Tampilkan postingan dengan label Kimia Kelas 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Kelas 10. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Cara Menuntaskan Soal Mol Dalam Perhitungan Kimia Kelas 10

Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10 - Selamat sore teman-teman , kali ini kita akan mencoba membahas tentang Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10. Baik agar tidak terlalu usang kita akan pribadi masuk ke dalam pembahasanya ya, maka simak hingga tanggapan ya niscaya tidak akan rugi deh mengikuti pembahasan ini.
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10
Google Image - Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10

Pertama-tama bagi teman-teman yang gres lulus dalam jenjang Sekolah Menengah Pertama sudah paham dengan bahan kimia tetapi kadar atau dosisnya masih sedikit bukan. Nah di Sekolah Menengan Atas ini bahan kimia akan dibahas sedikit lebih mendalam lagi. Kit dalam kehidupan sehari-hari sering mendengar kata satuan dosin, gros, rim, atau kodi untuk menyatakan dalam jumlah benda. Didalam partikel biasanya dinyatakan dalam satuan mol.
Satuan mol kini dinyatakan dalam jumlah partikel (atom, molekul, atau ion) dalam suatu zat. Para jago di dunia telah setuju bahwa dikatakan satu mol zat terkandung jumlah partikel dalam 12 gram isotop C-12 yakni 6,02 × 10²³ partikel. Jumlah partikel ini biasa disebut Bilangan Avogadro (NA = Number Avogadro) atau dalam bahasa Jerman Bilangan Loschmidt (L).

Rumus Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10

Mol adalah besaran dimana 1 mol zat menyatakan zat yang terkandung jumlah partikelnya sama dengan jumlah partikel yang ada di dalam 12 gram isotop C-12.
Misalnya:
1. 1 mol unsur Na mengandung 6,02 × 10²³ atom Na.
2. 1 mol senyawa air mengandung 6,02 × 10²³ molekul air.
3. 1 mol senyawa ion NaCl mengandung 6,02 × 10²³ ion Na⁺ dan 6,02 × 10²³ ion Cl⁻.

1. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel

Hubungan mol dengan jumlah partikel sanggup ditulis secara matematis sebagai berikut:
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10
Google Image - Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10

Contoh 1.
Suatu sampel mengandung 1,505 × 10²³ molekul Cl₂, berapa mol kandungan Cl₂ tersebut?
Jawab
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10


2. Hubungan Mol dengan Massa

Sebelum masuk ke dalam korelasi mol dengan massa terlebih dahulu akan diperkenalkan Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr).

a. Massa Atom Relatif (Ar)
Massa Atom Relatif (Ar) adalah perbandingan massa rata-rata suatu atom unsur terhadap 1/12 massa satu atom isotop C-12. Di alam bebas pada umumnya unsur-unsur terdiri atas adonan isotop, sehingga massa atomnya sanggup diambil rata-rata dari adonan isotopnya itu sendiri. 
Contoh:
Dialam terdapat adonan ³⁵Cl dan ³⁷Cl dengan perbandingan 75% dan 25%.
Ar Cl = (75% × 35) + (25% × 37) = 35,5.

Sebenarnya nilai-nilai dari Massa Atom Relatif (Ar) sudah ada di tabel periodik unsur, teman-teman tinggal melihat nilai tersebut atau kalau di dalam soal biasanya nilai tersebut akan diberikan dengan soal tersebut. Tetapi kalau tidak maka kita tinggal perbanyak mengerjakan soal dengan sendirinya nilai Ar unsur tersebut akan teringat.

b. Massa Molekul Relatif (Mr)
Massa Molekul Relatif (Mr) adalah perbandingan massa massa rata-ratasatu molekul suatu senyawa terhadap 1/12 massa 1 atom isotop C-12. Secara matematis sanggup dituliskan sebagai berikut:

Mr = ∑ Ar

Contoh 2.
Hitunglah nilai Mr H₂SO₄ (Ar H = 1, S = 32, O = 16)!
Jawab
Mr H₂SO₄ = (2 × Ar H) + (1  × Ar S) + (4 × Ar O)
                  = (2 × 1) + (1  × 32) + (4 × 16)
                  = 2 + 32 + 64
                  = 98

Kita sudah sedikit paham nih dengan Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr). Sekarang kita coba tuliskan rumus korelasi mol dengan massa, secara matematis sanggup ditulis sebagai berikut:
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10
Google Image - Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10


Contoh 3.
Berapa gram besarnya massa massa dari 3 mol gas CO₂? (Ar C = 12 dan Ar O = 16)
Jawab
Mr CO₂ = (1 × Ar C) + (2  × Ar O)
              = (1 × 12) + (2  × 16)
              = 12 + 32
              = 44
Massa CO₂ = mol × Mr
                   = 3 × 44
                   = 132 gram

3. Hubungan Mol dengan Volume

Hubungan mol dengan volume terdapat 2 jenis yaitu gas dalam keadaan standar (STP) dan gas dalam keadaan nonstandar.

a. Gas dalam keadaan Standar (STP)
Pengukuran Gas dalam keadaan Standar (STP) tergantung dari suhu dan tekanan gas. Jika gas diukur dengan keadaan standar, maka volumenya disebut volume standar. Dikatakan gas dalam keadaan standar saat gas tersebut mempunyai suhu 0ÂșC (273K) dan tekanan 1 atm (atmosfer) (76 cmHg) biasa disebut STP (Standard Temperature and Pressure). Secara matematis sanggup dituliskan rumusnya sebagai berikut:
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10
Google Image - Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10


Contoh 4.
Hitung massa dari 4,48 liter gas C₂H₂ yang diukur dalam keadaan standar!
Jawab
Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas  Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10

Mr C₂H₂ = (2 × Ar C) + (2  × Ar H)
               = (2 × 12) + (2  × 1)
               = 24 + 2
               = 26
Massa C₂H₂ = mol × Mr
                     = 0,2 × 26
                     = 5,2 gram

b. Gas dalam keadaan nonStandar
Jika volume gas diukur pada keadaan ATP (Ambient Temperature and Pressure) atau lebih dikenal dengan non-STP maka sanggup memakai rumus ibarat dibawah ini:

