Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2018

Panjelasan Mengenai 6 Unsur Cuaca Dan Iklim

Unsur cuaca dan iklim utama menyerupai suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, tekanan udara, angin, durasi penyinaran matahari. Faktor yang menghipnotis unsur iklim sehingga membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di tempat lain disebut kendali iklim. Beberapa kendali iklim menyerupai matahari, distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai.

1. Suhu Udara

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat. Tempat yang terbuka, suhunya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula suhu di ladang berumput berbeda dengan lading yang di bajak. Secara fisis suhu udara sanggup didefinisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin cepat gerakan molekul, makin tinggi suhunya. Suhu juga sanggup didefinisikan sebagai tingkat panas suatu benda. Skala yang sering digunakan dalam pengukuran suhu udara ialah skala Fahrenheit yang digunakan di negara Inggris dan skala Celcius yang digunakan oleh sebagian besar negara di dunia. Suhu Fahrenheit sanggup diubah menjadi derajat Celcius dengan persamaan berikut:


Dalam beberapa penerapan, skala Kelvin atau skala suhu mutlak sering dipakai. Nilai setiap derajat pada skala mutlak sama dengan derajat Celcius ditambah 273.

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Suhu maksimum terjadi setelah tengah hari, biasanya antara jam 12.00 dan jam 14.00 dan suhu minimum terjadi pada jam 06.00 atau sekitar matahari terbit.

Suhu udara harian rata-rata didefinisikan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Di Indonesia suhu harian rata-rata sanggup dihitung dengan persamaan:
di mana ialah suhu harian rata-rata, dan T7 , T13 , T18 ialah suhu udara pada jam 7.00, jam 13.00, dan jam 18.00.

Suhu bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam satu bulan dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitumg dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12 atau jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun (365 hari) .

2. Kelembaban udara

Udara atmosfer ialah campurandari udara kering dan uap air. Ada beberapa cara untuk memilih jumlah uap air, yaitu :
  1. Tekanan uap (e) ialah tekanan parsial dari uap air.
    e = ρRT
  2. Kelembaban mutlak yaitu massa jenis uap (massa air yang terkandung dalam satu satuan volume udara lengas) dengan persamaan:
  3. Nisbah percampuran (mixing ratio) yaitu nisbah uap air terhadap massa udara kering.
  4. Kelembaban spesifik (q) didefinisikan sebagai massa uap air per satuan massa udara basah.
  5. Kelembaban nisbi (RH) ialah perbandingan nisbah percampuran (r) dengan nilai jenuhnya (rs) dan dinyatakan dalam persen, jadi:

3. Curah Hujan

Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25, 4 mm). Di kawasan tropis hujannya lebih lebat daripada di kawasan lintang tinggi. Garis yang menghubungkan titik-titik dengan curah hujan sama selama periode tertentu disebut isohyets.
Ada tiga jenis hujan, yaitu :
  1. Hujan konvektif
    Akibat pemanasan radiasi matahari udara permukaan akan memuai dan naik ke atas, kemudian mengembun.Gerakan vertical udara lembab yang mengalami pendinginan dengan cepat akan menghasilkan hujan deras.Awan cumulonimbus (Cb) yang terjadi, pada umumnya meliputi kawasan yang nisbi kecil sehingga hujan deras berlangsung dalam waktutidak lama.
  2. Hujan orografik
    Jika gerakan udara melalui pegunumgan atau bukit yang tinggi maka udara akan dipaksa naik. Setelah terjadi kondensaasi, tumbuh awan pada lereng di atas angin (windward side) dan hujannya disebut hujan orografik, sedangkan pada lereng di bawah angin (leeward side), udara yang turun akan mengalami pemanaan dengan sifat kering, dan kawasan ini disebut kawasan bayangan hujan.
  3. Hujan konvergensi dan frontal
    Jika dua massa udara yang konvergen horizontal memiliki suhu dan massa jenis berbeda, maka massa udara yang lebih panas akan dipaksa naik di atas massa udara dingin. Bidang batas antara kedua massa udara yang berbeda sifat fisisnya disebut front.

