Tampilkan postingan dengan label kelas 11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelas 11. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2018

Penjelasan Mengenai Pemanfaatan Sumber Daya Alam

1. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Biotik

Sumber daya alam terdiri atas unsur-unsur binatang dan tumbuhan. Sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan disebut dengan sumber daya alam nabati dan yang berasal dari binatang disebut sumber daya alam hewani.

a. Sumber Daya Alam Nabati
Pemanfaatan sumber daya alam nabati antara lain sebagai berikut.
  1. Sumber materi pangan, contohnya padi, jagung, sagu, ubi, dan tumbuhan lainnya yang mendukung keperluan pangan tidak terkecuali sayuran dan buah-buahan.
  2. Sumber materi sandang, contohnya penggunaan kapas serta tumbuhan yang berserat yang dipakai sebagai materi pembuatan pakaian.
  3. Bahan dasar obat-obatan, contohnya jahe, kencur, temu lawak, dan banyak sekali jenis tumbuhan obat lainnya, yang mempunyai kegunaan sebagai ramuan obat tradisional.
  4. Keperluan industri, contohnya perkebunan tembakau, teh, perkebunan kopi, tebu, dan sebagainya.

b. Sumber Daya Alam Hewani
Sumber daya alam hewani sanggup dimanfaatkan antara lain sebagai berikut.
  1. Sumber materi sandang, contohnya penggunaan kulit binatang menyerupai bulu domba yang dipakai sebagai materi pakaian, terutama di kawasan dingin. Ulat sutra yang sanggup menghasilkan kain wol.
  2. Kulit dan tulang binatang sanggup dimanfaatkan untuk pembuatan hiasan.
  3. Sumber materi industri, sebagai materi industri, ternak mempunyai peranan penting contohnya sepatu, tas, dan alat musik membutuhkan bahan-bahan dari kulit ternak, dagingnya dimanfaatkan untuk masakan dalam kaleng, dan tulangnya dipakai untuk perekat atau lem dan untuk tepung tulang.
  4. Sumber penelitian, dilihat dari segi keilmuan, ternak menawarkan derma terhadap kemajuan ilmu, khususnya ilmu kedokteran, dan biologi banyak memakai binatang sebagai objek eksperimennya.
  5. Sumber lapangan pekerjaan, baik secara eksklusif maupun tidak langsung, ternak menawarkan kesempatan kerja bagi manusia. Tempat-tempat menyerupai perusahaan ternak ayam ras, sapi perah, perusahaan sepatu kulit, dan tas kulit semuanya membutuhkan banyak tenaga kerja manusia.
  6. Sumber gizi, ditinjau dari segi kesehatan, ternak merupakan salah satu sumber masakan yang bermutu tinggi, banyak mengandung protein, gampang dicerna. Di negara-negara miskin hanya sebagian kecil saja dari masyarakat yang sanggup membeli daging, bahkan barang ini masih merupakan barang mewah, lain halnya dengan negara maju.
  7. Sumber tenaga, dilihat dari segi ekonomi, ternak merupakan sumber tenaga, sumber pupuk, sumber penghasilan, sumber objek usaha, dan tabungan. Ternak besar menyerupai sapi atau kerbau dipakai untuk membajak tanah dan ada juga yang dipakai untuk angkutan.
  8. Sumber pupuk, ternak merupakan penghasil pupuk sangkar yang sangat penting artinya bagi para petani. Daerah-daerah peternakan di Jawa menyerupai Boyolali, Pengalengan, Garut, dan Wonosobo sangat memanfaatkan kotoran binatang ternaknya untuk dipakai sebagai pupuk sangkar sebab di kawasan tersebut selain peternakan, pertaniannya juga maju.

2. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Abiotik

Sumber daya alam abiotik terdiri atas unsur-unsur yang tidak hidup, menyerupai hutan, udara, air, tanah, sinar matahari, dan bahan-bahan tambang.
a. Hutan
Hutan merupakan kekayaan alam yang menawarkan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain:
  1. sebagai cagar alam yang melestarikan kehidupan tumbuhan dan binatang langka dan mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversity);
  2. sebagai hutan produksi;
  3. sebagai hutan pelindung yang menjaga kelestarian tanah (fungsi geohidrologis) dan tata air yang sangat baik untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah;
  4. pengatur cuaca dan iklim (fungsi meteorologis), antara lain:
    a). menyejukkan udara,
    b). mencegah terjadinya badai,
    c). membersihkan udara, dan
    d). mendaur ulang CO2 menjadi O2 .
  5. sebagai kawasan tangkapan hujan.

b. Udara
Dalam udara banyak terkandung unsur-unsur yang bermanfaat bagi insan antara lain sebagai berikut.
  1. Nitrogen untuk pembuatan pupuk.
  2. Oksigen sangat penting bagi kehidupan insan untuk proses pernapasan.
  3. Argon sangat penting dalam bidang industri khususnya pembuatan lampu (neon).
  4. Karbon dioksida sangat penting untuk proses fotosintesis tanaman.

c. Sumber Daya Air
Keberadaan sungai mempunyai manfaat bagi kehidupan insan antara lain:
  1. sarana transportasi contohnya Sungai Musi, Sungai Kapuas, dan Sungai Mahakam,
  2. sarana irigasi untuk pertanian,
  3. tempat akal daya perikanan air tawar,
  4. sumber tenaga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA),
  5. kebutuhan hidup sehari-hari khususnya bagi penduduk yang tinggal di tepi sungai menyerupai mencuci, mandi, dan membersihkan perabot rumah tangga, dan
  6. tempat berolahraga, menyerupai arung teladas dan dayung.

Danau termasuk sumber daya air yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, antara lain untuk pengairan lahan pertanian (irigasi), pembangkit tenaga listrik, perikanan, rekreasi, olahraga, dan pelayaran.

Rawa termasuk sumber daya air yang bermanfaat bagi kehidupan insan antara lain sebagai berikut.
  1. Rawa yang dikeringkan sanggup dipakai sebagai lahan pertanian.
  2. Rawa dengan hutan mangrove (bakau, api-api, dan sebagainya) sanggup menghasilkan kayu untuk banyak sekali keperluan insan dan sanggup mencegah terjadinya erosi.
  3. Rawa pantai dengan nipah dan rumbia yang tumbuh di dalamnya sanggup dimanfaatkan sebagai materi pembuatan atap rumah.
  4. Beberapa jenis rawa sanggup menghasilkan ikan.

Laut merupakan salah satu sumber daya air yang banyak keuntungannya bagi kehidupan insan di antaranya:
  1. penghasil ikan,
  2. sumber mineral,
  3. sumber materi tambang,
  4. lahan pertanian untuk akal daya rumput laut, dan
  5. penghasil garam-garaman.

d. Tanah
Tanah merupakan salah satu unsur utama dalam ekosistem.Tanah merupakan tempat berpijak dari makhluk hidup yang ada di daratan, termasuk insan di dalamnya. Banyak potensi terkandung di dalam tanah, contohnya banyak sekali materi tambang dan sumber air. Tanah yaitu lapisan kulit bumi paling luar. Tanah merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan yang dalam proses terjadinya telah bercampur dengan majemuk materi organis. Tanah mempunyai manfaat besar bagi kehidupan, baik sebagai tempat hidup manusia, tempat tumbuhnya tanaman, maupun sebagai tempat berdirinya suatu bangunan.

Di Indonesia banyak sekali terdapat jenis tanah yang tersebar di seluruh wilayah. Banyak cara untuk menjaga kelestarian tanah menyerupai perputaran jenis tanaman, pengombinasian jenis tanaman, dan pembajakan tanah searah garis kontur.

