Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2019

Contoh Soal Dan Pembahasan Mengenai Faktorial

Ilustrasi Faktorial
Pengertian faktorial dalam matematika ialah perkalian bilangan lingkaran sampai satu. Lazimnya lambang faktorial ini dengan tanda seru. Semisal, 7! = 7x6x5x4x3x2x1.
Bentuk umum dari faktorial : n! = n.(n-1)(n-2)...1= n (n-1)!
Agar memudahkan, Anda sanggup perhatikan beberapa rujukan soal dan pembahasan wacana faktorial ini.
Catatan: 0!=1
1. Tentukan Nilai dari : 6!
Jawab : 6! = 6x5x4x3x2x1

2. Nilai dari 3!.4! =...
Jawab: Untuk perkalian, TIDAK BERLAKU 3!.4!= 12!. Dalam penyelesaian ini Anda harus menuntaskan dengan cara:
3! 4! = 3x2x1x4x3x2x1

$3)  \frac {8!.2!}{4!} =... $
Jawab:
$\frac {8!.2!}{4!} = \frac {8x7x6x5x4!x2x1}{4!} \\=8x7x6x5x2x1$

4. Hitunglah nilai dari :
$a) \frac {n!}{(n-2)!}=56 \\ b) \frac {(n+1)!}{n!}=30 $
$a) \frac {n!}{(n-2)!}=56 \\ \frac {n.(n-1)(n-2)!}{(n-2)!}=56 \\ n.(n-1)=56 \\ n^2-n=56 \\ n^2-n-56 =0 \\ (n-8)(n+7)=0 \\ n=8 , n=-7$
nilai n yang diambil ialah 8, alasannya untuk faktorial n ialah bilangan positif.
$b) \frac {(n+1)!}{n!}=30 \\ \frac {(n+1)(n)!}{n!}=30 \\ n+1 = 30 \\ n=29$

5. Hitunglah nilai n dari,
 $ \frac {(n+1)!}{(n-2)!}= \frac {n!}{(n-4)!} $

Jawab:
$  \frac {(n+1)!}{(n-2)!}= \frac {n!}{(n-4)!} \\    \frac {(n+1)n(n-1)(n-2)!}{(n-2)!}= \frac {n(n-1)(n-2)(n-3)(n-4)!}{(n-4)!} \\    (n+1)=(n-2)(n-3) \\    n+1 = n^2-5n+6 \\ n^2-6n+5 =0 \\ (n-1)(n-5)=0 \\ n=1, n=5$

6. Nilai n dari persamaan di bawah ini adalah..
 $ \frac {(n+2)!}{(n-1)!}= \frac {(n+1)!}{(n-3)!}$

Jawab:
$  \frac {(n+2)!}{(n-1)!}= \frac {(n+1)!}{(n-3)!} \\   \frac {(n+2)(n+1)n(n-1)!}{(n-1)!}= \frac {(n+1)n(n-1)(n-2)(n-3)!}{(n-3)!} \\ (n+2)   =(n-2)(n-1) \\ n+2=n^2-3n+2 \\n^2-4n =0 \\ n(n-4)=0 \\ n=4, n=0$

7. Buktikan :
$a) \frac {7!}{2!5!}+\frac {7!}{3!4!}= \frac {8!}{3!5!} $ 

 $\frac {7!}{2!5!} .\frac {8}{3}.\frac {3}{8}+\frac {7!}{3!4!} .\frac{8}{5}.\frac {5}{8}= \frac {8!}{3!5!} \\  \frac {8!}{3!5!} .\frac {3}{8}+\frac {8!}{3!5!}.\frac {5}{8}= \frac {8!}{3!5!}\\ \frac {8!}{3!5!} \left( \frac {3}{8} +\frac {5}{8} \right)=\frac {8!}{3!5!} \\ \frac {8!}{3!5!}.1 =\frac {8!}{3!5!} \\ \frac {8!}{3!5!}=\frac {8!}{3!5!}$
Pada langkah pertama supaya menemukan 8! maka 7! kita kalikan 8 dan pada pembilang kita butuh 3! sehingga bab 2! kita kalikan 3. Artinya kita mengalikan 8/3 seharusnya, supaya tak merubah nilai maka kita kalikan dengan inversnya yakni 3/8. Hal yang sama dilakukan pada bab kedua.

Pada langkah kedua bab faktorial di kiri di faktorkan sehingga terdapa penjumlahan 3/8 dan 5/8. Dari sini kita akan dapatkan 1.
Untuk latihan silahkan dicoba membuktikan,
$ \frac {11!}{6!5!}+\frac {11!}{7!4!}= \frac {12!}{7!5!}$

Sumber http://www.marthamatika.com/

Konsep Dasar Perhitungan Permutasi Dan Kombinasi

Pada pecahan ini kita akan lihat ihwal bagaimana dasar dari permutasi dan kombinasi.  Kita akan lihat masing masing. Pertama akan kita lihat mengenai permutasi.