Jumlah curah hujan paling berlimpah terdapat di kawasan ekuator dan berkurang menuuju kawasan kutub. Ada tigapola curah hujan di Indonesia, yaitu :
  1. Pola curah hujan jenis monsun
    Distribusi curah hujan bulanan berbentuk “V” dengan jumlah curah hujan musiman pada bulan Juni, Juli, atau Agustus. Saat monsun barat jumlah curah hujan berlimpah, sebaliknya dikala monsoon timur jumlah curah hujan sangat sedikit. Daerah curah hujan jenis monsun sangat luas terdapat di Indonesia.
  2. Pola curah hujan jenis ekuator
    Jumlah curah hujan maksimum terjadi setelah ekinoks. Tempat di kawasan ekuator menyerupai Pontianak dan Padang.
  3. Pola curah hujan jenis lokal
    Distribusi curah hujan bulanannya kebalikan dari jenis monsun, lebih banyak dipengaruhi oleh sifat local. Daerah yang memiliki sifat local sangat sedikit, contohnya kawasan Ambon.

4. Tekanan Atmosfer

Berat sebuah kolom udara per satuan luas di atas sebuah titik menawarkan tekanan atmosfer pada titik tersebut. Di permukaan maritim tekanan atmosfer ialah 101,32 kPa atau 1013,2 mbar. Isobar, yaitu garis yang menghubungkan tempat yang memiliki tekanan atmosfer sama pada ketinggian tertentu. Tekanan atmosfer selalu berkurang dengan bertambahnya ketinggian.

5. Angin

Angin ialah gerak udara yang sejajar dengan pewrmukaan bumi. Udara bergerak dari kawasan bertekanan tinggi ke kawasan bertekanan rendah. Angin diberi namasesuai dengan dari arah mana angin datang, contohnya angin timur ialah angin yang tiba dari arah timur, angin maritim ialah angin yang bertiup dari maritim ke darat, dan angin lembah ialah angi yang tiba dari lembah menaiki pegunungan.

6. Embun, Kabut, dan Perawanan

  1. Embun
    Embun terjadi dari kondensasi pada permukaan tanah terutama pada waktu malam hari dikala tanah menjadi hambar akhir radiasi yang hilang. Kadang-kadang angin maritim membawa sejumlah uap air pada siang hari yang kemudian mengembun pada waktu malam yang dingin. Titik embun ialah suhu dikala udaramenjadi jenuh dengan uap air atau suhu udara pada kelembaban nisbi 100 persen. Makin rendah kelembaban nisbi makin rendah titik embun.
  2. Kabut
    Kabut terbentuk di dalam udara akrab permukaan bumi, sedangkan awan terbentuk pada paras yang lebih tinggi. Jika udara akrab permukaan bumi mencapai titik embun, maka kabut diperkirakan akan terjadi. Jika suhu naik setelah kabut terjadi, maka diperkirakan kabut akan buyar. Ketebalan kabut bergantun pada banyak sekali fakto, menyerupai kelembaban, suhu, angin, inti kondensasi, dan sebagainya. Kabut yang disebabkan oleh pendinginan radiasi disebut kabut radiasi. Kabut ini terjadi pada malam hari yang cerah dikala lapisan udara akrab permukaan banyak mengandung uap air, sedangkan lapisan udara diatasnya sangat rendah kelembabannya.
    Jika udara lembab panas bergerak di atas permukaan yang lebih hambar akan terjadi kabut adveksi. Sebagai conntoh, kabut adveksi yang terjadi kalau udara dari teluk Mexico bergerak ke A merika Serikat pecahan selatan pada waktu trend dingin.
  3. Perawanan
    Perawanan ialah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan dinyatakan dalam persen, tetapi lebih umum dinyatakan dalam perdelapan dari langit yang tertutup awan, contohnya perawanan = 0, berarti langit cerah, perawanan = 4 berarti separo langit tertutup awan, perawanan 8 berarti langit mendung. Garis yang menghubungkan tempat dengan perawanan sama disebut isonephs.