e. Sinar Matahari
Sinar matahari berfungsi sebagai sumber tenaga dan berfungsi dalam proses fotosintesis dari tumbuh-tumbuhan. Sinar matahari merupakan sumber daya yang jumlahnya tak terbatas. Sinar matahari sangat berperan bagi makhluk hidup di bumi, contohnya untuk proses fotosintesis bagi tumbuhan, sumber energi bagi teknologi dan mendukung acara insan di siang hari menyerupai untuk proses pengeringan. Dengan kemajuan teknologi, pemanfaatan sinar matahari sangat penting dilakukan sebab sanggup mengurangi pencemaran udara sehingga bencana lubang ozon sanggup dikurangi.

f. Bahan-Bahan Tambang
Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan-bahan tambang, baik yang terdapat di dalam tanah maupun yang ada di dasar laut. Berbagai jenis materi tambang tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan insan apabila sanggup dimanfaatkan dengan efektif dan efisien tanpa merusak lingkungan di sekitarnya.


Bahan tambang merupakan sumber daya yang diharapkan untuk kehidupan manusia, antara lain sebagai pendukung pembangunan dan sebagai materi dasar industri dalam pembangunan. Di Indonesia banyak sekali ditemukan barang tambang yang persebarannya tidak merata. Barang tambang tersebut terbentuk oleh proses dan kekuatan alam. Sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui harus dimanfaatkan seefisien mungkin dan dicari sumber daya alternatif sebagai penggantinya. Barang tambang sangat berperan dalam mempercepat pembangunan Indonesia sehingga barang tambang yang tersedia harus dimanfaatkan dengan prinsip ramah lingkungan.

Untuk materi Geografi lainnya silahkan klik Gambar berikut!

 yang berasal dari tumbuhan disebut dengan  Penjelasan mengenai Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Demikianlah materi tantang Pemanfaatan Sumber Daya Alam ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Pengertian Dan Komponen Lingkungan Hidup

1. Pengertian Lingkungan Hidup

Menurut Otto Sumarwoto (1989) lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya insan dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan insan serta makhluk hidup lainnya.

Lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang berafiliasi dengan organisasi dalam melangsungkan kehidupannya. Lingkungan hidup merupakan keseluruhan unsur atau komponen yang berada di sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan. Lingkungan hidup sangat dipengaruhi oleh:
  1. hubungan atau interaksi antarunsur dalam lingkungan hidup. Interaksi bukan hanya menyangkut komponen biofisik, melainkan menyangkut pula hubungan sosial dalam hal unsur-unsur lingkungan yang terdiri atas benda hidup dan dinamis,
  2. kondisi unsur lingkungan hidup,
  3. kondisi fisik, contohnya kondisi suhu, cahaya, dan kebisingan, dan
  4. jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup.

2. Komponen Lingkungan Hidup

Komponen lingkungan hidup terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik ialah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik sanggup dibedakan menjadi 3 kelompok utama, sebagai berikut.

1) Kelompok Produsen
Kelompok produsen ialah organisme yang bisa menghasilkan makan- annya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi materi anorganik dengan pertolongan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen ialah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Skema hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungannya.


2) Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen ialah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh alasannya ialah itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas insan dan kelompok binatang herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora (pemakan binatang lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pema- kan segalanya).

3) Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai ialah basil dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah, serta gas-gas yang terlepas kembali ke atmosfer.

b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik ialah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi memiliki imbas pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.
1) Tanah
Tanah merupakan badan alam yang berfungsi sebagai daerah tinggal makhluk hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai daerah tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diharapkan untuk kehidupan flora ibarat unsur hara, materi organik, serta air yang terdapat di dalam tanah.

2) Atmosfer/Lapisan Udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat banyak sekali gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satu gas yang memiliki peranan sangat penting bagi makhluk hidup ialah oksigen yang dipakai insan dan binatang untuk bernapas. Manusia dan binatang bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, dan sebaliknya flora menyerap karbon dioskida dan membuang oksigen ke udara.

3) Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, alasannya ialah tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang sanggup dipakai (air segar).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Air sumber utama kehidupan termasuk
dalam lingkungan abiotik.

4) Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berkhasiat untuk proses fotosintesis. Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antar- komponen ini tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajari perihal hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan ekologi.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Senin, 16 April 2018

Pengertian Dan Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan

1. Pengertian Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan yakni pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa harus mengurangi kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dari generasi yang akan datang. Pembangunan berkelanjutan harus memerhatikan pemanfaatan lingkungan hidup dan kelestarian lingkungannya supaya kualitas lingkungan tetap terjaga. Kelestarian lingkungan yang tidak dijaga, akan mengakibatkan daya dukung lingkungan berkurang, atau bahkan akan hilang.

Pembangunan berkelanjutan mengandung arti sudah tercapainya keadilan sosial dari generas ke generasi. Dilihat dari pengertian lainnya, pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan nasional yang melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem.

2. Ciri-Ciri Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan yang berkelanjutan harus mencerminkan tindakan yang bisa melestarikan lingkungan alamnya. Pembangunan berkelanjutan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Memberi kemungkinan pada kelangsungan hidup dengan jalan melestarikan fungsi dan kemampuan ekosistem yang mendukungnya, baik secara eksklusif maupun tidak langsung.
  2. Memanfaatkan sumber daya alam dengan memanfaatkan teknologi yang tidak merusak lingkungan.
  3. Memberikan kesempatan kepada sektor dan acara lainnya untuk berkembang tolong-menolong di setiap daerah, baik dalam kurun waktu yang sama maupun kurun waktu yang berbeda secara berkesinambungan.
  4. Meningkatkan dan melestarikan kemampuan dan fungsi ekosistem untuk memasok, melindungi, serta mendukung sumber alam bagi kehidupan secara berkesinambungan.
  5. Menggunakan mekanisme dan tata cara yang memerhatikan kelestarian fungsi dan kemampuan ekosistem untuk mendukung kehidupan, baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1990), menggariskan kebijakan lingkungan dalam kaitannya dengan pembangunan yang berkelanjutan sebagai berikut.
  1. Menggiatkan kembali pertumbuhan. Pertumbuhan yang dimaksud yakni pertumbuhan ekonomi, yang memiliki kaitan eksklusif dengan kesejahteraan masyarakat. Indikator untuk mengetahui kesejahteraan masyarakat sanggup dilihat dari pendapatan per kapitanya. Negara yang sedang berkembang pertumbuhan minimum dari pendapatan nasional yakni 5 % per tahun.
  2. Mengubah kualitas pertumbuhan yang berafiliasi dengan tindakan pelestarian sumber daya alam, perbaikan pemerataan pendapatan, dan ketahanan terhadap banyak sekali krisis ekonomi.
  3. Memenuhi kebutuhan dasar manusia, antara lain pangan, papan, sandang, energi, air, dan sanitasi harus sanggup memenuhi standar minimum bagi golongan ekonomi lemah.
  4. Memastikan tercapainya jumlah penduduk yang berkelanjutan. Jumlah penduduk yang bisa mendukung pembangunan berkelanjutan yakni penduduk yang stabil dan sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi (> 2% per tahun), ibarat yang terjadi di negara-negara sedang berkembang perlu ada penurunan penduduk menuju tingkat pertumbuhan 0% (zero population growth).
  5. Menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya dengan penciptaan dan ekspansi lapangan kerja, pelestarian, dan penggunaan energi secara efisien, pencegahan pencemaran (air dan udara) sedini mungkin.
  6. Berorientasi pada teknologi dalam pengelolaan resiko, antara lain penciptaan penemuan teknologi dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.
  7. Menggabungkan kepentingan lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan. Misalnya, kebijakan efisiensi penggunaan energi dengan biaya produksi yang minimal sanggup memakai energi semaksimal mungkin.


Demikianlah bahan tentang  Pembangunan Berkelanjutan ini aku sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Minggu, 15 April 2018

Pengertian Dan Faktor-Faktor Antroposfer

1. Pengertian Antroposfer

Secara etimologi (asal kata) antroposfer berasal dari dua kata, yaitu antrophos yang berarti insan dan sphere yang berarti lapisan. Antroposfer diartikan sebagai lapisan di mana insan hidup bertempat tinggal pada permukaan bumi. Lapisan antroposfer ini lebih tipis dibanding lapisan biosfer.

