Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2018

Metode Dan Permainan Yang Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak

A. Pengertian Kecerdasan
Kecerdasan yaitu perihal cerdas, kesempurnaan pikiran sehat manusia. Kata kecerdasan ini diambil dari akar kata cerdas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cerdas berarti tepat perkembangan pikiran sehat seseorang insan untuk berfikir, mengerti, tajam pikiran dan tepat pertumbuhan tubuhnya.

Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan yaitu :
1)    Kemampuan untuk memecahkan suatu masalah
2)    Kemampuan untuk membuat masalah gres untuk dipecahkan
3)    Kemampuan untuk membuat sesuatu atau memperlihatkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat.




Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan linguistik yaitu kecerdasan dalam mengolah kata yaitu kemampuan untuk memakai kata – kata secara efektif, baik secara mulut maupun tulisan. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang di ucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan memberikan informasi. Kecerdasan Linguistik merupakan kecerdasan para jurnalis, juru cerita, penyair, dan pengacara.

Kecerdasan Logika – Matematika
Kecerdasan kebijaksanaan – matematika ialah kecerdasan dalam hal angka dan kebijaksanaan yaitu  kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia bisa memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). Ia suka angka, urutan, kebijaksanaan dan keteraturan. Ia mengerti contoh hubungan, ia bisa melaksanakan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir deduktif artinya cara berpikir dari hal – hal yang besar kepada hal-hal yang kecil. Proses berpikir induktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang kecil kepada hal – hal yang besar. Kecerdasan kebijaksanaan – matematika merupakan kercerdasan yang dimiliki para ilmuwan, akuntan, dan pemogram komputer.

Kecerdasan Visual - Spasial
Kecerdasan visual dan spasial yaitu kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). Visual artinya gambar, spasial yaitu hal-hal yang berkenaan dengan ruang atau tempat. Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran dan juga kekerabatan di antara elemen – elemen tersebut. Kecerdasan ini juga melibatkan kemampuan untuk melihat obyek dari banyak sekali sudut pandang. Kecerdasan visuap – spasial merupakan kecerdasan para arsitek, fotografer, artis, pilot, dan insinyur mesin.

Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musik yaitu kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik.Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dan timbre dari musik yang didengar. Musik mempunyai dampak yang sangat besar terhadap  perkembangan kemampuan matematika dan ilmu sains dalam diri seseorang.

Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal yaitu kemampuan yang bekerjasama dengan kesadaran dan pengetahuan perihal diri sendiri. Dapat memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melaksanakan disiplin diri. Orang yang memilki kecerdasan ini sangat menghargai nilai (aturan-aturan) sopan santun (sopan santun) dan moral. Contoh orang yang mempunyai kecerdasan ini, yaitu konselor, hebat teologi, dan wirausahaan.

Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain, kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, bunyi dan gerakan badan orang lain dan ia bisa memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga bisa untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, perilaku orang lain dan umumnya sanggup memimpin kelompok. Contoh orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal yaitu eksekutif dan pimpinan sebuah perusahaan.

Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan dalam memakai badan kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, aliran dan perasaan. Kecerdasan ini juga meliputi keterampilan fisik dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, kelenturan dan kecepatan. Kecerdasan ini meliputi talenta dalam mengendalikan gerak badan dan keterampilan dalam menangani benda. Atlet, pengrajin, montir, dan hebat bedah mempunyai kecerdasan kinestetik tingkat tinggi.

Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan naturalis yaitu kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang di jumpai di alam maupun lingkungan. Intinya yaitu kemampuan insan untuk mengenali tanaman, binatang dan bab lain dari alam semesta. 