PV = nRT

Dimana:
P  = Tekanan (atm atau atmosfer)
V = Volume (liter)
n  = Mol (mol)
R = Tetapan gas (0,082 liter atm mol⁻¹K⁻¹)
T = Suhu (K atau kelvin)

Cara Menyelesaikan Soal Mol dalam Perhitungan Kimia Kelas 10 - Oke cukup itu dulu ya, untuk Perhitungan dalam reaksi kimia dan Pereaksi Pembatas kita akan bahas di artikel selanjutnya. Maka dari itu selalu ikuti ya update artikel disini ya. Jka teman-teman masih ada yang resah sanggup masukkan komentar dibawah ini untuk sanggup saling sharing dan saling membantu satu sama lain. Terimakasih atas perhatian teman-teman , semoga ilmu diatas sanggup bermanfaat. Jangan lupa untuk melihat artikel kami yang lain ya. See you thanks.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Selasa, 20 Februari 2018

Cara Memilih Rumus Empiris Dan Rumus Molekul Pada Senyawa

Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa - Sesuai dengan judul diatas kali ini kita akan melanjutkan bahan tentang Rumus Empiris dan Rumus Molekul. Ingat sebelumnya kita sudah membahas wacana Konsep Mol, bagi yang ingin membacanya sanggup klik disini. Materi yang dibahas di kelas 10 Sekolah Menengan Atas ini yaitu sebagai konsep dasar yang nantinya akan selalu dipakai di bahan selanjutnya.
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa
Google Image - Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa
Sebelum kita masuk kedalam pembahasan utama, alangkah baiknya kalau kita membahas wacana Kadar Unsur yang di dalam Senyawa. Karena setelah nanti rumus empiris dan rumus molekul diketahui kita akan tahu juga kadar yang terkandung di dalam unsur baik rumus empiris dan rumus molekul. Oke kita eksklusif saja simak baik pembahasan dibawah.

Kadar Unsur dalam Senyawa

Senyawa yang ada di alam biasanya mempunyai kadar unsurnya masing-masing. Kadar unsur dalam suatu senyawa biasanya dinyatakan dalam bentuk %. Rumus untuk mencari kadar unsur dalam suatu senyawa yaitu sebagai berikut.
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa

keterangan:  AₐBₓ      = rumus senyawa
                    A dan B = unsur
                    a dan b   = angka indeks

Contoh 1.
Berapa kadar unsur C dan O dalam senyawa gas CO₂? (Ar C = 12, Ar O = 16)
Jawab
Mr CO₂ = Ar C + (2 × Ar O)
              = 12 + (2 × 16)
              = 12 + 32
              = 44
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa
Jadi, kadar unsur C sebesar 27,27% dan kadar unsur O sebesar 72,73%.

Contoh 2.
Berapa massa hidrogen yang terkandung dalam 30 gram senyawa CO(NH₂)₂? (Ar C = 12, Ar O = 16, Ar N = 14, Ar H = 1)
Jawab
Mr CO(NH₂)₂ = Ar C + Ar O + (2 × Ar N) + (4 × Ar H)
                        = 12 + 16 + (2 × 14) + (4 × 1)
                        = 60
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa
Jadi, massa hidrogen yang terkandung sebesar 2 g.

Rumus Empiris

Rumus empiris adalah perbandingan paling sederhana dari rumus kimia yang dimana atom-atomnya membentuk sebuah senyawa. Rumus Empiris (RE) merupakan rumus kimia yang mempunyai perbandingan atom yang tidak sanggup disederhanakan lagi.

Langkah-langkah untuk memilih RE suatu senyawa:
  1. Menentukan perbandingan massa atom-atom penyusun senyawa, bila dalam bentuk persen maka harus di ubah menjadi pecahan.
  2. Mengubah perbandingan massa menjadi perbandingan mol, cara mencari nilai mol bisa klik disini.
  3. Perbandingan mol atom-atom ini merupakan RE senyawa.
Baca juga: Rumus Menghitung Mol

Contoh 3.
Tentukan rumus empiris senyawa yang mengandung 75% atom karbon (C) dan 25% atom hidrogen (H)? (Ar C = 12, Ar H = 1)
Jawab
Misalkan 75% = 75 gram, 25% = 25 gram, maka total 100% = 100 gram.
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa

Jadi, rumus empiris dari senyawa diatas yaitu CH₄.

Rumus Molekul

Rumus molekul adalah rumus kimia yang menawarkan jumlah atom yang bergabung membentuk sebuah senyawa atau sanggup dikatakan rumus molekul merupakan lambang dari senyawa. Rumus Molekul (RM) merupakan rumus kimia yang mempunyai perbandingan atom yang sanggup disederhanakan menjadi rumus empiris atau kompleks dari rumus empiris.

Langkah-langkah untuk memilih RE suatu senyawa:
  1. Menentukan RE senyawa.
  2. Mencari massa molekul relatif senyawa (Mr).
  3. Mencari nilai n dari persamaan → (RE)n = Mr
  4. Mengalikan nilai n kedalam RE sehingga di peroleh RM (RM = n×(RE))
Contoh 4.
Tentukan rumus molekul dari enyawa hidrokarbon (Mr = 56) mengandung 24 g unsur karbon dan 4 g unsur hidrogen. (Ar C = 12, Ar H = 1)
Jawab
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa

Rumus empiris senyawa tersebut yaitu CH₂.
                        (RE)n = Mr
(Ar C + (2 × Ar H))n = 56
                   (12 + 2)n = 56
                            14n = 56
                                n = 4
RM = n×(RE)
       = 4×(CH₂)
       = C₄H₈
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut yaitu C₄H₈.

Senyawa Hidrat

Senyawa hidrat adalah jenis molekul padatan berbentuk kristal yang di dalamnya terkandung air (H₂O), contohnya senyawa CuSO₄.5H₂O, ini berarti tiap-tiap molekul tembaga(II)sulfat (CuSO₄) mengikat 5 molekul H₂O. Senyawa yang dalam rumusnya mangandung air kristal disebut senyawa hidrat, sedangkan yang tidak mengandung air kristal disebut senyawa anhidrat. Secara matematis rumus senyawa hidrat sanggup dituliskan sebagai berikut.

Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa

Cara untuk memilih jumlah molekul hidrat yang terikat dalam suatu senyawa yaitu dengan memanaskan senyawa hidrat tersebut hingga senyawa hidrat berkembang menjadi senyawa anhidrat. Kemudian, menghitung selisih massa senyawa sebelum dan sehabis sehingga didapatkan nilai perbandingan molnya.

Contoh 5.
Suatu garam natrium sulfat hidrat sebanyak 27 g dipanaskan menghasilkan 18 g natrium sulfat anhidrat. Berapakah jumlah molekul air yang ada pada garam natrium sulfat hidrat? Mr Na₂SO₄ = 142 g/mol dan Mr H₂O = 18 g/mol.
Jawab
Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa

Jumlah molekul air = 4
Jadi, rumus molekul garam natrium sulfat hidrat tersebut yaitu Na₂SO₄.4H₂O.

Cara Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Senyawa - Mungkin cukup dulu ya pembahasan singkat ini wacana Rumus Empiris dan Rumus Molekul. Semoga pembahasan singkat diatas sanggup bermanfaat bagi teman setia . Jika ada yang mau ditanyakan sanggup tinggalkan di kolom komentar dibawah ya. Untuk pembahasan Pereaksi Pembatas sanggup ikuti terus update artikel disini ya. Terimakasih atas perhatiannya, See You.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Senin, 19 Februari 2018

Perhitungan Kimia (Stoikiometri) Dalam Persamaan Reaksi

Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi - Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal-soal, baik di Ujian Nasional (UN) SMA bahkan di SBMPTN pun soal terkait Stoikiometri masing banyak yang keluar. Oleh alasannya yaitu itu sobat diperlukan bisa memahami bahan Stoikiometri ini dengan tuntas. Baik sekedar mengingatkan saja sebelumnya kita sudah pernah membahas wacana Konsep Mol yang didalamnya terdapat cara menghitung mol, gas keadaan STP dan non STP dan lain-lain. Kita juga sudah pernah membahas cara mencari Rumus Empiris dan Rumus Molekul. Jika ada yang belum membacanya disarankan untuk membacanya terlebih dahulu semoga bisa dengan gampang mengikuti bahan selanjutnya.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Google Image - Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Baik kali ini kita akan melanjutkan pembahasan kita terkait Stoikiometri dalam Persamaan Reaksi. Materi ini tidak kalah penting untuk dipelajari, alasannya yaitu nantinya soal yang keluar kebanyakan akan pribadi masuk ke dalam persamaan kimia. Dewasa ini kita akan terus di tuntut untuk bisa menganalisis bencana yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu soal yang keluar juga akan pribadi terkait kehidupan dalam hal ini masuk ke persamaan kimia.

Perhitungan Kimia dalam Persamaan Reaksi

Dalam menghitung nilai ibarat jumlah partikel, massa, mol, dan volume pertama-tama yang kita lakukan yaitu menciptakan reaksi kimia yang diberikan menjadi setara. Lalu bagaimana caranya? Caranya sangat gampang sobat kita hanya menyamakan jumlah unsur yang ada di pereaksi (di kiri tanda (→) dalam suatu reaksi) dengan hasil reaksi (di kanan tanda (→) dalam suatu reaksi).

Contoh 1.
Terdapat suatu reaksi kimia sebagai berikut.
C₂H₄ + O₂ → CO₂ + H₂O
Setarakanlah reaksi diatas.
Jawab
Reaksi diatas belum setara terlihat jumlah unsurnya sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi

maka kita harus samakan nilai tersebut, kita hanya berusaha nilai tersebut sama semua. Makara persamaan yang setara yaitu sebagai berikut.
C₂H₄ + 3O₂ → 2CO₂ + 2H₂O.

Bagaimana gampang bukan menyetarakan reaksi kimia itu, selanjutnya kita akan masuk ke dalam perhitungannya dalam persamaan reaksinya ya.

1. Perhitungan Jumlah Partikel dalam Persamaan Reaksi

Poin penting dalam perhitungan ini yaitu koefisien reaksi yang telah di setarakan tersebut. Setelah kita sudah berhasil menyetarakan reaksi tersebut, mencari jumlah partikel akan lebih gampang lagi. Makara berdasarkan Hukum Avogadro menyampaikan perbandingan koefisien menyatakan jumlah partikel. Maka sanggup dikatakan Perbandingan Koefisien = Perbandingan Volume. Secara matematis rumusnya sanggup dituliskan sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Keterangan:   JP = jumlah partikel
                p,q,r,s = koefisien

Contoh 2.
Natrium hodroksida direaksikan dengan asalm sulfat yang mempunyai jumlah molekul 3,01 × 10²³.
a. Tuliskan persamaan reaksi setaranya.
b. Berapakah jumlah molekul natrium sulfat yang terbentuk.
c. Hitunglah jumlah partikel natrium di dalam natrium sulfat.
Jawab
a. 2NaOH + H₂SO₄ → Na₂SO₄ + 2H₂O [setara]
b. Kita bisa memakai rumus diatas
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Jadi, jumlah molekul Na₂SO₄ yaitu 3,01 × 10²³ molekul.
c. Untuk mencari Na di dalam Na₂SO₄ yaitu sebagai berikut.
alasannya yaitu di dalam Na₂SO₄ terdapat 2 atom Na, jadi:
JP (Na) = 2 × JP (Na₂SO₄)
             = 2 × 3,01 × 10²³
             = 6,02 × 10²³ atom
Jadi, jumlah partikel Na yaitu 6,02 × 10²³ atom.

