Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Oktober 2017

Kategori Masyarakat Indonesia


Indonesia merupakan sebuah negara yang mempunyai masyarakat multikultural. Banyak perbedaan antara masyarakat di tempat satu dengan masyarakat di tempat lainnya. Salah satu perbedaannya ialah karakter-karakter yang dimiliki oleh setiap masyarakat yang ada. Berikut ini ialah klarifikasi mengenai kategori masyarakat Indonesia.


Kategori Masyarakat Indonesia

A.Berdasarkan Sikap Pergaulannya
Berdasarkan perilaku pegaulannya, masyarakat Indonesia sanggup dibagi menjadi masyarakat ekslusif dan masyarakat inklusif. Berikut ialah pengertian dari masyarakat ekslusif dan masyarakat inklusif :

  • Masyarakat Ekslusif : Masyarakat yang takut terhadap efek budaya lain yang dianggap sanggup merusak budaya yang ada. Untuk itu, mereka membatasi pergaulannya dengan masyarakat lain, terutama dalam hal kepercayaan/keyakinan agama serta dalam hal perkawinan.
  • Masyarakat Inklusif : Masyarakat yang akomodatif (dapat menyesuaikan diri) terhadap budaya lain sehingga cenderung gampang berafiliasi dengan masyarakat lain dan menganggap bahwa setiap anggota masyarakat mempunyai harkat yang sama.

B.Berdasarkan Sikapnya terhadap Perubahan
Berdasarkan sikapnya terhadap perubahan, masyarakat Indonesia sanggup dibagi menjadi masyarakat konservatif dan masyarakat modern. Berikut ialah pengertian dari masyarakat konservatif dan masyarakat modern :

  • Masyarakat Konservatif : Masyarakat yang tidak menyukai perubahan alasannya ialah menganggap bahwa kebudayaannya telah sempurna/mapan.
  • Masyarakat Modern : Masyarakat yang cenderung menyukai perubahan sesuai dengan kebutuhannya yang semakin berkembang dan kompleks.

C.Berdasarkan Lokalitasnya
Berdasarkan lokalitasnya, masyarakat Indonesia sanggup dibagi menjadi masyarakat desa dan masyarakat kota. Berikut ialah klarifikasi mengenai masyarakat desa dan masyarakat kota :

1.Masyarakat Desa
Masyarakat desa merupakan salah satu bentuk kelompok sosial kecil. Masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional, namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Masyarakata desa ialah masyarakat yang tinggal di suatu tempat tertentu atau dikenal dengan sebutan masyarakat setempat.

Pada umumnya, masyarakat desa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Anggota komunitasnya kecil
  • Hubungan antarindividu bersifat kekeluargaan
  • Sistem kepemimpinannya bersifat informal
  • Ketrgantungan terhadap alam tinggi
  • Religius magis
  • Rasa solidaritas dan bantu-membantu tinggi
  • Kontrol sosial antarwarga kuat
  • Hubungan antara pemimpin dengan warga bersifat informal
  • Pembagian kerja tidak tegas dan belum ada spesialisasi pekerjaan
  • Patuh terhadap nilai-nilai dan norma didesanya
  • Mobilitasnya rendah.

2.Masyarakat Kota


Pada umumnya, masyarakat kota mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Pola pikir rasional
  • Individualistis
  • Masyarakat cenderung sekuler
  • Mata pencahariannya sangat beragam
  • Sangat menghargai spesialisasi yang langka menurut manfaatnya
  • Menjadikan kota sebagai sentra acara politik, ekonomi, dan pendidikan.

D.Berdasarkan Mata Pencahariannya
Berdasarkan mata pencahariannya, masyarakat Indonesia sanggup dibagi menjadi masyarakat pertanian, masyarakat nelayan, dan masyarakat industri. Berikut ialah klarifikasi mengenai masyarakat pertanian, masyarakat nelayan, dan masyarakat industri :

1.Masyarakat Pertanian


Masyarakat pertanian terdapat di desa. Hal ini karena, sebagian besar masyarakat desa mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Masyarakat pertanian pada umumnya sangat giat dan religius. Mereka berusaha untuk menjaga kekerabatan alam dengan insan sebaik-baiknya.

2.Masyarakat Nelayan


Di Indonesia, masyarakat nelayan hanyalah nelayan kecil yang tidak mempunyai modal perjuangan yang besar. Nelayan di Indonesia pada umumnya hanya memakai peralatan-peralatan sederhana untuk menangkap ikan menyerupai jala kecil, dan alat pancing sederhana.

