Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Metode Servqual


Metode SERVQUAL
Metode pengukuran kualitas layanan yang banyak dipakai secara luas yaitu metode SERVQUAL. SERVQUAL berasal dari kata Service Quality yang artinya kualitas layanan. Metode SERVQUAL didasarkan pada Gap Model yang dikembangkan oleh Parasuraman, et al. (1988, 1991, 1993, 1994) dikutip dari Muluk (2008 : 23). Kualitas layanan merupakan selisih antara layanan yang dirasakan atau dipersepsikan oleh konsumen (persepsi) dengan layanan ideal yang diinginkan atau diminta oleh konsumen (harapan).

Metode SERVQUAL dibangun atas adanya perbandingan dua faktor utama yaitu persepsi pelanggan atas layanan yang faktual mereka terima (perceived service) dengan layanan yang bergotong-royong dibutuhkan oleh pelanggan (expected service). Selisih antara persepsi dengan impian disebut dengan “gap” atau kesenjangan kualitas layanan, yang dirumuskan sebagai berikut :

Gap = Persepsi – Harapan ...................................................................(1)
Index Potential Gain Customer Value (PGCV)
Analisis pelanggan melalui angka indeks merupakan konsep dan peralatan yang gampang untuk menganalisis pelanggan. Kemudahan tersebut memperlihatkan jalan bagi diagram Importance-Performance untuk sanggup dibandingkan dalam bentuk kualitatif yang lebih terperinci.
Langkah pertama dalam menghitung indeks PGCV yaitu mencari nilai ACV atau Achieved Customer Value, yaitu dengan mengalikan antara variabel importance dengan variabel performance, yaitu:
ACV = I x P  ............................................................................................ (2)
Keterangan:    
ACV   = nilai pencapaian konsumen
I           = (Importance) nilai rata – rata untuk impian ( Y )
P          = (Performance) nilai rata – rata untuk kinerja ( X )
Setelah mendapat nilai ACV, maka selanjutnya yaitu mencari UDCV atau Ultimately Desired Customer Value, yang mana nilai ini didapatkan dengan rumus:
UDCV = I x Ps  ....................................................................................... (3)
Keterangan :
UDCV            = Nilai Akhir Keinginan Konsumen
I                       = Nilai Rata-rata untuk Harapan
Ps                    = Nilai Kerja Maksimum dalam Skala Likert yang Dipilih

Dan terakhir nilai indeks PGCV yaitu nilai Ultimately Desired Customer Value dikurangi dengan Achieved Customer Value, yaitu:
PGCV = ACV – UCV  ............................................................................ (4)
Kesimpulan yang didapat kalau suatu item mendapat nilai indeks PGCV terbesar, maka berarti item tersebut mendapat prioritas utama untuk diperbaiki kinerjanya gres menyusul item kedua dan seterusnya.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Sabtu, 27 Januari 2018

Pemrosesan Dan Skema Arus (Flowchart) Siklus Pendapatan

Pemrosesan dan Bagan Arus (Flowchart) Siklus Pendapatan : ialah Pemrosesan dari insiden ekonomi yang mensugesti aktiva dan ekuitas suatu perusahaan, yaitu direfleksikan dalam perkiraan-perkiraannya dan diukur dalam suatu moneter. pemrosesan tranksasi sanggup dibedakan atas pemrosesan traksaksi secara manual adan pemrosesan transaksi dengan memakai sistem komputerisasi yaitu dengan memakai peralatan elektronik.

Pemrosesan transaksi secara elektronik terbagi dua yaitu :
1. Pemrosesan Real Time (On-Line)
Pemrosesan real time (on line) memproses data pada ketika terjadinya transaksi, sehingga proses ini akan menghasilkan data yang selalu up-to-date. Sistem pemrosesan ini mempunyai manfaat potensial, termasuk meningkatkan perputaran persediaan, menguranti jeda waktu dalam penagihan ke pelanggan, pemrosesan pesanan penjualan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Keunggulan dari pemrosesan real time (on-line) adalah
a. Pemrosesan real time (on line) akan sangat menyederhanakan siklus kas perusahaan. sistem real time (on-line) dengan terminal komputer yang terhubung dengan komputer sentra memungkinkan pesanan diterima pag ihari dan barang bisa pribadi dikirmkan pada siang hari, sehingga penagihan kepada pelanggan dalam hari yang sama memungkinkan untuk dilakukan.

b. Pemrosesal real time (on-line) akan menawarkan perusahaan laba dalam persaingan pasar. Informasi mutakhir yang disediakan melalui proses real time (on-line) akan meningakatkan kemampuan perusahaan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan, yang menyebabkan peningkatan penjualan.

c. Program perbaikan yang dilakukan secara real time memperbolehkan untuk memperbaiki banyak tipe kesalahan sehingga sanggup meningkatkan efektivitas serta efisiensi operasional. Prosedur manual mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan kesalahan yang kritis, menyerupai nomor rekening salah, nomor persediaan yang tidak valid, dan salah dalam melaksanakan perhitungan harga.

d. Pemrosesan batch
Arus pemrosesan transaksi dalam sistem komputer pemrosesan batch pada hakekatnya sama dengan sistem manual. traksaksi tidak diproses pada sat terjadinya tetapi dikumpulkan dan digabung untuk kemudian diproses secar abersamaan. sebuah batch ialah kelompok transaksi yang serupa (seperti contohnya pesanan penjualan) yang diakumulasi selama beberapa wkatu dan kemudian diproses secara bersama-sama.

Keunggulan dari pemrosesan batch, yaitu :
a. Perusahaan meningkatkan efisiensi dengan gotong royong mengelompokkan sejumlah besar transaksi ke dalam kelompok dari pada memproses setiap insiden secara terpisah. Pemrosesan batch merupakan suatu metode yang irit untuk pemrosesan transaksi yang bervolume tinggi.

b. Pemrosesan batch menawarkan sarana kontrol atas pemrosesan transaksi. Apabila ada kesalahan yang muncul selama pemrosesan (misalnya pesanan penjualan hilang), maka perhitungan kembali total transaksi tidak akan sama dengan kelompok transaksi awal, da ndengan pemrosesan batch hal ini akan terdeteksi.

Daftar Bacaan : 

Bodnar, George H., William S. Hopwood. Accounting Information System, Seventh Edition, Prentice - Hall Iternational. Inc. Upper Saddle River, New Jersey, 1998.

Hadibroto.S., Studi Perbandingan Antaran Akuntansi Amerika dan Belanda Dan Pengaruhnya Terhadap Profesi Di Indonesia, PT.Ichtiar Baru-Van Hoeve.1983.