2. Perhitungan Mol dan Massa dalam Persamaan Reaksi

Perhitungan mol dan massa dalam persamaan reaksi secara garis besar sama dengan perhitungan jumlah partikel dalam persamaan reaksi. Secara umum Perbandingan Koefisien = Perbandingan Mol. Secara matematis rumusnya sanggup dituliskan sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Keterangan:    n = mol
                p,q,r,s = koefisien

Contoh 3.
Terdapat reaksi 2Fe + 3S → Fe₂S₃ [setara]
a. Berapakah mol Fe₂S₃ yang dihasilkan jikalau terdapat 2 mol Fe?
b. Hitunglah massa Fe₂S₃ yang terbentuk? (Ar Fe = 59, Ar S = 32)
Jawab
a. Kita bisa memakai rumus diatas
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Jadi, mol Fe₂S₃ sebesar 1 mol.
b. Mr Fe₂S₃ = (2 × Ar Fe) + (3 × Ar S)
                    = (2 × 59) + (3 × 32)
                    = 118 + 96
                    = 214
massa (Fe₂S₃) = n (Fe₂S₃) × Mr
                        = 1 mol × 214 g/mol
                        = 214 g
Jadi, massa dari Fe₂S₃ yaitu 214 g.

3. Perhitungan Volume dalam Persamaan Reaksi

Perhitungan volume dalam persamaan reaksi ini terdapat dua cara yaitu dalam wujud gas dan wujud bukan gas. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut

Wujud gas

Pada wujud gas ini sama dengan persamaan rumus diatas yaitu Perbandingan Koefisien = Perbandingan Volume. Secara matematis rumusnya sanggup dituliskan sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Keterangan:   V = volume
                p,q,r,s = koefisien

Contoh 4.
Gas amonia dibuat dari gas nitrogen dan 3 liter gas hidrogen, berapakah volume dari amonia tersebut?
Jawab
Persamaan reaksi:  N₂(g) + 3H₂(g) → 2NH₃(g)  [setara]
Karena semua wujudnya gas, maka
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Jadi, volume amonianya yaitu 2 L.

Wujud Bukan Gas

Dalam wujud bukan gas ini kita bisa memakai rumus gas ideal. Ingat di dalam persamaan tersebut wujudnya tidak semua gas, terdapat campuran, padatan, ataupun cairan. Rumus gas ideal yaitu sebagai berikut.
P × V = n × R × T

Baca juga: Rumus Gas Ideal.

4. Pereaksi Pembatas

Peraksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dulu dibandingkan dengan pereaksi yang lain. Pereaksi pembatas ini digunakan untuk memilih zat yang lain yang ada di dalam persamaan reaksi. Gampangnya pereaksi pembatas itu yang mempunyai jumlah (mol/koefisien) terkecil. Secara matematis sanggup dituliskan sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi

Contoh 5.
Gas amonia sebanyak 2,24 L (STP) direaksikandengan 3,2 g gas oksigen.
Persamaan reaksi:  NH₃(g) + O₂(g) → NO(g) + H₂O(g) [belum setara]
(Ar N = 14, Ar H = 1, Ar O = 16)
Tentukanlah:
a. Persamaan reaksi yang setara.
b. Pereaksi pembatas.
c. Volume NO yang terbentuk pada STP.
Jawab
a. Persamaan reaksi: 4NH₃(g) + 5O₂(g) → 4NO(g) + 6H₂O(g) [setara]
b. Kita bisa mencari nilai paling kecil sebagai berikut.
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Jadi, pereaksi pembatasnya yaitu O₂. 
c. Bisa memakai perbandingan koefisien = perbandingan mol
 Materi terkait Stoikiometri ini sangat sering keluar di soal Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi
Jadi, volume NO yaitu 1,792 L.

Perhitungan Kimia (Stoikiometri) dalam Persamaan Reaksi - Mungkin sekian dulu ya pembahasan kali ini wacana Stoikiometri dalam Persamaan Reaksi. Semoga pembahasan diatas sanggup bermanfaat bagi sobat setia . Jika ada yang mau ditanyakan bisa tinggalkan di kolom komentar dibawah ya. Pembahasan selanjutnya kita akan bahas beberapa Soal Tentang Stoikiometri, untuk itu ikuti terus update artikel disini ya. Terimakasih atas perhatiannya, See You.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Rabu, 14 Februari 2018

Cara Memahami Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit - Di pagi hari biasanya kalian sering menciptakan se gelas kopi, susu, maupun tes, biasanya kalau rasanya kurang manis maka kita akan menambahkannya gula semoga sesuai dengan selera kita. Di sini air kopi, susu, maupun teh merupakan salah satu pola dari larutan. Gula pasir tadi dalam ilmu kimia disebut dengan zat terlarut, sedangkan air bertindak sebagai pelarutnya.

Larutan merupakan suatu istilah dari adonan suatu zat yang homogen. Pada ilmu kimia zat pelarut sering disebut solvent, dan zat terlarut disebut solute. Ketika dalam suatu larutan kita akan terasa susah membedakan mana sebagai zat terlarut dan zat pelarut, sebab sudah tercampur semua. Larutan juga ada yang sanggup menghantarkan arus listrik atau sanggup disebut larutan elektrolit.
Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Google Image - Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang sanggup menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak sanggup menghantarkan arus listrik. Tanah maupun air limbah mengandung banyak sekali jenis elektrolit sehingga air sungai, air selokan sanggup menghantarkan listrik.

Air murni merupakan salah satu penghantar listrik yang kurang bagus, tetapi kalau air tersebut di campur dengan garam dapur maka larutan tersebut akan sanggup menghantarkan arus listrik lebih baik lagi atau biasa disebut larutan elektrolit. Ketika air yang di campur garam tersebut ditambah dengan gula tebu, maka daya hantar arus listrik akan menurun atau hampir sama dengan air murni di awal tadi atau biasa disebut larutan non elektrolit.

Baca juga: RE dan RM pada Senyawa.

Ciri-ciri Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Ciri-ciri yang biasa terjadi pada larutan elektrolit adalah larutan tersebut sanggup menghantarkan arus listrik sehingga kalau di hubungkan dengan lampu sanggup menyalakan lampu tersebut, dan terjadi gelembung gas pada elektroda yang di celupkan ke dalam larutan elektrolit. Sedangkan untuk larutan non elektrolit kebalikan dari larutan elektrolit di atas dimana tidak sanggup menghantarkan arus listrik serta terjadi sedikit gelembung pada elektroda atau sanggup dikatakan tidak ada di karenakan sedikitnya gelembung yang terjadi.

