Tampilkan postingan dengan label mateorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mateorologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2018

Panjelasan Mengenai 6 Unsur Cuaca Dan Iklim

Unsur cuaca dan iklim utama menyerupai suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, tekanan udara, angin, durasi penyinaran matahari. Faktor yang menghipnotis unsur iklim sehingga membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di tempat lain disebut kendali iklim. Beberapa kendali iklim menyerupai matahari, distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai.

1. Suhu Udara

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat. Tempat yang terbuka, suhunya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula suhu di ladang berumput berbeda dengan lading yang di bajak. Secara fisis suhu udara sanggup didefinisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin cepat gerakan molekul, makin tinggi suhunya. Suhu juga sanggup didefinisikan sebagai tingkat panas suatu benda. Skala yang sering digunakan dalam pengukuran suhu udara ialah skala Fahrenheit yang digunakan di negara Inggris dan skala Celcius yang digunakan oleh sebagian besar negara di dunia. Suhu Fahrenheit sanggup diubah menjadi derajat Celcius dengan persamaan berikut:


Dalam beberapa penerapan, skala Kelvin atau skala suhu mutlak sering dipakai. Nilai setiap derajat pada skala mutlak sama dengan derajat Celcius ditambah 273.

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Suhu maksimum terjadi setelah tengah hari, biasanya antara jam 12.00 dan jam 14.00 dan suhu minimum terjadi pada jam 06.00 atau sekitar matahari terbit.

Suhu udara harian rata-rata didefinisikan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Di Indonesia suhu harian rata-rata sanggup dihitung dengan persamaan:
di mana ialah suhu harian rata-rata, dan T7 , T13 , T18 ialah suhu udara pada jam 7.00, jam 13.00, dan jam 18.00.

Suhu bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam satu bulan dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitumg dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12 atau jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun (365 hari) .

2. Kelembaban udara

Udara atmosfer ialah campurandari udara kering dan uap air. Ada beberapa cara untuk memilih jumlah uap air, yaitu :
  1. Tekanan uap (e) ialah tekanan parsial dari uap air.
    e = ρRT
  2. Kelembaban mutlak yaitu massa jenis uap (massa air yang terkandung dalam satu satuan volume udara lengas) dengan persamaan:
  3. Nisbah percampuran (mixing ratio) yaitu nisbah uap air terhadap massa udara kering.
  4. Kelembaban spesifik (q) didefinisikan sebagai massa uap air per satuan massa udara basah.
  5. Kelembaban nisbi (RH) ialah perbandingan nisbah percampuran (r) dengan nilai jenuhnya (rs) dan dinyatakan dalam persen, jadi:

3. Curah Hujan

Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25, 4 mm). Di kawasan tropis hujannya lebih lebat daripada di kawasan lintang tinggi. Garis yang menghubungkan titik-titik dengan curah hujan sama selama periode tertentu disebut isohyets.
Ada tiga jenis hujan, yaitu :
  1. Hujan konvektif
    Akibat pemanasan radiasi matahari udara permukaan akan memuai dan naik ke atas, kemudian mengembun.Gerakan vertical udara lembab yang mengalami pendinginan dengan cepat akan menghasilkan hujan deras.Awan cumulonimbus (Cb) yang terjadi, pada umumnya meliputi kawasan yang nisbi kecil sehingga hujan deras berlangsung dalam waktutidak lama.
  2. Hujan orografik
    Jika gerakan udara melalui pegunumgan atau bukit yang tinggi maka udara akan dipaksa naik. Setelah terjadi kondensaasi, tumbuh awan pada lereng di atas angin (windward side) dan hujannya disebut hujan orografik, sedangkan pada lereng di bawah angin (leeward side), udara yang turun akan mengalami pemanaan dengan sifat kering, dan kawasan ini disebut kawasan bayangan hujan.
  3. Hujan konvergensi dan frontal
    Jika dua massa udara yang konvergen horizontal memiliki suhu dan massa jenis berbeda, maka massa udara yang lebih panas akan dipaksa naik di atas massa udara dingin. Bidang batas antara kedua massa udara yang berbeda sifat fisisnya disebut front.

