Istilah komunikasi berasal dari kata comunicare yang berarti memberikan pandangan. Menurut Everett Roggers, komunikasi yakni proses dimana suatu pandangan gres dialihkan dari sumber kepada suatu peserta atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laris mereka. Kemudian Carl I. Hovland menyampaikan bahwa komunikasi yakni proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) memberikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah sikap orang lain. Sementara itu, Harold Lasswell dalam karyanya The Structure and Function Of Communication In Society memberikan definsi komunikasi dengan pernyataan “who says what, to whom, in with what channel, with what effect”. Artinya, komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pesan dari komunikator yang ditujukan pada komunikan melalui media atau saluran yang menjadikan imbas tertentu (Mulyana, 2007: 68-69). Jadi, komunikasi intinya berkaitan dengan penyampaian sesuatu dalam rangka mendapatkan kesamaan makna dan menjadikan efek.
Unsur-unsur dalam komunikasi merupakan belahan yang sangat penting dan melengkapi satu sama lain dalam rangkaian acara komunikasi. Menurut Effendy (2006: 18) dari banyak sekali pengertian komunikasi yang telah ada, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Komponen atau unsur-unsur tersebut yakni sebagai berikut :
1. Komunikator : Orang yang memberikan pesan;
2. Pesan : Pernyataan yang didukung oleh lambang;
3. Komunikan : Orang yang mendapatkan pesan;
4. Media : Sasaran atau saluran yang mendukung pesan kalau komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya;
5. Efek : Dampak sebagai efek pesan.
Prinsip-Prinsip Komunikasi
Menurut Deddy Mulyana (2007: 92-126), ada 12 prinsip komunikasi yaitu antara lain:
1. Komunikasi yakni proses simbolik
Lambang atau simbol yakni sesuatu yang dipakai untuk menunjuk sesuatu berdasarkan janji sekelompok orang. Misalnya, si Pulan sedang murung kemudian ia menulis status di akun media umum facebook atau twitter-nya dengan kata-kata sedih. Lambang mempunyai sifat sewenang-wenang, tidak mempunyai makna sehingga kita yang memberi makna pada lambang tersebut.
2. Setiap sikap mempunyai potensi komunikasi
Setiap sikap mempunyai potensi komunikasi baik yang tersirat secara verbal maupun non-verbal namun bukan berarti semua sikap yakni komunikasi. Komunikasi terjadi apabila seseorang memberi makna pada sikap orang lain atau perilakunya sendiri.
3. Komunikasi meliputi dimensi isi dan hubungan
Dimensi isi disandi secara verbal sementara dimensi korelasi disandi secara non-verbal. Dimensi isi memperlihatkan muatan komunikasi yaitu apa yang dikatakan sedangkan dimensi korelasi memperlihatkan bagaimana korelasi para peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Misalnya, si Pulan menulis komentar di akun media sosialnya dengan memakai abjad kapital tau yang disebut dengan capslok kepada orang yang tidak dikenalnya. Tulisan tersebut bagi sebagian orang yakni goresan pena yang menggambarkan bahwa seseorang menekankan sesuatu pada suatu kalimat dalam goresan pena sehingga si Pulan dianggap sedang murka atau sedang memaki namun bisa berarti sebaliknya.
4. Komunikasi berlangsung dalam banyak sekali tingkat kesengajaan
Kesengajaan bukan syarat untuk terjadinya komunikasi meskipun kita sama sekali tidak bermaksud memberikan pesankepada orang lain, sikap kita potensial untuk ditafsirkan oleh orang lain. Kita tidak sanggup mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan sikap kita.
5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang, waktu, sosial dan psikologis
6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Kita sanggup memprediksi sikap komunikasi orang lain berdasarkan tugas sosialnya. Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan imbas sikap komunikasi mereka. Orang-orang menentukan taktik tertentu berdasarkan bagaimana orang yang mendapatkan pesan akan merespon. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat.
7. Komunikasi bersifat sistematika
Ada 2 sistem yang beroperasi dalam transaksi komunikasi yaitu sistem internal dan sistem eksternal. Sistem Internal yakni seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu dikala ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia serap selama bersosialisasi dalam banyak sekali lingkungan sosialnya. Misalnya, kerangka rujukan (frame of reference), bidang pengalaman (filed of experience), struktur kognitif (cognitive structure), referensi pikir (thinking pattern) atau sikap (attitude). Sementara itu sistem eksternal yakni unsur-unsur dalam lingkungan luar individu termasuk kata yang ia pilih, instruksi fisik dan sebagainya.
8. Semakin menyerupai latar belakang sosial budaya, semakin efektif komunikasi
Komunikasi yang efektif yakni komunikasi yang kesannya sesuai dengan keinginan para pesertanya. Makna suatu pesan, baik verbal ataupun non-verbal intinya terikat budaya. Kesamaan bahasa khususnya akan membuat orang-orang yang berkommunikasi lebih gampang mencapai pengertian bersama dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memahami bahasa yang sama.
9. Komunikasi bersifat non-sekuensial
Proses komunikasi tidak terikat oleh suatu tatanan tertentu.
10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Komunikasi merupakan proses yang berkelanjutan dimana para peserta komunikasi saling mempengaruhi baik secara verbal ataupun non-verbal. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional yakni bahwa para peserta komunikasi berubah secara kumulatif. Pandangan dinamis dan transaksional memberi pengutamaan bahwa seseorang mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi.
