Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Mi 8 Lite: Padukan Kinerja Dan Harga Yang Oke

Foto: Adi Fida Rahman/detikINETFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Jakarta - Seri Mi menempati tahta paling tinggi di jajaran ponsel Xiaomi. Hadir dengan tampilan premium dipadu spek yang mumpuni. Kombinasi ini menciptakan seri Mi dibanderol tidak mengecewakan tinggi, tapi tetap di bawah harga ponsel flagship lainnya dengan spek serupa.

Namun yang menarik ketika Xiaomi merilis Mi 8. Tidak hanya merilis versi terjangkau, yaitu Mi 8 SE, mereka juga membesut varian termurahnya. Mi 8 Lite, demikian nama ponsel tersebut.


Entah apa yang menjadi alasan Xiaomi merilis ponsel ini. Sebab perbedaan harga antara Mi 8 SE dan Mi 8 Lite tidak begitu mencolok. Bisa jadi, perusahaan besutan Lei Jun itu ingin biar Mi Fans pengguna Redmi, sanggup meng-upgrade ponselnya ke seri Mi.

Agar sanggup mencicipi cita rasa premium tanpa menciptakan dompet kaget, maka dibuatlah Mi 8 Lite. Harga ponsel ini Rp 3,7 juta, tidak terlampau jauh dari seri Redmi tertinggi.

Hanya saja apakah patut dilirik? Nah detikINET telah menjajal Mi 8 Lite selama beberapa pekan. Berikut ulasan singkat pengalaman selama memakai ponsel tersebut untuk dijadikan pertimbangan membeli Mi 8 Lite.

Desain Premium

Mi 8 Lite: Padukan Kinerja dan Harga yang OkeFoto: Adi Fida Rahman/detikINET


Xiaomi merilis dua varian warna Mi 8 Lite, ada midnight black dan aurora blue. Varian terakhir ini yang menyambangi detikINET. Hadir dengan tampilan kekinian berkat gradasi warna di kepingan belakang. Perpadu dengan lapisan beling memberi kesan premium pada ponsel ini.

Penggunaan material beling memang menciptakan ponsel ini terasa licin kala digenggam tangan, belum lagi noda sidik jari. Tapi Xiaomi memperlihatkan solusi praktis, mereka memperlihatkan silicon case untuk mengatasi problem tadi dan melindungi Mi 8 Lite dari goresan.

Di kepingan belakang, Xiaomi menempatkan tombol sidik jari yang posisinya cukup gampang dijangkau jari. Begitu pula keberadaan tombol fisik yang ditempatkan di sisi kanan bodi.


Untuk ponsel dengan layar berukuran 6,26 inch, bodi Mi 8 Lite terasa lebih lebar ketimbang perangkat yang punya bentangan sama. Ya walaupun dimensinya tetap nyaman di tangan.

Xiaomi menempatkan slot SIM card hybrid di sisi kanan. Di kepingan bawah terdapat lubang speaker dan USB type C. Paling disayangkan ponsel ini tidak mempunyai port jack audio 3,5 mm. Walaupun perusahaan besutan Lei Jun itu memperlihatkan converter USB Type C ke jack audio 3,5 mm dalam paket penjualannya.

Sumber detik.com

Kamis, 17 Januari 2019

Galaxy A9: 4 Kamera Belakangnya Menggoda, Tapi...

Galaxy A9. Foto: Adi Fida Rahman/detikINETGalaxy A9. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Jakarta - Sebagai smartphone yang punya empat kamera belakang pertama di dunia, Galaxy A9 menarik perhatian dan tentu saja menggoda.

Ponsel yang dirilis Oktober 2018 ini, masuk dalam kategori menengah (mid-range). Hal ini bergotong-royong sudah sanggup diketahui dari label seri A yang diusungnya.

Jika sebelumnya detikINET sudah mengulas kesan pertama (hands on) pada ketika peluncurannya, kali ini kami akan membahas lebih detail sesudah melaksanakan pengujian lebih lengkap. Ini ia ulasannya.


Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Tampilan Galaxy A9 yang premium. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Desain

Galaxy A9 tampil premium dengan frame metal serta material beling yang membalutnya. Kualitas body mantap, dengan 'rasa' premium body-nya hampir sama dengan menggenggam seri flagship Galaxy S9.

