Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label farmasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Definisi Asam Empedu

DEFINISI ASAM EMPEDU - Asam empedu didapat dengan proses permurnian empedu sapi yang segar yang diambil dari sapi yang menjadi produk pada perdagangan daging. Asam Chenodeoksikolik  dan Asam Ursodeoksikolik dipakai untuk mengobati kerikil empedu yang disebabkan oleh kolesterol, sebagai sebuah alternative selain operasi.

Karena penghambatan sintesa kolesterol dan asam kolat, asam chenodeoksikolik dan asam ursodeoksikolik berkontribusi untuk melepaskan kolesterol dalam empedu dan akhirnya terjadi penguraian dari kerikil empedu yang terbentuk lantaran kelebihan kolesterol . 

Disolusi komplit atau disolusi sebagian membutuhkan perlakuan lebih dari beberapa bulan dan ini tidak efektif untuk radio-opaque-batu empedu,yang mana mengandung jumlah garam kalsium dalam kadar tinggi. Asam dehidrokolik dipakai sehabis operasi untuk melancarkan anutan empedu. 

Penukaran anion pada kelompok resin menyerupai colestyramine(kolestiramin) dan colestipol dipakai sebagai obat penurun kolesterol untuk mengikat asam empedu dan mencegah perembesan kembali kolesterol. 

Perubahan kolesterol menjadi asam empedu dalam hati menurunkan LDL dan ini bermanfaat dalam pengobatan pasien yang berisiko tinggi terjangkit jantung koroner. Asam empedu mempunyai kegunaan sebagai material awal dari proses semi sintesa dari obat steroid yang murah dan gampang diperoleh materi bakunya.

Asam Ursodeoksikolik


Hormon Adrenokortikol / Kortikosteroid

Pada dasarnya hormon steroid yang telah mendominasi telah diisolasi dan dikarakterisasi dari kelenjer adrenal. Sejak hormon ini dihasilkan oleh korteks adrenal, pecahan terluar dari kelenjer adrenal yang terletak bersahabat dengan ginjal, maka hormon ini dinamakan hormon adrenokortikol atau kortikosteroid. 

Hormon tersebut terdiri dari struktur pregnan( atom C-21) dan menurut aktivitasnya hormon ini digolongkan menjadi 2 golongan yaitu :

  • Glukokortikoid
  • Mineralokortikoid

Walaupun sulit untuk memisahkan aktifitas antara glukokortikoid dan mineralokortikoid dalam suatu molekul.Glukokortikoid berfungsi dalam sintesa karbohidrat, protein dan sintesa pengendapan glikogen dalam hati. Glukokortikoid juga berperan penting dalam proses inflamasi.

Mineralokortikoid berfungsi dalam pengontrolan keseimbangan elektrolit, peningkatan senyawa aktif yang bisa menahan ion Na+ dan Cl-, dan pengeluaran ion K+.

Berikut ini Contoh dari Glukortikoid alam yaitu hidrokortison (kortisol) dan kortikosteron, sedangkan aldosteron dan desoksikortikosteron (kortekson) tergolongan Mineralokortikoid.

Desoksikortison juga ditemukan pada tumbuhan . Ciri-ciri dari molekul ini yaitu adanya gugus β- CO.CH2OH yang berikatan pada rantai samping atom C17, dan terkadang gugus -hidroksi juga menempati posisi ini.

Cincin A biasanya memiliki4-3- keto yang fungsional. 11β-hidroksi berperan penting bagi kegiatan glukokortikoid. Aldosteron golongan homon mineralokortikoid pada prinsipnya merupakan kelompok metil (C-18) yang dioksidasi menjadi aldehid, dan ini bisa bereaksi dengan 11 β-hidroksi , sehingga aldosteron berada dalam bentuk hemiasetal dan ini menghilangkan kegiatan glukokortikoid. 

kortikosteron

Kortikosteroid dihasilkan dari kolesterol melalui pregnenolon dan progesteron. Ini melibatkan perubahan rantai samping bisa dilihat pada biosintesa glikosida kardioaktif (lihat hal.243) dan reaksi dari urutan yang sama terjadi.

Dari progesteron, pembentukan desoksikortikosteron, kortikosteron, dan hidrokortison (kortisol) memerlukan tahap hidroksilasi, yang dikatalis oleh sitokrom P-450 yang bergantung pada hidroksilasi NADPH dan O2 sebagai kofaktor.

hidrokortison (kortisol)
Lalu posisi atom C 21,17, dan 11 dihidroksilasi dan golongan yang sempurna menunjukkan perbedaan menyerupai yang ditunjukan pada gambar (5.114) tergantung dari jenis zat yang bereaksi. 

Hal ini menunjukan bahwa pembentukan hidrokortison dari kolesterol sebetulnya memanfaatkan sitokrom P-450 yang melibatkan 4 enzim pada 5 langkah reaksi yang ada.Oksidasi lebih lanjut dari C-18 menjadi aldehid melalui alkohol memungkinkan pembentukan aldosteron dari kortikosteron yang melibatkan sistem P-450.