A) Permutasi

Pengertian permutasi yaitu sebuah metode yang dilakukan untuk menghitung banyak cara menyusun sebuah objek dengan ketentuan memperhatikan susunan atau urutan benda tersebut. Untuk permutasi ini, dilambangkan atau disimbolkan dengan P. Semisal ingin menyusun sejumlah n benda menjadi r susunan, maka ditulis dalam bahasa matematika nPr atau beberapa literatur juga menulis dengan $P_{n,r}$.

Dari penulisan tersebut sanggup diuraikan menjadi,
$_nP_r= \frac {n!}{(n-r)!}$

Untuk lebih memahaminya sanggup diperhatikan rujukan sal dan pembahasan ihwal permutasi di bawah ini, Sebelumnya disarankan Anda harus memahami ihwal Faktorial.

1) Hitunglah nilai dari
 $a) _{10}P_2 \\ b) _13P_3$
$a) _{10}P_2 \\ \frac {10!}{(10-2)!} \\ \frac {10!}{(8)!} \\  \frac {10x9x8!}{(8)!} = 90$
Untuk yang b silahkan dikerjakan sendiri sebagai latihan bagi Anda.

2) Tentukan nilai n dari:
$a) _{n+1}P_{3} = _nP_4 \\  b) _{n-1}P_2 $
Kita bahas yang b,
$_{n-1}P_2 = 2 \\ \frac {(n-1)!}{(n-1-2)!} =2 \\ \frac {(n-1)!}{(n-3)!} =2 \\ \frac {(n-1)(n-2)(n-3)!)}{(n-3)!}=2 \\ (n-1)(n-2)=2 \\ n^2-3n+2 = 2 \\ n^2-3n=0 \\ n (n-3)=0 \\ n=0 \\ n=3 $

3) Lima stiker berbeda akan dipasang pada 5 daerah berbeda. Berapa banyak cara menempatkan stiker tersebut.
Pembahasan:
Kategori soal ini termasuk pada permutasi sebab STIKER-nya BERBEDA dan kalau disusun akan menghasilkan bentuk berbeda kalau ditempatkan bertukar posisi. Disinilah kunci dari Permutasi.
Karena kita akan menyusun 5 objek jadi 5 maka kita sanggup menghitungnya $_5P_5 $ dan kesudahannya akan didapat 120.

4) Terdapat 5 Orang yang akan dipilih untuk menjadi ketua, wakil dan sekretaris. Berapa banyak cara untuk menentukan mereka.
Pembahasan:
Disini akan dipakai Permutasi sebab kita mengenail POSISI ketua, wakil dan sekretaris. Mereka mempunyai daerah masing-masing.  Karena ada 5 objek akan disusun 3 maka sanggup dibentuk menjadi 5P3 = 60 Cara.

B)Kombinasi

Pengertian Kombinasi yaitu banyak cara untuk MENGAMBIL sekian banyak objek dari sejumlah objek tertentu.  Kombinasi ini dilambangkan dengan C, kalau Anda ingin mengambil r objek dari n objek maka ditulis $_nC_r$ atau juga ditulis $C_{n,r}$.

Dari bentuk umum tersebut sanggup diuraikan menjadi,
$_nC_r= \frac {n!}{(n-r)!r!} $

Agar memudahkan, sanggup dilihat dari rujukan soal dan pembahasan kombinasi dibawah ini,

1) Hitunglah nilai dari
$a) _7C_3 \\ b) _{10}C_5 $
Pembahasan:
a) $_7C_3= \frac {7!}{(7-3)!3!} \\  = \frac {7!}{(4)!3!} \\  = 35$
Untuk yang b silahkan dicoba menghitung sendiri.

2) Tentukan nilai n dari,
a) $_{n+1}C_3=7._nC_2$
b) $_nC_4=35$
Pembahasan:
a) $_{n+1}C_3=7._nC_2 \\ \frac {(n+1)!}{(n+1-3)!3!} = 7. \frac {n!}{(n-2)!2!} \\ \frac {(n+1)!}{(n-2)!3!} = 7. \frac {n!}{(n-2)!2!} \\ \frac {(n+1)n!}{3} = 7.  {n!} \\  n+1 =21 \\ n=20$

b) $_nC_4=35 \\  \frac {n!}{(n-4)!4!} = 35 \\ \frac {n (n-1)(n-2)(n-3)(n-4)!}{(n-4)!4!} = 35 \\ n (n-1)(n-2)(n-3) = 4!.35 \\ n (n-1)(n-2)(n-3)= 4x3x2x1x7x5 \\ n (n-1)(n-2)(n-3)= 4x5x6x7 \\ n=7 $

3) Sebuah liga sepakbola diikuti oleh 20 tim. Banyaknya pertandingan yang terjadi kalau disyaratkan masing masing tim harus bertemu satu kali adalah...
Pembahasan:
Kita mempunyai 20 tim, kemudian akan dipilih (untuk satu pertandingan) 2 tim yang akan terlibat. Maka banyak pertandingan yang terjadi yaitu - 20 C 2 = 190 pertandingan.