Demikianlah bahan tentang Unsur Cuaca dan Iklim ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Senin, 19 Maret 2018

Penjelasan Perihal Suhu Udara (Temperatur) Sebagai Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim

Temperatur udara ialah tingkat atau derajat panas dari acara molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala Celcius, Fahrenheit, atau skala Reamur.

Perlu diketahui bahwa suhu udara antara tempat satu dengan tempat lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.

1. Sudut Datangnya Sinar Matahari

Sudut tiba sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibuat oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.

 Temperatur udara ialah tingkat atau derajat panas dari acara molekul dalam atmosfer y Penjelasan wacana Suhu udara (Temperatur) sebagai Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Sudut datangnya sinar matahari sangat
memengaruhi pemanasan permukaan bumi

2. Tinggi Rendahnya Tempat

Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu tempat disebut amplitudo. Alat yang dipakai untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki tekanan udara sama disebut Garis isotherm.

Salah satu sifat khas udara yaitu jika kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter ialah 26 °C. Misal, suatu tempat dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan maritim suhunya ialah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di tempat tersebut ialah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu tempat dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.

3. Angin dan Arus Laut

Angin dan arus maritim memiliki efek terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari tempat yang dingin, akan mengakibatkan tempat yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.

4. Lamanya Penyinaran

Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin usang tempat tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi. Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di tempat lintang rendah (6 °LU - 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih usang sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.

5. Awan

Awan merupakan penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu tempat terjadi awan (mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari. Permukaan daratan lebih cepat mendapatkan panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lebih lambat mendapatkan panas dan lambat pula melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Penjelasan Perihal Tekanan Udara Sebagai Unsur Cuaca Dan Iklim

Tekanan udara ialah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan udara. Tekanan udara di suatu kawasan dari waktu ke waktu senantiasa mengalami perubahan. Satuan yang dipakai untuk mengukur tekanan udara dinyatakan dengan milibar (mb). Ahli meteorologi mengukur tekanan udara dengan memakai barometer. Ada beberapa macam barometer antara lain, barometer air raksa dan barometer aneroid.

a) Barometer air raksa.
Merupakan hasil percobaan Torriceli pada tahun 1643. Tekanan udara pada barometer raksa dibaca dalam cm raksa (cm Hg), yaitu ukuran bekerjsama tinggi raksa dalam tabung kaca. Pada skala ini standar tekanan udara pada permukaan bahari ialah 76,0 cm.
Tekanan udara ialah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan udara Penjelasan ihwal Tekanan Udara sebagai Unsur Cuaca dan Iklim
Barometer air raksa dan barometer aneroid.


b) Baromater aneroid (barometer kering).
Disebut barometer kering alasannya ialah tidak memakai materi cair. Barometer aneroid sanggup berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketinggian dari permukaan laut, yang dinamakan altimeter. Altimeter pada umumnya terdapat pada pesawat terbang yang dipakai untuk mengetahui posisi pesawat di atas permukaan laut.
Tekanan udara ialah tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan udara Penjelasan ihwal Tekanan Udara sebagai Unsur Cuaca dan Iklim
Penampang barometer aneroid dan barograf.


Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan udara ialah sebagai berikut.
a) Tinggi Rendahnya Tempat.
Semakin tinggi suatu tempat, lapisan udaranya semakin tipis dan semakin renggang, akhirnya tekanan udara semakin rendah.Tekanan udara di suatu tempat pada umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari. Daerah yang banyak menerima sinar matahari memiliki tekanan udara rendah dan kawasan yang sedikit menerima sinar matahari memiliki tekanan udara tinggi.

Tekanan udara pada suatu tempat berubah sepanjang hari. Alat pencatat tekanan udara dinamakan barograf. Pada barograf tekanan udara sepanjang hari tergores pada kertas yang dinamakan barogram. Bila hasilnya dibaca secara teliti, maka tekanan udara tertinggi terjadi pada pukul 10.00 (pagi) dan pukul 22.00 (malam) dan tekanan rendah terjadi pada pukul 04.00 (pagi) dan pukul 16.00 (sore).

b) Temperatur

Jika temperatur udaranya tinggi, maka volume molekul udara berkembang, sehingga tekanan udara menjadi rendah, sebaliknya jikalau temperatur udara menjadi kecil, maka tekanan udara menjadi tinggi.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Minggu, 18 Maret 2018