3.Masyarakat Industri
Masyarakat industri terdapat di tempat kota. Ciri utama dari masyarakat industri ialah sangat menghargai spesialisasi pekerjaan. Semakin terspesialisasi seseorang, maka semakin besar penghargaan yang diberikan kepada orang tersebut. Selain itu, terdapat persaingan yang ketat untuk mendapat pekerjaan atau posisi tertentu.

E.Berdasarkan Laju Perubahan
Berdasarkan laju perubahan, masyarakat Indonesia sanggup dibagi menjadi masyarakat tradisional dan masyarakat modern. Berikut ialah klarifikasi mengenai masyarakat tradisional dan masyarakat modern :

1.Masyarakat Tradisional
Masyarakat tradisional ialah masyarakat desa yang masih memegang tradisi leluhurnya. Mereka umumnya mempunyai pandangan bahwa melakukan warisan leluhur merupakan kewajiban, kebutuhan, dan kebanggan bagi setiap orang. Masyarakat tradisional cenderung tertutup dan menaruh curiga terhadap kebudayaan lain yang dianggap sanggup merusak keharmonisan masyarakat.

2.Masyarakat Modern
Masyarakat modern ialah masyarakat yang telah mengalami transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi zamannya. Berikut ini ialah ciri-ciri masyarakat modern :

  • Terbuka terhadap hal-hal baru
  • Menerima perubahan secara kritis
  • Peka terhadap masalah-masalah yang terjadinya di lingkungannya.
  • Berorientasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang.
  • Menggunakan perencanaan dalam segala tindakan
  • Yakin akan manfaat iptek
  • Menghormati HAM
  • Tidak tergantung pada nasib
  • Yakin pada potensi/kemampuannya dan bisa mengembangkannya.

Nah, itu tadi klarifikasi mengenai Kategori Masyarakat Indonesia. Semoga dengan adanya artikel ini, sanggup memberi isu pelengkap kepada pembaca mengenai masyarakat Indonesia. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀

Referensi :
1.Maryati, Kun. 2007. Sosiologi untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Jilid 2. Jakarta: Esis
Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Faktor Pendukung Dan Penghambat Masyarakat Multikultural

Indonesia merupakan salah satu pola dari negara yang mempunyai masyarakat multikultural. Hal ini dikarenakan masayarakat di Indonesia mempunyai banyak perbedaan antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Adapun faktor pendukung dan penghambat terjadinya masyarakat multikultural. Berikut ialah penjelasannya.

A.Faktor Pendukung Masyarakat Multikultural

1.Kondisi Geografis
Kondisi geografis merupakan salah satu faktor yang mendukung terjadinya masyarakat multikultural. Contoh di Indonesia, terdapat banyak pulau yang saling terpisah satu sama lain. Hal ini menciptakan penduduk di setiap pulau tumbuh menjadi kesatuan-kesatuan suku bangsa yang terisolasi satu sama lain. Mereka membuatkan pola perilaku, bahasa, dan ikatan-ikatan kebudayaan lain yang berbeda-beda.

2.Pengaruh Kebudayaan Asing
Kebudayaan gila sanggup menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya masyarakat multikultural. Kebudayaan gila biasanya dibawa melalui jalur perdagangan menyerupai yang terjadi di Indonesia pada zaman dahulu. Pedagang dari India, China, Gujarat, dan Eropa membawa kebudayaannya ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya interaksi antara bangsa gila dengan penduduk lokal, dan terjadilah amalgamasi dan asimilasi kebudayaan. Akibat dari amalgamasi dan asimilasi kebudayaan tersebut terbentuklah ras, subras, agama, dan keyakinan yang berbeda-beda di Indonesia.

3.Iklim yang Berbeda
Iklim yang berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lain akan mengakibatkan kondisi alam yang berbeda pula. Kondisi ini menciptakan tiap-tiap kawasan mempunyai pola sikap dan sistem mata pencaharian yang berbeda-beda. Akibatnya terjadilah keragaman masyarakat.

4.Pembangunan
Pembangunan juga merupakan faktor yang mendukung terjadinya masyarakat multikultural terutama secara vertikal menurut aspek ekonomi. Hal ini menghasilkan kelas-kelas yang berbeda di antara masyarakat, yaitu kelas atas yang terdiri dari para pengusaha, kelas menengah yang terdiri dari administrator muda, dan kelas bawah yang terdiri dari pekerja dan buruh.

