Tampilkan postingan dengan label Hama dan Penyakit Sayur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hama dan Penyakit Sayur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2018

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang

Sedulurtani.com Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang.


Kentang merupakan tumbuhan hortikultura yang mempunyai potensi sebagai alternatif dalam deversifikasi pangan. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada kentang menciptakan umbi ini sanggup dijadikan sebagai pengganti nasi. Di Indonesia kentang menjadi salah satu komoditas utama yang banyak dibudidayakan.


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
cara mengatasi hama dan penyakit pada budidaya tumbuhan kentang

Akan tetapi pada proses budidaya sering kali mengalami kegagalan yang disebabkan oleh hama dan penyakit. Hama dan penyakit merupakan suatu bahaya serius pada proses budidaya umbi kentang. Untuk mengatasi hama dan penyakit pada kentang kita harus tau jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tumbuhan kentang.


Dengan mengetahui hal tersebut kita akan tau Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang.


Tindakan antisipasi merupakan hal yang sempurna supaya tumbuhan tidak terlanjur parah terjangkit hama dan penyakit. Apabila serangan sudah terlanjur parah, maka akan susah untuk diatasi dan berakibat gagal panen. Berikut ini yaitu pengenalan dan cara mengatasi hama dan penyakit pada budidaya tumbuhan kentang.


1. Hama Utama Tanaman Kentang 



  • Trips (Trips palmi Karny)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
hama pada budidaya tumbuhan kentang

Trips merupakan hama jenis kutu dengan ukuran sangat kecil yaitu ( 1- 2 mm). Hama ini menyerang dengan menghisap cairan sel pada permukaan bawah daun. Indikasi tumbuhan yang terjangkit hama trips yaitu, daun berubah warna menjadi warna keperakan atau kekuningan. Bentuk daun juga berkembang menjadi berkerut/ melinting.


Jika serangan berat pada permukaan bawah daun berwarna merah tembaga dan mengkilat, sehabis itu daun akan mengering dan mati. Untuk mengendalikan hama trips kita sanggup menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamectin, menyerupai domelish, bamex, atau pegasus.



  • Kutu daun (Myzuz persicae Sulzer)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
hama pada budidaya tumbuhan kentang

Kutu daun merupakan hama yang menyerang serpihan daun. Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan sel daun yang masih muda ataupun tumbuhan yang masih muda.


Indikasi dari tumbuhan yang terjangkit yaitu pada daun dijumpai gerombolan kutu yang menjadikan daun tampak bercak- bercak. Jika seranganya berat daun tampak berkerut dan terpuntir dan keriting.

Cara pengenddalianya dengan cara menyeprotkan insektisida, menyerupai demolish, numectin, curacron, atau alfamex.



  • Ulat pengerek daun (Phthorimaea operculella Zeller)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
hama pada budidaya tumbuhan kentang

Ulat penggerek daun merupakan hama yang merusak daun, dan sering dijumpai pada tumbuhan kentang. Indikasi dari daun yang terjangkit ulat ini, yaitu daun berkembang menjadi warna merah bau tanah dan ada jalinan menyerupai benang yang membungkus ulat kecil.


Untuk mengendalikan serangan ulat tersebut, yaitu dengan sanitasi lahan dan penyemprotan insektisida, menyerupai curacron, regent, atau prevaton.



  • Nematoda (Meloydogyne sp. )


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
hama pada budidaya tumbuhan kentang

Nematoda merupakan hama dengan stilet kecil, bentuk kepala oval, ekor tidak terlalu runcing, dan bergerak dengan lambat. Indikasi tumbuhan yang terjangkit neamtoda, yaitu pertumbuhan tumbuhan kentang tidak normal, kerdil, dan tumbuhan tampak layu. Apabila perakaran digali akan dijumpai perakaran yang jerawat terdapat benjolan- benjolan sperti kutil.


Selain akar, pada umbi kentang yang terjangkit juga tampak benjolan- benjolan serupa dan menjadikan perubahan bentuk. Serangan nematoda sering terjadi pada pH tanah yang rendah. Untuk pengendalian nematoda, yaitu dengan cara mencabut tumbuhan yang terjangkit dan memusnahkanya secara dibakar.


Pencegahan nematoda akan lebih baik untuk mengantisipasi  kerugian akhir serangan nematoda. Pencegahan antara lain, pemupukan secara berimbang, sanitasi lahan, dan penggunaan hibrida yang sehat. Selain itu, juga sanggup menanam keningkir (Tagetes erecta) pada sekitar tumbuhan kentang.



  •  Orong- orong (Gryllotalpa orientalis Burmeister)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
hama pada budidaya tumbuhan kentang

orong- orong ialah serangga yang hidup di dalam tanah dan aktif pada waktu malam hari. Orong- orong atau yang biasa disebut dengan anjing tanah ini berukuran sedang dan mempunyai warna coklat terperinci hingga gelap. Orong- orong mempunyai kulit pelindung yang tebal serta sepasang tungkai berbentuk menyerupai cangkul yang berkhasiat untuk menggali tanah.


Hama ini menyerang serpihan akar, umbi, pangkal batang, maupun tunas muda tumbuhan dengan merusak atau memakanya. Indikasi dari serangan orong- orong , yaitu tumbuhan layu, rebah dan umbinya busuk.

Pencegahan orong- orong pada budidaya tumbuhan kentang dengan cara menaburkan nematisida pada dikala penaburan pupuk dasar.