Penjelasan Perihal Kelembapan Udara Sebagai Unsur Cuaca Dan Iklim

Kelembapan udara yakni banyak sedikitnya uap air yang terkandung dalam udara. Alat yang dipakai untuk menghitung kelembapan udara yakni hygrometer. Kelembapan udara sanggup dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelembapan mutlak atau otoriter dan kelembapan nisbi atau relatif.

a) Kelembapan Mutlak (Absolut)
Kelembapan mutlak yakni banyaknya uap air yang terkandung dalam setiap 1 meter kubik udara. Udara memiliki kandungan jumlah uap air yang berbeda. Hal ini disebabkan lantaran adanya perbedaan dari kekuatan udara dalam memuat uap air dan hubungannya dengan tingginya suatu udara.

b) Kelembapan Relatif (Nisbi)
Kelembapan relatif yakni perbandingan banyaknya uap air yang terdapat dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang sanggup dikandung oleh udara dalam suhu yang sama (dalam persen).



Keadaan udara di Indonesia rata- rata yakni lembap. Di dataran rendah bersahabat pantai, rawa-rawa dan sungai- sungai besar, kelembapan udaranya relatif tinggi yaitu di atas 60%, sedangkan di daerah-daerah yang tinggi di lereng gunung, kelembapan udara itu relatif lebih rendah. Kelembapan udara yang tinggi, lebih memungkinkan terjadinya hujan, dibandingkan dengan kelembapan udara yang rendah.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Penjelasan Perihal Angin Sebagai Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim

Angin ialah udara yang bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum. Sesuai dengan aturan Buys Ballot, “Angin bergerak dari tempat maksimum ke tempat minimum dan di pecahan bumi utara berbelok ke kanan, serta di pecahan bumi selatan berbelok ke kiri”. Apabila gerakan angin itu terjadi secara vertikal disebut current, sedangkan gerakan angin yang tidak teratur disebut turbulensi. Alat yang dipakai untuk mengukur kecepatan angin dinamakan anemometer, satuan yang dipakai ialah knot per jam.

Kecepatan angin memiliki kekuatan yang berbeda, makin besar kekuatan angin, makin tinggi kecepatannya. Faktor-faktor yang sanggup memengaruhi kecepatan arah angin ialah sebagai berikut.

1. Gradien Barometer
Gradien barometer ialah perbedaan tekanan udara antara dua isobar pada jarak lurus 111 km. Makin besar nilai gradien barometer, makin besar kekuatan angin bertiup.

2. Ketinggian Tempat
Makin tinggi kedudukan suatu tempat, maka kecepatan angin akan semakin cepat pula, sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat maka kecepatan anginnya semakin lambat.

3. Letak Tempat di Bumi
Letak tempat di bumi yang dimaksud ialah letak suatu tempat terhadap garis lintang di bumi. Kecepatan arah angin di sekitar tempat ekuator lebih besar jika dibandingkan dengan tempat yang terletak jauh dari tempat ekuator. Hal ini disebabkan adanya rotasi bumi, di mana ketika bumi berotasi menimbulkan gaya dorong keluar lebih besar dari gaya dorong ke dalam.

Arah angin selalu berubah-ubah, oleh lantaran itu angin sering diberi nama berdasarkan arahnya. Arah angin sanggup diketahui dengan memakai bendera angin dan kantong angin. Angin memutar bendera ke arah tiupan angin sehingga mengatakan arah datangnya angin. Pada kantong angin, arah datangnya angin ditunjukkan oleh arah menghadapnya kantong. Arah angin dinyatakan dalam derajat, angin utara dinyatakan sebagai arah 360°, angin timur 90°, angin selatan 270°, dan lain-lain.