B.Faktor Penghambat Masyarakat Multikultural

1.Menganggap Budaya Sendiri yang Paling Baik
Pengakuan terhadap budaya sendiris secara berlebihan sanggup mengarah pada kecintaan diri sendiri ataupun kelompoknya. Sikap ini merupakan warisan dari kolonialisme yang menganggap bahwa bangsa jajahan lebih rendah dibandingkan penjajah.

2.Pertentangan Antara Budaya Barat dan Timur
Terdapat pandangan yang menganggap budaya barat sebagai budaya yang dinamis, sedangkan budaya timur merupakan budaya yang kaku. Pertentangan ini cenderung Eropa-sentris sehingga mengakibatkan westernisasi di banyak sekali bidang kehidupan.

3.Pluralisme Dianggap sebagai sesuatu yang Eksotis
Banyak pengamat barat yang menganggap budaya lain mempunyai sifat yang eksotis/menarik perhatian dan bukan dihargai sebagai budaya yang mempunyai kekhasan yang berbeda dengan budayanya.

4.Pandangan Paternalistis
Pandagan ini menganggap bahwa kaum pria lebih tinggi dari wanita yang mengakibatkan kaum wanita sebagai kaum minor dan disubordinasikan dari tugas laki-laki.

5.Mencari Indigenous Culture
Artinya mencari sesuatu yang dianggap asli. Misalnya, di Jakarta ada kecenderungan menamai gedung-gedung dengan nama dalam bahasa Sansekerta. Pada masa globalisasi, pemujaan terhadap indigenous culture merupakan sikap yang mempertentangkan istilah Barat dan non-Barat. Pada masa tersebut, kerjasama internasional tidak mengharamkan pengunaan unsur-unsur budaya lain yang sanggup diadopsi dan diubahsuaikan dengan lingkungan budaya yang berbeda.
 
6.Pandangan Negatif Penduduk Asli terhadap Orang Asing
Banyak penduduk orisinil yang tidak menyukai jikalau orang gila sanggup berbicara banyak perihal kebudayaan penduduk orisinil walaupun bersama-sama kebudayaan tersebut sanggup dipelajari oleh siapa saja. Banyak penduduk orisinil yang tidak mau mengakui pandangan orang lain terhadap kebudayaannya.

Nah, itu tadi klarifikasi mengenai Faktor Pendukung dan Penghambat Masyarakat Multikultural. Semoga dengan artikel ini sanggup memberi informasi perhiasan kepada pembaca mengenai masyarakat multikultural. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.
Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Minggu, 22 Oktober 2017

Masyarakat Multikultural : Pengertian, Karakteristik, Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Akibat daripada diferensiasi dan stratifikasi sosial yaitu terbentuknya banyak sekali kelompok-kelompok dalam masyarakat. Kelompok-kelompok ini mempunyai norma-norma dan kebudayaan yang berbeda-beda. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya suatu masyarakat multikultural. Adapun faktor-faktor yang sanggup mempengaruhi terbentuk atau tidaknya suatu masyarakat multikultural. Berikut ini yaitu klarifikasi mengenai masyarakat multikultural.

A.Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat multikultural yaitu masyarakat yang terdiri atas bermacam-macam kelompok sosial dengan sistem norma dan kebudayaan yang berbeda-beda. Masyarakat multikultural merupakan masyarakat modern yang terdiri dari banyak sekali golongan, suku, etnis (suku bangsa), ras, agama, dan budaya.

B.Karakteristik Masyarakat Multikultural

Menurut jago Pierre L. Van den Barghe, ada beberapa karakteristik dalam masyarakat multikultural. Karakteristik tersebut yaitu sebagai berikut :

  1. Terjadinya segmentasi atau pembagian kedalam kelompok-kelompok yang sering mempunyai subkebudayaan yang berbeda satu sama lain.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer (tidak saling melengkapi)
  3. Kurang menyebarkan konsensus (kesepakatan) diantara anggotanya mengenai nilai-nilai yang bersifat dasar.
  4. Secara relatif, sering terjadi konflik antarkelompok.
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling tergantung dalam bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi politik suatu kelompok atas kelompok lain.