Jumlah curah hujan paling berlimpah terdapat di kawasan ekuator dan berkurang menuuju kawasan kutub. Ada tigapola curah hujan di Indonesia, yaitu :
  1. Pola curah hujan jenis monsun
    Distribusi curah hujan bulanan berbentuk “V” dengan jumlah curah hujan musiman pada bulan Juni, Juli, atau Agustus. Saat monsun barat jumlah curah hujan berlimpah, sebaliknya dikala monsoon timur jumlah curah hujan sangat sedikit. Daerah curah hujan jenis monsun sangat luas terdapat di Indonesia.
  2. Pola curah hujan jenis ekuator
    Jumlah curah hujan maksimum terjadi setelah ekinoks. Tempat di kawasan ekuator menyerupai Pontianak dan Padang.
  3. Pola curah hujan jenis lokal
    Distribusi curah hujan bulanannya kebalikan dari jenis monsun, lebih banyak dipengaruhi oleh sifat local. Daerah yang memiliki sifat local sangat sedikit, contohnya kawasan Ambon.

4. Tekanan Atmosfer

Berat sebuah kolom udara per satuan luas di atas sebuah titik menawarkan tekanan atmosfer pada titik tersebut. Di permukaan maritim tekanan atmosfer ialah 101,32 kPa atau 1013,2 mbar. Isobar, yaitu garis yang menghubungkan tempat yang memiliki tekanan atmosfer sama pada ketinggian tertentu. Tekanan atmosfer selalu berkurang dengan bertambahnya ketinggian.

5. Angin

Angin ialah gerak udara yang sejajar dengan pewrmukaan bumi. Udara bergerak dari kawasan bertekanan tinggi ke kawasan bertekanan rendah. Angin diberi namasesuai dengan dari arah mana angin datang, contohnya angin timur ialah angin yang tiba dari arah timur, angin maritim ialah angin yang bertiup dari maritim ke darat, dan angin lembah ialah angi yang tiba dari lembah menaiki pegunungan.

6. Embun, Kabut, dan Perawanan

  1. Embun
    Embun terjadi dari kondensasi pada permukaan tanah terutama pada waktu malam hari dikala tanah menjadi hambar akhir radiasi yang hilang. Kadang-kadang angin maritim membawa sejumlah uap air pada siang hari yang kemudian mengembun pada waktu malam yang dingin. Titik embun ialah suhu dikala udaramenjadi jenuh dengan uap air atau suhu udara pada kelembaban nisbi 100 persen. Makin rendah kelembaban nisbi makin rendah titik embun.
  2. Kabut
    Kabut terbentuk di dalam udara akrab permukaan bumi, sedangkan awan terbentuk pada paras yang lebih tinggi. Jika udara akrab permukaan bumi mencapai titik embun, maka kabut diperkirakan akan terjadi. Jika suhu naik setelah kabut terjadi, maka diperkirakan kabut akan buyar. Ketebalan kabut bergantun pada banyak sekali fakto, menyerupai kelembaban, suhu, angin, inti kondensasi, dan sebagainya. Kabut yang disebabkan oleh pendinginan radiasi disebut kabut radiasi. Kabut ini terjadi pada malam hari yang cerah dikala lapisan udara akrab permukaan banyak mengandung uap air, sedangkan lapisan udara diatasnya sangat rendah kelembabannya.
    Jika udara lembab panas bergerak di atas permukaan yang lebih hambar akan terjadi kabut adveksi. Sebagai conntoh, kabut adveksi yang terjadi kalau udara dari teluk Mexico bergerak ke A merika Serikat pecahan selatan pada waktu trend dingin.
  3. Perawanan
    Perawanan ialah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan dinyatakan dalam persen, tetapi lebih umum dinyatakan dalam perdelapan dari langit yang tertutup awan, contohnya perawanan = 0, berarti langit cerah, perawanan = 4 berarti separo langit tertutup awan, perawanan 8 berarti langit mendung. Garis yang menghubungkan tempat dengan perawanan sama disebut isonephs.


Demikianlah bahan tentang Unsur Cuaca dan Iklim ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Klasifikasi Awan

Awan digolongkan berdasarkan metode pembentukan awan dan berdasarkan ketinggian dasar awan. Menurut metode pembentukan awan digolongkan menjadi awan stratiform dan awan cumuliform, sedangkan berdasarkan ketinggian dasar awan digolongkan menjadi awan rendah, awan menengah, dan awan tinggi.

1. Klasifikasi Awan Menurut Metode Pembentukan

System awan dikendalikan oleh gerak udara vertical yang disebabkan oleh konveksi, orografi, konvergensi, dan front. Klasifikasi awan berdasarkan pembentukannya yakni :
  1. Stratiform yang menimbulkan hujan kontinu, dikaitkan dengan kenaikan udara skala luas akhir danya front, kenaikan topografi, atau konvergensi horizontal skala luas. Awan ini timbuh dengan lambat, arus vetikal luas, dan terjadi pada area yang nisbi kecil.
  2. Cumuliform yang menimbulkan hujan deras ( showery ) dikaitkan dengan konveksi skala cumulus yang terlokalisasi dalam udara labil.