Manfaat Penentuan arah dan kecepatan angin antara lain sebagai berikut.
  1. Untuk penerbangan, dengan mengetahui arah dan kecepatan angin di permukaan bumi membantu penentuan arah dan panjang landasan pesawat terbang.
  2. Untuk ramalan cuaca, dengan cara pengumpulan data mengenai arah dan kecepatan angin, suhu dan kelembapan udara pada setiap lapisan atmosfer, dipancarkan ke stasiun peserta di bumi oleh satelit. Data ini dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca.
  3. Untuk tenaga penggerak. Angin sanggup dimanfaatkan untuk menggerakkan kincir angin dan mendorong bahtera atau kapal layar.

Jenis-jenis angin yang ada di Indonesia ialah sebagai berikut.
1. Angin Darat dan Angin Laut
Angin darat ialah angin yang bertiup dari darat ke laut, dan terjadi pada malam hari. Pada malam hari daratan lebih cepat dingin, sehingga bertekanan maksimum dan lautan masih panas, sehingga bertekanan minimum. Angin bertiup dari tempat yang bertekanan maksimum (darat) menuju ke tempat yang bertekanan minimum (laut), maka terjadilah angin darat. Angin bahari ialah angin yang bertiup dari bahari ke darat, dan terjadi pada siang hari. Pada siang hari lautan lebih cepat dingin, sehingga bertekanan maksimum dan daratan masih panas, sehingga bertekanan minimum. Angin bertiup dari tempat bertekanan maksimum (laut) ke tempat bertekanan minimum (darat), maka terjadilah angin laut.

2. Angin Fohn
Angin fohn memiliki sifat panas dan kering. Hal ini dikarenakan angin yang bertiup dari arah bahari membawa uap air yang banyak. Angin itu sehabis mencapai daratan terhalang oleh pegunungan dan suhunya semakin dingin. Uap air yang dikandungnya bermetamorfosis awan dan hujan. Hujan dijatuhkan pada lereng gunung yang menghadap laut. Setelah angin itu hingga ke puncak pegunungan, turun kembali di balik pegunungan. Angin yang turun ini sudah tidak mengandung uap air, alasannya sudah dijatuhkan sebagai hujan. Oleh lantaran angin ini turun, maka suhunya makin panas pada waktu hingga di bawah. Angin ini sifatnya menjadi panas dan kering.

Angin Fohn di Sumatra Utara disebut dengan angin bahorok, di Jawa Barat disebut angin kumbang, di Jawa Timur disebut angin gending, dan di Biak Papua disebut angin wambrau.

Angin ialah udara yang bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum Penjelasan perihal Angin sebagai Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Terjadinya angin Fohn, dengan pola kasus 
angin Bahorok di Sumatra Utara.

3. Angin Pasat
Angin pasat ialah angin yang bertiup dari wilayah subtropik ke arah khatulistiwa. Di pecahan bumi utara bertiup angin pasat timur laut, dan di pecahan bumi selatan bertiup angin pasat tenggara.

4. Angin Lembah
Angin lembah ialah angin yang bergerak dari lembah ke gunung. Terjadi pada waktu siang hari, di mana pemanasan udara bergerak ke atas sepanjang lereng, akhir perbedan temperatur maka tekanan udara juga berbeda, sehingga terjadi anutan udara dari lembah ke gunung.

5. Angin Gunung
Angin gunung ialah angin yang bergerak dari gunung ke lembah. Terjadi pada malam hari lantaran adanya perbedaan temperatur yang menimbulkan perbedaan tekanan, di mana gunung memiliki tekanan maksimum dan lembah tekanan minimum, sehingga angin bergerak dari gunung menuju lembah.
Angin ialah udara yang bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum Penjelasan perihal Angin sebagai Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Angin gunung dan angin lembah


6. Angin Muson
Angin muson terjadi lantaran perbedaan tekanan udara antara daratan (benua) dengan samudra. Ada dua macam angin muson, yaitu angin muson timur dan barat.
(1) Angin Muson Timur
Angin muson timur terjadi pada bulan April hingga Oktober. Pada bulan tersebut matahari seolah-olah berada di pecahan bumi utara. Benua Asia lebih banyak mendapatkan panas dari matahari, sehingga Benua Asia merupakan tempat yang bertekanan minimum. Angin bertiup dari tempat yang bertekanan maksimum (Australia) ke tempat yang bertekanan minimum (Asia). Pada ketika itu di Indonesia mangalami trend kemarau.

