Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2018

Pengertian Dan Komponen Lingkungan Hidup

1. Pengertian Lingkungan Hidup

Menurut Otto Sumarwoto (1989) lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya insan dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan insan serta makhluk hidup lainnya.

Lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang berafiliasi dengan organisasi dalam melangsungkan kehidupannya. Lingkungan hidup merupakan keseluruhan unsur atau komponen yang berada di sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan. Lingkungan hidup sangat dipengaruhi oleh:
  1. hubungan atau interaksi antarunsur dalam lingkungan hidup. Interaksi bukan hanya menyangkut komponen biofisik, melainkan menyangkut pula hubungan sosial dalam hal unsur-unsur lingkungan yang terdiri atas benda hidup dan dinamis,
  2. kondisi unsur lingkungan hidup,
  3. kondisi fisik, contohnya kondisi suhu, cahaya, dan kebisingan, dan
  4. jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup.

2. Komponen Lingkungan Hidup

Komponen lingkungan hidup terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik ialah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik sanggup dibedakan menjadi 3 kelompok utama, sebagai berikut.

1) Kelompok Produsen
Kelompok produsen ialah organisme yang bisa menghasilkan makan- annya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi materi anorganik dengan pertolongan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen ialah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Skema hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungannya.


2) Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen ialah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh alasannya ialah itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas insan dan kelompok binatang herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora (pemakan binatang lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pema- kan segalanya).

3) Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai ialah basil dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah, serta gas-gas yang terlepas kembali ke atmosfer.

b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik ialah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi memiliki imbas pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.
1) Tanah
Tanah merupakan badan alam yang berfungsi sebagai daerah tinggal makhluk hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai daerah tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diharapkan untuk kehidupan flora ibarat unsur hara, materi organik, serta air yang terdapat di dalam tanah.

2) Atmosfer/Lapisan Udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat banyak sekali gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satu gas yang memiliki peranan sangat penting bagi makhluk hidup ialah oksigen yang dipakai insan dan binatang untuk bernapas. Manusia dan binatang bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, dan sebaliknya flora menyerap karbon dioskida dan membuang oksigen ke udara.

3) Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, alasannya ialah tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang sanggup dipakai (air segar).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Air sumber utama kehidupan termasuk
dalam lingkungan abiotik.

4) Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berkhasiat untuk proses fotosintesis. Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antar- komponen ini tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajari perihal hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan ekologi.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Jumat, 13 April 2018

Penjelasan Mengenai Pembiasaan Insan Terhadap Lingkungannya

Kehidupan manusia tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut antara lain perubahan lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut menimbulkan seluruh makhluk hidup termasuk insan perlu melaksanakan penyesuaian dengan lingkungannya biar sanggup mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan ini dinamakan suatu tindak adaptasi.

Adaptasi dari makhluk hidup khususnya sanggup dibedakan dalam dua macam, yaitu pembiasaan genetis dan pembiasaan somatis.

1. Adaptasi Genetis

Setiap lingkungan hidup selalu merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh tertentu. Struktur yang dibuat ini sanggup bersifat menurun dan permanen, sehingga sanggup dikatakan adanya kekerabatan yang besar lengan berkuasa antara struktur tertentu dari organisme dengan lingkungan hidupnya. Manusia mempunyai banyak ciri-ciri genetika yang spesifik dibanding makhluk hidup lainnya, antara lain:

a. mempunyai susunan gigi yang lengkap
  • gigi incisivus untuk mengerat ibarat binatang pengerat (rodentia),
  • gigi caninus untuk merobek-robek daging ibarat binatang pemakan daging (carnivora), dan
  • gigi molar untuk menghancurkan masakan ibarat binatang pemakan tumbuhan (herbivora),
b. mempunyai organ pencernaan dengan enzim-enzim dan kekuatan-kekuatan khusus yang ada di dalamnya,
c. mempunyai struktur tubuh yang lengkap, termasuk susunan syaraf yang menjadikan insan sebagai makhluk hidup “berakal”.