2. Klasifikasi Awan Menurut Ketinggian Dasar Awan

Klasifikasi awan yang biasa digunakan yakni penjabaran Howard. Klasifikasi awan berdasarkan ketinggian dasar awan dijelaskan sebagai berikut.
  1. Awan rendah, memiliki ketinggian dasar awan kurang dari 2 km, biasanya digunakan kata ‘strato’ atau ‘stratus’. Contohnya Nimbustratus (Ns), Stratocumulus (Sc), dan Stratus (St).
  2. Awan menengah, memiliki ketinggian dasar awan antara 2 dan 6 km, biasanya diawali dengan kata ‘alto’. Contohnya Altocumulus (Ac) dan Altostratus (As).
  3. Awan tinggi, memiliki ketinggian dasar awan diatas 6 km,biasanya ditandai dengan awalan ‘cirro’ atau ‘cirrus’. Contohnya Cirrostratus (Cs), Cirrocumulus (Cc), dan Cirrus (Ci).

Kadang-kadang awan berbentuk lapisan yang luas, halus, dan merata sebagai petunjuk bahwa udara di tempat tersebut secara keseluruhan naik ke atas dengan lambat, awan ini disebut awan stratus (St) atau ‘awan lapisan’. Seringkali awan menyebar bagaikan kapuk putih yang melayang di udara dan berkelompok sendiri, bentuk ini disebut ‘awan cumulus’ (Cu). Awan cumulonimbus (Cb) yakni awan cumulus yang besar, ganas, menjulang tinggi sebagai awan hujan. Dasar awan cumulonimbus antara 100 dan 600 m, sedangkan puncaknya tropopause. Dalam awan cumulonimbus terdapat kerikil es (hail), guruh, kilat, hujan deras, dan kadang kala terjadi angin ribut.

Awan cumulus congestus menyerupai awan cumulonimbus, tetapi bedanya cumulus congestus belum cukup tinggi sehingga belum terbentuk puncak yang berwarna putih. Stratocumulus merupakan belahan dari awan cumulus, bentuknya seprti kapas acak-acakan dengan tinggi dasar awan sekitar 2.000 m.


Awan altocumulus memiliki dasar awan lebih tinggi daripada stratocumulus. Awan ini terlihat acak-acakan merata dan bergumpal- gumpal berwarna putih dan hitam. Jika ketebalannya cukup maka awan ini sanggup menimbulkan hujan. Awan altostratus yakni awan menengah yang merata dan sanggup berupa lapisan-lapisan yang tebal, jadinya pada animo hujan awan ini sanggup menimbulkan hujan merata, ringan, hingga sedang dan berlangsung terus menerus. Awan cirrus yakni awan tingi di atas 10 km, warnanya putih dan terdiri atas Kristal es dan awan ini tidak akan menimbulkan hujan.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat Dan Proses Terjadinya

1. Pengertian
Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi alasannya adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.

2. Jenis-jenis Angin
Angin mempunyai beberapa jenis diantaranya ialah angin darat-laut, angin gunung-lembah, dan angin jatuh (fohn)
a. Angin darat-laut
Angin darat terjadinya alasannya adanya pergerakan udara dari darat ke laut, sedangkan angin bahari ialah angin yang terjadi alasannya adanya pergerakan udara dari bahari ke darat. Angin darat terjadi pada malam hari ketika tekanan udara di darat lebih tinggi dibanding di laut, sedangkan angin bahari sebaliknya.

b. Angin gunung-lembah
Angin gunung ialah angin yang terjadi alasannya adanya pergerakan udara dari gunung ke arah lembah, sedangkan angin lembah sebaliknya. Angin gunung terjadi ketika pada malam hari puncak gunung lebih tinggi tekanannya dibanding lembah, sedangkan angin lembah sebaliknya.

c. Angin jatuh
Angin jatuh disebut juga angin fohn, yaitu angin kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Dilihat dari proses terjadinya, angin jatuh bergotong-royong hampir sama dengan angin gunung. Faktor yang membedakan antara angin jatuh dan angin gunung terletak pada sifat-sifatnya. Sebagian besar angin jatuh bersifat kering dan panas. Hal ini terjadi kalau angin jatuh bertiup dari kawasan yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan yang didatangi. Conth angin jatuh yang terdapat di Indonesia ialah Angin Wambrau (Biak), Bohorok (Deli), Kumbang (Cirebon), Gending (Pasuruan), dan Brubu (Makassar).

