Tampilkan postingan dengan label Laporan Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Keuangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2018

Cari Tahu 5 Bentuk Dan Teladan Laporan Keuangan Di Sini

Dari sekian banyak materi akuntansi dasar akuntansi, mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian. Sebab pada tingkat (proses) ini lah data-data angka akan diolah sedemikian rupa sehingga sanggup menghasilkan informasi keuangan yang mempunyai kegunaan bagi pihak yang membutuhkan.

Laporan keuangan sendiri bermakna ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi keuangan yang terjadi selama periode/tahun buku bersangkutan.

Para pembaca laporan keuangan niscaya mengharapkan citra yang terang mengenai keuangan perusahaan. Maka penyusunan laporan keuangan itu berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim supaya sanggup menggambarkan posisi keuangan perusahaan dengan akurat dan jelas.

Laporan keuangan biasanya terdiri dari 4 jenis (tahap) diantaranya:

1. Neraca ialah laporan yang memperlihatkan keadaan keuangan (kekayaan, hutang dan modal) suatu perusahaan.

2. Laporan keuntungan rugi ialah laporan yang menggambarkan hasil perjuangan  dan biaya yang terpakai selama periode akuntansi.

3. Laporan perubahan modal ialah laporan yang menggambarkan sebab-sebab perubahan modal pada selesai periode akuntansi.

4. Laporan perubahan posisi keuangan ialah laporan yang memperlihatkan perubahan-perubahan dan arus dana dalam posisi keuangan selama tahun buku bersangkutan.

Bentuk Laporan Keuangan


Bentuk laporan keuangan yang dimaksud disini ialah ihwal tujuan dan format penyajian  laporan keuangan.

1. Neraca (balance sheet)


Laporan keuangan pertama ialah neraca. Neraca dan bentuk susunannya berbeda-beda setiap perusahaan, tergantung pada tujuan dari pembuatan neraca tersebut.

Baca:  Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya

Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) menyatakan bahwa Neraca harus disusun secara sistematis, sehingga sanggup melakukan fungsinya yaitu memperlihatkan citra posisi keuangan dari suatu perusahaan pada waktu tertentu.

Neraca mempunyai bentuk atau susunan neraca yang banyak digunakan diantaranya:

1. Bentuk Skontro (account form) merupakan bentuk neraca yang mengelompokkan antar aktiva dan letaknya bersebelahan dengan kelompok hutang dan modal.

2. Bentuk Vertikal (report form) merupakan bentuk neraca yang meletakkan kelompok aktiva di posisi atas dan di bawahnya posisi kelompok hutang dan modal.

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

Tidak ada hukum khusus dalam menentukan bentuk neraca. Keduanya sanggup digunakan lantaran sesuai dengan kebutuhan dan impian dari akuntan/perusahaan. Laporan keuangan selanjutnya ialah Laporan keuntungan rugi.

2. Laporan Rugi Laba (income statement)


Laporan keuntungan rugi ialah laporan keuangan yang menyajikan ihwal penghasilan/pendapatan/kerugian dan biaya yang ditanggung perusahaan pada suatu periode tertentu yang disusun secara sistematis.

Prinsip Akuntansi Indonesia menyatakan bahwa perhitungan rugi/laba perusahaan yang disusun harus sanggup menggambarkan kondisi ihwal citra secara keseluruhan terkait besarnya aktivitas perusahaan serta hasil/pendapatan dari aktivitas tersebut.

Syarat penyajiannya meliputi:

  • Laporan L/R harus memuat secara terperinci unsur-unsur dari hasil yang diperoleh dan biaya yang ditanggung.
  • Laporan L/R sanggup disusun dalam bentuk dengan posisi urutan kebawah (staffel).
  • Laporan L/R semestinya dipisahkan antara hasil utama dengan hasil perjuangan lain-lain serta perjuangan luar biasa (extra ordinary income)

Baca: Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi +Bentuk dan Format Penyusunan

Bentuk laporan rugi/laba

Cara penyusunan laporan keuangan keuntungan rugi umumnya dengan memakai 2 macam metode yaitu:

1. Single Step

Penyusunan memakai metode single step adalah dengan mengelompokkan seluruh akun pendapatan secara total dikurangi dengan seluruh kelompok biaya pula, sehingga hasil laba/rugi higienis sanggup diperoleh dengan sekali tahap saja.

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

2. Multiple Step

Metode kedua ini perlu memakai beberapa tahap untuk mendapat laba/rugi higienis yaitu dengan cara

Pendapatan – hpp (harga pokok penjualan) = Laba Kotor

Laba Kotor – Biaya-biaya operasi = laba/rugi bersih.

Terkadang harus dipotong juga dengan pajak sehingga rumusnya akan begini:

Pendapatan – hpp (harga pokok penjualan) = Laba Kotor

Laba Kotor – Pajak = laba/rugi sehabis pajak

Laba/rugi sehabis pajak – Biaya-biaya operasi = laba/rugi bersih.

Jika terdapat beberapa suplemen transaksi lagi tinggal dikaitkan saja, apakah transaksi tersebut termasuk kategori pendapatan atau beban.

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

3. Laporan Perubahan Modal (statement of retained earning)


Dalam perhitungan Rugi/Laba, terkadang suatu perusahaan sanggup mengikuti beberapa konsep, antara lain :

1. Clean Surplus Principle (all inclusive concept)

 Laporan keuangan perubahan modal hanya memperlihatkan :

 1. Saldo keuntungan tidak dibagi awal periode.

2. Ditambah keuntungan higienis dan elemen luar biasa.

3. Ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan.