4) Terdapat 10 kandidat untuk  menjadi karyawan di sebuah perusahaan X. Bila perusahaan tersebut butuh 3 orang karyawan. Berapa banyak cara menentukan karyawan tersebut?
Pembahasan:
Akan diambil 3 dari 10 maka sanggup ditulis 10C3 = 120.

Tips Membedakan Kombinasi dan Permutasi

Pada permutasi biasanya akan ada level atau tingkatan posisi yang akan diisi. Sering juga mengunakan kata 'susun' supaya lebih gampang sebaiknya ingat kata PENYUSUNAN (dimulai dengan aksara P).

Sementara pada kombinasi posisi yang akan diisi tak ada level atau tingkatan pada posisi yang akan diisi. Agar lebih memudahkan, biasanya akan mengunakan katan Mengambil atau CABUT.
Sumber http://www.marthamatika.com/

Jumat, 01 Februari 2019

Rumus Peluang Adonan Dua Kejadian

Defenisi peluang dalam kehidupan sehari hari yakni perbandingan antara hal yang diinginkan dengan semua kemungkinan yang terjadi. Sebagai contoh, peluang Amel untuk menjadi juara kelas dimana pada suatu kelas tersebut terdapat 30 siswa.
Peluang dua Kejadian, kalau digambarkan, Lingkaran pertama bencana 1, bulat 2 kejadan 2. Maka peluang dua bencana tersebut yakni perbandingan area berwarna merah dengan seluruh luas persegi panjang.

Karena Amel hanya seorang (1) sementara kemungkinan yang akan menjadi juara 30 orang,maka peluang Amel untuk menjadi juara tersebut yakni 1/30.

Itu yakni hal yang sederhana. Lantas bagaimana bila ada 2 bencana atau lebih. Inilah yang akan kita bahas ihwal peluang gabuangan 2 Kejadian. Secara umum peluang campuran dua bencana sanggup dirumuskan sebagai berikut,
P (A∪B) = P(A) + P(B) - P(A ∩B)
dimana:
P (A∪B) = Peluang A gabung B
P(A) = Peluang bencana Pertama
P(B)= Peluang Kejadian ke-dua
P(AB) = Peluang bencana A dan B.

Agar mempermudah pemahaman, sanggup diperhatikan pola soal di bawah ini,
#Contoh Soal Peluang 2 Kejadian.
Sebuah dadu dilemparkan. Berapakah peluang munculnya mata dadu genap atau prima.

#Pembahasan.
Diketahui: n(S) = 6 (semua kemungkinan).
n (A) = 3 (mata dadu genap ada 3 yaitu 2,4,6)
n (B) = 3 ( mata dadu prima ada 3 yaitu 2,3,5)
Tanya : P (A∪B)  
Jawab:
$P(A)= \frac {n(A)}{n(S)} = \frac {3}{6} \\ P(B)= \frac {n(B)}{n(S)} = \frac {3}{6} \\ P(A\cup B) = P(A)+P(B)-P(A\cap B) \\ P(A\cup B)= \frac {3}{6}+\frac {3}{6} - \frac {1}{6} = \frac {5}{6}$
Lalu darimana datangnya P(AB)  = 1/6. Di sini perhatikan kemungkinan yang sama antara bencana A dan B yakni 1, yaitu angka 2.

Coba kita bandingkan dengan perhitungan manual. AngkaGenap atau prima pada dadu { 2,3,4,5,6} jadi terdapat 5 angka genap atau prima. Total semua kemungkinan ada {1,2,3,4,5,6} 6 buah. Sesuai prinsip peluang maka sanggup ditulis $ P(genapprima) = \frac {n_{genapprima}} {n_total} = \frac {5}{6}$

Sama bukan jawabannya? Nah kemudian kenapa diberikan rumus tersebut, bila dihitung manual juga bisa? Ini alasannya yakni pada pola soal di atas gres pada kasus kecil. Bayangkan bila menghitung peluang dengan jumlah besar, cukup merepotkan bukan menghitung secara manual.
Sumber http://www.marthamatika.com/

Kamis, 31 Januari 2019

Contoh Soal Peluang 3 Insiden Yang Berhubungan

Sebelumnya telah diberikan rumus, rujukan soal dan pembahasan mengenai peluang 2 kejadian yang saling berhubungan. Lalu bagaimana kalau terdapat 3 kejadian secara bersamaan.

Rumus untuk mencari peluang 3 kejadian yang dipakai adalah
P(A⋃B⋃C) = P(A)+P(B)+P(C) - P(A∩B)- P(A∩C)-P(B∩C) + P(A∩B∩C)
P(A⋃B⋃C) = Peluang 3 Kejadian
 P(A),P(B),P(C) = Masing masing peluang kejadian pertama, kedua dan ketiga
P(A∩B) = Peluang Kejadian A dan B yang sanggup terjadi bersamaan
P(A∩C)= Peluang Kejadian A dan C yang sanggup terjadi bersamaan
P(B∩C)= Peluang Kejadian B dan C yang sanggup terjadi bersamaan.