(2) Angin Muson Barat
Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober hingga bulan April. Pada bulan tersebut matahari seolah-olah berada di pecahan bumi selatan. Benua Australia lebih banyak mendapatkan panas dari matahari, sehingga Benua Australia merupakan tempat yang bertekanan minimum. Angin bertiup dari tempat yang bertekanan maksimum (Asia) ke tempat yang bertekanan minimum (Australia). Pada ketika itu di Indonesia mengalami trend penghujan.


Angin ialah udara yang bergerak dari tekanan maksimum ke tekanan minimum Penjelasan perihal Angin sebagai Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Angin Muson timur (April - Oktober) dan angin Muson Barat (Oktober - April).


7. Hujan Zenital lantaran Pengaruh Angin Zenital
Angin zenital yaitu angin yang naik di tempat khatulistiwa lantaran pemanasan matahari. Angin ini menimbulkan di tempat khatulistiwa banyak turun hujan yang disebut hujan zenital.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Sabtu, 17 Maret 2018

Penjelasan Wacana Awan Sebagai Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim

Awan ialah kumpulan tetesan air di udara. Awan terjadi alasannya ialah adanya pengembunan (kondensasi) uap air di udara yang melampaui titik jenuh. Awan memiliki bentuk yang bermacam-macam.
  1. Awan bulu (cirroform), ialah awan tipis menyerupai serat atau bulu yang terdiri atas kristal-kristal es pada udara yang tinggi.
  2. Awan berlapis (stratiform), ialah awan yang rata, hampir tidak memiliki bentuk tertentu, biasanya berwarna kelabu dan mencakup kawasan yang luas.
  3. Awan berkumpul (cumuliform), ialah awan tebal dengan gerakan vertikal, pada bab atas terbentuk setengah bulatan (dome) atau menyerupai kubah dan bab bawahnya rata.

Berdasarkan letak atau ketinggiaannya awan dibedakan sebagai berikut.
1) Awan tinggi, yaitu awan dengan ketinggian mencapai 6 - 12 km. Karena tingginya, awan ini sanggup berupa kristal-kristal es. Awan ini dikelompokkan menjadi:
  1. cirrus berwarna putih, tipis menyerupai bulu ayam;
  2. cirro stratus, berwarna putih merata;
  3. cirro cumulus, berkelompok putih menyerupai domba atau sisik ikan.

2) Awan menengah, yaitu awan dengan ketinggian 3 - 6 km. Awan ini dikelompokkan menjadi:
  1. alto cumulus, bentuknya bergumpal-gumpal;
  2. alto stratus, bentuknya berlapis-lapisan tebal.

3) Awan rendah, yaitu awan dengan ketinggian kurang dari 3 km. Awan ini dikelompokkan menjadi:
  1. strato cumulus, bentuknya bergumpal-gumpal, berwarna putih hingga abu-abu kehitaman dan tebal;
  2. stratos, awan rendah merata dan berlapis-lapis;
  3. nimbus stratos, berwarna abu-abu putih meluas sudah berupa titik-titik air hujan.


 Awan terjadi alasannya ialah adanya pengembunan  Penjelasan ihwal Awan sebagai Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
Macam-macam bentuk awan.

Demikianlah bahan ihwal Awan, Cuaca dan Iklim ini aku sampaikan, agar bermanfaat ...




Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Penjelasan Perihal Hujan Sebagai Unsur-Unsur Cuaca Dan Iklim

1. Terjadinya Hujan

Panas matahari menjadikan air di permukaan bumi menguap. Air di permukaan bumi yang terdapat di laut, danau, rawa, sungai, salju, kolam, tambak, sawah, dan tanah yang lembap mengalami penguapan menjadikan udara menjadi lembap. Apabila penguapan ini terjadi terus-menerus, uap air akan menjelma awan. Pembentukan awan yang terjadi terus-menerus menjadikan awan menjadi semakin tebal, kemudian menjelma butir-butir air dan kesannya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.