Demikianlah klarifikasi wacana Sisitem Informasi Akuntansi "Defenisi dan Tujuan Sistem Informasi Akuntansi" semoga bermanfaat khusususnya pada teman-teman mahasiswa. terimakasih

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Pengertian Merek

Pengertian Merek : Salah satu bidang kajian dalam HKI yang cukup berperan dalam bisnis remaja ini yakni duduk perkara merek (trademark), mengapa ? Karena duduk perkara merek dekat sekali kaitannya dengan produk yang ditawarkan oleh produsen baik berupa barang maupun jasa. Bagi konsumen timbul suatu prestise tersendiri bila ia memakai merek tertentu. Makara dalam masyarakat ada semacam anggapan, bahwa merek yang dipakai sanggup memperlihatkan status sosial sang pemakai merek. Kondisi ini, tentunya sanggup dimanfaatkan oleh produsen yang ingin mengambil laba secara tidak sah (ilegal) yakni memakai merek yang sudah dikenal masyarakat terhadap hasil produksinya.

Hal ini tentunya sanggup merugikan konsumen, alasannya yakni barang yang ditawarkan kualitasnya berbeda dengan aslinya. Apabila demikian halnya untuk kepentingan siapa merek perlu dilindungi ? Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu diketahui apa yang dimaksud dengan merek ?

Menurut pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001, merek yakni tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, yang mempunyai daya pembeda dan dipakai dalam aktivitas perdagangan barang atau jasa.

Merek sebagaimana diatur dalam Undang-Undang brand mencakup merek dagang dan merek jasa. Walaupun dalam Undang-undang ini dipakai istilah merek dagang dan merek jasa, bersama-sama yang dimaksudkan dengan merek dagang yakni merek barang alasannya yakni merek yang dipakai pada barang dan dipakai sebagai lawan dari merek jasa. hal itu sanggup dilihat dari pengertian merek dagang dan merek jasa sebagai berikut :

a. Merek dagang yakni mere yang dipakai pada barang yang diperdagangkan oleh seseroang atau beberapa orang secara bersama-sama atau tubuh aturan untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

b. Merek jasa yakni merek yang dipakai pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersamasama atau tubuh aturan untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Apabila suatu merek dipakai secara sah, yakni didaftarkan kepada pemilik mere tersebut diberi hak atas merek.
Hak atas merek yakni hak pribadi yang diberikan oleh negara kepada pemilk merek yang terdaftar dalam Daftar Merek untuk jangka waktu tertentu dengan memakai sendiri merek tersebtu atau memperlihatkan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Kecuali dengan tegas dinyatakan lain, yang dimaksud dengan pihak dalam Undang-Undang. Merek yakni seseorang beberapa orang secara bersama-sama, atau tubuh hukum.

Hal ini berarti satu brand sanggup dimiliki oleh satu orang atua lebih atau tubuh hukum. Bahkan menrut penulis walupun dalam Undang-Undang Merek tidak secara tegas memilih bahwa satu merek sanggup dimiliki secara bersama=sama oleh lebih dari satu tubuh hukum, hal tersebut tetep dibolehkan alasannya yakni status aturan dari suatu tubuh aturan yakni sama dengan orang.

Pemberian izin oleh pemilik merek kepada orang lain ini berupa derma lisensi, yakni memperlihatkan izin kepada orang lain untuk jangka waktu tertentu memakai merek tersebut sebagaimana ia sendiri menggunakannya.

Melihat rumusan merek masih bersifat umum, bila rumusan merek pun sanggup dijumpai dalam literature HKI yakni para sarjana mencoba memperlihatkan rumusan wacana merek, antara lain dikemukakan oleh :

a. Sudargo Gautama, berdasarkan perumusan pada paris Convention, bila suatu trademark atau merek pada umumnya didefenisikan sebagai suatu tanda yang berperan untuk membedakan barang-barang dari suatu perusahaan dengan barang-barang dari perusahaan lain.

b. R.M Suryodiningrat, barang-barang yang dihasilkan oleh pabriknya dengan dibungkusnya itu dibubuhi tanda goresan pena dan atau perkataan untuk membedakan dari barang sejenis hasil perusahaan lain, tanda inilah yang disebut merek perusahaan

Dari rumusan tersebut di atas secara sederhana kiranya sanggup dikemukakan bahwa merek yakni t anda yang dipakai dalam aktivitas perdagangan dan jasa. Dengan demikian secara teoritis, bagi konsumen  dapat memilih pilihan mana yang lebih baik dia, apabila ada beberapa jenis merek utnuk satu jenis barang yang sama. Makara di sini yang dituntut yakni kualitas barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsennya. Mungkin timbul pertanyaan, pakah ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemilik semoga mereknya dilindungi.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Efektivitas Komunikasi Interpersonal : Komunikasi Interpersonal yang efektif ialah penting bagi anggota organisasi. Pimpinan dan karyawan diharapkan sanggup membawa hasil pertukaran informasi dan saling pengertian ( mutual understanding ). Pimpinan harus sanggup memfasilitasi komunikasi interpersonal yang efektif. Komunikasi Interpersonal yang efektif ialah adanya komitmen informasi serta kualitas korelasi yang dibangun. Dalam lingkup organisasi diharapkan komunikasi interpersonal yang efektif antara pimpinan dan karyawan. Kedua belah pihak perlu membangun korelasi yang lebih baik, alasannya ialah ketepatan penyampaian informasi ditentukan oleh pengertian, imbas sikap, korelasi yang makin baik serta tindakan.

Mengacu pada konsep De Vito perihal Komunikasi Interpersonal yang efktif dari sudut pandang Humanistik. Dalam pandangan ini untuk menghasilkan komunikasi yang efektif diharapkan adanya keterbukaan, sikap empati, sikap mendukung, sikap nyata serta kesetaraan dari pihak – pihak yang berkomunikasi. 

Efektivitas komunikasi interpersonal dalam pandangan Humanistic berdasarkan De Vito, mengandung unsur – unsur.
a. Keterbukaan :
Sikap terbuka (open – mindedness) sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Pimpinan organisasi seyogyanya sanggup memfasilitasi kondisi munculnya keterbukaan. Kondisi keterbukaan sanggup diwujudkan bila pimpinan maupun karyawan sanggup berinteraksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Terjadi komunikasi secara tatap muka antara pimpinan dan karyawan. Komunikasi tatap muka penting alasannya ialah pimpinan sanggup mengetahui balasan dari karyawan secara langsung. Komunikasi tatap muka penting untuk mengubah sikap, pendapat dan sikap seseorang. Pimpinan perlu bersikap tanggap terhadap apa yang disampaikan karyawan biar komunikasi sanggup berhasil. Perlu diciptakan suasana dialogis. Keterbukaan mengisyaratkan pimpinan bersedia mendapatkan kritik – kritik dan saran yang disampaikan karyawan. Dengan sikap bersdia mendapatkan kritik dan saran, berarti pimpinan sanggup mengakui perasaan dan pikiran yang dilontarkan oleh individu, dalam hal ini karyawan. Pimpinan juga bersdia mengembangkan informasi gres yang menyangkut acara – acara organisasi.

Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidak berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya. Harus ada kesediaan membuka diri- mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stiulus yang datang. Aspek ketiga menyangkut ”kepemilikan” perasaan dan pikiran. Terbuka dalam pengertian ini ialah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang dilontarkan ialah milik anda dan anda bertanggungjawab atasnya. 

b. Empati
Komunikasi interpersonal yang efektif perlu didukung oleh sikap tenggang rasa dari pihak – pihak yang berkomunikasi. Dalam komunikasi antara pimpinan dan karyawan perlu ditumbuhkan sikap empati. Kondisi tenggang rasa sanggup terwujud bila pimpinan bersedia memperlihatkan perhatian kepada karyawan dan sanggup mengetahui apa yang sedang dialami karyawan berkaitan dengan pekerjaannya. Pimpinan sanggup mengenal karyawan, baik keinginan, kemampuan dan pengalamannya sehingga pimpinan sanggup mengetahui apa yang dirasakan olh karyawan tersebut. Selain itu pimpinan sanggup menghindari evaluasi, kritik atau menilai karyawan berdasarkan pandangan dan pendapatya sendiri serta sanggup menuntaskan konflik – konflik secara damai.

Empati merupakan” kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu dikala tertentu, dari sudut pandang orang lain melalui beling mata orang lain. Berempati ialah mencicipi sesuatu sesuatu menyerupai orang yang mengalaminya. (De Vito;1997;260). Empati dianggap sebagai memahami orang lain yang tidak mempunyai arti emosional bagi kita (Freud;1921). Orang yang empatik bisa memahami motivasi dan pengalaman orang lai, perasaan dan sikap mereka serta impian dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Empati yang akurat melibatkan kepekaan baik kepekaan terhadap perasaan yang ada maupun kemudahan lisan untuk mengkomunikasikan pengertian ini.

3. Sikap Mendukung ( Supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif ialah korelasi dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak sanggup berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Sikap suportif merupakan sikap yang mengurangi sikap defensif. Sikap ini muncul bila individu tidak sanggup menerima, tidak jujur dan tidak empatik. Sikap defensif mengakibatkan komunikasi interpersonal menjadi tidak efektif, alasannya ialah orang yang defensif akan lebih banyak melindungi diri dari bahaya yang ditanggapinya dalam situasi komunikasi daripada memahami komunikasi. Komunikasi defensif sanggup terjadi alasannya ialah faktor – faktor personal ( ketakutan, kecemasan, harga diri yang rendah ) atau faktor – faktor situasional yang berupa sikap komunikasi orang lain.

Dalam komunikasi interpersonal antara pimpinan dan karyawan, sikap mendukung berperan dalam menumbuhkan motivasi dan kegairahan kerja karyawan. Sikap mendukung sanggup terwujud dalam organisasi, bila pimpinan bersedia menghargai pandangan gres – pandangan gres atau pendapat karyawan dan memperlihatkan perhatian yang sungguh – sungguh ketika berkomunikasi dengan karyawan. Sikap mendukung sanggup diperlihatkan bersikap deskriptif bukan evaluatif 

4. Sikap Positif
Sikap nyata mengacu pada sedikitnya dua aspek komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina jikalau orang mempunyai sikap nyata terhadap diri mereka sendiri. Orang yang merasa nyata terhadap diri sendiri mengisyaratkan perasaan tersebut kepada orang lain dan merefleksikannya. Kedua, perasaan nyata untuk situasi kmunikasi sangat penting untuk interaksi yang efektif.

Sikap nyata sanggup dijelaskan lebih jauh dengan istilah strokong ( dorongan). Dorongan merupakan istilah yang berasal dari kosakata umum yang dipandang penting dalam analisis transaksional dan interaksi antara manusia. Dorongan nyata sanggup berbentuk kebanggaan atau penghargaan. Dorongan nyata akan mendukung gambaran pribadi dan menciptakan merasa lebih baik.

Sikap nyata dalam menunjang komunikasi interpersonal yang efektif antara pimnpinan dan karyawan sanggup terwujud bila pimpinan sanggup berpandangan nyata terhadap dirinya sendiri. Pimpinan sanggup memperlihatkan perasaan bahagia ketika berkomunikasi dengan karyawan dan sanggup memperlihatkan penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan karyawan.

5. Kesetaraan ( Equality)
Kesetaraan ialah suatu keinginan yang secara eksplisit diungkapkan untuk bekerja sama memecahkan kasus tertentu. Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara dimana adanya ratifikasi secara membisu – membisu bahwa kedua belah sama – sama bernilai, berharga. Masing – masing mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Kestaraan juga menyiratkan adanya sikap memperlakukan orang lain secara demokratis dan horizontal. Dengan adanya persamaan pihak – pihak yang terlibat dalam komunikasi, maka mereka sanggup saling menghargai dan menghormati perbedaan pandangan.

Kesetaraan sanggup terwujud bila disukung oleh adanya kerjasama antara pimpinan dan karyawan dalam memecahkan duduk kasus – duduk kasus yang terjadi dalam pekerjaan mereka. Pimpinan bersedia meminta balasan atau saran dari karyawan dan menyedari bahwa mereka sama – sama berharga dan bernilai.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Jumat, 26 Januari 2018