Jika di ilustrasikan pada gambar diagram, maka peluang 3 kejadian ini sanggup digambarkan sebagai berikut:
Jika ketiga bundar dimisalkan dengan kejadian pertama, kedua dan ketiga. Maka peluang 3 kejadian tersebut ialah perbandingan antara luas yang berwarna merah dan kotak persegi panjang.

Agar mempermudah, sanggup diperhatikan rujukan soal dan pembahasan mengenai peluang 3 kejadian ini.

#Contoh Soal:
Dua buah dadu dilemparkan secara bersamaan. Berapakah peluang munculnya jumlah mata dadu faktor dari 4 atau faktor dari 6 atau jumlah mata dadu prima.

#Pembahasan:
Misalkan A faktor dari 4, maka A {1,2,4}. Artinya ada 3. Kaprikornus peluang nya ialah 3/36 (ingat Ruang sampel pelemparan Dua dadu ialah 36. Kaprikornus sanggup ditulis P(A) = 3/36
Misalkan B faktor dari 6, maka B {1,2,3,6}. Banyaknya ada 4. P(B) = 4/36
Misalkan C muncunya jumlah mata dadu prima maka C {2,3,5,7,11}, P(C) 5/36
Sementara itu,
Perhatikan antara A dan B ada kemungkinan yang sama yaitu {2} (banyaknya 1). Kita sanggup tuliskan P(A∩B) = 1/36
 Perhatikan antara A dan C ada kemungkinan yang sama yaitu {2} (banyaknya 1). Kita sanggup tuliskan P(A∩C) = 1/36
Perhatikan antara B dan C ada kemungkinan yang sama yaitu {2,3} (banyaknya 2). Kita sanggup tuliskan P(B∩C) = 2/36
Perhatikan antara A, B dan C ada kemungkinan yang sama yaitu {2} (banyaknya 1). Kita sanggup tuliskan P(A∩B∩C) = 1/36

Lalu kita gunakan rumus di atas, sehingga sanggup ditulis
P(A⋃B⋃C) = P(A)+P(B)+P(C) - P(A∩B)- P(A∩C)-P(B∩C) + P(A∩B∩C)
P(A⋃B⋃C) = 3/36+4/36+5/36-1/36-1/36-2/36+1/36= 9/36 = 1/4
Sumber http://www.marthamatika.com/

Penjelasan Distribusi Peluang Diskrit


Di awah ini akan dijelaskan ihwal fungsi massa peluang (probabiity mass function /pmf) dan fungsi distributif kumulatif atau cumulative distribution function / cdf. Kedua fungsi tersebut yaitu belahan dari distribusi peluang diskrit.

Pengertian dari distribusi peluang diskrit yaitu distribusi peluang yang ada pada setiap variable random diskrit. Sementara, defenis variabel random/acak diskrti adaah variabel random yang punya nilai Dengan demikian, setiapnilai fungsi variabel random diskrit ini penya nilai yang tak nol.

Fungsi Massa Peluang (PMF)

Bila dimisalkan X yaitu variabel random diskrit, dimana fungsi peluang didefenisikan P(X=x)=f(x). Fungsi tersebut berlaku untuk nilai x1, x2, ... sehingga $P(X=x)=f(x_i)$. Untuknilai selain x maka fungsi peluangnya yaitu 0.

Syarat f(x) sanggup dikatakan sebagai fungsi peluang bila,
  1. f(x) ≥0
  2. $\sum_{x}^{}f(x)=1$ , untuk semua nilai x yang mungkin. Ingat jumlah semua peluang dalam suatu insiden = 1.


Fungsi Distribusi Kumulatif

Pengertian dari fungsi distribusi kumulatif ini yaitu dimana pada variabel random diskrit x, F(x) = P(X≤x) berlaku pada $-\infty \leq x\leq \infty $.

Sifat dari fungsi distributi Kumulatif ini sebagai berikut,
  1. $F(x_j)\leq F(x_k) $ jika $ x_j\leq x_k$
  2. $\lim_ {x \to - \infty } F(x)=0$ dan $\lim_ {x \to \infty } F(x)=1$
  3. $ \lim_ {x \to 0^+ } F(x+h)=F(x)$ untuk setiap nilai x
Fungsi distribusi kumulatif ini sanggup didapatkan dari fungsi peluang yakni,

Contoh Soal:
Satu uang logam dengan sisi Angka dan sisi Gambar, Bila X merupakan banyak sisi A yang mucul dalam pelemparan uang logam tersebut dua kali. Maka tentukanlah fungsi peluang yang bersesuaian dengan variabel acak X tersebut.