4. Dikurangi deviden yang diumumkan.

Contoh Laporan keuntungan tidak dibagi untuk melengkapi laporan perhitungan rugi/laba all inclusive:

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI 2. Non Clean Surplus Principle (current operating performance)

 Laporan perubahan modal menunjukkan:

 1. Saldo keuntungan tidak dibagi awal periode.

2. Ditambah keuntungan higienis sehabis pajak.

3. Ditambah Pos luar biasa.

4. Dikurangi deviden yang diumumkan.

Contoh Laporan keuntungan tidak dibagi untuk melengkapi laporan perhitungan rugi/laba current operating performance:

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

4. Laporan Perubahan Posisi Keuangan


Laporan perubahan posisi keuangan akan membantu perusahaan dalam beberapa hal berikut diantaranya:

1. Meringkas kegiatan-kegiatan investasi dan pembelanjaan yang dilakukan oleh perusahaan dan termasuk juga dana yang dihasilkan.

2. Membantu perusahaan dalam melengkapi klarifikasi ihwal beberapa perubahan-perubahan data posisi keuangan selama satu periode tahun buku.

Penyusunan laporan perubahan posisi keuangan sanggup disusun berdasarkan pada:

1. Perubahan kas atau ekuivalennya.

2. Perubahan dalam modal kerja netto (net working capital) yaitu aktiva lancar yang dikurangi hutang lancar.

Didalam laporan keuangan ini pada umumnya dipisahkan isinya menjadi 2 pecahan yakni:

1. Yang memperlihatkan sumber-sumber dana.

2. Yang memperlihatkan penggunaan data.

5. Laporan Arus Kas (statement of cash flow)


Laporan arus kas bertujuan utama untuk menyajikan dan menyediakan informasi yang akurat ihwal penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode.

Baca:  Tujuan Laporan Arus Kas, Definisi, Manfaat dan Contoh

Karena banyaknya aktivitas perusahaan yang bekerjasama dengan informasi tersebut maka demi memudahkan tercapainya tujuan tersebut, pedoman kas di klasifikasikan berdasarkan 3 kelompok yang berbeda yaitu:

1. Kelompok pertama ialah kelompok penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari aktivitas investasi.

2. Kelompok kedua berdasarkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari aktivitas pembelanjaan.

3. Kelompok ketiga berdasarkan Penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari aktivitas usaha.

 mungkin pembahasan mengenai laporan keuanganlah yang paling banyak menyita perhatian Cari Tahu 5 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan di SINI

Nah itulah tadi klarifikasi secara lengkap ihwal bentuk laporan keuangan biar sanggup bermanfaat bagi pembaca dan  terimakasih telah berkunjung.

“ Jika artikel ini manis beritahukan ke rekan-rekan anda, jikalau masih banyak kurang beritahukan kepada kami”.

Kunjungi Juga:

 


Sumber http://www.akuntansilengkap.com

Rabu, 27 Juni 2018

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya

Akuntansilengkap | Pada artikel ini akan dibahas wacana laporan keuntungan rugi perusahaan jasa/ laporan perubahan modal perusahaan jasa/ laporan neraca perusahaan jasa/ laporan arus kas perusahaan jasa.

Perusahaan Jasa


Apasih perusahaan jasa (service company) itu ?

Perusahaan jasa sanggup kita artikan sebagai perusahaan yang khusus bergerak menangani atau memperlihatkan pelayanan di bidang penjualan jasa (keahlian).

Apa saja misalnya ?

Yang termasuk ke dalam bidang perusahaan jasa misalnya yaitu bank, asuransi, bengkel motor/mobil, rental, perjuangan salon, jasa pengiriman surat/barang (POS, JNE, TIKI dsb) dan masih banyak teladan lainnya.

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK), menyatakan bahwa laporan keuangan sanggup diidentifikasikan secara terang informasi yang ada di suatu perusahaan. Laporan keuangan meliputi

1. Laporan keuntungan rugi dan penghasilan komprehensif lain (statement of income and other comprehensive income).
2. Laporan perubahan ekuitas( statement of change equity).
3. Laporan posisi keuangan (statement of financial position) / Neraca (balance sheet).
4. Laporan arus kas (stetement of cash flow).
5. Catatan atas laporan keuangan.
6. Informasi komparatif.

Laporan keuangan perusahaan jasa mempunyai tujuan sebagai berikut:

1. Menyajikan informasi yang menyangkut posisi keuangan.
2. Untuk memenuhi kebutuhan informasi bersama.
3. Untuk menyatakan apa yang telah dilakukan manajemen.

Baca juga: 

  1. Tujuan Laporan Arus Kas, Definisi, Manfaat dan Contoh
  2. “6” Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan (Dagang dan Jasa)

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

 Pada artikel ini akan dibahas wacana laporan keuntungan rugi perusahaan jasa Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
contoh laopran keuntungan rugi perusahaan jasa
 Pada artikel ini akan dibahas wacana laporan keuntungan rugi perusahaan jasa Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
contoh laporan perubahan modal perusahaan jasa
 Pada artikel ini akan dibahas wacana laporan keuntungan rugi perusahaan jasa Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
contoh laporan neraca perusahaan jasa
 Pada artikel ini akan dibahas wacana laporan keuntungan rugi perusahaan jasa Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya
contoh laporan arus kas perusahaan jasa lengkap

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Laporan keuangan perusahaan jasa yang disajikan setiap final periode terdiri atas laporan keuntungan rugi, laporan perubahan modal, laporan posisi kas (neraca), dan laporan arus kas.