3. Proses Terjadinya Angin
Jika dua kawasan mendapatkan penyinaran matahari yang berbeda, maka berbeda pula suhu dan tekanan udaranya. Daerah yang mendapatkan sinar matahari lebih banyak akan mempunyai tekanan udara yang lebih kecil. Akibatnya udara bergerak dari kawasan yang mempunyai tekanan udara lebih tinggi ke kawasan yang mempunyai tekanan udara lebih rendah. Gerakan udara tersebut dikenal dengan istilah angin, Makara Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi alasannya adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Peristiwa bergeraknya udara dalam bentuk angin sama dengan kejadian bergeraknya air. Air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan kecepatannya tergantung pada beda ketinggian kedua tempat tersebut. Semakin besar beda ketinggiannya, maka semakin besar pula kecepatan alirannya. Hal yang sma terjadi pada kejadian angin yaitu bergerak menuju tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah. Besarnya kecepatannya tergantung pada perbedaan tekanan antara dua tempat. Semakin besar perbedaan tekanannya (gradien barometrik), semakin besar pula kecepatan anginnya.

Alat untuk mengukur arah angin disebut sisip angin. Anak panah pada sisip angin akan selalu mengarah ke arah darimana angin bertiup. Misalnya angin bertiup dari arah utara. Kecepatan angin diukur dengan memakai anemometer. Untuk memudahkan dalam dukungan informasi, kecepatan angin biasanya memakai skala Beaufort.

4. Manfaat Angin
Walaupun angin sanggup menimbulkan bencana, tetapi sanggup pula menimbulkan manfaat yaitu untuk menggerakkan kincir angin. Kincir angin ialah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin untuk menumbuk biji-bijian, memompa air untuk mengairi sawah, menghasilkan energi listrik (turbin angin). Turbin angin kebanyakan ditemukan di Eropa dan Amerika Utara. Hingga dikala ini telah ada sekitar 20.000 turbin angin diseluruh dunia yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Kebanyakan turbin semacam itu dioperasikan di lahan khusus yang disebut “ladang angin” (wind farm).

Sebenarnya, energi angin telah usang dimanfaatkan oleh insan sejak 2000 tahun lalu. Sampai dikala ini teknologi tersebut masih terus dimanfaatkan bahkan semakin dikembangkan. Alasannya, selain ramah lingkungan, sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan mempunyai masa depan bisnis yang menguntungkan. Tidak heran kalau dikala ini sebagian besar negara maju di Eropa dan Amerika Serikat telah memanfaatkan sumber energi ini.

Negara yang dijuluki sebagai negeri kincir angin ialah Belanda. Di negara ini, kita sanggup melihat banyak sekali kincir angin dengan banyak sekali ukuran. Namun sanyangnya, jumlah kincir angin di negara ini menurun. Beberapa periode yang lalu, Belanda mempunyai kurang lebih 10.000 kincir angin, tetapi jumlahnya sampai dikala ini hanya kurang lebih 1000 kincir angin.
 Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi karen Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat dan Proses Terjadinya
Sejumlah kincir angin yang ditemukan di Belanda dan
negara-negara lainnya di Eropa

Selain Belanda, negara di eropa yang terus membuatkan kincir angin ialah Jerman. Di negara ini terdapat kincir angin sejumlah 14.000 buah dengan kapasitas listrik lebih dari 12.000 MW. Jumlah tersebut melampaui jumlah kincir angin yang dimiliki Belanda dan bisa memenuhi sekitar 5 persen kebutuhan listrik di seluruh negeri. Karena itu, Jerman sekarang merupakan negeri kincir angin utama dunia.

 Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi karen Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat dan Proses Terjadinya
Kincir angin di lepas pantai untuk
pembangkit listrik di lepas pantai

Setidaknya ada dua laba memakai kincir angin. Pertama, dari segi ekonomi, sumber energi ini bisa megurangi penggunaan materi bakar minyak, serta membuat lapangan pekerjaan gres di bidang pembuatan dan pemeliharaan kincir angin, serta distribusinya. Kedua, di bidang lingkungan hidup, energi angin sangat ideal alasannya tidak menghasilkan polusi, tak memerlukan materi bakar, tak menimbulkan pengaruh rumah kaca, serta tak menghasilkan zat berbahaya dan sampah radioaktif.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Kamis, 01 Maret 2018

Panjelasan Mengenai 6 Unsur Cuaca Dan Iklim

Unsur cuaca dan iklim utama menyerupai suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, tekanan udara, angin, durasi penyinaran matahari. Faktor yang menghipnotis unsur iklim sehingga membedakan iklim di suatu tempat dengan iklim di tempat lain disebut kendali iklim. Beberapa kendali iklim menyerupai matahari, distribusi darat dan air, sel semi permanen tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, arus laut, dan badai.