Pembahasan:
Dari masalah di atas, kita tahu sesungguhnya ada 4 kemungkinan yang terjadi yaitu { AA, AG, GA, GG}. Dengan nila variabel random X (munculnya angka 0,1,2). Lebih terang sanggup dilihat tabel di bawah ini,
Titik Sampel
AA
AG
GA
GG
x
2
1
1
0
P(X=x)=f(x)
½
1/4
1/4
0
Dari tabel di atas nilai x= 0,1,2 dan nilai fungsi peluangnya f(0) = ¼, f(1) =1/2 dan f(2) =1/4. Sementara untuk variabel random selain x nilainya 0. Atau sanggup ditulis dalam bentuk,

Dalam permodelan, ada beberapa fungsi massa peluang yang digunakan.Contoh fungsi massa peluang tersebut adalah:


Sumber http://www.marthamatika.com/

Rabu, 30 Januari 2019

Beda Kejadian Saling Lepas Dan Saling Bebas

Dalam bahan pembahasan peluang sering menjadi kebingungan antara insiden saling lepas dan saling bebas. Jika dibaca sekilas, maka ini tampaknya sama. Memang secara garis besar ini sama alasannya yakni melibatkan dua atau lebih kejadian. Tetapi, pada penerapannya, antara insiden saling lepas dan saling bebas terdapat beberapa perbedaan. Coba disimak klarifikasi berikut ini,

Kejadian Saling Lepas

Kejadian Saling lepas yakni dua insiden yang tidak saling menghipnotis satu sama lainnya. Contoh insiden saling lepas ini dalam kehidupan sehari hari ibarat tidur dan makan. 2 insiden tersebut tidak sanggup terjadi secara bersamaan dan tidak saling menghipnotis (dalam artian waktu kejadian).

Secara matematis, insiden saling lepas ini sanggup dirumuskan sebagai berikut,
P(A∪B) = P(A)+P(B) 
Lawan dari insiden saling lepas ini yakni insiden tidak saling lepas. Rumus untuk insiden tak saling lepas ini adalah
P(A∪B) = P(A)+P(B)- P(A∩B)
Dimana A dan B yakni insiden pertama dan insiden kedua. Sederhananya antara insiden pertama dan insiden kedua tidak ada kekerabatan sama sekali. Biasanya pada soal soal matematika ini ditandai dengan kata hubung ATAU antara pernyataan insiden pertama dan pernyataan insiden ke-dua. LEPAS!

Kejadian Saling Bebas

Kejadian saling bebas yakni dua insiden dimana ada kekerabatan antara insiden pertama dan kedua. Dalam kata lain, insiden ini sanggup terjadi dalam waktu bersamaan. Contohnya dalam kehidupan sehari hari menonton TV dan makan. Kita sanggup melaksanakan hal tersebut dalam suatu waktu. Itulah arti dari insiden saling bebas.

Secara matematis, menghitung insiden saling bebas dipakai rumus,
P(A∩B) = P(A).P(B).
Terdapat perhiasan bab rumus yaitu  P(A∩B), ini merupakan peluang dimana insiden A dan B terjadi bersamaan. Pada soal matematika biasanya akan memakai kata hubung DAN antara insiden pertama dan insiden kedua.
Sumber http://www.marthamatika.com/

Selasa, 18 Desember 2018

Soal-Jawab: Hukum Pengisian Daerah (Menyusun Huruf)

Berikut ada beberapa soal ihwal hukum pengisian tempat. Pembahasan ini dapat memakai permutasi. Tetapi kita sederhanakan saja dengan hukum pengisian tempat.
Mari kita lihat pembahasan soal di atas.
10a. Dari kata DEPAN.  Ada 2 karakter vokal {a,e} dan 3 konsonan {d,p,n}.
 i) Diminta dimulai dari karakter vokal
 2
 4
 3
 2
 1
Perhatikan kotak pertama, kita punya dua karakter vokal {a,e} jadi ada dua buah entri yang mungkin mengisi kotak pertama tersebut. Untuk kotak II, III dan IV tidak ada syarat apapun. Sehingga dapat kita isi 4 ( karakter kita tadinya 5, barusan diasumsikan telah digunakan dikotak I satu buah, sisanya 4) dan begitu juga untuk kotak III dan IV. Kaprikornus hasil alhasil ialah 2.4.3.2.1= 48.
ii) Diminta karakter diawali karakter konsonan.
 3
 4
 3
 2
 1
Kita punya 3 karakter konsonan sebagai awal kata. 3.4.3.2.1=72

10b) Kata CERDIK = 2 vokal {e,i} dan 4 konsonan {c,r,d,k}
i)Vokal
 2
 5
 4
 3
 2
 1
2.5.4.3.2.1 = 240
ii) Konsonan
 4
 5
 4
 2
 1
4.5.4.3.2.1 = 480

10c) kata DOKUMEN ( Vokal =3 {o,u,e} ; Konsonan 4 {d,k,m,n})
i) Vokal
 3
 6
 5
 4
 3
 2
 1
3.6.5.4.3.2.1 = 2160
ii) Konsonan
 4
 6
 5
 4
 3
 2
 1
4.6.5.4.3.2.1 = 2880

10d) kata KOMENTAR (Vokal=3 {a,o,e} ; konsonan= 5 {k,m,n,t,r}
i) vokal
 3
 7
 6
 4
 3
 1
3.7.6.5.4.3.2.1 = 15120
ii) Konsonan
 5
 7
 6
 5
 4
 3
 2
 1
5.7.6.5.4.3.2.1 = 25200