Tidak semua tempat di bumi sanggup ditinggali manusia. Total luas permukaan bumi, yang berupa daratan hanya seluas 56,9 juta mil persegi atau 29 persen dari keseluruhan permukaan bumi, lainnya 71 persen merupakan perairan. Total luas daratan 29 persen yang sanggup ditinggali insan hanya sekitar 20 persen, 20 persen merupakan daerah kutub, 20 persen daerah gurun, 20 persen daerah yang bergunung-gunung, dan 20 persen lainnya merupakan daerah hutan dan rawa.

Manusia sebagai salah satu makhluk hidup yang hidup di bumi bergantung pada kondisi biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer. Lapisan atmosfer membentuk cuaca dan iklim yang sangat kuat pada kehidupan manusia. Lapisan litosfer kuat pada tanah dan bentuk lahan, dan kuat pula pada insan dalam memperoleh sumber daya alam. Lapisan hidrosfer menawarkan manfaat bagi kehidupan insan dalam hal ketersediaan air dengan banyak sekali manfaatnya. Berikut gambar kedudukan antroposfer di antara biosfer, hidrosfer, litosfer, dan atmosfer.

 yaitu antrophos yang berarti insan dan sphere yang berarti lapisan Pengertian dan Faktor-faktor Antroposfer
Kedudukan Antroposfer di Antara Biosfer,
Hidrosfer, Litosfer, dan Atmosfer


2. Faktor-Faktor Antroposfer

Para andal geografi mengemukakan tujuh faktor lingkungan alam yang mendasari kehidupan manusia. Faktor lingkungan alam tersebut akan memengaruhi kehidupan insan dalam banyak sekali aktivitas sosial, ekonomi, politik, budaya, dan religi. Faktor-faktor tersebut ialah sebagai berikut.

a. Lokasi Geografis
Lokasi geografis dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. lokasi absolut, yaitu lokasi yang ditentukan oleh garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Penentuannya secara matematis dan tidak sanggup diubah, dan
  2. lokasi relatif, yaitu berkaitan dengan bentuk daratan atau perairan. Lokasi ini menyangkut keterjangkauan (assesibilitas) suatu daerah.

b. Topografi atau Relief
Daerah dengan topografi terlalu tinggi, terlalu miring, dan terlalu bergelombang, menyerupai daerah pegunungan dan dataran tinggi cenderung lebih sulit berkembang dibandingkan dengan daerah yang mempunyai topografi relatif datar menyerupai di daerah dataran rendah. Berbagai perjuangan pertanian di daerah yang mempunyai topografi berangasan akan sulit berkembang, contohnya Swiss, Austria, Tibet, Nepal, serta daerah di sepanjang Pegunungan Andes (Amerika Selatan). Sebaliknya dataran rendah menyerupai Cina, tanah rendah di Inggris, dan daerah prairie di Amerika Serikat mempunyai topografi yang baik untuk pertanian. Konfigurasi garis pantai juga merupakan jenis topografi yang kuat pada aktivitas manusia, misal pantai berteluk-teluk (fyord) di Norwegia menguntungkan dalam perjuangan perikanan.

c. Struktur Geologis
Struktur geologis pada permukaan bumi memengaruhi geomorfologi suatu wilayah. Geomorfologi sangat kuat terhadap contoh kehidupan penduduk yang ada di wilayah tersebut, khususnya aktivitas di bidang ekonomi.

d. Iklim
Iklim ialah faktor lingkungan yang sangat penting dalam memengaruhi aktivitas manusia. Kekayaan budaya banyak sekali dipengaruhi oleh iklim contohnya model pakaian, bentuk bangunan rumah, dan sistem pertanian.

e. Tanah
Tanah merupakan lapisan paling atas dari permukaan bumi. Tanah mempunyai peranan penting bagi kehidupan insan di antaranya untuk tempat tinggal dan sebagai lahan untuk aktivitas bercocok tanam. Tanah sebagai salah satu sumber daya alam perlu dijaga kelestariannya.