1. Suhu Udara

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat. Tempat yang terbuka, suhunya berbeda dengan tempat yang bergedung, demikian pula suhu di ladang berumput berbeda dengan lading yang di bajak. Secara fisis suhu udara sanggup didefinisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin cepat gerakan molekul, makin tinggi suhunya. Suhu juga sanggup didefinisikan sebagai tingkat panas suatu benda. Skala yang sering digunakan dalam pengukuran suhu udara ialah skala Fahrenheit yang digunakan di negara Inggris dan skala Celcius yang digunakan oleh sebagian besar negara di dunia. Suhu Fahrenheit sanggup diubah menjadi derajat Celcius dengan persamaan berikut:


Dalam beberapa penerapan, skala Kelvin atau skala suhu mutlak sering dipakai. Nilai setiap derajat pada skala mutlak sama dengan derajat Celcius ditambah 273.

Suhu udara berubah sesuai dengan tempat dan waktu. Suhu maksimum terjadi setelah tengah hari, biasanya antara jam 12.00 dan jam 14.00 dan suhu minimum terjadi pada jam 06.00 atau sekitar matahari terbit.

Suhu udara harian rata-rata didefinisikan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang dilakukan tiap jam. Di Indonesia suhu harian rata-rata sanggup dihitung dengan persamaan:
di mana ialah suhu harian rata-rata, dan T7 , T13 , T18 ialah suhu udara pada jam 7.00, jam 13.00, dan jam 18.00.

Suhu bulanan rata-rata ialah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam satu bulan dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitumg dari jumlah suhu bulanan rata-rata dibagi dengan 12 atau jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun (365 hari) .

2. Kelembaban udara

Udara atmosfer ialah campurandari udara kering dan uap air. Ada beberapa cara untuk memilih jumlah uap air, yaitu :
  1. Tekanan uap (e) ialah tekanan parsial dari uap air.
    e = ρRT
  2. Kelembaban mutlak yaitu massa jenis uap (massa air yang terkandung dalam satu satuan volume udara lengas) dengan persamaan:
  3. Nisbah percampuran (mixing ratio) yaitu nisbah uap air terhadap massa udara kering.
  4. Kelembaban spesifik (q) didefinisikan sebagai massa uap air per satuan massa udara basah.
  5. Kelembaban nisbi (RH) ialah perbandingan nisbah percampuran (r) dengan nilai jenuhnya (rs) dan dinyatakan dalam persen, jadi:

3. Curah Hujan

Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25, 4 mm). Di kawasan tropis hujannya lebih lebat daripada di kawasan lintang tinggi. Garis yang menghubungkan titik-titik dengan curah hujan sama selama periode tertentu disebut isohyets.
Ada tiga jenis hujan, yaitu :
  1. Hujan konvektif
    Akibat pemanasan radiasi matahari udara permukaan akan memuai dan naik ke atas, kemudian mengembun.Gerakan vertical udara lembab yang mengalami pendinginan dengan cepat akan menghasilkan hujan deras.Awan cumulonimbus (Cb) yang terjadi, pada umumnya meliputi kawasan yang nisbi kecil sehingga hujan deras berlangsung dalam waktutidak lama.
  2. Hujan orografik
    Jika gerakan udara melalui pegunumgan atau bukit yang tinggi maka udara akan dipaksa naik. Setelah terjadi kondensaasi, tumbuh awan pada lereng di atas angin (windward side) dan hujannya disebut hujan orografik, sedangkan pada lereng di bawah angin (leeward side), udara yang turun akan mengalami pemanaan dengan sifat kering, dan kawasan ini disebut kawasan bayangan hujan.
  3. Hujan konvergensi dan frontal
    Jika dua massa udara yang konvergen horizontal memiliki suhu dan massa jenis berbeda, maka massa udara yang lebih panas akan dipaksa naik di atas massa udara dingin. Bidang batas antara kedua massa udara yang berbeda sifat fisisnya disebut front.