C.Faktor yang Mempengaruhi Masyarakat Multikultural
Terbentuk atau tidak terbentuknya suatu masyarakat multikultural dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ada faktor yang menjadi pendukung terbentuknya masyarakat multikultural, dan ada juga faktor yang menjadi penghambat terbentuknya masyarakat multikultural. Berikut ini yaitu faktor-faktor tersebut :

1.Faktor Pendukung
Beberapa faktor yang mendukung terjadinya masyarakat multikultural yaitu sebagai berikut :

  • Keadaan geografis : Kondisi geografis yang terpisah-pisah sanggup membentuk bermacam-macam suku bangsa yang mempunyai banyak sekali perbedaan.
  • Pengaruh kebudayaan asing : Masyarakat lokal yang berinteraksi dengan bangsa asing, akan menimbulkan amalgamasi dan asimilasi kebudayaan yang membentuk ras, subras, agama yang berbeda-beda.
  • Iklim yang berbeda : Iklim yang berbeda menimbulkan kondisi alam yang berbeda. Hal ini menciptakan sistem mata pencaharian tempat satu dengan tempat lain berbeda.
  • Pembangunan : Pembangunan di banyak sekali bidang, menimbulkan terjadinya pembagian kelas-kelas sosial didasarkan pada aspek ekonomi.

2.Faktor Penghambat
Beberapa faktor yang menghambat terjadinya masyarakat multikultutal yaitu sebagai berikut :

  • Menganggap budaya sendiri yang paling baik : Pengakuan yang berlebihan terhadap budaya sendiri sanggup mengarah pada kecintaan terhadap diri sendiri dan kelompoknya.
  • Pertentangan antara budaya barat dan timur : Budaya barat banyak dipandang sebagai budaya dinamis, sedangkan budaya timur sering dipandang sebagai budaya kaku. Pertentangan ini cenderung Eropa-sentris sehingga menimbulkan westernisasi di banyak sekali bidang kehidupan.
  • Pluralisme sebagai sesuatu yang eksotis : Budaya barat menganggap budaya lain mempunyai sifat eksotik dan menarik dan bukan dihargai sebagai budaya yang mempunyai kekhasan yang berbeda dengan budayanya.
  • Pandangan paternalistis : Masih banyak orang yang menganut paham paternalistis yang menimbulkan bias terhadap perempuan. Banyak masyarakat yang memandang status wanita sebagai sesuatu yang minor.
  • Mencari indigenous culture : Mencari sesuatu yang dianggap asli.
  • Pandangan negatif penduduk orisinil terhadap orang asing : Banyak orang ajaib yang paham dengan baik kebudayaan penduduk asli, bahkan mengkritisinya. Namun, banyak orang tidak menyukai pendapat orang lain mengenai kebudayaannya.

Nah, itu tadi klarifikasi mengenai Masyarakat Multikultural. Semoga dengan adanya artikel ini sanggup memberi isu tambahan kepada pembaca mengenai masyarakat multikultural. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya
Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Manfaat Masyarakat Multikultural

Untuk mewujudkan suatu masyarakat multikultural cukup sulit. Hal ini dikarenakan pada umumnya, perilaku masyarakat cenderung primodial dan tidak adil. Padahal, jikalau tiap masyarakat mengetahui apa saja manfaat dari adanya masyarakat multikultural tentu untuk membuat suatu masyarakat multikultural tidaklah sulit. Berikut ini yaitu manfaat dari masyarakat multikultural.

Manfaat Masyarakat Multikultural
Manfaat dari masyarakat multikultural perlu untuk diketahui, alasannya dengan ini suatu masyarakat akan mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat lain. Berikut ini yaitu manfaat dari masyarakat multikultural :

  1. Menggali kearifan setiap budaya : Dengan hubungan yang serasi antarmasyarakat, maka sanggup digali kearifan yang dimiliki oleh setiap budaya, untuk mungkin dicontoh oleh masyarakat lain.
  2. Muncul perilaku toleransi : Hal ini jawaban dari adanya rasa penghargaan terhadap budaya lain dan merupakan syarat utama dari masyarakat multikultural.
  3. Menjadi benteng pertahanan : Masyarakat yang multikultural sanggup menjadi benteng pertahanan terhadap bahaya yang timbul dari budaya kapital yang cenderung melumpuhkan budaya yang beragam. Paham kapitalisme cenderung diskriminatif dan mengabaikan eksistensi budaya setempat.
  4. Menjadi alat untuk membina dunia yang kondusif dan sejahtera : Dengan multikulturalisme, bangsa-bangsa duduk bersama, saling menghargai, dan saling membantu untuk menuntaskan banyak sekali persoalan yang dihadapi. Masalah yang dihadapi oleh suatu masyarakat secara pribadi atau tidak pribadi akan kuat terhadap masyarakat lain pula.
  5. Mengajarkan pandangan bahwa kebenaran tidak dimonopoli : Kebenaran tidak hanya dimonopoli oleh satu orang atau kelompok saja, tetapi ada dimana-mana tergantung dari sudut pandang setiap orang. Masyarakat multikultural menganggap bahwa dengan saling mengenal dan saling menghargai budaya orang lain, sanggup tercipta kehidupan yang penuh toleransi, sehingga tercipta masyarakat yang kondusif dan sejahtera.