2.  Penyakit Utama Tanaman Kentang 



  • Busuk daun (Phytophtora infestans (Mont.) se Bary)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
penyakit pada budidaya tumbuhan kentang

Busuk daun merupakan jenis patogen yang sering menginfeksi tumbuhan kentang. Munculnya P. Infestans sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, dan curah hujan. Penyebaran patogen ini melalui angin, air, maupun serangga. Penyakit ini akan berkembang dengan pesat pada kondisi lingkungan yang mendukung, yaitu pada suhu rendah dan kelembaban tinggi.


Indikasi tumbuhan yang terjangkit penyakit ini, yaitu terdapat bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah. Dan bahkan hingga warna berkembang menjadi coklat dan hitam. Bercak dikelilingi spora berwarna putih. Pada umumnya tanda-tanda akan nampak pada tumbuhan yang telah berumur 1 bulan.


Untuk pengendalian tanaman, yaitu dengan melaksanakan upaya sanitasi, penggunaan bibit yang bebas dari penyakit, dan penyemprotan fungisida antracol, score, atau starmly.



  • Layu basil ( Pseudomonas solanacearum Smith )


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
penyakit yang serupa pada budidaya tumbuhan kentang

Layu bakteri disebabkan oleh basil yang menciptakan kelayuan pada seluruh serpihan tanaman. Gejala layu basil pada umumnya terjadi dikala tumbuhan berumur kurang lebih 6 minggu.


Indikasi dari tumbuhan yang terjangkit layu bakteri, yaitu tumbuhan layu dan apabila batang ditekan akan mengeluarkan cairan berlendir. Pada cairan tersebut mempunyai warna keabu-abuan dengan anyir yang busuk.


Untuk pengendalian tumbuhan yang terkena layu bakteri, yaitu dengan pergiliran tumbuhan dan sanitasi lahan. Selain itu juga akan lebih efektif jikalau menyemprotkan baterisida, menyerupai agrimicyn, plantomycin, atau agrept.



  • Layu cendawan ( Fusarium oxysporum Schlectendahl )


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
penyakit yang serupa pada budidaya tumbuhan kentang

Layu cendawan merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh petani. Indikasi tumbuhan yang terjangkit layu cendawan, yaitu layu pada siang hari, dan terlihat segar pada waktu pagi dan sore. Daun- daun menguning dan rontok serta akar tumbuhan yang terinfeksi membusuk berwarna hitam kecoklatan.


Untuk pengendalikan penyakit layu cendawan, yaitu melaksanakan pergiliran tanaman, mencabut dan memusnahkan tumbuhan yang terserang. Selain itu kita sanggup memperlihatkan fungisida berbaahan aktif propamokarb hidroklarida, metalaksil, atau benomil.



  • Busuk lunak (Erwinia caratovora)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
penyakit yang serupa pada budidaya tumbuhan kentang

Busuk lunak merupakan basil yang mengakibatkan penurunan signifikan pada produksi tumbuhan kentang. Penyakit ini menyebar melalui umbi, atau dari sisa ranting- ranting yang membusuk.


Indikasi dari penyakit busk lunak, yaitu tumbuhan segar tiba- datang mengering, terdapat bercak hitam pada umbi, buah, maupun batang secara merata. Setelah itu batang yang terjangkit dengan merata akan melunak.


Untuk pengendalian penyakit busuk batang, yaitu cabut dan musnahkan tumbuhan yang terserang, dan juga lakukan penyemprotan fungisida Bion- M. Pencegahan akan lebih baik untuk mengantisipasi kerugian yang disebabkan penyakit busuk lunak.


Pencegahanya antara lain, mengondisikan drainase, sanitasi lingkungan, lakukan pembumbunan jagan hingga umbi kentang tidak tertutup tanah. Selanjutnya lakukan rotasi tanam dengan jenis tumbuhan yang resisten terhadap penyakit tersebut.



  • Burik (Streptomyces scabies)


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang
penyakit yang serupa pada budidaya tumbuhan kentang

Burik merupakan penyakit yang menyerang umbi kentang sehingga menciptakan kentang tidak laris dipasaran. Indikasi tumbuhan yang terserang, yaitu umbinya jadi burik dan kulit umbi berkadas. Selain itu juga menjadikan daging umbi menjadi bergabus. Akan tetapi kita perlu tahu bahwa cendawan ini tidak akan hidup pada pH tanah dibawah 5, 4 serta diatas 7, 0.


Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang


 


Demikian artikel perihal cara mengatasi hama dan penyakit pada budidaya tumbuhan kentang, agar sanggup membantu anda dalam mencari warta yang berkaitan dengan hama penyakit kentang.


follow juga Facebook saya di Facebook


baca juga :


1. Faktor-Faktor Penting dalam Pemeliharaan Tanaman Kentang


2. Kandungan Gizi dan Manfaat Kentang Bagi Kesehatan Tubuh


3. Morfologi Lengkap dan Klasifikasi Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.)



Sumber https://www.sedulurtani.com

Rabu, 06 Juni 2018

Hama Dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya

Sedulurtani.com Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya


Tomat merupakan salah satu jenis tumbuhan hortikultura yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan di Indonesia. Tanaman tomat sanggup di usahakan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Bagi tumbuhan tomat yang diusahakan di dataran rendah cocoknya yaitu varietas yang tahan terhadap suhu panas dan layu bakteri.


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses budidaya tomat yaitu hama dan penyakit tomat. Keberadaan hama dan penyakit yang biasa menyerang tumbuhan tomat merupakan bahaya serius bagi petani. Dimana serangan hama dan penyakit pada tomat akan mengurangi produktivitas dari panen, bahkan sanggup mengakibatkan gagal panen.