f. Tumbuhan
Tumbuhan atau vegetasi, baik yang alami maupun vegetasi buatan sebagai hasil kebijaksanaan daya insan bermanfaat, antara lain:
  1. sebagai sumber materi kuliner baik bagi insan maupun binatang (khususnya binatang memamah biak);
  2. sebagai materi dasar obat-obatan tradisional;
  3. sebagai materi dasar pembuatan kosmetika;
  4. penghasil kayu untuk materi industri, perumahan, sandang, kerajinan, dan sebagainya.

g. Hewan
Terdapat hubungan yang akrab antara vegetasi dan binatang yang hidup secara alamiah maupun yang telah dibudidayakan manusia. Manusia memanfaatkan binatang untuk membantu pekerjaannya, sumber makanan, juga untuk rekreasi. Namun ada pula binatang yang mengganggu kehidupan manusia, misal binatang yang mengganggu perjuangan pertanian menyerupai belalang, wereng, kumbang, tikus, dan sebagainya. Ada pula binatang yang membuatkan penyakit, contohnya nyamuk, tikus, anjing, unggas, burung, dan sebagainya.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Jumat, 13 April 2018

Penjelasan Mengenai Pembiasaan Insan Terhadap Lingkungannya

Kehidupan manusia tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut antara lain perubahan lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut menimbulkan seluruh makhluk hidup termasuk insan perlu melaksanakan penyesuaian dengan lingkungannya biar sanggup mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan ini dinamakan suatu tindak adaptasi.

Adaptasi dari makhluk hidup khususnya sanggup dibedakan dalam dua macam, yaitu pembiasaan genetis dan pembiasaan somatis.

1. Adaptasi Genetis

Setiap lingkungan hidup selalu merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh tertentu. Struktur yang dibuat ini sanggup bersifat menurun dan permanen, sehingga sanggup dikatakan adanya kekerabatan yang besar lengan berkuasa antara struktur tertentu dari organisme dengan lingkungan hidupnya. Manusia mempunyai banyak ciri-ciri genetika yang spesifik dibanding makhluk hidup lainnya, antara lain:

a. mempunyai susunan gigi yang lengkap
  • gigi incisivus untuk mengerat ibarat binatang pengerat (rodentia),
  • gigi caninus untuk merobek-robek daging ibarat binatang pemakan daging (carnivora), dan
  • gigi molar untuk menghancurkan masakan ibarat binatang pemakan tumbuhan (herbivora),
b. mempunyai organ pencernaan dengan enzim-enzim dan kekuatan-kekuatan khusus yang ada di dalamnya,
c. mempunyai struktur tubuh yang lengkap, termasuk susunan syaraf yang menjadikan insan sebagai makhluk hidup “berakal”.

Keadaan sifat-sifat genetika tersebut menciptakan insan mempunyai toleransi yang besar terhadap lingkungan hidupnya.

2. Adaptasi Somatis

Adaptasi somatis ialah pembiasaan yang berbentuk perubahan struktural ataupun fungsional, bersifat sementara serta tidak diturunkan kepada keturunannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan yang baru, maka struktur atau fungsinya bisa berbeda pula sesuai dengan perubahan yang terjadi. Misalnya, pada kawasan panas kulit insan akan bermetamorfosis lebih gelap, sedangkan kawasan yang hambar menjadi lebih terang. Di kawasan pegunungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah dari kawasan pantai, maka bentuk jantung dan paru- paru juga akan menyesuaikan menjadi lebih besar.

Adaptasi somatis selain mengubah struktur dan fungsi pada manusia, juga sanggup mengubah kemampuan manusia. Dengan kemampuan ini insan menjadi lebih gampang beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang bermacam-macam. Berbagai alat yang diproduksi insan semakin usang semakin kompleks sesuai dengan kemajuan teknologi mereka, misal kemajuan teknologi di bidang konstruksi bangunan, pakaian, persenjataan, obat-obatan hingga teknologi mengeksplorasi luar angkasa. Kemampuan ini tidak sanggup dijumpai pada makhluk lain ibarat binatang maupun tumbuhan. Adaptasi somatis ini juga bisa membentuk sifat-sifat insan menjadi agresif, pemalas, pemarah, dan sebagainya.