Nah, itu tadi klarifikasi mengenai Manfaat Masyarakat Multikultural. Semoga dengan adanya artikel ini, sanggup memberi info komplemen kepada pembaca mengenai masyarakat multikultural. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi : 
1.Maryati, Kun. 2007. Sosiologi untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Jilid 2. Jakarta: Esis
Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Pengertian Paguyuban Dan Patembayan

Sejak dilahirkan, insan sudah mempunyai hasrat untuk menjadi satu dengan insan lain disekelilingnya serta menjadi satu dengan lingkungan alamnya. Akibatnya, insan menjadi saling terikat dan saling tergantung yang mendorong mereka untuk membentuk suatu kelompok sosial. Berdasarkan kekerabatan sosial dan tujuan, ada 2 tipe kelompok sosial, yaitu paguyuban dan patembayan. Berikut yakni klarifikasi mengenai paguyuban dan patembayan.


A.Paguyuban (gemeinschaft)

1.Pengertian Paguyuban
Paguyuban merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya mempunyai kekerabatan batin yang kuat, bersifat alamiah, dan kekal.

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mengartikan paguyuban sebagai perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, didirikan oleh orang orang yang sepaham (sedarah) untuk membina persatuan (kerukunan) di antara para anggotanya. Contoh daripada paguyuban yakni : keluarga, kelompok kekerabatan, dan kekerabatan antar tetangga pada masyarakat tradisional/pedesaan.

2.Ciri-Ciri Paguyuban
Menurut Ferdinand Tonnies, paguyuban mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut :

  • Intim : yaitu kekerabatan menyeluruh yang mesra
  • Privat : yaitu kekerabatan yang bersifat pribadi, khusus untuk beberapa orang saja.
  • Ekslusif : kekerabatan tersebut hanya untuk kelompok eksklusif dan bukan untuk orang luar.

3.Tipe Paguyuban
Paguyuban sanggup dibagi menjadi 3 tipe, yaitu sebagai berikut :

  • Paguyuban menurut ikatan darah : yaitu kelompok yang terbentuk alasannya kekerabatan sedarah. Kelompok ini mempunyai solidaritas yang kuat, alasannya mempunyai kepercayaan bahwa berasal dari satu nenek moyang yang sama. Contoh : keluarga dan kelompok kekerabatan.
  • Paguyuban menurut ikatan tempat : yaitu kelompok yang terbetuk menurut lokalitas. Beberapa keluarga yang daerah tinggalnya berdekatan membentuk Rukun Tetangga (RT) yang selanjutnya sanggup berubah menjadi Rukun Warga (RW). Contoh : Rukun Tetangga, Rukun Warga.
  • Paguyuban menurut pemikiran : yaitu kelompok yang terbetuk akhir beberapa orang mempunyai pemikiran, jiwa, dan ideologi yang sama. Contoh : partai politik menurut agama.

B.Patembayan (gesellschaft)

1.Pengertian Patembayan
Patembayan merupakan bentuk kehidupan bersama dimana di antara anggotanya terdapat ikatan lahir yang bersifat pokok, dalam jangka waktu relatif pendek.

Wikipedia mengartikan patembayan sebagai kelompok sosial yang anggota-anggotanya mempunyai ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek. Beberapa pola patembayan yakni : ikatan dagang, ikatan pengusaha, organisasi dalam suatu pabrik, dll. 

2.Ciri-Ciri Patembayan
Patembayan mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut :

  • Hubungan antaranggotanya bersifat formal
  • Memiliki orientasi pada ekonomi dan tidak bersifat baka (hanya sementara)
  • Memperhitungkan nilai guna
  • Lebih didasarkan pada kenyataan sosial.

