnya di bersahabat Florence. Aturannya beliau tidak boleh mendapatkan tamu, tetapi pada kenyataannya tidak ibarat itu. Meskipun ia dihentikan untuk menerbitkan lagi karya-karyanya, beliau mengabdikan diri pada pergerakan dan lintasan-lintasan parabolic, hingga pada teori-teori yang lalu disempurnakan, dan memperlihatkan suatu efek yang penting dalam penggunaan meriam. Hukuman lain terhadapnya hanyalah suatu permintaarn semoga beliau secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Di bulan Desember 1633, ia diperbolehkan pensiun ke Vilanya di Arciteri. Buku terakhirnya, Discorsi e dimostrazino matematiche, intorno a due nuove scienze diterbitkan di Leiden pada tahun 1638. Di ketika itu Galileo hampir buta total. Pada tanggal 8 Januari 1642, Galileo wafat di Arcetri pada usia 78 tahun ketika ditemani oleh Vincenzo Viviani salah seorang muridnya.
 
Setelah meninggal tubuhnya tidak eksklusif dikuburkan, melainkan tetap disimpan hingga tahun 1737, hampir seabad berikutnya. Bahkan, sebelum dikuburkan di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang aristokrat memotong tiga jari-jari Galileo sebagai untuk dijadikan "kenang-kenangan". Dua dari jari itu lalu dimiliki oleh seorang dokter Itali, dan jari ketiga - sepotong jari tengah - ketika ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer.
 
Setelah Galileo meninggal gres pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu salah dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa gereja Kristen Roma merehabilitasi namanya dari seorang yang penentang menjadi seorang ilmuwan.

Sumber http://fisika-indonesia.blogspot.com