11) Diberikan kata MASTERY. kini disusun menjadi 4 huruf.
MASTERI => 2 vokal {a,e} ; 5 konsonan {m,s,t,r,y}.
a) Di susun 4 karakter -Tanpa syarat -
 7
 6
 5
 4
7.6.5.4= 840

b) 4 Huruf - Konsonan saja. Artinya kita hanya punya 5 karakter untuk 4 tempat.
 5
 4
 3
 2
5.4.3.2= 120

c) 4 Huruf - awal dan final konsonan.
 5
 5
 4
Isikan syarat karakter awal-akhir terlebih dahulu. Isi kotak I dan IV. Kotak I ada kemungkinan 5 buah karakter vokal. Sementara kotak IV ada 4 kemungkinan karakter vokal, lantaran 1 karakter vokal sudah digunakan dikotak I. Kotak II dan III tidak ada syarat apapun. Ingat karakter kita totalnya ada 7, sudah digunakan di kotak I dan IV masing masing I - maka sisa kemungkinan yang dapat digunakan 5 untuk kotak II. Dan untuk kotak III sisa 4 lantaran telah digunakan masing masing 1 karakter di kotak I, II, IV. Hasilnya 5.5.4.4 = 400

d) 4 Huruf -dimulai Vokal
 2
 5
 4
2.6.5.4 = 480

e) 4 Huruf harus memuat karakter Y.
Karena karakter Y harus ada, kiprah kita hanya mengisi 3 posisi lagi dengan  6 karakter yang tersedia (Y sudah digunakan).
6
5
4
6.5.4 = 120. Kemungkinan posisi karakter Y ada 4- yaitu di kotak I, kotak II, kotak III dan kotak IV. Artinya kita dapat menyusun 120.4 =480.

f) 4 karakter dimulai T diakhiri Vokal
1
5
4
2
Isilah kotak I dan IV terlebih dahulu. Kotak I karakter pertama harus T, artinya hanya 1 yang mungkin. Sementara kotak ke-IV harus karakter vokal, kita punya 2 karakter vokal. Untuk kotak II sisa 5 dari total karakter tersedia, lantaran kita asumsikan telah memakai 2 karakter di kotak I dan kotak IV. Pada kotak III juga demikian, kita hanya punya 4 karakter sisa- lantaran dari 7 karakter tersedia diasumsikan telah digunakan masing masing 1 di kotak I, II dan IV.

g) 4 karakter -Di mulai dengan T dan harus ada karakter S.
Dari soal ini kita akan susun 5 karakter sisa ( M,A,E,R,Y) pada dua posisi. Sebab kawasan kotak I sudah niscaya di isi karakter T. Dan satu kotak lain (bisa di II/III/IV) di isi karakter S.
5
4
5.4 =20
Ingat: Ada 3 kemungkinan posisi karakter S. Jadinya 20x3 =60.

h) 4 huruf- Harus Memuat 2 karakter vokal
 Disini ada beberapa kemungkinan posisi karakter vokal
  1. Vokal I dan Vokal II
  2. Vokal I dan Vokal III
  3. Vokal I dan Vokal IV
  4. Vokal II dan Vokal III
  5. Vokal II dan Vokal IV
  6. Vokal III dan Vokal IV
Ada 6 kemungkinan. Untuk menyusun 4 karakter kita dapat hitung
2
1
5
4
Asumsikan saja karakter vokal di posisi I dan II saja dahulu. Hasilnya: 2.1.5.4 = 40. Karena ada 6 kemungkinan maka hasil akhirnya: 40x6=240.

Itulah pembahasan dari soal di atas. Jika ada yang masih kurang paham ihwal klarifikasi di atas silakan berkomentar.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Sabtu, 01 Desember 2018

Soal Sbmptn Wacana Hukum Perkalian Dan Pembahasan

 Ada lima jalur bus antara kota A dan kota B dan empat jalur bis antara kota B dan kota C Soal SBMPTN perihal Aturan Perkalian dan Pembahasan
Soal 1. Ada lima jalur bus antara kota A dan kota B dan empat jalur bis antara kota B dan kota C. Banyaknya cara seseorang dari kota A pulang pergi dari kota A ke kota C dan melalui B dan jikalau ia tak memakai jalur bus yang sama lebih dari satu kali adalah…

a)72      b )100    c) 120     d)240    e) 400

Pembahasan:
Perjalanan orang tersebut A_B_C_B_A
A-B= 5
B-C=4
C-B = 3 (asumsi 1 jalur B-C sudah dipakai sebelumnya)
B-A= 4 (asumsi 1 jalur A-B telah dipakai sebelumnya ketika perjalanan A-B)
Total Pilihan Jalur: 5.4.3.4 = 240