Nah, itu tadi klarifikasi mengenai Pengertian Paguyuban dan Patembayan. Semoga dengan adanya artikel ini, sanggup memberi isu perhiasan kepada pembaca mengenai kelompok sosial. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Referensi : 
1.Maryati, Kun. 2007. Sosiologi untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Jilid 2. Jakarta: Esis
2.https://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
3.http://kbbi.web.id/paguyuban
Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Rabu, 18 Oktober 2017

Pengertian Modernisasi Berdasarkan Para Ahli

Dalam sejarah insan banyak terjadi perubahan sosial yang besar dan balasannya berhasil membentuk kembali sejarah peradaban dan kebudayaan insan yang lebih maju dibandingkan sebelumnya. Sejarah insan menjadi lebih maju inilah yang disebut sebagai modernisasi. Beberapa hebat mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian dari Modernisasi. Berikut ini ialah pengertian modernisasi berdasarkan para ahli.

  1. Wilbert E. Moore : Modernisasi ialah suatu transformasi total kehidupan bersama dalam bidang teknologi dan organisasi sosial dari yang tradisional ke arah pola-pola irit dan politis yang didahului oleh negara-negara barat yang telah stabil.
  2. Koentjaraningrat : Modernisasi ialah perjuangan untuk hidup sesuai dengan zaman dan keadaan dunia sekarang.
  3. Soerjono Soekanto : Modernisasi ialah suatu bentuk dari perubahan sosial yang biasanya terarah dan didasarkan pada suatu perencanaan.
  4. Astrid S. Susanto : Modernisasi ialah suatu proses pembangunan yang menawarkan kesempatan ke arah perubahan demi kemajuan.
  5. Ogburn dan Nimkoff : Modernisasi ialah suatu perjuangan untuk mengarahkan masyarakat semoga sanggup memproyeksikan diri ke masa depan aktual dan bukan pada angan-angan semu.
  6. Johan Willem Schoorl : Modernisasi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan.
  7. Widjojo Nitisastro : Modernisasi ialah transformasi atau perubahan total dari kehidupan tradisional dan organisasi sosial menuju ke arah pola-pola irit dan politis.
  8. Alex Thio : Modernisasi ialah salah satu bentuk perubahan sosial yang dulunya masyarakat pertanian menjelma masyarakat industri.
  9. Harold Rosenberg : Modernisasi ialah sebuah tradisi gres yang mengacu pada urbanisasi atau erosi sifat-sifat pedesaan suatu masyarakat.
  10. Abdul Syam : Modernisasi ialah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dalam banyak sekali aspek dalam kehidupan masyarakat.

Itu tadi klarifikasi mengenai pengertian modernisasi berdasarkan para ahli. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya. 

Sumber http://thekingslau.blogspot.com

Selasa, 17 Oktober 2017

Pengertian Perubahan Sosial Berdasarkan Para Jago

Masyarakat selalu berkembang dan mengalami perubahan baik lambat ataupun cepat. Perubahan-perubahan yang terjadi didalam masyarakat disebut sebagai perubahan sosial. Adapun pandangan para hebat mengenai perubahan sosial, yaitu sebagai berikut :

  1. Selo Soemardjan : Perubahan sosial ialah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan sikap di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
  2. Kingsley Davis : Perubahan sosial ialah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  3. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin : Perubahan sosial sebagai suatu variasi dan cara-cara hidup yang telah diterima, baik sebab perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun sebab adanya difusi atau penemuan-penemuan gres dalam masyarakat.
  4. Samuel Koenig : Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi tersebut sanggup terjadi sebab faktor-faktor intern maupun ekstern.
  5. Robert Maclver : Perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.
  6. William F. Ogburn : Perubahan sosial menekankan pada kondisi teknologis yang menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial, menyerupai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat besar lengan berkuasa terhadap teladan berpikir masyarakat.
  7. Emile Durkheim : Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
  8. Raja : Perubahan sosial ialah segala perubahan pada forum kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial.
  9. Max Weber : Perubahan sosial budaya merupakan perubahan situasi didalam masyarakat yang menjadi akhir ketidaksesuaian unsur-unsur.
  10. Wikipedia Indonesia : Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, teladan sikap diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Itu tadi klarifikasi mengenai pengertian perubahan sosial berdasarkan para ahli. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.

Sumber http://thekingslau.blogspot.com