Untuk mempermudah bahan kita akan memperlihatkan beberapa larutan yang telah di uji untuk menyalakan lampu yang telah di rangkai sebelumnya. Larutan-larutan tersebut yaitu sebagai berikut:
Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Dari data hasil tabel pengujian larutan diatas kita sanggup simpulkan sesuatu, bahwa larutan elektrolit yang tadi telah kita berikan terdapat pada larutan amonia, larutan HCl, larutan cuka, larutan H₂SO₄, air laut, air kapur, dan larutan H₂S. Sedangkan untuk larutan yang lainnya itu termasuk ke dalam larutan non elektrolit yang diantaranya larutan urea, larutan alkohol, dan larutan glukosa.

Senyawa Pembentuk Larutan Elektrolit

Setelah tadi kita ketahui beberapa larutan yang termasuk ke dalam larutan elektrolit, kali ini kita akan mengetahui senyawa apa sajakah yang dipakai untuk membentuk larutan elektrolit tersebut. Dalam hal ini terdapat ilmuwan kimia yang berhasil mendapat nobel kimia pada tahun 1903 berkat penelitiannya perihal sifat dari larutan elektrolit, yang berjulukan Svante August Arrhenius (1859 - 1927) yang berasal dari Swedia. Menurut Arrhenius larutan elektrolit mengandung ion-ion yang bergerak bebas (kata ion berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengembara). Ion-ion inilah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan elektrolit tersebut.

Setelah kita mengetahui ternyata ion lah yang sanggup menghantarkan listrik dalam larutan elektrolit tersebut. Lalu senyawa apakah yang sanggup menghantarkan arus listrik tersebut? Larutan yang sanggup menghantarkan arus listrik atau menghasilkan ion di dalam larutan yaitu larutan ion dan larutan kovalen polar.

Senyawa ion adalah senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion. Ion-ion penyusun yang terdapat dalam senyawa terdiri atas ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion. Senyawa ion sanggup dikatakan sanggup menghantarkan arus listrik atau larutan elektrolit sebab ion-ion yang ada di dalam senyawa tersebut kalau di larutkan dengan air ion-ion akan sanggup bergerak bebas. Salah satu contoh senyawa ion yaitu NaCl, KCl, dan CaO.

Senyawa kovalen polar adalah senyawa yang terdiri dari atom-atom (bukan ion) yang berikatan kovalen. Senyawa kovalen polar dikatakan termasuk ke dalam larutan elektrolit dikarenakan molekul senyawa kovalen polar sanggup di urai (proses hidrolisis) membentuk ion-ion yang sanggup bergerak bebas menyerupai pada ikatan ion diatas. Contoh larutan elektrolit dari senyawa kovalen polar yaitu sebagai berikut.

Contoh:
HCl(aq)                  → H⁺(aq) + Cl⁻(aq)
H₂SO₄(aq)             → 2H⁺(aq) + SO₄²⁻(aq)
CH₃COOH(aq)      → H⁺(aq) + CH₃COO⁻(aq)
HNO₃(aq)              → H⁺(aq) + NO₃⁻(aq)
NH₃                       → dapat mengalami hidrolisis sebagai berikut
NH₃(aq) + H₂O(l) → NH₄⁺(aq) + OH⁻(aq)

Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit - Demikianlah pembahasan singkat tentang Cara Memahami Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit. Semoga pembahasan diatas sanggup bermanfaat bagi teman setia ya. Untuk pembahasan selanjutnya kita akan membahas Sifat Hantar Listrik dari Larutan Elektrolit maka dari itu ikuti terus ya update artikel disini ya. Terima kasih atas perhatiannya.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Selasa, 13 Februari 2018

Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sma Kelas 10

Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10  - Pada kali ini kita akan melanjutkan bahan larutan di kimia kelas 10. Kali ini kita akan membahas tentang Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit. Pada ketika kalian berangkat ke sekolah pastinya kalian memakai kendaraan transportasi menyerupai sepeda motor, mobil, dan lain sebagainya. Pernahkah kalian bertanya-tanya kenapa kendaraan tersebut sanggup berjalan dan menghidupkan lampu? Padahal lampu yang kita ketahui perlu memerlukan energi listrik, lantas dari manakah energi listrik yang digunakan? Kendaraan tersebut tidak ada kabel yang menghubungkan ke listrik PLN tetapi sanggup mempunyai energi listrik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut secara tak sengaja pernah terlintas di pikiran kita. Makara listrik yang dihasilkan pada kendaraan kebanyakan memakai prinsip larutan elektrolit menyerupai yang sudah pernah kita bahas pada artikel sebelumnya.
Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas  Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10
Google Image - Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10 


Sifat Hantar Listrik

Kendaraan menyerupai sepeda motor dan kendaraan beroda empat merupakan alat transportasi yang paling sering kita gunakan. Pada kendaraan tersebut salah satu bab yang paling penting yaitu aki. Aki mempunyai fungsi untuk menghidupkan mesin serta alat lain yang membutuhkan supply energi listrik. Aki sendiri mengandung larutan asam sulfat yang termasuk ke dalam larutan elektrolit. Seperti pada artikel sebelumnya larutan elektrolit sanggup menghantarkan arus listrik sehingga kendaraan tersebut sanggup menghidupkan alat yang membutuhkan energi listrik.

Suatu senyawa ketika dilarutkan ke dalam air, maka terdapat tiga kemungkinan yaitu terdisosiasi (terurai) sempurna, terdisosiasi sebagian, dan tidak terdisosiasi. Ketika larutan terdisosiasi tepat maka di dalamnya terdapat larutan elektrolit kuat, bila terdisosiasi sebagian maka di dalamnya terdapat larutan elektrolit lemah, dan bila tidak terdisosiasi maka di dalamnya terdapat larutan non elektrolit. Jika kita uraikan ke dalam persamaan reaksi maka senyawa elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit sanggup dituliskan sebagai berikut.
HCl(l) → H⁺(aq) + Cl⁻(aq)
NaCl(s) → Na⁺(aq) + Cl⁻(aq)
CH₃COOH(aq) → H⁺(aq) + CH₃COO⁻(aq)
NaOH(s) → Na⁺(aq) + OH⁻(aq)
NH₄OH → NH₄⁺(aq) + OH⁻(aq)