Yang menarik, Galaxy A9 mengikuti tren permainan warna dual tone dengan menunjukkan pilihan warna gradasi. Ini ialah pertama kalinya Samsung punya ponsel dengan balutan warna dual tone.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Pilihan warna Galaxy A9. Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET


Ada Lemonade Blue yang tampil menawan, ada juga Bubblegum Pink yang soft tapi menggemaskan. Bagi yang tak ingin terlalu mencolok, tetap ada pilihan warna kalem Caviar Black mirip unit yang diuji detikINET.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Galaxy A9 dibekali layar Super Amoled. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Layar

Kualitas layar mantap berkat display Super Amoled Full HD+ resolusi 1080 x 2220 pixel. Tampilan layarnya jernih dan tajam sesuai ciri khas AMOLED ala Samsung.

Tak ada poni alias notch yang sedang tren dianut sebagian besar ponsel masa kini. Layarnya mengusung Infinity Display 18:9 yang mengatakan kesan lega dan memanjakan mata.

Digunakan di bawah sinar Matahari langsung, layar ponsel masih oke, sehingga kita tidak perlu mengatur brightness layar untuk sanggup melihat lebih jelas.

Meski ukurannya cukup besar (6,3 inch), Galaxy A9 masih nyaman digenggam dengan satu tangan. Kemungkinan, sebab tren ponsel layar besar menciptakan pengguna smartphone semakin terbiasa menggenggam ponsel berukuran besar.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Baterai Galaxy A9 berkapasitas 3.800 mAh. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Performa dan daya tahan

Urusan daya tahan, baterai berkapasitas 3.800 mAh di Galaxy A9 sanggup diandalkan. Dalam penggunaan normal, ponsel ini sanggup digunakan seharian penuh dalam satu kali pengisian ulang baterai.

Jika digunakan secara intens, contohnya bermain game atau nonton video, baterainya bertahan kurang lebih 8 jam.

Karenanya, Galaxy A9 asyik dibawa kemana-mana sebab tak perlu sering nge-charge. Selain itu, ponsel ini juga tidak cepat panas digunakan berlama-lama.

Dari segi keamanan saluran perangkat, ada fitur finger print dan face recognition dibenamkan pada ponsel ini. Keduanya bekerja dengan baik, dan responsnya cepat dalam hitungan detik.

Untuk urusan audio, hadir speaker Dolby Atmos yang menyuguhkan performa bunyi wah untuk Galaxy A9. Namun dalam beberapa kondisi, kualitas bass audio speaker ini kurang terasa. Meski demikian, secara keseluruhan, kualitas audionya cukup bagus.

Galaxy A9 punya tombol khusus untuk Bixby di sisi kanan, sehingga memudahkan kita ketika akan memakai ajun virtual tersebut.

Selain layar lebar, fast charging, finger print dan face recognition, ponsel ini juga dibekali fitur kekinian lainnya mirip port USB-C.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Meski lebar, Galaxy A9 cukup nyaman digenggam. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Untuk banderol harga Rp 8 jutaan (Rp 7.999.000), semua spesifikasi Galaxy A9 seharusnya sudah oke. Sayangnya, ada beberapa hal yang memupuskan anggapan itu.

Fungsi tahan air justru dihilangkan Samsung di Galaxy A9. Padahal, seri sebelumnya dari ponsel ini sudah menerapkannya.

Yang patut disayangkan lagi ialah otak yang digunakannya, yakni Snapdragon 660. Pasalnya, chip ini sudah banyak digunakan di ponsel dengan range harga Rp 4-5 jutaan.

Mungkin Samsung bermaksud membedakannya dengan seri flagship, sehingga menyematkan Snapdragon 660 sebagai otak Galaxy A9.

Seperti diketahui, Snapdragon 660 memang menyasar ponsel kelas menengah yang mendekati premium. Chip ini diklaim mengatakan pengalaman gaming dan multimedia yang lebih baik bagi pengguna dibandingkan seri sebelumnya.

Performa secara keseluruhan bergotong-royong oke-oke saja dengan chip ini. Namun dengan harga Rp 8 jutaan, konsumen seharusnya sanggup mendapat ponsel yang performanya disokong chip yang kelasnya di atas Snapdragon 660.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Daya tarik utama Galaxy A9 ialah 4 kamera belakang. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


4 kamera

Empat kamera belakang jadi fitur yang paling menciptakan ingin tau dari Galaxy A9. Samsung menjadi yang pertama menciptakan ponsel dengan kamera terbanyak sejauh ini. Ada empat kamera, bahkan lima bila termasuk satu kamera di depan.