Keadaan sifat-sifat genetika tersebut menciptakan insan mempunyai toleransi yang besar terhadap lingkungan hidupnya.

2. Adaptasi Somatis

Adaptasi somatis ialah pembiasaan yang berbentuk perubahan struktural ataupun fungsional, bersifat sementara serta tidak diturunkan kepada keturunannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan yang baru, maka struktur atau fungsinya bisa berbeda pula sesuai dengan perubahan yang terjadi. Misalnya, pada kawasan panas kulit insan akan bermetamorfosis lebih gelap, sedangkan kawasan yang hambar menjadi lebih terang. Di kawasan pegunungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah dari kawasan pantai, maka bentuk jantung dan paru- paru juga akan menyesuaikan menjadi lebih besar.

Adaptasi somatis selain mengubah struktur dan fungsi pada manusia, juga sanggup mengubah kemampuan manusia. Dengan kemampuan ini insan menjadi lebih gampang beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang bermacam-macam. Berbagai alat yang diproduksi insan semakin usang semakin kompleks sesuai dengan kemajuan teknologi mereka, misal kemajuan teknologi di bidang konstruksi bangunan, pakaian, persenjataan, obat-obatan hingga teknologi mengeksplorasi luar angkasa. Kemampuan ini tidak sanggup dijumpai pada makhluk lain ibarat binatang maupun tumbuhan. Adaptasi somatis ini juga bisa membentuk sifat-sifat insan menjadi agresif, pemalas, pemarah, dan sebagainya.

Manusia sebagai penghuni bumi, bukan hanya bertempat tinggal, tetapi meliputi banyak sekali hal, ibarat mempertahankan diri dan meningkatkan taraf hidupnya baik secara individu maupun secara berkelompok. Adaptasi insan terhadap lingkungannya berbeda dengan pembiasaan tumbuhan dan hewan. Adaptasi insan lebih terlihat pada perubahan sikap dan budayanya sebagai respons yang sempurna terhadap tantangan dari lingkungannya.


Adaptasi pada insan di muka bumi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan menjadikan bentuk pembiasaan yang berbeda pula, contohnya cara berpakaian, bermata pencaharian, berbahasa, dan sebagainya. Secara keseluruhan pembiasaan itu akan membentuk pola-pola kebudayaan yang berbeda- beda yang tersebar di permukaan bumi, sehingga membentuk wilayah kebudayaan (cultural region).

Untuk materi Geografi lainnya silahkan klik Gambar berikut!

perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu Penjelasan mengenai Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya

Demikianlah materi tantang Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Rabu, 07 Maret 2018

Pengertian Dan Komponen Lingkungan Hidup

1. Pengertian Lingkungan Hidup

Menurut Otto Sumarwoto (1989) lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya insan dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan insan serta makhluk hidup lainnya.

Lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang berafiliasi dengan organisasi dalam melangsungkan kehidupannya. Lingkungan hidup merupakan keseluruhan unsur atau komponen yang berada di sekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan. Lingkungan hidup sangat dipengaruhi oleh:
  1. hubungan atau interaksi antarunsur dalam lingkungan hidup. Interaksi bukan hanya menyangkut komponen biofisik, melainkan menyangkut pula hubungan sosial dalam hal unsur-unsur lingkungan yang terdiri atas benda hidup dan dinamis,
  2. kondisi unsur lingkungan hidup,
  3. kondisi fisik, contohnya kondisi suhu, cahaya, dan kebisingan, dan
  4. jenis dan jumlah masing-masing unsur lingkungan hidup.

2. Komponen Lingkungan Hidup

Komponen lingkungan hidup terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik.
a. Lingkungan Biotik
Lingkungan biotik ialah semua makhluk hidup yang menempati bumi, yang terdiri atas tumbuhan, hewan, manusia. Menurut fungsinya, komponen biotik sanggup dibedakan menjadi 3 kelompok utama, sebagai berikut.