Kronologis Dan Latar Belakang Krisis

Menjelang final triwulan III-2008, perekonomian dunia dihadapkan pada satu babak gres yaitu runtuhnya stabilitas ekonomi global, seiring dengan meluasnya krisis finansial ke banyak sekali negara. Krisis finansial global mulai muncul semenjak bulan Agustus 2007, yaitu pada dikala salah satu bank terbesar Perancis BNP Paribas mengumumkan pembekuan beberapa sekuritas yang terkait dengan kredit perumahan berisiko tinggi AS (subprime mortgage). Pembekuan ini lantas mulai memicu gejolak di pasar finansial dan akhirnya merambat ke seluruh dunia. Di penghujung triwulan III-2008, intensitas krisis semakin membesar seiring dengan bangkrutnya bank investasi terbesar AS Lehman Brothers, yang diikuti oleh kesulitan keuangan yang semakin parah di sejumlah forum keuangan berskala besar di AS, Eropa, dan Jepang. Krisis keuangan dunia tersebut telah berimbas ke perekonomian Indonesia sebagaimana tercermin dari gejolak di pasar modal dan pasar uang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan Desember 2008 ditutup pada level 1.355,4, terpangkas hampir separuhnya dari level pada awal tahun 2008 sebesar 2.627,3, bersamaan dengan jatuhnya nilai kapitalisasi pasar dan penurunan tajam volume perdagangan saham. Arus keluar kepemilikan absurd di saham, surat utang negara (SUN), maupun SBI masih terus berlangsung. Hingga final Desember 2008, posisi absurd di SUN tercatat Rp.87,4 triliun, menurun dibandingkan posisi September 2008 yang sempat mencapai Rp104,3 triliun. Sementara posisi absurd di SBI tercatat Rp.8,4 triliun, menurun tajam dibandingkan posisi Agustus 2008 sebesar Rp.68,4 triliun. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah ikut terkoreksi tajam hingga mencapai level Rp10.900/USD pada final Desember 2008. Kondisi ini sejalan dengan kinerja neraca pembayaran yang mengatakan penurunan semenjak Triwulan III-2008, sebagaimana tercermin dari peningkatan defisit transaksi berjalan (current account) dan mulai defisitnya neraca transaksi modal dan finansial (financial account). Peningkatan defisit transaksi berjalan terutama bersumber dari anjloknya kinerja ekspor sejalan dengan kontraksi perekonomian global yang diiringi dengan merosotnya harga banyak sekali komoditas ekspor. Sementara, kesulitan likuiditas keuangan global dan meningkatnya sikap risk aversion dari pemodal absurd memicu terjadinya realokasi ke aset yang lebih kondusif (flight to quality) juga berdampak pada menurunnya kinerja neraca transaksi modal dan finansial. Menyusul tertekannya kinerja ekspor secara signifikan, dunia perjuangan pun mulai terkena efek dan gelombang pemutusan relasi kerja mulai terjadi, khususnya di industri-industri berorientasi ekspor menyerupai industri kayu, tekstil, dan pengalengan ikan. Pada periode laporan, krisis global masih berlangsung dan bahkan pada final Januari 2009, Inggris secara resmi dinyatakan telah memasuki periode resesi menyusul pertumbuhan PDB triwulan IV-2008 yang kembali negatif dalam dua triwulan terakhir. Di tengah banyak sekali upaya evakuasi perekonomian yang dilakukan pemerintah banyak sekali negara1 , gelombang kebangkrutan bisnis perbankan maupun industri yang diikuti dengan pemutusan relasi kerja terus terjadi di banyak sekali pecahan dunia. Dengan latar belakang kondisi menyerupai ini, pertanyaan paling relevan yang kemudian muncul yaitu seberapa jauh krisis ini akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Pembahasan dampak krisis global terhadap perekonomian Indonesia tersebut akan diawali dari kronologis dan latar belakang krisis. Selanjutnya pembahasan dilengkapi dengan kajian mengenai transmisi masuknya dampak krisis global tersebut ke dalam perekonomian Indonesia.

3.1 Kronologis dan Latar Belakang Krisis 
3.1.1 Kronologis Krisis2 Pengumuman BNP Paribas, Perancis, pada 9 Agustus 2007 yang menyatakan ketidaksanggupannya untuk mencairkan sekuritas yang terkait dengan subprime mortgage dari AS, menandai dimulainya krisis3 yang dengan segera meluas menjadi krisis likuiditas terburuk di banyak sekali pecahan dunia. Subprime mortgage merupakan istilah untuk kredit perumahan (mortgage) yang diberikan kepada debitur dengan sejarah kredit yang jelek atau belum mempunyai sejarah kredit sama sekali, sehingga digolongkan sebagai kredit yang berisiko tinggi. Penyaluran subprime mortgage di AS mengalami peningkatan pesat mulai di bawah USD200 miliar pada tahun 2002 hingga menjadi sekitar USD500 miliar pada 2005. Meskipun subprime mortgage inilah yang menjadi awal terciptanya krisis, namun bergotong-royong jumlahnya relatif kecil dibandingkan keseluruhan kerugian yang pada akhirnya dialami oleh perekonomian secara keseluruhan. Kerugian besar yang terjadi bergotong-royong bersumber dari praktik pengemasan subprime mortgage tersebut ke dalam banyak sekali bentuk sekuritas lain, yang kemudian diperdagangkan di pasar finansial global (lihat Diagram 3.1). Pada tahap pertama, sekuritisasi dilaksanakan terhadap sejumlah subprime mortgage sehingga menjadi sekuritas yang disebut mortgage-backed securities (MBS). Dalam sistem keuangan modern, praktik sekuritisasi MBS ini merupakan suatu hal yang telah lazim, dan bahkan pada tahun 2006 jumlah kredit perumahan di AS (mortgage) yang disekuritisasi menjadi MBS telah mencapai hampir 60% dari seluruh outstanding kredit perumahan. Proses sekuritisasi ini melibatkan pihak ketiga baik institusi pemerintah (antara lain forum Fannie Mae dan Freddie Mac) maupun swasta. Dalam proses sekuritisasi ini, pihak ketiga seringkali melaksanakan pengemasan dengan melaksanakan penggabungan sejumlah mortgage, yang selanjutnya dijual kepada investor yang berminat. Untuk menanggulangi risiko gagal bayar (default), maka pihak ketiga ini sekaligus bertindak sebagai penjamin. Praktik sekuritisasi mortgage ini ternyata tidak berhenti hingga di sini. Melalui rekayasa keuangan (financial engineering) yang kompleks, MBS kemudian diresekuritisasi lagi menjadi jenis sekuritas yang dikenal sebagai Collateralised Debt Obligations (CDOs). 4 Sejalan dengan jumlah MBS yang terus meningkat, persentase jumlah MBS



















yang diresekuritisasi menjadi CDOs juga mengalami peningkatan pesat (Grafik 3.1 dan 3.2). Dalam skala global, total penerbitan CDOs pada 2006 telah melebihi USD500 milar, dengan separuhnya didominasi oleh CDOs yang bersumber dari MBS. Pada tahun 2004 total penerbitan CDOs global gres berada pada level sekitar USD150 miliar. Selain dalam bentuk CDOs, MBS juga diresekuritisasi dalam beberapa bentuk sekuritas lain yang sudah sulit dilacak bentuk maupun jumlahnya, di antaranya sekuritas SIV (Structured Investment Vehicles). Maraknya perdagangan CDOs di pasar global juga dipengaruhi hasil rating yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemeringkat internasional, yang cenderung underpricing terhadap risiko dari produk-produk derivatif di atas. Dipicu oleh perubahan arah kebijakan moneter AS yang mulai bermetamorfosis ketat memasuki pertengahan 2004, tren peningkatan suku bunga mulai terjadi dan terus berlangsung hingga dengan 2006. Kondisi ini pada akhirnya memberi pukulan berat pada pasar perumahan AS,