Daya hantar listrik bekerjasama dengan ion-ion di dalam suatu larutan. Arus listrik disini merupakan pergerakan partikel berupa elektron atau ion. Daya hantar listrik larutan semakin berpengaruh bila ion-ion dalam larutan tersebut banyak atau sanggup disebut larutan elektrolit kuat. Begitu juga untuk larutan elektrolit lemah maka ion-ion nya lebih sedikit dari elektrolit kuat. Untuk larutan non elektrolit akan lebih sedikit atau sanggup dikatakan tidak ada ion-ion nya. Gambar dari larutan elektrolit berpengaruh dan lemah dalam hal gelembung ion-ion yang dihasilkan menyerupai pada gambar dibawah ini.
Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas  Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10

Contoh-contoh dari larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit sanggup dilihat pada gambar dibawah ini.
Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas  Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10

Hubungan antara Sifat Hantar Listrik dan Jenis Ikatan

Telah kita bahas sebelumnya bahwa senyawa yang mempunyai ikatan ion merupakan senyawa ionik, dan senyawa yang mempunyai ikatan kovalen merupakan senyawa kovalen. Senyawa kovalen sendiri mempunyai dua jenis yaitu senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen non polar. Dibawah ini akan kita berikan beberapa ikatan suatu senyawa dengan memakai struktur lewis, gambar senyawa dalam struktur lewis ialah sebagai berikut.
Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas  Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10

Dari gambar diatas, senyawa yang termasuk ke dalam senyawa ionik ialah garam dapur (NaCl). Adapun asam asetat (CH₃COOH), asam klorida (HCl), natrium hidroksida (NaOH), dan amonium hidroksida (NH₄OH) merupakan contoh-contoh dari senyawa kovalen polar. Sedangkan untuk senyawa menyerupai gula dan alkohol itu termasuk ke dalam senyawa kovalen non polar. Dari klarifikasi diatas maka sanggup dimpulkan bahwa senyawa ionik dan senyawa kovalen polar termasuk ke dalam senyawa elektrolit kuat, sedangkan untuk senyawa kovalen non polat termasuk ke dalam senyawa non elektrolit.

Sebagai pelengkap saja biar kita lebih gampang membedakan larutan manakah yang termasuk ke dalam larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non elektrolit, kita akan berikan sedikit kata kunci wacana macam-macam elektrolit. Tetapi syarat disini kita harus setidaknya hafal tabel periodik golongan A. Kata kunci dari larutan elektrolit kuat, larutan elektrolit lemah, dan larutan non elektrolit ialah sebagai berikut:

Elektrolit kuat
1. Asam-asam kuat: H₂SO₄, HNO₃, HClO₄, HCl, HBr, dan HI
2. Basa-basa kuat: Senyawa LOH [L = alkali/golongan IA] dan M(OH)₂ [M = alkali tanah/golongan IIA kecuali Be]
3. Semua garam termasuk ke dalam elektrolit kuat.

Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10  - Demikianlah pembahasan singkat tentang Daya Hantar Listrik Larutan Elektrolit Sekolah Menengan Atas Kelas 10. Semoga pembahasan kali ini sanggup membantu sobat menjawab soal terkait daya hantar listrik larutan elektrolit dan non elektrolit. Pada kesempatan selanjutnya kita akan membahas wacana Reaksi Redoks jadi ikuti terus ya update dari artikel disini ya. Terimakasih atas perhatiannya sampai final artikel. Salam SS.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Senin, 12 Februari 2018

Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya

Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya - Reaksi reduksi oksidasi atau yang biasa kita kenal dengan reaksi redoks. Di awal materi ini teman akan memulainya dengan Konsep Dasar Reaksi Redoks, pada pertemuan selanjutnya kita akan mulai Menyetarakan Reaksi Redoks dan Penerapan Reaksi Redoks dalam Kehidupan Sehari-hari. Oke kita kembali lagi ke awal, pernahkah kalian melihat logam yang berkarat, makanan yang menjadi basi, buah yang berubah warna dagingnya saat di belah dan di diamkan? Itu semua terjadi reaksi di udara terbuka. Memang udara dalam hal ini oksigen merupakan materi yang sanggup mengoksidasi zat lain yang berinteraksi dengannya. Dari klarifikasi di atas, kini kita tahu pentingnya reaksi redoks itu.
Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya
Google Image - Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya

Reaksi Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen

Oksidasi yaitu reaksi pengikatan oksigen oleh suatu zat. Contoh reaksi oksidasi terjadi pada insiden pengaratan besi, logam Fe bereaksi dengan oksigen membentuk karat besi (Fe₂O₃). Dari reaksi tersebut maka logam Fe mengikat oksigen menjadi Fe₂O₃. Beberapa contoh dari reaksi oksidasi yaitu sebagai berikut:
2Fe₂ + 3O₂ → 2Fe₂O₃
C₆H₁₂O₆ + 6O₂ → 6CO₂ + 6H₂O

Baca juga: Daya Hantar listrik.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah oksidasi yang salah satunya yaitu pembakaran. Pembakaran yaitu oksidasi atau pengikatan oksigen yang disertai dengan pembebasan kalor sehingga hasil reaksi akan berupa gas. Bahan yang paling gampang terbakar yaitu materi yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan belerang.

Reduksi yaitu pelepasan oksigen dari suatu zat. Contoh reaksi reduksi terjadi pada insiden pada isolasi bijih besi menjadi logam besi yang dimana bijih besi melepaskan oksigen. Dari insiden tersebut bijih besi kehilangan oksigen. Beberapa contoh dari reaksi reduksi yaitu sebagai berikut:
2CuO → 2 Cu + O₂
2PbO₂ → 2 PbO + O₂

Reaksi Redoks Berdasarkan Penyerahan dan Penerimaan Elektron

Reaksi oksidasi yaitu reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi yaitu reaksi penerimaan elektron. Kemudian zat yang mengalami reaksi oksidasi yaitu reduktor, sedangkan zat yang mengalami reaksi reduksi yaitu oksidator. Misalkan atom Mg yang mempunyai konfigurasi elektron 2 8 2 maka elektron valensinya yaitu 2. Adapun atom Cl yang mempunyai konfigurasi elektron 2 8 7 maka elektron valensinya yaitu 7. Dari data di atas untuk mencapai kesetabilan maka atom Mg harus melepas 2 elektron, sedangkan Cl membutuhkan 1 elektron. Sehingga atom Mg mengikat 2 atom Cl. Untuk lebih jelasnya sanggup lihat pada gambar dibawah ini.
Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya

Salah satu referensi dari reaksi redoks berdasarkan penyerahan dan penerimaan elektron terjadi pada reaksi pembentukan MgCl₂, dimana sanggup dituliskan persamaan reaksinya sebagai berikut:
Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya

Baca juga: Larutan elektrolit dan non elektrolit.