B. Metode Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak 
Kecerdasan Bahasa yaitu kemampuan memakai kata-kata secara efektif, baik secara mulut maupun tertilis. Kecerdasan ini meliputi kemampuan memakai tata bahasa, bunyi bahasa, makna bahasa, dan penggunaan mudah bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari kecerdasan bahasa bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis.
1)    Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan bahasa yaitu antara lain seperti:
2)    Kelancaran berbicara, bercerita
3)    Penguasaan kosakata yang bervariasi (bermacam-macam)
4)    Kemampuan pada permainan yang terkait dengan kata dan bahasa

Untuk membuatkan kemampuan berbahasa anak, ada banyak sekali permainan yang sanggup diterapkan dengan cita-cita permainan yang dilakukan akan sanggup menstimulasi dengan mengajak berkomunikasi atau berbicara sehingga anak bisa memberikan ide, cita-cita atau keinginanannya.

Sebagai orang tua, kita niscaya akan senang dan senang ketika bawah umur kita bisa berbicara dengan lancar dan sistematis. Lebih senang lagi kalau anak rajin membaca dan suka menulis. Inilah tanda anak kita mempunyai kecerdasan bahasa yang bagus.

Sebaliknya, kita akan merasa cemas kalau bawah umur kita banyak diam, tidak suka berbicara, malas membaca apalagi hobi menulis. Di sinilah anak mengalami problem dengan kecerdasan bahasa.

Menurut Heru Kurniawan dalam sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id Untuk bisa membentuk bawah umur dengan kecerdasan bahasa yang bagus, maka orang renta harus secara rutin mempraktikkan empat metode ini.

Pertama, metode bertanya. Metode bertanya ini sepertinya sepele. Tapi inilah metode dasar untuk mengasah kecerdasan bahasa. Anak-anak yang mempunyai kecerdasan bahasa bagus, biasanya alasannya yaitu si orang renta sering bertanya pada anaknya.

Saat orang renta bertanya ini, bawah umur akan dilatih untuk menjawab dengan mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui bahasa lisan. Jika bertanya sering dilakukan oleh orang tua, bawah umur pun akan terbiasa untuk menjawab, dan ini akan melatih kemampuan bahasa mulut mereka.

Anak-anak yang sering berkomunikasi dengan orang-tuanya, akan lebih mempunyai kecerdasan bahasa yang anggun daripada mereka yang tidak.
Kedua, metode menyanyi. Anak-anak sangat suka menyanyi, alasannya yaitu dalam menyanyi, bawah umur menikmati bahasa yang dibentuk berirama. Saat orang renta suka menyanyi, maka bawah umur pun akan ikut menyanyi dengan kata-kata yang dinyanyikan. Dan di lain waktu, bawah umur akan menyanyi dengan sendirinya. Saat anak sering menyanyi, kecerdasan bahasa anak akan terus meningkat.

Ketiga, metode bercerita. Saat orang renta bercerita, maka bawah umur akan mendengarkan dengan saksama. Dalam mendengarkan itu, bawah umur bukan saja menikmati isi cerita, tetapi mereka juga menangkap dan memahami ratusan bahkan ribuan kata dari cerita. 

Di situlah bawah umur ini secara perlahan akan memahami banyak sekali variasi jenis kata. Dengan pemahaman ini, bawah umur kemudian akan dengan gampang berbicara dan menulis dengan memakai diksi kata yang anggun dan tepat. Dari sinilah kemampuan dan kecerdasan bahasa anak akan meningkat.

Keempat, metode bermain. Jika orang renta sudah mau bermain dengan anaknya, maka sesuangguhnya anak sedang berinteraksi aktif dengan orang tuanya secara menyenangkan. Dengan cara inilah, pemahaman anak terhadap kosakata akan semakin kaya.