1. Contoh Laporan Laba-Rugi (Income Statement)

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap Beserta Transaksinya

contoh laporan keuangan perusahaan dagang lengkap Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap Beserta Transaksinya

“Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap Beserta Transaksinya”

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap – Laporan keuangan perusahaan dagang umumnya disusun pada selesai tahun periode akuntansi.  Laporan keuangan perusahaan dagang akan menawarkan informasi yang lengkap mengenai posisi keuangan perusahaan.

A. Perusahaan Dagang


Perusahaan dagang ialah perusahaan yang kegiatan (usaha) nya menjual suatu produk dari supplyer kepada konsumen dengan atau tanpa merubah baik bentuk, rasa atau kualitas dan memperoleh keuntungan dari hasil selisih penjualan.

Bagi perusahaan baik perusahaan dagang maupun jasa, menyusun laporan keuangan ialah salah satu rutinitas yang harus dilakukan untuk memperoleh citra informasi secara terperinci yang terjadi di perusahaan.

Pada kesempatan kali ini akuntansilengkap.com akan mengulas materi wacana laporan keuangan perusahaan dagang, sehabis sebelumnya telah dibahas mengenai contoh laporan keuangan perusahaan jasa.

B. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang


Sebelumnya telah dibahas secara detail pola laporan keuangan perusahaan jasa. Kali ini akan dibahas secara rinci bagaimana laporan keuangan Perusahaan dagang.

Laporan keuangan (financial statement) adalah suatu tahap penyajian posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas secara terstruktur. Tujuan penyusunan laporan keuangan ialah dalam rangka menawarkan informasi wacana posisi dan kinerja keuangan , serta arus kas entitas yang bermanfaat untuk pengguna laporan dalam menciptakan keputusan ekonomi. Laporan keuangan terdiri dari :

  1. Laporan keuntungan rugi dan penghasilan komprehensif lain (Statement of income and Other Comprehensive income)
  2. Laporan perubahan ekuitas (Stetement of Change Equity)
  3. Laporan posisi keuangan (Statement of Financial Position)
  4. Laporan arus kas (Statemen of Cash flow )

C. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang


1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Pengertian laporan keuntungan rugi ialah laporan yang mencerminkan acara operasi perusahaan. laporan keuntungan rugi menyajikan rincian informasi wacana penghasilan, beban, keuntungan dan rugi perusahaan pada periode akuntansi tertentu. Lalu kelompok akun apa saja yang terdapat pada laporan keuntungan rugi perusahaan dagang ? Diantaranya ialah kelompok :

  1. Pendapatan
  2. Harga pokok penjualan
  3. Beban operasional
  4. Beban diluar operasional
  5. Pendapatan diluar operasional
  6. Pendapatan konferhensi lainnya

1. Penghasilan (income) sanggup kita artikan sebagai bentuk arus masuk atau peningkatan asset, penurunan kewajiban, yang mengakibatkan kenaikan ekuitas/modal.

2. Beban (expenses), Beban diakui sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode pelaporan dalam bentuk penurunan asset atau arus keluar, atau terjadinya liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas.

3. Pendapatan atau pendapatan komprehensif lain (other comprehensive income – OCI) ialah total penghasilan dikurangi beban.

4. Harga pokok penjualan (HPP), diakui sebagai biaya yang timbuk akhir memproduksi suatu barang dan dijual dalam kegiatan bisnis meliputi, biaya materi baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Hpp secara sederhana ialah biaya penjualan. Komponen dari Harga Pokok Penjualan diantaranya:

  1. Persediaan Awal Barang Dagang, ialah persediaan barang dagang yang tersedia semenjak awal periode.
  2. Persediaan Akhir Barang Dagang, ialah persediaan yang tersedia di selesai periode.
  3. Pembelian bersih, adalah jumlah seluruh pembelian barang dagang baik secara tunai maupun kredit, ditambah dengan biaya angut pembelian dan dikurangi dengan penggalan pembelian atau retur pembelian yang terjadi oleh perusahaan dagang. 

Baca Juga

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP)
  2. [TERBARU] Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
  3. Pengertian dan Contoh Laporan Laba Rugi +Bentuk dan Format Penyusunan
  4. Pengertian Ekuitas (Equity) Modal dan 5 Jenisnya

2. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement Of Change Equitas)

Laporan perubahan ekuitas akan melaporkan perubahan masing-masing akun ekuitas pemegang saham dan total ekuitas pemegang saham selama suatu periode.

3. Laporan Posisi Keuangan (Statement of financial position)

Neraca atau disebut sebagai laporan posisi keuangan. aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik modal (saham) perusahaan bisnis pada suatu tanggal tertentu akan dilaporkan pada laporan neraca.

Bentuk-bentuk laporan posisi keuangan : Baca Juga :  Pengertian Neraca : Fungsi dan Contoh Transaksinya

  1. Bentuk rekening (account form), pada bentuk ini aktiva dan pasiva akan sejajar (akrtiva di sisi kiri, dan pasiva di sisi kanan).
  2. Bentuk laporan (report form), pada bentuk  ini aktiva dan pasiva disusun ke bawah (aktiva di atas, dan pasiva di bawah).