yang ditandai dengan banyaknya debitur yang mengalami gagal bayar. Gelombang gagal bayar yang terjadi bersamaan dengan jatuhnya harga rumah di AS, akhirnya menyeret semua investor maupun forum yang terlibat dalam penjaminan ke dalam perkara likuiditas yang sangat besar. Pengumuman BNP Paribas pada Agustus 2007 secara tiba-tiba memicu krisis kepercayaan di pasar keuangan global. Sulitnya mendeteksi bank atau institusi mana yang mempunyai aset yang terkait dengan subprime mortgage dari AS, menimbulkan munculnya sikap menghindar dari risiko (risk aversion) yang berlebihan dari pelaku pasar. Kondisi ini segera membuat kekeringan likuiditas yang sangat parah di pasar keuangan global. Untuk mengatasi kekurangan likuiditas tersebut, Federal Reserve (The Fed) dan ECB bertindak cepat dengan memompa likuiditas ke pasar sebesar masing-masing USD24 miliar dan €95 miliar pada Agustus 2007. Selain menambah likuiditas, The Fed juga mengambil langkah menurunkan suku bunga. Namun tindakan ini ternyata tidak bisa meredam gejolak pasar keuangan. Setelah pengumuman BNP Paribas di Agustus 2007, berturut-turut terungkap kerugian besar yang dialami bank maupun forum keuangan lain, tanggapan kepemilikan lembagalembaga ini pada subprime mortgage dari AS (lihat Tabel Kronologis Krisis Finansial Global). Bank sentral di negara-negara maju terus berusaha menenangkan pasar dengan melaksanakan suntikan likuiditas maupun menurunkan suku bunga. Namun langkah-langkah ini hanya bisa sesaat menenangkan pasar. Selanjutnya, laporan kerugian dari banyak sekali forum keuangan berskala besar terus bermunculan yang dibarengi dengan kekeringan likuiditas di pasar keuangan banyak sekali negara, khususnya AS dan Eropa. Akhirnya, pada September 2008 Fannie Mae dan Freddie Mac5 , dua forum penyalur kredit perumahan yang menguasai hampir separuh outstanding kredit perumahan di AS juga terkena efek krisis. Dan pada 15 September 2008 Lehman Brothers dinyatakan bangkrut, menjadikannya sebagai bank investasi besar pertama yang benar-benar mengalami kolaps semenjak terjadinya krisis. Sementara itu, dampak krisis keuangan telah semakin berimbas ke sektor riil, angka penjualan eceran di AS dan banyak sekali negara Eropa tercatat terus menurun, sementara angka pengangguran mulai bergerak naik. Sejalan dengan kelesuan di sektor riil, perkembangan harga komoditas dunia juga mengalami penurunan secara signifikan (Grafik 3.3 dan 3.4). Kebangkrutan Lehman Brothers ini segera meningkatkan intensitas dampak krisis ke seluruh dunia. Hilangnya kepercayaan terhadap investor dan kreditur pada kemampuan pelaku bisnis untuk memenuhi kewajibannya, menimbulkan akses 



pelaku bisnis ke pasar modal dan pasar pembiayaan jangka pendek menjadi terhambat. Di tengah kejatuhan harga banyak sekali komoditas dunia, terbatasnya jalan masuk pembiayaan pelaku bisnis semakin meningkatkan ketidakpastian prospek sektor keuangan dan ekonomi secara keseluruhan. Kondisi ini memicu kejatuhan harga saham yang lebih dalam di bursa saham seluruh dunia (Grafik 3.6). Selain itu, ketatnya likuiditas dan sikap risk aversion mendorong terjadinya realokasi dan rekomposisi struktur aset para pemodal, dari aset yang dipandang berisiko ke aset yang dianggap lebih kondusif (flight to quality), yang segera memicu outflows dari negara-negara emerging markets. Sebagai akibatnya, yield bond negara-negara berkembang terus meningkat bersamaan dengan melemahnya nilai tukar di negara-negara tersebut (Grafik 3.5). Sebagai upaya untuk menahan kemerosotan nilai tukar lebih jauh, sejumlah negara terpaksa memakai cadangan devisanya.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Jenis-Jenis Komunikasi

Definisi Komunikasi  : Komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berdasarkan asal katanya berasal dari bahasa latin Communicaten, dalam perkataan ini bersumber dari kata Communis yang berarti sama, sama disini maksudnya yaitu sama makna. Jadi, bila dua orang terlibat dalam komunikasi maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dikomunikasikan, yakni baik si akseptor maupun si pengirim sepaham dari suatu pesan tertentu (Effendy, 2002:9). 

Tanda-tanda gosip sanggup saja bersifat : 
  • Verbal mencakup kata-kata, angka, baik yang tertulis maupun yang diucapkan, 
  • Non-verbal mencakup ekspresi formal, gerak anggota tubuh, pakaian warna, musik, waktu, ruang, rasa sentuhan dan bau, 
  • Paralinguistik mencakup kualitas suara, kecepatan berbicara, tekanan bunyi dan vokalisasi, yang bukan kata, yang digunakan untuk menawarkan makna dan emosi tertentu. 
Pada masa silam komunikasi biasanya dijelaskan dengan memperhatikan secara khusus seorang pengirim dan seorang akseptor akan tetapi riset secara berangsur-angsur mengubah perspektif ini. Sekarang komunikasi tidak lagi dianggap sebagai suatu ajaran gosip searah dari pengirim kepada akseptor tetapi sebagai suatu proses yang inter aktif dan konvergen ( Jahi, 2007: 3). 

Jenis-jenis Komunikasi 
1. Komunikasi intrapribadi 
Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir. 

2. Komunikasi antarpribadi 
Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon lisan maupun nonverbal berlangsung secara langsung. Bentuk khusus komunikasi antarpribadi ini yaitu komunikasi diadik (dyadic communication) yang hanya melibatkan dua individu, contohnya suami- istri, dua sejawat, guru-murid. Ciri-ciri komunikasi diadik yaitu pihak- pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat; pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan mendapatkan pesan secara pribadi dan simultan. 

3. Komunikasi kelompok (kecil) 
Komunikasi kelompok merujuk pada komunikasi yang dilakukan sekelompok kecil orang (small-group communication). Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai penggalan dari kelompok tersebut. Komunikasi antarpribadi berlaku dalam komunikasi kelompok. 