Mari kita membahas kamera belakangnya dulu. Jadi, pada serpihan belakang Galaxy A9, tersemat empat kamera yang berderet secara vertikal. Bagi sebagian orang, desain ini mungkin agak mengganggu, namun bagi sebagian lainnya sanggup jadi terlihat keren.

Kamera paling atas merupakan kamera ultrawide 8 megapixel dengan bukaan f/2.4 untuk menangkap gambar dengan angle yang lebih luas.

Di bawahnya, ialah kamera telephoto 10 megapixel f/2.4 yang berfungsi untuk zoom gambar dua kali secara optikal.

Yang ketiga, ialah kamera utama berkekuatan 24 megapixel dengan bukaan f/1.7. Kamera keempat, dengan resolusi 5 megapixel dan bukaan f/2.2, berfungsi untuk menjepret dengan pengaruh bokeh.

Kamera Galaxy A9 juga sudah punya fungsi untuk menciptakan video slow motion atau gerak lambat. Nah, lengkap sekali kan kamera di Galaxy A9 ini.

Meski fiturnya sangat banyak, aplikasi kamera Galaxy A9 gampang dipakai. Tinggal dipindah-pindah modenya di serpihan menu, sesuai keinginan.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Lantas, apakah banyaknya kamera ini sebanding dengan hasil fotonya?

Dalam pengujian memakai mode auto, hasil jepretan kamera utama untuk foto outdoor cukup bagus. Namun dalam kondisi tertentu, hasil fotonya sering overexposure.

Saat dicoba di kondisi low light, detail foto tidak tajam dan warna terlihat agak kusam.

Untuk kamera ultrawide, kita sanggup menangkap foto dengan angle yang lebih kreatif sebab lebih lebar sampai 120 derajat.

Foto hasil jepretan kamera ultrawide punya pengaruh wide distorsi yang unik. Namun bagi yang tidak suka dengan pengaruh tersebut, sanggup mengeditnya dengan shape correction sesudah menjepret. Sayangnya, kualitas fotonya lebih rendah dari kamera utama.

Untuk kamera bokehnya sendiri, kualitasnya kurang lebih mirip dengan kamera utama. Di kondisi terang, bokeh terlihat elok dan rapi.

Sebaliknya di kondisi minim cahaya, foto terlihat kusam. Fokus bokeh terkadang meleset, namun sanggup diakali dengan mengedit titik fokus dan intensitas bokehnya.

Sekarang beralih ke kamera depannya. Meski sudah jor-joran di kamera belakang, Samsung tak melupakan kamera depan. Maka, dibenamkan lensa 24 megapixel f/2.0.

Dalam kondisi tertentu, hasil foto terlihat kurang natural meski mode beautify sudah dinonaktifkan, dan sering overexposure. Foto bokeh pun terkadang suka meleset. Namun untuk kebutuhan selfie secara keseluruhan, kamera ini lebih dari cukup.

Berikut ialah hasil foto kamera belakang dan depan Galaxy A9.

4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Outdoor. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Outdoor. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Indoor. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Indoor low light. Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET



4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Outdoor malam. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Wide angle. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Zoom. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Efek bokeh. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Galaxy A9: 4 Kamera Belakangnya Menggoda, tapi...Efek bokeh. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Kamera selfie. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Kamera selfie. Foto: Rachmatunnisa/detikINET


4 Kamera Galaxy A9 yang Menggoda, Tapi... Kamera selfie. Foto: Rachmatunnisa/detikINET

Kesimpulan Review Galaxy A9

Dengan banyaknya kamera, belum tentu kualitas fotonya lebih bagus. Setidaknya demikian kesimpulan yang didapat dari hasil menjajal Galaxy A9.

Hasil foto Galaxy A9 bergotong-royong tidak buruk, hanya tidak sesuai ekspektasi kebanyakan orang yang awalnya termakan atau ingin tau dengan fitur 4 kamera. Apalagi fitur ini menjadi daya tarik utama dari Galaxy A9. Alhasil, fitur 4 kamera jadi sekadar gimmick.

Banderol Rp 8 juta juga menjadi pertimbangan. Seri Galaxy A bergotong-royong memang menyasar kelas menengah sehingga spesifikasinya pun diubahsuaikan untuk kelas tersebut.