1) Kelompok Produsen
Kelompok produsen ialah organisme yang bisa menghasilkan makan- annya sendiri, yang biasa disebut dengan autotrofik (auto = sendiri, trofik = menghasilkan makanan). Organisme tersebut mengubah bahan-bahan organik menjadi materi anorganik dengan pertolongan energi matahari dalam butir-butir hijau daun atau klorofil. Pada klorofil itulah proses fotosintesis berlangsung, yang termasuk kelompok produsen ialah tumbuh-tumbuhan yang berhijau daun (klorofil).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Skema hubungan timbal balik antara
manusia dengan lingkungannya.


2) Kelompok Konsumen
Kelompok konsumen ialah organisme yang hanya memanfaatkan hasil yang disediakan oleh organisme lain (produsen). Oleh alasannya ialah itu, konsumen disebut dengan heterotrofik. Kelompok ini terdiri atas insan dan kelompok binatang herbivora (pemakan tumbuh-tumbuhan). Hewan herbivora selanjutnya dimakan oleh binatang karnivora (pemakan binatang lainnya), dan kedua jenis binatang ini dimakan oleh manusia, yang termasuk dalam golongan omnivora (pema- kan segalanya).

3) Kelompok Pengurai (Decomposer)
Kelompok pengurai berperan dalam menguraikan sisa-sisa atau makhluk hidup yang telah mati. Termasuk dalam kelompok pengurai ialah basil dan jamur. Hasil penguraiannya berupa mineral-mineral dan air yang kembali ke tanah, serta gas-gas yang terlepas kembali ke atmosfer.

b. Lingkungan Abiotik
Lingkungan abiotik ialah benda-benda mati yang ada di bumi tetapi memiliki imbas pada kehidupan mahkluk hidup yang ada di dalamnya. Berikut termasuk dalam kelompok abiotik.
1) Tanah
Tanah merupakan badan alam yang berfungsi sebagai daerah tinggal makhluk hidup dengan segala aktivitasnya. Selain berperan sebagai daerah tinggal makhluk hidup, tanah juga menyediakan unsur-unsur yang diharapkan untuk kehidupan flora ibarat unsur hara, materi organik, serta air yang terdapat di dalam tanah.

2) Atmosfer/Lapisan Udara
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti bumi. Dalam atmosfer terdapat banyak sekali gas yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Salah satu gas yang memiliki peranan sangat penting bagi makhluk hidup ialah oksigen yang dipakai insan dan binatang untuk bernapas. Manusia dan binatang bernapas menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, dan sebaliknya flora menyerap karbon dioskida dan membuang oksigen ke udara.

3) Air
Air merupakan sumber utama kehidupan, alasannya ialah tanpa adanya air makhluk hidup tidak akan bisa hidup. Lebih dari 70% permukaan bumi terdiri atas air, namun dari sekian besar volume air yang terdapat di bumi, hanya sebagian kecil saja yang sanggup dipakai (air segar).

 lingkungan hidup ialah kesatuan ruang dengan semua benda Pengertian dan Komponen Lingkungan Hidup
Air sumber utama kehidupan termasuk
dalam lingkungan abiotik.

4) Sinar Matahari

Sinar matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan. Pada tumbuhan, sinar matahari berkhasiat untuk proses fotosintesis. Komponen-komponen lingkungan hidup yang berada di sekitar kita merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi antara komponen yang satu dengan komponen yang lain disebut dengan ekosistem. Hubungan antar- komponen ini tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi juga adanya interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajari perihal hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di dalam ekosistem disebut dengan ekologi.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Minggu, 04 Maret 2018

Penjelasan Mengenai Pembiasaan Insan Terhadap Lingkungannya

Kehidupan manusia tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut antara lain perubahan lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial. Terjadinya perubahan-perubahan tersebut menimbulkan seluruh makhluk hidup termasuk insan perlu melaksanakan penyesuaian dengan lingkungannya biar sanggup mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Penyesuaian diri terhadap perubahan lingkungan ini dinamakan suatu tindak adaptasi.