4. Laporan Arus Kas (Statemen of Cash flow )

Laporan arus kas akan  melaporkan fatwa masuk dan keluar uang (kas) perusahaan dagang. Laporan arus kas yang melaporkan arus kas selama periode tertentu akan diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

  • Arus Kas Dari Aktivitas Operasional (Cash Flows From Operating Activities) 

Bagian pertama akan berisi informasi mengenai fatwa kas yang bekerjasama dengan acara operasional perusahaan. misalnya : kas yang diterima dari pelanggan dan pembayaran sejumlah kas untuk beban dan pembayaran kepada kreditor.

  • Arus Kas Dari Aktivitas Investasi (Cash Flows From Investing Activities) 

Bagian kedua akan memuat informasi mengenai fatwa kas (baik masuk maupun keluar) yang bekerjasama dengan acara investasi yang dilakukan oleh perusahaan. misalnya : pembayaran kas untuk pembelian/penjualan aktiva tetap.

  • Arus Kas Dari Aktivitas pendanaan (Cash Flow From Financing Activities) 

Bagian ketiga akan menyajikan informasi fatwa kas (baik masuk maupun keluar) yang bekerjasama dengan acara pendanaan. Contohnya : kas yang diterima sebagai investasi pemilik atau penarikan kas oleh pemilik.

Contoh Laporan Keuangan Toko Rejeki

Sabtu, 23 Juni 2018

Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum Bagi Perusahaan

Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum Bagi Perusahaan Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum Bagi Perusahaan

Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum Bagi Perusahaan – Pengertian laporan keuangan secara singkat diartikan sebagai citra wacana kondisi keuangan suatu perusahaan secara positif atau sebenarnya.. analisis laporan keuangan dibutuhkan untuk menerjemahkan informasi pada laporan keuangan. Pada artikel ini akan dijelaskan fungsi laporan keuangan secara umum dan secara khusus untuk fungsi jenis-jenis laporan keuangan menyerupai neraca, laporan keuntungan rugi, perubahan modal dan laporan arus kas.

Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum


Proses akuntansi tentu tidak bisa lepas dari laporan keuangan sebab laporan keuangan mempunyai fungsi yang sangat penting baik fungsi bagi internal perusahaan maupun pihak ekstern sebagai pihak pemakai informasi keuangan.

Fungsi Laporan keuangan secara umum sanggup di bagi menjadi :

  1. Sebagai alat untuk mengetahui kondisi keuangan dan kinerja perusahaan
  2. Menyusun Perencanaan Kegiatan Perusahaan
  3. Mengendalikan Perusahaan
  4. Dasar Pembuatan Keputusan Dalam Perusahaan
  5. Pertimbangan dan pertanggung balasan pada pihak Ekstern

1. Alat Mengetahui Kondisi Keuangan dan Kinerja Perusahaan

Untuk melihat acara perjuangan atau kegiatan operasional perusahaan telah berjalan baik ataupun sebaliknya bisa kita lihat atau analisis melalui laporan keuangannya. Misalnya pada laporan keuntungan rugi kita bisa melihat keuntungan perusahaan. kalau manfaatnya tinggi itu berarti kinerja perusahaan sanggup berjalan baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Namun kalau terjadi sebaliknya, maka perlu dilakukan penilaian serta tindakan lanjutan.

Berbagai informasi dalam laporan keuangan yang mencakup kas, asset, piutang dan modal perusahaan. Kita sanggup mengetahui kondisi keuangan sebetulnya apakah dalam kondisi baik, tidak baik atau bahkan buruk. Itulah salah satu fungsi dari laporan keuangan.

2. Dasar Penyusunan Rencana Kegiatan Perusahaan

Informasi yang berisi wacana kemampuan perusahaan dalam mengelola kegiatannya selama satu periode bisa di lihat pada laporan keuangan. Informasi kemampuan yang dimaksud yakni dari segi penggunaan dana/keuangan. Informasi keuangan tersebut tentu sanggup membantu perusahaan dalam penyusunan planning kegiatan perusahaan yang efektif dan bisa dilakukan administrasi sesuai dengan kondisi keuangan perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan ingin melaksanakan promosi produknya dan mempertimbangkan jenis promosi apa yang akan dilakukan, apakah melalui marketing atau media online. Kegiatan marketing tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Saat perusahaan menyusun rincian biaya promosi dan diadaptasi dengan kondisi keuangan perusahaan, apakah keuangan perusahaan bisa membiayai kegiatan marketing atau hanya melalui media online saja.

Bayangkan seandainya perusahaan tidak mempunyai informasi keuangannya sendiri, tentu akan sulit dalam menyusun planning kegiatan dan resiko kegagalan atau kerugian akan semakin besar terjadi.

3. Sebagai Alat Mengendalikan Perusahaan

 Fungsi laporan keuangan juga sebagai citra wacana beberapa faktor yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang. Misalnya saja di dikala suatu perusahaan mempunyai banyak piutang yang tertunggak di perusahaan lain maka sebagai antisipasi yang dilakukan perusahaan yakni mengurangi jumlah penjualan kredit dan meningkatkan penagihan piutang. Gambaran wacana informasi keuangan tersebut sanggup memudahkan administrasi perusahaan dalam mempertimbangkan langkah selanjutnya.

4. Dasar Pembuatan Keputusan Dalam Perusahaan

 Seperti yang sudah banyak dijelaskan sebelumnya, bahwa adanya informasi keuangan yang tersedia di laporan keuangan yakni sanggup memudahkan pihak manejemen perusahaan dalam mengambil kebijakan atau menciptakan keputusan untuk melaksanakan kegiatan demi mencapai tujuan perusahaan itu sendiri.