Dengan keempat metode inilah, maka kecerdasan bahasa anak akan terbentuk dengan baik. Anak-anak kemudian akan menjadi terampil dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Jika ini sudah sanggup dilakukan dengan baik, inilah tanda anak mempunyai kecerdasan bahasa yang baik





C. Permainan untuk Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak 

Berikut beberapa permainan yang sanggup digunakan:
1. Mengenalkan nama-nama benda yang dijumpai di sekitar anak
Mengenalkan banyak sekali nama benda di sekitar anak akan menambah kosakata anak. Orang renta atau pendidik PAUD sanggup mengenalkan nama benda yang dijumpai atau dilihat anak. Misalnya anak sanggup dikenalkan nama benda yang ada di sekitar anak, baik benda hidup maupun benda mati menyerupai nama hewan, nama tumbuhan, nama kendaraan, nama pekerjaan atau profesi. Pengenalan nama-nama benda juga sanggup dikenalkan lewat gambar. Melihat gambar disamping sanggup menambah kosakata anak juga merangsang anak untuk bertanya dan mengemukakan perasaannya.

2. Bercerita dari gambar
Sejak kecil orang renta sanggup mengajak anak bercerita. Bahkan semenjak dalam kandungan banyak orang renta yang mengajak berbicara janin yang masih dalam kandungan. Kegiatan ini akan merangsang otak anak untuk mengenali banyak sekali macam ekspresi. Dalam pendidikan baik dalam kegiatan berguru mengajar ataupun di dalam lingkungan keluarga, pendidik atau orang renta sanggup mengajak anak bercerita yang bisa dilakukan dengan gambar ataupun buku cerita. Banyak dijumpai buku-buku dongeng khusus untuk anak usia dini menyerupai dongeng perihal dunia binatang, dongeng khayalan, dongeng kepahlawanan, ataupun dongeng yang bekerjasama dengan agama.

Bercerita tidak hanya dilakukan oleh orang tua, tetapi anak sanggup pula diminta untuk bercerita dan orang renta mendengarkan. Kegiatan bercerita ini selain untuk membuatkan kemampuan anak dalam berbicara dan mengeluarkan pendapat juga untuk membuatkan imajinasi anak dan kemampuan memahami perasaan orang lain.

3.  Bermain puzzle huruf

Permainan ini dibentuk dari huruf-huruf yang terpisah dan sanggup disusun kembali menjadi rangkaian kata-kata. Melalui permainan ini anak dirangsang membuat rangkaian kata dari huruf-huruf yang disediakan juga untuk melatih penguatan memori terhadap huruf. Manfaat permainan ini sanggup merangsang anak untuk berinteraksi dengan aksara dan kata sehingga anak akan menyukai kegiatan membaca

= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Rabu, 18 Juli 2018

Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Istilah pendidikann IPS dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia masih relatif gres digunakan. Pendidikan IPS merupakan padanan dari sosial studies dalam konteks kurikulum di Amerika Serikat. Istilah tersebut pertama kali dipakai di AS pada tahun 1913 mengadopsi nama lembaga Sosial Studies yang membuatkan kurikulum di AS (Marsh, 1980; Martoella, 1976).

Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oleh Hamid Hasan (1990), merupakan fusi dari aneka macam disiplin ilmu, Martoella (1987) menyampaikan bahwa pembelajaran Pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek “pendidikan” daripada “transfer konsep”, lantaran dalam pembelajaran pendidikan IPS mahasiswa dibutuhkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan membuatkan serta melatih sikap, nilai, moral, dan keterampilannya menurut konsep yang telah dimilikinya. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan IPS harus diformulasikannya pada aspek kependidikannya.




Ada 10 konsep social studies dari NCSS, yaitu (1) culture; (2) time, continuity and change; (3) people, places and environments; (4) individual development and identity; (5) individuals, group, and institutions; (6) power, authority and govermance; (7) production, distribution and consumption; (8) science, technology and society; (9) global connections, dan; (10) civic ideals and practices. (NCSS http://www.social studies.org/standard/exec.html).

Konsep IPS, yaitu: (1) interaksi, (2) saling ketergantungan, (3) kesinambungan dan perubahan, (4) keragaman/kesamaan/perbedaan, (5) konflik dan konsesus, (6) contoh (patron), (7) tempat, (8) kekuasaan (power), (9) nilai kepercayaan, (10) keadilan dan pemerataan, (11) kelangkaan (scarcity), (12) kekhususan, (13) budaya (culture), dan (14) nasionalisme.