4. Komunikasi publik 
Komunikasi publik yaitu komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik mencakup ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain. Ciri-ciri komunikasi publik adalah: berlangsung lebih formal; menuntut persiapan pesan yang cermat, menuntut kemampuan menghadapi sejumlah besar orang; komunikasi cenderung pasif; terjadi di daerah umum yang dihadiri sejumlah orang; merupakan insiden yang direncanakan; dan ada orang-orang yang ditunjuk secara khusus melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. 

5. Komunikasi organisasi 
Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi diadik, komunikasi antarpribadi, dan komunikasi publik tergantung kebutuhan. 


6. Komunikasi massa 
Komunikasi massa (mass communication) yaitu komunikasi yang memakai media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah forum atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. Pesan- pesannya bersifat umum, disampaikan secara serentak, cepat dan selintas. 

Konsep dasar komunikasi 
Menurut John R. Wenburg dan William W. Wilmot juga Kenneth K. Sereno dan Edward M. Bodaken setidaknya ada tiga kerangka pemahaman komunikasi, yaitu: 

1. Komunikasi sebagai tindakan satu arah 
Komunikasi dipahami sebagai proses penyampaian pesan searah dari seseorang/ forum kepada seseorang/kelompok lainnya, baik secara pribadi maupun tidak langsung. Pemahaman komunikasi sebagai suatu proses satu arah ini oleh Michael Burgoon disebut sebagai “definisi berorientasi sumber” (source-oriented definition). 

2. Komunikasi sebagai interaksi 
Komunikasi dipahami sebagai proses aksi-reaksi, sebab-akibat, yang arahnya bergantian. Komunikasi interaksi dipandang lebih dinamis daripada komunikasi satu arah. Unsur penting dalam komunikasi interaksi yaitu feedback (umpan balik). 

3. Komunikasi sebagai transaksi 
Komunikasi dipahami sebagai acara menafsirkan sikap orang lain. Ada proses encoding dan decoding pesan lisan maupun nonverbal. Semakin banyak peserta komunikasi maka transaksi yang terjadi akan semakin rumit. Kelebihan konsep ini yaitu komunikasi dipahami sebagai konsep yang tidak membatasi pada komunikasi yang disengaja saja. Pemahaman ini seolah-olah dengan “definisi berorientasi penerima” (receiver-oriented definition), yaitu menekankan pada variabel-variabel yang berbeda yaitu akseptor dan makna pesan bagi penerima. Penerimaan pesan disini bersifat dua arah. 


Elemen-Elemen Komunikasi 
1. Source (sumber) 
Source atau sumber yaitu seseorang yang menciptakan keputusan untuk berkomunikasi. Sering disebut juga pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator,pembicara (speaker). 

2. The Message (pesan) 
Pesan yaitu apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol lisan maupun nonverbal yang berisi ide, sikap dan nilai komunikator. Pesan memiliki tinga komponen yaitu : 

a) Makna 
b) Simbol yang digunakan untuk memberikan makna c) Bentuk atau organisasi pesan. 

3. The Channel (saluran) 
Saluran yaitu alat atau wahana yang digunakan sumber untuk memberikan pesannya kepada penerima 

4. The Receiver (penerima) 
The Receiver atau akseptor yaitu orang yang mendapatkan pesan. Penerima sering juga disebut sasaran/tujuan (destination), komunikate (communicatee), penyadi-balik (decoder) atau khalayak (audience), pendengar (listener), 

5. Barriers (hambatan)\ 
Hambatan yaitu faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pemaknaan pesan yang komunikator sampaikan kepada penerima. Hambatan ini bisa berasal dari pesan, saluran, dan pendengar. Beberapa buku menggunkan istilah noise untuk menyebut elemen penggangu, yang diartikan sebagai gangguan. 

6. Feedback 
Feedback yaitu reaksi dan respons pendengar atar komunikasi yang komunikator lakukan. Feedback bisa dalam bentuk komentar pribadi atau tertulis,surat atau public opini polling. 

7. The Situation (situasi)
Situasi yaitu salah satu elemen paling penting dalam proses komunikasi pidato (speech communication). Situasi atau keadaan selama komunikasi berlangsung berperngaruh terhadap mood pembicara maupun pendengar, saluran/medai yang dipakai, dan feedback audience

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com

Kamis, 25 Januari 2018

Nutrisi Usia Lanjut

Pendahuluan : Orang cukup umur di amerika serikat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih fungsional kehidupannya daripada sebelumnya. Harapan hidup meningkat dari 30 tahun pada era kedua puluh. Mereka yang lahir hari ini bisa berharap untuk hidup rata-rata 77,9 tahun. Wanita yang mencapai usia 65 mempunyai cita-cita hidup tambahan 19,9 tahun, dan laki-laki 17,2 tahun. Pada tahun 2020 populasi yang lebih renta dari usia 65 tahun akan bertambah sekitar 40.000.000-55.000.000, meningkat dari 13% menjadi 20% dari populasi. Segmen dengan pertumbuhan paling cepat ialah mereka yang lebih renta dari usia 85 tahun, dimana ketika ini hampir 6 juta dan meningkat menjadi hampir 7 juta pada 2020. Anggota kelompok minoritas juga akan meningkat dari 20% hingga 24% dari populasi dengan usia yang lebih renta (U. S. Administration on Aging [USAoA], 2010).
 
Pada tahun 2030 jumlah orang cukup umur dengan usia renta akan melebihi jumlah anak usia sekolah di 10 negara - Florida, Pennsylvania, Vermont Wyoming, North Dakota, Delaware, New Mexico, Montana, Massachusetts, dan Virginia Barat. Beberapa tahun yang kemudian beberapa negara mempunyai lebih banyak orang berusia lebih dari 65 tahun daripada mereka yang lebih muda dari 18 tahun. Dua puluh enam negara akan melipat gandakan mereka yang berusi lebih dari 65 tahun dari populasi, yang diperkirakan sama dengan 3,5 kali pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan. Pergeseran demografis ini mempunyai implikasi sosial, ekonomi, dan politik yang sangat besar (He, 2005).
Wanita hidup lebih usang daripada pria. Dengan usia lebih dari 65 tahun perempuan / laki-laki mempunyai rasio 136: 100; meningkat menjadi 216: 100 di antara mereka dengan usia lebih dari  85 tahun. Lebih dari 72% laki-laki berusia renta sudah menikah, sedangkan hanya 42% dari perempuan berusia renta sudah menikah. Sebagian dari perempuan di atas usia 75 tahun hidup sendiri; sehingga lebih banyak laki-laki meninggal dalam keadaan menikah dan kebanyakan perempuan meninggal sebelum menikah (Wellman, 2010).