5. Sebagai Pertimbangan dan Pertanggung balasan Pada Pihak Ekstern 

Pihak yang menjalin kerjasama dengan suatu perusahaan bisa disebut sebagai pihak ekstern. Contohnya perusahaan yang menginvestasikan modalnya atau forum perbankan yang memperlihatkan dukungan perusahaan tentu ingin juga melihat perkembangan perusahaan melalui laporan keuangan yang disusun perusahaan. inilah fungsi laporan keuangan sebagai bentuk pertimbangan. Dan fungsi pertanggungjawaban contohnya kepada forum pemungut pajak yang membutuhkan laporan keuangan untuk menghitung jumlah pajak perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan Menurut Jenis Laporannya


Fungsi laporan keuangan berdasarkan jenis laporannya sanggup dijelaskan menyerupai berikut ini.

1. Neraca

  • Menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu.
  • Memberikan informasi mengenai alokasi penggunaan dana perusahaan yang menjadi kebijakan invstasi perusahaan.
  • Memberikan informasi wacana asal sumber dana yang dipakai untuk membiayai investasi.

Baca Juga : Bentuk Neraca Staffel dan Skontro “Mudah”

2. Laporan keuntungan rugi

  • Laporan ini sanggup menilai keberhasilan operasi serta efisiensi administrasi di dalam mengelola kegiatan perusahaan.
  • Dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau profitabilitas dari modal dana yang diinvestasikan kedalam perusahaan.
  • Sebagai dasar untuk menciptakan perencanaan keuntungan di masa yang akan datang.

Baca Juga :  Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa

3. Perubahan ekuitas

  • Memberikan informasi wacana perubahan aktiva
  • Memberikan informasi wacana peruabahan kewajiban
  • Memberikan informasi pemikiran modal perusahaan terutama menyangkut modal pemilik perusahaan.

Baca Juga :  Pengertian, Contoh dan Unsur Laporan Perubahan Modal

4. Ailran kas 

  • Memudahkan investor atau forum yang memperlihatkan dukungan dana (kreditur) dalam memperkirakan kas (baik berupa bunga, deviden atau pengembalian dana yang di berikan ke perusahaan) yang akan diterima.
  • Memudahkan administrasi perusahaan dalam memperkirakan resiko yang mungkin terjadi dan antisipasi yang akan dilakukan.

Baca Juga : Tujuan Laporan Arus Kas, Definisi, Manfaat dan Contoh

Itulah tadi klarifikasi mengenai Fungsi Laporan Keuangan Secara Umum Bagi Perusahaan , biar bisa bermanfaat. Jangan lupa kunjungi juga artikel lainnya. Terimakasih.

Kunjungi Juga :


Sumber http://www.akuntansilengkap.com

Selasa, 29 Mei 2018

Akuntansi Dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur |Akuntansilengkap.com – Materi bahasan perusahaan manufaktur kali ini adalah:

  • Pengertian Perusahaan Manufaktur
  • Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur
  • Harga Pokok Produksi
  • Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur
  • Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur
  • Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur
  • Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Pengertian Perusahaan Manufaktur

Pengertian perusahaan manufaktur yaitu perusahaan yang acara utamanya mengolah materi mentah (bahan baku) menjadi barang jadi lalu menjual barang jadi tersebut. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.

Klasifikasi persediaan pada perusahaan manufaktur adalah

  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Dalam Proses
  3. Persediaan Barang Jadi

Baca juga: Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan keuangan perusahaan manufaktur intinya hampir sama dengan laporan keuangan perusahaan dagang. Sebagai gosip bagi yang sedang belajar akuntansi, perbedaannya hanya terletak pada bab Aktiva Lancar di Neraca dan Harga Pokok Penjualan di Laporan Laba-Rugi. (Baca: 16 Software keuangan terbaik )

Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

Perbandingan neraca perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur bisa kita lihat pada tabel berikut:

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Baca Juga:

  1. [TERBARU] Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa
  2. [TERBARU] Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
  3. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap Beserta Transaksinya
  4. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa Lengkap Beserta Penjelasannya

Laporan Rugi-Laba Perusahaan Manufaktur

Laporan keuntungan rugi perusahaan manufaktur yang melaporkan keadaan harga pokok penjualan bisa kita lihat di tabel perbandingan dengan perusahaan dagang berikut ini:

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Perbandingan diatas bisa dilihat penjelasannya di gambar berikut ini:

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur memerlukan banyak rekening untuk menentukan/menghitung harga pokok produksi, tetapi yang ditampilkan dalam Laporan Laba Rugi hanya totalnya saja, sedangkan rinciannya disajikan dalam Skedul Harga Pokok Produksi.

Contoh Skedul Harga Pokok Produksi sebagai (lampiran Laporan Laba Rugi diatas)

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Harga Pokok Produksi

Pengertian harga pokok produksi yaitu sering disebut juga dengan biaya produksi yaitu kumpulan dari biaya-biaya yang dikorbankan untuk memperoleh dan mengolah materi baku hingga menjadi barang jadi.

Kumpulan biaya tersebut terdiri dari:

  1. Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
  2. Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
  3. Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)

Biaya Bahan Baku

Biaya materi baku yaitu harga perolehan (harga pokok) dari materi yang terdapat pada barang jadi.

Bahan baku yaitu bab dari barang jadi yang sanggup di telusuri keberadaannya.

Bahan baku pada sebuah pabrik sanggup juga berasal dari barang jadi pabrik yang lain.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Pengertian tenaga kerja eksklusif yaitu tenaga kerja yang mempunyai relasi dan kinerja eksklusif dikala proses pengolahan barang, baik memakai kemampuan fisik atau dengan proteksi mesin.