Namun kehadiran Galaxy A9 menciptakan harga dan spesifikasinya dirasa kurang sesuai. Satu-satunya hal yang paling cocok dengan banderol tersebut mungkin desainnya yang elegan ibarat smartphone flagship Samsung.

Jadi, bagi yang berharap ponsel dengan kamera luar biasa, dan mempertimbangkan spesifikasi sesuai harga, tidak cocok dengan ponsel ini.

Namun bagi yang termakan dengan tampilannya yang elegan, ingin terlihat berbeda dengan ponsel 4 kamera, serta tidak problem dengan harga yang dibanderol, silakan saja. Pilihan ada di tangan kalian.

Galaxy A9, Si 4 Kamera yang Menggoda Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


(+)

Desain mirip flagship
Casing gradasi (Lemonade Blue dan Bubblegum Pink)
Layar lebar
Baterai tahan usang
4 kamera

(-)

Kualitas kamera tak sebanding dengan jumlahnya
Belum tahan air
Harga relatif mahal

Spesifikasi

Ukuran: 162,5 x 77 x 7,8 mm
Berat: 183 g
Layar: 6,3 inch Super AMOLED
OS: Android 8.0 (Oreo)
Prosesor: Qualcomm Snapdragon 660
RAM: 6GB
Storage: 128 GB
External Storage: microSD sampai 512 GB
Kamera utama: 24MP + 8MP + 10MP + 5MP
Kamera depan: 24M
SIM: nano SIM, dual SIM, dual standby
Baterai: 3800 mAh


Sumber detik.com

Jumat, 11 Januari 2019

Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa Oke

Foto: Virgina Maulita PutriFoto: Virgina Maulita Putri

Jakarta - Pasar smartphone Indonesia akan kedatangan satu ponsel kelas menengah gres dari Huawei. Setelah pada awal tahun meluncur di Vietnam, sekarang Huawei bersiap untuk meluncurkan Huawei Y7 Pro (2019).

detikINET pun berkesempatan untuk menjajal ponsel ini selama satu minggu. Penasaran mirip apa performanya? Simak ulasan berikut ini.

Desain

Huawei Y7 Pro (2019) hadir dengan layar yang memakai panel IPS LCD berukuran 6,26 inch. Layarnya mempunyai resolusi HD+ (1520x720 pixel) dan aspek rasio 19:9

Display ponsel ini memakai notch berbentuk dewdrop (tetesan air) untuk menaruh kamera depan, yang menghasilkan rasio screen-to-body mencapai 80%. Rasio ini tentunya luas untuk main game atau menonton video. Untuk yang tidak suka dengan tampilan notch, damai saja, ada pilihan untuk menyembunyikan notch di Settings.

Tampak belakang Huawei Y7 Pro (2019)Tampak belakang Huawei Y7 Pro (2019) Foto: Virgina Maulita Putri


Layarnya sanggup menghasilkan gambar yang cukup tajam dikala dipakai untuk menonton video dengan resolusi 1080p. Tapi, alasannya yaitu bentang layar yang sangat panjang, video tidak sanggup memenuhi semua bab layar dan muncul black kafe di samping video yang agak menganggu.

Huawei Y7 Pro (2019) juga dilengkapi dengan speaker yang berada di bab bawah, mengapit port USB micro. Suara yang dihasilkan pun cukup jernih untuk menonton video atau mendengarkan lagu.

Walaupun telah memakai notch, bezel yang berada di atas layar masih terlihat cukup besar. Hal ini mungkin ditujukan untuk memberi daerah bagi LED flash yang bertempat di ujung kanan atas layar. Selain itu, 'dagu' di bab bawah layar juga masih terlihat besar.

Dengan bobot 168 gram, ponsel ini yummy digenggam, terlebih lagi alasannya yaitu desain bodinya yang melengkung. Walaupun bodinya dibalut polycarbonate, tampilannya terlihat cukup elegan alasannya yaitu gradasi warna biru dan hijau yang cantik.

Antarmuka dan Software

Huawei Y7 Pro (2019) memakai sistem operasi EMUI 8.2 yang menurut Android Oreo 8.1.

Secara default, semua aplikasi di ponsel ini ditampilkan di home screen. Tapi, kalau kalian ingin tampilan ponsel yang lebih rapi, kalian sanggup mengaktifkan app drawer lewat Settings.

Tidak hanya aplikasi bawaan dari Google mirip YouTube, Maps dan Gmail yang hadir di ponsel ini. Ada juga beberapa aplikasi bawaan dari Huawei mirip Party Mode, AppGallery, dan HiCare. Huawei juga menyelipkan beberapa aplikasi bloatware, tapi untungnya sanggup dihapus bila tidak digunakan.