Mengenai tujuan ilmu pengetahuan sosial (pensisikan IPS), para andal sering mengaitkannya dengan aneka macam sudut kepentingan dan pementingan dari acara pendidikan tersebut, Gross (1978) menyebutkan bahwa tujuan pendidikan IPS yakni untuk memepersiapkan mahasiswa menjadi warga negara yang baik dalam kehidupannya di masyarakat, secara tegas ia menyampaikan “to prepare students to be well functioning citizens in a democratic society”. Tujuan lain dari pendidikan IPS yakni untuk membuatkan kemampuan mahasiswa memakai daypikir dalam mengambil keputusan setiap dilema yang dihadapinya (Gross, 1978).
Ilmu pengetahuan sosial juga membahas korelasi antara insan dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai kepingan dari masyarakat, dihadapkan pada aneka macam permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Pendidikan IPS berusaha membantu mahasiswa dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakatnya (Kosasih, 1994).

Pada dasarnya tujuan dari pendidikan IPS yakni untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk membuatkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya, serta aneka macam bekal siswa untuk melanjtkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan pengertian dan tujuan dari pendidikan IPS, sepertinya dibutuhkan suatu contoh pembelajaran yang bisa menjembatani tercapainya tujuan tersebut. Kemampuan dan keterampilan guru dalam menentukan dan memakai aneka macam model, metode dan taktik pembelajaran senantiasa terus ditingkatkan (Kosasih, 1994), supaya pembelajaran Pendidikan IPS benarbenar bisa mengondisikan upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan dasar bagi mahasiswa untuk menjadi insan dan warga negara yang baik. Hal ini dikarenakan pengondisian iklim mencar ilmu merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan (Azis Wahab, 1986).

Pola pembelajaran pendidikan IPS menekankan pada unsur pendidikan dan pembekalan pada mahasiswa. Penekanan pembelajarannya bukan sebatas pada upaya mencecoki atau menjejali mahasiswa dengan sejumlah konsep yang bersifat hafalan belaka, melainkan terletak pada upaya supaya mereka bisa mengakibatkan apa yang tekag dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam melakoni kehidupan masyarakat lingkungannya, serta sebagai bekal bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di sinilah bekerjsama pementingan misi dari pendidikan IPS. Oleh lantaran itu, rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkab dan difokuskan sesuai dengan kondisi dan perkembangan potensi siswa supaya pembelajaran yang dilakukan benarbenar berkhasiat dan bermanfaat bagi siswa (Kosasih, 1994; Hamid Hasan, 1996).

Karakteristik mata pembelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari aneka macam disiplin ilmuilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial menurut realitas dan fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner.

Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang mempunyai keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memperlihatkan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayahwilayah, sedangkan sejarah memperlihatkan wawasan berkenaan dengan peristiwaperistiwa dari aneka macam periode. Antropologi mencakup studistudi komparatif yang berkenaan dengan nilainilai, kepercayaan, struktur sosial, aktivitasaktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresiekspresi dan spiritual, teknologi, dan bendabenda budaya dari budayabudaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmuilmu perihal kebijakan pada aktivitasaktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmuilmu perihal sikap menyerupai konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan kontrol sosial. Secara intensif konsepkonsep menyerupai ini dipakai ilmuilmu sosial dan studistudi sosial.

Karateristik mata pelajaran IPS Sekolah Menengan Atas antara lain sebagai berikut.
1.    Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan adonan dari unsurunsur geografi, sejarah, ekonomi, aturan dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001).
2.    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu.

3.    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut aneka macam perkara sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.