Jadi, biaya tenaga kerja eksklusif yaitu semua kontraprestasi yang diberikan kepada tenaga kerja langsung.

Biaya Overhead Pabrik

Pengertian biaya overhead pabrik yaitu seluruh biaya yang timbul dalam proses pengolahan, yang tidak sanggup digolongkan dalam biaya bahanbaku atau biaya tenaga kerja langsung.

Yang termasuk dalam biaya overhead pabrik antara lain:

  1. Biaya materi penolong, yaitu jenis materi yang sangat kecil kuantitasnya yang dipakai dalam proses pengolahan, dan tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada barang jadi.
  2. Biaya tenaga kerja tidak langsung, contohnya upah pengawas, mekanik, mandor dan bab reparasi.
  3. Biaya penyusutan gedung pabrik, contohnya biaya penyusutan mesin.

Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Tahukah Kamu ?

Siklus akuntansi perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan siklus akuntansi perusahaan dagang. 

Akuntansi perusahaan manufafaktur dengan sistem fisik:

  1. Rekening Persediaan Bahan Baku dalam perusahaan manufaktur dipakai hanya untuk mencatat nilai materi baku yang tersisa, baik di awal periode maupun tamat periode.
  2. Transaksi Pembelian Bahan Baku dalam perusahaan manufaktur tidak dicatat ke dalam rekening Pembelian Bahan Baku.

Contoh :

Mei 17 Pembelian Bahan Baku Rp. 100.000
         Kas/Utang Dagang Rp. 100.000
  1. Rekening Persediaan Barang Dalam Proses hanya dipakai untuk mencatat nilai barang yang masih dalam proses baik di awal periode maupun tamat periode.
  2. Rekening Persediaan Barang Makara digunakan untuk mencatat nilai barang jadi pada awal periode dan tamat periode.
  3. Jurnal adaptasi perusahaan manufaktur pada prinsipnya sama dengan jurnal adaptasi perusahaan dagang.
  4. Neraca lajur perusahaan manufaktur dengan neraca lajur perusahaan dagang pada prinsipnya sama saja, hanya ditambahkan kolom untuk skedul harga pokok produksi.

Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur

Jurnal epilog perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. Rekening Harga Pokok Produksi dalam Perusahaan Manufaktur dipakai untuk menutup semua rekening yang akan dilaporkan di Skedul Harga Pokok Produksi. Saldo rekening ini lalu di transfer ke rekening Ikhtisar Rugi-Laba.

Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur:

Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Demikianlah pembahasan Akuntansi dan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur. Semoga bermanfaat menambah wawasan sobat semua. Terimakasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Kunjungi Juga Artikel Lainnya:

  1. “Manajemen Laba” Pengertian, Bentuk dan Motivasi
  2. “Obligasi” Pengertian, Jenis-Jenis, Rumus dan Perhitungan
  3. “Dividen” Pengertian, Jenis-Jenis dan Kebijakannya
  4. Contoh Jurnal Dan Metode Penghapusan Piutang Tak Tertagih
  5. 8 [Bahasan] Materi Pengantar Akuntansi Dasar dan Penjelasannya

Sumber http://www.akuntansilengkap.com

Rabu, 16 Mei 2018

Pengertian Relevance Dalam Laporan Keuangan Akuntansi

pengertian relevan dalam laporan keuangan akuntansi Pengertian Relevance Dalam Laporan Keuangan Akuntansi

“Pengertian Relevance Dalam Laporan Keuangan Akuntansi”

Akuntansilengkap.com | Pengertian relevan berdasarkan para ahli – mempunyai kaitan dan korelasi dekat dengan pokok persoalan yang sedang dihadapi (Ainon Mohd). Definisi relevan ialah hal-hal yang sejenis dan berkaitan dengan situasi ketika ini atau dalam konteks yang sempurna dan terhubung dengan kondisi yang sedang dialami.

Pengertian Relevance Dalam Akuntansi

Bahasan ini ialah perihal relevan dalam bidang laporan keuangan akuntansi. Kaprikornus yang dimaksud relevan ialah warta yang dihasilkan oleh Laporan Keuangan harus bisa menunjukkan kejelasan perihal fatwa keuangan perusahaan biar para pemakai warta nya bisa mengambil keputusan yang tepat.

Tujuan dan Pemakai Laporan Keuangan

Accounting Principle Board (APB)

Tujuan dari penyajian warta laporan keuangan bekerjsama ialah kepada siapak warta laporan keuangan ini ditujukan? Accounting Principle Board (APB) Statement No. 4 (AICPA) menjelaskan Laporan keuangan mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus yaitu:

  1. Tujuan umum: menyajikan laporan posisi keuangan, hasil perjuangan dan perubahan posisi keuangan secara masuk akal dan sesuai dengan prinsip akuntnasi yang diterima.
  2. Tujuan khusus: menunjukkan warta perihal kekayaan, kekayaan bersih, kewajiban, perubahan kekayaan dan kewajiban, proyeksi keuntungan serta informasi lainnya yang relevan.

Trueblood Commite

Menyatakan laporan keuangan lebih mengutamakan fungsinya yaitu “memberikan warta yang berkhasiat dalam pengambilan keputusan.”

Standar Akuntansi Keuangan

Menyatakan bahwa laporan keuangan menunjukkan warta untuk pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang dimaksud ialah dalam bidang keputusan ekonomi.

 keputusan ekonomi ini meliputi contohnya seperti, keputusan untuk mengangkat atau mengganti manajemen, keputusan menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan.