Untuk itu, penting bagi kita di dalam mengenal hama dan penyakit yang biasa menyerang tumbuhan tomat. Dengan mengenal hama dan penyakit pada tumbuhan tomat, maka kita akan sanggup mengambil tindakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut.


Dan dibutuhkan dengan mempelajari hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya akan sanggup menunjang keberhasilan pada budidaya tomat.


Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya.


1. Hama Tanaman Tomat dan Pengendalianya



  • Kutu Kebul (Bemisia tabaci Gennadius)


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius), merupakan serangga berukuran kecil berwarna putih dan mempunyai sayap. Kutu kebul ini mempunyai siklus hidup yang sangat singkat sekitar 3-4 minggu. Siklus ini akan jauh lebih cepat kalau terjadi pada isu terkini kemarau atau pada dataran rendah dengan suhu yang tinggi.


Kutu kebul ialah hama yang menyerang tumbuhan tomat dengan cara merusak floem atau permukaan bawah daun untuk menghisap cairan berupa nutrisi di dalamnya. Hama ini merupakan vektor penyebar virus gemini dan virus mosaik.


Indikasi tumbuhan yang terjangkit kutu kebul, antara lain daun melengkung dan keriput, terdapat bintik-bintik pada daun, daun menguning layu sampai alhasil rontok, pertumbuhan tumbuhan terhambat sehingga menjadi kerdil, dan gagal berbunga.


Cara pengendalianya, yaitu penggunaan benih/bibit yang resisten terhadap kutu kebul, rotasi tanam yang bukan merupakan tumbuhan sejenis, sanitasi lingkungan dengan membersihkan tumbuhan inang atau gulma. Selain itu semprotkan pestisida insektisida, ibarat Acetamiprid, Carbosulfan, Buprofezin, Abamectin, dan Diafenthiuron.



  • Lalat buah (Bactrocera sp.)


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Lalat buah (Bactrocera sp.), merupakan hama berukuran kecil sekitar 8mm berwarna hijau kecoklatan ada hitamnya, dan mempunyai sayap yang transparan. Lalat tersebut menyerang tumbuhan tomat dengan cara menyuntik buah dan meninggalkan telur di dalam kulit buah.


Setelah itu telur tersebut akan menetas menjadi larva yang akan memakan buah tomat dari dalam, sehingga buah tomat menjadi busuk. Indikasi serangan lalat buah, yaitu buah membusuk dan terdapat ratusan larva, dimana serangan  pada umumnya terjadi pada dikala buah mau masak.


Cara pengendalian lalat buah, antara lain sanitasi lingkungan, buang dan musnahkan buah yang terjangkit hama tersebut, dan lakukan pengolah tanah disekitar tumbuhan biar pupa dalam tanah mati.


Selain itu sanggup dilakukan pengendalian dengan insektisida berbahan aktif metomil atau profenofos. Insektisida berbahan aktif metomil, ibarat lannate, metindo, dan b0ma. Sedangkan insektisida berbahan aktif profenofos, ibarat curacron, biocron, dan buzzer.



  • Ulat buah (Helicoverpa armigera Hubner)


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Ulat buah (Helicoverpa armigera Hubner), mempunyai ukuran tubuh dengan panjang sekitar 4 cm, dengan permukaan yang berkutil disertai bulu. Ulat ini mempunyai warna tubuh yang bervariasi mulai dari hijau, hijau agak kuning, coklat, maupun hitam.


Ulat ini mempunyai garis pada serpihan samping dengan warna yang lebih terang, sehingga garisnya terlihat dengan jelas. Hama ini menyerang tumbuhan tomat dengan cara melubagi buah secara berpindah-pindah. Pada lubang yang disebabkan oleh ulat tersebut akan menjadi bisul dan pada alhasil buah pun menjadi busuk.


Lalat buah tidak hanya menyerang buah saja, akan tetapi juga menyerang pucuk tumbuhan dengan cara melubangi cabang- cabang pada tanaman.


Cara pengendalian ulat  buah, antara lain membersihkan lingkungan dari rerumputan yang biasa sebagai daerah sembunyi ulat, dan petik buah yang terjangkit selanjutnya dimusnahkan.


Selain itu juga bisa mengendalikan dengan menyemprotkan insektisida, ibarat Ludo 310EC, Prevanthon 50SC, atau Diazino 60EC. Penyemprotan sebaiknya dilakukan dengan takaran yang sesuai.



  • Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel)


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel), merupakan hama yang hidup di dalam tanah. Hama ini mempunyai ukuran tubuh yang kecil dengan panjang sekitar 2cm dan berwarna coklat tua. Hama ini bersembunyi dalam tanah pada waktu siang hari, dan keluar untuk menyerang tumbuhan tomat pada waktu malam hari.


Ulat ini sering kali menyerang pada batang tumbuhan muda dan terkadang menyerang pada pangkal batang, sehingga mengakibatkan tumbuhan menjadi roboh. Selain menyerang batang ulat tanah ini juga menyerang akar dan daun.


Indikasi serangan ulat tanah, yaitu batang tumbuhan terpotong terutama batang yang muda, batang terputus dan menyisakan pangkalnya saja.


Cara pengendalianya, yaitu penggunaan mulsa plastik dimana mulsa bisa meningkatkan suhu di dalam tanah, sehingga pupa dan ulat tidak akan bisa bertahan hidup pada tanah. Lakukan pengolahan tanah dengan bagus, dan kalau perlu lakukan penyemprotan memakai insektisida.