Mg → Mg²⁺ + 2e⁻ termasuk kedalam reaksi oksidasi dengan reduktornya yaitu Mg, sedangkan Cl₂+ 2e⁻ → 2 Cl⁻ termasuk kedalam reaksi reduksi dengan oksidatornya yaitu Cl₂. Untuk lebih memahami lagi kita berikan beberapa referensi dari reaksi redoks berdasarkan penyerahan dan penerimaan elektron ibarat dibawah ini:
Oksidasi :  2Na            → 2Na⁺ + 2e⁻
Reduksi :   Cl₂ + 2e⁻   → 2 Cl⁻            
Redoks  : 2Na + Cl₂    → 2NaCl

Oksidasi :  6O²⁻                 → 3O₂ + 12e⁻
Reduksi :   4Al³⁺ + 12e⁻    → 4Al             
Redoks  : 4Al³⁺ + 6O²⁻      → 4Al + 3O₂

Reduksi :   Cu²⁺ + 2e⁻    → Cu          
Oksidasi :  Zn                 → Zn²⁺ + 2e⁻    
Redoks  : Zn + Cu²⁺       → Zn²⁺ + Cu

Contoh 1.
Manakah yang termasuk kedalam reaksi oksidasi, reaksi reduksi, oksidator, dan reduktor pada reaksi berikuti ini:
a. 2Na + Cl₂ → 2 NaCl
b. 2Ca + O₂ → 2CaO
Jawab
a. Reaksi oksidasi : 2Na → 2Na⁺ + 2e⁻
    Reaksi reduksi  : Cl₂ + 2e⁻ → 2Cl⁻
    Reduktor : Na
    Oksidator : Cl₂

b. Reaksi oksidasi : 2Ca → 2Ca²⁺ + 4e⁻
    Reaksi reduksi  : O₂ + 4e⁻ → 2Cl²⁻
    Reduktor : Ca
    Oksidator : O₂

Reaksi Redoks Berdasarkan Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi merupakan suatu bilangan yang diberikan pada suatu unsur berdasarkan aturan-aturan tertentu untuk menyatakan tingkat keoksidasian atau tingkat kereduksiannya. Bilangan oksidasi atau biloks merupakan konsep dari reaksi redoks yang sering dipakai dalam mempelajari ilmu kimia. Bilangan oksidasi atau biloks yaitu muatan yang di miliki atom bila atom tersebut berikatan dengan atom lainnya. Untuk memudahkah teman setia kita berikan beberapa nilai dari bilangan oksidasi ibarat dibawah ini.

Nilai bilangan oksidasi
Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya

Contoh 2.
Tentukanlah reduktor dan oksidator dalam reaksi-reaksi berikut.
a. Na + H₂O → NaOH + H₂
b. 2Mg + H₂S → Mg₂S + H₂
Jawab
a. Biloks Na dalam Na = 0
    Biloks Na dalam NaOH = +1
    Biloks Na sebab mengalami kenaikan dari 0 menjadi +1 maka disebut reaksi oksidasi
    Biloks H dalam H₂O = +1
    Biloks H dalam H₂ = 0
    Biloks H sebab mengalami penurunan dari +1 menjadi 0, maka disebut reaksi reduksi.
    Jadi, reduktornya yaitu Na, dan oksidatornya H₂O.

b. Biloks Mg dalam bentuk senyawa bebas = 0
    Biloks Mg dalam Mg₂S = +2
    Biloks Mg sebab mengalami kenaikan dari 0 menjadi +2 maka disebut reaksi oksidasi
    Biloks H dalam H₂S = +1
    Biloks H dalam H₂ = 0
    Biloks H sebab mengalami penurunan dari +1 menjadi 0, maka disebut reaksi reduksi.
    Jadi, reduktornya yaitu Mg, dan oksidatornya H₂S.

Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya - Demikianlah pembahasan singkat tentang Konsep Dasar Reaksi Redoks Beserta Contohnya. Semoga pembahasan di atas sanggup bermanfaat ya bagi teman setia . Jika ada yang mau ditanyakan dipersilahkan di kolom komentar ya. Pembahasan selanjutnya yaitu Penyetaraan Reaksi Redoks, maka dari itu ikuti terus ya update artikel disini ya. See You.

Sumber http://www.sainsseru.com/

Cara Gampang Memilih Persamaan Reaksi Redoks

Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks - Setelah sebelumnya kita sudah pernah membahas unsur-unsur biloks dalam suatu senyawa. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas tentang Cara Menentukan Persamaan Reaksi Redoks. Pembahasan kali ini kita akan mencari apakah persamaan yang diberikan itu termasuk dalam persamaan reaksi redoks atau bukan. Materi ini juga sering muncul pada SBMPTN, maka dari itu sobat ikuti ya pembahasan dibawah yang agar sanggup membantu. Pada persamaan reaksi redoks pastinya akan terjadi perubahan nilai biloks pada unsur-unsur yang sejenis.