Baca juga: 

    1. 4 (Empat) Pilar Standar Akuntansi Keuangan Di Indonesia
    2. Pengertian Dan [4] Jenis-Jenis Laporan Keuangan
    3. 12 Manfaat Laporan Keuangan Lengkap

Komponen Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan yang lengkap diantaranya terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Arus Kas Dan Catatan Atas Laporan Keuangan simak di bawah ini perihal materi belajar akuntansi dasar.

  1. Neraca

Pengertian neraca ialah bab laporan keuagan yang berkaitan pribadi dengan posisi keuangan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas (modal). Disisi lain neraca juga sering didefinisikan sebagai laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan pada waktu tertentu di perusahaan, contohnya 31 Desember.

  1. Laporan Laba Rugi

Laporan ini akan melaporkan penghasilan dan beban perusahaan atau yang berkaitan dengan pengukuran kinerja pada waktu tertentu (a periode of time). Laporan ini meliputi pos-pos pendapatan, beban pinjaman, keuntungan rugi perusahaan, beban pajak, pos luar biasa, keuntungan atau rugi dari acara normal perusahaan, hak minoritas dan keuntungan atau rugi higienis untuk periode berjalan.

  1. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan ini menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva higienis ataupun kekayaan selama periode bersangkutan. Menggambarkan keuntungan atau kerugian yang berasal dari kegiatan perusahaan selama periode tertentu.

  1. Laporan Perubahan Arus Kas

Laporan ini menunjukkan warta perihal kemampuan perusahaan ketika menghasilkan kas atau setara kas dan memungkinkan para pengguna warta membandingkan nilai atau menilai kini dari arus kas masa depan (future cash flow) dari aneka macam perusahaan. Laporan ini akan melaporkan arus kas selama periode tertentu yang dikelompokkan berdasarkan acara operasi, investasi dan pendanaan.

  1. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang akan mengungkapkan diantaranya tentang:

  1. Informasi dasar penyusunan laporan keuangan serta kebijakan akuntansi yang diterapkan terhadap insiden yang penting pada suatu perusahaan.
  2. Informasi yang diwajibkan di dalam PSAK, namun tidak disajikan dalam laporan neraca, laporan keuntungan rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas (modal).
  3. Informasi pemanis yang tidak disajikan dalam laporan keuangan namun perlu dibentuk dalam rangka penyajian secara wajar.

Pemakai Laporan Keuangan

Adapun pemakai laporan keuangan ini bekerjsama sangat banyak, ada pengguna warta dari internal perusahaan ada juga pengguna warta eksternal perusahaan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, pemakai warta keuangan diantaranya adalah:

Investor kini dan investor potensial, pemberi pinjaman, karyawan, pemasok dan kreditor perjuangan lainnya, pemerintah, pelanggan, pemerintah, lembaga-lembaga serta masyarakat. (Pihak-pihak pemakai warta keuangan )

Itulah tadi Pengertian Relevan Dalam Laporan Keuangan Akuntansi. Semoga bermanfaat menambah wawasan teman-teman semua. Sekian dan terimakasih banyak atas kunjungannya. 🙂

Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. 5 [Bahasan] Landasan Koperasi Beserta Asas, Tujuan, Fungsi, Prinsip
  2. Pengertian Dan 8 Jenis Jenis Koperasi Lengkap Serta Struktur Organisasinya
  3. Contoh Laporan Laba Rugi Dan Jurnal Penutup Perusahaan Manufaktur
  4. Pengertian Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Dan Biaya Overhead Pabrik Dengan Contoh
  5. Tugas Manajer Personalia Dalam Perusahaan Beserta Fungsinya

Sumber http://www.akuntansilengkap.com

Selasa, 27 Maret 2018

Catatan Atas Laporan Keuangan [Lengkap]

Catatan atas laporan keuangan | Laporan keuangan berisi perihal isu yang berpontensi akan terjadinya kesalahpahaman dari pembacanya. Kesalahpahaman ini disebabkan oleh persepsi dari pembaca dalam memahami konsep akuntansi akrual. Pembaca cenderung melihat laporan keuangan pemerintah atau perusahaan yang termasuk dalam laporan keuangan sektor komersial.

Maka dibutuhkan suatu klarifikasi secara umum dan acuan ke dalam pos-pos laporan keuangan. Hal ini akan menghindari suatu kesalahpahaman atas laporan keuangan perusahaan.

Laporan keuangan harus disertai dengan catatan atas laporan keuangan yang berisi perihal isu yang sanggup memudahkan pengguna dan pembaca dalam memahami laporan keuangan tersebut.

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) merupakan salah satu unsur dari laporan keuangan yang menyajikan perihal informasi, daftar, analisis secara terinci atas suatu nilai posting yang telah disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas dengan tujuan sebagai pengungkapan yang memadai.