  • Trips (Trips palmi Karny)


 Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya
hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya

Trips (Trips palmi Karny), merupakan hama jenis kutu dengan ukuran sangat kecil yaitu ( 1- 2 mm). Hama ini menyerang dengan menghisap cairan sel pada permukaan bawah daun.


Indikasi tumbuhan yang terjangkit hama trips yaitu, daun berubah warna menjadi warna keperakan atau kekuningan. Bentuk daun juga bermetamorfosis berkerut/ melinting dan kerdil serta rapuh.


Cara pengendalianya, bersihkan gulma yang terdapat disekitar lahan biar tidak dipakai hama trips untuk bersembunyi. Selain itu hama sanggup menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamectin, ibarat domelish, bamex, atau pegasus.


2. Penyakit Tanaman Tomat dan Pengendalianya



  • Layu cendawan (Fusarium oxysporum Schlectendahl )


Layu cendawan, merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh petani. Cendawan ini menyerang akar tumbuhan tomat pada serpihan pembuluh angkutnya sehingga menimbulkan warna colat.  Indikasi tumbuhan yang terjangkit layu cendawan, yaitu layu pada siang hari, dan terlihat segar pada waktu pagi dan sore. Daun- daun menguning dan rontok serta akar tumbuhan yang terinfeksi membusuk berwarna hitam kecoklatan.


Cara penegendalian penyakit layu cendawan, yaitu melaksanakan pergiliran tanaman, mencabut dan memusnahkan tumbuhan yang terserang. Selain itu kita bisa memperlihatkan fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklarida, metalaksil, atau benomil.



  • Rebah kacambah (Rhizoctonia solani Kuhn)


Rebah kecambah (damping off), merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan (Rhizoctonia solani Kuhn). Penyakit ini muncul lantaran penggunaan pupuk kompos maupun sangkar yang belum masak. Untuk itu supaya cendawan penyebab penyakit tersebut mati, maka upayakan supaya pupuk sangkar telah masak dan siap untuk digunakan.


Indikasi dari serangan cendawan tersebut, yaitu luka pada pangkal batang sehingga patah, layu, dan serpihan yang terjangkit akan gampang mati. Cara pengendalianya, yaitu buat bedengan supaya lebih tinggi dan perbaiki drainase, perlakuan benih dengan fungisida biar benih resisten terhadap cendawan penyakit.


Selanjutnya gunakan pupuk sangkar yang telah masak dan sanitasi ingkungan. Selain itu kita bisa menyemprotkan fungisida pada tumbuhan yang belum rebah. Contoh fungisida yang dipakai ibarat Delsen MX- 200 atau Altan 50 WP dengan interval 7hari sekali.



  • Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum E.F. Smith )


Layu basil ( Pseudomonas solanacearum E.F. Smith ), merupakan basil yang mengakibatkan kelayuan pada seluruh serpihan tanaman. Indikasi dari tumbuhan yang terjangkit layu bakteri, yaitu daun muda layu sedangkan daun renta menguning pada alhasil rontok dan mati.


Apabila batang dipangkas terus dimasukan ke dalam gelas bening berisi air jernih akan terlihat mengeluarkan cairan berwarna coklat susu dan berlendir. Cara pengendalianya, yaitu penggunaan benih yang resisten terhadap cendawan tersebut, cabut dan musnahkan tumbuhan yang terjangkit penyakit tersebut.


Selanjutnya pergiliran tumbuhan yang bukan sejenis dan sanitasi lahan. Selain itu juga akan lebih efektif kalau menyemprotkan baterisida, ibarat agrimicyn, plantomycin, atau agrept.



  • Busuk daun (Phytophtora infestans (Mont.) se Bary)


Busuk daun, merupakan jenis patogen yang sering menginfeksi tumbuhan tomat. Munculnya P. Infestans sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, dan curah hujan. Penyebaran patogen ini melalui angin, air, maupun serangga. Penyakit ini akan berkembang dengan pesat pada kondisi lingkungan yang mendukung, yaitu pada suhu rendah dan kelembaban tinggi.


Indikasi tumbuhan yang terjangkit penyakit ini, yaitu daun terdapat bercak- bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak lembap serta lembek. Apabila cuaca sangat lembab serangan pada daun akan melebar dan warna daun bermetamorfosis coklat kemudian mati. Bercak dikelilingi spora berwarna putih. Pada umumnya tanda-tanda akan nampak pada tumbuhan yang telah berumur 1 bulan.


Untuk pengendalian tanaman, yaitu dengan melaksanakan upaya sanitasi, penggunaan bibit yang bebas dari penyakit, dan rotasi tumbuhan yang bukan sejenis. Selain itu lakukan penyemprotan fungisida antracol, score, atau starmly.



  • Bercak daun alternaria (Alternaria solani (Ellis and Martin) Jones and Grout)


Bercak daun alternaria, merupakan jenis penyakit yang biasa menyerang pada tumbuhan tomat. Penyakit ini menyerang pada serpihan daun, batang, dan buah tomat. Indkasi dari serangan, yaitu bercak berwarna coklat berbentuk lonjong atau lingkaran. Sedangkan pada buah yang terjangkit permukaanya kempot, pecah dan ukuranya membesar.


Cara pengendalianya, yaitu sanitasi lahan, pergilran tumbuhan yang bukan sejenis, dan lakukan penyemprotan dengan fungisida.


Hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya


Merupakan salah satu pengetahuan yang bertujuan untuk menunjang keberhasilan petani di dalam budidaya tomat. Hama utama yang biasa menyerang tumbuhan tomat antara lain, kutu kebul, lalat buah, ulat buah, ulat tanah dan trips. Sedangkan penyakit utama yang biasa menyerang tumbuhan tomat, antara lain layu cendawan, rebah kecambah, layu bakteri, amis daun, dan bercak daun.


Demikian artikel wacana hama dan penyakit tomat beserta cara pengendalianya, semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari gosip berkaitan dengan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan tomat.


Follow juga Facebook saya di  Facebook


Baca juga :


1.  Cara Mengatasi Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Kentang


2. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tomat Secara Lengkap 


3. Manfaat Tomat bagi Kesehatan Beserta Kandungan Gizinya 



Sumber https://www.sedulurtani.com

Minggu, 03 Juni 2018

10 Jenis Hama Dan Penyakit Utama Cabe Beserta Cara Pengendalianya

Sedulurtani.com 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya


Cabai merupakan komoditas sayuran yang mempunyai potensi tinggi untuk dibudidayakan. Pasalnya seiring bertambahnya penduduk ajakan akan cabe terus meningkat. Bukan hanya di pasar lokal, di kalangan internasional pun ajakan akan cabe tetap meningkat, sehingga tak heran apabila harga cabe begitu mahal.


Harga jual cabai yang tinggi menciptakan banyak petani ingin membudidayakan cabai. Akan tetapi, dalam budidaya cabe ada hal penting yang perlu diperhatikan biar tidak terjadi kegagalan dalam budidaya.


Hal penting tersebut, yaitu kita harus tahu 10 jenis hama penyakit utama cabe beserta cara pengendalianya. Hadirnya hama dan penyakit pada tumbuhan cabe menjadi bahaya serius bagi petani. Pasalnya banyak petani cabe yang merugi lantaran serangan hama dan penyakit yang sulit diatasi.


Pencegahan hama dan penyakit akan lebih baik untuk diterapkan, lantaran penanganan yang terlamabat akan menciptakan hama dan penyakit sulit diatasi.


Jenis hama dan penyakit pada tanaman cabai yang begitu kompleks mengharuskan petani banyak mencar ilmu di dalam pengendalian hama dan penyakit. Dengan kita banyak mencar ilmu terkait hal tersebut, maka kita sanggup menekan kehilangan hasil jawaban serangan hama dan penyakit.


Berikut ini yaitu 10 jenis hama penyakit utama cabe beserta cara pengendalianya.


1. Hama


a. Trips (Trips parvispinus Karny)


Trips merupakan jenis hama yang menyerang tumbuhan cabe dengan cara menghisap permukaan bawah daun, terutama pada daun yang masih muda. Indikasi serangan hama ini, yaitu warna daun yang terjangkit berkembang menjadi coklat tembaga. Selain itu daun pun juga mengeriting dan pada risikonya mati.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Pada tumbuhan yang terjangkit secara berat, yaitu daun-daun, pucuk, dan tunas menggulung ke dalam. Hal tersebut menakibatkan pertumbuhan tumbuhan menjadi terhambat dan kerdil serta pada risikonya akan mati.


Cara pengendalianya, yaitu kita bisa memanfaatkan musuh alami ibarat kumbang dan kepik, rotasi tanam, sanitasi lingkungan, dan penggunaan mulsa plastik. Selain itu kita juga bisa semprotkan insektisida berbahan aktif fipronil dan lakukan pada sore hari.


b. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)


Ulat yang sering menyerang tumbuhan cabai, yaitu ulat grayak. Hama ini berwarna hijau dan menyerang pada kepingan daun, tunas, maupun buah. Indikasi serangan pada buah ditandai terdapatnya lubang-lubang kecil secara tidak beraturan pada permukaan buah. Sementara pada kepingan daun dimakan dan bahkan tingkat serangan parah hanya menyisakan tulang daun saja.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Cara pengendalianya, yaitu menjaga kebersihan lahan dengan cara menyiangi gulma di areal pertanaman. Selain itu semprotkan insektisida, Curacron, Regent, Prevathon atau Matador.


c. Kutu kebul (Bemisia tabaci Genn)


Serangga kutu kebul merupakan hama berukuran kecil berwarna putih. Dinamakan kutu kebul lantaran ditemukan pada daun secara berkelompok. Apabila serangga ini disentuh maka akan berterbangan dan terlihat ibarat kabut (kebul).


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Hama ini menyerang pertanaman cabe terutama pada kepingan daun. Gejala secara langsung, yaitu daun berkembang menjadi keriting dan menguning serta belang, sehingga menjadikan tumbuhan menjadi kerdil dan tidak produktif.


Sementara tanda-tanda tidak langsung, yaitu kutu kebul menjadi vektor penyebar virus kuning (gemini virus). Sekali kutu kebul memakan tumbuhan yang terkena virus kuning, maka selamanya kutu kebul tersebut akan menularkan virus kuning.


Cara pengendaliannya, yaitu penyemprotan dengan larutan cabe yang dicampur dengan bawang putih. Caranya siapkan 8 buah cabe dan beberapa bawang putih kemudian di haluskan dengan cara diblender. Setelah itu campurkan dengan satu liter air.


Jika cara tersebut masih tidak mempan, maka semprotkan insektisida berbahan aktif abamektin, karbosulfan, fipronil, imidakloprid. 