Jumlah curah hujan paling berlimpah terdapat di kawasan ekuator dan berkurang menuuju kawasan kutub. Ada tigapola curah hujan di Indonesia, yaitu :
  1. Pola curah hujan jenis monsun
    Distribusi curah hujan bulanan berbentuk “V” dengan jumlah curah hujan musiman pada bulan Juni, Juli, atau Agustus. Saat monsun barat jumlah curah hujan berlimpah, sebaliknya dikala monsoon timur jumlah curah hujan sangat sedikit. Daerah curah hujan jenis monsun sangat luas terdapat di Indonesia.
  2. Pola curah hujan jenis ekuator
    Jumlah curah hujan maksimum terjadi setelah ekinoks. Tempat di kawasan ekuator menyerupai Pontianak dan Padang.
  3. Pola curah hujan jenis lokal
    Distribusi curah hujan bulanannya kebalikan dari jenis monsun, lebih banyak dipengaruhi oleh sifat local. Daerah yang memiliki sifat local sangat sedikit, contohnya kawasan Ambon.

4. Tekanan Atmosfer

Berat sebuah kolom udara per satuan luas di atas sebuah titik menawarkan tekanan atmosfer pada titik tersebut. Di permukaan maritim tekanan atmosfer ialah 101,32 kPa atau 1013,2 mbar. Isobar, yaitu garis yang menghubungkan tempat yang memiliki tekanan atmosfer sama pada ketinggian tertentu. Tekanan atmosfer selalu berkurang dengan bertambahnya ketinggian.

5. Angin

Angin ialah gerak udara yang sejajar dengan pewrmukaan bumi. Udara bergerak dari kawasan bertekanan tinggi ke kawasan bertekanan rendah. Angin diberi namasesuai dengan dari arah mana angin datang, contohnya angin timur ialah angin yang tiba dari arah timur, angin maritim ialah angin yang bertiup dari maritim ke darat, dan angin lembah ialah angi yang tiba dari lembah menaiki pegunungan.

6. Embun, Kabut, dan Perawanan

  1. Embun
    Embun terjadi dari kondensasi pada permukaan tanah terutama pada waktu malam hari dikala tanah menjadi hambar akhir radiasi yang hilang. Kadang-kadang angin maritim membawa sejumlah uap air pada siang hari yang kemudian mengembun pada waktu malam yang dingin. Titik embun ialah suhu dikala udaramenjadi jenuh dengan uap air atau suhu udara pada kelembaban nisbi 100 persen. Makin rendah kelembaban nisbi makin rendah titik embun.
  2. Kabut
    Kabut terbentuk di dalam udara akrab permukaan bumi, sedangkan awan terbentuk pada paras yang lebih tinggi. Jika udara akrab permukaan bumi mencapai titik embun, maka kabut diperkirakan akan terjadi. Jika suhu naik setelah kabut terjadi, maka diperkirakan kabut akan buyar. Ketebalan kabut bergantun pada banyak sekali fakto, menyerupai kelembaban, suhu, angin, inti kondensasi, dan sebagainya. Kabut yang disebabkan oleh pendinginan radiasi disebut kabut radiasi. Kabut ini terjadi pada malam hari yang cerah dikala lapisan udara akrab permukaan banyak mengandung uap air, sedangkan lapisan udara diatasnya sangat rendah kelembabannya.
    Jika udara lembab panas bergerak di atas permukaan yang lebih hambar akan terjadi kabut adveksi. Sebagai conntoh, kabut adveksi yang terjadi kalau udara dari teluk Mexico bergerak ke A merika Serikat pecahan selatan pada waktu trend dingin.
  3. Perawanan
    Perawanan ialah jumlah awan yang menutupi langit di atas stasiun pengamat. Perawanan dinyatakan dalam persen, tetapi lebih umum dinyatakan dalam perdelapan dari langit yang tertutup awan, contohnya perawanan = 0, berarti langit cerah, perawanan = 4 berarti separo langit tertutup awan, perawanan 8 berarti langit mendung. Garis yang menghubungkan tempat dengan perawanan sama disebut isonephs.


Demikianlah bahan tentang Unsur Cuaca dan Iklim ini saya sampaikan, biar bermanfaat ...

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Rabu, 28 Februari 2018

Klasifikasi Awan

Awan digolongkan berdasarkan metode pembentukan awan dan berdasarkan ketinggian dasar awan. Menurut metode pembentukan awan digolongkan menjadi awan stratiform dan awan cumuliform, sedangkan berdasarkan ketinggian dasar awan digolongkan menjadi awan rendah, awan menengah, dan awan tinggi.

1. Klasifikasi Awan Menurut Metode Pembentukan

System awan dikendalikan oleh gerak udara vertical yang disebabkan oleh konveksi, orografi, konvergensi, dan front. Klasifikasi awan berdasarkan pembentukannya yakni :
  1. Stratiform yang menimbulkan hujan kontinu, dikaitkan dengan kenaikan udara skala luas akhir danya front, kenaikan topografi, atau konvergensi horizontal skala luas. Awan ini timbuh dengan lambat, arus vetikal luas, dan terjadi pada area yang nisbi kecil.
  2. Cumuliform yang menimbulkan hujan deras ( showery ) dikaitkan dengan konveksi skala cumulus yang terlokalisasi dalam udara labil.