Catatan atas laporan keuangan yakni isu yang rinci mengenai unsur-unsur dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan mempunyai fungsi yaitu melengkapi isu nominal dalam laporan keuangan. (Baca juga : Fungsi laporan keuangan )

Selain itu catatan atas laporan keuangan juga bisa menjelaskan hal-hal yang tidak bisa diungkapkan secara rinci mengenai nominal yang terdapat dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan menjadi unsur yang tidak terpisahkan dalam laporan keuangan lantaran berkhasiat yang sangat penting. Hal ini akan bermanfaat bagi pihak yang sering mencari tahu isu laporan keuangan yang akan dikeluarkan oleh perusahaan terbuka (Tbk). (Baca juga: Pengertian dan penggolongan akun riil dan nominal )

 berisi perihal isu yang berpontensi akan terjadinya kesalahpahaman dari pembacanya Catatan Atas Laporan Keuangan [Lengkap]

Baca juga:

  1. [Lengkap] 24 Objek Pajak Penghasilan PPh dan Contohnya
  2. Pengertian Komunikasi Bisnis [Tujuan, Bentuk, Manfaat, dan Fungsi]
  3. [Lengkap] Pengertian, Faktor Pendorong, Hambatan Perdagangan Internasional [Contoh di Indonesia]

Laporan keuangan tidak sanggup menyajikan semua isu yang diharapkan oleh banyak pihak, namun laporan keuangan akan tetap menyajikan catatan atas laporan keuangan tersebut dengan tujuan untuk mengungkapkan maksud khusus, contohnya menyerupai :

  • Pernyataan atas satu akun yang terbentuk dari adonan beberapa akun,
  • Perlakuan jaminan
  • Serta hal-hal yang tidak sanggup dinyatakan hanya dengan nominal tertentu.

Mengapa Catatan Atas Laporan Keuangan itu penting?
Catatan atas laporan keuangan menjadi suatu hal yang penting lantaran menjadi sebagai dasar untuk menjelaskan secara rinci kepada pihak pembaca secara luas. Hal ini sanggup membantu pembaca semoga tidak akan salah persepsi dalam membaca laporan keuangan perusahaan tertentu berkat adanaya catatan atas laporan keuangan tersebut.

Contohnya yaitu:

Terdapat suatu penurunan yang drastis atas nilai aset tetap untuk periode pelaporan tahun ini dengan tahun sebelumnya. Maka dengan adanya catatan atas laporan keuangan akan menjelaskan alasan atau penyebab penurunan secara drastis atas nilai asets tetap tersebut.

Catatan atas laporan keuangan dibentuk dengan tujuan untuk mudah dipahami oleh manajemen entitas pelaporan serta untuk banyak pihak pula. Umumnya, laporan keuangan berisi isu yang berpontensi menjadikan terjadinya kesalahpahaman bagi pihak pembaca.

Selain itu kesalahpahaman juga sanggup disebabkan oleh adanya interpretasi yang keliru dari pembaca laporan keuangan. Untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman tersebut, maka catatan atas laporan keuangan akan menyajikan isu yang telah menjadikan suatu kesalahpahaman sebelumnya dalam laporan keuangan.

Contohnya yaitu:

Umumnya pembaca laporan keuangan suatu perusahaan akan berpontensi mengalami kesalahpahaman dalam memahami konsep akuntansi akrual lantaran sudah terbiasa dengan orientasi anggaran serta laporan keuangan sektor komersial.

Informasi dalam Catatan Atas Laporan Keuangan

Berikut ini merupakan isu dalam catatan atas laporan keuangan, yaitu:

  1.  Kebijakan akuntansi
  2.  Penjelasan pos-pos laporan keuangan,
  3.  Pengungkapan lainnya, dan isu komplemen yang diperlukan.

Tidak hanya perusahaan saja yang harus menyajikan catatan atas laporan keuangan, tetapi pemerintah juga harus menyajikan catatan atas laporan keuangan lantaran pemerintah termasuk dalam entitas.

Berikut ini merupakan isi dari catatan atas laporan keungan yaitu menyajikan isu perihal klarifikasi mengenai pos-pos laporan keuangan yang bertujuan sebagai pengungkapan yang memadai, yaitu:

  1. Catatan atas laporan keuangan menyajikan isu umum mengenai Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;
  2. Catatan atas laporan keuangan menyajikan isu perihal kebijakan fiskal serta ekonomi makro,
  3. Catatan atas laporan keuangan menyajikan suatu ikhtisar atas tercapainya sasaran keuangan perusahaan selama tahun pelaporan serta mengungkapkan hambatan dan hambatan yang terjadi dikala mencapai sasaran tersebut;
  4. Catatan atas laporan keuangan menyajikan isu mengenai landasan dasar dalam penyusunan laporan keuangan serta kebijakan-kebijakan akuntansi yang akan diterapkan dalam transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
  5. Catatan atas laporan keuangan menyajikan klarifikasi atas masing-masing pos yang disajikan pada laporan keuangan secara rinci;
  6. Catatan atas laporan keuangan menyajikan isu yang penting dah menjadi suatu kewajiaban yang harus diungkapkan atas kebijakan dasri Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) mengenai isu belum disajikan dalam;
  7. Catatan atas laporan keuangan menyajikan isu lain yang dibutuhkan untuk penyajian yang wajar, dan yang tidak terdapat dalam laporan keuangan.

Dan masih banyak lagi isu yang harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan suatu perusahaan. Catatan atas laporan keuangan harus dibentuk secara rinci dan sesuai dengan kebijakan akuntansi serta kebutuhan perusahaan tersebut.

Demikianlah penjelasana perihal Catatan Atas Laporan Keuangan. Terimakasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat^^

Kunjungi artikel terbaru:

  1.  3 Karakteristik Administrasi Perkantoran Dan Contohnya
  2. Unsur Unsur Administrasi Perkantoran [Contoh dan Penjelasan] Menurut Ahli
  3. Pengertian, Segmentasi Pasar [Strategi dan Contoh]
  4. Pengertian Stakeholder [Teori Analisis dan Contoh]
  5. (Lengkap) Pengertian, Contoh, Fungsi Lembaga Ekonomi dan Tujuannya

Sumber http://www.akuntansilengkap.com