4. Lalat buah (Bactrocera sp.)


Lalat buah merupakan hama yang menyerang buah cabe dengan cara menciptakan lubang pada pangkal buah. Disitulah para lalat buah betina meletakan telurnya.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Telur-telur lalat buah tersebut menetas dan larva berkembang dalam buah sambil memakan dan menghisap kepingan daging buah.


Indikasi serangan lalat buah, yaitu buah yang terjangkit menjadi amis dan gugur sebelum larva menjadi pupa. Selain itu kalau buah dibelah, maka akan terdapat banyak larva lalat.


Cara pengendalianya, yaitu pungut dan kumpulkan buah cabe yang rontok kemudian musnahkan dengan cara dibakar. Hal tersebut bertujuan biar larva yang berada  dalam buah tidak menjadi pupa.


Selain itu bisa menciptakan perangkap lalat buah, dan bisa menyemprotkan insektisida Curacron, Regent, Santoat, atau Matador ketika masih pagi. Dimana pada waktu pagi daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.


5. Tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus Banks.)


Hama ini menyerang tumbuhan cabe dengan cara menghisap cairan tanaman, sehingga menimbulkan pertumbuhan yang tidak normal.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Indikasi serangan, yaitu daun tampak menebal, melintir, menyusut, dan keriting, serta warnaya menjadi kecoklatan. Pada tingkat serangan yang parah daun menjadi rontok.


Cara pengendalianya, yaitu rotasi tumbuhan dan sanitasi lahan. Menyemprotkan insektisida nabati dari ekstrak tembakau yang dicampur bawng putih dan sedikit detergen. dengan interval penyemprotan 2 hari sekali waktu pagi atau sore.


Selain itu bisa menyemprotkan 3hari sekali dengan racun tungau (Akarisida) contohnya Agrimec, Demolish, Pegasus, Bamex, Omite, Mitac atau  Samite.


2. Penyakit


a. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Schlecht)


Serangan cendawan ini dicirikan dengan kelayuan mulai dari bawah tumbuhan menjalar ke atas hingga keranting muda. Warna jaringan xylem pada batang dan akar akan menjadi coklat, serta luka abuh yang terjadi akan tertutup hifa berwarna putih.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Yang merupakan tumbuhan inang lain bagi cendawan ini ialah, kacang panjang, timun, kobis, dan bawang merah.


Cara pengendalianya, yaitu dengan cara mencabut dan memusnahkan tumbuhan yang terserang. Penggunaan musuh alami Trichoderma sp. dan Gliocladium spp. yang sanggup diaplikasikan ketika pemupukan dasar.


Gunakan benih berkualitas yang resisten terhadap fusarium oxysporum. Atur jarak tanam jangan terlalu dekat, sanitasi lahan, kurangi penggunaan pupuk N, dan gunakan mulsa plastik.


Dan selanjutnya ketika ekspresi dominan hujan buat bedengan lebih tinggi biar tidak tergenang air yang akan mengakibatkan tanah menjadi lembab.


b. Penyakit layu basil ( Ralstonia solanaceaerum )


Serangan basil ini dicirikan oleh kelayuan secara tiba-tiba yang terjadi dari daun-daun muda dan menjalar ke daun-daun tua. lama-lama pada kepingan bawah hingga dengan seluruh daun layu dan risikonya tumbuhan akan mati.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Jaringan pembuluh angkut (xylem) pada batang kepingan bawah dan akar berwarna kecoklatan. Jika pada kepingan buah yang terjangkit maka akan berwarna kekuningan dan busuk.


Apabila kepingan dari tumbuhan dipotong dan kemudian dicelupkan pada air bersih, maka akan keluar cairan keruh dari potongan tersebut yang merupakan basil R. solanaceaerum.


Cara pengendalianya, yaitu cabut dan musnahkan tumbuhan yang terserang, lakukan rotasi tanam, gunakan antagonis richoderma sp. Dan Gliocladium spp. Jika perlu lakukan penyemprotan fungisida dengan takaran yang sesuai.


c. Bercak daun (Cercospora capsici )


Penyakit bercak daun merupakan penyakit yang menimbulkan kerusakan pada daun, batang, dan akar. Tanaman yang terserang, yaitu terdapat bercak-bercak kecil, bulat,  dan kering, dengan diameter 0,5cm pada permukaan daun yang terserang.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Pada kepingan tengah bercak berwarna putih dan tepinya lebih tua. Penyakit ini cenderung menyerang daun yang lebih tua, akan tetapi tidak menutup kemungkinan menyerang daun yang muda.


Jika tingkat serangan parah, maka tumbuhan akan kehilangan daun dan mempengaruhi tumbuhan dalam memproduksi buah. Selain pada daun bercak juga sering dijumpai pada tangkai daun dan batang.


Cara penghendalianya, yaitu cabut dan musnahkan tumbuhan yang terserang, rotasi tumbuhan yang bukan dari famili solanaceae. Menanam bibit yang bebas penyakit pada lahan yang tidak tercemar penyakit dan perbaiki draenase.


Semprotkan fungisida, seperti Kasumin 2 cc/lt, Difolatan 4 cc/lt, Phycozan, Dithane M-45, Daconil, Topsin, Antracol dan Delsen.


d. Busuk buah (Antraknosa)


Penyakit ini disebabkan oleh cendawan (Colletptrictum (syd)), C. gloesporiodes, dan Gloeosporium piperatum. Serangan dari ketiga cendawan tersebut, yaitu muncul bercak coklat kehitaman pada permukaan buah.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Buah-buah yang terjangkit akan lunak dan amis serta pada kepingan tengah terdapat bercak hitam yang merupakan kelompok setae. Pada tingkat serangan yang parah buah akan keriput dan kering dan pada khirnya rontok.