Spektrum dari proses penuaan (gerontology dan geriatri)
Gerontology ialah studi wacana penuaan normal, termasuk faktor biologi, psikologi dan sosiologi. Geriatri ialah studi wacana penyakit kronis yang sering dikaitkan dengan penuaan, termasuk wacana diagnosis dan pengobatan. Meskipun pelayanan gizi medis tidak hanya dilakukan di rumah sakit tetapi juga ke rumah-rumah dan masyarakat, tetap fokusnya ialah pada promosi kesehatan, pengurangan risiko, dan pencegahan penyakit (Wellman, 2010).

Nutrisi dalam Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Pada penuaan perawatan wacana gizi tidak hanya administrasi penyakit atau terapi nutrisi medis; hal ini telah diperluas dengan fokus utama pada gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit. Tanpa peningkatan teladan diet yang lebih baik dan acara fisik yang lebih banyak pada semua umur, akhirnya kesehatanpun akan meningkat. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk menekankan nutrisi untuk promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Warga Amerika dengan kelompok usia tua, lebih banyak dari kelompok usia lainnya, mereka mencari informasi gizi dan mau menciptakan perubahan untuk menjaga independensi dan kualitas hidup mereka. Dengan mencari tau wacana masakan sehat, olahraga dengan aman, dan tetap bersemangat (Kamp, 2010).
Nutrisi sanggup meliputi tiga jenis cara pencegahan. Pada pencegahan awal, hal utama ialah pada nutrisi yaitu dalam promosi kesehatan dan pencegahan Penyakit. mengkombinasikn masakan sehat dengan acara fisik ialah yang utama (Wellman, 2010).
Pencegahan kedua melibatkan pengurangan risiko dan memperlambat perkembangan penyakit gizi kronis yang berafiliasi dengan mempertahankan fungsi dan kualitas hidup. Fungsi dan kualitas hidup yang baik dianggap sebagai hal yang konkret untuk melaksanakan kegiatan kebugaran dibandingkan dengan orang penyandang cacat, alasannya ialah orahraga ini menciptakan tidak nyaman bagi penyandang cacat. Banyak daerah makan masyarakat yang dibiayai oleh Older Americans Act (OAA) Program Nutrisi untuk menarik penerima melalui sentra kebugaran (Kamp, 2010).
Pada pencegahan ketiga, administrasi masalah dan perencanaan sering melibatkan duduk kasus nafsu makan, diet dimodifikasi, dan keterbatasan fungsional. Kasus yang rumit sering dipengaruhi oleh isu-isu gizi; sehingga pasien bisa mendapat laba dari konsultasi dengan jago gizi (Kamp, 2010).

Teori Tentang Proses Penuaan
Gerontologists mempelajari wacana penuaan dan mempunyai bermacam-macam teori wacana usia tubuh. Tidak ada teori tunggal yang sepenuhnya sanggup menjelaskan proses kompleks dari penuaan. Sebuah teori yang baik harus mengintegrasikan pengetahuan dan menceritakan bagaimana dan mengapa fenomena yang terkait. Secara umum, teori sanggup dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu yang telah ditetapkan sebelumya  dan akumulasi dari kerusakan yang terjadi. Hilangnya efisiensi yang kadang timbul disebut sebagai hukum satu persen; kebanyakan sistem organ kehilangan sekitar 1% dari fungsi mereka setiap tahun, dimulai pada usia 30 tahun. Sebuah teori baru-baru ini menyampaikan bahwa penyebab penurunan kesehatan yang berkaitan dengan usia ialah gangguan fungsi telomeres. Sejauh ini penelitian sedang diuji pada seekor tikus. Kemungkinan besar beberapa teori menjelaskan heterogenitas terjadi pada populasi yang lebih renta (Wellman, 2010).

Skrining Gizi dan Penilaian
The mini nutritional assessment (MNA) (Bauer, 2008) meliputi dua bagian: penyaringan dan penilaian. Metode singkatnya ialah metode skrining yang paling banyak dipakai untuk mengidentifikasi kekurangan gizi pada orang cukup umur dengan usi tua. Termasuk enam pertanyaan dan penilaian indeks massa tubuh (BMI), atau lingkar betis, jikalau BMI tidak mencukupi. Bentuk singkat dari MNA telah divalidasi (Kaiser, 2009). Untuk melaksanakan penilaian nutrisi lengkap, maka dipakai investigasi MNA lengkap. Ini ialah alat penilaian yang paling umum dipakai dalam perawatan jangka panjang.
Beberapa langkah penilaian belum tentu akurat atau layak untuk dipakai pada orang cukup umur dengan usia renta (Morley, 2009). Perubahan fisik dan metabolik penuaan sanggup menghasilkan hasil yang tidak akurat. Sebuah ilustrasi memperlihatkan pengukuran antropometri ibarat tinggi, berat badan, dan BMI. Dengan proses penuaan, meningkatkan massa lemak yang tinggi mengalami penurunan, hal ini merupakan akhir dari kompresi vertebral (Villarreal, 2005). Pengukuran ketinggian yang akurat mungkin sulit dilakukan  pada orang yang tidak sanggup bangun tegak, terbaring di daerah tidur, orang-orang dengan cacat tulang belakang ibarat punuk janda, dan orang-orang dengan osteoporosis. Dengan mengukur tinggi lutut sanggup memperlihatkan pengukuran yang lebih akurat alasannya ialah untuk melaksanakan penilaian klinis dibutuhkan data yang akurat.
Pengukuran tubuh mungkin tidak efektif. Ketebalan lipatan kulit dan lingkar lengan pertengahan yang dipakai untuk mendeteksi perubahan lemak tubuh yang terbatas dalam kemampuan mereka untuk membedakan antara perubahan lemak dan massa otot, alasannya ialah penurunan elastisitas dan meningkatkan kompresibilitas kulit pada orang dengan usia tua. Ukuran lingkar otot lengan mungkin lebih sempurna dan sensitif terhadap perubahan berat dari keseluruhan pengukuran komposisi tubuh (Kamp, 2010).