4.    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sanggup menyangkut insiden dan perubahan kehidupan masyarakat dengan prinsip alasannya yakni akibat, kewilayahan, pembiasaan dan pengelolaan lingkungan, struktur, proses dan perkara sosial serta upayaupaya usaha hidup supaya survive menyerupai pemenuhan kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni, 1981).

5.    Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS memakai tiga dimensi dalam mengkaji dan memahami fenomena sosial serta kehidupan insan secara keseluruhan. Ketiga dimensi tersebut yakni ruang, waktu dan nilai





= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Juknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Bau Tanah Dan Masyarakat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menerbitkan 6 Jenis Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat yakni 1) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk TK/PUAD; 2) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SD; 3) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SMP; 4) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SMA/SMK; 5) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SLB; 6) Petunjuk Teknis Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk Program Kesetaraan;




Mengapa kemitraaan sekolah dengan orang renta dan masyarakat itu sangat penting?  Orang renta ialah pendidik utama dan terpenting, namun juga yang paling tak tersiapkan. Pasalnya, mereka harus mencari sendiri informasi dan pengetahuan ihwal bagaimana menumbuhkan dan mendukung pendidikan bawah umur mereka dalam kondisi positif. Selama ini, jikalau berbicara pendidikan maka fokus pembicaraan hanya kerap jatuh kepada siswa dan guru. Sementara orangtua menyerupai diabaikan dalam pendidikan.

Padahal, orang renta mempunyai tugas sangat besar dalam pendidikan anak. Keberhasilan pendidikan anak bergantung kepada keterlibatan keluarga. Banyak penelitian menandakan bahwa keterlibatan orang renta di sekolah bermanfaat, antara lain: (1) bagi penerima didik mendukung prestasi akademik, meningkatkan kehadiran, kesadaran terhadap kehidupan yang sehat, dan meningkatkan sikap positif; (2) bagi orang renta memperbaiki pandangan terhadap sekolah, meningkatkan kepuasan terhadap guru, dan mempererat hubungan dengan anak; dan (3) bagi sekolah memperbaiki iklim sekolah, meningkatkan kualitas sekolah, dan mengurangi problem kedisiplinan.

Sekolah tidak sanggup menawarkan semua kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan penerima didiknya, sehingga dibutuhkan keterlibatan bermakna dari orangtua/keluarga dan anggota masyarakat. Anak-anak berguru dengan lebih baik jikalau lingkungan sekitarnya mendukung, yakni orang tua, guru, dan anggota keluarga lainnya serta masyarakat sekitar. Artinya, sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan “tri pusat pendidikan” yang sangat penting untuk sanggup menjamin pertumbuhan anak secara optimal. Untuk itu, perlu dibangun kemitraan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kemitraan antara sekolah dengan keluarga dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Terbentuknya manusia serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong”. Oleh alasannya ialah itu, diharapkan kemitraan antar tri pusat pendidikan tersebut sanggup berjalan dengan baik dan bermakna.

Sebagai unsur dalam ekosistem yang terdekat dengan anak, keluarga mempunyai banyak kesempatan melalui interaksi dan komunikasi seharihari. Bentuk dan cara-cara interaksi dengan anak di dalam keluarga akan mensugesti tumbuh kembangnya abjad anak. Proses interaksi yang diterima anak dari keluarga inilah yang akan dipakai oleh anak sebagai dasar untuk proses perkembangan selanjutnya di luar rumah, termasuk di sekolah dan masyarakat

Petunjuk teknis ini disusun untuk menawarkan panduan kepada satuan pendidikan dalam menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat yang diharapkan sanggup menawarkan efek kepada keluarga, antara lain: (1) meningkatnya prestasi akademik anak, (2) meningkatnya komunikasi antara orang renta dan anak, (3) meningkatnya kehadiran siswa di sekolah, (4) berkurangnya sikap destruktif anak, (5) meningkatnya kepercayaan diri orang tua, (6) meningkatnya kepuasan orang renta terhadap sekolah, (7) orang renta berhasil mendidik anak, (8) meningkatnya ekspektasi orang renta pada anak, (9) meningkatnya kebiasaan berguru anak, (10) meningkatnya cita-cita anak untuk melanjutkan sekolah, (11) meningkatnya kecenderungan orang renta melanjutkan pendidikan, (12) sikap dan sikap anak yang lebih positif, (13) meningkatnya watak guru, (14) iklim sekolah menjadi lebih baik, dan (15) mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan

Berikut ini Link d0wnl0ad Petunjuk Teknis Kemitraaan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat

1) Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk TK/PUAD; (KLIK DISINI)

2) Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SD; (KLIKDISINI)

3) Petunjuk Teknis Kemitraaan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SMP; (KLIKDISINI)

4) Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SMA/SMK; (KLIK DISINI)

5) Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk SLB; (KLIKDISINI)

6) Petunjuk Teknis (JUKNIS) Kemitraan Sekolah Dengan Orang Tua dan Masyarakat untuk Program Kesetaraan (KLIK DISINI)





= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Selasa, 17 Juli 2018

Buku Pengembangan Talenta Dan Minat Siswa Smk

DOWNLOAD BUKU PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT SISWA SMK

Pedoman Pengembangan talenta dan minat akseptor bimbing SMK dirancang untuk menunjukkan informasi perihal jenis talenta dan minat yang relevan dengan untuk karir siswa SMK. Melalui buku fatwa ini memungkinkan siswa mengetahui kekuatan & Kelemahan Individu serta menemukan cara untuk memakai kekuatan tersebut secara optimal melalui pendampingan oleh guru




Keterampilan akseptor bimbing Sekolah Menengah kejuruan perlu dikembangkan untuk sanggup bersaing di dunia kerja dengan mengoptimalkan talenta dan minat yang ada dalam diri individu. Salah satu hasil yang di sanggup dari fatwa ini yaitu adanya tesbakat dan minat yang sanggup memetakan akseptor bimbing dalam pemilihan talenta dan minatnya yang sesuai dengan keterampilan akseptor yang dimiliki

Buku Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK sangat menarik sebab membahas Pedoman Pengembangan Bakat dan Minat Siswa Sekolah Menengah kejuruan dan Panduan Pelaksanaan Teknis Tes Bakat dan Minat di Sekolah Menengah kejuruan
  

Berikut ini Link Download Buku Pengembangan Bakat dan Minat Siswa SMK (KLIK DISINI)



= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Senin, 16 Juli 2018

Download Rpp Ips Kelas 7 Kurikulum 2013

Sebelum saya bagikan link d0wnl0ad RPP IPS Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum 2013. Untuk sekedar mengingatkan berikut ini klarifikasi terkat  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP)   sesuai Permendikbud 22 Tahun 2016. Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  (RPP)  adalah  rencana  kegiatan pembelajaran  tatap  muka  untuk  satu  pertemuan  atau  lebih.  RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta  didik  dalam  upaya  mencapai  Kompetensi  Dasar  (KD).  Setiap pendidik  pada  satuan  pendidikan  berkewajiban  menyusun  RPP  secara lengkap dan sistematis semoga pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi penerima didik untuk  berpartisipasi  aktif,  serta  memberikan  ruang  yang  cukup  bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta  didik.  RPP  disusun menurut KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.