Cara pengendalinya, yaitu gunakan fungisida berbahan aktif propineb, ibarat Antracol.


e. Kuning (Gemini virus)


Tanaman cabe yang terjangkit virus ini ditandai dengan daun yang mengecil, menggulung dan berwarna kuning. Cabai yang terjangkit virus ini daunya terdapat bercak kuning yang lama-lama akan melebar dan menyebar keseluruh permukaan daun.


 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya

Bentuk daun akan mengecil dan kaku, hingga pada risikonya akan rontok. Tanaman cabe yang terjangkit virus ini, produksinya akan menurun bahkan tidak akan bisa berproduksi.


Virus ini ditularkan oleh kutu kebul Bemisia tabaci atau Bemisia argentifolia. Cara pengendalianya, yaitu memanfaatkan musuh alami Menochilus secmaculus atau jamur patogen serangga seperti Beauveria bassiana atau Verticillium lecani. 


Gunakan varietas yang resisten terhadap virus kuning, dan tambah pemupukan biar tumbuhan tetap bisa berproduksi.


10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya


Sekian artikel tentang 10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari rujukan terkait pengendalian hama dan penyakit cabai.


Follow juga Facebook saya di  Facebook


Baca juga :




Sumber https://www.sedulurtani.com

Jumat, 01 Juni 2018

Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap

Sedulurtani.com Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Bawang merah merupakan komoditas hortikultura termasuk sayuran rempah yang berguna sebagai bumbu untuk menambah cita rasa dan kenikmatan pada masakan. Baca juga : Klasifikasi dan Morfologi Lengkap Bawang Merah (Allium cepa L.)


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap
Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Selain dipakai sebagai bumbu kuliner bawang merah ini juga berguna sebagai obat tradisional, contohnya obat demam, masuk angin, diabetes melitus, disentri dan akhir gigitan serangga.


Bawang merah juga mempunyai kandungan gizi yang setingkat dengan sayuran lainya. Bawang merah merupakan sumber pridoksin, vitamin A, Vitamin C, besi, mangan, dan tembaga yang potensial didalam memenuhi kebutuhan harian.


Disamping manfaat dari bawang merah yang begitu banyak, bawang merah juga mempunyai prospek perjuangan yang anggun untuk dibudidayakan.


Pasalnya bawang merah merupakan kebutuhan utama masyarakat, yang terutama untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur. Sehingga, kebutuhan akan bawang merah dipasaran begitu tinggi.


Dengan mengetahui hal tersebut kita tidak perlu khawatir akan susuh didalam memasarkan hasil panen bawang merah.


Sementara itu, dibalik prospek budidaya bawang merah yang begitu anggun pastinya tidak akan luput dari serangan penyakit. Serangan penyakit pada bawang merah menjadi suatu bahaya serius bagi petani.


Hadirnya penyakit pada budidaya bawang merah sanggup menurunkan kualitas produksi, bahkan gagal panen.Untuk itu petani harus banyak berguru didalam menangulangi penyakit pada budidaya bawang merah, supaya produksi tidak berkurang akhir penyakit tersebut.


Pada pertemuan kali ini Sedulurtani.com ingin membahas cara mengatasi penyakit pada tumbuhan bawang merah. Berikut ini adalah Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap.


1. Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap
Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Penyakit fusarium ditandai dengan tumbuhan menjadi cepat layu, dan daun-daun menguning dan melintir. Selain itu pada belahan umbi berkembang menjadi warna putih dan busuk lantaran terdapat koloni jamur yang menyerang.


Cara pengendalian penyakit ini, yaitu cabut dan musnahkan tumbuhan yang terjangkit dengan cara dibakar . Selanjutnya lakukan rotasi tanam yang bukan tumbuhan inang. Perbaiki drainase dan lakukan sanitasi lahan.


Selain itu perlakuan benih dengan cara menaburkan fungisida dengan takaran 100 g/ 100kg benih. Pemberian fungisida pada benih dilakukan tiga hari sebelum tanam.


Gunakan pupuk organik plus agens hayati Trichoderma sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum dilakukan penanaman.


2. Antraknosa (Coletotrichum gloeosporiodes)


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap
Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Penyakit ini disebabkan oleh abses cendawan coletotrichum yang menyukai area lembab. Spora dari antraknosa gampang menyebar melalui anutan atau percikan air.


Ciri  gejala dari penyakit ini, yaitu timbul bercak putih berukuran 1-2 mm pada daun. Kemudian akan terlihat koloni dan warna menjadi merah muda, selanjutnya coklat gelap dan kesannya menjadi hitam gelap.


Pengendalianya, yaitu mengatur jarak tanam jangan terlalu rapat. Pemupukan berimbang, lantaran pemberian N dalam jumlah besar sanggup mengakibatkan banyak sekali macam penyakit. Ambil tumbuhan yang sakit kemudian musnahkan dengan cara dibakar.


Penggunaan mulsa plastik pada ketika budidaya dimusim hujan, yang bertujuan menjaga kelembaban tanah supaya tetap stabil, dan mencegah timbulnya gulma.


Dan yang terahir gunakan fungisida Bion M, Czeb, Sorento, Score, Dakonil atau Karibu, Dithane M-45, dan Antracol 70 WP. Semprotkan 4-7 hari dengan takaran yang ditentukan.