Adaptasi dari makhluk hidup khususnya sanggup dibedakan dalam dua macam, yaitu pembiasaan genetis dan pembiasaan somatis.

1. Adaptasi Genetis

Setiap lingkungan hidup selalu merangsang penghuninya untuk membentuk struktur tubuh tertentu. Struktur yang dibuat ini sanggup bersifat menurun dan permanen, sehingga sanggup dikatakan adanya kekerabatan yang besar lengan berkuasa antara struktur tertentu dari organisme dengan lingkungan hidupnya. Manusia mempunyai banyak ciri-ciri genetika yang spesifik dibanding makhluk hidup lainnya, antara lain:

a. mempunyai susunan gigi yang lengkap
  • gigi incisivus untuk mengerat ibarat binatang pengerat (rodentia),
  • gigi caninus untuk merobek-robek daging ibarat binatang pemakan daging (carnivora), dan
  • gigi molar untuk menghancurkan masakan ibarat binatang pemakan tumbuhan (herbivora),
b. mempunyai organ pencernaan dengan enzim-enzim dan kekuatan-kekuatan khusus yang ada di dalamnya,
c. mempunyai struktur tubuh yang lengkap, termasuk susunan syaraf yang menjadikan insan sebagai makhluk hidup “berakal”.

Keadaan sifat-sifat genetika tersebut menciptakan insan mempunyai toleransi yang besar terhadap lingkungan hidupnya.

2. Adaptasi Somatis

Adaptasi somatis ialah pembiasaan yang berbentuk perubahan struktural ataupun fungsional, bersifat sementara serta tidak diturunkan kepada keturunannya. Apabila terjadi perubahan lingkungan yang baru, maka struktur atau fungsinya bisa berbeda pula sesuai dengan perubahan yang terjadi. Misalnya, pada kawasan panas kulit insan akan bermetamorfosis lebih gelap, sedangkan kawasan yang hambar menjadi lebih terang. Di kawasan pegunungan dengan kadar oksigen yang lebih rendah dari kawasan pantai, maka bentuk jantung dan paru- paru juga akan menyesuaikan menjadi lebih besar.

Adaptasi somatis selain mengubah struktur dan fungsi pada manusia, juga sanggup mengubah kemampuan manusia. Dengan kemampuan ini insan menjadi lebih gampang beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang bermacam-macam. Berbagai alat yang diproduksi insan semakin usang semakin kompleks sesuai dengan kemajuan teknologi mereka, misal kemajuan teknologi di bidang konstruksi bangunan, pakaian, persenjataan, obat-obatan hingga teknologi mengeksplorasi luar angkasa. Kemampuan ini tidak sanggup dijumpai pada makhluk lain ibarat binatang maupun tumbuhan. Adaptasi somatis ini juga bisa membentuk sifat-sifat insan menjadi agresif, pemalas, pemarah, dan sebagainya.

Manusia sebagai penghuni bumi, bukan hanya bertempat tinggal, tetapi meliputi banyak sekali hal, ibarat mempertahankan diri dan meningkatkan taraf hidupnya baik secara individu maupun secara berkelompok. Adaptasi insan terhadap lingkungannya berbeda dengan pembiasaan tumbuhan dan hewan. Adaptasi insan lebih terlihat pada perubahan sikap dan budayanya sebagai respons yang sempurna terhadap tantangan dari lingkungannya.


Adaptasi pada insan di muka bumi dengan kondisi lingkungan yang berbeda akan menjadikan bentuk pembiasaan yang berbeda pula, contohnya cara berpakaian, bermata pencaharian, berbahasa, dan sebagainya. Secara keseluruhan pembiasaan itu akan membentuk pola-pola kebudayaan yang berbeda- beda yang tersebar di permukaan bumi, sehingga membentuk wilayah kebudayaan (cultural region).

Untuk materi Geografi lainnya silahkan klik Gambar berikut!

perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu Penjelasan mengenai Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya

Demikianlah materi tantang Adaptasi Manusia terhadap Lingkungannya ini saya sampaikan, semoga bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com