2. Curah Hujan

Curah hujan ialah sedikit banyaknya air hujan yang jatuh pada suatu tempat di permukaan bumi. Curah hujan di Indonesia cukup tinggi, rata-rata lebih dari 200 mm pertahun, kawasan dengan curah hujan tertinggi di Indonesia terdapat di Kranggan (Tenjo) di Jawa Tengah yang mencapai 6.680 mm, sedangkan kawasan yang mendapatkan curah hujan terendah terdapat di Lembah Palu (Sulawesi Tengah), yaitu kurang lebih 546 mm pertahun.

3. Pengukuran Curah Hujan

Curah hujan sanggup diketahui melalui alat penakar curah hujan yaitu fluxiometer, curah hujan dicatat setiap 24 jam dinyatakan dalam milimeter atau inci. Alat penakar hujan ini harus diletakkan di tempat terbuka, sehingga tidak ada air yang masuk baik yang berasal dari flora atau bangunan di sekitarnya.

Ada dua jenis penakar hujan, yaitu penakar hujan biasa dan pencatat hujan otomatis. Penakar hujan pada umumnya mengukur banyak hujan yang jatuh selama 24 jam dengan memakai gelas ukur. Penakar hujan otomatis pribadi mencatat curah hujan pada kertas yang dipasang pada alat tersebut.

4. Persebaran Curah Hujan di Indonesia

Berdasarkan data curah hujan rata-rata per tahun yang diambil dari stasiun dan pengamatan cuaca, sanggup kita lihat peta dan data persebaran curah hujan pada suatu daerah. Dari data tersebut kita sanggup mengetahui wilayah-wilayah yang mempunyai curah hujan yang tinggi ataupun rendah.

5 Jenis-Jenis Hujan

a) Hujan Zenital (Hujan Khatulistiwa)
Hujan zenital terjadi di kawasan tropika, disebut juga hujan naik ekuator. Hujan ini terjadi pada sore hari sesudah pemanasan maksimal. Di kawasan tropis hujan ini terjadi pada ketika matahari berada pada titik zenitnya.

Wilayah sekitar khatulistiwa menyerupai Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Tengah dan Papua bab utara mempunyai curah hujan yang lebih merata sepanjang tahun, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
 Panas matahari menjadikan air di permukaan bumi menguap Penjelasan wacana Hujan sebagai Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
Terjadinya hujan zenital


b) Hujan Orografik
Hujan ini terjadi di kawasan pegunungan. Udara yang mengandung uap air bergerak naik ke atas pegunungan. Akibat penurunan suhu, udara tersebut terkondensasi dan turun sebagai hujan pada lereng yang berhadapan dengan datangnya angin, maka di balik pegunungan angin turun kembali dengan kondisi kering, alasannya ialah uap airnya sudah dijatuhkan di lereng ketika angin itu naik. Di balik pegunungan ini disebut kawasan bayangan hujan. Daerah bayangan hujan sangat sedikit mendapatkan curah hujan.

 Panas matahari menjadikan air di permukaan bumi menguap Penjelasan wacana Hujan sebagai Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
Hujan orografik (hujan Pegunungan)



c) Hujan Frontal (Hujan Muson)
Hujan frontal umumnya lebat dan disertai petir. Hujan lebat semacam ini sering terjadi jika ada pertemuan antara massa udara panas yang lembap bertemu dengan massa udara yang dingin, dan tiba-tiba suhunya turun dengan cepat, sehingga terjadilah pengembunan yang luar biasa kesannya menjadi hujan lebat disertai guntur dan petir. Hujan semacam ini disebut hujan frontal. Contoh Daerah-daerah yang mengalami hujan Frontal antara lain angin pasat yang menurunkan hujan di pantai timur Australia dan Barsilia dan Angin Barat di pantai Amerika Serikat, Cile Selatan, dan Eropa Barat.

 Panas matahari menjadikan air di permukaan bumi menguap Penjelasan wacana Hujan sebagai Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
  Hujan frontal



Kawasan hujan frontal di Indonesia terjadi di kawasan yang terletak di kawasan perbatasan antara kawasan angin barat dan angin timur sekitar lintang 60° yaitu kawasan Sulawesi Tenggara (Palu).

Sumber http://sainsmini.blogspot.com