Komponen RPP terdiri atas:
a.  identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b.  identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.  kelas/semester;
d.  bahan pokok;
e.  alokasi  waktu  ditentukan  sesuai  dengan  keperluan  untuk pencapaian  KD  dan  beban  belajar  dengan  mempertimbangkan jumlah  jam  pelajaran  yang  tersedia  dalam  silabus  dan  KD  yang harus dicapai;
f.  tujuan  pembelajaran  yang  dirumuskan  berdasarkan  KD,  dengan menggunakan  kata  kerja  operasional  yang  dapat  diamati  dan diukur, yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.  kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.  materi  pembelajaran,  memuat  fakta,  konsep,  prinsip,  dan  mekanisme yang  relevan,  dan  ditulis  dalam  bentuk  butir-butir  sesuai  dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.  metode pembelajaran, dipakai oleh pendidik untuk mewujudkan suasana  belajar  dan  proses  pembelajaran  agar  peserta  didik mencapai  KD  yang  disesuaikan  dengan  karakteristik  peserta  didik dan KD yang akan dicapai;
j.  media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk memberikan bahan pelajaran;
k.  sumber  belajar,  dapat  berupa  buku,  media  cetak  dan  elektronik, alam sekitar, atau sumber mencar ilmu lain yang relevan;
l.  langkah-langkah  pembelajaran  dilakukan  melalui  tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.  evaluasi hasil pembelajaran.

Prinsip Penyusunan RPP
Dalam  menyusun  RPP  hendaknya  memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.  Perbedaan  individual  peserta  didik  antara  lain  kemampuan  awal, tingkat  intelektual,  bakat,  potensi,  minat,  motivasi  belajar, kemampuan  sosial,  emosi,  gaya  belajar,  kebutuhan  khusus, kecepatan  belajar,  latar  belakang  budaya,  norma,  nilai,  dan/atau lingkungan penerima didik.
b.  Partisipasi aktif penerima didik.
c.  Berpusat  pada  peserta  didik  untuk  mendorong  semangat  belajar, motivasi,  minat,  kreativitas,  inisiatif,  inspirasi, inovasi  dan kemandirian.
d.  Pengembangan  budaya  membaca  dan  menulis  yang  dirancang untuk menyebarkan kegemaran membaca, pemahaman bermacam-macam bacaan, dan berekspresi dalam banyak sekali bentuk tulisan.
e.  Pemberian  umpan  balik  dan  tindak  lanjut  RPP  memuat  rancangan aktivitas pinjaman umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f.  Penekanan  pada  keterkaitan  dan  keterpaduan  antara  KD,  bahan pembelajaran,  kegiatan  pembelajaran,  indicator  pencapaian kompetensi,  penilaian,  dan  sumber  belajar  dalam  satu  keutuhan pengalaman belajar.
g.  Mengakomodasi  pembelajaran  tematik-terpadu,  keterpaduan  lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h.  Penerapan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  secara  terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Berikut ini link Download RPP mata pelajaran IPS Kelas 7 kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 Klik RPP IPS Kelas 7 Kurikulium 2013 untuk SMP/Mts


Semoga link Download RPP mata pelajaran IPS kurikulum 2013Kelas 7 untuk Sekolah Menengah Pertama dan MTs ini bermanfaat. Terima kasih



= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Buku Guru Dan Siswa Kurikulum 2013 Kelas 4 Sd/Mi Semester 2 Edisi Revisi Tahun 2016

BUKU GURU DAN SISWA KURIKULUM 2013 KELAS 4 SD/MI SEMESTER 2 EDISI REVISI TAHUN 2016

Buku Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 sebagaimana diketahui pada tahun 2016 sudah mengalami perubahan seiring kebijakan perubahan Implementasi kurikulum 2013. Buku Buku Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 dipakai mulai semester 2 tahun pelajaran 2016/2017. Buku Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 ini terdiri dari  buku guru dan buku siswa. 




Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016
Untuk Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 SD/MI Semester 2 Edisi Revisi Tahun 2016 Sedikit Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, dimana pada edisi revisi tahun 2016 ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2 kecuali untuk PPKn.Hal tersebut dilakukan atas saran dari kemendikbud, meski demikian dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan perilaku spiritual dan perilaku sosial penerima didik.