Manusia sebagai penghuni bumi, bukan hanya bertempat tinggal, tetapi meliputi banyak sekali hal, ibarat mempertahankan diri dan meningkatkan taraf hidupnya baik secara individu maupun secara berkelompok. Adaptasi insan terhadap lingkungannya berbeda dengan pembiasaan tumbuhan dan hewan. Adaptasi insan lebih terlihat pada perubahan sikap dan budayanya sebagai respons yang sempurna terhadap tantangan dari lingkungannya.


Adaptasi pada insan di muka bumi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan menjadikan bentuk pembiasaan yang berbeda pula, contohnya cara berpakaian, bermata pencaharian, berbahasa, dan sebagainya. Secara keseluruhan pembiasaan itu akan membentuk pola-pola kebudayaan yang berbeda- beda yang tersebar di permukaan bumi, sehingga membentuk wilayah kebudayaan (cultural region).

Untuk materi Geografi lainnya silahkan klik Gambar berikut!

perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu Penjelasan mengenai Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya

Demikianlah materi tantang Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Senin, 12 Maret 2018

Pengertian Dan Klarifikasi Biosfer

Secara etimologi biosfer merupakan campuran dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, biosfer yakni lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup. Biosfer mencakup lapisan litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Ketiga lapisan tersebut saling berinteraksi dan membentuk lapisan biosfer tempat ditemukannya kehidupan di bumi.

Setiap jenis makhluk hidup mempunyai tempat masing-masing di biosfer untuk tetap hidup sesuai dengan caranya. Tempat hidup itu disebut habitat, yaitu tempat hidup suatu organisme. Tempat hidup dengan unsur- unsurnya beserta makhluk hidup yang tinggal di suatu daerah secara keseluruhan akan membentuk sistem kehidupan yang disebut ekosistem. Sistem kehidupan di biosfer yang sebesar bumi secara umum dibagi menjadi ekosistem daratan (terrestrial ecosystem), ekosistem maritim (marine ecosystem), dan ekosistem air tawar (fresh water ecosystem).

 yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan Pengertian dan Penjelasan Biosfer
Contoh kehidupan ekosistem padang rumput di Benua Afrika.

Makhluk hidup atau organisme mempunyai tingkat organisasi yang berkisar dari tingkat yang paling sederhana (protoplasma) ke tingkat organisasi yang paling kompleks (biosfer). Tingkat organisasi dari bawah ke atas, semakin kompleks.
 yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan Pengertian dan Penjelasan Biosfer
Tingkat organisasi makhluk hidup

Berikut ini klarifikasi masing-masing tingkat organisasi yang ada pada gambar diatas :
  1. Protoplasma adalah zat hidup dalam sel dan terdiri atas senyawa organik yang kompleks menyerupai lemak, protein, dan sejenisnya.
  2. Sel yakni satuan dasar suatu organisme dan terdiri atas protoplasma dan inti yang terkandung dalam membran.
  3. Jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, contohnya jaringan otot.
  4. Organ yakni bab dari suatu organisme yang mempunyai fungsi tertentu, contohnya kaki atau pendengaran pada binatang dan manusia, daun atau akar pada tumbuhan.
  5. Sistem organ adalah kolaborasi antara struktural dan fungsional yang harmonis, contohnya kolaborasi antara mata dan telinga, antara daun dan batang pada tumbuhan.
  6. Organisme yakni suatu benda hidup, atau makhluk hidup.
  7. Populasi yakni kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu. Misalnya, populasi insan di Jakarta, populasi banteng di Baluran, atau populasi rino di Ujung Kulon.
  8. Komunitas yakni semua populasi dari aneka macam jenis yang menempati suatu daerah tertentu. Pada daerah tersebut tiap populasi saling berinteraksi. Misalnya, populasi harimau berinteraksi dengan populasi gajah di Sumatra Selatan, populasi ikan emas berinteraksi dengan populasi ikan mujaer di kolam.
  9. Ekosistem yakni tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dan lingkungannya baik yang hidup maupun tak hidup (tanah, air, udara), yang secara bersama- sama membentuk suatu sistem ekologi. Misalnya, ekosistem hutan mangrove di Segara Anakan atau ekosistem air tawar di danau Toba.
Demikianlah bahan ihwal Biosfer ini aku sampaikan. biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Penjelasan Perihal Persebaran Binatang (Fauna) Di Muka Bumi