2. Klasifikasi Awan Menurut Ketinggian Dasar Awan

Klasifikasi awan yang biasa digunakan yakni penjabaran Howard. Klasifikasi awan berdasarkan ketinggian dasar awan dijelaskan sebagai berikut.
  1. Awan rendah, memiliki ketinggian dasar awan kurang dari 2 km, biasanya digunakan kata ‘strato’ atau ‘stratus’. Contohnya Nimbustratus (Ns), Stratocumulus (Sc), dan Stratus (St).
  2. Awan menengah, memiliki ketinggian dasar awan antara 2 dan 6 km, biasanya diawali dengan kata ‘alto’. Contohnya Altocumulus (Ac) dan Altostratus (As).
  3. Awan tinggi, memiliki ketinggian dasar awan diatas 6 km,biasanya ditandai dengan awalan ‘cirro’ atau ‘cirrus’. Contohnya Cirrostratus (Cs), Cirrocumulus (Cc), dan Cirrus (Ci).

Kadang-kadang awan berbentuk lapisan yang luas, halus, dan merata sebagai petunjuk bahwa udara di tempat tersebut secara keseluruhan naik ke atas dengan lambat, awan ini disebut awan stratus (St) atau ‘awan lapisan’. Seringkali awan menyebar bagaikan kapuk putih yang melayang di udara dan berkelompok sendiri, bentuk ini disebut ‘awan cumulus’ (Cu). Awan cumulonimbus (Cb) yakni awan cumulus yang besar, ganas, menjulang tinggi sebagai awan hujan. Dasar awan cumulonimbus antara 100 dan 600 m, sedangkan puncaknya tropopause. Dalam awan cumulonimbus terdapat kerikil es (hail), guruh, kilat, hujan deras, dan kadang kala terjadi angin ribut.

Awan cumulus congestus menyerupai awan cumulonimbus, tetapi bedanya cumulus congestus belum cukup tinggi sehingga belum terbentuk puncak yang berwarna putih. Stratocumulus merupakan belahan dari awan cumulus, bentuknya seprti kapas acak-acakan dengan tinggi dasar awan sekitar 2.000 m.


Awan altocumulus memiliki dasar awan lebih tinggi daripada stratocumulus. Awan ini terlihat acak-acakan merata dan bergumpal- gumpal berwarna putih dan hitam. Jika ketebalannya cukup maka awan ini sanggup menimbulkan hujan. Awan altostratus yakni awan menengah yang merata dan sanggup berupa lapisan-lapisan yang tebal, jadinya pada animo hujan awan ini sanggup menimbulkan hujan merata, ringan, hingga sedang dan berlangsung terus menerus. Awan cirrus yakni awan tingi di atas 10 km, warnanya putih dan terdiri atas Kristal es dan awan ini tidak akan menimbulkan hujan.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com

Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat Dan Proses Terjadinya

1. Pengertian
Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi alasannya adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.

2. Jenis-jenis Angin
Angin mempunyai beberapa jenis diantaranya ialah angin darat-laut, angin gunung-lembah, dan angin jatuh (fohn)
a. Angin darat-laut
Angin darat terjadinya alasannya adanya pergerakan udara dari darat ke laut, sedangkan angin bahari ialah angin yang terjadi alasannya adanya pergerakan udara dari bahari ke darat. Angin darat terjadi pada malam hari ketika tekanan udara di darat lebih tinggi dibanding di laut, sedangkan angin bahari sebaliknya.

b. Angin gunung-lembah
Angin gunung ialah angin yang terjadi alasannya adanya pergerakan udara dari gunung ke arah lembah, sedangkan angin lembah sebaliknya. Angin gunung terjadi ketika pada malam hari puncak gunung lebih tinggi tekanannya dibanding lembah, sedangkan angin lembah sebaliknya.

c. Angin jatuh
Angin jatuh disebut juga angin fohn, yaitu angin kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Dilihat dari proses terjadinya, angin jatuh bergotong-royong hampir sama dengan angin gunung. Faktor yang membedakan antara angin jatuh dan angin gunung terletak pada sifat-sifatnya. Sebagian besar angin jatuh bersifat kering dan panas. Hal ini terjadi kalau angin jatuh bertiup dari kawasan yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan yang didatangi. Conth angin jatuh yang terdapat di Indonesia ialah Angin Wambrau (Biak), Bohorok (Deli), Kumbang (Cirebon), Gending (Pasuruan), dan Brubu (Makassar).