Kebutuhan Gizi
Banyak orang cukup umur dengan usia renta mempunyai kebutuhan gizi khusus alasannya ialah proses penuaan yang menghipnotis penyerapan, penggunaan, dan ekskresi nutrisi (Kuczmarski dan Weddle, 2005). Dietary Reference Intakes (DRIs) memisahkan kelompok orang usia 50 dan lebih dari 50 tahun menjadi dua kelompok, yaitu usia 50-70 tahun dan 71 dan lebih dari 71 tahun. Berdasarkan Healthy Eating Index, orang Amerika dengan usia renta perlu meningkatkan asupan masakan mereka berupa biji-bijian, sayuran hijau gelap dan oranye, kacang-kacangan, dan susu; menentukan bentuk padat nutrisi dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan, yaitu, masakan rendah lemak dan bebas dari gula yang ditambahkan; dan menurunkan asupan sodium dan lemak jenuh (Juan, 2008). Studi lain memperlihatkan bahwa orang renta mempunyai asupan rendah kalori, lemak total, serat, kalsium, magnesium, seng, tembaga, folat, dan vitamin B12, C, E, dan D.
Persamaan Mifflin-St. Jeor memperlihatkan energi sanggup dipakai untuk menilai kebutuhan kalori pada orang cukup umur dengan usia tua. Dimana Tabel DRI juga sanggup digunakan. DRIs untuk energi menyarankan 3067 kkal/ hari untuk laki-laki dan 2.403/ hari untuk perempuan dengan usia 18 tahun; sebaliknya kurangi 10 kkal / hari untuk laki-laki dan 7 kkal / hari untuk perempuan dengan usia yang lebih renta dari 19 tahun (Wellman, 2010).
DRIs tidak spesifik untuk melihat kebutuhan protein pada orang cukup umur dengan usia tua. Setelah usia 65 tahun, kebutuhan protein minimal ialah 1 g protein/ kg berat tubuh (Chernoff, 2004). Didukungan dengan bukti gres dimana 1 g/ kg, bahkan hingga 1,2 gm/ kg pada individu. Individu dengan gangguan fungsi ginjal atau diabetes membutuhkan 8 g/ kg hingga 1,0/ kg. Distribusi protein sepanjang hari tidak melebihi 30 g menjadi tujuan utama (Symons et al, 2009).

Rekomendasi asupan nutrisi (USAoA, 2010)
·         Menjaga keseimbangan kalori seumur hidup untuk mendapat dan mempertahankan berat tubuh yang sehat. Pola makan yang sehat membatasi asupan sodium, lemak padat, gula tambahan, dan biji-bijian olahan dan melaksanakan acara fisik.
·      Mengkonsumsi masakan dan minuman padat nutrisi. Pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi masakan dan minuman padat gizi. Pilih susu bebas lemak atau rendah lemak dan produk susu, dan kacang-kacangan dan biji-bijian. Pilih sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk susu biar mendapat lebih banyak kalium, serat, kalsium, dan vitamin D sebagai nutrisi yang dibutuhkan. Makan banyak sekali sayuran, terutama sayuran hijau tua, merah, dan oranye, buncis dan kacang polong. Konsumsi setidaknya setengah dari semua biji-bijian sebagai biji-bijian.
·         Kebutuhan gizi harus dipenuhi terutama melalui mengkonsumsi makanan. Jika diperlukan, masakan yang diperkaya dan embel-embel diet mungkin mempunyai kegunaan dalam memperlihatkan satu atau lebih zat gizi yang mungkin dikonsumsi dalam waktu kurang dari jumlah yang direkomendasikan. Makanan yang dikonsumsi diperkaya dengan vitamin B12, ibarat sereal, atau embel-embel diet. Dua teladan makan yang bermanfaat ialah penyesuaian vegetarian dan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) Eating Plan.
·         Pola makan sehat akan mencegah keracunan makanan. Empat prinsip dasar keamanan pangan (Clean, Separate, Cook and Chill) semua harus dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan makanan. Selain itu, beberapa masakan ibarat susu, keju, dan jus yang belum dipasteurisasi, mempunyai bawaan yag menjadikan keracunan masakan dan harus dihindari.
           Konsumsi alkohol. Alkohol dikonsumsi dalam jumlah sedang, satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk laki-laki dan hanya boleh untuk orang cukup umur dengan usia yang diperbolehkan oleh pemerintah.

Kesimpulan
Asupan nutrisi pada usia lanjut ialah masakan yang sehat dengan mengkonsumsi masakan dan minuman padat gizi. Sebagai sumber protein dan kalsium ialah susu bebas lemak atau rendah lemak dan produk susu, dan kacang-kacangan dan biji-bijian. Pilihan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan produk susu biar mendapat lebih banyak kalium, serat, kalsium, dan vitamin D sebagai nutrisi yang dibutuhkan. Usulan untuk mengkonsumsi masakan yang berasal dari banyak sekali sayuran, terutama sayuran hijau tua, merah, dan oranye, buncis dan kacang polong.

DAFTAR PUSTAKA
Bauer JM, et al: The Mini Nutritional Assessment – its history, today’s practice, and future perspective, Nutr Clin Pract 23: 388, 2008.
Chernoff R: Protein and older 4dukts, J Am Coll Nutr 23:627S-630S, 2004.
He W, et al: U.S. Census Bureau, Current Population Report, P23-203, 65+ in the United States: 2005, Washington, DC, 2005, U.S. Government Printing Office. Accessed 1 June 2010 from
Juan WY, et al: Diet Quality of older Americans in 1994-96 and 2001-02 as measured by the healthy eating index-2005, Nutrition Insight 41, Washington, DC, 2008, U.S. Department of Agriculture, Center for Nutrition Policy and Promotion. Accessed 1 June 2010 from
Kamp B, et al: Position statement of the American Dietetic Association, American Society for Nutrition programs for community residing older 4dukt, J Am Diet Assoc 110: 463, 2010.
Kaiser MJ, et al: Validation of the mini nutritional assessment short-form (MNA®-SF): a practical tool for identification of nutritional status, J Nutr Health Aging 13:782, 2009.
Kuczmarski MF, Weddle DO: American Dietetic Association position statement: nutrition across the spectrum of aging, J Am Diet Assoc 105:616, 2005. Accesed 1 june 2010 from
Morley JE: Update on nutritional assessment strategies. In Bales CW, Riccihie CS, editors: Handbook of Clinical Nutrition and Aging, ed 2, Totowa, N.J, 2009, Human Press.
Symons TB, et al: A moderate serving of high-quality protein maximally stimulates skeletal muscle protein synthesis in young and elderly subjects, J Am Diet Assoc 109:1582, 2009.
U. S. Administration on Aging (USAA): Profile of older Americans 2010. Accesed 1 June 2010 from
U. S. Departement of Health and Human Services, U. S. Department of Agriculture: Dietary Guidelines for Americans, 2010, ed 7, Washington, DC, 2010, U. S. Government Printing Office.
Villareal DT, et al: Obesity in older Adults: position statement of the American Society for Nutrition and The Obesity Society, Am J Clin Nutr 82: 923, 2005.
Wellman NS: Aging at Home: more research on nutrition and independence, plese, Am J Clin Nutr 91: 1151, 2010.

Sumber http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com