1. Fauna di Padang Rumput

Padang rumput merupakan habitat dari aneka macam jenis binatang, alasannya padang rumput menyediakan segala yang diharapkan oleh hewan-hewan pemakan rumput (herbivora). Jenis binatang yang hidup di padang rumput antara lain kuda, zebra, bison, dan kanguru (yang hidup di padang rumput Australia). Selain binatang herbivora, di tempat ini juga terdapat binatang predator menyerupai singa, harimau, serigala, dan binatang karnivora lainnya.
 Padang rumput merupakan habitat dari aneka macam jenis binatang Penjelasan perihal Persebaran Hewan (Fauna) di Muka Bumi
Contoh Fauna dipadang rumput

2. Fauna di Daerah Gurun

Gurun identik dengan tempat kering, sehingga binatang yang berada di tempat ini biasanya bisa mengikuti keadaan dan bertahan hidup dalam kondisi cuaca yang panas dan kering. Binatang yang hidup di tempat kering dicirikan dengan pencarian mangsa pada pagi hari atau malam hari dan hidupnya di lubang-lubang untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari pada siang hari, dan cuaca hirau taacuh pada malam hari. Binatang yang hidup di gurun biasanya berukuran kecil, menyerupai kadal, ular, dan tikus. Binatang yang berukuran besar biasanya jarang ditemui di tempat ini, alasannya adaptasinya yang sulit. Contoh, binatang besar yang bisa mengikuti keadaan dan bertahan hidup di tempat gurun ialah unta dan kuda.

3. Fauna di Daerah Tundra

Tundra merupakan tempat yang mempunyai iklim kutub, oleh alasannya itu tempat ini merupakan tempat hirau taacuh (beku). Fauna di tempat tundra dicirikan mempunyai bulu-bulu yang tebal, yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca hirau taacuh di tempat tersebut. Fauna yang hidup di tempat tundra antara lain pendeer dan muskox merupakan jenis binatang herbivora (pemakan jenis lumut). Jenis binatang mamalia yang bisa bertahan di tempat tundra antara lain beruang kutub, serigala kutub, dan kelinci kutub. Daerah tundra yang beriklim kutub yang hirau taacuh mempunyai jenis fauna lebih sedikit dibandingkan tempat gurun.

4. Fauna di Hutan Tropik

Fauna yang hidup di hutan tropik jenisnya sangat bermacam-macam antara lain kera, aneka macam jenis burung, hariamau, gajah, serangga, binatang melata, dan aneka macam jenis binatang vertebrata dan invertebrata lainnya.

5. Fauna di Daerah Taiga

Jenis fauna yang ada di tempat taiga didominasi oleh bermacam-macam burung yang bermigrasi ke arah selatan pada waktu demam isu gugur. Jenis fauna yang khas di tempat ini ialah moose, serigala, dan beruang hitam.

6. Fauna di Daerah Kutub

Fauna yang bisa hidup di tempat kutub pada umumnya mempunyai bulu- bulu yang tebal, menyerupai jenis binatang yang hidup di tempat tundra. Fauna yang hidup di tempat kutub antara lain beruang kutub serta mamalia air menyerupai singa laut, yang dijadikan sebagai makanan utama beruang kutub, dan sejenis burung yaitu penguin.

 Padang rumput merupakan habitat dari aneka macam jenis binatang Penjelasan perihal Persebaran Hewan (Fauna) di Muka Bumi
Beruang kutub di Antartika

Demikianlah bahan tentang Persebaran Hewan (Fauna) di Muka Bumi ini aku sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com