Soal 2. Banyak bilangan 3 angka yang berbeda yang sanggup disusun dari angka 0,1,2,3,,4,5,6,7,8,9, adalah…

a)504     b) 648    c)720     d)810     e) 1000

Pembahasan:
Mau disusun 3 digit angka. Artinya anda akan mengisikan 3 tempat.
Angka I
Angka II
Angka III
9
9
8
TOTAL =9x9x8=648
Ada 9 kemungkinan angka yang sanggup menjadi angka pertama. Angka 0 dianggap dihentikan menjadi angka pertama.{1 hingga 9} isikan 9 dikotak I
Ada 9 kemungkinan angka pada angka kedua, alasannya dari 10 angka yang ada diasumsikan terpakai 1.
Ada 8 kemungkinan angka sisa pada angka ketiga. Sebab 2 angka telah dipakai pada kotak pertama. Ingat angka dihentikan berulang atau dipakai dua kali.

Soal 3. Banyaknya bilangan antara 3000-5000 yang sanggup dibuat dari angka 0,1,2,3,4,5,6 bila setiap angka dihentikan diulangi adalah…
a)60    b)90   c) 120   d) 240    e)360

Pembahasan: 
Bilangan 3000-5000, bilangan ini terdiri dari 4 digit. Anda akan mengisi 4 tempat.
I
II
III
IV
3
6
5
4
I Bilangan antara 3000-5000 angka depan harus lah 3/4/5. Kaprikornus ada 3 kemungkinan angka.
II Asumsi dari seluruh angka (7) telah dipakai 1 pada kotak I, artinya sisa 6 angka yang mungkin di kotak ke-dua
III Asumsi telah dipakai 2 angka untuk mengisi kotak I dan II, sisa 5 kemungkinan angka pengisi kotak III
IV perkiraan telah dipakai 3 angka untuk mengisi angka, maka tersisa 4 kemungkinan angka untuk mengisi kotak IV.
Total= 3x6x5x4 =360

Soal 4. Dari angka 2,3,5,6,7 dan 9 akan dibuat bilangan 3 angka yang berlainan. Bilangan yang lebih kecil dari 400 banyaknya adalah…
a)10  b) 20     c) 40   d) 80     e) 120

Pembahasan:
Bilangan berlainan, artinya dihentikan ada pengulangan. Sekarang mari kita isi 3 kawasan (ingat bilangan diminta 3 digit)
I
II
III
2
5
4
I angka yang kecil dari 400 haruslah dimulai dengan angka yang kecil dari 4. Angka yang kita punya dan kecil dari 4 ada 2 yaitu 2 dan 3.
II angka ke dua terserah asalkan tidak sama dengan angka pertama. Kaprikornus sisa 5 kemungkinan angka yang sanggup digunakan, lantaran 1 telah dipakai pada kotak I.
III Sisa 4 kemungkinan angka yang sanggup digunakan, alasannya 2 angka telah dipakai pada kotak I dan II.
Total 2.5.4= 40

Soal 5. Nomor pegawai pada suatu pabrik terdiri dari 3 angka dengan angka pertama bukan nol. Banyaknya nomor pegawai yang ganjil adalah…
a)324  b) 425  c) 450   d) 475   e) 648

Pembahasan:
Angka yang tersedia 0 hingga 9 = 10
Tidak disebutkan harus berlainan tetapi disyaratkan ganjil.
I
II
III
9 (1-9)
10 (0 hingga 9)
5 (1,3,7,5,9)
Perhatikan kotak III. Disini lantaran bilangan ganjil artinya angka digit terakhir harus berakhiran ganjil. Kemungkinan angka ganjil itu Cuma 1,3,5,7,9.
Total = 9.10.5=450

Soal 6. Pada program peringatan HUT RI di suatu universitas, diadakan program pembagian hadiah. Saat pendaftarann setiap pendaftar diberikan kupon yang nanti sanggup ditukar hadiah bila dalam pengundian nomor yang dimilikinya sesuai dengan nomor yang terambil ketika pengocokan. Nomor akseptor tersebut terdiri dari suatu aksara dan diikuti 2 angka, angka ke-dua haruslah ganjil. Banyaknya nomor undian yang sanggup dibuat adalah…
a)71  b) 260  c) 520  d) 650   e) 1170

Pembahasan:
Artinya ada 3 kawasan ( 3 digit).
ABJAD
Angka I
Angka II
26
9
5 (1,3,5,7,9)
Abjad ada 26 a hingga z
Angka ke II ganjil, kemungkinannya 1,3,5,7,9 ; ada 5.
Angka I (ingat angka berlainan) jadi sisa 9 kemungkinan angka yang sanggup dipakai jikalau diasumsikan 1 angka telah dipakai sebagai angka ke II.
Total=26x9x5=1170

Soal 7. Angka 0,2,3,5,7 akan dibuat bilangan 3 angka berlainan. Banyaknya angka ganjil yang besar dari 500 adalah…
a)12   b)15  c)16   d) 21  e) 24.