Selain itu, Huawei juga menyediakan banyak sekali tema untuk mengubah tampilan ponsel. Kalau ingin tampilan yang lebih unik lagi, kalian sanggup mengubah sendiri dengan kustomisasi sesuka hati.

Kamera

Huawei Y7 Pro (2019) dibekali dengan dua kamera belakang, yaitu kamera utama berukuran 13MP dengan bukaan f/1.8 dan kamera sekunder berukuran 2MP dengan depth sensor, serta dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) yang sanggup mengenali scene foto yang kita ambil.

Huawei pun menyelipkan beberapa mode pengambilan foto, mirip Aperture, Beauty, Pro, Panorama, AR lens untuk foto dengan stiker-stiker lucu, dan HDR.

Kamera belakangnya sendiri sudah sangat memuaskan untuk mengambil foto baik indoor maupun outdoor. Foto yang dihasilkan terlihat tajam dengan detail warna yang hampir mirip aslinya. Ketika dipakai untuk mengambil foto dalam kondisi minim cahaya, gambar yang dihasilkan tolong-menolong cukup tidak mengecewakan tapi masih ada noise di sana-sini.

Mode Aperture pun sanggup dipakai untuk mengambil foto bokeh, yang fokus dan level blur-nya sanggup diatur sendiri, baik sebelum atau setelah foto diambil. Tapi, sayangnya hasil blurnya masih terlihat kasar. Berikut hasil foto-foto yang diambil dengan dua kamera belakang milik Huawei Y7 Pro (2019).

Hasil foto dengan mode ApertureHasil foto dengan mode Aperture Foto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri



Untuk kamera depannya, Huawei Y7 Pro dibekali dengan kamera selfie berukuran 8MP yang dilengkapi dengan LED flash. Tapi, patut dicatat bahwa unit review yang dipakai oleh tim detikINET mempunyai kamera depan berukuran 16MP.

Ketika berpindah ke kamera depan, secara otomatis kamera akan memakai mode Beauty. Hasil selfienya pun cukup oke, walaupun sedikit menonjolkan ketidaksempurnaan di wajah.

Performa dan Baterai

Salah satu fitur pendekar Huawei Y7 Pro (2019) yaitu baterainya yang berukuran besar, yaitu mencapai 4.000 mAh. Baterai sebesar ini tentu sangat mendukung anak muda yang mobile dan jarang mendapat kesempatan untuk mengisi ulang baterai.

Kapasitas baterainya yang tergolong besar tidak menciptakan waktu isi ulangnya lama. Pengisian dari 30% sampai penuh hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Daya tahannya pun tidak perlu ditanya lagi, dikala dipakai normal dalam sehari-hari sambil diselingi main game, baterai yang penuh di pagi hari berkurang menjadi 40% pada malam harinya.

Untuk otaknya, Huawei Y7 Pro (2019) dibekali dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 450 octa-core. Sedangkan untuk grafisnya didukung oleh GPU Adreno 506.

Huawei menyematkan RAM sebessar 3GB dan memori internal sebesar 32 GB. Kalau dirasa kurang cukup, tersedia slot microSD sampai 512GB.

Untuk ponsel kelas menengah jeroan mirip ini sudah sangat mencukupi. Terbukti dikala dipakai untuk memainkan game mirip Asphalt Extreme dan PUBG, tidak pernah ditemukan lag yang berarti.

Huawei juga menyematkan aplikasi Game Suite yang dipakai pengguna untuk main game dengan lebih nyaman, alasannya yaitu adanya fitur Do Not Disturb dan Game Acceleration.

Kami juga menguji coba ponsel ini dengan tiga aplikasi benchmark yaitu AnTuTu, GeekBench 4 dan PCMark. Berikut hasil benchmark-nya.

Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Huawei Y7 Pro (2019), Baterai Gede Performa OkeFoto: Virgina Maulita Putri


Opini detikINET

Secara keseluruhan, performa Huawei Y7 Pro sudah sangat memuaskan. Buat anak muda yang doyan main game, foto-foto dan sering bepergian tapi tidak ingin menggotong powerbank, ponsel ini patut dipertimbangkan.