Demikianlah klarifikasi tentang DEFINISI ASAM EMPEDU, agar bisa menjadi isu yang bermanfaat ya. Jangan lupa dishare dan komenntar pada kolom yang telah tersedia. Terimakasih

Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com

Jumat, 03 Februari 2017

Sterol Kacang Kedelai

STEROL KACANG KEDELAI - Sterol Glycine max (kacang kedelai) ditemukan mengandung adonan 13 sterol utama yang berbeda secara dramatis dalam komposisi antara biji dan tunas. Khas C4-desmethyl Delta (5) -sterols, termasuk sitosterol, mendominasi adonan sterol kuncup, sementara C4-methyl sterol, cycloartenol dan 24 (28) -methylene cycloartanol intermediet terakumulasi dalam biji.

Pentingnya profil sterol modifikasi tunas dibandingkan dengan biji relevan dengan fisiologi Phytophthora sojae, fitopatogen kedelai terbukti auksotropik untuk sterol. Sterol orisinil inang yang mengandung gugus C4-metil, menyerupai siklo-manol, tidak dipakai oleh jamur. Atau, semua Delta (5) -sterols ditambahkan ke media kultur P. sojae mendukung pertumbuhan normal dan mempromosikan produksi oospore yang layak.


Hasilnya memperlihatkan pentingnya sterol dalam interaksi tanaman-jamur dan memperlihatkan kemungkinan bioteknologi jalur fitosterol untuk ketahanan terhadap fitopatogen yang mengais sterol spesifik tumbuhan untuk menuntaskan siklus hidup.

Kacang kedelai (Leguminosae/Fabasae) tumbuh secara luas di US, Cina, Jepang, dan Malaysia, yang dikenal sebagai kuliner yang berasal dari tanaman. Kacang kedelai ini dipakai sebagai sayuran dan mengandung protein tinggi, yang terpenting sanggup dipakai sebagai minyak makan dan sanggup diterima pula sebagai susu kedelai.

Tepung yakni embel-embel yang sanggup dipakai sebagai pengganti daging. Saus kedelai yakni hasil dari fermentasi kacang kedelai dan sangat diperlukan pada kuliner Cina. Di dalam biji itu terdapat (sekitar 0,2%) sterol. Termasuk di dalamnya stigmasterol (sekitar 20%), sitosterol (sekitar 50%), dan campesterol (sekitar 20%), yang pertama dan kedua dipakai untuk semi sintesis obat steroid. 

Pada biji terdapat sekitar 40% dari isi sterol berada dalam bentuk bebas, sisanya digabung dalam bentuk glikosida atau sebagai ester dengan asam kuat. Minyak biasanya diekstrak dari biji yang kering dengan memakai pelarut heksana. Sterol juga sanggup diisolasi dari minyak sehabis mengalami hidrolisis, menyerupai hasil dari sabun.

Manfaat dari tumbuhan sterol pada penurunan kolesterol di laboratorium binatang telah diketahui selama beberapa tahun. Terlebih lagi baru-baru ini pada pengenalan tumbuhan sterol ester sebagai kuliner adiktif(yang sanggup menjadikan kecanduan), khususnya pada margarin, sebagai kuliner yang sanggup menurunkan kadar LDL kolesterol dalam darah, yang dikenal sebagai suatu kontributor faktor penyebab atherosclerosis dan kerusakan hati. 

Tanaman ester sterol biasanya diperoleh dengan esterifikasi sitosterol dari kacang kedelai dengan asam berpengaruh untuk menghasilkan soluble yang padat. Umumnya ini dikonsumsi, dengan rekomendasi sebanyak 1,3 gram/hari, dengan hasil yang sanggup menurunkan kadar LDL kolesterol dalam darah menjadi 10-15%. 

Tanaman sterol lebih hidrofobik dari pada kolesterol dan memiliki afinitas lebih tinggi selama micel dilibatkan dalam perubahan yang besar, sebagai imbas dari menurunnya perembesan kolesterol. Tanaman sterol yang lain tidak diabsorbsi dari bidang GI. Tentu, akhir dari diet akan menormalkan yang mencakup jumlah yang kecil dari tumbuhan ester sterol. Hubungan material yang digunakan, dikenal dengan “tanaman stanol ester”. 

Stanol diperoleh dengan hidrogenasi dari tumbuhan sterol, dan terdiri dari sitostanol (dari sitosterol dan stigmasterol) dan campestanol(dari campesterol), disanalah yang lalu terjadi esterifikasi dengan asam kuat. 

Sterol sterol plant, dengan rekomendasi 3,4 g / hari, dikonsumsi untuk mengurangi tingkat kolesterol jahat dalam darah sampai 14%. Tanaman ini umumnya dipakai untuk menyiapkan tumbuhan stanol ester yang dimulai dari minyak tinggi, produk dari industri kayu. Isi stanol, yaitu campesterol, sitosterol, serta sitostanol.

Sumber http://sumbermaterikuliah.blogspot.com