3. Proses Terjadinya Angin
Jika dua kawasan mendapatkan penyinaran matahari yang berbeda, maka berbeda pula suhu dan tekanan udaranya. Daerah yang mendapatkan sinar matahari lebih banyak akan mempunyai tekanan udara yang lebih kecil. Akibatnya udara bergerak dari kawasan yang mempunyai tekanan udara lebih tinggi ke kawasan yang mempunyai tekanan udara lebih rendah. Gerakan udara tersebut dikenal dengan istilah angin, Makara Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi alasannya adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Peristiwa bergeraknya udara dalam bentuk angin sama dengan kejadian bergeraknya air. Air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan kecepatannya tergantung pada beda ketinggian kedua tempat tersebut. Semakin besar beda ketinggiannya, maka semakin besar pula kecepatan alirannya. Hal yang sma terjadi pada kejadian angin yaitu bergerak menuju tempat dengan tekanan udara yang lebih rendah. Besarnya kecepatannya tergantung pada perbedaan tekanan antara dua tempat. Semakin besar perbedaan tekanannya (gradien barometrik), semakin besar pula kecepatan anginnya.

Alat untuk mengukur arah angin disebut sisip angin. Anak panah pada sisip angin akan selalu mengarah ke arah darimana angin bertiup. Misalnya angin bertiup dari arah utara. Kecepatan angin diukur dengan memakai anemometer. Untuk memudahkan dalam dukungan informasi, kecepatan angin biasanya memakai skala Beaufort.

4. Manfaat Angin
Walaupun angin sanggup menimbulkan bencana, tetapi sanggup pula menimbulkan manfaat yaitu untuk menggerakkan kincir angin. Kincir angin ialah sebuah mesin yang digerakkan oleh tenaga angin untuk menumbuk biji-bijian, memompa air untuk mengairi sawah, menghasilkan energi listrik (turbin angin). Turbin angin kebanyakan ditemukan di Eropa dan Amerika Utara. Hingga dikala ini telah ada sekitar 20.000 turbin angin diseluruh dunia yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Kebanyakan turbin semacam itu dioperasikan di lahan khusus yang disebut “ladang angin” (wind farm).

Sebenarnya, energi angin telah usang dimanfaatkan oleh insan sejak 2000 tahun lalu. Sampai dikala ini teknologi tersebut masih terus dimanfaatkan bahkan semakin dikembangkan. Alasannya, selain ramah lingkungan, sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan mempunyai masa depan bisnis yang menguntungkan. Tidak heran kalau dikala ini sebagian besar negara maju di Eropa dan Amerika Serikat telah memanfaatkan sumber energi ini.

Negara yang dijuluki sebagai negeri kincir angin ialah Belanda. Di negara ini, kita sanggup melihat banyak sekali kincir angin dengan banyak sekali ukuran. Namun sanyangnya, jumlah kincir angin di negara ini menurun. Beberapa periode yang lalu, Belanda mempunyai kurang lebih 10.000 kincir angin, tetapi jumlahnya sampai dikala ini hanya kurang lebih 1000 kincir angin.
 Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi karen Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat dan Proses Terjadinya
Sejumlah kincir angin yang ditemukan di Belanda dan
negara-negara lainnya di Eropa

Selain Belanda, negara di eropa yang terus membuatkan kincir angin ialah Jerman. Di negara ini terdapat kincir angin sejumlah 14.000 buah dengan kapasitas listrik lebih dari 12.000 MW. Jumlah tersebut melampaui jumlah kincir angin yang dimiliki Belanda dan bisa memenuhi sekitar 5 persen kebutuhan listrik di seluruh negeri. Karena itu, Jerman sekarang merupakan negeri kincir angin utama dunia.

 Angin ialah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan permukaan bumi yang terjadi karen Angin, Pengertian, Jenis, Manfaat dan Proses Terjadinya
Kincir angin di lepas pantai untuk
pembangkit listrik di lepas pantai

Setidaknya ada dua laba memakai kincir angin. Pertama, dari segi ekonomi, sumber energi ini bisa megurangi penggunaan materi bakar minyak, serta membuat lapangan pekerjaan gres di bidang pembuatan dan pemeliharaan kincir angin, serta distribusinya. Kedua, di bidang lingkungan hidup, energi angin sangat ideal alasannya tidak menghasilkan polusi, tak memerlukan materi bakar, tak menimbulkan pengaruh rumah kaca, serta tak menghasilkan zat berbahaya dan sampah radioaktif.

Sumber http://sainsmini.blogspot.com