Pembahasan:
3 digit
I
II
III
2 (5,7)
3
2
Bilangan yang besar dari 500, angka depan harus besar dari 5. Yang dimiliki ada 2 yaitu 5 dan 7.
Kotak III, harus ganjil, artinya kemungkinan 3,5,7 namun diasumsikan telah dipakai pada  kotak I sebuah, maka sisa kemungkinan 2.
Kotak II angkanya terserah asalkan tidak sama dengan kotak I dan III, artinya sisa 3 kemungkinan angka yang sanggup digunakan.
Total = 2.3.2=12.

Sumber http://www.marthamatika.com/

Senin, 10 September 2018

Contoh Soal Dan Pembahasan Distribusi Binomial

Distribusi binomial dipakai untuk menghitung peluang. Dalam hal ini dikenal istilah nantinya percobaan binomial. Adapun syarat percobaan binomial ini yaitu sebagai berikut.
  1. Dilakukan n -kali percobaan
  2. Untuk satu kali percobaan akan menghasilkan 2 kemungkinan saja. Misalkan - koin, pluang sukses atau gagal.
  3. Hasil percobaan tersebut harus saling bebas
  4. Semua peluang harus sama pada setiap percobaan.
Percobaan binomial yang dilakukan dan menghasilkan distribusi berupa peluang khusus. Inilah yang disebut dengan distribusi binomial. Pada percobaan binomial, jadinya nanti dikelompokkan menjadi dua ; berhasil atau gagal. Misalnya dikala menjawab sebuah pertanyaan soal pilihan ganda. Jawaban yang benar termasuk kelompok 'berhasil'. Sementara untuk balasan yang salah disebut kelompok 'gagal'. Sebelum melihat pola soal dan pembahasan distribusi binomial ini harus disepakati penggunaan simbol. Berikut simbol atau notasi pada distribusi binomial yang sering digunakan
P(B)= Peluang berhasil, sanggup juga dimisalkan dengan p
P(G) = Peluang gagal, sanggup juga dimisalkan dengan q
n = banyak percobaan yang dilakukan
X = banyaknya percobaan yang berhasil nilai X ini berada    0<X<n.

Rumus Peluang Binomial

Ketika melaksanakan sebuah percobaan binomial. Peluang untuk mendapat X-kali berhasil sanggup dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.
Agar lebih gampang memahami eksklusif diperhatikan pola soal distribusi normal berikut ini.

Contoh Soal dan Pembahasan Distribusi Binomial 1

Sebuah koin dilempar 3 kali pelemparan. Tentukan peluang didapatnya dua angka pada pelemparan tersebut.
Penyelesaian Biasa:  Dengan cara biasa : Pada pelemparan tiga koin akan didapatkan ruang sampe sebagai berikut S={ GGG, GGA, GAG, AGG, AAG, AGA, GAA, AAA}. Dengan demikian terlihat bahwa peluang munculnya dua angka yaitu 3 dari 8 buah kemngkinan. Ini sanggup ditulis peluangnya 3/8.
Penyelesaian dengan distribusi binomial:
Bagaimana jikalau diselesaikan dengan binomial. Dalam hal ini kembali perhatikan syarat di atas. Kita akan mendapat n = 3 (banyak percobaan). Percobaan menghasilkan dua kemungkinan yaitu Angka atau Gambar. Peluang angka dan gambar sama sama 1/2. Semua kriteria binomial sanggup dipenuhi, artinya kita sanggup memakai penyelesaian dengan distribusi binomial di sini. Kembai pada hal yang diketahui, n=3 ; X =2 (diharapkan 2 Angka) ; p =1/2 dan q = 1/2, dimana p dan q peluang angka dan gambar masing masingnya. Berikutnya disubstitusikan pada rumus binomial yang telah diberikan sehingga akan menjadi
Kaprikornus disini terlihat terperinci bersama-sama hasil dengan cara sederhana akan sama dengan memakai distribusi binomial. Soal di atas sebagai bentuk pembuktian binomial saja. Penggunaan distribusi binomial sendiri untuk percobaan yang dilakukan yang angkanya (n) banyak sekali, misalkan 50. mustahil untuk mendaftarkan semuan anggota ruang sampel.

Contoh 2:
Kemungkinan seorang balita tidak di imunisasi campak yaitu 1/5. Pada tanggal 26 Juni 2016, di klinik Anda terdapat 4 orang balita. Berapakah peluang dari balita tersebut 2 orang belum mendapat imunisasi campak?

Penyelesaian:
Langsung kita selesaikan dengan polinomial. Identifikas terlebih dahulu. Total (n) = 4. Yang diinginkan/harapkan (x) = 2. p= 1/5. Karena p+q =1. Maka didapat q =1 -0,2 =0,8. Kemudian dipakai penyelesaian dengan memakai rumus distribusi binomial.
Itulah pola soal dan pembahasan wacana distribusi binomial. Yang paling penting dipahami yaitu bagaimana memilih  : n , x, p dan q. Jika sudah sanggup mengidentifikasi hal tersebut maka untuk menghitung sangatlah gampang dengan memakai rumus yang telah ada.

Sumber http://www.marthamatika.com/