Bapak/Ibu guru SD/MI Silahkan d0wnl0ad Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 pada link  dibawah ini :

Link Download Buku Guru Kelas 4 Tema 6

Link Download Buku Guru Kelas 4 Tema 7

Link Download Buku Guru Kelas 4 Tema 8


Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016
Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 SD/MI Semester 1 Edisi Revisi Tahun 2016 juga terdapat perbedaan dengan Buku Siswa sebelumnya, dimana pada edisi revisi tahun 2016 ini tidak dilengkapi dengan lembar latihan. Hal tersebut dilakukan semoga guru sanggup lebih memaksimalkan aktivitas dan latihan-latihan sepanjang kandungan buku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan bukannya meloncat pribadi pada latihan-latihan penyelesaian soal.Jika diperlukan, guru juga sanggup berkreasi sendiri menciptakan soal-soal latihan-latihan dan bahan-bahan evaluasi yang diperlukan, yang diadaptasi dengan kondisi penerima didik.

Bapak/Ibu guru SD/MI  Silahkan d0wnl0ad Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 pada link  dibawah ini :



Demikian informasi sekaligus link d0wnl0ad Buku Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Kelas 4 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016, selamat mend0wnl0ad dan semoga informasi ini ada manfaatnya


UNTUK DOWNLOAD BUKU GURU DAN SISWA KURIKULUM 2013 KELAS 1 SD/MI SEMESTER 2 EDISI REVISI TAHUN 2016 (KLIK DISINI)



= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com

Minggu, 15 Juli 2018

Buku Guru Dan Siswa Kurikulum 2013 Kelas 1 Sd/Mi Semester 2 Edisi Revisi Tahun 2016

BUKU GURU DAN SISWA KURIKULUM 2013 KELAS 1 SD/MI SEMESTER 2 EDISI REVISI TAHUN 2016
Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 sebagaimana diketahui pada tahun 2016 sudah mengalami perubahan seiring kebijakan perubahan Implementasi kurikulum 2013. Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 dipakai mulai semester 2 tahun pelajaran 2016/2017. Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 ini terdiri dari  buku guru dan buku siswa. 



Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016
Untuk Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 1 SD/MI Semester 2 Edisi Revisi Tahun 2016 Sedikit Berbeda dengan Buku Guru sebelumnya, dimana pada edisi revisi tahun 2016 ini Buku Guru tidak lagi dilengkapi dengan KI 1 dan KI 2 kecuali untuk PPKn.Hal tersebut dilakukan atas saran dari Kemendikbud, meski demikian dalam kesehariannya guru tetap melaksanakan proses pengamatan perkembangan sikap spiritual dan perilaku sosial penerima didik. 

Bapak/Ibu SD/MI, silahkan d0wnl0ad Buku Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016 pada link  dibawah ini :

Link Download Buku Guru Kelas 1 Tema 5

Link Download Buku Guru Kelas 1 Tema 6

Link Download Buku Guru Kelas 1 Tema 7

Link Download Buku Guru Kelas 1 Tema 8

Buku Siswa Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016

Untuk Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 1 SD/MI Semester 2 Edisi Revisi Tahun 2016 juga terdapat perbedaan dengan Buku Siswa sebelumnya, dimana pada edisi revisi tahun 2016 ini tidak dilengkapi dengan lembar latihan. Hal tersebut dilakukan supaya guru sanggup lebih memaksimalkan acara dan latihan-latihan sepanjang kandungan buku siswa selama proses pembelajaran berlangsung, dan bukannya meloncat pribadi pada latihan-latihan penyelesaian soal.

Bapak/Ibu guru SD/MI Silahkan d0wnl0ad Buku Guru Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016  pada link  dibawah ini :






Demikian informasi sekaligus link d0wnl0ad Buku Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Kelas 1 Semester 2 untuk SD/MI edisi Revisi 2016, selamat mend0wnl0ad dan semoga informasi ini ada manfaatnya



UNTUK DOWNLOAD BUKU GURU DAN SISWA KURIKULUM 2013 KELAS 4 SD/MI SEMESTER 2 EDISI REVISI TAHUN 2016 (KLIK DISINI)
v


= Baca Juga =




Sumber http://forumgurunusantara.blogspot.com