Penasaran ponsel ini sanggup ditebus dengan harga berapa? Tunggu saja kehadiran resminya, alasannya yaitu Huawei sendiri menyebut kalian yang tertarik tidak perlu merogoh kocek yang dalam.

Sumber detik.com

Rabu, 02 Januari 2019

Oppo R17 Pro, Sosok Penggoda Di Awal Tahun

Foto: Adi Fida Rahman/detikINETFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Jakarta - Baru dua hari kita memasuki 2019 Oppo eksklusif tancap gas untuk merilis ponsel anyar, namanya Oppo R17 Pro. Sosoknya siap menarik hati pecinta gadget di Tanah Air dengan bermacam-macam fitur menarik.

Oppo memperkenalkan R17 Pro pada Agustus 2018. Tapi ponsel ini tidak eksklusif dijual. Vendor asal China itu gres melemparkan ke pasaran pada Desember.




Pada 3 Januari ini, Oppo secara resmi mengumumkan kehadiran R17 Pro di Indonesia. Belum ada informasi soal harga dan kapan ponsel ini mulai bisa dipesan. Tapi detikINET cukup beruntung sudah menjajal ponsel ini lebih awal, ya, walaupun singkat.


Desain

Kala melihat pertama kali Oppo R17 Pro, perhatian mata eksklusif tertuju pada bab belakangnya. Ponsel ini hadir dengan cangkang bergradasi menyerupai yang tengah tren belakangan ini.

Tapi Oppo menciptakan sentuhan yang sedikit lain. Kala memiringkan bodi, ada dampak warna berbeda yang terlihat, dari ungu ke biru. Selain itu terdapat siluet bentuk S tercipta di bab tengahnya kian menambah daya tariknya.


Tampilan bodi belakang R17 Pro.Tampilan bodi belakang R17 Pro. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Dimensi ponsel ini cukup besar, namun tetap nyaman dalam genggaman. Tombol power ditempatkan di sisi kanan, sementara pengaturan volume di kiri. Kedua tombol tersebut cukup gampang dijangkau oleh jari ketika mengoperasikan ponsel ini dengan satu tangan.

Bagian bawahnya ada speaker, port USB type C, dan slot dual nano SIM Card. Sayangnya Oppo menanggalkan port jack audio 3,5 mm. Kaprikornus kalau ingin mendengar musik, kita harus mengandalkan headphone dengan konektor USB type C atau terkoneksi Bluetooth.


Layar

Layar R17 Pro tidak ubahnya dengan F9, punya notch menyerupai tetesan air. Bedanya bentangannya lebih lapang, yakni 6,4 inch. Selain itu Oppo mempergunakan layar AMOLED, sehingga tampilan gambar lebih kaya warna dan tajam.

Dengan spek tersebut, akan memanjakan pengguna menikmati konten. Baik menonton video ataupun bermain game di ponsel ini.

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET



Kamera

Bila mengacu pada spek yang dirilis di China, ponsel ini punya tiga kamera di belakang. Kamera utama memakai sensor 12 MP dengan dual aperture f/1.5 dan f/2.4, Kamera kedua 20 MP dengan aperture f.2.6. Serta ada kamera TOF 3D streo.

Untuk berselfie tersemat kamera 25 MP dengan aperture f/2.0. Sayangnya detikINET belum menjajal kemampuannya. Kami hanya menjajal kamera belakangnya saja. Hasilnya cukup mengesankan, terutama ketika menjajal mode malam. Berikut hasilnya:

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Hasil zoom 2xHasil zoom 2x Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Hasil zoom 10xHasil zoom 10x Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Hasil mode malamHasil mode malam Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Hasil mode malamHasil mode malam Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Hasil mode malam. Hasil mode malam. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET





Kesimpulan awal

Oppo R17 Pro, Sang Penggoda di Awal TahunFoto: Adi Fida Rahman/detikINET

Saat menjajal singkat, Oppo R17 Pro sudah menyita perhatian. Punya tampilan menawan dan bodinya nyaman dalam genggaman.

Layar AMOLED memuaskan mata. Tapi paling utama yaitu kameranya. Hasil jepretannya kece dalam banyak sekali kondisi.




Tapi ini gres kesimpulan awal. detikINET belum menjajal performanya untuk menjalankan bermacam-macam tugas. Termasuk teknologi Super VOOC yang konon menjadi teknologi pengisian baterai tercepat di industri kini ini.

Semua itu akan diulas lengkap dalam artikel review yang akan datang. Nantikan ya...!





Sumber detik.com