11. Komunikasi bersifat Irreversible
Suatu sikap yakni suatu insiden yang berlangsung dalam waktu dan tidak sanggup “diambil kembali”. Sifat irreversible ini yakni implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah sehingga prinsip ini menyadarkan kita bahwa kita harus hati-hati untuk memberikan pesan kepada orang lain lantaran efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali.
12. Komunikasi bukan panasea untuk menuntaskan banyak sekali masalah.
Banyak kasus dan konflik antarmanusia disebabkan oleh kasus komunikasi. Namun komunikasi bukanlah “obat” untuk menuntaskan kasus apalagi yang berkaitan dengan kasus struktural.
Tujuan Komunikasi Ada empat tujuan atau motif komunikasi berdasarkan Devito (1997: 30) yaitu:
1. Menemukan Universitas Sumatera Utara
Penemuan diri (personal discovery) merupakan salah satu tujuan utama dari komunikasi. Melalui komunikasi dengan orang lain, kita tidak hanya mencar ilmu mengenai diri kita sendiri melainkan juga perihal orang lain. Persepsi-persepsi yang kita punya sebagian besar dihasilkan dari apa yang telah kita pelajari perihal diri sendiri dari orang lain selama komunikasi. Komunikasi juga memungkinkan kita untuk menemukan dunia luar, dunia yang dipenuhi objek, insiden dan insan lain.
2. Untuk berhubungan
Salah satu alasan kita yang paling berpengaruh untuk melaksanakan komunikasi yakni berafiliasi dengan orang lain, membina dan memelihara korelasi dengan orang lain.
3. Untuk meyakinkan
Komunikasi bertujuan untuk meyakinkan kita semoga mengubah sikap dan sikap kita. Namun dalam komunikasi interpersonal sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan sikap orang lain.
4. Untuk bermain
Kita memakai banyak sikap komunikasi kita untuk bermain dan menghibur diri. Adakalanya hiburan ini merupakan tujuan akhir, tetapi adakalanya ini merupakan cara untuk mengikat perhatian orang lain sehingga kita sanggup mencapai tujuan-tujuan lain.
Jadi, tujuan komunikasi intinya tidak terlepas dari bagaimana insan memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia saling berinteraksi satu sama lain dengan tujuan untuk aktualisasi diri, interaksi, eksistensi, ekspresi maupun membuat esensi dalam hidupnya.
New Media
Media gres yakni istilah yang dipakai untuk semenjak kemunculan digital, komputer atau jaringan teknologi isu dan komunikasi diakhir periode ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai media gres yaitu bersifat jaringan, interaktif dan tidak memihak. Misalnya internet, website, aplikasi komputer, CD-ROOM dan DVD. Kemunculan media gres turut membawa perubahan referensi komunikasi manusia. Media baru, dalam hal ini internet sedikit banyak mempengaruhi cara individu bekomunikasi dengan individu lainnya. Seperti yang dikatakan oleh McNamus (Nasrullah, 2014: 1) bahwa ada pergeseran dari ketersediaan media yang dahulu langka dengan susukan yang juga terbatas menuju media yang melimpah.
Keberadaan media gres memberi ruang tersendiri bagi masyarakat lantaran media gres memberikan banyak kelebihan. Kehadiran jenis-jenis media gres telah memperluas dan merubah keseluruhan ketidakmungkinan korelasi sosio-teknologi terhadap komunikasi publik. Internet yakni salah satu bentuk dari media gres (new media) dimana internet merupakan bentuk konvergensi dari banyak sekali media menyerupai radio, televisi dan telepon. Penemuan komputer pada tahun 1960-an sampai 1990-an ternyata bisa membuat masyarakat dunia global. Sehingga tanpa disadari internet telah membentuk komunitas insan menjadi dua dunia kehidupan, yakni kehidupan masyarakat nyata dan masyarakat maya (cybercomunity). Kebanyakan dari anggota masyarakat maya menjadi penduduk tetap dalam masyarakat tersebut dengan mempunyai alamat rumah menyerupai email, website dan lain sebagainya (Bungin, 2006: 164).
Internet sanggup menghubungkan komputer-komputer pribadi yang paling sederhana sampai komputer-komputer yang sudah canggih. Layanan yang diberikan oleh internet meliputi e-mail, File Transfer Protocol (FTP) dan world wide web (www.) dan yang paling banyak dipakai yakni e-mail dan www. Para pengguna sanggup memasuki situs yang diinginkannya. Dennis McQuail (http://repository.unhas.ac.id) memberikan beberapa ciri mengenai internet, yaitu: teknologi berbasis komputer, potensi interaktif, fungsi publik dan privat, peraturan yang tidak ketat, saling terhubung, tidak tergantung lokasi. Selain itu sanggup diakses individu sebagai komunikator, media komunikasi massa dan pribadi.
Internet juga menyediakan mesin pencari menyerupai browser dan search engine. Melalui mesin ini isu atau teks dalam situs manapun sanggup dilacak sehingga para pengguna sanggup melaksanakan browsing acak secara cepat dan sistematis. Internet juga menyedikan banyak aplikasi yang memanjakan penggunanya semoga sanggup saling terkoneksi satu sama lain, menyerupai Surat Elektronik (e-mail), Surat Bersuara (voice note), Sistem Percakapan tertulis (chatt), Media Sosial dan lain-lain.
Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com
EmoticonEmoticon