Persamaan Reaksi Redoks

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dikatakan persamaan tersebut dalam persamaan reaksi redoks maka persamaan tersebut harus mengalami perubahan bilangan oksidasi (biloks). Perhatikan pola reaksi redoks dibawah ini.
Reaksi oksidasi:   4Na        → 4Na⁺ + 4e⁻
Reaksi reduksi:    O₂ + 4e⁻ → 2O²⁻               
Reaksi redoks:     4Na + O₂→ 4Na⁺ + 2O²⁻

Pada reaksi oksidasi diatas, atom Na mempunyai biloks 0 yang menjelma ion Na⁺ dengan biloks +1. Perubahan bilangan oksidasi Na dari 0 menjadi +1 menawarkan bahwa telah terjadi kenaikan bilangan oksidasi. Jadi, pada reaksi oksidasi terjadi kenaikan bilangan oksidasi.
Pada reaksi reduksi atom O yang mempunyai biloks 0 menjelma ion O²⁻ dengan biloks -2. Perubahan bilangan oksidasi O dari 0 menjadi -2 menawarkan bahwa telah terjadi penurunan bilangan oksidasi. Jadi, pada reaksi reduksi terjadi penurunan bilangan oksidasi.
Untuk lebih memudahkan lagi, kita akan berikan denah perubahan biloks yang terjadi pada persamaan redoks diatas ke dalam bentuk gambar. Skema perubahan biloks persamaan reaksi redoks ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Contoh soal 1.
Perhatikanlah pola persamaan reaksi redoks berikut ini. Tentukanlah persamaan tersebut termasuk ke dalam reaksi redoks atau bukan.
a. NaOH + HCl → NaCl + H₂O
b. 2KMnO₄ + 16HCl → 2MnCl₂ +2KCl + 5Cl₂ + 8H₂O
c. 2K + 2H₂O → 2KOH + H₂
d. CuO + 2HNO₃ → Cu(NO₃)₂ + H₂O
e. CaCO₃ → CaO + CO₂
Jawab
a. Persamaan a diatas ialah bukan reaksi redoks. Itu terjadi alasannya ialah pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi pada unsur-unsur yang terlibat di dalam reaksi tersebut. Perubahan biloks pada persamaan a ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

b. Persamaan b diatas ialah reaksi redoks. Itu terjadi alasannya ialah pada atom Mn mengalami perubahan bilangan oksidasi dari +7 turun menjadi +2, dan pada atom Cl  dari -1 naik menjadi 0. Perubahan biloks pada persamaan a ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

c. Persamaan c diatas ialah reaksi redoks. Itu terjadi alasannya ialah pada atom K mengalami perubahan bilangan oksidasi dari 0 naik menjadi +1, dan pada atom H dari +1 turun menjadi 0. Perubahan biloks pada persamaan a ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

d. Persamaan d diatas ialah bukan reaksi redoks. Itu terjadi alasannya ialah pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi pada unsur-unsur yang terlibat di dalam reaksi tersebut. Perubahan biloks pada persamaan a ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

e. Persamaan e diatas ialah bukan reaksi redoks. Itu terjadi alasannya ialah pada reaksi tersebut tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi pada unsur-unsur yang terlibat di dalam reaksi tersebut. Perubahan biloks pada persamaan a ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Reaksi Autoredoks (Reaksi Disproporsionasi)

Suatu persamaan reaksi dikatakan reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi jikalau terdapat suatu zat yang mengalami reaksi reduksi dan reaksi oksidasi sekaligus. Jadi, reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi adalah reaksi yang mengalami kenaikan sekaligus penurunan bilangan oksidasi. Salah satu misalnya ialah sebagai berikut.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Pada reaksi diatas, bilangan oksidasi atom S mengalami dua jenis perubahan bilangan oksidasi yaitu kenaikan dan penurunan. Jadi, reaksi diatas termasuk ke dalam reaksi autoredoks.

Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini, apakah termasuk ke dalam reaksi autoredoks atau bukan.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Reaksi diatas bukan reaksi autoredoks. Karena atom Pb yang mempunyai bilangan oksidasi 0 mengalami kenaikan bilangan oksidasi menjadi +2 . Kemudian atom Pb  yang mempunyai biloks +4 mengalami penurunan bilangan oksidasi menjadi +2. Dalam hal ini bukan reaksi autoredoks alasannya ialah bilangan oksidasi yang mengalami kenaikan dan penurunan terjadi pada senyawa hasil reaksi bukan senyawa pereaksi.

Oksidator dan Reduktor

Di dalam suatu reaksi redoks akan selalu terjadi reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reduktor (pereduksi) ialah zat yang sanggup menimbulkan zat lain mengalami reaksi oksidasi, sedangkan oksidator (pengoksidasi) ialah zat yang sanggup menimbulkan zat lain mengalami reaksi reduksi. Agar lebih gampang memahaminya maka kita berikan pola soal beserta pembahasannya dibawah ini.

Contoh soal 2.
Perhatikanlah persamaan reaksi redoks dibawah ini. Manakah yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator masing-masing persamaan dibawah ini.
a. 2AgCl + Ni → 2Ag + NiCl₂
b. Zn + 2HCl → ZnCl₂ + H₂
Jawab
a. Langkah pertama kita memilih manakah yang bertindak sebagai reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reaksi reduksi dan oksidasi sanggup dicari dengan memilih masing-masing atom dengan bilangan oksidasi. Penentuan bilangan oksidasi sudah pernah kita bahas pada artikel sebelumnya ya. Reaksi reduksi dan oksidasi kurang lebih ibarat pada gambar di bawah ini.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Maka yang bertindak sebagai Reduktor (pereduksi) ialah Ni dan yang bertindak sebagai oksidator (pengoksidasi) ialah AgCl.

b. Langkah pertama kita memilih manakah yang bertindak sebagai reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Reaksi reduksi dan oksidasi sanggup dicari dengan memilih masing-masing atom dengan bilangan oksidasi. Penentuan bilangan oksidasi sudah pernah kita bahas pada artikel sebelumnya ya. Reaksi reduksi dan oksidasi kurang lebih ibarat pada gambar di bawah ini.
Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks

Maka yang bertindak sebagai Reduktor (pereduksi) ialah Zn dan yang bertindak sebagai oksidator (pengoksidasi) ialah HCl.

Cara Praktis Menentukan Persamaan Reaksi Redoks - Demikianlah materi singkat Menentukan Persamaan Reaksi Redoks. Semoga materi diatas sanggup bermanfaat ya bagi sobat setia . Jika ada yang kurang terang sanggup pribadi bertanya di kolom komentar ya. Terimakasih ya atas perhatiannya, kita akan terus mengupdate materi disnimaka dari itu jangan lupa untuk selalu mengikuti artikel disini terus ya. See You.

Sumber http://www.sainsseru.com/