3. Bercak ungu (Alternaria porrii)


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap
Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Penyakit ini dicirikan dengan tanda-tanda bercak melengkung berwarna putih atau kelabu pada daun. Setelah membesar bercak mirip cincin, berwarna agak ungu, dan dikelilingi warna kuning menyebar keatas ataupun kebawah.


Pada ketika cuaca lembab permukaan bercak tertutup menjadi hitam dan pada belahan ujung daun yang sakit mengering.


Pada belahan ujung daun yang sakit mengering dan patah. Infeksi yang terjadi pada umbi mengakibatkan umbi menjadi busuk.


Pembusukan pada umbi dimulai dari belahan leher dan warna umbi menjadi kuning atau merah kecoklatan. Daun yang terjangkit lebih banyak pada daun bau tanah kalau dibandingkan dengan daun muda.


Cara pengendalinya, yaitu tanam bawang merah pada waktu tidak banyak hujan dan apabila pada demam isu hujan perbaiki drainase. Lakukan pemupukan secara berimbang dan rotasi tumbuhan yang buakn sejenis.


Selain itu semprotkan fungisida kontak berbahan aktif mancozeb selama 3 hari berturut-turut serta gunakan fungisida sistemik berbahan aktif dimetomorf atau metalaksil setiap 7 hari sekali.


4. Virus mosaik bawang (Onion yellow Dwarf Virus)


Penyakit mosaik bawang disebabkan oleh onion yellow dwarf virus. Penularan penyakit ini sanggup melalui umbi bawang yang telah dipanen namun dalam kondisi yang sakit. Virus ini sanggup terus hidup pada bawang yang telah terinfeksi.


Partikel virus yang berada pada umbi ini mengakibatkan sulitnya untuk dikendalikan dan membawa dilema gres pada pertanaman bawang merah berikutnya.


Tanaman yang terjangkit oleh virus ini ditandai dengan pertumbuhan tumbuhan kerdil, warna daun belang hijau pucat hingga bergaris kekuningan.


Selain itu, pada belahan daun juga  mengecil, dan berpilin, sehingga tumbuhan akan nampak menjadi kerdil meskipun tidak mengalami pemendekan.


Sedangkan ukuran umbi bawang merah yang terkena virus mosaik ini menyusut, sehingga mengakibatkan produksi menjadi rendah.


Pada tangkai bunga menguning terpuntir, dan pada malai bunga mengecil, sehingga menghasilkan sedikit bunga.


Cara pengendalian virus ini, yaitu memusnahkan semua tumbuhan yang terjangkit ataupun flora inang dengan cara membakarnya.


Lakukan penanaman bawang merah memakai umbi yang bebas virus dan ditanaman pada lahan yang tidak tercemar virus tersebut.


5. Mati pucuk (Phytophthora porri)


Tanaman bawang merah juga sanggup terjangkit penyakit mati pucuk. Dimana penyakit mati pucuk ini disebabkan oleh cendawan Phytophthora porri (Faister).


Penyakit ini merusak belahan ujung- ujung tanaman. Gejala tumbuhan yang terkena penyakit mati pucuk, yaitu pada belahan ujung daun menjadi busuk basah, kemudian mengering dan warnanya berkembang menjadi kuning kecoklatan kemudian putih.


Lakukan penanaman bawang merah pada ketika tidak banyak hujan, dan gunakan benih yang sehat bebas dari hama dan penyakit.


Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tumbuhan sejenis. Potong pucuk daun yang terjangkit kemudian musnahkan dengan cara dibakar. Kendalikan dengan Antracol atau Dithane M-45 0,2%.


6. Penyakit embun bulu (Peronospora destructor)


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap
Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Penyakit ini disebabkan oleh peronaspora destructor. Dimana cendawan ini menyerang daun bawang merah pada ketika kelembaban tinggi, diikuti curah hujan tinggi dan berkabut.


Penyakit embun bulu melekat pada permukaan daun membentuk spora yang lama- kelamaan akan menginfeksi dan masuk ke dalam daun dan batang. Gejala serangan penyakit ini daun menjadi hijau pucat dan kemudian menjadi kuning.


Sedangkan belahan umbi yang terinfeksi berwarna coklat pada lapisan luarnya dan menjadi lunak dan mengerut.


Cara pengendalianya, yaitu potong dan kumpulkan daun yang terjangkit kemudian musnahkan dengan cara dibakar. Gunakan bibit sehat yang bebas dari hama dan penyakit. Lakukan rotasi tanam, dan jangan tanam bawang merah yang banyak hujan, dan kabut, serta embun.


Semprotkan fungisida berbahan aktif Tiram (Tifo 80 WP Ziplo 90 WP) ditambahkan Mancozeb (Dithane 80 WP, Manzed 80 WP, Detazeb 80 WP). Dosis pemakaian 3 sendok penuh/17 Liter air. Baca juga : Mari Simak Cara Budidaya Bawang Merah Supaya Berproduksi Maksimal


Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap


Di dalam proses budidaya bawang merah, niscaya tidak luput dari penyakit yang menyerang. Penyakit yang biasa menyerang bawang merah antara lain, layu fusarium, antraknosa, bercak ungu, virus mosaik, mati pucuk, dan embun bulu.


Demikian artikel tentang, Cara Mengatasi Penyakit Bawang Merah Secara Lengkap semoga bermanfaat bagi anda.


Follow juga Facebook saya di Facebook.


Baca juga :





Sumber https://www.sedulurtani.com